Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) Pinasthika, Widya; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1491

Abstract

Stevia merupakan tanaman herba yang dapat digunakan sebagai pemanis alami yang aman dikonsumsi. Stevia memiliki kadar kemanisan 150 – 300 kali lebih tinggi dibandingkan gula tebu, namun rendah kalori (Hadiyana et al., 2015). Tanaman stevia berpotensi untuk dikembangkan sebagai pemanis alami yang sehat, namun budidaya tanaman stevia umumnya dilakukan di dataran tinggi dengan jenis tanah andosol. Sedangkan, persebaran tanah andosol di dataran menengah dan rendah hanya sedikit (Dairiah dan Sukarman, 2014). Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari perbandingan komposisi media tanam berupa bahan organik agar tanaman stevia dapat tumbuh dan dibudidayakan di daerah dataran menengah dan dataran rendah. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret – Juni 2020 di lahan tegalan BPTP Jawa Timur dengan ketinggian 550 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu M1 : Tanah (1), M2 : Kompos (1), M3 : Cocopeat (1), M4 : Tanah + Kompos (1 : 1), M5 : Tanah + Cocopeat (1 : 1), M6 : Kompos + Cocopeat (1 : 1), M7 : Tanah + Kompos + Cocopeat (1 : 1 : 1).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam tanah menghasilkan jumlah daun, bobot segar, kering total tanaman, dan luas daun yang terbaik dibandingkan komposisi media tanam lainnya. Komposisi media tanam kompos menghasilkan bobot segar dan kering batang yang tidak berbeda nyata dengan komposisi media tanam tanah. Komposisi media tanam tanah + cocopeat menghasilkan bobot segar dan kering akar tanaman yang tertinggi.
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi dan Umur Panen Pertama Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni.) Hendrawati, Risma Kris; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 12 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1508

Abstract

Stevia merupakan pemanis alami yang berasal dari tanaman (Stevia rebaudiana Bertoni.) dimana tanaman ini dapat dijadikan sebagai alternatif pendamping gula tebu dalam menghasilkan pemanis alami. Ketersediaan air merupakan faktor pembatas bagi tanaman stevia. Selain dengan penyiraman yang rutin, diperlukan pula struktur tanah yang baik yang dapat menyimpan air lebih lama. Pupuk kandang sapi merupakan salah satu pupuk yang dapat menyediakan unsur hara, memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kemampuan daya serap air. Umur panen berhubungan dengan produksi dan kandungan yang ada pada tanaman. Pemanenan yang dilakukan setelah melewati masa berbunga dapat menurunkan kandungan kadar gula total pada daun stevia. Saat yang tepat untuk panen pertama yaitu mendekati fase pembungaan pada tanaman yang telah berumur antara 40-60 hari.  Penelitian dilaksanakan di Lahan BPTP, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Malang dengan ketinggian tempat ± 550 mdpl. Penelitian ini di laksanakan bulan Maret - Mei 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu RAK yang terdiri dari 2 faktor yang diulang 3 kali. Faktor I dosis pupuk kandang sapi yang terdiri dari 0 ton ha-1 (D1), 6 ton ha-1 (D2) dan 12 ton ha-1 (D3). Faktor II umur panen pertama yang terdiri dari 40 HST (P1), 50 HST (P2) dan 60 HST (P3). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA, dan dilanjutkan dengan BNJ 5 %. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk kandang sapi dan umur panen pertama tidak menunjukkan interaksi yang nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman stevia. Dosis pupuk kandang sapi 6 ton ha-1 menghasilkan jumlah daun, bobot segar akar, bobot segar total tanaman, bobot kering batang dan bobot kering total tanaman lebih tinggi dibandingkan tanpa diberikan pupuk kandang sapi. Sedangkan umur panen pertama 60 HST menghasilkan bobot segar daun tertinggi dibandingkan perlakuan umur panen lainnya.
Uji Kemampuan Penyerapan CO2 dan Penurunan Suhu Udara Ambien Dua Taman Kota di Kediri Aji, Mochamad Bayu; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1515

