Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PERAN BIDAN DALAM UPAYA MENURUNKAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL Nasriyah Nasriyah; Diah Ayu Wulandari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1497

Abstract

Abstrak Kehamilan merupakan proses terjadinya pembuahan sampai kelahiran. Selama kehamilan tidak menutup kemungkinan terjadinya masalah atau risiko. Kehamilan risiko tinggi adalah suatu kondisi kehamilan yang bisa mengancam kesehatan dan keselamatan ibu dan janin. Kondisi ini bisa disebabkan karena komplikasi saat kehamilan, namun bisa juga disebabkan oleh suatu kondisi medis yang sudah ibu miliki sejak sebelum hamil. Ibu hamil yang mengalami kondisi ini harus rajin memeriksakan diri dan membutuhkan pengawasan dan perawatan ekstra dari dokter. Lebih dari 90% kematian ibu disebabkan oleh komplikasi obstetrik pada masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Komplikasi akan cenderung meningkat pada ibu hamil yang memiliki faktor risiko, meskipun komplikasi dapat pula terjadi pada ibu hamil yang tidak dikategorikan berisiko. Diperkirakan 15% kehamilan akan mengalami keadaan risiko tinggi dan komplikasi obstetrik yang dapat membahayakan ibu maupun janin apabila tidak ditangani dengan memadai. Melalui Antenatal Care dapat dilakukan deteksi dini kehamilan yang berisiko, selain itu dapat dilakukan pendidikan kesehatan untuk memberikan pemahaman tentang kehamilan dan bahaya kehamilan. Kehamilan dengan letak plasenta renda merupakan salah satu bagian dari kehamilan risiko tinggi, keadaan ini dapat menyebabkan perdarahan pada ibu hamil dan komplikasi pada janin yang dikandungnya. Salah satu upaya yang dapat diberikan kepada ibu hamil yang memiliki risiko tinggi adalah pemberian pendidikan kesehatan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III. Pemberian pendidikan kesehatan diharapkan dapat menambah pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi sehingga dapat melakukan pengambilan keputusan dengan cepat untuk mendapatkan penanganan yang tepat di fasilitas kesehatan.
Keterlambatan Imunisasi Dasar Lengkap Di Puskesmas Godong 1 Kabupaten Grobogan Maslikah, Ida; Nisak, Ana Zumrotun; Nasriyah, Nasriyah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.22046

Abstract

Cakupan imunisasi yang rendah di Jawa Tengah (2024) mencapai 72,70% menjadi bahan evaluasi pelaksanaan program imunisasi dasar lengkap pada bayi. Bahkan Puskesmas Godong 1 mencapai 110,6% pada tahun 2023, namun angka tersebut tidak mutlak karena 50% peserta mengikuti jadwal imunisasi susulan. Survei pendahuluan yang menunjukkan imunisasi dasar lengkap bulan Juni 2024 hanya sebesar 26-27%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan melengkapi imunisasi dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik asosiatif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki anak usia di bawah 2 tahun pada bulan Mei 2025 dengan jumlah sampel 45 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis univariat disajikan dalam bentuk persentase, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan nilai p 0,05. Hasilnya menunjukkan tingkat pendidikan yang tinggi (55,6%), pengetahuan yang baik (62,2%), kesadaran sosial budaya yang baik (64,4%), dan keterlambatan imunisasi (44,4%). Dengan demikian, terdapat hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dan kesadaran sosial budaya dengan keterlambatan penyelesaian imunisasi dasar pada anak usia 2 tahun. Diharapkan hal ini akan meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang imunisasi dasar yang lengkap.
Pengaruh terapi murottal terhadap penurunan nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin di Ruang Melati RSUD Sunan Kalijaga Demak Dwi Agustin, Su’aidah; Nasriyah, Nasriyah; Wigati, Atun
Avicenna : Journal of Health Research Vol 9, No 1 (2026): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v9i1.1748

