Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KARAKTERISTIK MATERNAL DAN RESPON TERHADAP NYERI PERSALINAN Fania Nurul Khoirunnisa'; Nasriyah Nasriyah; Diah Andriani Kusumastuti
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 1, No 2 (2017): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v1i2.369

Abstract

Secara fisiologis tiap wanita bersalin akan mengalami nyeri persalinan. Intervensi untuk mengurangi rasa sakit, cemas dan ketidaknyamanan selama persalinan merupakan  bagian utama dari pelayanan kebidanan modern pada ibu bersalin. Pengalaman nyeri persalinan tidak hanya terkait dengan kemajuan proses persalinan, tetapi juga terkait dengan fisik dan latar belakang psikososial ibu. Dari berbagai studi, karakteristik individu dikaitkan sebagai modulator respon terhadap nyeri kronis. Penelitian terkait nyeri persalinan merupakan upaya pengembangan keilmuan kebidanan dalam manajemen persalinan dan dapat memudahkan membuat pilihan terbaik masing-masing individu wanita dalam merencanakan kehamilan dan persalinan. Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah karakteristik ibu berpengaruh terhadap penerimaan respon nyeri pada ibu bersalin. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan observasional analitik. Menggunakan desain pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RB Fatimah Kudus. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai April 2017. Tehnik pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang.  Tehnik analisis statistik data univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi  Somers’d . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari beberapa karakteristik maternal yakni umur ibu, pendidikan, umur kehamilan dan paritas yang dikaji dengan nyeri persalinan, didapatkan hasil bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara paritas dengan nyeri persalinan (p0.05) dengan nilai korelasi r=-0.263 yang menunjukkan bahwa korelasi lemah dengan arah korelasi negatif. Besar resiko mengalami nyeri persalinan dengan tingkatan lebih berat pada primipara adalah sebesar 2,63 kali (95% CI 0,96-7,20) dibandingkan dengan multipara. Penting bagi bidan untuk mengeksplorasi berbagai strategi guna mengurangi atau mengelola kecemasan dan nyeri persalinan. Kata Kunci : Karakteristik maternal, nyeri persalinan.
PERILAKU MENGAKSES SITUS PORNO PADA REMAJA BERDASARKAN POLA ASUH ORANG TUA Diah Andriani Kusumastuti; Nasriyah Nasriyah; Fania Nurul Khairunnisa
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 1, No 1 (2017): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v1i1.249

Abstract

Perilaku seks bebas remaja adalah cara remaja mengekspresikan dan melepaskan dorongan seksual yang berasal dari kematangan organ seksual dan perubahan hormonal dalam berbagai bentuk tingkah seksual, seperti berkencan intim,bercumbu dan kontak seksual.Tujuan penelitian ini intuk mengetahui hubungan perilaku akses situs porno pada remaja dengan pola asuh orang tua di SMK PGRI Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Jenis penelitian yang dilakukan adalah desain penelitian analitik korelatif. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa kelas X11 SMK PGRI Kaliwungu Kabupaten Kudus sejumlah 73 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X11 SMK PGRI Kaliwungu Kabupaten Kudus sejumlah 73 orang , karena jumlahnya kurang dari 100 maka diambil semua, sehingga sampel sebanyak 73 orang. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat.Hasil penelitian menyatakan pola asuh orang tua yang demkoratis 14 orang ( 13,6%) sedangkan pola asuh orang tua yang non  demokratis yaitu sebanyak 59 orang (84,4%). Perilaku akses situs porno yang jarang berdasarkan pola asuh demokratis sebanyak 14 orang (13,4%) dan yang sering mengakses situs porno adalah 8 orang (13,6%) dan yang jarang mengakses situs porno berdasarkan pola asuh non demokratis sebanyak 51 orang (86,4 %). Kesimpulannya Tidak terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku akses situs porno pada remaja.Kata Kunci      : situs porno, Remaja,pola asuh
PENGARUH BATUK PROVOKASI PADA FASE EKSPULSI JANIN TERHADAP KEJADIAN LASERASI PERINEUM nor asiyah; Islami Islami; Nasriyah Nasriyah
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2021): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v5i1.969

