Claim Missing Document
Check
Articles

Enthusiastic Study of Children of Indonesia Migrant Workers in Selangor, Malaysia Who Do Not Have Access to Formal Education rianti, Rianti; Mahardani, Ardhana Zanuar; Cahyono, Hadi; Putri , Wiffy Zalina
Journal of Social Research Vol. 3 No. 10 (2024): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v3i10.2275

Abstract

The purpose of this study is to provide a description of the results of observations on the children of Malaysian migrant workers, especially about the enthusiasm or enthusiasm for learning children not only learning about understanding social sciences but one of them is learning religious science through religious science lessons and forms of application in the form of daily prayers, prayer readings, recitations and da'wah practices in the form of lectures. This material not only conveys the knowledge but also in practice and application as well as the way of delivery and good and correct lecture techniques, besides that also with lectures children can learn public speaking, speaking in public with good and directed conduct. Indonesia's children are future leaders and future generations of the Indonesia nation for the next 10 years, therefore the position of the young generation of Indonesia's children is very much needed. The enthusiasm for learning children in the Sungai Buloh area of Selangor has a very extraordinary spirit of learning. Most of the residents of the community in the Sungai Buloh Selangor area are Indonesia citizens who have lived in Malaysia, so there are quite a lot of children aged 7-13 years who are in elementary school. The Sungai Buloh Learning Studio is one of the main avenues for children of migrant workers to learn social and religious sciences, most of the people in the Sungai Buloh area of Selangor lack access to education due to their incomplete documents so that it is difficult for children to continue to public schools in Kuala Lumpur, this is one of the things that is worrisome because of the lack of access to education for the children of Indonesia migrant workers who are domiciled in the Sungai Buloh region of Selangor, Malaysia. With the enthusiasm of good children to learn but hindered by their incomplete documents, access to education for migrant workers living in the Sungai Buloh Selanggor area, Malaysia is quite difficult.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENERAPKAN METODE SOSIODRAMA cahyono, hadi
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 2 No 1 (2017): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v2i1.327

Abstract

The purpose of this research is to know the students’ achievement improvement of MTs Muhammadiyah 1 Ponorogo by using Sociodrama.This research outlines are the teaching process should be interesting and students’ achievement improved, but in fact, the teaching process result made the students bored so the achievement being low.The research method is descriptive qualitative and quantitative. Qualitative analysis used to analyze qualitative data. Qualitative data in form of sentence that give an information about students expression, the level of understanding, teaching learning process, students’ affective, enthusiasm, learning motivation, etc. The respondent is the eighth grade students B Class of MTs Muhammadiyah 1 Ponorogo. Techniques of collecting data are interview, observation, dan documentation. Quantitative methods used to analyze data.The result of this research showed that eighth grade students’ achievement improved by using sociodrama. It can be seen only two students who cannot pass the minimum standard qualification. Beside that, the student are being active than before in having teaching learning process.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Daring Berbasis Youtube Sebagai Reaktualisasi Wawasan Nusantara Mahasiswa Di Masa Pandemi Covid-19 Cahyono, Hadi; Sinta Utami, Prihma; Puji Asmaroini, Ambiro
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 6 No 2 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v6i2.4781

