Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

A Communicative Approach Towards Increasing Public Knowledge Regarding Halal-Based Products: Communicative Approach Terhadap Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Mengenai Produk Berbasis Halal Mariyani, Mariyani; Nobertson, Ronaldy; Intan A Lawindo, Nur
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v5i2.1405

Abstract

Halal products are not only a necessity for the Muslim community but also a globally recognized standard for food quality and safety. Although public awareness of the importance of halal products is increasing, there is still a gap in information regarding the criteria, benefits, and how to recognize halal products on the market. This community service activity aims to increase public knowledge and awareness regarding the importance of halal-based products through a communicative approach. In this activity, a communicative approach is used to create effective interactions between presenters and participants through discussions. This method is expected to encourage active community participation, strengthen their understanding, and improve their ability to recognize and select halal products that comply with established standards. The results of the activity indicate that the communicative approach was able to increase public understanding by up to 65%. The main indicators are an increase in the ability to distinguish valid halal labels, an understanding of the halal certification process, and an awareness of the importance of consuming halal products. Thus, this activity makes a positive contribution to public education efforts and supports the creation of a better halal ecosystem.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Mengenai Pangan Penunjang Perbaikan Kesehatan Mariyani, Mariyani; Wulandari, Ayu; Pratiwi, Dinda
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.2726

Abstract

Makanan sebagai kebutuhan dasar harus memiliki komposisi seimbang agar tercapai kebutuhan gizi pada manusia. Saat ini banyaknya jenis makanan yang beredar seperti makanan instan menjadi pilihan yang mudah dalam hal penyajian untuk dikonsumsi Masyarakat. Dampak yang ditimbulkan terhadap remaja yaitu menurunnya konsentrasi belajar, rasa kantuk dan dapat menyebabkan obesitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pangan yang baik dalam menunjang kesehatan di Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan edukasi dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan membagikan brosur. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman serta perilaku yang baik terhadap sumber pangan yang baik sebagai pilihan utama dalam penunjang gizi untuk memperbaiki masalah kesehatan yang ada di Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai upaya dalam mengurangi mengonsumsi makanan yang siap saji sebagai pangan makanan pengganti rumahan.
Politik Hukum Larangan Persaingan Usaha Tidak Sehat di Indonesia Mariyani, Mariyani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12534

Abstract

Hubungan antara ilmu politik dan hukum tata negara dengan suatu perumpamaan bahwa hukum tata negara adalah kerangkanya, sedangkan ilmu negara politik merupakan daging yang ada di sekitarnya. Hukum persaingan usaha dapat kita lihat berfokus pada menghendaki kemakmuran masyarakat secara merata, bukan kemakmuran secara individu. Berdasarkan konstitusi dibidang perekonomian menginginkan untuk menggunakan sistem ekonomi yang memiliki prinsip keseimbangan, keselarasan, serta memberi kesempatan usaha bersama bagi setiap warga negara. Talcot Persons mengemukakan bahwa masyarakat itu pada awalnya bersatu, kemudian bentuk bersatu itu pun terus mengalami perkembangan sampai masyarakat tersebut berubah menjadi masyarakat yang berpencar atau yang disebut oleh Talcott Persons sebagai masyarakat yang berspesialisasi. Masyarakat yang seperti ini sering kita jumpai dalam lanskap masyarakat modern. Dalam teori hukum masyarakat prismatik setidaknya membagi masyarakat menjadi 3 (tiga) tipe, yaitu : masyarakat tradisional, masyarakat industrial dan masyarakat prismatik. Artikel ini membahas tentang bagaimana mengetahui tentang politik hukum nasional Indonesia dan bagaimana mengetahui tentang politik hukum larangan persaingan usaha tidak sehat di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan study literatur dan data sekunder pendukung lainnya. Hasil penelitian ini adalah Bahwa Politik Hukum kebijakan dasar penyelenggara negara dalam bidang hukum yang akan, sedang dan telah berlaku, yang bersumber dari nilai-nilai yang berlaku di masyarakat untuk mencapai tujuan negara yang dicita-citakan. hubungan antara anggota-anggota dalam masyarakat. Berdasarkan fungsi ini lahirlah hukum publik dan hukum privat sebagai relevansinya. Kedua, hukum berfungsi menunjukkan bagaimana mengatur kekuasaan itu. Potentia debet sequi justitiam, non antecedere (kekuasaan mengikuti hukum dan bukan sebaliknya). Bahwa pentingnya hukum antimonopoli bagi konsumen yang mana mendapatkan barang yang sesuai dengan kualitasnya dan demi keberlangsungan barang-barang kebutuhan tersebut.
Meningkatkan Kemampuan Guru PAI SD dalam Menyusun Soal Tes Hasil Belajar Penilaian Akhir Semester Mariyani, Mariyani
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v2i1.317