Abstract

Latar Belakang: AKI di Indonesia kebanyakan disebabkan oleh perdarahan, salah satu penyebab perdarahan yaitu Laserasi perineum. Untuk mengurangi drajat laserasi perineum, sebaiknya perineum tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat dilalui oleh kepala janin. Batuk provokasi pada fase ekspulsi janin merupakan perbuatan untuk membangkitkan suatu rangkaian reflek batuk yang akan menyebabkan kontraksi otot rangka. Kontraksi ini akan menyebabkan tekanan intra abdominal dan tekanan intra torakal meningkat yang berakibat terjadinya desakan pada janin sehingga akan terjadi ekspulsi janin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah batuk provokatif mampu mengurangi derajat laserasi perineum. Metode: Penelitian dilakukan dengan cara Quasi eksperimental designs, Subjek penelitian adalah parturient yang melahirkan di BPM Nor Asiyah, yang memenuhi kriteria tertentu seperti usia kehamilan matur, pasien dapat dikondisikan untuk batuk provokatif, bidan mengetahui saat pembukaan lengkap, Berat bayi Normal. Usia ibu tidak termasuk resiko tinggi, lama mengejan tidak melebihi 60 menit untuk multi dan tidak lebih dari 120 menit untuk primi. Responden sebanyak 40, di bagi menjadi 2 kelompok, Pengambilan sampel dilakukan dengan cara quota sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Mann-Whitney. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik untuk laserasi perineum pada kedua kelompok diperoleh nilai p value 0,419 (p0,05). Kesimpulan: Tidak ada pengaruh yang  bermakna antara batuk provokatif pada fase ekspulsi janin terhadap kejadian laserasi perineum. Kata Kunci: Batuk provokasi, Laserasi Perineum.
PENGARUH DIIT PROTEIN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RSI NU DEMAK Ianatus Syafi'iyah; Ana Zumrotun Nisak; Nasriyah Nasriyah
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 9, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v9i1.2914

Abstract

Proses persalinan merupakan suatu proses kompleks untuk menyelamatkan ibu maupun bayinya dengan menggunakan berbagai macam metode seperti persalinan pervaginam, persalinan dengan menggunakan alat dan persalinan operatif yaitu melalui sectio caesarea (SC). Tindakan sectio caesarea menimbulkan suatu luka akibat sayatan pada abdomen. Luka post Sectio Caesarea jika tidak dijaga dapat menyebabkan infeksi yang akan berakhir dengan kematian ibu. Salah satu aspek yang berperan penting dalam penyembuhan luka perineum ialah asupan nutrisi, terutama protein yang bertanggung jawab dalam proses penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diit protein terhadap penyembuhan luka pasien post sectio caesarea di RSI NU Demak. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian quasy eksperimen dengan rancangan two group posttest only desain. ibu section caesarea di RSI NU bulan Juni – Desember 2024 sebanyak 253 pasien, sehingga dapat dirata-ratakan tiap bulan terdapat 42 pasien section caesarea. Sampel diperoleh sebanyak 38 orang dengan 2 kelompok dengan perbandingan 1: 1, sehingga tiap kelompok berisi 19 responden melaui teknik acidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan Food Frequency Quesionare (FFQ) dan lembar cheklis. Analisis data meliputi analisis univariat (distribusi frekuensi) dan analisis bivariat (mann whitney). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada perbedaan penyembuhan luka pasien post sectio caesarea di RSI NU Demak antara kelompok kelompok intervensi 1 (diit protein hewani) dan kelompok intervensi 2 (diit protein hewani dan nabati) dengan nilai rata-rata penyembuhan luka pada kelompok intervensi 1 menunjukkan nilai sebesar 22.82 dan pada kelompok intervensi 2 menunjukkan nilai sebesar 16,18 dengan selisih nilai sebesar 6.64.
Optimalisasi Perbaikan Gizi Keluarga Dalam Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat Nasriyah Nasriyah; Rusnoto Rusnoto; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1702

Abstract

Masalah gizi merupakan ma¬salah yang dihadapi hampir seluruh dunia termasuk Indonesia. Indonesia salah satu negara dengan masalah gizi yang beragam. Kebutuhan gizi memegang peran sentral dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. Pentingnya kecukupan gizi dalam sehari-hari untuk menopang kehidupan yang produktif dan bermanfaat merupakan kenyataan yang tidak terbantahkan. Salah satu dampak masalah gizi kepada anak bawah lima tahun yang saat ini masih menjadi perhatian seluruh dunia adalah stunting. Untuk mencapai target penurunan stunting hingga 14 persen tahun 2024, dapat dimulai dalam keluarga. Peran penting keluarga dalam mencegah terjadinya stunting yaitu dengan pemenuhan gizi keluarga. Tujuan pengabdian masyarakat untuk melakukan pemberdayaan masyarakat melalui kader Kesehatan yang ada di Desa Dersalam, Metode pengabdian dengan memberikan Pendidikan Kesehatan tentang pentingnya gizi dalam upaya perbaikan gizi keluarga dan pencegahan stunting. Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 bulan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan kader Kesehatan serta bidan desa. Hasil dari kegiatan pengambdian masyarakat disini yaitu telah dilakukan pemberian Pendidikan Kesehatan tentang gizi dan stunting serta pelatihan SIGIZI, penyuluhan pemanfaatan pekarangan untuk tamanan yang mengandung nilai gizi. Partisipasi seluruh komponen keluarga dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat meningkatkan kemandirian keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga sehingga dapat mencegah stunting. Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan dalam perbaikan gizi keluarga dapat merubah masyarakat/keluarga dalam berperilaku dan bersikap dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
EDUKASI PEMILAHAN SAMPAH DAN PEMBUATAN BIOPORI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR DI MASYARAKAT KABUPATEN KUDUS Amelia Putri Widyawati; Adella Risma Triwijayanti; Fathuddin Hamid; Laila Septania Rafi; Nur Azizah; Rizki Amalia; Aura Sukmawati; Nurul Kamila; Iseh Widyawati; Nasriyah Nasriyah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 2 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i2.2717

