Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : Karimah Tauhid

Karakteristik Sensori, Hedonik, dan Kimia Keripik Pangsit dengan Penambahan Ekstrak Kayu Secang sebagai Pewarna Alami Marhamah, Irma Siti; Saniyya, Ashila Nasyadhiya; Ariestyani, Imelda; Anisyah, Yuni Nur; Nurcahali, Fani; Qisthina, Dalilah; Permatahati, Ghina Sri; Kharyani, R. Aldini; Febriansyah, Ilham; Rahmawati, Siti; Fadhilah, Syifa; Hutami, Rosy; Aminah, Siti; Nurhalimah, Siti; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 2 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i2.11886

Abstract

Variasi warna diperlukan untuk menarik minat konsumen dengan menggunakan pewarna alami yang tidak berpengaruh terhadap rasa dan tekstur produk. Kayu secang sering digunakan sebagai pewarna alami makanan dan bahan tekstil karena mengandung senyawa brazilin yang mampu menghasilkan warna kuning. Faktor perlakuan yang digunakan yaitu variasi konsentrasi ekstrak kayu secang yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 1%, 2%, dan 3%. Parameter analisis yang diamati adalah analisis organoleptik yang terdiri dari uji hedonik dan sensori untuk menentukan formulasi terpilih dan dilanjut dengan analisis kimia yang terdiri dari uji proksimat dan antioksidan pada formulasi terpilih tersebut. Keripik pangsit dengan penambahan ekstrak kayu secang 3% menghasilkan produk dengan karakteristik sensori warna jingga pucat kecokelatan, rasa gurih sedikit berbau rempah, tekstur renyah dan aroma khas keripik pangsit goreng. Karakteristik kimia uji proksimat yaitu kadar air 2,00%, kadar abu 0,65%, kadar protein 14,44%, kadar lemak 57,00%, kadar karbohidrat 25,90%, dan uji antioksidan sebesar 46,495 ppm.
Karakteristik Kimia dan Organoleptik Brownies Tepung Kulit Pisang Kepok Kuning (Musa paradisiaca L.) Syafira, Fika Putri; Amalia, Lia; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 3 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i3.12660

Abstract

Perlu dilakukan upaya untuk mengurangi impor dan penggunaan tepung terigu di Indonesia menggunakan bahan baku lokal salah satunya tepung kulit pisang kepok kuning. penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang kepok kuning menjadi tepung sebagai substitusi tepung terigu dalam pembuatan brownies. Penelitian ini menggunakan Rangkaian Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor. Faktor pertama perbandingan tepung (tepung terigu:tepung kulit pisang kepok kuning) dengan tiga taraf perlakuan (60:40), (50:50), dan (40:60). Faktor kedua penambahan sukrosa dengan dua taraf perlakuan (100 g) dan (120 g). Analisis data menggunakan ANOVA dengan Uji Lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji sidik ragam (ANOVA) diketahui perbandingan tepung (tepung terigu:tepung kulit pisang kepok kuning), penambahan sukrosa serta interaksinya memberikan pengaruh terhadap karakteristik kimia (kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat), mutu sensori (warna dan aroma) dan hedonik (warna) brownies. Perbandingan tepung terigu:tepung kulit pisang kepok kuning serta interaksi antara perbandingan tepung dengan penambahan sukrosa memberikan pengaruh terhadap mutu sensori (tekstur). Penambahan sukrosa serta interaksi antara perbandingan tepung dengan penambahan sukrosa memberikan pengaruh terhadap mutu sensori (rasa) brownies yang dihasilkan. Kadar air yang diperoleh berkisar antara 12,95-15,47%, kadar abu 2,17-2,87%, kadar lemak 23,85-32,78%, kadar protein 5,12-8,24%, kadar karbohidrat 48,9-55,91%, nilai energi 447,85-500,18 kkal/gram, mutu sensori warna 4,41-7,63 (coklat cerah hingga coklat pekat), aroma 5,68-6,96 (beraroma pisang), tekstur 5,78-7,07 (lembut), rasa 6,4-7,22 (manis), serta hedonik warna 5,97-7,57, aroma 6,4-6,89, tekstur 6,2-6,87, rasa 6,27-6,58, dan overall 6,32-6,78, masing-masing ke arah sangat suka.
Pengaruh Lama Simpan Terhadap Uji Hedonik Permen Keras Daun Kersen (Muntingia calabura L) dan Buah Sirsak (Annona muricata L) Zahro, Halimah Az; Rohmayanti, Titi; Nurhalimah, Siti
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 4 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i4.12951

