Claim Missing Document
Check
Articles

Potensi Beban Pembiayaan Sectio Caesarea Di Provinsi Bengkulu: Analisis Data Bpjs Kesehatan Tahun 2014 - 2019 Dirhan; Chandrainy Puri; Susilo Wulan; Pitri Subani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 5 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Sectio Caesarea di Provinsi Bengkulu meningkat dalam 5 tahun terakhir di Era JKN. Hal ini berdampak pada pendanaan kesehatan yang relatif besar. Tujuan penelitian adalah analisis trend SC di FKRTL dan upaya pengendalian tindakan sectio caesarea secara efektif. Merupakan penelitian deskriptif menggunakan data sample BPJS Kesehatan untuk mengetahui trend dan besaran pembiayaan SC di Provinsi Bengkulu yang disajikan dalam bentuk angka absolut dan proporsi. Hasil analaisis data sample BPJS diketahui bahwa 64% persalinan SC, 36% persalinan normal. Tindakan SC di FKRTL 85% merupakan kasus rujukan, 15% bukan rujukan medis. Total pembiayaan pembedahan ringan, sedang dan berat berturut-turut adalah Rp Rp 1.668.576.60, Rp 111.226.500 dan Rp 19.418.400. Kesimpulan: pelayanan SC belum merata dan berkeadilan, tingginya kasus SC akan meningkatkan potensi pembiayaan pada tahun berikutnya, hal ini dikarenakan pasien dengan SC berpeluang SC berulang pada kehamilan berikutnya.
Evaluasi Capaian Peta Jalan JKN di Provinsi Bengkulu Studi Kasus Sectio Caesarea Tahun 2014 Sampai 2019 Wulan, Susilo
Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bengkulu is one of the provinces in Indonesia where SC rate has increased significantly over the last five years after the implementation of JKN. Previous studies into SC trend in Indonesia indicate that both overutilization and underutilization of SC exist reflected inequality. SC is a public health concern since it absorbs a huge amount of JKN funds and is indicated to contribute to the BPJS deficit. This study evaluates the achievement of the SC case equity target in Bengkulu Province based on the 2014- 2019 JKN roadmap. Combining qualitative and quantitative approaches, analyzing secondary data from the BPJS routine data and government survey (SUSENAS) as well as interview with Local government and BPJS staff. This study found that despite the increase in coverage of JKN memberships, gap exists in the provision of health professionals, doctors and obstetrician distribution likely affected the utilization of SC. Currently, SC is enjoyed mostly by women residing in Bengkulu city and dominated by PPU and PBPU segment, which are 39 and 45% respectively. Improved monitoring and realization of compensation policy to provide equal distribution of doctors and obstetricians either by BPJS or local government.
Penghitungan Biaya Satuan pada Instalasi Rawat Jalan di Rumah Sakit X Jambi menggunakan Metode Step Down Wulan, Susilo; Direja, Ade Herman Surya; Reflisiani, Dian
Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Vol. 4, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospital has a responsibility to provide quality and affordable health care to the community. Therefore, determining tariffs by calcu lating the actual cost is very important, especially for internal stakeholders in undergoing cost analysis, performance evaluation and decision making, including tariff negotiation with external stakeholders. This research objective is to calculate unit costs and compar atively analyzing costs between units in an outpatient installation using the step-down method. This research used a partial economic evaluation which only portrays the description of cost object without comparing the output from the analyzed unit. The stages of data analysis include identifying the resource of cost center by firstly determining the final cost, intermediate cost and indirect cost, the second stage is identifying and calculating investment cost, operational cost, and maintenance costs, the third stage is determining the allocation basis, and the fourth stage is calculating the total cost. The highest unit cost occurs in dental poly at Rp.621.100,99/visit, while the lowest unit cost is in internal medicine which is Rp.241.307,51/visit. It is hoped that the results of this study can be taken into consideration in the changes made by service rates and making evaluation materials on outpatient care so that they are more efficient in their management.
DAMPAK PM2,5 TERHADAP JUMLAH KASUS RAWAT JALAN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS DI KOTA BENGKULU Susilo Wulan; Liza Lidiawati; Dirhan Dirhan; Dian Dwiana Maydinar
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2790

