p-Index From 2021 - 2026
8.669
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SPEKTRUM Jurnal Ilmu Politik Hubungan Internasional Jurnal Manajemen Teori dan Terapan OCTOPUS : Jurnal Ilmu Perikanan Share : Social Work Journal IJIS - Indonesian Journal On Information System Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Informasi dan Komputer Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Journal Sampurasun : Interdisciplinary Studies for Cultural Heritage Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama JURNAL PENDIDIKAN, SAINS DAN TEKNOLOGI Infotek : Jurnal Informatika dan Teknologi Indonesian Journal of Social Work Tomini Journal of Aquatic Science Pasundan International of Community Services Journal (PICS-J) Jurnal Sistem Informasi Jurnal Budaya Etnika Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Humanitas Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Kesehatan Tambusai Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Bisnis Mahasiswa Kresna: Jurnal Riset dan Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Jurnal Ilmiah Perlindungan dan Pemberdayaan Sosial (Lindayasos) Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi) INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies Jurnal Hukum Inconcreto Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Jurnal Rekayasa Sistem Informasi dan Teknologi KarismaPro Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Cendikia Pendidikan Jurnal Garasi Buku dan Obrolan Keilmuan JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Journal of Economic Empowerment Strategy (JEES) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Serumpun Mengabdi Jurnal Elementaria Edukasia Komunikan : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Mabrur: Academic Journal of Hajj and Umra Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Penerimaan Diri pada Penyandang Disabilitas Netra di SLB Negeri A Pajajaran Kota Bandung. ardelia, syahda; Yuningsih, Yuyun
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Vol 6 No 2 (2024): REHSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/rehsos.v6i2.1141

Abstract

The purpose of this study was to describe self-acceptance in blind adolescents aged 12-24 years equivalent to high school. Given that many negative views of society towards blind adolescents make them have low self-acceptance and find it difficult to interact, communicate and participate in activities in the social environment. This study uses a qualitative research method and informant selection techniques with purposive sampling techniques. The data collection techniques used are (1) Observation, (2) In-depth interviews and (3) Document studies. The number of informants, namely key informants consisting of 3, namely blind students with grade 11 high school and 3 secondary informants, namely Guidance and Counseling teachers, Homeroom teachers and OMSK skills teachers. The results of this study, the researcher found information related to the existence of different self-acceptance felt by blind people with accidents and blind people with birth disabilities. Blind people with birth disabilities have good self-acceptance and self-confidence, while blind people with accidents tend to have low self-acceptance because they have experience in sight. In the process of self-acceptance, there are many obstacles that come from the environment or from the blind person themselves.
PENERAPAN PENDEKATAN DEEP LEARNING PADA KURIKULUM SDN 1 JATIMULYA MELALUI INTEGRASI CODING DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBELAJARAN Dede Kurnia Adiputra; Yuyun Yuningsih; Nadia Mustofa; Inda Dwi Aulia; Melinda Dwi Linggasari; Rika Rahayu Pramudita
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SERUMPUN MENGABDI Vol. 2 No. 2, Juli (2025): Jurnal PkM Serumpun Mengabdi
Publisher : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT SERUMPUN MENGABDI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SDN 1 Jatimulya, Kabupaten Lebak, dengan tujuan meningkatkan pemahaman guru dan mahasiswa terhadap penerapan kurikulum berbasis deep learning yang terintegrasi dengan pengenalan coding dan kecerdasan artifisial (AI) dalam pembelajaran sekolah dasar. Peserta kegiatan terdiri atas 15 guru SDN 1 Jatimulya dan 5 mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung penggunaan perangkat pembelajaran berbasis deep learning. Kegiatan ini menekankan pada integrasi teknologi digital, khususnya coding sederhana dan AI, sebagai sarana penguatan kompetensi abad ke-21 yang meliputi kreativitas, berpikir kritis, kolaborasi, dan literasi digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengintegrasikan deep learning ke dalam kurikulum, serta mampu memanfaatkan coding dan AI sebagai media inovatif dalam pembelajaran. Sementara itu, mahasiswa berperan aktif dalam pendampingan teknis serta turut mengembangkan model pembelajaran kolaboratif antara dunia akademik dan sekolah. Dengan demikian, program pengabdian ini berkontribusi pada peningkatan kapasitas pendidik di sekolah dasar dalam menghadapi tantangan era digital, sekaligus memperkuat sinergi perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif dan inovatif.
Pendampingan Pembuatan Pakan Menggunakan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) dalam Ransum Untuk Meningkatkan Kualitas Telur (Skor Yolk) Pada Ayam Petelur Rahmaniya, Nita; Yuningsih, Yuyun
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 1, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/diyamas.v1i2.665

