Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS VANISHING CREAM EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria terantea L) SEBAGAI ANTI ACNE TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS Awalliyyah, Wahid Datul; Wulandari, Shinta; Ulfa, Ade Maria
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i2.11359

Abstract

Bunga telang merupakan salah satu keragaman hayati yang ada di Indonesia yang memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, tannin, terpenoid, antrakuinon, alkaloid yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri. Vanishing cream merupakan sediaan krim yang banyak digunakan untuk kulit berjerawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi vanishing cream ekstrak bunga telang sebagai anti bakteri terhadap Staphylococcus aureus. Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini adalah metode perkolasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Metode pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode cup plate thecnique dengan membuat sumuran pada media untuk diletakkan sampel krim pada sumuran tersebut. Rendemen yang dihasilkan dari proses ekstraksi sebanyak 48,78%. Sediaan vanishing cream dibuat dalam 3 variasi konsentrasi ekstrak yaitu konsentrasi 0,5%; 1%; dan 1,5%. Uji evaluasi fisik sediaan menunjukkan F1 dan F2 memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan topikal yang baik. Masing-masing formulasi sediaan juga tidak menunjukkan adanya reaksi iritasi dan F2 lebih banyak disukai pada uji hedonik. Pengujian aktivitas antibakteri sediaan vanishing cream ekstrak bunga telang masuk dalam kategori daya hambat lemah dengan rata-rata diameter zona hambat F1,F2 dan F3 < 5cm dan masing-masing kelompoknya tidak memiliki perbedaan yang bermakna sebagai antibakteri dengan nilai p-value > 0,05.
FORMULASI VARIASI GELLING AGENT PROPIL VINIL ALKOHOL SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) Nur Thahira, Alya Putri; Ulfa, Ade Maria; Elsyana, Vida
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i2.11358

Abstract

Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan yaitu bunga telang (Clitoria ternatea L.). Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan cara mengikat radikal bebas serta molekul yang reaktif sehingga dapat menghambat kerusakan sel. Formulasi sediaan masker gel peel off membutuhkan basis yang mampu menyatukan seluruh komponen formulasi, (Propil Vinil Alkohol) PVA adalah basis dari sediaan masker yang berperan dalam memberikan efektivitas peel off karena gel peel off adanya sifat adhesive. Tujuan dari penelitian ini menentukan konsentrasi gelling agent PVA dalam sediaan masker gel peel off ekstrak bunga telang yang baik sebagai antioksidan serta memenuhi uji evaluasi fisik. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode (Ultrasonic-assisted Extraction). Pelarut yang digunakan dalam penelitian ini adalah etanol 96%. Dalam pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1- picrylhydrazyl). Hasil rendemen yang diperoleh adalah 38,75%. Sediaan masker gel peel off ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan gelling agent PVA 10% memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik dalam konsentrasi ekstrak 1% . Hasil IC50 dari masker gel peel off sebesar 89,366 ppm yang berarti memiliki aktivitas antioksidan kuat. 
ANALISIS PENGAWET NATRIUM BENZOAT, NATRIUM METABISULFIT DAN NATRIUM SIKLAMAT PADA SAOS DI PASARAN Saputri, Nurotul Mega; Nofita, Nofita; Ulfa, Ade Maria
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9583

Abstract

Saos digunakan masyarakat sebagai bahan pendamping berbagai makanan. Saos dapat ditambahkan pengawet seperti natrium benzoat, natrium metabisulfit dan natrium siklamat. Penggunaan pengawet harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku karena dapat merugikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan natrium benzoat, natrium metabisulfit, dan natrium siklamat pada 10 merek saos kemasan plastik yang beredar di pasar Bandar Lampung. Penetapan kadar natrium benzoat dan natrium siklamat dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, sedangkan natrium metabisulfit dengan iodimetri. Hasil penelitian ini ditemukan 10 sampel yang positif mengandung pengawet natrium benzoat, dan 1 sampel positif natrium siklamat, dan 4 sampel mengandung natrium metabisulfit. Kadar pengawet yang didapatkan pada 10 sampel tidak melebihi batas kadar yang diperbolehkan pada Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013 yaitu 1 mg/kg untuk natrium benzoat, 0-0,07 mg/kg natrium metabisulfit, dan 0-2 mg/kg natrium siklamat. 
POTENSI SEDIAAN SPRAY NANOEMULSI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Khotimah, Khusnul; Ulfa, Ade Maria; Nofita, Nofita
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9933

