Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisa Faktor Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Pencegahan TB Paru pada Kontak Serumah selama Era New Normal Covid 19 Maria Agustina Making; Yulianti Kristiani Banhae; Maria Yoani Vivi Bita Aty; Yohanes Mau Abanit; Pius Selasa; Israfil Israfil
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 5 No 1 (2023): Februari 2023, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v5i1.1270

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih merupakan suatu penyakit menular yang angka kejadiannya masih tinggi. adapun penyebabnya adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis yang penularannya melalui droplet udara. Upaya pencegahan penyakit TB pada era new normal dipengaruhi oleh perilaku begitu juga pengetahuan dan sikap yang positif yang harus terus dilakukan agar mata rantai penularan dapat diputuskan dan pengendalian infeksi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait hubungan sikap dan pengetahuan dengan perilaku upaya pencegahan penularan penyakit TBC selama new normal Covid 19. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian survei analitik dengan rancangan Cross sectional. Untuk sampel digunakan teknik samping purposive sampling sebanyak 60 responden, yang memenuhi kriteri inklusi dan eksulisi. Instrument yang digunakan adalah kuesioner yang dilaksanakan bulan juli-september 2022. Hasil penelitian tentang hubungan pengetahuan, sikap dengan perilaku menunjukkan tidak adanya hubungan. yang mana dibuktikan dengan nilai p value > 0,05. Hasil analisa data bisa disimpulkan bahwa sangat perilaku seseorang dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap. Pengetahuan yang baik berasal dari informasi yang di terima dari sumber yang tepat sehingga semakin banyak menerima informasi maka dari itu sikap seseorang bisa lebih positif merangsang seseorang untuk menunjukkan perilaku yang lebih positif.
Edukasi Gizi Cegah Stunting bagi Orang Tua di Desa Kesetnana, Kabupaten Timor Tengah Selatan Maria Sambriong; Elisabeth Herwanti; Yoany Maria Vianney B. Aty
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.121 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1284

Abstract

The number of toddlers experiencing malnutrition in the South Central Timor district fluctuated from 2013 to 2017 ranging from 3-12 cases. The prevalence of stunting in the Kesetnana village in 2021 reached 48.3% or the highest in NTT. Based on this, it is necessary to provide nutritional assistance for children under five for parents. The purpose of this activity is to reduce the number of stunting cases that occur. The method used in this activity is screening and education about stunting, exclusive breastfeeding, breast care and balanced nutrition food processing practices. The location of the activity is Dusun D, Kesetnana village, TTS. The participants were breastfeeding mothers, pregnant women and toddlers and school-aged children. The media used were booklets, leaflets, banners, breast phantoms, samples of healthy food and cooking utensils. The result of this activity is that the knowledge of parents becomes very good about stunting, exclusive breastfeeding, breast care and can practice processing balanced nutritional foods again. Assistance activities to the village community continue to be continued by both health workers and health cadres, community leaders in the village. ABSTRAK Jumlah Balita yang mengalami gizi buruk di wilayah kabupaten Timor Tengah Selatan  fluktuatif sejak tahun 2013 sampai dengan 2017 berkisar 3-12 kasus. Prevalensi stunting di desa kesetnana tahun 2021 mencapai 48,3% atau paling tinggi di NTT. Berdasarkan hal ini maka perlu dilakukan Pendampingan gizi  Balita bagi para orang tua. Tujuan kegiatan ini adalah  agar dapat mengurangi jumlah kasus stunting yang terjadi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah skrining dan edukasi tentang stunting, ASI ekslusif, perawatan payudara dan praktek pengolahan makanan gizi seimbang. Lokasi kegiatan yakni Dusun D desa Kesetnana, TTS. Pesertanya ibu menyusui, Ibu hamil dan  balita serta  anak usia sekolah Media yang dipakai adalah booklet,leaflet, spanduk, phantom payudara, contoh makanan sehat dan peralatan masak. Hasil dari kegiatan ini adalah pengetahuan para orang tua menjadi sangat baik tentang stunting, ASI ekslusif, perawatan payudara dan dapat mempraktekan kembali pengolahan makanan gizi seimbang. Kegiatan pendampingan kepada masyarakat desa kesetnana terus  dilanjutkan baik oleh petugas kesehatan maupun para kader kesehatan, tokoh masyarakat yang ada di desa tersebut.
THE RELATIONSHIP OF COFFEE CONSUMPTION WITH HYPERTENSION Florentianus Tat; Yoani Maria Vianney Bita Aty; Sabina Hamu; Elisabeth Herwanti; Aben B.Y. Romana
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6 No 1 (2023): JURNAL MUTIARA NERS
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v6i1.2677