Abstract

Kota Kediri merupakan kota terbesar ke tiga di Jawa Timur dengan luasan 63,40 Km2 yang secara administratif kota Kediri terbagi menjadi 3 kecamatan yaitu Kecamatan Mojoroto, Kecamatan Kota dan Kecamatan Pesantren. Perkembangan perkotaan selain menghasilkan dampak positif ternyata juga menghasilkan dampak negatif, salah satunya terhadap aspek lingkungan kota. Masalah lingkungan seperti pencemaran udara oleh material berbahaya yang dihasilkan oleh asap kendaraan bermotor, asap pabrik dan peningkatan suhu udara. Gas CO2 memberi kontribusi terbesar dalam pemanasan global sebesar 50%.  Oleh karena itu, dalam pengembangan kawasan perkotaan, diperlukan keseimbangan antara Ruang Terbuka Non Hijau seperti kawasan industri dan perumahan dengan Ruang Terbuka Hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Taman Kota untuk menurunkan konsentrasi CO2 dan suhu udara ambien dua Taman Kota di Kediri  Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga bulan September 2020 di Kediri yang difokuskan pada dua taman yaitu Taman Hutan Joyoboyo dan Taman Hijau Simpang Lima Gumul. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu CO2 meter,  Thermohygrometer digital, Peta kedua taman dari citra Google Earth, aplikasi Statistical Product and Service Solution (SPSS), alat tulis dan kamera. Sedangkan bahan yang dijadikan objek penelitian adalah data suhu udara, konsentrasi CO2 dan vegetasi (Jenis dan kerapatan vegetasi) Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi langsung secara deskripstif yaitu dengan mengumpulkan data secara langsung di lapang. Pengambilan data dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari pada pukul 04.00 WIB dan 13.00 WIB. Pengukuran pada pukul 04.00 WIB berfungsi sebagai kontrol yaitu pada saat suhu udara minimum dan CO2. Sedangkan pada pukul 13.00 WIB dimana suhu udara maksimum dan CO2. Untuk mengetahui perbedaan kemampuan penyerapan CO2 dan penurunan suhu udara ambient di kedua taman pada pukul 04.00 WIB dan 13.00 WIB maka dianalisis menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Hutan Joyoboyo yang memiliki kerapatan tajuk 88,42% mempunyai kemampuan lebih tinggi dalam penyerapan CO2 dan menurunkan suhu udara dibandingkan dengan Taman Hijau Simpang Lima Gumul yang memiliki kerapatan tajuk 43,24%.
Tingkat Kenyamanan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Hutan Kota Dan Taman Wilis Kota Batu Sitanggang, Boy Nanto; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 5 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1555

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah suatu lahan terbuka yang diisi oleh vegetasi dan memiliki fungsi ekologi, sosial budaya dan estetika. Pertambahan penduduk yang terjadi di kota Batu akan berpengaruh terhadap ketersediaan RTH. RTH cenderung mengalami konversi atau alih fungsi lahan menjadi kawasan pemukiman dan perkantoran.  Berdasarkan pada Pasal 29 Ayat 2 UU No 26 tahun 2007, dinyatakan bahwa wilayah kabupaten atau perkotaan harus membuat rencana penyediaan dan pemanfaatan RTH sebesar minimal 30% dari luas wilayah, sedangkan menurut data dari Bapeda Kota Surabaya (2011) dalam Subarudi (2014) besar luasan RTH di kota Batu dan Malang seluas 2.971,46 ha atau hanya sebesar 27%.  Ruang terbuka hijau secara langsung dapat mempengaruhi iklim mikro pada kawasan sekitar RTH itu berada. Keberadaan ruang terbuka hijau mampu memberikan kenyamanan pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat kenyamanan RTH pada Taman Hutan Kota dan Taman Wilis Kota Batu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2020 di Kota Batu yang difokuskan di Taman Hutan Kota Batu dan Taman Wilis Kota Batu. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu CO2 meter, Thermohygrometer digital, Peta kedua taman dari citra Google Earth, aplikasi Statistical Product and Service Solution (SPSS), alat tulis dan kamera. Bahan yang dijadikan obyek penelitian adalah data suhu udara, konsentrasi CO2 dan vegetasi (jenis vegetasi dan struktur vegetasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Wilis Kota Batu yang memiliki kerapatan tajuk 91,37% dan jumlah vegetasi yang lebih banyak mempunyai tingkat kenyamanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Taman Hutan Kota Batu yang memiliki kerapatan tajuk 74,95% dan jumlah vegetasi yang lebih sedikit.
Pengaruh Suhu Dan Curah Hujan Terhadap Produktivitas Bawang Merah (Allium Ascolonicum L.) Di Sentra Produksi Kabupaten Nganjuk Susanto, Mochammad Fahmi; Baskara, Medha; Herlina, Ninuk
Jurnal Produksi Tanaman Vol 9, No 7 (2021)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1567