Abstract

Permasalahan sampah menjadi masalah utama saat ini, karena semakin bertambahnya penduduk, sehingga sampah yang dihasilkan semakin meningkat yang menyebabkan tumpukan sampah di TPA semakin menggunung, dikarenakan sampah dari rumah tangga belum dipilah dengan baik yang membuat petugas kebersihan di bagian TPA kesulitan memilah sampah, dan berdampak pada timbulnya penyakit menular dan banjir. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemilahan sampah dan pembuatan biopori. Bentuk kegiatan ini yaitu sosialisasi selama 240 menit. Sasaran kegiatan sebanyak 20 kader PKK. Kegiatan ini dilakukan di balai desa Pasuruhan Kidul pada bulan Desember 2024. Variabel yang diukur yaitu pengetahuan tentang sampah dan pembuatan biopori. Tahapan kegiatan ini terdiri dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengetahuan diukur menggunakan pertanyaan terbuka sebanyak 5 pertanyaan. Analisis data menggunakan deskriptif. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah pengetahuan masyarakat tentang pemilahan sampah dan pembuatan biopori termasuk dalam kategori baik, karena seluruh pertanyaan dapat dijawab dengan benar. Harapan sosialisasi ini adalah himbauan dari desa kepada masyarakat untuk pemilahan sampah dan masing-masing rumah terdapat lahan untuk biopori
PERAN BIDAN DALAM UPAYA MENURUNKAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL nasriyah nasriyah; Dyah Ayu Wulandari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1414

Abstract

Kehamilan merupakan proses terjadinya pembuahan sampai kelahiran. Selama kehamilan tidak menutup kemungkinan terjadinya masalah atau risiko. Kehamilan risiko tinggi adalah suatu kondisi kehamilan yang bisa mengancam kesehatan dan keselamatan ibu dan janin. Kondisi ini bisa disebabkan karena komplikasi saat kehamilan, namun bisa juga disebabkan oleh suatu kondisi medis yang sudah ibu miliki sejak sebelum hamil. Ibu hamil yang mengalami kondisi ini harus rajin memeriksakan diri dan membutuhkan pengawasan dan perawatan ekstra dari dokter. Lebih dari 90% kematian ibu disebabkan oleh komplikasi obstetrik pada masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Komplikasi akan cenderung meningkat pada ibu hamil yang memiliki faktor risiko, meskipun komplikasi dapat pula terjadi pada ibu hamil yang tidak dikategorikan berisiko. Diperkirakan 15% kehamilan akan mengalami keadaan risiko tinggi dan komplikasi obstetrik yang dapat membahayakan ibu maupun janin apabila tidak ditangani dengan memadai. Melalui Antenatal Care dapat dilakukan deteksi dini kehamilan yang berisiko, selain itu dapat dilakukan pendidikan kesehatan untuk memberikan pemahaman tentang kehamilan dan bahaya kehamilan. Kehamilan dengan letak plasenta renda merupakan salah satu bagian dari kehamilan risiko tinggi, keadaan ini dapat menyebabkan perdarahan pada ibu hamil dan komplikasi pada janin yang dikandungnya. Salah satu upaya yang dapat diberikan kepada ibu hamil yang memiliki risiko tinggi adalah pemberian pendidikan kesehatan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III. Pemberian pendidikan kesehatan diharapkan dapat menambah pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi sehingga dapat melakukan pengambilan keputusan dengan cepat untuk mendapatkan penanganan yang tepat di fasilitas kesehatan.
PERAN BIDAN DALAM UPAYA MENURUNKAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL Nasriyah Nasriyah; Diah Ayu Wulandari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1497