Abstract

Ayam yang dipelihara oleh orang Indonesia masih kalah dalam produksi telur dibandingkan ayam petelur yang diimpor dari luar negeri. Ayam domestik, sering dikenal sebagai ayam kampung, dapat bertelur sekitar 46 butir per tahun, sementara ayam petelur dapat bertelur hingga 180 butir per tahun. Dengan permintaan pasar domestik untuk telur dan pengembangan teknologi persilangan, ayam petelur dalam negeri sekarang dapat bersaing dengan ayam petelur asing, yang memiliki kapasitas produksi telur yang jauh lebih tinggi daripada ayam kampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan manajemen pemeliharaan ayam petelur melalui pendampingan penggunaan tepung daun kelor (moringa oleifera) dalam ransum. Teknik pengumpulan data dalam pengabdian ini menggunakan tiga macam metode yaitu: Tutorial atau pencampaian materi, Tindakan (pendampingan langsung) evaluasi (mealui observasi partisipatif dan wawancara tidak terstruktur). Penambdian ini dilakukan di Desa Nata, Kecamatan Palibelo, NTB. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan hasil yang maksimal, tepung daun kelor sangat baik untuk pencampuran pada bahan tambahan pakan ayam petelur,  tepung daun kelor, dapat dikategorikan sebagai bahan pakan sumber protein karena mengandung protein protein kasar 30,3 %, lemak kasar 6,13 %, serat kasar 12,48 %, abu 12,16 %, kalsium 2,66 %, dan fosfor 0,95 %. Di bawah 16%, Kandungan serat kasar bahan pakan penelitian berkisar 12,48 %. Dengan demikan penggunaan tepung daun kelor untuk pakan ayam pertelur sangat direkomendasikan jika ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas telur.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Kegiatan Makan Bersama Berbasis Gizi Seimbang di Sekolah Dasar Wardatunnissa, Yeni; Haris, A; Yuningsih, Yuyun; Alwyah, Lila; Wijaya, I Wayan Aditya Kurnia
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jippma.v2i01.963

Abstract

Profil Pelajar Pancasila merupakan perwujudan karakter dan kompetensi peserta didik Indonesia yang perlu ditanamkan sejak jenjang sekolah dasar. Salah satu upaya penguatan nilai-nilai tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, salah satunya kegiatan makan bersama berbasis gizi seimbang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai gizi seimbang sekaligus memperkuat nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, khususnya gotong royong, kemandirian, dan kebhinekaan global. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi sosialisasi gizi seimbang, pendampingan kegiatan makan bersama, serta refleksi dan evaluasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya konsumsi makanan sehat, perilaku hidup bersih dan sehat, serta tumbuhnya sikap kebersamaan dan saling menghargai antar siswa. Dengan demikian, kegiatan makan bersama berbasis gizi seimbang efektif digunakan sebagai media penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah dasar.
Analisis Karakteristik Pengolahan Crispy Udang, Studi Kasus di Home Industri Okas Seafood, Pangandaran Junianto, Junianto; Yuningsih, Yuyun; Santoso, Cyntia Florentiana; Fiqliriyadhi, Muhammad Fausta
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol. 14 No. 2 (2025): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/wwc99804

