Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol dan Etil Asetat Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius Johnst) Isliana, Sindi; Elsyana, Vida; Ulfa, Ade Maria
PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science Vol 3 No 1 (2022): PharmaCine : Journal of Pharmacy, Medical and Health Science
Publisher : Bachelor of Pharmacy Study Program, Faculty of Health Sciences, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/pc.v3i1.7241

Abstract

Latar belakang: Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menangkal radikal bebas dalam tubuh. Sumber alternatif tanaman alami yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan adalah pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius Johnst). Pengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak daun pepaya jepang belum banyak dilakukan. Penelitian ini akan menguji aktivitas antioksidan dari sampel daun pepaya jepang yang diekstrak dengan pelarut etanol dan etil asetat. Penggunaan kedua pelarut dipilih karena untuk mendapatkan target senyawa yang tepat sebagai antioksidan, dari senyawa yang bersifat semi polar hingga polar dalam ekstrak yang dikehendaki. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat aktivitas antioksidan pada bagian daun pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius Johnst). Metode: Penelitian ini menggunakan pelarut etanol 96 % dan etil asetat. Simplisia daun pepaya jepang diekstraksi dengan cara maserasi. Skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dilakukan pada kedua ekstrak daun pepaya jepang. Pengujian aktivitas antioksidan dengan DPPH (2,2- diphenyl-1-picrylhydrazin). Aktivitas antioksidan diuji secara kuantitatif dengan spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 515 nm dengan asam askorbat sebagai baku pembanding. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun pepaya jepang mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, saponin, tannin, dan terpenoid. Hasil berbeda didapatkan ekstrak etil asetat daun pepaya jepang negatif senyawa flavonoid. Parameter yang digunakan dalam pengujian aktivitas antioksidan adalah nilai IC50 (Inhibition Consentration 50) dengan membuat kurva hubungan antara konsentrasi dan persen inhibisi. Sehingga didapatkan nilai IC50 ekstrak etanol daun pepaya jepang 62,88 ppm (antioksidan kuat), dan ekstrak etil asetat sebesar 286,91 ppm (antioksidan lemah). Kata Kunci : Antioksidan, Cnidoscolus aconitifolius Johnst, Etanol, Etil asetat
Efektivitas Ekstrak Etil Asetat Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Larvasida Nyamuk Aedes aegypti Melita, Dina Ayu; Elsyana, Vida; Ulfa, Ade Maria
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 2, No 3 (2022): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijbp.v2i3.42396

Abstract

Daun pepaya memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, tanin, fenolik, saponin, flavonoid dan steroid yang berpotensi sebagai larvasida alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi ektrak etil asetat daun pepaya (Carica papaya L.) sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti dan bagaimana toksisitasnya. Penelitian ini menggunakan 7 kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak etil asetat daun pepaya (Carica papaya L.) 1%; 2%; 3%; 4%; 5%; Temephos 1% sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif yang tiap kelompok berisi 25 larva Aedes aegypti instar III dan IV dengan 4 kali pengulangan. Data yang didapat kemudian dianalisis dengan uji One Way ANOVA, uji Post Hoc LSD (Least Significance Different), dan uji probit. Hasil uji Post Hoc LSD efektivitas ekstrak daun pepaya pada konsentrasi 3%; 4%; dan 5% tidak memiliki perbedaan yang signifikan (P>0,05) dengan kontrol positif (Temephos 1%). Hasil analisis probit didapat nilai LC50 sebesar 2,09% sehingga dapat dikatakan bahwa ekstrak etil asetat daun pepaya (Carica papaya L.) mempunyai efektivitas sebagai larvasida dan memiliki sifat beracun dalam membunuh larva Aedes aegypti.
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF DARI EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill. ) DENGAN KOMBINASI BASIS PVA DAN HPMC SEBAGAI ANTIOKSIDAN Nofita, Nofita; Nasution, Yolanda; Ulfa, Ade Maria
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i2.11660