Abstract

Masa Pandemi Covid-19 berdampak pada proses pembelajaran di Perguruan Tinggi salah satunya pada pembelajaran wawasan nusantara, menjadi pembelajaran non tatap muka. Wawasan Nusantara merupakan salah satu muatan materi dalam mata kuliah Kewarganegaraan akan menjadi benteng bagi para mahasiswa atau generasi muda dalam menghadapi arus globalisasi yang sangat cepat dan tidak tentu. Melihat peluang YouTube  yang begitu tinggi dalam menyebarkan informasi kepada publik, kami sebagai tim peneliti tertarik menggunakan YouTube  sebagai fokus penelitian kami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan media pembelajaran daring berbasis youtube ini dalam  mereaktualisasikan konsep wawasan nusantara pada mahasiswa di masa pandemic covid-19. Metode yang digunakan menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, kuesioner, tes, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa 96% mahasiswa telah lulus pada materi wawasan kebangsaan ini dengan mencapai skor atau nilai minimal yang dituntut sebesar 80 poin pada setiap mata kuliah. Sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa pemanfaatan YouTube dalam mereaktualisasikan wawasan nusantara pada mahasiswa di masa pandemi Covid-19 ini berjalan dengan baik dan berhasil.
Praktik Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri Tulakan Pacitan Rudiawan, Rofi; Cahyono, Hadi; Puji A, Ambiro
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 7 No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v7i2.6127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui praktik Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri Tulakan. 2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat praktik Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri Tulakan. 3) Untuk mengetahui upaya dalam mengatasi hambatan praktik Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri Tulakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus di SMA Negeri Tulakan. Adapun dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan prosedur wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini sebagai berikut:1) Praktik Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri Tulakan diwujudkan melalui kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler dan budaya sekolah. 2) Faktor pendukung: guru yang sudah sertifikasi, kerja sama wali murid, kurikulum yang sudah baik, pengawasan kepala sekolah, sarana, dan prasarana yang lengkap,  sifat asli dan kepribadian peserta didik. Sedangkan faktor penghambat : ada guru dan staf belum sertifikasi, jarak rumah peserta didik yang jauh, koleksi buku kurang, keterbatasan guru dalam mendesain modul pembelajaran yang baik, dan bawaan karakter negative peserta didik. 3) Upaya dalam mengatasi hambatan dalam praktik Profil Pelajar Pancasila di SMA Negeri Tulakan yaitu mengikutkan guru dalam kegiatan workshop atau pelatihan, bekerja sama dengan tiga serangkai dalam akses informasi dan jurnal, mengikutsertakan guru mapel penggerak, serta pendampingan pemanfaatan IT, melakukan pendampingan kepada peserta didik.
Implementasi Practical Life Skill dalam Menumbuhkan Rasa Kesadaran Diri pada Anak Usia Dini Pawestri, Wulan Indri; Cahyono, Hadi; Muttaqin, Muhammad ‘Azzam
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1488

Abstract

Kesadaran diri adalah dimana individu dapat memahami diri sendiri dengan tepat, dan proses internalisasi informasi yang diterima, dan  pada akhirnya menjadi nilai yang diyakini serta tercermin dalam perilaku sehari-hari. Salah satu kegiatan yang dapat menumbuhkan rasa kesadaran diri pada anak yaitu practical life skill. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan implementasi practical life dalam menumbuhkan rasa kesadaran diri pada anak. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, lokasi penelitian di TK Dharma Wanita Tempuran, kecamatan Sawoo, Ponorogo, dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas, dan anak kelompok A usia 1-4  tahun. Penelitian ini di lakukan selama kurang lebih 2 bulan. data yang diperoleh  melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu implementasi practical life skill dapat menumbuhkan rasa kesadaran diri pada anak. Anak dapat melakukan aktivitasnya secara mandiri, dsiplin, memahami peraturan, dan memiliki rasa percaya diri, dan mengendalikan perasaan diri sendiri.
Sosialisasi Pengawasan Orang tua dalam Penggunaan Gadget terhadap Anak pada Wali Murid di SB Muhammadiyah Kepong, Wilayah Persekutuan Malaysia Widiawati, Suci; Mahardani, Ardhana Januar; Cahyono, Hadi; Nasution, Ikhwan Fauzi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 1 No. 3 (2023): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v1i3.45

