Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Optimalisasi Perbaikan Gizi Keluarga Dalam Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat Nasriyah Nasriyah; Rusnoto Rusnoto; Supriyanto Supriyanto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1702

Abstract

Masalah gizi merupakan ma¬salah yang dihadapi hampir seluruh dunia termasuk Indonesia. Indonesia salah satu negara dengan masalah gizi yang beragam. Kebutuhan gizi memegang peran sentral dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. Pentingnya kecukupan gizi dalam sehari-hari untuk menopang kehidupan yang produktif dan bermanfaat merupakan kenyataan yang tidak terbantahkan. Salah satu dampak masalah gizi kepada anak bawah lima tahun yang saat ini masih menjadi perhatian seluruh dunia adalah stunting. Untuk mencapai target penurunan stunting hingga 14 persen tahun 2024, dapat dimulai dalam keluarga. Peran penting keluarga dalam mencegah terjadinya stunting yaitu dengan pemenuhan gizi keluarga. Tujuan pengabdian masyarakat untuk melakukan pemberdayaan masyarakat melalui kader Kesehatan yang ada di Desa Dersalam, Metode pengabdian dengan memberikan Pendidikan Kesehatan tentang pentingnya gizi dalam upaya perbaikan gizi keluarga dan pencegahan stunting. Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 bulan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan kader Kesehatan serta bidan desa. Hasil dari kegiatan pengambdian masyarakat disini yaitu telah dilakukan pemberian Pendidikan Kesehatan tentang gizi dan stunting serta pelatihan SIGIZI, penyuluhan pemanfaatan pekarangan untuk tamanan yang mengandung nilai gizi. Partisipasi seluruh komponen keluarga dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat meningkatkan kemandirian keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga sehingga dapat mencegah stunting. Meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan dalam perbaikan gizi keluarga dapat merubah masyarakat/keluarga dalam berperilaku dan bersikap dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
EDUKASI PEMILAHAN SAMPAH DAN PEMBUATAN BIOPORI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR DI MASYARAKAT KABUPATEN KUDUS Amelia Putri Widyawati; Adella Risma Triwijayanti; Fathuddin Hamid; Laila Septania Rafi; Nur Azizah; Rizki Amalia; Aura Sukmawati; Nurul Kamila; Iseh Widyawati; Nasriyah Nasriyah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 2 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i2.2717

Abstract

Permasalahan sampah menjadi masalah utama saat ini, karena semakin bertambahnya penduduk, sehingga sampah yang dihasilkan semakin meningkat yang menyebabkan tumpukan sampah di TPA semakin menggunung, dikarenakan sampah dari rumah tangga belum dipilah dengan baik yang membuat petugas kebersihan di bagian TPA kesulitan memilah sampah, dan berdampak pada timbulnya penyakit menular dan banjir. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemilahan sampah dan pembuatan biopori. Bentuk kegiatan ini yaitu sosialisasi selama 240 menit. Sasaran kegiatan sebanyak 20 kader PKK. Kegiatan ini dilakukan di balai desa Pasuruhan Kidul pada bulan Desember 2024. Variabel yang diukur yaitu pengetahuan tentang sampah dan pembuatan biopori. Tahapan kegiatan ini terdiri dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengetahuan diukur menggunakan pertanyaan terbuka sebanyak 5 pertanyaan. Analisis data menggunakan deskriptif. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah pengetahuan masyarakat tentang pemilahan sampah dan pembuatan biopori termasuk dalam kategori baik, karena seluruh pertanyaan dapat dijawab dengan benar. Harapan sosialisasi ini adalah himbauan dari desa kepada masyarakat untuk pemilahan sampah dan masing-masing rumah terdapat lahan untuk biopori
PERAN BIDAN DALAM UPAYA MENURUNKAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL nasriyah nasriyah; Dyah Ayu Wulandari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1414