Abstract

Tanaman daun alpukat (Persea americana Mill.) merupakan sumber antioksidan alami. Senyawa antioksidan merupakan molekul yang dapat bereaksi dengan radikal bebas dan berfungsi menetralkan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengkombinasi basis PVA dan HPMC adalah agar diperoleh sediaan masker gel peel off aman, efektif & bermutu serta nyaman digunakan. Ekstraksi daun alpukat menggunakan teknik maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak di uji fitokimia dan diformulasi menjadi sediaan gel dengan variasi konsentrasi ekstrak daun alpukat. Gel dilakukan uji evaluasi fisik. Hasil rendemen yang didapat ekstrak daun alpukat diperoleh sebesar 37,5%. Hasil fitokimia pada ekstrak mengandung flavonoid, alkaloid, saponin. Hasil uji evaluasi fisik dan hedonik sediaan gel memenuhi syarat. Sediaan gel formula I memiliki aktivitas antioksidan dilihat dari IC50 sebesar 64,20 ppm yang berarti memiliki aktivitas antioksidan kuat pada seri ppm 6-14 ppm. Formula yang baik yaitu formula III dapat dilihat dari hasil uji evaluasi fisik, hasil uji hedonic, dan uji antioksidan. Kata kunci : Daun Alpukat (Persea americana Mill.) antioksidan, gel, DPPH
Optimalisasi Daun Kelor Sebagai Suplemen Pencegahan Anemia dalam Bentuk Kapsul Daun Kelor Sunarsih, Sunarsih; Mariza, Ana; Ulfa, Ade Maria
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i2.16026

Abstract

Anemia merupakan masalah medis yang paling sering ditemukan di masyarakat, di samping berbagai masalah utama masyarakat yang memiliki dampak besar terhadap kesehatan. seperti masalah jantung, keguguran, dan kelahiran prematur pada wanita dewasa. World Health Organization (WHO) dalam world health statistics tahun 2021 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada wanita usia reproduktif (15 -49 tahun) didunia tahun 2019 berkisar sebanyak 29.9% Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesehatan mitra serta kemampuan masyarakat secara mandiri membuat terapi non farmakologi yaitu kapsul daun kelor yang dapat mengurangi kejadian anemia. Kegiatan ini dilakukan di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Merbau Mataram. Kegiatan yang dilakukan dalam bentuk sosialisasi tentang anemia dan pemeriksaan anemia terhadap wanita usia produktif sebelum dan sesudah mengkonsumsi kapsul daun kelor, serta melakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan kapsul daun kelor oleh kepakaran dari dosen farmasi menggunakan teknologi mesin penepung herba farmasi dan alat pengisi bubuk kapsul.  Tercapai luaran adanya peningkatan kesehatan mitra yaitu tertanganinya anemia pada wanita usia produktif dari 42% menjadi  85% setelah konsumsi kapsul daun kelor selama 30 hari. Sedangkan evaluasi untuk peningkatan level keberdayaan mitra diketahui kemampuan masyarakat untuk Mitra mampu secara mandiri membuat kapsul daun kelor dengan menggunakan SOP yang diberikan oleh tim pelaksana dengan skor minimal 75. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan kesehatan wanita dengan memanfaatkan potensi lokal dalam hal ini daun kelor untuk mengatasi anemia.
POTENSI SEDIAAN SPRAY NANOEMULSI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Khotimah, Khusnul; Ulfa, Ade Maria; Nofita, Nofita
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9933