Abstract

Permen merupakan salah satu produk yang populer dan digemari oleh masyarakat. Permen tergolong produk higroskopis yang mudah rusak selama penyimpanan karena penurunan mutu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan parameter hedonik pada permen selama penyimpanan. Permen keras daun kersen dan buah sirsak disimpan pada tiga suhu yang berbeda (25 °C, 35 °C dan 45 °C) selama 28 hari penyimpanan (empat minggu) dengan menggunakan kemasan jenis metalized plastic. Setiap minggu dilakukan pengujian terhadap hedonik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Mutu permen keras mengalami perubahan selama penyimpana. Parameter hedonik mengalami penurunan tingkat kesukaan selama penyimpanan.
Karakteristik Kimia dan Sifat Sensori Teh Celup Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) dengan Penambahan Daun Stevia (Stevia rebaudiana) Elviana, Ratu Adis; Fitrilia, Tiana; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i5.13323

Abstract

Teh celup bunga kecombrang dengan penambahan daun stevia merupakan bentuk pemanfaatan tanaman kecombrang sebagai bahan pembuatan teh. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan konsentrasi kecombrang dan daun stevia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor, dimana faktor yang digunakan yaitu pengaruh konsentrasi bunga kecombrang : konsentrasi daun stevia dengan 3 taraf perlakuan yaitu (90:10) , (80:20) , (70:30) dan 2 kali ulangan. Analisis produk meliputi uji kadar polifenol, uji kadar air, uji kadar abu dan uji organoleptik meliputi parameter after taste, aroma, rasa, warna dan overall. Penentuan produk terpilih didasarkan pada uji kimia dan organoleptik (sensori dan hedonik). Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi bunga kecombrang 70 : 30 konsentrasi daun stevia menghasilkan kadar polifenol tertinggi sebesar 30,00 mg GAE/g. Hasil uji kadar air dan kadar abu tidak berpengaruh nyata pada setiap perlakuan, nilai kadar air teh celup bunga kecombrang berkisar 12,00%-13,00% sedangkan nilai kadar abu pada teh berkisar 7,10%-8,20%. Pada uji organoleptik (sensori dan hedonik) teh celup bunga kecombrang memberikan pengaruh nyata pada setiap perlakuan. Produk terpilih teh celup bunga kecombrang pada konsentrasi 70% bunga kecombrang dan 30% daun stevia menghasilkan aktivitas antioksidan dengan rata-rata 34,58%.
Karakteristik Fisik dan Kadar Air Cabai Merah (Capsicum annum L.) dengan Variasi Kondisi dan Kemasan Penyimpanan Khoirunnisa; Rohmayanti, Titi; Budiharti, Uning; Tjahjohutomo, Rudy
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 6 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i6.13518