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas global. Faktor risiko utamanya adalah merokok dan paparan polusi udara, terutama partikel halus (PM2.5), yang dihasilkan dari pembakaran bahan fosil dan aktivitas industri. Kota Bengkulu mengalami peningkatan kadar PM2.5 yang konsisten antara tahun 2022 hingga 2023, dengan dampak signifikan terhadap kesehatan pernafasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan PM2.5 terhadap kasus rawat jalan pasien PPOK di Kota Bengkulu.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dengan pendekatan time series, memanfaatkan data konsentrasi PM2.5 dari BMKG Pulau Baai serta data kasus rawat jalan PPOK dari BPJS Kesehatan Bengkulu selama tahun 2021-2023. Uji korelasi Pearson dan regresi sederhana digunakan untuk menganalisis hubungan antara konsentrasi PM2.5   dan kasus rawat jalan pasien PPOK.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan konsentrasi PM2.5 dari 18 µg/m³ pada tahun 2021 menjadi 24 µg/m³ pada tahun 2023, yang diikuti dengan peningkatan kunjungan rawat jalan dari 457 kasus pada tahun 2021 menjadi 601 kasus pada tahun 2023. Analisis regresi menghasilkan persamaan Y=30,35+23,82 (PM2.5), dengan nilai R² sebesar 0,998 dan p-value 0,025, yang menunjukkan bahwa peningkatan 1 µg/m³ konsentrasi PM2.5 dapat meningkatkan kasus rawat jalan PPOK sebanyak 24 kasus.Kesimpulan: Paparan PM2.5 berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kunjungan rawat jalan pasien PPOK di Bengkulu. Pengendalian kualitas udara melalui penurunan konsentrasi PM2.5 sangat penting untuk mengurangi beban kesehatan masyarakat, terutama pada pasien dengan kondisi pernapasan kronis seperti PPOK. Rekomendasi kebijakan untuk peningkatan kualitas udara perlu diimplementasikan untuk mengurangi dampak kesehatan jangka panjang.Kata Kunci: PM2.5 ;  PPOK; Rawat Jalan;  Polusi Udara;  Kualitas Udara.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT HARAPAN DAN DOA KOTA BENGKULU Suryani, Suryani; Wulan, Susilo; Aprianti, Rina; Effendi, Santoso Ujang; Ade, Novi; Syahroni, Febriyan
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kinerja perawat di Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu tahun 2021 sebanyak 72 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dan diperoleh sampel sebanyak 72 orang perawat. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square dan uji Contingency Coefficient. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan kinerja perawat, ada hubungan yang signifikan antara disiplin kerja dengan kinerja perawat dan ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan kinerja perawat. Bagi Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu acuan bagi penghambil kebijakan dalam menempatkan perawat yang sesuai dengan latar belakang pendidikan, disiplin kerja dan masa kerja perawat sehingga mampu memberikan pelayanan keperawatan yang baik dan dapat dilihat dari kinerja yang ditunjukkan oleh perawat.
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SDN 11 KOTA BENGKULU MENGENAI PENTINGNYA PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT Wulan, Susilo; Dirhan, Dirhan; Puri, Chandrainy; Syavani, Dini; Novita, Vina
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 1 No. 3 (2023): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v1i3.50

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci pencegahan terhadap pemutus rantai penularan berbagai penyakit. Salah satu praktik PHBS di sekolah adalah cuci tangan dengan sabun, tersedianya air bersih, ketersediaan jamban bersih serta jajanan sehat. Untuk mendukung hal tersebut diperlukan kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan juga orang tua. Oleh karena itu perlu dilakukan komunikasi, Informasi dan Edukasi kepada siswa  untuk membiasakan perilaku hidup bersih baik di sekolah maupun di rumah dengan kegiatan pengabdian di SDN 11 Kota Bengkulu bekerjasaa dengan STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran siswa-siswi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh sehingga mencegah terjangkitnya penyakit dan kematian pada anak usia dini. Metode pelaksanaan kegiatan berupa edukasi siswa kelas 4 dengan pemberian materi berupa PHBS. Kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa-siswi tentang PHBS dengan peningkatan pengetahuan sebesar 1,040. Dengan diberikan KIE ini diharapkan terwujud perilaku bersih dan sehat pada siswa/siswi dalam penerapan perilaku cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.  Kata kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Hubungan Peran Teman Sebaya dan Persepsi Mahasiswa dengan Safety Riding pada Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Aprianti, Rina; Wulan, Susilo; Sanisahhuri, Sanisahhuri; Sulistiya Ningsih, Dwi Putri
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.263-271

