Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Sosialisasi Pengawasan Orang tua dalam Penggunaan Gadget terhadap Anak pada Wali Murid di SB Muhammadiyah Kepong, Wilayah Persekutuan Malaysia Widiawati, Suci; Mahardani, Ardhana Januar; Cahyono, Hadi; Nasution, Ikhwan Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 1 No. 3 (2023): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v1i3.45

Abstract

Peran orang tua sangat penting dalam pengawasan penggunaan gadget pada anak. Anak perlu diarahkan dalam mengakses gadget, apa yang boleh diakses dan tidak boleh diakses anak. Orang tua harus memiliki pemahaman tentang manfaat penggunaan gadget pada anak. Kegiatan ini dilakukan untuk mensosialisasikan kepada orang tua mengenai pengawasan terhadap penggunaan gadget pada anak murid Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong. Metode yang dilakukan dalam sosialisasi ini yaitu penyampaian materi dan diskusi tanya jawab. Tujuan kegiatan ini yaitu agar para orang tua lebih peduli terhadap pengawasan penggunaan gadget pada anak. Kegiatan ini memberikan wawasan atau pengetahuan mengenai dampak positif dan dampak negatif penggunaaan gadget serta bagaimana cara melakukan pengawasan penggunaan gadget pada anak. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah para orangtua menjadi lebih mengetahui dan memahami pentingnya peran orang tua dalam pengawasan penggunaan gadget pada anak.  
Education Service for Children of Unregistered Indonesian Migrant Workers in Malaysia Maharani, Deaningma; Mahardhani, Ardhana Januar; Cahyono, Hadi; Fadilah, Afifah Nur
Jurnal Borneo Administrator Vol. 20 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v20i2.1371

Abstract

Following registration records for the 2022 Unlicensed Foreign Worker Recalibration Program (PATI), 418,649 Indonesian citizens are participating in the labour recalibration program in Malaysia, so this will have a negative impact, namely an increase in the number of children of Indonesian migrant workers. Malaysian immigration authorities do not allow all migrant workers to invite their families to come live in Malaysia. This causes migrant workers' children to feel ostracized, discriminated against and denied their right to education due to a lack of access to education and love from their parents. The research aims to explore the role of government in providing educational services. The research method is descriptive and qualitative. The subjects of this research were the Indonesian and Malaysian governments, the children of unregistered immigrant workers in several guidance studios, and migrant workers. Data was collected through interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results found that the rights of Indonesian citizens and children have been fulfilled, such as access to education. Fulfilling these needs is achieved through the role of government, such as establishing formal and non-formal schools to foster a sense of comfort and protection. In addition, the government, with its role, can create appropriate policies to provide rights and safety to the children of unregistered immigrant workers
Gerakan Pemuda Muhammadiyah Dalam memperkokoh Identitas Nasional Suharto, Afif Audio Wahyu Widhi; Cahyono, Hadi; Utami, Prihma Sinta
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 5 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v5i2.576

Abstract

Penulisan artikel ini membahas tentang gerakan golongan muda yang terhimpun dalam organisasi Pemuda Muhammadiyah dalam memperkokoh identitas nasional. Identitas nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan dengan suatu ciri khas yang menjadikannya berbeda dengan bangsa lain, yakni Pancasila. Nasionalisme paham kebangsaan yang mengandung makna kesadaran dan semangat cinta tanah air. Nasionalisme juga mengandung makna persatuan dan kesatuan. Lunturnya rasa nasionalisme berarti lunturnya pula kesadaran dan semangat cinta tanah air. Dewasa ini rasa nasionalisme masyarakat Indonesia pun mulai luntur, terutama dikalanagan remaja. Hal itu terbukti dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang sudah tidak menyukai budaya dan produk lokal. Dalam memperkokoh nilai-nilai identitas nasional dapat dilakukan dengan melalui tiga upaya, antara lain yaitu gerakan melalui aspek representasi politik, sosial budaya dan perjuangan demokrasi secara bersinergi. Ada banyak organisasi atau gerakan di Indonesia yang berjuang untuk memperkokoh nilai-nilai identitas nasional. Salah satu organisasi yang menghimpun gerakan-gerakan dalam ranah publik secara kontestan adalah dari kelompok pemuda. Kelompok pemuda pada dasarnya memiliki ruang untuk terlibat aktif dalam memajukan bangsa Indonesia. Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan kelompok pemuda seringkali abai terhadap lingkungan sekitarnya bahkan budaya bangsanya sendiri. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan studi literasi atau studi kepustakaan. Adapaun studi kepustakaan yang dilakukan didapatkan dari hasil kajian artikel, internet, berita atau buku yang relevan. Fokus dalam jaian ini adalah membahas tentang bagaimana gerakan yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah dalam upayanya memperkokoh nilai-nilai identitas nasional yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk membahas dan menganalisa langkah-langkah pergerakan Pemuda Muhammadiyah era ini dalam memperkokoh identitas nasional serta menjelaskan apa saja faktor-faktor yang memperngaruhi pergerakan Pemuda Muhammadiyah dalam memperkokoh identitas nasional.
Strategi Pengembangan Mutu Sekolah Dasar dan Penguatan Karakter Siswa Di Masa Pandemi Covid-19 (Melalui Studi Kasus Di SDN 1 Kunti Sampung) Elva Adelia Yuliani; Cahyono, Hadi; Sinta Utami , Prihma
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 6 No. 1 (2022): June
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v6i1.656