Abstract

Cabai merah keriting (Capsicum annum L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang  mudah rusak sehingga tidak dapat disimpan untuk waktu yang lama. Salah satu Upaya untuk memperpanjang masa simpan yaitu dengan mengkombinasikan kondisi dengan kemasan penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh variasi penyimpanan kondisi ruang (T: 30-35°C, RH: 40-53%), kondisi kulkas (T: 10-15°C, RH: 45-65%) dan kondisi Controlled Atmosphere Storage (CAS, T: 13°C, O2: 5%, CO2: 0,031%, RH: 85-90%) dan kemasan kardus, plastic PP dan keranjang terbuka terhadap kadar air, warna merah (a), ekkerasan dan susut bobot. Penyimpanan ini dilakukan selama 30 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkal 2 faktor yaitu kemasan dan kondisi. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan ANOVA dan analisis lanjutan DMRT. Jasil uji menunjukkan bahwa kadar air yang stabil ditunjukkan pada keranjang terbuka dengan kondisi CAS yaitu sebesar 86,58%. Pada uji kekerasan pada penyimpanan kondisi CAS mengalami penurunan lebih sedikit dibandingkan dengan kondisi kulkas dan ruang. Pada uji warna merah (a) pada hari ke-30 yang paling cerah terdapat pada kemasan kardus kondisi kulkas yaitu 36,61 serta pada susut bobot yang memiliki hasil terbaik ada pada penyimpanan kondisi CAS.
Karakteristik Kimia dan Sensori Minuman Serbuk Instan Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L) Merr) dengan Kombinasi Sari Lemon (Citrus limon L) Setiawan, Bagus Adi; Puspasari, Erna; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15319

Abstract

Minuman serbuk instan adalah jenis produk pangan dengan bentuk butiran serbuk dan memiliki kemudahan dalam proses penyajiannya. Tujuan dari riset ini yaitu untuk membuat minuman serbuk instan dari umbi bawang dayak dengan penambahan sari lemon sebagai bentuk diversifikasi pangan dan mencari produk minuman serbuk instan terpilih. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu perlakuan perbandingan bawang dayak : sari lemon (70%:30%), (60%:40%), (50%:50%) dan (60%:40%). Analisis produk meliputi analisis kimia kadar air, kadar abu, pH dan aktivitas antioksidan serta dilakukan uji mutu sensori dan hedonik. Analisis data yang digunakan yaitu Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut duncan pada selang kepercayaan 95% (taraf α = 0,05). Penambahan sari buah lemon mempengaruhi kadar air, pH, mutu sensori dan hedonik. Hasil penelitian menyatakan jika formulasi minuman serbuk instan umbi bawang dayak dengan kombinasi sari lemon terpilih pada perbandingan (50%:50%) memiliki mutu warna mengarah ke merah kekuningan, rasa mengarah ke manis asam, aroma mengarah ke tidak langu dan aftertaste mengarah ke tidak pahit serta memiliki kadar air yaitu 3,44%, kadar abu yaitu 0,96%, pH yaitu 2,84 dan antioksidan yaitu 65,25 µg/mL.
Pengendalian Mutu Bahan dan Proses Produksi Minuman Jeli Ready To Drink (RTD) Permatahati, Ghina Sri; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15341

Abstract

Pengendalian mutu pangan merupakan upaya penting yang dilakukan dengan mengontrol kualitas produk untuk menjamin produk yang dihasilkan mempunyai mutu yang baik agar dapat bersaing di dunia industri. Tujuan kajian ini untuk mempelajari bahan dan proses produksi minuman jeli dalam upaya untuk pengembanganidisiplin dan pemahamaniilmu Teknologi Pangan. Metode pelaksanaan kajian ini yaitu observasi langsung, pencatatan, analisis data secara kualitatif deskriptif, diskusi, dan telaah pustaka. Hasil menunjukkan bahwa dari bahan baku air, gula (sukrosa), fruktosa, dan karagenan serta bahan tambahan ekstrak buah, pengawet natrium benzoat, pemanis aspartam dan natrium siklamat, pewarna allura red, carmoisine, violet, dan ponceou, pengasam asam sitrat, penstabil kalium sitrat dan cloudifier, dan perisa buah-buahan. Proses produksi dari penimbangan bahan baku, formulasi, pre-mixing dan mixing, holding, pasteurisasi, filling dan sealing, cooling, packing, metal detector dan palletizing. Bahan dan proses produksi melalui tahapan pengawasan dan pengendalian mutu yang baik sesuai standar. Minuman jeli Ready To Drink yang dihasilkan bermutu baik.
Literatur Review: Penyalahgunaan Boraks pada Berbagai Jenis Produk Pangan Ariestyani, Imelda; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15342

