Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Kekurangan Energi Kronik dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskemas Sidorekso Nurul Laily Hidayah; Nasriyah Nasriyah; Noor Azizah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3033

Abstract

Status kesehatan gizi ibu hamil sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi selama masa kehamilan. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan berbagai permasalahan gizi, termasuk defisiensi zat besi yang berujung pada anemia. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan, yang umumnya disebabkan oleh perdarahan akut dan status gizi yang buruk. Berdasarkan data Puskesmas Sidorekso pada bulan Mei hingga Juni 2025, tercatat 51 ibu hamil, dengan prevalensi Kekurangan Energi Kronis (KEK) sebesar 45,1% dan anemia sebesar 49%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sidorekso. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester I dan trimester III yang melakukan kunjungan antenatal di Puskesmas Sidorekso sebanyak 51 orang. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 51 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square (Pearson Chi-Square). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status KEK dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p = 0,000; α = 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sidorekso.
ANALISIS EMPAT TERLALU TERHADAP RISIKO TINGGI KEHAMILAN Evi Damayanti; Ana Zumrotun Nisak; Nasriyah Nasriyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3040

Abstract

Kehamilan risiko tinggi masih menjadi tantangan kesehatan ibu yang signifikan di wilayah kerja Puskesmas Juwana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian kehamilan risiko tinggi di wilayah Puskesmas Juwana. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri atas 220 ibu hamil yang diambil secara total sampling dari data rekam medis periode Januari–Maret 2024. Pemilihan sampel menggunakan kriteria inklusi yaitu ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di wilayah kerja Puskesmas dan memiliki data lengkap, serta kriteria eksklusi yaitu ibu hamil dengan data 4 Terlalu yang tidak lengkap. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan data rekam medis untuk mengukur variabel empat terlalu (umur, jarak kelahiran, dan jumlah anak) serta status risiko kehamilan. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square . Hasil menunjukkan bahwa 18,2% ibu hamil mengalami kehamilan risiko tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,000), jarak kelahiran (p=0,000), dan paritas (p=0,000) dengan kejadian kehamilan risiko tinggi. Hasil ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan edukasi berkelanjutan untuk mencegah komplikasi selama kehamilan.  Diperlukan penguatan layanan antenatal di tingkat primer guna meningkatkan mutu kesehatan ibu dan janin.
DETERMINAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL Pungki Indriyani; Ana Zumrotun Nisak; Nasriyah Nasriyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.2996

Abstract

Salah satu aspek yang masih mengakibatkan melonjaknya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia yaitu masalah kehamilan yang sebenarnya dapat dicegah melalui kepatuhan dalam melakukan kunjungan antenatal care (ANC). Namun, ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Juwana masih menunjukkan tingkat kepatuhan yang rendah terhadap kunjungan ANC. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti usia, jumlah kelahiran (paritas), dan tingkat pendidikan. Oleh karenanya, studi ini tujuannya untuk menganalisa hubungan antara umur, paritas, dan pendidikan dengan kepatuhan terhadap kunjungan ANC. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif korelasional denganrancangan retrospektif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Juwana pada 15 Maret–15 April 2025. Populasi penelitian mencakup 237 ibu hamil pada trimester ketiga yang menjalani pemeriksaan antenatal care, dengan sampel sebanyak 59 responden dipilih melalui total sampling  berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hanya data sekunder dari observasi dan kuesioner berdasarkan informasi dari rekam medis dan buku KIA yang dipakai pada studi ini. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis berbantuan aplikasi SPSS for Windows. Hasil menunjukkan bahwa umur, paritas, dan pendidikan merupakan faktor yang memengaruhi kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Juwana (p = 0,041; p = 0,000; p = 0,042). Secara khusus, hasil ini mengindikasikan bahwasanya primipara, ibu dengan pendidikan menengah, dan wanita umur non-risiko lebih cenderung mematuhi kunjungan ANC. Temuan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan karakteristik ibu dalam upaya meningkatkan kepatuhan terhadap kunjungan ANC, yang pada akhirnya bertujuan untuk mencegah berbagai masalah kehamilan.