Abstract

Peran orang tua sangat penting dalam pengawasan penggunaan gadget pada anak. Anak perlu diarahkan dalam mengakses gadget, apa yang boleh diakses dan tidak boleh diakses anak. Orang tua harus memiliki pemahaman tentang manfaat penggunaan gadget pada anak. Kegiatan ini dilakukan untuk mensosialisasikan kepada orang tua mengenai pengawasan terhadap penggunaan gadget pada anak murid Sanggar Bimbingan Muhammadiyah Kepong. Metode yang dilakukan dalam sosialisasi ini yaitu penyampaian materi dan diskusi tanya jawab. Tujuan kegiatan ini yaitu agar para orang tua lebih peduli terhadap pengawasan penggunaan gadget pada anak. Kegiatan ini memberikan wawasan atau pengetahuan mengenai dampak positif dan dampak negatif penggunaaan gadget serta bagaimana cara melakukan pengawasan penggunaan gadget pada anak. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah para orangtua menjadi lebih mengetahui dan memahami pentingnya peran orang tua dalam pengawasan penggunaan gadget pada anak.  
Education Service for Children of Unregistered Indonesian Migrant Workers in Malaysia Maharani, Deaningma; Mahardhani, Ardhana Januar; Cahyono, Hadi; Fadilah, Afifah Nur
Jurnal Borneo Administrator Vol. 20 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24258/jba.v20i2.1371

Abstract

Following registration records for the 2022 Unlicensed Foreign Worker Recalibration Program (PATI), 418,649 Indonesian citizens are participating in the labour recalibration program in Malaysia, so this will have a negative impact, namely an increase in the number of children of Indonesian migrant workers. Malaysian immigration authorities do not allow all migrant workers to invite their families to come live in Malaysia. This causes migrant workers' children to feel ostracized, discriminated against and denied their right to education due to a lack of access to education and love from their parents. The research aims to explore the role of government in providing educational services. The research method is descriptive and qualitative. The subjects of this research were the Indonesian and Malaysian governments, the children of unregistered immigrant workers in several guidance studios, and migrant workers. Data was collected through interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results found that the rights of Indonesian citizens and children have been fulfilled, such as access to education. Fulfilling these needs is achieved through the role of government, such as establishing formal and non-formal schools to foster a sense of comfort and protection. In addition, the government, with its role, can create appropriate policies to provide rights and safety to the children of unregistered immigrant workers
Gerakan Pemuda Muhammadiyah Dalam memperkokoh Identitas Nasional Suharto, Afif Audio Wahyu Widhi; Cahyono, Hadi; Utami, Prihma Sinta
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 5 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v5i2.576

Abstract

Penulisan artikel ini membahas tentang gerakan golongan muda yang terhimpun dalam organisasi Pemuda Muhammadiyah dalam memperkokoh identitas nasional. Identitas nasional merupakan manifestasi nilai-nilai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan dengan suatu ciri khas yang menjadikannya berbeda dengan bangsa lain, yakni Pancasila. Nasionalisme paham kebangsaan yang mengandung makna kesadaran dan semangat cinta tanah air. Nasionalisme juga mengandung makna persatuan dan kesatuan. Lunturnya rasa nasionalisme berarti lunturnya pula kesadaran dan semangat cinta tanah air. Dewasa ini rasa nasionalisme masyarakat Indonesia pun mulai luntur, terutama dikalanagan remaja. Hal itu terbukti dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang sudah tidak menyukai budaya dan produk lokal. Dalam memperkokoh nilai-nilai identitas nasional dapat dilakukan dengan melalui tiga upaya, antara lain yaitu gerakan melalui aspek representasi politik, sosial budaya dan perjuangan demokrasi secara bersinergi. Ada banyak organisasi atau gerakan di Indonesia yang berjuang untuk memperkokoh nilai-nilai identitas nasional. Salah satu organisasi yang menghimpun gerakan-gerakan dalam ranah publik secara kontestan adalah dari kelompok pemuda. Kelompok pemuda pada dasarnya memiliki ruang untuk terlibat aktif dalam memajukan bangsa Indonesia. Namun demikian, fakta di lapangan menunjukkan kelompok pemuda seringkali abai terhadap lingkungan sekitarnya bahkan budaya bangsanya sendiri. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan studi literasi atau studi kepustakaan. Adapaun studi kepustakaan yang dilakukan didapatkan dari hasil kajian artikel, internet, berita atau buku yang relevan. Fokus dalam jaian ini adalah membahas tentang bagaimana gerakan yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah dalam upayanya memperkokoh nilai-nilai identitas nasional yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk membahas dan menganalisa langkah-langkah pergerakan Pemuda Muhammadiyah era ini dalam memperkokoh identitas nasional serta menjelaskan apa saja faktor-faktor yang memperngaruhi pergerakan Pemuda Muhammadiyah dalam memperkokoh identitas nasional.
Strategi Pengembangan Mutu Sekolah Dasar dan Penguatan Karakter Siswa Di Masa Pandemi Covid-19 (Melalui Studi Kasus Di SDN 1 Kunti Sampung) Elva Adelia Yuliani; Cahyono, Hadi; Sinta Utami , Prihma
Civic-Culture : Jurnal Ilmu Pendidikan PKN dan Sosial Budaya Vol. 6 No. 1 (2022): June
Publisher : Penerbit STKIP PGRI Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31597/ccj.v6i1.656