Abstract

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang sangat berguna bagi kesehatan manusia. Senyawa antioksidan dapat menginaktifasi berkembangnya reaksi oksidasi sehingga sering digunakan sebagai penangkal radikal bebas. Antioksidan alami merupakan jenis antioksidan yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami yaitu bunga telang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi fisik sediaan spray nanoemulsi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan untuk mengetahui apakah sediaan spray nanoemulsi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki aktivitas antioksidan. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut air dan kemudian di  freeze dry rendemen yang didapat yaitu 20,45% . Pada uji analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak bunga telang adalah 38,59 ppm, berdasarkan nilai tersebut ekstrak bunga telang dari kecamatan kutoarjo pringsewu termasuk kategori sangat kuat karena memiliki nilai IC50<50 sehingga dapat dikembangkan sebagai salah satu sumber antioksidan dari bahan alam.
Pengaruh Variasi Lama Ekstraksi Ultrasonik Terhadap Kadar Flavonoid dan Polifenol Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Ulfa, Ade Maria; Wardhani, Aulia Gita; Amalia, Putri
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.10986

Abstract

ABSTRAKBunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah jenis bunga dari tanaman Febaceae (polong-polongan) atau suku Papilionceae. Bunga telang memiliki kandungan senyawa kimia seperti tanin, fenol, flavonoid, alkaloid, dan steroid. Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antidiabetes, antibakteri, antikolesterol, antivirus, antihiperlipidemia, antiradang, dan antikanker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui waktu ekstraksi dengan gelombang ultrasonik terhadap kadar flavonoid dan polifenol ekstrak bunga telang. Penelitian ini menggunakan variasi waktu yaitu 10 menit, 20 menit, dan 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu ekstraksi gelombang ultrasonik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar flavonoid dan polifenol. Hasil terbaik menunjukkan pada waktu 30 menit menghasilkan total flavonoid sebesar 85,13 ± 0,372 mgQE/g ekstrak dan polifenol total sebesar 236,28 ± 5,642 mgGAE/g.Kata kunci : Bunga Telang, Ultrasonik, Flavonoid, Polifenol.
AKTIVITAS VANISHING CREAM EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria terantea L) SEBAGAI ANTI ACNE TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS Awalliyyah, Wahid Datul; Wulandari, Shinta; Ulfa, Ade Maria
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i2.11359

Abstract

Bunga telang merupakan salah satu keragaman hayati yang ada di Indonesia yang memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tannin, terpenoid, antrakuinon, alkaloid yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri. Vanishing cream merupakan sediaan krim yang banyak digunakan untuk kulit berjerawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi vanishing cream ekstrak bunga telang sebagai anti bakteri terhadap Staphylococcus aureus. Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode perkolasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Metode pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode cup plate thecnique dengan membuat sumuran pada media untuk diletakkan sampel krim pada sumuran tersebut. Rendemen yang dihasilkan dari proses ekstraksi sebanyak 48,78%. Sediaan vanishing cream dibuat dalam 3 variasi konsentrasi ekstrak yaitu konsentrasi 0,5%; 1%; dan 1,5%. Uji evaluasi fisik sediaan menunjukkan F1 dan F2 memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan topikal yang baik. Masing-masing formulasi sediaan juga tidak menunjukkan adanya reaksi iritasi dan F2 lebih banyak disukai pada uji hedonik. Pengujian aktivitas antibakteri sediaan vanishing cream ekstrak bunga telang masuk dalam kategori daya hambat lemah dengan rata-rata diameter zona hambat F1,F2 dan F3 < 5cm dan masing-masing kelompoknya tidak memiliki perbedaan yang bermakna sebagai antibakteri dengan nilai p-value > 0,05.
FORMULASI VARIASI GELLING AGENT PROPIL VINIL ALKOHOL SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) Nur Thahira, Alya Putri; Ulfa, Ade Maria; Elsyana, Vida
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i2.11358