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1)Mendeskripsikan kemampuan guru SD PAIS dalam menyusun soal tes hasil akhir belajar penilaian akhir semester. 2) Mendeskripsikan pelaksanaan penyusunan soal tes hasil belajar. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kepengawasan (PTKs). Penelitian ini dilaksanakan karena guru PAI jarang menyusun tes. Biasanya menggunakan tes yang sudah ada kemudian disesuaikan dengan materi ajar. Keadaan ini juga terjadi disebagian guru PAI di kota Pangkalpinang, sehingga sering terjadi tidak tepat antara tes dengan kompetensi dasar yang disyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ). Di sisi lain guru sebagian besar belum bisa menyusun tes, sehingga sering mencari dari beberapa kumpulan soal yang sudah ada di buku penerbit. Dalam penelitian tindakan kepengawasan ini menunjukkan bahwa penerapan workshop dalam menyusun tes hasil belajar penilaian akhir semester sangat efektif. Sikap dan kemampuan guru PAI setelah workshop merasa puas karena melalui workshop dapat mempergunakan waktu sehingga tidak tertunda-tunda. Melalui workshop pula dapat meningkatkan kemampuan guru di dalam menyusun tes profesional. Berdasarkan analisis data, dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan workshop dalam menyusun tes hasil belajar penilaian akhir semester sangat efektif. Sikap dan kemampuan guru PAI setelah workshop merasa puas karena melalui workshop dapat mempergunakan waktu sehingga tidak tertunda-tunda. Melalui workshop pula dapat meningkatkan kemampuan guru di dalam menyusun tes profesional hal ini terlihat pada kegiatan siklus pertama rata rata nilai 70,3. Tes dikatakan layak apabila minimal 65 % kriteria bisa terpenuhi. Dengan demikian pada siklus pertama 100 % guru sudah mampu menyusun tes hasil belajar penilaian akhir semester .
Analisis Peninggalan Keagamaan Hindu-Buddha di Kedatuan Sriwijaya: Perspektif Sosio-Kultural Susanti, LR Retno; Fatihah, Husnul; Mariyani, Mariyani; Hidayanti, Mailiza; Oktarina, Tia
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v8i1.23821

Abstract

This research aims to discover how the existence and development of the Hindu-Buddhist religion in Kedatuan Sriwijaya influenced society's social structure, culture and values at that time. The methods used in this research are literature study, field data collection, archaeological analysis, and interviews with historical and cultural experts. Religious life in the Srivijaya Kingdom, founded around the 7th to 14th centuries AD, was dominated by Hinduism and Buddhism. In that period, these two religions played an important role in shaping the culture, society, and politics of Sriwijaya. Socio-cultural, the start of the Cultural Integration of Hindu-Buddhist Heritage, reflects the solid cultural integration between these religions and local culture in Kedatuan Sriwijaya. Religious Harmony: this relic shows the existence of harmony between followers of these religions in Sriwijaya society. Religious Expansion: in this section, the Srivijaya chiefdom was essential in spreading Buddhism in Southeast Asia. Education Center Monks and Brahmins who visited Sriwijaya brought religious and cultural knowledge and influenced religious education. Economy and Trade started with Sriwijaya's strategy of developing the trade sector by building a substantial fleet of ships and controlling robust trading ports. Then, the artistic heritage, Hindu-Buddhist artistic and architectural heritage in Sriwijaya reflects the influence of the culture and religious beliefs that inspired it.
Perbandingan Efektifitas Pengobatan Ruam Popok Pada Bayi Secara Non Kimiawi Dengan VCO di PMB Lelah Partiah Dan Secara Kimiawi dengan Salep Zinc Oxide di Puskesmas Majasari Tahun 2023 Putri, Ratu Filani; Mariyani, Mariyani
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.17912