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu sebuah usaha yang tentukan dan dirancang secara terstruktur agar bisa menciptakan sebuah proses belajar mengajar yang aktif, sehingga bisa mengembangkan potensi diri untuk memperkuat spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kegiatan masyarakat dan bangsa. Pendidikan juga untuk menciptakan manusia yang memiliki wawasan luas sehingga bisa meningkatkan mutu bagi semua aspek kehidupan. Sekolah menjadi sarana yang sangat stategis dalam menanamkan Pendidikan karakter. Dalam menanamkan Pendidikan karakter bisa dilakukan dengan beberapa Langkah yang strategis yaitu dengan mengintegrasikan konten Pendidikan karakter yang telah dirumuskan dalam semua mata pelajaran, mengintegrasikan Pendidikan karakter dalam kegiatan sehari-hari di sekolah, mengintegrasikan Pendidikan karakter dalam kegiatan yang di programkan atau direncanakan, dan membangun komunikasi Kerjasama antar sekolah dan orang tua peserta didik. Akan tetapi mutu Pendidikan nasional dan Pendidikan karakter yang sedang diharapkan, saat ini mengalami sebuah permasalahan pada peningkatan kualitas Pendidikan dan Pendidikan karakter, pemerataan kesempatan belajar yang hanya terfokuskan pada Pendidikan akademi sehingga Pendidikan karakter menjadi tidak diperhatikan, keterbatasan anggaran dan masih belum terpenuhinya sumber daya manusia yang professional. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan factor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan mutu sekolah dasar dan penguatan karakter siswa di masa pandemi Covid-19 (Melalui Studi Kasus Di SDN 1 Kunti Sampung) dan strategi yang dilakukan untuk mengembangkan mutu sekolah dasar dan penguatan karakter Siswa di masa pandemi Covid-19 (Melalui Studi Kasus Di SDN 1 Kunti Sampung). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Data deskriptif yang diperoleh berasal dari narasumber yang mengetahui kondisi dan situasi dari lingkungan SDN 1 Kunti Sampung seperti kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa. Penentuan narasumber ini nantinya menggunakan Teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya Kurangnya guru yang berkompeten, Kurangnya minat belajar peserta didik, Kurangnya sarana dan prasarana, Kurangnya media pembelajaran, orang tua/wali peserta didik merupakan penduduk kalangan ekonomi kebawah, dan Kurangnya pembekalan dan masih minimnya informasi mengenai kurikulum 2013. Hasil penelitian yang sudah dilakukan maka dirumuskan strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan Mutu Sekolah Dasar Melalui Studi Kasus Di SDN 1 Kunti Sampung Di Masa Pandemi Covid-19. Beberaoa strategi yang dilakukan yaitu terfokuskan pada peningkatan kualitas guru, peningkatan kualitas pembelajaran, pemenuhan saran dan prasarana.
The Relevance of Paulo Freire’s Liberation Education to the Implementation of the Independent Curriculum in Indonesia Juppenny, Ryan; Cahyono, Hadi; Hudijono, Singkir; Mahardhani, Ardhana Januar
Jurnal Sustainable Vol. 8 No. 1 (2025): Integrating Innovation, Technology, and Management in Education
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/yr06mx68