Abstract

Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan yaitu bunga telang (Clitoria ternatea L.). Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan cara mengikat radikal bebas serta molekul yang reaktif sehingga dapat menghambat kerusakan sel. Formulasi sediaan masker gel peel off membutuhkan basis yang mampu menyatukan seluruh komponen formulasi, (Propil Vinil Alkohol) PVA adalah basis dari sediaan masker yang berperan dalam memberikan efektivitas peel off karena gel peel off adanya sifat adhesive. Tujuan dari penelitian ini menentukan konsentrasi gelling agent PVA dalam sediaan masker gel peel off ekstrak bunga telang yang baik sebagai antioksidan serta memenuhi uji evaluasi fisik. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode (Ultrasonic-assisted Extraction). Pelarut yang digunakan dalam penelitian ini adalah etanol 96%. Dalam pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1- picrylhydrazyl). Hasil rendemen yang diperoleh adalah 38,75%. Sediaan masker gel peel off ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan gelling agent PVA 10% memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik dalam konsentrasi ekstrak 1% . Hasil IC50 dari masker gel peel off sebesar 89,366 ppm yang berarti memiliki aktivitas antioksidan kuat. 
ANALISIS PENGAWET NATRIUM BENZOAT, NATRIUM METABISULFIT DAN NATRIUM SIKLAMAT PADA SAOS DI PASARAN Saputri, Nurotul Mega; Nofita, Nofita; Ulfa, Ade Maria
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9583

Abstract

Saos digunakan masyarakat sebagai bahan pendamping berbagai makanan. Saos dapat ditambahkan pengawet seperti natrium benzoat, natrium metabisulfit dan natrium siklamat. Penggunaan pengawet harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku karena dapat merugikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan natrium benzoat, natrium metabisulfit, dan natrium siklamat pada 10 merek saos kemasan plastik yang beredar di pasar Bandar Lampung. Penetapan kadar natrium benzoat dan natrium siklamat dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, sedangkan natrium metabisulfit dengan iodimetri. Hasil penelitian ini ditemukan 10 sampel yang positif mengandung pengawet natrium benzoat, dan 1 sampel positif natrium siklamat, dan 4 sampel mengandung natrium metabisulfit. Kadar pengawet yang didapatkan pada 10 sampel tidak melebihi batas kadar yang diperbolehkan pada Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013 yaitu 1 mg/kg untuk natrium benzoat, 0-0,07 mg/kg natrium metabisulfit, dan 0-2 mg/kg natrium siklamat. 
Uji Stabilitas dan Antibakteri Spray Nanoemulsi Ekstrak Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) dengan Variasi Polietilen Glikol (Peg) 400 Sari, Rizki Tribuana; Ulfa, Ade Maria; Elsyana, Vida
Journal of Islamic Medicine Vol 8, No 1 (2024): JOURNAL OF ISLAMIC MEDICINE EDISI MARET 2024
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v8i1.23292

Abstract

Nanotechnology has been used in drug delivery systems because it can improve drug penetration and absorption. PEG 400 can reduce interfacial tension and create a stable nanoemulsion system that also increase the ability of the active substance to inhibit bacterial growth. The purpose of this study was to identify the stability of spray nanoemulsion preparations of (Clitoria ternatea L.) with variations of PEG 400 and test the antibacterial activity against Staphylococcus epiermidis. Extraction using maceration method then freeze dried the yield obtained was 29.33%. The preparation was carried out physical evaluation test, antibacterial test of disc diffusion method, and stability test. The results of the stability test showed the results of the pH test, spreadability, dry time and viscosity did not experience significant differences (P>0.05). At organoleptic and tests, only F1 was the most stable and preferred preparation. The inhibition zone activity hedonic of spray nanoemulsion preparation with a concentration of 15% amounted to 9.84±0.44 mm, 20% concentration of 10.70±0.65 mm, 25% concentration of concentration was 12.24±0.61 mm. The results of the antibacterial test analyzed using Kruskal-Wallis obtained a significant value of 0.013, which means that there is a significant difference the average value of the bacterial inhibition zone between each treatment group. Spray nanoemulsion of F1 telang flower extract with PEG 400 (15%) showed the most stable physical quality and antibacterial properties.