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia, terutama di kalangan usia produktif. Provinsi Bengkulu mencatat tingkat kecelakaan lalu lintas tinggi, dengan mahasiswa sebagai kelompok rentan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran teman sebaya dan persepsi mahasiswa dengan perilaku safety riding pada mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat di STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu. Penelitian menggunakan desain Cross Sectional dengan populasi sebanyak 143 mahasiswa yang ditentukan menggunakan metode total sampling. Variabel penelitian meliputi peran teman sebaya, persepsi mahasiswa, dan safety riding. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa 57,3% mahasiswa memiliki peran teman sebaya kurang mendukung, 76,2% memiliki persepsi negatif, dan 53,1% menunjukkan perilaku safety riding yang tidak aman. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara peran teman sebaya dan safety riding (p 0,05), tetapi tidak ada hubungan signifikan antara persepsi mahasiswa dan safety riding (p 0,05). Temuan ini menyoroti pentingnya intervensi berbasis teman sebaya untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku safety riding. Implikasi penelitian ini adalah perlunya program edukasi dan dukungan sosial yang melibatkan kelompok sebaya untuk mempromosikan keselamatan berkendara di kalangan mahasiswa.Kata Kunci: kecelakaan lalu lintas, peran teman sebaya, persepsi mahasiswa, safety riding
PENGELUARAN KESEHATAN AKIBAT PENYAKIT RESPIRATORY: KASUS RAWAT INAP MENGGUNAKAN DATA BPJSK KESEHATAN Syavani, Dini; Wulan , Susilo; Dirhan, Dirhan; Oktia, Vanika
Journal of Public Health Science Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v1i4.1988

Abstract

Penyakit pernapasan merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang memberikan dampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat dan beban ekonomi. Polusi udara dari aktivitas industri, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara, telah terbukti meningkatkan risiko penyakit pernapasan, termasuk asma, bronkitis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi pengeluaran kesehatan akibat rawat inap penyakit pernapasan di Kota Bengkulu dengan menggunakan data klaim BPJS Kesehatan periode 2014–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional berdasarkan data sekunder dari BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klaim rawat inap untuk penyakit pernapasan mengalami variasi signifikan dalam 10 tahun terakhir. Penyakit dengan rata-rata klaim tertinggi adalah Hospitalization due to Admission Respiratory (Rp 2,76 miliar), diikuti oleh Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) (Rp 2,01 miliar). Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa setiap tambahan satu kasus rawat inap COPD meningkatkan klaim sebesar Rp 3.568.000, sementara Chronic Bronchitis in Adults menambah klaim sebesar Rp 3.188.000 per kasus. Meskipun klaim rata-rata untuk Lung Cancer lebih rendah dibandingkan dengan penyakit pernapasan lainnya, kenaikan biaya per kasusnya menunjukkan tren yang lebih tinggi, yaitu Rp 5.778.000 per kasus. Beban finansial yang tinggi ini menekankan perlunya strategi efisiensi dalam pengelolaan pelayanan kesehatan, termasuk program pencegahan, optimalisasi manajemen rumah sakit, serta kebijakan berbasis bukti untuk meningkatkan efisiensi penggunaan dana BPJS Kesehatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan dalam meningkatkan efektivitas sistem pelayanan kesehatan dan pengendalian faktor risiko penyakit pernapasan di Kota Bengkulu.
Dukungan Psikososial Dalam Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Obat di Bengkulu Dirhan, Dirhan; Wulan, Susilo; Ramadhaniati, Yuni; Aprianti, Rina
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.177-188