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman semusim yang dimanfaatkan sebagai sayuran bumbu. Tanaman ini menjadi salah satu komoditas hortikultura yang sangat penting di Indonesia, karena hampir semua masakan membutuhkan komoditas ini. Selain digunakan sebagai bahan bumbu masakan, dunia medis dan nutrisi diyakini bahwa bawang merah memiliki khasiat yang sangat baik bagi kesehatan antara lain membantu menurunkan kolesterol dalam darah. Sentra produksi bawang merah di Jawa Timur adalah kabupaten Nganjuk. Terdapat lima Kecamatan penghasil bawang merah di Kabupaten Nganjuk yaitu kecamatan Bagor, Sukomoro, Wilangan, Gondang, dan Rejoso. Cuaca di Indonesia akhir-akhir ini sulit diprediksi, pada saat musim kemarau suhu udara begitu tinggi, sedangkan pada musim hujan memiliki curah hujan sangat tinggi. Adanya perbedaan produksi pada musim kemarau dan musim penghujan, mengakibatkan fluktuasi produksi selalu terjadi pada usaha tani bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sawahan, Kecamatan Bagor, dan Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk Jawa Timur pada bulan November – Desember 2019. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan antara suhu dengan produktivitas bawang merah diberbagai dataran di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, hasil dari uji korelasi antara Suhu dengan produktivitas dan Curah hujan dengan produktivitas Bawang merah. dihasilkan dari kecamatan Sawahan, Kecamatan Bagor, dan Kecamatan Sukomoro. Kecamatan Sawahan yang mempuyai pengaruh paling tinggi yaitu sebesar 97,9%, Kecamatan Bagor yaitu sebesar  55,4%,  sedangkan Kecamatan Sukomoro pengaruhnya rendah yaitu sebesar 32,1%.
PENGARUH TINGKAT KETEBALAN MULSA JERAMI DAN SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa var. crispa) Herlina, Ninuk; Kelana, Muhammad
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v9i2.5909

Abstract

Lettuce vegetable production increased during 2015-2018, but there are several cultivation constraints, especially in the lowlands, which can result in decreased crop quality. The use of mulch, particularly rice straw and rice husk, was identified as an imporplantt strategy to increase and maintain soil moisture. Rice straw mulch and rice husk, not only inhibits weed growth, but also increases the value of agricultural waste, and contains soil organic matter. The aim of this study is to investigate and undersplantd the impact of different levels of straw and rice husk mulch thickness on the growth and yield of red lettuce plants. The research was conducted from March to May 2024. The research was carried out in Pandanwangi sub-district, Blimbing District, Malang City, East Java Province. The research was conducted using a non-factorial design method and was designed using a Randomized Block Design. The research consisted of 7 treatments and was repeated 4 times. The results showed that the 6 cm rice husk mulch treatment gave higher plant height, number of leaves and dry weight compared to the treatment without mulch. The treatment of 4 cm thick rice straw mulch and 6 cm rice husk produced fresh weight of consumption of 15.25 and 17.26 t ha-1, respectively, 24.49 and 40.89% higher than the treatment without mulch.
Utilization of Paranet and Amount of Baglog Tearing Toward Enlargement of Cap and Total Fresh Weight of Oyster Mushroom (Pleurotus ostreatus) Satyaningtyas, Marcelina Melvyn Gita; Herlina, Ninuk
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2024.009.2.10

