Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Health Education Perawatan Luka Terhadap Perilaku Pencegahan Infeksi Luka Operasi Post Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Hilman Hidayat; Dodik Hartono; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2065

Abstract

Infeksi luka pasca operasi sectio caesaria merupakan salah satu komplikasi yang dapat memperpanjang masa rawat dan meningkatkan risiko komplikasi serius. Rendahnya pengetahuan dan perilaku pencegahan infeksi luka menjadi faktor utama yang mempengaruhi kejadian infeksi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian health education perawatan luka terhadap perilaku pencegahan infeksi luka pada pasien post operasi sectio caesaria. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada pasien post operasi sectio caesaria. Populasi pada penlitian ini 50 responden post section caesaria, Sampel diambil secara accidental sampling sebanyak 44 responden. Data perilaku pencegahan infeksi luka dikumpulkan 2 kali menggunakan kuesioner setelah pasien post operasi dan sehari setelahnya sebelum pasien pulang, di ukur menggunakan skala frequensi dan dianalisis menggunakan uji T-paired untuk mengukur pengaruh health education. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor perilaku pencegahan infeksi luka dari 32,84 pada pre-test menjadi 41,25 pada post-test. Korelasi antara sebelum dan sesudah pemberian health education sangat kuat dan positif dengan nilai 0,955. Uji T-paired menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), dapat diartikan ada pengaruh Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa health education merupakan intervensi efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan infeksi luka pasca sectio caesaria. Oleh karena itu, penerapan program edukasi kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan di fasilitas kesehatan sangat dianjurkan sebagai bagian dari protokol perawatan pasien post-operasi untuk meningkatkan hasil klinis dan mengoptimalkan keselamatan pasien.
The Influence Of Positive Emotions On Hypertension Relapse: A Cross-Sectional Study Yunita, Rizka; Hartono, Dodik
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 13, No 3 (2025): EDITION NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v13i3.7575

Abstract

Hypertension has become one of the leading causes of death due to its potential to cause systemic complications. Individuals diagnosed with hypertension must undergo regular treatment and medication because they have a high risk of recurrence. One of the factors influencing this is intrinsic factors such as positive emotions. The purpose of this study is to analyze positive emotions in recurrence symptoms in hypertensive. The study design employed a correlational analysis with a cross-sectional approach. The study population consisted of 98 hypertensive in Karangbong Village, Pajarakan, Probolinggo. The sample size was 79 individuals who met the inclusion and exclusion criteria. The sampling technique used was purposive sampling. Inclusion criteria included patients with hypertension for more than 3 years, with a history of hypertension with systolic blood pressure ? 120 mmHg and diastolic blood pressure ? 80 mmHg. Exclusion criteria included patients with hypertension who had visual and hearing impairments, and complications such as diabetes mellitus, heart disease, and stroke. The positive emotion instrument used the Dispositional Positive Emotions Scale (DPES) questionnaire and the hypertension recurrence symptom questionnaire. Data analysis used the Spearman rank test. The findings of the study indicated that most respondents had positive emotions (68%) and hypertension recurrence symptoms (66%). There was a significant correlation between positive emotions and recurrence symptoms in hypertensive patients with a p value of 0.001. Hypertensive patients are prone to recurrence symptoms due to low positive emotions. Respondents are encouraged to manage their emotions to prevent the onset of hypertension recurrence symptoms. Future research is recommended to incorporate psychotherapeutic interventions, such as peer support groups, to further explore their potential impact on the outcomes. 
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik Lansia dengan Frekuensi Keluhan Nyeri Punggung : The Correlation Between Physical Activity Levels of the Elderly and the Frequency of Back Pain Complaints Fauzi, Achmad; Marfuah; Handayani, Erna; Hartono, Dodik
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.213

