Articles
PERBANDINGAN KENAIKAN BERAT BADAN BAYI PADA MP-ASI INSTANT DAN MP-ASI RUMAHAN
R., Qothrunnada;
Mariyani, Mariyani
HEARTY Vol 11 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/hearty.v11i1.8481
MP-ASI adalah makanan atau minuman tambahan yang mengandung gizi untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Masalah gizi pada bayi dan balita sering berkaitan dengan pola konsumsinya. Makanan Pendamping Air Susu Ibu menunjukan bahwa tingkat kenaikan berat badan bayi dengan konsumsi MP ASI campuran memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan bayi yang mengonsumsi MP ASI buatan sendiri atau MP ASI buatan pabrik. Tujuan Penelitian ini unutk mengetahui perbandingan kenaikan berat badan pada balita dengan MPASI Instan dengan MPASI Rumahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pedekatan quasi ekperimen, dilakukan di PMB Sri W. Sejak bulan Januari sampai April 2022, dengaan sampel sebanayak 40 bayi dari 50 populasi yang ada. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan melibatkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan dengan cara observasi partisicapan dan dianalisis dengan t-Tes Paired menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan perbedaan yang signifikan antara berat badan bayi instan dengan rumahan pada usia 6 bulan dengan nilai Sig 0,013, usia 7 bulan nilai Sig.0,020, usia 8 bulan nilai Sig. 0,016, dan usian 6-8 nilai Sig. 0,009 menunjukan bahwa nilai tersebut < α. Dan dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara bayi MPASI instan dengan bayi MPASI rumahan pada taraf signifikansi 5%.
Hubungan Kebersyukuran dan Kebahagiaan pada Lansia: Studi Moderasi Human Strength di Indonesia
Ardiansyah, Ardiansyah;
Mariyani, Mariyani;
Jannah, Taifatul;
Juanda, Juanda
Tabularasa: Jurnal Ilmiah Magister Psikologi Vol 7, No 2 (2025): Tabularasa : Jurnal Ilmiah Magister Psikologi, Juli
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/tabularasa.v7i2.6359
This study aims to determine whether gratitude is related to happiness in the elderly and whether human strength can strengthen this relationship. The background of this study is based on the importance of psychological well-being in old age, where gratitude and personal strength are believed to play a significant role in increasing happiness. The study subjects were 50 elderly people. Data were collected using the Gratitude Questionnaire (GRAT) scale by Emmons, R.A. and Tsang, J., the happiness scale using the Oxford Happiness Questionnaire (OHQ) developed by Michael Argyle and Peter Hills, and the human strength scale by Peterson. Data were analyzed using Moderated Regression Analysis. The results showed a significant relationship between gratitude and happiness, with a significance value of p = 0.000 0.005. Furthermore, the moderator variable, human strength, contributed 10.5% to strengthening this relationship. These findings indicate that psychological interventions that foster gratitude and personal strength can be an effective strategy for improving the well-being of the elderly.
Building Character Through Community: The Transformative Power of Social Activity-Based Education
Mariyani, Mariyani;
Sundawa, Dadang
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2025): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62775/edukasia.v6i2.1482
This study aims to explore the effectiveness of social activity-based character education through a case study of involvement in the Rumah Belajar Ceria. The research approach used is qualitative with a case study design. Data collection techniques include interviews with three informants selected using a purposive sampling technique, as well as activity observations and documentation. The data analysis technique used in this study follows the Miles and Huberman model, which consists of three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data analysis was carried out comprehensively and traingulation was carried out. The results of the study show that social activities in society significantly support character formation. This effectiveness is achieved when individuals meet several aspects, including an understanding of character values, active involvement in social activities, and tangible behavioral transformations. Community plays an important role in creating a collective learning environment that encourages character development such as empathy, responsibility, and cooperation. Intense communication and interaction in society serve as external factors that reinforce the internalization of these values. This research underscores the importance of social activities in character education, not only as a means of individual learning but also as a mechanism to strengthen social relationships in society.
A Communicative Approach Towards Increasing Public Knowledge Regarding Halal-Based Products: Communicative Approach Terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Mengenai Produk Berbasis Halal
Mariyani, Mariyani;
Nobertson, Ronaldy;
Intan A Lawindo, Nur
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51771/jukeshum.v5i2.1405
Halal products are not only a necessity for the Muslim community but also a globally recognized standard for food quality and safety. Although public awareness of the importance of halal products is increasing, there is still a gap in information regarding the criteria, benefits, and how to recognize halal products on the market. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness regarding the importance of halal-based products through a communicative approach. In this activity, a communicative approach is used to create effective interactions between presenters and participants through discussions. This method is expected to encourage active community participation, strengthen their understanding, and improve their ability to recognize and select halal products that comply with established standards. The results of the activity indicate that the communicative approach was able to increase public understanding by up to 65%. The main indicators are an increase in the ability to distinguish valid halal labels, an understanding of the halal certification process, and an awareness of the importance of consuming halal products. Thus, this activity makes a positive contribution to public education efforts and supports the creation of a better halal ecosystem.
Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Sosial dalam Tradisi Hajatan di Kelurahan Tanjung Batu Timur
Ayudiah, Sisi;
Sari, Nila;
Mariyani, Mariyani
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/civicus.v13i2.30801
Perubahan Sosial sebagai suatu proses perubahan bentuk yang mencakup keseluruhan aspek kehidupan masyarakat, proses yang berlangsung selama manusia itu hidup, baik lokal maupun global. Perubahan sosial bisa terjadi karena pada dasarnya masyarakat bersifat dinamis sehingga perubahan yang dilakukan bisa mengikuti arus perkembangan zaman. Modernisasi merupakan suatu proses perubahan masyarakat untuk menjadi masyarakat modern. Melibatkan tranformasi budaya dari masyarakat tradisional ke masyarakat berkembang sesuai dengan kehidupan masa kini. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan perubahan sosial pada Tradisi Hajatan di Kelurahan Tanjung Batu Timur, kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Kajian ini juga menggunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab perubahan sosial dalam adat sedekahan yaitu bertambah dan berkurangnya penduduk, penemuan-penemuan baru, konflik yang terjadi dalam masyarakat dan pengaruh masyarakat lain.Social Change as a process of changing forms that covers all aspects of community life, a process that takes place as long as humans live, both locally and globally. Social change can occur because basically society is dynamic so that the changes made can follow the flow of development of the times. Modernization is a process of changing society to become a modern society. Involving cultural transformation from traditional society to developing society in accordance with today's life. This study aims to determine what factors cause social change in the custom of almsgiving in Tanjung Batu Timur Village, this study uses a qualitative approach with a case study method. This study also uses three data collection techniques, namely interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that the factors causing social change in the custom of almsgiving are the increase and decrease of the population, new discoveries, conflicts that occur in society and the influence of other communities.
Edukasi Jamu Dan Obat Herbal: Manfaat, Risiko, Dan Cara Penggunaan Yang Tepat
Tandi, Joni;
Handayani, Tien Wahyu;
Mariyani, Mariyani;
Tandy, Putri Adam
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59395/altifani.v5i6.882
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan jamu dan obat herbal sebagai alternatif pengobatan yang aman dan efektif. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 Juli 2025 di Jl. Emmy Saelan No.106, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, RT 01, RW 08 yang dihadiri oleh 43 warga masyarakat. Metode yang digunakan adalah participatory learning melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat secara signifikan, dimana persentase peserta yang menjawab "Tidak Tahu" menurun dari 85% menjadi 3,33%, sementara yang menjawab "Tahu" meningkat dari 15% menjadi 96,67% setelah pemaparan materi. Kegiatan ini berhasil memberikan edukasi praktis tentang manfaat, risiko, dan cara penggunaan jamu dan obat herbal yang tepat.
PELATIHAN PEMBELAJARAN DARING MENGGUNAKAN GOOGLE CLASSROOM BAGI GURU SMP N 2 KOTA PALEMBANG
Kurnisar, Kurnisar;
Nurdiansyah, Edwin;
Waluyati, Sri Artati;
Mariyani, Mariyani
Abdi Pandawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Strategi Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Menuju Era Pasca Pandemi
Publisher : Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pandemi covid 19 telah mengubah sistem pembelajaran yang awalnya luring menjadi daring, fenomena tersebut harus disikapi semua pihak yang terlibat dalam pembelajaran dengan meningkatkan kompetensi yang mendukung pembelajaran daring. Guru sebagai aspek penting dalam pembelajaran haruslah mampu menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran daring, salah satunya google classroom. Aplikasi google classroom memungkinkan guru untuk membuat dan mengelola kelasnya sehingga pembelajaran daring dapat terlaksana dengan baik. Pelaksanaan pelatihan ini berlangsung dari tanggal 16 sampai dengan 21 November 2020. Peserta pelatihan adalah guru-guru SMP N 2 Kota Palembang dengan berbagai latar belakang bidang studi. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan praktikum. Evaluasi pelatihan dilakukan dengan tes dan penilaian produk yang dihasilkan peserta. Terdapat peningkatan hasil pretest dan posttest dari rata-rata 54 menjadi 85, kemudian pada penilaian produk persentase kemampuan peserta dalam membuat akun google classroom adalah sebesar 95% dikategorikan sangat baik, untuk indicator pengelolaan akun google classroom sebesar 91.2 % dengan kategori sangat baik dan terakhir adalah indicator pemanfaatan fitur google classroom sebesar 95 % dengan kategori sangat baik Kata Kunci : Pembelajaran, Daring, Google Classroom.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Mengenai Pangan Penunjang Perbaikan Kesehatan
Mariyani, Mariyani;
Wulandari, Ayu;
Pratiwi, Dinda
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.2726
Makanan sebagai kebutuhan dasar harus memiliki komposisi seimbang agar tercapai kebutuhan gizi pada manusia. Saat ini banyaknya jenis makanan yang beredar seperti makanan instan menjadi pilihan yang mudah dalam hal penyajian untuk dikonsumsi Masyarakat. Dampak yang ditimbulkan terhadap remaja yaitu menurunnya konsentrasi belajar, rasa kantuk dan dapat menyebabkan obesitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pangan yang baik dalam menunjang kesehatan di Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan edukasi dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan membagikan brosur. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman serta perilaku yang baik terhadap sumber pangan yang baik sebagai pilihan utama dalam penunjang gizi untuk memperbaiki masalah kesehatan yang ada di Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai upaya dalam mengurangi mengonsumsi makanan yang siap saji sebagai pangan makanan pengganti rumahan.