Abstract

Tujuan penelitian adalah membandingkan efektivitas pengobatan ruam popok pada bayi secara non-kimiawi menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO) di PMB Lelah Partiah dan secara kimiawi menggunakan zinc oksida di Puskesmas Majasari. The one- group pre test- posttest design dengan perlakuan sebelum dan sesudah menggunakan VCO (virgiln coconut oil) dan perlakuan sebelum dan sesudah menggunakan salep zinc oxidel dalam mengobati ruam popok. Populasi pada penelitian ilnil adalah selmua bayi yang mengalami ruam popok dan melakukan pemeriksaan di PMB Lelah Partiah dan Puskesmas Majasari pada tahun 2023, dengan jumlah 50 sampel data penelitian. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan pengobatan VCO dengan salep Zinc Oxide antara sebelum dan sesudah penggunaan terhadap pengobatan ruam popok bayi di Puskesmas Majasari dalam periode peneliltian. Untuk mengobati ruam dilapel pada bayi di Majasaril Health Celntelr selama masa penelitian, ditemukan bahwa penggunaan kombinasi minyak kelapa murni (VCO) dan minyak niam sebelum dan setelah terapi memiliki dampak.Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan pengetahuan, dan dukungan keluarga terhadap imunisasi dasar lengkap pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Kertamukti Karawang 2023.
Relationship Between Early Complex Food Practice with Nutritional Status Among Children Age 7 to 23 Months Megasari, Megasari; Mariyani, Mariyani
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 10 No. 4 (2024): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL) : SPECIAL EDIT
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v10i4.732

Abstract

Aims:: Knowing the factors associated with the practice of early complementary feeding with the nutritional status of infants aged 7 to 23 months in Sipayung Village, Cipanas District, Lebak Regency. Method: A cross-sectional design was used for quantitative and analytical study. A purposive sampling method was used to choose 51 mothers with babies between the ages of 7 and 23 months as the study sample. A questionnaire was used as the study tool. The square test was used to look at the primary data. Result: The single-variable study showed that 82.4% of infants had good nutrition and 72.5% of those who were given MP ASI did so correctly. The bivariate analysis showed that there was a link between the number of times MP-ASI was given, the age at which it was first given, how often it was given, how consistently it was given, and the infant's nutritional status (p value = 0.000). Conclusion: The practice of giving MP-ASI has to do with how well babies ages 7 to 23 months are eating. Mothers of babies should always pay attention to how, how often, and how much they feed their babies as they get older. This includes the form, frequency, and amount of food. The mother of the baby can also regularly weigh her child at the posyandu
Pengaruh Karakteristik Orang Tua Terhadap Kejadian Stunting Pada Bayi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tarumajaya Mariyani, Mariyani; Khairiah, Rahayu; Trisnawati, Risma; Nurbaiti, Nurbaiti; Anggraini, Medhita Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.17116

Abstract

ABSTRACT Stunting or short height of children compared to their age is a sign of chronic nutritional problems that occur during the first 1,000 days of life, from conception to 2 years of age. The nutritional status of pregnant women affects the growth and development of children in the womb. Likewise, high-income households are better able to provide nutritious food and health services needed to prevent stunting. In addition, a poor environment can cause babies to lose important nutrients for growth. Furthermore, genetic factors are most likely responsible for the relationship between maternal short stature and linear growth failure in children. The purpose of this study was to determine the effect of parental characteristics on the incidence of stunting in toddlers in the Tarumajaya Health Center work area in 2024. This type of research is cross-sectional using an associative quantitative design with a sample size of 85 respondents. The dependent variable used is stunting, while the independent variables are nutritional status, environment, family economy and heredity. Data analysis used multiple ordinal regression with the help of SPSS 26. The results showed that there was a significant influence between nutritional status, environment and heredity on the incidence of stunting in toddlers, while there was no significant influence between family economy on the incidence of stunting in toddlers. Keywords: Stunting, Nutritional Status, Environment, Family Economy, Heredity  ABSTRAK Stunting atau tinggi badan anak yang pendek dibandingkan usianya merupakan tanda adanya masalah gizi kronis yang terjadi pada masa 1.000 hari pertama kehidupan, sejak konsepsi hingga usia 2 tahun. Status gizi ibu hamil berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak di dalam kandungan. Begitu juga rumah tangga berpendapatan tinggi lebih mampu menyediakan makanan bergizi dan layanan kesehatan yang diperlukan untuk mencegah stunting. Selain itu lingkungan yang buruk dapat menyebabkan bayi kehilangan nutrisi penting untuk pertumbuhan. Selanjutnya faktor genetik kemungkinan besar bertanggung jawab atas hubungan antara perawakan pendek ibu dan kegagalan pertumbuhan linier pada anak-anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh karakteristik orang tua terhadap kejadian stunting pada bayi balita di wilayah kerja Puskesmas Tarumajaya tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah cross sectional menggunakan desain kuantitatif asosiatif dengan jumlah sampel sebanyak 85 responden. Variabel dependen yang digunakan adalah stunting, sedangkan variabel independen adalah status gizi, lingkungan, ekonomi keluarga dan hereditas. Analis data menggunakan regresi ordinal berganda dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara status gizi, lingkungan dan hereditas terhadap kejadian stunting pada bayi balita, sementara tidak terdapat pengaruh signifikan antara ekonomi keluarga terhadap kejadian stunting pada bayi balita.  Kata Kunci: Stunting, Status Gizi, Lingkungan, Ekonomi Keluarga, Hereditas
Penyuluhan Swamedikasi Penggunaaan Tablet Fe Untuk Mengatasi Anemia Pada Remaja Di Desa Sejahtera Kecamtan Palolo. Mariyani, Mariyani; Anggi, Viani; Aisyah Marzuki, Sitti
Duta Abdimas Vol. 1 No. 2 (2022): Duta Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.956 KB) | DOI: 10.47701/abdimas.v1i2.1605