Abstract

Every year hypertension is the leading cause of death worldwide. The cause of this disease is due to modifiable factors and lifestyle. Currently, there are many people with hypertension in Kupang, ranking third out of the 10 most common diseases. The cause of kupang is the influence of lifestyle, namely consuming fatty foods such as pork, se'i (cured meat by smoking), excessive alcohol consumption, high sodium foods. Lack of exercise habits, excessive consumption of caffeine. The habit of drinking coffee is currently popular. There are many coffee shops in the city of Kupang. Coffee is a favorite drink besides alcohol. This research is quantitative with analytical descriptive design. The approach used is a cross sectional study. The number of samples is 37 people. Instrument in the form of a questionnaire. Analysis of the data used is descriptive analysis and test. The results obtained 93.3% of respondents consume packaged coffee or coffee that is processed in the factory. The habit of drinking coffee in people who suffer from hypertension is in the high category of 25 (67.6%). Most of the respondents suffer from moderate hypertension as many as 20 respondents (54.1%), mild hypertension as many as 14 (37.8%), and severe hypertension. as many as 3 respondents (8,1%). The results of the one sample t test obtained a p value of 0.00. It can be concluded that there is a significant relationship between the coffee drinking group and the incidence of hypertension. The habit of drinking coffee can cause hypertension, depending on the amount and content of caffeine consumen.
Pengalaman Perawat dalam Melakukan Resusitasi Jantung Paru pada Pasien Covid-19 Yoany Maria Vianney B. Aty; Gadur Blasius; Elisabeth Herwanti; Pius Selasa; Dominggos Gonsalves; Firdawsyi Nuzula; Muhtar Muhtar
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 1 (2023): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.76178

Abstract

Latar Belakang: Tantangan perawat pada masa pandemi Covid-19 saat memberikan bantuan pasien yang mengalami henti jantung adalah penularan virus Covid-19. Perawat yang melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dengan menggunakan APD lengkap masih mungkin mengalami penularan virus yang bisa melalui droplet atau aerosol dari pasien yang terdapat di udara yang masuk melalui celah yang terbentuk tanpa sengaja oleh perawat saat bekerja.Tujuan: Mengeksplorasi pengalaman perawat dalam  melakukan RJP pada pasien Covid-19 di ruang IGD, ICU, dan ICCU RSUD Prof. W. Z Johannes Kupang.Metode: Penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis fenomenologi. Indeepth interview dilakukan untuk menggali pengalaman perawat dalam melakukan RJP pada pasien Covid-19 yang mengalami henti jantung dan napas. Jumlah partisipan sebanyak 4 orang.Hasil: Penelitian menemukan 6 tema yakni keputusan melakukan RJP pasien, keterbatasan gerak dan mudah lelah, kesulitan memonitor kondisi pasien, cemas tertular Covid-19, rasa empati, dan kerja sama tim.Kesimpulan: Tindakan RJP pasien terkonfirmasi Covid-19 memerlukan keputusan yang tepat. Selama tindakan ini perawat mengalami kelelahan, sulit mengecek kondisi pasien karena APD yang digunakan. Perawat juga merasa takut tertular. Namun, rasa empati kepada pasien membuat perawat melakukan tindakan RJP ini dengan baik yang didukung oleh kerja sama tim yang baik.
Hubungan Pengetahuan dan Tindakan Perawat Melakukan Triage Pasien COVID-19 di Instalasi Gawat Darurat Yoany Maria V.B. Aty; Reni Anggita Handa; Febtian Cendradevi Nugroho; Maria Agustina Making; Muhtar Muhtar
Bima Nursing Journal Vol 4, No 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v4i2.1169

Abstract

Latar Belakang: Pasien suspect COVID-19masuk Rumah Sakit melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD). Di sana dilakukan triage pasien dengan tujuan untuk memisahkan pelayanan yang akan diberikan dan juga untuk mengetahui apakah seorang pasien memiliki probabilitas tinggi COVID-19. Dampak yang terjadi jika penerapan triase yang dilakukan tidak sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19akan menyebabkan transmisi patogen di Rumah Sakit, sehingga terjadinya penyebaran COVID-19 yang meluas. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dengan pengalaman perawat melakukan triage pasien COVID-19di instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan design penelitian cross sectional. Populasi adalah perawat yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, sampel yang digunakan sebanyak 30 responden, pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil: Tingkat pengetahuan paling banyak kategori baik sebanyak 28 responden (93.3%), sedangkan pada pengalaman menunjukkan bahwa mayoritas responden mempunyai pengalaman dalam kategori cukup sebanyak 22 responden (73.3%). Hasil uji statistik menggunakan korelasi spearman rho didapatkan hasil tidak signifikan 0.003  05 yang menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tindakan perawat melakukan triage pasien COVID-19di Instalasi gawat darurat (IGD) RSUD prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang
Pengetahuan, Persepsi, Sikap Masyarakat tentang Penanganan Awal Stroke Pra Rumah Sakit Yoany Maria V.B. Aty; Yandri Elekson Pandie; Agustina Ina; Pius Selasa; Trifonia Sri Nurwela; Florentianus Tat
Bima Nursing Journal Vol 5, No 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v5i1.1415