Abstract

White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) is a type of popular mushroom in Indonesia. Some market demands require a wide cap size because it can add to the aesthetic value of the product and consumer satisfaction in consuming white oyster mushroom chips, especially the mushroom cap. This increased demand is not matched by high productivity so that farmers cannot meet market demand. This study aims to determine best treatment combination between amount of baglog tearing and paranet layer, to optimize oxygen levels by providing suitable humidity conditions for paranet layer, and to test the effectiveness of baglog tearing treatment, by giving paranet layer with proper tearing effectiveness is expected to increase the diameter of fruit cap and total fresh weight of mushrooms. This research was conducted at Kumbung Griya Jamur, Agriculture Faculty, Brawijaya University, Pucangsongo Village, Tumpang District, Malang Regency, East Java in January - April 2019. Method of this research used was a  Split Plot Design also the data were tested using ANOVA and 5% BNJ real test. The results of this study indicated that the best fruit cap diameter was produced in 2-layers paranet with the treatment of 1- layer tearing of 9.33 cm, which increased the fruit cap diameter by up to 86% compared to the 3-layer paranet treatment without tearing. The best total fresh weight was obtained from 2-layer paranet with a value of 877.2 g, which increased the total fresh weight by up to 19% when compared to the 1-layer paranet and 2-layer paranet treatment.
Ultilization of Shade as Microclimate Modification on Growth and Yield of Two Broccoli Varieties (Brassica oleracea var. italica) Cahyarani, Putri Amanda; Herlina, Ninuk; Prasetianto, Mushoffan
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2024.009.2.03

Abstract

     Broccoli (Brassica oleracea var. italica) is a plant with high economic value which is widely cultivated in Indonesia. Due to unfavorable environmental factors and improper cultivation methods, the supply of broccoli fluctuates, thus efforts must be made to boost production by altering the environment, adopting the use of paranets, and choosing the appropriate type. The study was carried out from February to April 2023 at an elevation of 460 meters above sea level in the Jatimulyo experimental field, Faculty of Agriculture, University of Brawijaya, Lowokwaru District, Malang City, East Java. Two treatments variety and shade were used in the study's nested design. Green magic and Lucky are among the primary plot variations, while no shade, 25% shade, 50% shade, and 75% shade are among the subplot variations related to shade.. The findings demonstrated that 25% shade was the ideal amount of cover to provide broccoli plants with the microenvironments they needed to growth and yield. Compared to the Lucky variety, which had a yield loss of 178.91 g.plant-1 (43.62%), the Green Magic variety was more suited to planting on medium plains, which Green magic loss of 22.26 g.plant-1 (6.99%).
Evaluasi Tingkat Kenyamanan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kota Wisata dan Taman Permata Kabupaten Bogor Rasendriya, Rafi; Herlina, Ninuk
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 4 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.04.01

Abstract

Bogor merupakan bagian dari wilayah Jawa Barat yang memiliki pertumbuhan penduduk meningkat tiap tahunnya. Pertumbuhan penduduk yang terjadi akan berpengaruh terhadap ketersediaan lahan terbuka khususnya lahan terbuka hijau. Berkurangnya lahan tersebut dapat memberikan dampak negatif seperti tingkat kenyamanan suatu kota menurun, polusi udara meningkat dan bencana alam. Ruang terbuka hijau merupakan bagian dari ruang-ruang terbuka di suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh vegetasi (endemik maupun introduksi) guna mendukung manfaat ekologis, sosial-budaya dan arsitektur yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat kenyamanan berdasarkan iklim mikro, tingkat kebisingan, dan vegetasi di Taman Kota Wisata dan Taman Permata Kabupaten Bogor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2021 di Taman Kota Wisata dan Taman Permata. Alat dan bahan yang digunakan antara lain alat tulis, kamera digital, peta Taman Kota Wisata dan Taman Permata dari Citra Google Earth, Sound Level Meter dan Thermohygrometer HTC-1 digital. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan nilai Thermal Humidity Index (THI) termasuk kedalam kategori tidak nyaman. Hal ini disebabkan vegetasi yang masih rendah sehingga mempengaruhi iklim mikro seperti suhu dan kelembaban udara. Suhu udara, kelembaban dan nilai THI Taman Kota Wisata dan Taman Permata tidak berbeda nyata, akan tetapi Taman Permata mempunyai tingkat kebisingan 69.73 dB, lebih tinggi dibandingkan Taman Kota Wisata yang mempunyai tingkat kebisingan 63.97 dB.
Peranan Ruang Terbuka Hijau Terhadap Penurunan Konsentrasi CO2 Dan Tingkat Kenyamanan Di Dua Perumahan Kota Malang Widianto, Faris Aditya; Herlina, Ninuk
Produksi Tanaman Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2022.010.09.06