Abstract

Home industry Okas Seafood merupakan usaha rumah tangga yang berlokasi di Pangandaran dan bergerak dalam bidang pengolahan hasil perikanan menjadi produk camilan, salah satunya yaitu crispy udang. Banyaknya produsen crispy udang di berbagai daerah di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi Okas Seafood untuk terus berinovasi dan menjaga eksistensi produk mereka di tengah persaingan pasar. Oleh karena itu, penting dilakukan analisis terhadap karakteristik proses pengolahan sebagai upaya mempertahankan keunggulan kompetitif serta menciptakan produk yang relevan dengan selera konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik proses pengolahan crispy udang yang dilakukan oleh home industry Okas Seafood, mulai dari pemilihan bahan baku, penggunaan alat dan bahan, tahapan pengolahan, hingga pengemasan produk. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2025 menggunakan metode survei serta teknik wawancara dan observasi langsung terhadap proses produksi yang dilakukan di lokasi usaha. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa home industry Okas Seafood mampu menghasilkan produk olahan crispy udang dengan kualitas sensori yang baik melalui penerapan proses pengolahan tradisional yang higienis, pemanfaatan bahan baku berkualitas seperti udang segar dan bumbu pilihan, serta penggunaan teknik pengemasan modern yang mendukung daya simpan dan daya tarik visual produk. Inovasi berkelanjutan dalam proses produksi menjadi faktor penting dalam meningkatkan nilai tambah produk dan memperluas jangkauan pasar, khususnya di kawasan wisata seperti Pangandaran.
REVITALISASI RITUAL MITEMBEYAN SEBAGAI PELESTARIAN LEWAT YOUTUBE PADA KELOMPOK TANI SINDANG HURIP DI DUSUN SINDANG, DESA/KEC. RANCAKALONG, SUMEDANG, JAWA BARAT Setyobudi, Imam; Yuningsih, Yuyun; Hifajar, Wahyu; Dewi, Rifka Rahma; Jantika, Nurgalih Hadad; Dewi, Silvia; Fadilah, Farhan
Jurnal Budaya Etnika Vol. 9 No. 2 (2025): POTRET BUDAYA TRADISI DAN MATERI LOKAL DAN GLOBAL PADA MASA KONTEMPORER DI INDO
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/jbe.v9i2.4644

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep dan metode revitalisasi ritual mitembeyan meuseul sebagai upaya pelestarian nilai-nilai kearifan budaya lokal masyarakat petani Sunda di tengah perubahan sosial budaya akibat modernisasi pertanian, serta mendiseminasikan hasil revitalisasi melalui media digital. Modernisasi pertanian melalui penggunaan mesin penggiling gabah (huller) telah menyebabkan memudarnya praktik ritual mitembeyan yang sebelumnya menjadi bagian integral dari sistem kepercayaan, kosmologi, dan kehidupan komunal petani. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang dilakukan di Dusun Sindang, Desa/Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi ritual dilakukan melalui rekonstruksi bentuk otentik berbasis memori kolektif, reaktualisasi tahapan ritual, serta penggalian kembali makna simbolik dan nilai kearifan lokal yang mencakup nilai spiritual-religius, keselarasan dengan alam, dan solidaritas sosial komunal. Dokumentasi ritual melalui platform YouTube berfungsi sebagai arsip visual sekaligus strategi adaptif pelestarian budaya di era digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi ritual mitembeyan meuseul merupakan bentuk modernisasi selektif yang memungkinkan masyarakat petani mempertahankan identitas budaya dan nilai-nilai fundamental tanpa menolak kemajuan teknologi. Kata kunci: revitalisasi budaya, ritual mitembeyan, kearifan lokal, pertanian tradisional, media digital. Abstract: This study aims to formulate concepts and methods for revitalizing the mitembeyan meuseul ritual as an effort to preserve local cultural wisdom among Sundanese farming communities amid socio-cultural changes caused by agricultural modernization, as well as to disseminate the revitalization outcomes through digital media. The introduction of rice milling machines (hullers) has gradually diminished the practice of mitembeyan, which was previously an integral part of farmers’ belief systems, cosmology, and communal life. This research employs a qualitative method with an ethnographic approach conducted in Sindang Hamlet, Rancakalong Village/Subdistrict, Sumedang Regency. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGD), and literature review. The findings indicate that ritual revitalization was carried out through reconstructing its authentic form based on collective memory, reactualizing ritual stages, and reinterpreting symbolic meanings and local wisdom values, including spiritual-religious beliefs, harmony with nature, and communal social solidarity. Digital documentation via YouTube functions as a visual archive and an adaptive strategy for cultural preservation in the digital era. The study concludes that revitalizing the mitembeyan meuseul ritual represents a form of selective modernization that enables farming communities to maintain cultural identity and fundamental values without rejecting technological advancement. Keywords: cultural revitalization, mitembeyan ritual, local wisdom, traditional agriculture, digital media. 
Social Protection In The Fulfillment Of Children’s Rights At The Muhammadiyah Child Welfare Institution (LKSA Taman Harapan), Bandung City Yuningsih, Yuyun; Sumardani, R.; Nur Fadilah Amalia
SAMPURASUN Vol 11 No 2 (2025): Sampurasun Vol. 11 No. 2 - 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/sampurasun.v11i2.30280