Abstract

Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari nilai normal untuk kelompok orang yang bersangkutan, dengan pemberian tablet Fe dapat mencegah terjadinya anemia yang dimana tablet Fe ini adalah elemen biokatalitik yang paling penting dalam enzymology manusia, dengan peran utamanya dalam metabolisme oksidatif, proliferasi dan pertumbuhan sel serta penyimpanan dan transportasi oksigen. Tujuan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan penyuluhan swamedikasi khususnya penggunaan tablet Fe untuk mengatasi anemia pada remaja, sehingga masyarakat desa Sejahtera memiliki pengetahuan untuk mengenali terkait gejalapenyakit, pemilihan obat yang sesuai dengan penyakit serta dosis yang tepat untuk melakukan pengobatan mandiri atau swamedikasi pada penyakit anemia yang masih ringan. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan pendekatan kualitatif, melakukan pengamatan, wawancara mendalam (indept interview) dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa remaja putri di Desa Sejahtera Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi masih banyak yang belum memahami dan mengerti tentang penggunaan dan manfaat tablet Fe dan apa itu Anemia. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemberian edukasi mengenai Penggunaan dan manfaat tablet Fe serta bahaya anemia bagi remaja putri. Edukasi terkait Swamedikasi penggunaan tablet Fe dan bahaya anemia perlu di berikan kepada remaja putri,agar remaja putri menyadari manfaat tablet Fe bagi kesehatan yaitu untuk pencegahan anemia.
Penyuluhan Stunting : Upaya Meminimalisir Tingginya Angka Stunting di Desa Sawidago: Penyuluhan Stunting : Upaya Meminimalisir Tingginya Angka Stunting di Desa Sawidago Puspita Dewi, Niluh; mariyani, mariyani; Alaydrus, Syafika; Anggi, Viani; Magfirah, Magfirah; Kurnia Utami, Indah
Jurnal Dimas Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53359/dimas.v5i2.69

Abstract

Indonesia has quite a serious nutritional problem which is characterized by many cases of malnutrition. Malnutrition is an impact of nutritional status. Stunting is a condition of malnutrition that is related to past nutritional deficiencies, so it is a chronic nutritional problem. Many factors can cause stunting in toddlers, such as toddler characteristics and socio-economic factors. Community outreach activities are carried out with the aim of providing education to the public regarding the risk factors for stunting and its prevention. This counseling was carried out in order to increase the knowledge of the residents of Sawidago Village, especially mothers, because the mother is the person who is always with the child from pregnancy to 24 months of age. So that the baby's development will continue to be assisted by the mother. Counseling is provided using an interactive lecture method through posters and distribution of leaflets as well as social service. The effectiveness of the extension was tested by administering a partner satisfaction questionnaire with the activities carried out. The results of activity observations showed that Partners were satisfied with the outreach activities carried out.