Abstract

Boraks dilarang penggunaannya, tetapi masih marak digunakan sebagai bahan tambahan suatu produk pangan. Penambahan boraks pada produk pangan dapat memperbaiki mutu fisik dan lebih tahan lama sehingga lebih menguntungkan bagi produsen dengan harga boraks yang murah dan masih mudah ditemukan di pasaran. Tujuan penelitian ini untuk menidentifikasi dan menganalisa penggunaan boraks pada berbagai jenis produk pangan. Metode penelitian menggunakan kajian pustaka yang bersumber dari jurnal yang berkaitan dengan permasalahan. Dihasilkan bahwa penggunaan boraks pada produk pangan masih marak digunakan di beberapa wilayah Indonesia.
Pengendalian Mutu pada Pengemasan Air Minum dalam Kemasan Berbahan Polyethylene Terephthalate Septian, Willyandi; Aminullah; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15475

Abstract

Pengemasan merupakan salah satu hal yang terpenting dalam produksi pangan karena sangat berkaitan dengan mutu pangan yang dihasilkan karena dengan adanya pengemasan yang baik dapat mempertahankan kondisi suatu produk pangan dari adanya kemungkinan kontaminasi luar. Proses bahan pengemasan terbuat dari bahan baku PET (Polyethylene Terephthalate) dan menggunakan prinsip blow molding merupakan suatu metode pembuatan yang dimulai dari menginjeksi material menjadi bakalan kemasan (Preform), kemudian preform ini dicetak menjadi kemasan yang diinginkan dengan cara menghembuskan udara dengan tekanan dan panas tertentu ke bahan yang akan dicetak. Terdiri dari beberapa tahapan yaitu pencampuran bahan baku, peleburan, pencetakan dan pendinginan, bakalan kemasan, inkubasi, pemanasan dan blowing. Hasil jadi produksi kemasan dilakukan pengendalian mutu oleh parameter uji yaitu, visual, pengukuran neck finish, tinggi ketebalan dan Vacuum Resistance. Ketidaksesuaian menjadi hal yang paling dihindari dari proses produksi kemasan. Ketidaksesuaian yang sering terjadi seperti, kemasan pecah, udara terperangkap dikemasan atau kemasan berkabut, bottom tidak sesuai pada tempatnya kemasan penyok dan inject gate molding menonjol. Salah satu alasan terjadinya ketidaksesuaian produk adalah adanya masalah pada faktor mesin. Ketidaksesuaian ini dapat berdampak negatif pada kualitas produk yang dapat dijual di pasaran, mengakibatkan kerugian secara finansial, dan dapat merusak citra perusahaan.
Proses Pengemasan pada Produk Air Minum dalam Kemasan (AMDK) 600 mL Ramadanti, Novia; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15535