Abstract

Waktu terbaik   saat memberikan bantuan pada penderita yang mengalami serangan  stroke yakni  3 jam.  Pada saa ini penderita  harus segera mendapatkan terapi secara komprehensif dan optimal dari tim gawat darurat rumah sakit. Sering sekali penderita stroke mengalami komplikasi akibat lambatnya pertolongan yang diberikan. Beberapa faktor penyebabnya yakni  lambatnya  pengambilan keputusan keluarga pada saat penanganan, minimnya koordinasi, komunikasi, dukungan keluarga pasien serta pemberdayaan fasilitas kesehatan yang masih belum memadai. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan motode deskriptif.Jumlah sampel  sebanyak 135 responden dan alat pengumpulan data yakni  kuesioner. Hasil penelitian  didapatkan terkait  pengetahuan dan sikap masyarakat tentang penganan stroke pra RS adalah  baik.Persepsi masyarakat juga positif mengenai penanganan awal stroke pra RS. Pentingnya  pengetahuan, persepsi, sikap penanganan awal stroke untuk bisa  bertindak dengan cepat dalam memberikan pertolongan pada saat serangan stroke akut  sehingga mencegah gejala yang berkelanjutan
Penerapan Terapi Inhalasi Nebulizer pada Pasein dengan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Akibat Community-Acquired Pneumonia Asti Permata Yunisa Wabang; Yoany Maria Vianney Bita Aty; Gadur Blasius; Florentianus Tat
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v3i1.2429

Abstract

Community acquired Pneumonia is a type of Pneumonia that is acquired in the community. The incidence of Pneumonia in Indonesia in 2013 ranged from 23%-27% and mortality was 1.19%. From 2015-2018 confirmed cases of Pneumonia in children under 5 years were recorded at 505,331 patients with 425 patients dying. The prevalence of Pneumonia in Bali Province in 2018 there were 20,560 cases found based on a history of diagnosis by health workers and / or symptoms that had been felt by respondents / patients. Analyze the effect of the application of Nebulizer inhalation therapy in patients with ineffective airway clearance problems due to Community acquired Pneumonia (CAP). Using case study design with the implementation of nursing care from assessment, diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. This study was conducted at RSUP Prof. Dr. I.G.N.G NGOERAH, Denpasar Bali, in July 2023. The results of the analysis showed changes in the patient's respiratory status after administration of Nebulizer inhalation therapy.  The result is clear white mucus discharge and not viscous; respiratory rate decreased, ronchi sounds decreased, and SPO2 status: 98%, patients appeared calmer. Nebulizer inhalation therapy is effective in overcoming airway clearance problems is not effective in Pneumonia patients, especially CAP.
GERAKAN ORANG TUA ASUH MENGATASI STUNTING Aty, Yoani Maria V. B.; Herawanti, Elisabeth; Srinurwela, Trifonia; Selasa, Pius
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2024
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v4i2.999

Abstract

The incidence of stunting in Liliba Village, Oebobo Subdistrict, Kupang City, recorded 185 children experiencing stunting. There are 20 malnourished children and 70 undernourished children. Methods of stunting education and foster parent program to overcome stunting. Activities were carried out in May-August 2023. Activities were carried out in the Liliba sub-district of Kupang City. The activity results are Child A's nutritional status before the foster parent movement: body weight 11.3 kg, TB 82.6, and Lila 14.5. After 90 days of feeding, the weight was 12.4 kg, TB 85.8, and Lila 15.4. For Child J, the nutritional status of Child A before the foster parent movement was 9 kg, TB 75.3, and Lila 14.5. After 90 days of feeding, the weight was 9.1 kg, TB 78.1, and Lila 14.8. The results of educational activities are that parents' knowledge of Posyandu Jasmine 12 increased. The knowledge test results found that most participants had good knowledge before education, namely 50%. After education, 80% of family knowledge about stunting is excellent. Education about stunting is excellent for families to prevent stunting. The OTA2S program has a good impact on the nutritional status of stunted children.
Pengaruh Edukasi Tentang RJP Menggunakan Media Audio Visual terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa Pali, Caturing Ayu Suryaningsih; Aty, Yoany Maria Vianney Bita; Namuwali, Domianus; Irfan, Irfan; Tat, Florentianus
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan: Maret 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v17i1.1836