Abstract

Abstrak Kehamilan merupakan proses terjadinya pembuahan sampai kelahiran. Selama kehamilan tidak menutup kemungkinan terjadinya masalah atau risiko. Kehamilan risiko tinggi adalah suatu kondisi kehamilan yang bisa mengancam kesehatan dan keselamatan ibu dan janin. Kondisi ini bisa disebabkan karena komplikasi saat kehamilan, namun bisa juga disebabkan oleh suatu kondisi medis yang sudah ibu miliki sejak sebelum hamil. Ibu hamil yang mengalami kondisi ini harus rajin memeriksakan diri dan membutuhkan pengawasan dan perawatan ekstra dari dokter. Lebih dari 90% kematian ibu disebabkan oleh komplikasi obstetrik pada masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Komplikasi akan cenderung meningkat pada ibu hamil yang memiliki faktor risiko, meskipun komplikasi dapat pula terjadi pada ibu hamil yang tidak dikategorikan berisiko. Diperkirakan 15% kehamilan akan mengalami keadaan risiko tinggi dan komplikasi obstetrik yang dapat membahayakan ibu maupun janin apabila tidak ditangani dengan memadai. Melalui Antenatal Care dapat dilakukan deteksi dini kehamilan yang berisiko, selain itu dapat dilakukan pendidikan kesehatan untuk memberikan pemahaman tentang kehamilan dan bahaya kehamilan. Kehamilan dengan letak plasenta renda merupakan salah satu bagian dari kehamilan risiko tinggi, keadaan ini dapat menyebabkan perdarahan pada ibu hamil dan komplikasi pada janin yang dikandungnya. Salah satu upaya yang dapat diberikan kepada ibu hamil yang memiliki risiko tinggi adalah pemberian pendidikan kesehatan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III. Pemberian pendidikan kesehatan diharapkan dapat menambah pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi sehingga dapat melakukan pengambilan keputusan dengan cepat untuk mendapatkan penanganan yang tepat di fasilitas kesehatan.
Effectiveness of slow dancing movement (hug with husband) on labour pain in active phase I Ismah Diana; Nor Asiyah; Nasriyah Nasriyah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 12 (2026): March Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i12.2667

Abstract

Background: Labour pain during the first stage is one of the main complaints experienced by women in labour, especially in the active phase when there is an increase in the intensity and frequency of contractions. Various nonpharmacological methods have been recommended for pain management, one of which is the slow dancing technique (hug with husband). Purpose: This study aims to determine the effectiveness of slow dancing movement (hug with husband) on reducing labour pain in active phase I. Method: The research design used a quasi-experiment with a one-group pretest-posttest design. The sample in this study were 45 mothers in labour during the active phase I who met the inclusion criteria. The sampling technique used purposive sampling. Pain measurement was carried out using the Numeric Rating Scale (NRS) scale before and after the slow dancing intervention for 20 minutes with husband assistance. Data were analysed using paired t-test statistical test Results: The difference in the level of labour pain in the first stage before and after the slow dancing movement intervention (hug with husband) in the results of bivariate analysis (Paired t-test) showed that there was a significant difference between the level of pain before and after the intervention (p < 0.05). Conclusion: Slow dancing movement (hug with husband) proved to be effective in reducing labour pain in the first stage. Suggestion: Midwives are expected to integrate slow dancing techniques as part of non-pharmacological pain management in childbirth care and provide education to couples since the antenatal period regarding the importance of husband support during childbirth.
Difference oxytocin massage and endorphin massage against reduction in pain scale during first stage of labor Muji Iriana; Nor Asiyah; Nasriyah Nasriyah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 11 (2026): February Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i11.2624

Abstract

Background: Oxytocin massage is a massage along the spine to stimulate an increase in oxytocin, which serves to increase uterine contractions, promote relaxation, and reduce pain perception. Meanwhile, endorphin massage is performed with gentle massage on the back, shoulders, and arms to stimulate the production of endorphins as the body's natural analgesic. Both methods have been proven to help reduce pain, but their relative effectiveness varies, so further study is needed. Purpose: To determine the difference in effectiveness between oxytocin massage and endorphin massage on reducing the pain scale during the first stage of labour. Method: This study used a quasi-experimental design with a two-group pretest–posttest approach. A sample of 40 mothers in labour was selected using purposive sampling and divided into two groups, namely the oxytocin massage group and the endorphin massage group. Pain was measured using a Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention. Data analysis was performed using the Shapiro–Wilk normality test, followed by Wilcoxon and Mann–Whitney tests for intergroup comparisons. Results: The results of the study showed that there was a significant difference in pain scale before and after oxytocin massage, with a p-value of 0.000. There was a significant difference in pain scale before and after endorphin massage, with a Wilcoxon test p-value of 0.000. Conclusion: There was no significant difference between oxytocin massage and endorphin massage in reducing the labour pain scale at RA Kartini Regional General Hospital in Jepara, with a Mann-Whitney p-value of 0.289. Suggestion: Other researchers are advised to develop additional variables such as anxiety levels and duration of labour, and to compare other non-pharmacological interventions in order to obtain different results.