Abstract

Children are creations of God who need to be protected and whose rights must be fulfilled. The first and foremost party responsible for providing this protection and fulfillment of rights is the family. However, in reality, the fulfillment of children's rights in Indonesia is still far from perfect. Undang-Undang No 35 Tahun 2014 about Child Protection is one of the regulations in force in Indonesia that provides legal certainty in the protection of children's rights. When parents and families are unable to protect the child, the government is obliged to provide protection through child protection institutions. This research focuses on Social Protection in Fulfilling Children's Rights at LKSA Taman Harapan Muhammadiyah in Bandung City. This study uses a qualitative research method, with primary data obtained through in-depth interview guidelines and secondary data from written documents and physical observation at the research site. This study uses purposive sampling techniques. The findings from the field show that the implementation of social protection carried out by LKSA Muhammadiyah includes the following programs: first, physical and health services through facilities provided by the Foundation in cooperation with zakat and charity services at Muhammadiyah Hospital, where all foster children receive free medical care; second, mental-spiritual services to help children develop a balanced and positive personality through Quran memorization activities, congregational prayer, mandatory tahajjud prayer, and daily recitation of one juz; third, educational services, where all foster children receive free education from elementary to high school, and those with academic achievements are awarded scholarships for college; and fourth, skills training services, offering various skill options according to the children’s interests and talents, such as life skills, vocational skills including sewing, cooking, computer skills, and graphic design. In conclusion, the foster children at LKSA Muhammadiyah in Bandung City have received social protection that effectively fulfills their rights as children.    
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DALAM MENINGKATKAN LAYANAN MUTU PENDIDIKAN DI PKBM QIYYA SANTOSA KABUPATEN BANDUNG Yuningsih, Yuyun; Fitriani, Seni; Sumarni, Sri; Ratnawulan, Teti; Suwandari, Lilis
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.40280

Abstract

This study aims to analyze the management of facilities and infrastructure in improving the quality of educational services at PKBM Qiyya Santosa, Bandung Regency. The research background is based on the importance of facilities and infrastructure as one of the national education standards that play a strategic role in supporting the learning process, particularly in non-formal education units that often face resource limitations. This research employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using data reduction, presentation, and verification techniques. The findings indicate that the management of facilities and infrastructure at PKBM Qiyya Santosa has been implemented through the application of POAC management functions (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Planning is carried out in a participatory manner based on the actual needs of learners and budget constraints. Organizing includes clear task distribution among managers, tutors, and education staff, as well as the implementation of standard operating procedures for facility use. The execution of procurement is conducted gradually through government assistance, self-help, and community support, while the utilization of facilities is optimized through tutors’ creativity. Supervision is carried out regularly through internal monitoring and evaluation to ensure sustainability. Although challenges such as limited budgets and learning spaces remain, adaptive and participatory management of facilities and infrastructure has proven to contribute positively to improving the quality of educational services at PKBM Qiyya Santosa.
Analisis Diplomasi Publik WHO Dalam Mensosialisasikan Pentingnya Vaksin Covid-19 di Indonesia Yuningsih, Yuyun; Alessandro Kurniawan Ulung
Spektrum Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/spektrum.v23i1.15016