Abstract

Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) menjadikan salah satu alternatif sebagai kebutuhan akan air minum ditengah sulitnya akses air bersih yang layak untuk diminum. Air minum dalam kemasan merupakan air yang telah diproses, dikemas dan aman untuk diminum. Proses pengemasan produk merupakan salah satu bagian dari proses produksi yang sangat penting dalam suatu produk. Adanya pengemasan pada produk dapat melindungi dan mempertahankan mutu produk agar tetap terjaga kualitasnya. Tujuan dari kajian ini yaitu untuk mempelajari tentang pengemasan pada produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) 600 ml di PT. X. Metode yang dilakukan dalam kajian ini meliputi kerja nyata, pengamatan dengan melihat langsung aktivitas di lapangan disertai wawancara, pencatatan, diskusi, serta telaah pustaka. Analisis data dilakukan dengan cara analisis kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem pengemasan produk  600 ml di PT. X dilakukan dengan metode system in line. Hal ini untuk menjaga produk aman hingga ke tangan konsumen. PT. X telah menerapkan standar kerja atau proses produksi berdasarkan Sistem Manajemen ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 22000, dan SNI 3553: 2015 sehingga dihasilkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang terjamin mutu dan kualitasnya. Selain itu, PT. X juga tetap menjaga kelestarian lingkungan dalam bentuk penerapan eco-freindly pada produknya.
Co-Authors Abdul Mujid Agustiani, Novi Ahmaludin Ahmaludin Alfarizi, Feby Arif Alfintawati, Aprillia Amelia, Iis AMINULLAH Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah, Aminullah Andriani Andriani Anisyah, Yuni Nur Apriani, Yasri Apriansyah, Agung Hidayat Aprilia, Della Argani, Pramudya Fajar Ariestyani, Imelda Arif, Zulfan Zaenal Arti Hastuti Aulia, Sandra Nurul Az-zahra, Raisha Putri Azmi, Fadhila Nurul Damayanti, Imay Daniel Daniel Delfitriani Distya Riski Hapsari Dwi Ananda, Delia Elviana, Ratu Adis Erna Puspasari Erna Puspasari Fadhilah, Syifa Fadillah Yudha Syahrul Fahruddin, Muhammad Naufal Fariha Rizki Sania Febriansyah, Ilham Feranica Fitrilia, Tiana Fuzawati, Fitri Gusrani, Salsabila Syifa Hafiyya, Naila Fathi Isnazaki Handayani, Ani Harianto, Indra Helmi Haris Iman, Muhamad Imay Damayanti Indiana Janet Indradewa, Rhian Intan Kusumaningrum Jaelani, Salsabila Azaria Karimy, Moh Faiz Khafiza, Salma Rukhiatul Kharyani, R. Aldini KHOIRUNNISA Kinanti, Putri Kurniawan, M. Fakih Lia Amalia Mandira, Mugi Tyas Mardiah Marhamah, Irma Siti Maryam Jamila Maulana, Ihsan Mega Silpia Meilani, Almanda Mir'atu Saa'dia Septiani Muhammad Rifki Muhammad Rifqi Muhammad Rifqi Suryana Muharrama, Yurandani Mukhreza, Destila Nawfal Imanudin Noli Novidahlia Nur Mila Sari Nurcahali, Fani Nurfadhilah, Kania Nurfauziah Hadiati Nurlaela, Raden Siti Nurul Izah, Linda Permatahati, Ghina Sri Pertiwi, Inno Ariska Puspa Pertiwi, Sri Rejeki Retna Prasojo, Muhammad Ghazy Fauzan Primaviera, Ellyvia Purba, Risdelita Putri, Sahila Aulia Qisthina, Dalilah Qodariah, Siti Nurlailatul Rahma, Anisa Aulia Rahmawati, Siti Irma Ramadani, Vika Ramadanti, Novia Risdelita Purba Rosadi, Siti Ledidah Muharromah Putri Rosy Hutami Rudy Tjahjohutomo Ruhiya, Fajar Samsu, Qatrun Nada Aghia Saniyya, Ashila Nasyadhiya Saputra, Wildan Sartika Widianingsih Saryono, Zunesha Puspa Sa’diah, Elin Halimatus Septian, Willyandi Septianingsih, Asiah Setiawan, Bagus Adi Setiawati, Mira Afrilia Siahaan, Muhamad Ardi Taufik Silpia, Mega Siti Aminah Siti Maulida Ulfa Siti Nova Isda Dwiyanti Siti Nurhalimah Siti Nurlaela, Raden Siti Rahmawati Sonjaya, Nabila Rizqi Chairiyati Sri Rejeki Retna Pertiwi Sunandi, Dedi Suryaman, Friska Dwi Syafira, Fika Putri Tiara Amanda Lestari Ulfah, Luthfia Uning Budiharti Utami Dwi Hapsari Wahyuni, Aulia Dinda Wardiningsih, Enanda Widianingsih, Sartika Widodo Suwito Widyaningrum, Rohmah Wulan, Nawang Yasri Apriani Yuni Nurmilasari Zahro, Halimah Az