Abstract

Kehamilan merupakan proses terjadinya pembuahan sampai kelahiran. Selama kehamilan tidak menutup kemungkinan terjadinya masalah atau risiko. Kehamilan risiko tinggi adalah suatu kondisi kehamilan yang bisa mengancam kesehatan dan keselamatan ibu dan janin. Kondisi ini bisa disebabkan karena komplikasi saat kehamilan, namun bisa juga disebabkan oleh suatu kondisi medis yang sudah ibu miliki sejak sebelum hamil. Ibu hamil yang mengalami kondisi ini harus rajin memeriksakan diri dan membutuhkan pengawasan dan perawatan ekstra dari dokter. Lebih dari 90% kematian ibu disebabkan oleh komplikasi obstetrik pada masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Komplikasi akan cenderung meningkat pada ibu hamil yang memiliki faktor risiko, meskipun komplikasi dapat pula terjadi pada ibu hamil yang tidak dikategorikan berisiko. Diperkirakan 15% kehamilan akan mengalami keadaan risiko tinggi dan komplikasi obstetrik yang dapat membahayakan ibu maupun janin apabila tidak ditangani dengan memadai. Melalui Antenatal Care dapat dilakukan deteksi dini kehamilan yang berisiko, selain itu dapat dilakukan pendidikan kesehatan untuk memberikan pemahaman tentang kehamilan dan bahaya kehamilan. Kehamilan dengan letak plasenta renda merupakan salah satu bagian dari kehamilan risiko tinggi, keadaan ini dapat menyebabkan perdarahan pada ibu hamil dan komplikasi pada janin yang dikandungnya. Salah satu upaya yang dapat diberikan kepada ibu hamil yang memiliki risiko tinggi adalah pemberian pendidikan kesehatan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III. Pemberian pendidikan kesehatan diharapkan dapat menambah pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi sehingga dapat melakukan pengambilan keputusan dengan cepat untuk mendapatkan penanganan yang tepat di fasilitas kesehatan.
PERAN BIDAN DALAM UPAYA MENURUNKAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL Nasriyah Nasriyah; Diah Ayu Wulandari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1497

Abstract

Abstrak Kehamilan merupakan proses terjadinya pembuahan sampai kelahiran. Selama kehamilan tidak menutup kemungkinan terjadinya masalah atau risiko. Kehamilan risiko tinggi adalah suatu kondisi kehamilan yang bisa mengancam kesehatan dan keselamatan ibu dan janin. Kondisi ini bisa disebabkan karena komplikasi saat kehamilan, namun bisa juga disebabkan oleh suatu kondisi medis yang sudah ibu miliki sejak sebelum hamil. Ibu hamil yang mengalami kondisi ini harus rajin memeriksakan diri dan membutuhkan pengawasan dan perawatan ekstra dari dokter. Lebih dari 90% kematian ibu disebabkan oleh komplikasi obstetrik pada masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Komplikasi akan cenderung meningkat pada ibu hamil yang memiliki faktor risiko, meskipun komplikasi dapat pula terjadi pada ibu hamil yang tidak dikategorikan berisiko. Diperkirakan 15% kehamilan akan mengalami keadaan risiko tinggi dan komplikasi obstetrik yang dapat membahayakan ibu maupun janin apabila tidak ditangani dengan memadai. Melalui Antenatal Care dapat dilakukan deteksi dini kehamilan yang berisiko, selain itu dapat dilakukan pendidikan kesehatan untuk memberikan pemahaman tentang kehamilan dan bahaya kehamilan. Kehamilan dengan letak plasenta renda merupakan salah satu bagian dari kehamilan risiko tinggi, keadaan ini dapat menyebabkan perdarahan pada ibu hamil dan komplikasi pada janin yang dikandungnya. Salah satu upaya yang dapat diberikan kepada ibu hamil yang memiliki risiko tinggi adalah pemberian pendidikan kesehatan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III. Pemberian pendidikan kesehatan diharapkan dapat menambah pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi sehingga dapat melakukan pengambilan keputusan dengan cepat untuk mendapatkan penanganan yang tepat di fasilitas kesehatan.
Keterlambatan Imunisasi Dasar Lengkap Di Puskesmas Godong 1 Kabupaten Grobogan Maslikah, Ida; Nisak, Ana Zumrotun; Nasriyah, Nasriyah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.22046