Abstract

Abstract  This study aims to examine the public diplomacy conducted by the World Health Organization (WHO) in promoting the importance of COVID-19 vaccination in Indonesia. WHO engaged in public diplomacy to address vaccine hesitancy caused by hoaxes and misinformation surrounding COVID-19 vaccines. This study raises the following research question: “How did WHO implement public diplomacy to attract the Indonesian public to COVID-19 vaccination?” To answer this question, the study employs public diplomacy theory and the concept of soft power, using a qualitative research method. Data were collected through a literature review and analyzed in three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The findings indicate that WHO implemented public diplomacy by utilizing social media, conducting social campaigns, and collaborating with news agencies to counter hoaxes about COVID-19 vaccines and encourage vaccine uptake among the Indonesian public. Through these efforts, WHO exercised public diplomacy as a form of soft power to influence public attitudes toward vaccination. This study contributes to a better understanding of the role of WHO as a non-state actor in public diplomacy.   Keywords: Vaccine, Soft Power, Pandemic, Social Campaign, Hoaxes     Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji diplomasi publik yang dilakukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam mempromosikan pentingnya vaksinasi COVID-19 di Indonesia. WHO melakukan diplomasi publik untuk mengatasi keraguan terhadap vaksin yang disebabkan oleh hoaks dan disinformasi seputar vaksin COVID-19. Penelitian ini mengajukan pertanyaan penelitian sebagai berikut: “Bagaimana WHO mengimplementasikan diplomasi publik untuk menarik masyarakat Indonesia agar bersedia melakukan vaksinasi COVID-19?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini menggunakan teori diplomasi publik dan konsep soft power (kekuatan lunak) dengan metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WHO mengimplementasikan diplomasi publik melalui pemanfaatan media sosial, pelaksanaan kampanye sosial, serta kerja sama dengan media massa untuk melawan hoaks terkait vaksin COVID-19 dan mendorong peningkatan penerimaan vaksinasi di kalangan masyarakat Indonesia. Melalui berbagai upaya tersebut, WHO mempraktikkan diplomasi publik sebagai bentuk soft power untuk memengaruhi sikap dan persepsi publik terhadap vaksinasi. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran WHO sebagai aktor non-negara dalam praktik diplomasi publik.   Kata kunci: Vaksin, Kekuatan Lunak, Pandemi, Kampanye Sosial, Hoaks
AKULTURASI BUDAYA PADA PERTUNJUKAN KESENIAN KOROMONG Yuliani, Linda; Lahpan, Neneng Yanti Khozanatu; Yuningsih, Yuyun
Jurnal Budaya Etnika Vol. 3 No. 1 (2019): Etnografi Ritual Masyarakat Sunda: Fungsi Sosial, Liminalitas, Akulturasi
Publisher : Institute of Indonesia Arts and Culture (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/be.v3i1.1127