Abstract

Pendahuluan: Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan yang umum dialami oleh lansia dan dapat memengaruhi kualitas hidup serta kemandirian mereka. Aktivitas fisik yang teratur diketahui mampu meningkatkan kebugaran, memperkuat otot, dan mengurangi keluhan nyeri, namun masih banyak lansia yang memiliki tingkat aktivitas fisik rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik lansia dengan frekuensi keluhan nyeri punggung di Puskesmas Tekung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelatif menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 35 orang lansia. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner aktivitas fisik International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan skala nyeri numerik (Numeric Rating Scale). Analisis data menggunakan uji Spearman rho. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil responden memiliki tingkat aktivitas tinggi dan sedang masing-masing sebanyak 12 responden (34,3%), sedangkan tingkat nyeri sedang juga dialami oleh 12 responden (34,3%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara tingkat aktivitas fisik dengan frekuensi keluhan nyeri punggung (p = 0,000; p < 0,05). Kesimpulan: Temuan ini mendukung teori bahwa aktivitas fisik yang cukup dapat membantu menurunkan keluhan nyeri, terutama nyeri punggung, melalui peningkatan fleksibilitas dan kekuatan otot. Oleh karena itu, penting bagi lansia untuk mempertahankan aktivitas fisik secara rutin guna menjaga kesehatan muskuloskeletal.
Pengaruh Terapi Pelvic Stability Training terhadap Kekuatan Otot Pasien Pasca Stroke : The Effect of Pelvic Stability Training Therapy on Muscle Strength in Post-Stroke Patients Putri, Yuke Ambarwati; Hartono, Dodik; Isnawati, Iin Aini; Suhari
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.214

Abstract

Pendahuluan: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan fisik yang dapat menurunkan kekuatan otot dan kemampuan fungsional pasien. Salah satu intervensi rehabilitatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot pasca stroke adalah Pelvic Stability Training, latihan ini berfokus pada kestabilan otot-otot panggul untuk menunjang aktivitas gerak tubuh secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pengaruh Terapi Pelvic Stability Training Terhadap Kekuatan Otot Pasien Pasca Stroke di Ruang Asoka RSUD dr. Haryoto Lumajang. . Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 pasien dengan teknik accidental sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi Pelvic Stability Training, seluruh pasien pasca stroke berada pada kategori kekuatan otot skala 3 (100%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan yaitu sebagian besar berada pada skala 4 (65%). Hasil uji satistik Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (< α = 0,05), ada pengaruh signifikan terapi Pelvic Stability Training terhadap peningkatan kekuatan otot pasien pasca stroke Kesimpulan: Pelvic Stability Training memiliki potensi sebagai intervensi rehabilitatif yang efektif dari program terapi rutin dalam meningkatkan kekuatan otot pada pasien pasca stroke.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Teknologi dengan Pendekatan Sunrise Model terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Lansia Hipertensi Peserta Prolanis Puskesmas Kunir: The Effect of Technology-Based Health Education Using the Sunrise Model Approach on Medication Adherence Among Elderly Hypertensive Patients Participating in the Prolanis Program at the Kunir Community Health Center Masruris Sulton; Hartono, Dodik; Marfuah; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.226

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang umum dialami oleh lansia dan memerlukan kepatuhan pengobatan jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan lansia dalam menjalani perawatan hipertensi masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan berbasis teknologi dengan pendekatan Sunrise Model terhadap kepatuhan minum obat lansia hipertensi peserta Prolanis di Puskesmas Kunir. Metode yang digunakan adalah pre-experimental design dengan jenis pretest and post-test one group design. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 lansia hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan alat ukur kuisioner (MMAS-8). Analisis data menggunakan Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagianbesar lansia (74,2%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. Setelah diberikan edukasi kesehatan berbasis teknologi dengan pendekatan Sunrise Model, terjadi peningkatan kepatuhan menjadi kategori sedang pada 74,2% responden. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah intervensi denagn nilai p= 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Temuan ini sejalan dengan teori Leininger yang menyatakan bahwa edukasi yang mempertimbangkan aspek budaya, nilai, dan keyakinan individu akan lebih efektif dalam mengubah perilaku kesehatan. Pemanfaatan teknologi dalam penyampaian edukasi juga terbukti membantu meningkatkan akses dan pemahaman lansia terhadap informasi kesehatan. Oleh karena itu, pendekatan edukatif ini direkomendasikan untuk diterapkan secara luas dalam program manajemen penyakit kronis di komunitas
Pengaruh Edukasi Diet DASH dengan Media Flipchart Terhadap pengendalian Hipertensi di UPTD Puskesmas Sumbersari.: The Effect of DASH Diet Education with Flipchart Media On Hypertension Control in Sumbersari Health Center Permatasari, Ema; Yunita, Rizka; Suhari; Hartono, Dodik
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.229