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu sebuah usaha yang tentukan dan dirancang secara terstruktur agar bisa menciptakan sebuah proses belajar mengajar yang aktif, sehingga bisa mengembangkan potensi diri untuk memperkuat spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kegiatan masyarakat dan bangsa. Pendidikan juga untuk menciptakan manusia yang memiliki wawasan luas sehingga bisa meningkatkan mutu bagi semua aspek kehidupan. Sekolah menjadi sarana yang sangat stategis dalam menanamkan Pendidikan karakter. Dalam menanamkan Pendidikan karakter bisa dilakukan dengan beberapa Langkah yang strategis yaitu dengan mengintegrasikan konten Pendidikan karakter yang telah dirumuskan dalam semua mata pelajaran, mengintegrasikan Pendidikan karakter dalam kegiatan sehari-hari di sekolah, mengintegrasikan Pendidikan karakter dalam kegiatan yang di programkan atau direncanakan, dan membangun komunikasi Kerjasama antar sekolah dan orang tua peserta didik. Akan tetapi mutu Pendidikan nasional dan Pendidikan karakter yang sedang diharapkan, saat ini mengalami sebuah permasalahan pada peningkatan kualitas Pendidikan dan Pendidikan karakter, pemerataan kesempatan belajar yang hanya terfokuskan pada Pendidikan akademi sehingga Pendidikan karakter menjadi tidak diperhatikan, keterbatasan anggaran dan masih belum terpenuhinya sumber daya manusia yang professional. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan factor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan mutu sekolah dasar dan penguatan karakter siswa di masa pandemi Covid-19 (Melalui Studi Kasus Di SDN 1 Kunti Sampung) dan strategi yang dilakukan untuk mengembangkan mutu sekolah dasar dan penguatan karakter Siswa di masa pandemi Covid-19 (Melalui Studi Kasus Di SDN 1 Kunti Sampung). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Data deskriptif yang diperoleh berasal dari narasumber yang mengetahui kondisi dan situasi dari lingkungan SDN 1 Kunti Sampung seperti kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa. Penentuan narasumber ini nantinya menggunakan Teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya Kurangnya guru yang berkompeten, Kurangnya minat belajar peserta didik, Kurangnya sarana dan prasarana, Kurangnya media pembelajaran, orang tua/wali peserta didik merupakan penduduk kalangan ekonomi kebawah, dan Kurangnya pembekalan dan masih minimnya informasi mengenai kurikulum 2013. Hasil penelitian yang sudah dilakukan maka dirumuskan strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan Mutu Sekolah Dasar Melalui Studi Kasus Di SDN 1 Kunti Sampung Di Masa Pandemi Covid-19. Beberaoa strategi yang dilakukan yaitu terfokuskan pada peningkatan kualitas guru, peningkatan kualitas pembelajaran, pemenuhan saran dan prasarana.
Civic Value dalam Pendidikan Multikultural:Upaya Membangun Toleransi dan Kohesi Sosial Siswa Indarwati, Indarwati; Mahardhani , Ardhana Januar; Cahyono, Hadi
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 10 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v10i2.12899

Abstract

This research seeks to examine how incorporating civic values into multicultural education can promote tolerance and enhance social unity among students at SMPN 4 Ponorogo. Employing a descriptive qualitative method, data were gathered via in-depth interviews, participatory observations, and document analyses concerning civics educational practices and school policies that promote citizenship values. The results indicate that the integration of civic values is achieved through three key strategies: (1) the incorporation of citizenship values in teaching that highlights respect for diversity, equal communication, and conflict resolution; (2) the enhancement of an inclusive school environment via collaborative activities among diverse backgrounds that foster empathy and social consciousness; and (3) the establishment of positive social interactions that cultivate solidarity and enhance relationship networks among students. These approaches effectively cultivate accepting mindsets, collaborative abilities, and receptiveness to diversity as vital components of democratic citizenship. The incorporation of multicultural education and civic values greatly enhances the development of a harmonious, democratic, and socially united school atmosphere. The research suggests reinforcing dialogic learning initiatives, improving intercultural partnerships, and creating more structured school policies to guarantee the ongoing internalization of citizenship values.
The Effect of Internship Experience and Psychological Capital on Student Job Readiness in Gresik Regency with Work Motivation as a Mediation Variable Anggi, Gita Fitria; Cahyono, Hadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5999

Abstract

The rapid changes in the world of work require university graduates to have an optimal level of job readiness, especially in Gresik Regency. The increasingly fierce competition and mismatch between graduate competencies and industry needs make the issue of student job readiness important for learning. The main purpose of this study is to analyze the influence of internship experience and psychological capital on the work readiness of students in Gresik Regency with work motivation as a mediating variable. This study uses a quantitative approach with a survey method. Respondents were students in a questionnaire and processed using the Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS) technique to test for direct and indirect effects. The results of the analysis showed that the readiness of the internship. In addition, these two variables also have a positive effect on students' work readiness. Work motivation was found to have a positive effect on job readiness and acted as a mediator linking internship experience and psychological capital to job readiness. These findings confirm that students' job readiness depends not only on practical experience during the internship but also on positive psychological conditions and work motivation. This research is expected to contribute theoretically to the development of Human Resource Management science, especially in understanding the factors that affect students' work readiness. From a practical perspective, the results of this research can be used as a reference for universities in internship programs and develop student competencies that are more in line with the needs of the industrial world.