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada kesenian Koromong dalam perubahan-perubahan yang disebabkan oleh adanya akulturasi budaya antara kepercayaan lokal dengan agama Islam sehingga dapat berdampingan. Akibat adanya akulturasi membuat beberapa aspek mengalami pembauran kedua unsur tersebut serta munculkan struktur baru dalam pertunjukan kesenian Koromong. Pandangan mengenai pemaknaan memberikan dua sudut yang berbeda sesuai dengan kepercayaan nya masing-masing. Penulisan ini hasil penelitian yang di deskripsikan dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik lapangan yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan mendokumentasikan. Landasan teori dalam penelitian menggunakan teori akulturasi budaya dimana hasil dari penelitian lapangan dapat dipecahkan melalui teori ini. Kata Kunci: Akulturasi, Kesenian, Koromong, Kepercayaan dan Islam.  ABSTRACT This research study focuses on the art of Koromong in the changes that caused by the cultural acculturation between local beliefs and Islamic teachings in order to make them live coexisted. As a result of the acculturation, several aspects have experienced mixing of these two elements and have emerged into a new form which could be deflected in Koromong art peerformances. The meaning of this art performance could be seen in two different angles according to their respective beliefs.This study is the result of research that described by using qualitative methods. Field techniques are carried out through observation, interviews, and documenting. The theoretical foundation of research uses cultural acculturation theory where the results of field research can be solved through this theory. Keywords: Acculturation, Art, Koromong, Trust and Islam.
Co-Authors Abdul Aziz Afifah, Andini Nur Ainun Fitriani AKHMAD FAOZI Alessandro Kurniawan Ulung Alpian, Yayan Alvien Septian Haerisma Alyasa, M Hafidh Ameliya Lismawanty Anisa Putri Purwanti Anita Nur Aziizah Muniifah Annisa Nur Azizah Anwar, Cep Jandi Aprilla Putri Wahyuni Aprilliani, Arindika ardelia, syahda Ardiana, Lufi Ari Puspita Asep Iwan Setiawan, Asep Iwan Aulia, Burhanudin Azhari, Hasbinoer Ibnu B. Herawan Hayadi B.Herawan Hayadi Bagja, Haliza Barhrudin, Barhrudin Binahayati Rusyidi Dahyanti, Citri Deby Fauzi Asidiqi Dede Kurnia Adiputra Deswita Herlina Detaliani, Yunika Detaliani Dewi, Nurul Fitria Kumala Dewi, Rifka Rahma Dewi, Silvia Dodo Eka Setiawati Endang Pujiastuti Endang Pujiastuti F, Ikka Kartika A Fadilah, Farhan Fakhriza Ardafie Raihan Fauzi, Azra Fiqliriyadhi, Muhammad Fausta Fitriani, Seni Fuad, Mohammad Haddiel Fuadah, Hasna Hasnatul Furtasan Ali Yusuf Haris, A Hartomo, Adi Hayatul Masquroh Hifajar, Wahyu Hilda Amalia Ida Faridah Ihsan Muhammad Rifqy Iim Wasliman Ikhsan Maulana Imam Setyobudi Inda Dwi Aulia Ismi Lailil Mukarromah Jantika, Nurgalih Hadad Juhriah Juhriah, Juhriah JUNIANTO JUNIANTO Khaira, Nurul Komarudin, Danti Kusmanto Kusmanto Kusumawardani, Arum Lea Rosnawati Lia Mazia, Lia Lidiawati, Diana Lila Alwyah Linda Yuliani Lisiani Prihatinah, Tri Loho, Albertina N. Lusa Indah Prahartiwi Melinda Dwi Linggasari Moch. Fakhruroji Muhadi Muhadi, Muhadi Muhammad Fahmi Muhtarom, Mumuh Nadia Mustofa Neneng Yanti Khozanatu Lahpan Nina Riska Nisa, Farida Zahra Khairun Novianti, Galih Suci Nur Fadilah Amalia Nurwulan, Riany Laila Praptini Yulianti, Praptini Pratidnia, Muhammad Wijatmikko Ginang Putaranto, Andhika Eka Putri Oktapiyani R. Sumardani Rahakbaw, Nancy Rahmaniya, Nita Rahmat Tri Yunandar Ramdani, Saiful Islam RATNASARI, DINE TRIO Ridwan, Heri Rika Rahayu Pramudita Rina Rezanti Rizky Febriansyah, Daffa Roseno, Edi Rusmana, Jajang Rustandi, Ridwan Sahadi Humaedi Sambada, Reksa Adib Santoso, Cyntia Florentiana Seni Kurniasari Seni Widianti Sepriyanti, Sepriyanti Septiani, Annisa Rahmah Silawati, Yulis Siti Aisyah Siti Helmyati Siti Ulfah Nurazizah Sitty Ainsyah Habibie Sri Sumarni Sriati Dwiatmini Suherman Suirat, Suirat Sulistyandari Sumardani Sumardani, R. Sumardhani Supriyadi, Tedi Supryanto, Try Sutisna, Dede suwandana, Aldy Noor Chalik Suwandari, Lilis Teti Ratnawulan TITI RACHMI, TITI Toyibah, Toyibah Umalihayati Umalihayati Umbekna, Sara Utama, Mochhamad Ikhsan Cahya Wardatunnissa, Yeni Warsih Warsih Wasliman, Eva Dianawati Wijaya, I Wayan Aditya Kurnia Wijayanti, Lady Ayu Sri Wulan dari Yoseptry, Ricky Yuliani, Linda Yulistina, Nabila Yunita Yunita Yusdiana, Yusdiana Zaenal Mukarom Zulhaeni, Zulhaeni