Abstract

Latar belakang: Persalinan merupakan suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus ke dunia luar yang menyebabkan  nyeri selama proses persalinan. Terapi non- farmakologi menjadi salah satu mengalihkan fokus ke stimulus yang lain, salah satunya adalah murotal al-quran. Tujuan penelitian yaitu menganalisis terapi merotal terhadap penurunan nyeri persalinan kala I pada ibu bersalin di ruang Melati RSUD Sunan Kalijaga Demak. Metode: Jenis Penelitian kuantitatif dengan metode quasy experiment. Desain penelitian menggunakan two gorup pre-posttest with control design. Tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Responden adalah ibu bersalin merasakan skala nyeri 1 sampai dengan 3 pada kala 1 sejumlah 30 pasien terbagi 15 pasien kelompok kontrol dan 15 pasien kelompok intervensi dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi nyeri dan Standar Operasional Prosedur (SOP)  pemberian terapi murottal. Alat ukur yang dipakai untuk mengetahui tingkat nyeri. menggunakan visual analog scale. Analisis data menggunakan Wilcoxon Test dan Mann Withney Test. Hasil: Ada pengaruh yang signifikan antara nyeri sebelum diberikan Murottal dan sesudah diberikan Murottal (p-value=0,05). Sedangkan pada kelompok kontrol terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara skala nyeri pada pengukuran pertama dan pengukuran kedua. Penurunan skala nyeri pada kelompok intervensi jauh lebih baik di banding kelompok kontrol setelah di berikan terapi murottal dengan (p-value 0,00; mean kelompok intervensi= 9,57; mean kelompok kontrol=21,43). Simpulan: Intervensi pemberian terapi murotal memiliki pengaruh efektif dalam menurunkan tingkat nyeri. Hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendari terapi non-farmakologi untuk mengurangi nyeri persalin kala I dengan skala 1 sampai dengan 3.
Effectiveness of slow dancing movement (hug with husband) on labour pain in active phase I Ismah Diana; Nor Asiyah; Nasriyah Nasriyah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 12 (2026): March Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i12.2667

Abstract

Background: Labour pain during the first stage is one of the main complaints experienced by women in labour, especially in the active phase when there is an increase in the intensity and frequency of contractions. Various nonpharmacological methods have been recommended for pain management, one of which is the slow dancing technique (hug with husband). Purpose: This study aims to determine the effectiveness of slow dancing movement (hug with husband) on reducing labour pain in active phase I. Method: The research design used a quasi-experiment with a one-group pretest-posttest design. The sample in this study were 45 mothers in labour during the active phase I who met the inclusion criteria. The sampling technique used purposive sampling. Pain measurement was carried out using the Numeric Rating Scale (NRS) scale before and after the slow dancing intervention for 20 minutes with husband assistance. Data were analysed using paired t-test statistical test Results: The difference in the level of labour pain in the first stage before and after the slow dancing movement intervention (hug with husband) in the results of bivariate analysis (Paired t-test) showed that there was a significant difference between the level of pain before and after the intervention (p < 0.05). Conclusion: Slow dancing movement (hug with husband) proved to be effective in reducing labour pain in the first stage. Suggestion: Midwives are expected to integrate slow dancing techniques as part of non-pharmacological pain management in childbirth care and provide education to couples since the antenatal period regarding the importance of husband support during childbirth.
Difference oxytocin massage and endorphin massage against reduction in pain scale during first stage of labor Muji Iriana; Nor Asiyah; Nasriyah Nasriyah
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 11 (2026): February Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i11.2624

Abstract

Background: Oxytocin massage is a massage along the spine to stimulate an increase in oxytocin, which serves to increase uterine contractions, promote relaxation, and reduce pain perception. Meanwhile, endorphin massage is performed with gentle massage on the back, shoulders, and arms to stimulate the production of endorphins as the body's natural analgesic. Both methods have been proven to help reduce pain, but their relative effectiveness varies, so further study is needed. Purpose: To determine the difference in effectiveness between oxytocin massage and endorphin massage on reducing the pain scale during the first stage of labour. Method: This study used a quasi-experimental design with a two-group pretest–posttest approach. A sample of 40 mothers in labour was selected using purposive sampling and divided into two groups, namely the oxytocin massage group and the endorphin massage group. Pain was measured using a Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention. Data analysis was performed using the Shapiro–Wilk normality test, followed by Wilcoxon and Mann–Whitney tests for intergroup comparisons. Results: The results of the study showed that there was a significant difference in pain scale before and after oxytocin massage, with a p-value of 0.000. There was a significant difference in pain scale before and after endorphin massage, with a Wilcoxon test p-value of 0.000. Conclusion: There was no significant difference between oxytocin massage and endorphin massage in reducing the labour pain scale at RA Kartini Regional General Hospital in Jepara, with a Mann-Whitney p-value of 0.289. Suggestion: Other researchers are advised to develop additional variables such as anxiety levels and duration of labour, and to compare other non-pharmacological interventions in order to obtain different results.
ANALISIS EMPAT TERLALU TERHADAP RISIKO TINGGI KEHAMILAN Damayanti, Evi; Nisak, Ana Zumrotun; Nasriyah, Nasriyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3040