Abstract

Henti jantung merupakan salah satu kasus yang mengancam nyawa seseorang dan berakibat kematian apabila lama dalam pertolongan. Hal ini menunjukkan pentingnya keterampilan dan pengetahuan untuk memberikan bantuan hidup dasar secara cepat dan tepat, terutama kepada masyarakat awam. Tujuan penilitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang bantuan hidup dasar menggunakan media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan siswa SMAN 10 Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain pre-experimental one group pre-post test design. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, dengan jumlah 78 responden, instrumennya adalah kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji wilcoxon signed test. Mayoritas tingkat pengetahuan sebelum edukasi adalah kurang sebanyak 53 responden (67,9%), dan setelah edukasi adalah baik sebanyak 60 responden (76,9%). Hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon diperoleh p-value 0,000. Ada pengaruh edukasi tentang bantuan hidup dasar menggunakan media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan siswa SMAN 10 Kota Kupang.
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Perawatan Pasien TB Paru Rawat Jalan Selasa, Pius; Aty, Yoany Maria V.B.; Benu, Beatrice Amelia; Nurwela, Trivonia Sri; Romana, Aben B.Y.; Kusmiyati, Kusmiyati; Muhtar, Muhtar
Bima Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i1.1669

Abstract

Backgroound : The importance of knowledge and family support of outpatient pulmonary TB patiens during treatment as part of the disease healing process.The purpose: This study aims to determine the relatonship between knowledge and family support with outpaient care of pulmonary TB patients. The study: The research design in this study is a quantitative method using a Cross Sectional design, the sample in this study were outpatient pulmonary TB patients at the Oesapa Health Center, Kupang City totaling 50 people who were obtained by simple random sampling technique according to the inclusion and exclusion criteria. The Results: The results showed that most of the knowledgee of respondents with pulmonary TB at the Oesapa Health Center in Kupang City was in the good category, namely 42 respndent (84,0%), family support was in the good category, namely 42 respondents (84,0 %) and most of them carried out pulmonary TB treatment. The good ones are 39 respondents (78,0%). The conclusion: There is significant relationship between knowledge and family support with pulmonary TB care with a p value= 0,00< 0,05 and family support with a p value of 0,03 < 0,05. Suggestions: The importance of maintaining the level of knowledge and support of the patient’s family to remain good and for the level knowledge and support of the family that is lacking so that i can be increased by providing information about pulmonary TB.
Co-Authors Aben B.Y Romana Aben B.Y. Romana Aben B.Y.H Romana Aben B.Y.H.Romana Aemilianus Mau Agustina Ina Angela Muryati Gatum Aries Wawomeo Artha Abeatrix Ndun Asti Permata Yunisa Wabang Aty, Yoany Maria V.B. Benu, Beatrice Amelia Benu, Betrice Amelia Betrice Amelia Benu Blasius, Gadur Budiana, Irwan DAFROYATI, YULIANA Domianus Namuwali Domianus Namuwali Dominggos Gonsalves Dwi Sulistyowati Elisabeth Herawanti Elisabeth Herwanti Elisabeth Herwanti Elisabeth Herwanti Elisabeth Herwanti Febtian Cendradevi Nugroho Fialisa Asriwhardani Firdawsyi Nuzula Fitri Handayani Florentianus Tat Florentianus Tat Gadur Blasius Gadur Blasius GONSALVES, DOMINGGOS Herawanti, Elisabeth Herwanti, Elisabeth Ignatius Tanesib Israfil Israfil Kusmiyati Kusmiyati Loisa Ferawati Neldina Alle M Ibraar Ayatullah Magdalena Kewa Deran Maria Agustina Making Maria Ingrida Lavenia Suni Maria Sambriong Maria Selestina Sekunda Marianti Agustina Gudipun Marselina Bende Molina Maryam Elatia Lusi Mendonca, Margareta Adelia Sara Abuk MMSI Irfan ,S. Kom Mochsen, Rohana Muhtar Muhtar Muhtar Muhtar Nantiya Pupuh Nurwela, Trivonia Sri Pali, Caturing Ayu Suryaningsih Panyada Cholsakhon Pius Selasa Pius Selasa Rafael Paun, Rafael Reni Anggita Handa Rohana Mochsen Rohana Mochsen Romana, Aben B.Y. Romana, Aben Bahagia Yuyostri Harsi Romana, Aben BYH Sabina Hamu Selasa, Pius Srinurwela, Trifonia Tat, Florentianus Teresia Elfi Trifonia Sri Nurwela Trifonia Sri Nurwela Trifonia Sri Nurwela, Trifonia Sri Trifonia Srinurwela Trivonia Sri Nurwela Yandri Elekson Pandie Yohana Jesica Daliman Yubilianti Yohanes Mau Abanit Yulianti K. Banhae Yulianti Kristiani Banhae Yustinus Rindu