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi salah satu faktor resiko tertinggi penyebab utama kematian. Edukasi memberikan dampak positif dalam menurunkan tekanan darah. Diet DASH merupakan salah satu upaya pengendalian hipertensi. Penggunaan media edukasi mempengaruhi hasil yang ingin diperoleh. Media Flipchart efektif dalam pemberian edukasi dan memudahkan dalam memahami apa yang disampaikan kepada penderita hipertensi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Edukasi Diet DASH dengan Media Flipchart Terhadap pengendalian hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan pre–post test design. Populasi dalam penelitian ini yaitu penderita hipertensi usia 35-59 tahun di UPTD Puskesmas Sumbersari. Jumlah responden sebanyak 44 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pengendalian Hipertensi dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dalam kategori pengendalian hipertensi yang sebelumnya hanya ada 10 responden dengan kategori baik. Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan pengendalian hipertensi yaitu 28 responden dengan kategori baik. Untuk pengendalian hipertensi kategori cukup dan kurang mengalami penurunan, dari 14 dan 20 responden menjadi 8 masing-masing 8 responden. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan berpengaruh positif dalam meningkatkan pengendalian hipertensi pada responden. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -3,797 dengan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari α = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara pengendalian hipertensi sebelum dan sesudah edukasi. Peneliti menilai bahwa pemberian edukasi diet DASH dengan media flipchart mempunyai pengaruh yang baik terhadap pengendalian hipertensi. Edukasi yang diberikan secara berkelanjutan kepada penderita hipertensi maka semakin banyak penderita hipertensi yang terkendali.
Co-Authors Achmad Fauzi Achmad Kusyairi Ahmad Fitrah Firdaus Ainul Yaqin Salam Akhmadi, Wakhid Alfarizi, Muhammad Alifah Wardatul Jannah Alwin Widhiyanto Ana Fitria Nusantara Anis Sulalah Ari Susanti Arif Eka Budiman Arif Mulyani Arifan Alqodri Awaludin Awaludin, Awaludin Cici Lahayati Eka Novita Anggraini Erika Dwi Safitri Fani Fransiska Farit Adi Pratama Febri Eka Chandra Kirana Febri Rizalul Fikri Firda Dwi Cahyaningtias Handayani, Erna Hari Purwanto Haswita, Haswita Hemiati, Nur Hilman Hidayat Hosnol Khotimah Hoyriyetus Sholehah Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ilda Ima Amalia Juliyantiara Indah Nurkholizah Irma Wahyuni Ishaq Ishaq Isnawati, Iin Aini Jalali, Jalali Kusyairi, Achmad Lia Barkatur Rohmniah Lutfiaturrahmah Marchita, Ria Fitri Marfuah Marfuah Marfuah Maria Ulfatus Zuhria Mariani Mariani Mariani Mariani Mariani Masruris Sulton Mukhammad Nur Iksan Nadatien, Ima Nafolion Nur Rahmad Nafolion Nur Rahmat Nafolion Nur Rahmat, Nafolion Nur Nazilah Wiqoatul Haqiqoh Nor Fadilah Wahyu Wulandari Nurul Laili Nurul Laili Permatasari, Ema Prasetyanto, Deny - Putri Melinda, Putri Putri, Yuke Ambarwati Ramadhani Alvan Hidayatullah Reviana Erdwi Fajarini Rizka Yunita Salamah, Ummatus Sasongko, Hendrik Probo Siswa Aini Siti Lestyawati Ningrum Siti Nur Afifah Siti Sulaiha Sri Wahyuni Sriyono, Grido Handoko Suhari Suhari Sulistiyono Sulistiyono Supiyati, Rahayu Tintin Sukartini Sukartini, Tintin Sukartini Tonny, Harry Irfan Umi Wardana Ummah, Siti Rohmatul Wahyu Widyanuari, Dwi Shanti Widya Addiarto Yaqin, Moh. Husyn Ainul Zainal Abidin Zainal Abidin Zainal Abidin Zakiyatul Masruro