Abstract

Kehamilan risiko tinggi masih menjadi tantangan kesehatan ibu yang signifikan di wilayah kerja Puskesmas Juwana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian kehamilan risiko tinggi di wilayah Puskesmas Juwana. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri atas 220 ibu hamil yang diambil secara total sampling dari data rekam medis periode Januari–Maret 2024. Pemilihan sampel menggunakan kriteria inklusi yaitu ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di wilayah kerja Puskesmas dan memiliki data lengkap, serta kriteria eksklusi yaitu ibu hamil dengan data 4 Terlalu yang tidak lengkap. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan data rekam medis untuk mengukur variabel empat terlalu (umur, jarak kelahiran, dan jumlah anak) serta status risiko kehamilan. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square . Hasil menunjukkan bahwa 18,2% ibu hamil mengalami kehamilan risiko tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,000), jarak kelahiran (p=0,000), dan paritas (p=0,000) dengan kejadian kehamilan risiko tinggi. Hasil ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan edukasi berkelanjutan untuk mencegah komplikasi selama kehamilan.  Diperlukan penguatan layanan antenatal di tingkat primer guna meningkatkan mutu kesehatan ibu dan janin.
DETERMINAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL Indriyani, Pungki; Nisak, Ana Zumrotun; Nasriyah, Nasriyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.2996

Abstract

Salah satu aspek yang masih mengakibatkan melonjaknya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia yaitu masalah kehamilan yang sebenarnya dapat dicegah melalui kepatuhan dalam melakukan kunjungan antenatal care (ANC). Namun, ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Juwana masih menunjukkan tingkat kepatuhan yang rendah terhadap kunjungan ANC. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti usia, jumlah kelahiran (paritas), dan tingkat pendidikan. Oleh karenanya, studi ini tujuannya untuk menganalisa hubungan antara umur, paritas, dan pendidikan dengan kepatuhan terhadap kunjungan ANC. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif korelasional denganrancangan retrospektif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Juwana pada 15 Maret–15 April 2025. Populasi penelitian mencakup 237 ibu hamil pada trimester ketiga yang menjalani pemeriksaan antenatal care, dengan sampel sebanyak 59 responden dipilih melalui total sampling  berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hanya data sekunder dari observasi dan kuesioner berdasarkan informasi dari rekam medis dan buku KIA yang dipakai pada studi ini. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis berbantuan aplikasi SPSS for Windows. Hasil menunjukkan bahwa umur, paritas, dan pendidikan merupakan faktor yang memengaruhi kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Juwana (p = 0,041; p = 0,000; p = 0,042). Secara khusus, hasil ini mengindikasikan bahwasanya primipara, ibu dengan pendidikan menengah, dan wanita umur non-risiko lebih cenderung mematuhi kunjungan ANC. Temuan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan karakteristik ibu dalam upaya meningkatkan kepatuhan terhadap kunjungan ANC, yang pada akhirnya bertujuan untuk mencegah berbagai masalah kehamilan.
Hubungan Kekurangan Energi Kronik dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskemas Sidorekso Hidayah, Nurul Laily; Nasriyah, Nasriyah; Azizah, Noor
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3033

Abstract

Status kesehatan gizi ibu hamil sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi selama masa kehamilan. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan berbagai permasalahan gizi, termasuk defisiensi zat besi yang berujung pada anemia. Menurut World Health Organization (WHO), sekitar 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan anemia dalam kehamilan, yang umumnya disebabkan oleh perdarahan akut dan status gizi yang buruk. Berdasarkan data Puskesmas Sidorekso pada bulan Mei hingga Juni 2025, tercatat 51 ibu hamil, dengan prevalensi Kekurangan Energi Kronis (KEK) sebesar 45,1% dan anemia sebesar 49%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sidorekso. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester I dan trimester III yang melakukan kunjungan antenatal di Puskesmas Sidorekso sebanyak 51 orang. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 51 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square (Pearson Chi-Square). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status KEK dengan kejadian anemia pada ibu hamil (p = 0,000; α = 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Sidorekso.