Abstract

Kota Malang merupakan kota yang terletak di Jawa Timur dengan jumlah penduduk 843,810 jiwa. Kota ini memiliki daya tarik pariwisata yang cukup tinggi sehingga terjadi perkembangan infrastruktur yang sangat pesat. Perkembangan perkotaaan selain menghasilkan dampak positif ternyata menghasilkan dampak negatif, salah satunya dapat menyebabkan pengelolaan ruang kota yang berat akibat oleh arus urbaniasi sehingga perlu adanya penataan yang tepat dalam pengelolaan tata ruang dalam suatu kota terutama pada kawasan hunian contohnya harus memiliki Ruang Terbuka Hijau yang sesuai. Pengambilan data dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari yaitu pada pukul 04.00 WIB dan 13.00 WIB. Pengukuran pada pukul 04.00 WIB berfungsi sebagai kontrol yaitu pada saat suhu udara minimum dan CO2 hanya berasal dari vegetasi di dalam ruang terbuka hijau. Sedangkan pada pukul 13.00 WIB di mana suhu udara maksimum dan CO2 berasal dari aktivitas manusia di sekitar ruang terbuka hijau. Untuk mengetahui perbedaan kemampuan penyerapan CO2 di kedua perumahan dan tingkat kenyamanan di kedua perumahan pada pukul 04.00 WIB dan 13.00 WIB maka di analisis menggunakan uji T dengan menggunakan data konsentrasi CO2, intensitas cahaya dan kelembaban udara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ruang Terbuka Hijau yang terdapat pada perumahan Permata Jingga memiliki kerapatan tajuk sebesar 89,34% dan mempunyai vegetasi dengan daya serap CO2 lebih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa jenis vegetasi lain yang terdapat pada perumahan Griya Shanta sehingga mempunyai Kemampuan lebih tinggi dalam penyerapan CO2. Berdasarkan nilai THI yang diperoleh kawasan hunian yang ada di perumahan Permata jingga lebih nyaman jika dibandingkan dengan perumahan Griya Shanta.
Co-Authors Affandi, Mochammad Ali Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Aisyah, Yarda Aisyah, Yarda Aji, Mochamad Bayu Akbar, Helmi Dzikrulloh Akbar, Helmi Dzikrulloh Alan Randall Ginting Alfulaila, Nur Alfulaila, Nur Andari, Sandra Yuri Andari, Sandra Yuri Andika Fajar Darmawan Anggorowati, Dian Anggorowati, Dian Ariesna, Fitria Dewi Ariffin Ariffin Ariffin, Ariffin Ariffin, Arifin Arifin Arifin Arinda, Mita Ashari, Hasim Aziiz, Abdul Aziiz, Abdul Azizah, Nur Bambang Guritno Basuki, Nur Cahya, Jamil Eko Cahya, Jamil Eko Cahyaningtyas, Anisa Cahyaningtyas, Anisa Cahyarani, Putri Amanda Darmawan, Andika Fajar Devi Wahyu Elisabeth Dewanti, Pradnya Cahya Dewanti, Pradnya Cahya Dewi Indah Srirejeki, Dewi Indah Didik Hariyono Dominiko, Theo Andre Dominiko, Theo Andre Dwi Yamika, Wiwin Sumiya Eko Susanto Eko Widaryanto Elisabeth, Devi Wahyu Filaprasetyowati, Naning Ekasari Fitria Dewi Ariesna Fitriyani, Widya fitriyani, Widya Ginting, Alan Randall Hari