Abstract

Education in Paulo Freire's view has a great urgency as a means of liberation from social, political and economic injustice. This article examines the concept of Paulo Freire education which is oriented to humanization and critical awareness (conscienient) to fight dehumanization. Freire rejected the education model "bank style," which only positioned students as passive objects, and offers a dialogical approach as a solution to create interactive, critical, and relevant learning spaces to social contexts. The method used in this article is the study of literature, by examining various books, journals, and articles related to Freire thought. This study found that liberating education involved dialogue as the core of learning, where the teacher and students both acted as subjects. This process builds critical awareness that allows individuals to understand and change the structure of oppression in society. Education must be relevant to the life experience of students, allowing them to develop critical thinking to understand the root of the problem and take solutive. The results of the discussion show the relevance of the concept of Freire to the free curriculum of learning in Indonesia, which emphasizes the freedom and autonomy of students in exploring the potential of themselves. This article recommends the application of dialogue and reflection -based education as an approach to overcoming the challenges of globalization and improving the quality of education. Thus, education is not only a means of transferring knowledge, but also a tool to empower individuals as agents of social change.
Co-Authors Afriansyah, Alviananda Ghozu Khaira Afriyanti Afriyanti, Afriyanti Asmaroini, Ambiro Puji Aththoillah, Muhammad Sabiq Bambang Harmanto, Bambang Betty Yulia Wulansari, Betty Yulia Bharata, Risma Wira Chaniago, Zamawi Dwi Hartanto, Edwin Elva Adelia Yuliani Fadilah, Afifah Nur Fauzi Nasution, Ikhwan Feronika, Nopi Firdaus, Rizki Anugrah Hartanto, Edwin Dwi Hidayati, Anies Tri Imamudin, Iqbal Akbar Indarwati Indarwati Indriastuti, Niken Reti Januar Mahardani, Ardhana Juppenny, Ryan Lestari, Rosalia Widhiastuti Maharani, Deaningma Mahardani, Ardhana Januar Mahardani, Ardhana Zanuar Mahardhani , Ardhana Januar Mahardhani, Ardhana Januar Majid, Ikhwanuddin Abdul Majid, Ikhwanudin Abdul Mustikawati, Diyah Atiek Muttaqin, Muhammad ‘Azam Muttaqin, Muhammad ‘Azzam Nasution, Ikhwan Fauzi Nurdiana Tri Mulatsih Nurlitasari, Amy Pangestika, May Tree Widya Pawestri, Wulan Indri Prihma Sinta Utami, Prihma Sinta Puji A, Ambiro puji asmaroini, ambiro Purbarningrum, Catarina Dyah Putri , Wiffy Zalina Putri, Vera Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahadi Wiratmoko, Bimo Rahmani, Dianisa Dwi Rianti, Rianti Rudi Ruhardi Rudiawan, Rofi Sari, Rury Narulita Sendayu, Fendahapsari Singgih Septiono Eko Bawono Shohenuddin Shohenuddin, Shohenuddin Singkir Hudijono Sinta Utami , Prihma sinta utami, prihma Siti Asiyah Siti Rohmah Subangun, Subangun Suharto, Afif Audio Wahyu Widhi Suindartini Sunarto Sunarto Suriatie, Mimi Trisofirin, Marisa Triyawati, Titin Umam, Muhammad Khairul Widiawati, Suci Yeni Rahmawati, Ida Yulianto, Moch. Iman