Politik Hukum Larangan Persaingan Usaha Tidak Sehat di Indonesia
Mariyani, Mariyani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12534
Hubungan antara ilmu politik dan hukum tata negara dengan suatu perumpamaan bahwa hukum tata negara adalah kerangkanya, sedangkan ilmu negara politik merupakan daging yang ada di sekitarnya. Hukum persaingan usaha dapat kita lihat berfokus pada menghendaki kemakmuran masyarakat secara merata, bukan kemakmuran secara individu. Berdasarkan konstitusi dibidang perekonomian menginginkan untuk menggunakan sistem ekonomi yang memiliki prinsip keseimbangan, keselarasan, serta memberi kesempatan usaha bersama bagi setiap warga negara. Talcot Persons mengemukakan bahwa masyarakat itu pada awalnya bersatu, kemudian bentuk bersatu itu pun terus mengalami perkembangan sampai masyarakat tersebut berubah menjadi masyarakat yang berpencar atau yang disebut oleh Talcott Persons sebagai masyarakat yang berspesialisasi. Masyarakat yang seperti ini sering kita jumpai dalam lanskap masyarakat modern. Dalam teori hukum masyarakat prismatik setidaknya membagi masyarakat menjadi 3 (tiga) tipe, yaitu : masyarakat tradisional, masyarakat industrial dan masyarakat prismatik. Artikel ini membahas tentang bagaimana mengetahui tentang politik hukum nasional Indonesia dan bagaimana mengetahui tentang politik hukum larangan persaingan usaha tidak sehat di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan study literatur dan data sekunder pendukung lainnya. Hasil penelitian ini adalah Bahwa Politik Hukum kebijakan dasar penyelenggara negara dalam bidang hukum yang akan, sedang dan telah berlaku, yang bersumber dari nilai-nilai yang berlaku di masyarakat untuk mencapai tujuan negara yang dicita-citakan. hubungan antara anggota-anggota dalam masyarakat. Berdasarkan fungsi ini lahirlah hukum publik dan hukum privat sebagai relevansinya. Kedua, hukum berfungsi menunjukkan bagaimana mengatur kekuasaan itu. Potentia debet sequi justitiam, non antecedere (kekuasaan mengikuti hukum dan bukan sebaliknya). Bahwa pentingnya hukum antimonopoli bagi konsumen yang mana mendapatkan barang yang sesuai dengan kualitasnya dan demi keberlangsungan barang-barang kebutuhan tersebut.
Meningkatkan Kemampuan Guru PAI SD dalam Menyusun Soal Tes Hasil Belajar Penilaian Akhir Semester
Mariyani, Mariyani
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.28926/jtpdm.v2i1.317
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1)Mendeskripsikan kemampuan guru SD PAIS dalam menyusun soal tes hasil akhir belajar penilaian akhir semester. 2) Mendeskripsikan pelaksanaan penyusunan soal tes hasil belajar. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kepengawasan (PTKs). Penelitian ini dilaksanakan karena guru PAI jarang menyusun tes. Biasanya menggunakan tes yang sudah ada kemudian disesuaikan dengan materi ajar. Keadaan ini juga terjadi disebagian guru PAI di kota Pangkalpinang, sehingga sering terjadi tidak tepat antara tes dengan kompetensi dasar yang disyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ). Di sisi lain guru sebagian besar belum bisa menyusun tes, sehingga sering mencari dari beberapa kumpulan soal yang sudah ada di buku penerbit. Dalam penelitian tindakan kepengawasan ini menunjukkan bahwa penerapan workshop dalam menyusun tes hasil belajar penilaian akhir semester sangat efektif. Sikap dan kemampuan guru PAI setelah workshop merasa puas karena melalui workshop dapat mempergunakan waktu sehingga tidak tertunda-tunda. Melalui workshop pula dapat meningkatkan kemampuan guru di dalam menyusun tes profesional. Berdasarkan analisis data, dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan workshop dalam menyusun tes hasil belajar penilaian akhir semester sangat efektif. Sikap dan kemampuan guru PAI setelah workshop merasa puas karena melalui workshop dapat mempergunakan waktu sehingga tidak tertunda-tunda. Melalui workshop pula dapat meningkatkan kemampuan guru di dalam menyusun tes profesional hal ini terlihat pada kegiatan siklus pertama rata rata nilai 70,3. Tes dikatakan layak apabila minimal 65 % kriteria bisa terpenuhi. Dengan demikian pada siklus pertama 100 % guru sudah mampu menyusun tes hasil belajar penilaian akhir semester .