Putra, Julian Pratama Hari Putra, Julian Pratama Hariyani Hariyani, Hariyani Hariyani, Hariyani Haryono, Didik Haryono, Didik Hasim Ashari Hendrawati, Risma Kris Hidayat, Taufiqur Rochman Idafitra, Fetty Laila Idafitra, Fetty Laila Idha, Mega Elfaziarni Idha, Mega Elfaziarni Istih Farianti, Nur Laili Istih Farianti, Nur Laili Izdiha, Vicannisya Fairuz Karima, Siti Sukma Karuniawan Puji Wicaksono Kelana, Muhammad Kenanga Arum Novi Salasa Khoir, Mochammad Shofarul Khoir, Mochammad Shofarul Koesriharti Koesriharti Lilik Mufarrikha Lilik Setyobudi Margawati, Dayu Tri Margawati, Dayu Tri Mauidzotussyarifah, Mauidzotussyarifah Mauidzotussyarifah, Mauidzotussyarifah Medha Baskara Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Ali Affandi Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Nawawi Mochmammad Dawam Maghfoer Mohammad Ainun Multazam Monica, Silva Monica, Silva Mudji Santosa Mudji Santoso Mufarrikha, Lilik Multazam, Mohammad Ainun Mushoffan Prasetianto Muthahara, Eva Muthahara, Eva Naning Ekasari Filaprasetyowati, Naning Ekasari Nawawi, Mochammad Ni’matillah, Zulfa Alif Ni’matillah, Zulfa Alif Nindy Ayu Wanna Septian, Nindy Ayu Novi Salasa, Kenanga Arum Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nugroho, Agung Nugroho, Dhenys Bagus Nugroho, Dhenys Bagus Nujuma, Laila Nur Nujuma, Laila Nur Nur Azizah Nur Basuki Nur Edy Suminarti Nurcahya, Athariq Ozzy Nurcahya, Athariq Ozzy Nurlaila Nurlaila Nurlaila, Nurlaila Pahlevi, Rivaldi Akbar Pahlevi, Rivaldi Akbar Pangesti, Febrina Dwi Pangesti, Febrina Dwi Permatasari, Zatalini Putri Permatasari, Zatalini Putri Pinasthika, Widya Rambaradellangga, Arryng Rambaradellangga, Arryng Rasendriya, Rafi Roedy Soelistyono Roedy Sulistyono Santoso, Mudji Saragih, Desmon Rivaldi Saragih, Desmon Rivaldi Satyaningtyas, Marcelina Melvyn Gita Setianingsih, Eva Setianingsih, Eva Setiatma, Faiz Tyas Setiatma, Faiz Tyas Setyaningrum, Retna Setyaningrum, Retna Setyobudi, Lilik Setyono Yudo Tyasmoro Shoumi, Eko Rahmat Shoumi, Eko Rahmat Simbolon, Menak Sisca Fajriani Sitanggang, Boy Nanto Sitawati Sitawati Siti Sukma Karima Srirejeki, Dewi Indah Sudiarso Sudiarso Sudiarso, Sudiarso Sulistyono, Roedy Sumeru Ashari Susanto, Eko Susanto, Mochammad Fahmi Suwitnyo, Hadi Suwitnyo, Hadi Taufiqur Rochman Hidayat Titin Sumarni Tri Margawati, Dayu Twisty Tjahyani, Retno Wulan Twisty Tjahyani, Retno Wulan Valentine, Kartika Valentine, Kartika Velayati, Novel Akbar Velayati, Novel Akbar Wahyuningsih, Etty Wahyuningsih, Etty Waluyo, Bhakti Waluyo, Bhakti Wanna Septian, Nindy Ayu Wicaksono, Cahyo Agum Widianto, Faris Aditya Widyaswari, Erningtyas Widyaswari, Erningtyas Wiwin Sumiya Dwi Yamika Wulandari, Cahaya Wulandari, Cahaya Yogi Sugito Yosandy AM, Dimas Sanda Onggy Yosandy AM, Dimas Sanda Onggy