Abstract

Latar Belakang: Dukungan Psikososial berperan penting dalam kepatuhan pengobatan Pasien Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO) yang panjang dan kompleks. Tujuan: Penelitian ini mengeksplorasi dukungan psikososial oleh patient support (PS), manajer kasus (MK), sub recipient (SR), dan Penyintas dalam mendukung kepatuhan pasien TB-RO.  Metode: Studi kualitatif dengan pendekatan eksplanatori dengan wawancara mendalam terhadap 7 informan yang tediri 2 PS, 1 MK,  1 SR, 2 Pasien TB-RO, dan 1 Penyintas. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih informan yang memiliki keterlibatan langsung dalam pendampingan pengobatan pasien TB RO. Hasil Penelitian: PS memainkan peran penting dalam memberikan motivasi, edukasi, dan pendampingan emosional secara langsung kepada pasien. Dukungan ini membantu pasien menghadapi tantangan psikologis, seperti kecemasan, stigma sosial, dan efek samping obat, yang sering menjadi penghambat dalam menyelesaikan pengobatan. MK sebagai penghubung layanan dan pengelola kasus mempunyai peran dalam pelacakan pasien, rujukan medis, serta kolaborasi dengan layanan kesehatan jiwa dalam kasus gangguan psikologis yang berat. Peran SR mendukung penguatan logistik dan layanan komunitas serta pemantuan pelaksanaan program. Sementara Penyintas berkontribusi memberikan motivasi dan membangun harapan kesembuhan melalui sharing pengalaman. Kolaborasi antara PS, tenaga medis, dan komunitas meningkatkan efektivitas dukungan, termasuk dalam mengatasi hambatan ekonomi melalui pemberian bantuan transportasi dan nutrisi. Edukasi tentang efek samping obat dan pentingnya menyelesaikan pengobatan membantu mengurangi stigma dan meningkatkan pemahaman pasien. Kesimpulan: Dukungan Psikososia yang holistik dari PS, MK, SR dan penyintas dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan TB-RO, sekaligus mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut. Strategi berbasis komunitas yang terintegrasi dalam sistem kesehatan diperlukan untuk keberhasilan program TB RO ke depannya.Kata Kunci: dukungan psikososial, kepatuhan pengobatan, patient support, stigma,TB-RO 
KUALITAS UDARA KOTA BENGKULU DALAM BAYANG-BAYANG PM2,5: ANALISIS DATA DAN RISIKO KESEHATAN Wulan, Susilo; Dirhan, Dirhan; Syavani, Dini
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i2.2897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren konsentrasi PM2.5 di Kota Bengkulu serta mengevaluasi potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional berbasis data sekunder dari pengukuran PM2.5 oleh BMKG Bengkulu selama periode September 2021 hingga Juli 2024, yang kemudian dikonversi ke nilai ISPU dan dianalisis secara statistik dan spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas udara di Kota Bengkulu berada dalam kategori ISPU Sedang, namun mengalami tren peningkatan konsentrasi tahunan, terutama pada musim kemarau (Mei–Agustus). Konsentrasi PM2.5 tertinggi tercatat sebesar 32,87 µg/m³ pada Juli 2024 dan seluruh rata-rata bulanan melebihi ambang batas tahunan WHO sebesar 5 µg/m³. Sumber utama pencemaran diduga berasal dari emisi PLTU Teluk Sepang serta aktivitas bongkar muat dan penumpukan batubara di Pelabuhan Pulau Baai. Simpulan: Meskipun masih dalam kategori ISPU Sedang, tingginya konsentrasi PM2.5 yang melebihi standar WHO menandakan potensi risiko kesehatan jangka panjang, terutama bagi kelompok rentan, sehingga diperlukan upaya mitigasi dan pengendalian polusi udara secara lebih serius. Kata Kunci: PM2.5, ISPU, Kualitas Udara, Kesehatan Masyarakat
Co-Authors Ade Herman Surya Direja Ade Stepani Sudiyanto Ade Suryani, Novi Ade, Novi Aprianti , Rina Aprianti, Rina Arma Emilia Ayu Laili Rahmiyati Chandrainy Puri Chandrainy Puri Deni Triyanto Desi Fitriani Desiana, Nopita Desliana Desliana DEWI APRILIA NINGSIH. I Dian Dwiana Maydinar Dian Reflisiani Dini Syavani Dini Syavani Dini Syavani Direja, Ade Herman Surya Dirhan Dirhan, Dirhan Dwi Puspita Lestari Dwi Putri Sulistiya Dwi Putri Sulistiya Ningsih Dwi Putri Sulistiya Ningsih Dwi Putri Sulistiyaningsih Dwi Putri Sulistya Ningsih Effendi , H.S Effendi, S.Ujang Eko Rahman Setiawan Eksi Afrianti Elsa Primasari Elza Wulandari Elza Wulandari Epi Sartika Fitratul Wahyuni Gemala Refoliza Giena, Vike Pebri Hanevi Djasri hanifah hanifah Hanifah Hanifah Ida Rahmawati Ida Rahmawati Indri Tri Juniatiningsih Indriani Indriani Jon Hendri Nurdan Leonita, Serli Liza Lidiawati Medo Azhari Meta Kosasi Mika Oktarina Muhamad Faozi Kurniawan Mutiara, Violita Siska Ningsih, Dwi Putri Sulistiya Novi Ade Suryani Nuche Marlianto Nurul Khairani Oki Yestiani Oktia, Vanika Osa Hayunggi, Sugesti Pitri Subani Pitri Subani PURI, CHANDRAINY Putera Ady Chandra Rahmadani, Elsi Rahman Ade Ghaniy Ramadhaniati, Yuni Ratika Dewi Susanti Ravida, Ravida Reflisiani, Dian Rina Aprianti Rina Aprianti Riska Rita Rivaldi Rivaldi Rona Dewi Rinda S Effendi S Effendi, S Effendi S. Efendi S. Effendi S. Effendi Effendi Sanisahhuri Sanisahhuri Sanisahhuri Sanisahhuri, Sanisahhuri Santoso Ujang Effendi Shasti, Sherin Sara Sri Wahyuni SURYANI Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani, Novi Ade Susi Bita Haryani Syahroni, Febriyan Syavan, Dini Syavani, Dini Vina Novita Wulandari, Elza Yandrizal Yandrizal Yulita Elvira Yuni Ramadhaniati Yuni Ramadhaniati