Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Persentase Penggunaan Larutan Cuka Apel Terhadap Sifat Fisik Dan Kualitas Cream Cheese Sulistiawati, Windi; Cahyana, Cucu; Kandriasari, Annis
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini berjutuan untuk menganalisis pengaruh persentase penggunaan larutan cuka apel terhadap sifat fisik dan kualitas Cream Cheese. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan tiga konsentrasi larutan cuka apel yaitu, 5:10,6:10,dan 7:10. Penilaian yang dilakukan dalam penelitian ini yang diawali dengan uji fisik dengan mengukur daya oles Cream Cheese, yang dilajutkan dengan uji organoleptik kepadan 45 orang panelis agak terlatih. Hasil hipotesis uji Kruskall Wallis dengan taraf signifikan α (0,05) menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh penggunaan larutan cuka apel pada pembuatan Cream Cheese, kecuali pada aspek aroma cuka apel dan tekstur. Berdasarkan hasil uji Tuckey’s menunjukan bahwa yang menggunakan larutan cuka apel 5:10 dan 7:10 memiliki kualitas lebih baik dibandingkan dengan menggunakan larutan cuka apel 6:10. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa Cream Cheese yang menggunakan larutan cuka apel 7:10 merupakan formula terbaik, karena memberikan kualitas yang baik pada Cream Cheese,sehingga menjadikan opsi yang tepat dalam pembuatan Cream Cheese yang menggunakan larutan cuka apel.
Pengembangan Media Pembelajaran Video Roti French Bagguettes Pada Mata Kuliah Pengolahan Roti Irawan, Shabrina; Cahyana, Cucu; Kandriasari, Annis
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis video pada materi roti French Baguette di mata kuliah Pengolahan Roti, Program Studi Pendidikan Tata Boga, Universitas Negeri Jakarta. Pengembangan dilakukan dengan metode Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 53,8% mahasiswa mengalami kesulitan mempelajari roti French Baguette dan 72,5% memilih video sebagai media pembelajaran yang diharapkan. Media dikembangkan melalui tahapan sistematis mulai dari analisis kebutuhan, desain instrumen dan dokumen pendukung, produksi video tutorial, hingga validasi oleh ahli materi, media, dan bahasa, serta uji coba secara individual, kelompok kecil, kelompok besar, dan uji respon mahasiswa. Hasil validasi menunjukkan media sangat layak digunakan, dengan nilai kelayakan 98,75% dari ahli materi, 87,5% dari ahli media, dan 85% dari ahli bahasa. Uji coba pada mahasiswa juga menunjukkan kelayakan sangat tinggi, yaitu 95% (one to one), 91,6% (small group), 92,45% (field group), dan 93,8% (respon mahasiswa). Media video yang dikembangkan dinilai efektif meningkatkan pemahaman dan antusiasme mahasiswa, serta dapat digunakan secara fleksibel dan berulang dalam pembelajaran praktikum roti French Baguette.
Pengembangan Kamus Multimedia Istilah Asing Pengolahan Roti Tawar Open Top Dalam Mata Kuliah Pengolahan Roti Waruwu, Athalia Michaela; Kandriasari, Annis; Mariani, Mariani
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan kamus multimedia istilah asing pengolahan roti tawar open top dalam mata kuliah pengolahan roti. Penelitian ini dilakukan di Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur sejak Februari 2025. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE dengan tahapan (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) implementasi, dan (5) evaluasi dengan teknik analisis data dalam bentuk persentase deskriptif. Penelitian ini dilakukan validasi oleh 3 orang dosen ahli di bidang media, materi dan bahasa. Perkembangan media pembelajaran dinyatakan melalui hasil validasi kepada ahli media yang menghasilkan persentase 78% (baik), untuk ahli materi persentase yang dihasilkan sebesar 92% (baik), dan hasil tes yang diperoleh dari ahli bahasa sebesar 80% (sangat baik). Pada evaluasi one to one didapatkan persentase 88% (baik), evaluasi small group didapatkan persentase 87% (baik), dan pada evaluasi field test menghasilakan persentase 90% (baik). Pada uji respon pengguna didapatkan persentase 90% (baik). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kamus multimedia istilah asing pengolahan roti tawar open top dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Keselarasan Kompetensi Keterampilan Khusus pada Mata Kuliah Pengolahan Roti dengan KKNI Level 6 dan SKKNI Iskandar, Fae Khansa Mora; Artanti, Guspri Devi; Kandriasari, Annis
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5575

Abstract

This study aims to analyze the alignment of sub-competences in the Bread-processing Course with the Indonesian Qualification Framwork Level 6 and the Indonesian National Work Competency Standard within the Culinary Education Study Program at Jakarta State University. For this research, qualitative approach is being used with descriptive analytic as the research method. Data were collected through direct observation in practicum session conducted involving 28 university students over 11 times practicum session. The findings indicate that the Bread-processing Course effectively develops student’ sub-competences in line with Indonesian Qualification Framework and Indonesian National Work Competency Standard. The practical implications suggest that the course curriculum and implementation are on the right path toward producing graduates whose skills meet the national occupation standards. However, to further strengthen the overall alignment, several areas can be enhanced to achieve far better optimal outcomes