Abstract

Cakupan imunisasi yang rendah di Jawa Tengah (2024) mencapai 72,70% menjadi bahan evaluasi pelaksanaan program imunisasi dasar lengkap pada bayi. Bahkan Puskesmas Godong 1 mencapai 110,6% pada tahun 2023, namun angka tersebut tidak mutlak karena 50% peserta mengikuti jadwal imunisasi susulan. Survei pendahuluan yang menunjukkan imunisasi dasar lengkap bulan Juni 2024 hanya sebesar 26-27%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan melengkapi imunisasi dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik asosiatif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki anak usia di bawah 2 tahun pada bulan Mei 2025 dengan jumlah sampel 45 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis univariat disajikan dalam bentuk persentase, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan nilai p 0,05. Hasilnya menunjukkan tingkat pendidikan yang tinggi (55,6%), pengetahuan yang baik (62,2%), kesadaran sosial budaya yang baik (64,4%), dan keterlambatan imunisasi (44,4%). Dengan demikian, terdapat hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dan kesadaran sosial budaya dengan keterlambatan penyelesaian imunisasi dasar pada anak usia 2 tahun. Diharapkan hal ini akan meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang imunisasi dasar yang lengkap.
Difference oxytocin massage and endorphin massage against reduction in pain scale during first stage of labor Iriana, Muji; Asiyah, Nor; Nasriyah, Nasriyah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 11 (2026): February Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i11.2624

Abstract

Background: Oxytocin massage is a massage along the spine to stimulate an increase in oxytocin, which serves to increase uterine contractions, promote relaxation, and reduce pain perception. Meanwhile, endorphin massage is performed with gentle massage on the back, shoulders, and arms to stimulate the production of endorphins as the body's natural analgesic. Both methods have been proven to help reduce pain, but their relative effectiveness varies, so further study is needed. Purpose: To determine the difference in effectiveness between oxytocin massage and endorphin massage on reducing the pain scale during the first stage of labour. Method: This study used a quasi-experimental design with a two-group pretest–posttest approach. A sample of 40 mothers in labour was selected using purposive sampling and divided into two groups, namely the oxytocin massage group and the endorphin massage group. Pain was measured using a Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention. Data analysis was performed using the Shapiro–Wilk normality test, followed by Wilcoxon and Mann–Whitney tests for intergroup comparisons. Results: The results of the study showed that there was a significant difference in pain scale before and after oxytocin massage, with a p-value of 0.000. There was a significant difference in pain scale before and after endorphin massage, with a Wilcoxon test p-value of 0.000. Conclusion: There was no significant difference between oxytocin massage and endorphin massage in reducing the labour pain scale at RA Kartini Regional General Hospital in Jepara, with a Mann-Whitney p-value of 0.289. Suggestion: Other researchers are advised to develop additional variables such as anxiety levels and duration of labour, and to compare other non-pharmacological interventions in order to obtain different results.
Pengaruh terapi murottal terhadap penurunan nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin di Ruang Melati RSUD Sunan Kalijaga Demak Dwi Agustin, Su’aidah; Nasriyah, Nasriyah; Wigati, Atun
Avicenna : Journal of Health Research Vol 9, No 1 (2026): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v9i1.1748

Abstract

Latar belakang: Persalinan merupakan suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus ke dunia luar yang menyebabkan  nyeri selama proses persalinan. Terapi non- farmakologi menjadi salah satu mengalihkan fokus ke stimulus yang lain, salah satunya adalah murotal al-quran. Tujuan penelitian yaitu menganalisis terapi merotal terhadap penurunan nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin di ruang Melati RSUD Sunan Kalijaga Demak. Metode: Jenis Penelitian kuantitatif dengan metode quasy experiment. Desain penelitian menggunakan two gorup pre-posttest with control design. Tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Responden adalah ibu bersalin merasakan skala nyeri 1 sampai dengan 3 pada kala 1 sejumlah 30 pasien terbagi 15 pasien kelompok kontrol dan 15 pasien kelompok intervensi dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi nyeri dan Standar Operasional Prosedur (SOP)  pemberian terapi murottal. Alat ukur yang dipakai untuk mengetahui tingkat nyeri. menggunakan visual analog scale. Analisis data menggunakan Wilcoxon Test dan Mann Withney Test. Hasil: Ada pengaruh yang signifikan antara nyeri sebelum diberikan Murottal dan sesudah diberikan Murottal (p-value=0,05). Sedangkan pada kelompok kontrol terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara skala nyeri pada pengukuran pertama dan pengukuran kedua. Penurunan skala nyeri pada kelompok intervensi jauh lebih baik di banding kelompok kontrol setelah di berikan terapi murottal dengan (p-value 0,00; mean kelompok intervensi= 9,57; mean kelompok kontrol=21,43). Simpulan: Intervensi pemberian terapi murotal memiliki pengaruh efektif dalam menurunkan tingkat nyeri. Hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendari terapi non-farmakologi untuk mengurangi nyeri persalin kala I dengan skala 1 sampai dengan 3.