Abstract

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang sangat berguna bagi kesehatan manusia. Senyawa antioksidan dapat menginaktifasi berkembangnya reaksi oksidasi sehingga sering digunakan sebagai penangkal radikal bebas. Antioksidan alami merupakan jenis antioksidan yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami yaitu bunga telang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi fisik sediaan spray nanoemulsi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan untuk mengetahui apakah sediaan spray nanoemulsi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki aktivitas antioksidan. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut air dan kemudian di  freeze dry rendemen yang didapat yaitu 20,45% . Pada uji analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak bunga telang adalah 38,59 ppm, berdasarkan nilai tersebut ekstrak bunga telang dari kecamatan kutoarjo pringsewu termasuk kategori sangat kuat karena memiliki nilai IC50<50 sehingga dapat dikembangkan sebagai salah satu sumber antioksidan dari bahan alam.
Pengaruh Variasi Lama Ekstraksi Ultrasonik Terhadap Kadar Flavonoid dan Polifenol Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Ulfa, Ade Maria; Wardhani, Aulia Gita; Amalia, Putri
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.10986

Abstract

ABSTRAKBunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah jenis bunga dari tanaman Febaceae (polong-polongan) atau suku Papilionceae. Bunga telang memiliki kandungan senyawa kimia seperti tanin, fenol, flavonoid, alkaloid, dan steroid. Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antidiabetes, antibakteri, antikolesterol, antivirus, antihiperlipidemia, antiradang, dan antikanker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui waktu ekstraksi dengan gelombang ultrasonik terhadap kadar flavonoid dan polifenol ekstrak bunga telang. Penelitian ini menggunakan variasi waktu yaitu 10 menit, 20 menit, dan 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu ekstraksi gelombang ultrasonik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar flavonoid dan polifenol. Hasil terbaik menunjukkan pada waktu 30 menit menghasilkan total flavonoid sebesar 85,13 ± 0,372 mgQE/g ekstrak dan polifenol total sebesar 236,28 ± 5,642 mgGAE/g.Kata kunci : Bunga Telang, Ultrasonik, Flavonoid, Polifenol.
Evaluasi Fisik Dan Uji Aktivitas Sediaan Hair Tonic Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Terhadap Pertumbuhan Rambut Kelinci Jantan (Oryctolagus cuniculus) Lestari, Alfi; Ulfa, Ade Maria; Saputri, Gusti Ayu Rai
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 22 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14522835

Abstract

Hair tonic is one of the cosmetic products that can prevent hair loss. Striped flowers (Clitoria ternatea L) have the potential to overcome hair loss because they contain antioxidant and anti-inflammatory compounds, namely flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, and others. The purpose of this study was to make a hair tonic preparation containing telang flower extract and test its activity on hair growth, physical evaluation of hair tonic preparations and determine the best hair growth activity. This research uses ultrasonic method with solvent aquadest. Hair tonic is made with concentrations of 2.5%, 5%, and 10%. The preparation is applied to the skin of rabbits daily for 28 days and the length of hair is measured on days 7, 14, 21 and 28 using calipers. Minoxidil is used as a positive control. The test results showed that F1(2.5%) and F2(5%) had hair growth activity seen from the sig value of <0.05 which was significantly different from F3(10%) and K(+). F3(10%) has the best hair growth activity which is not significantly different from K(+) with an average hair length of 7.56 1.91 and a sig value of >0.05. Hair tonic preparations of telang flower extract (Clitoria ternate L) F1, F2 and F3 meet the evaluation of physical preparations in accordance with SNI 19-4955-1998.
Formulasi Dan Uji Evaluasi Antibakteri Masker Gel Peel-Off Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Dengan Variasi Gelling Agent PVA Ajimahtinur, Selma; Ulfa, Ade Maria; Saputri, Gusti Ayu Rai
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 24 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acne is a skin condition that occurs due to excess oil causing clogged pores, acne can experience inflammation caused by Staphylococcus aureus bacteria. Butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) has an active substance as an antibacterial. This study aims to determine the concentration of PVA gelling agent in peel off gel mask preparations of butterfly pea extract which is good at inhibiting Staphylococcus aureus bacteria and fulfilling physical evaluation. Extraction of butterfly pea flower using ultrasonic method with 96% ethanol solvent. PVA concentration used F1 10%, F2 12%, F3 14%. Physical evaluation tests included organoleptic tests, homogeneity, pH, spreadability, drying time, irritation tests and hedonic tests. Antibacterial activity test using well diffusion method. The activity results of the inhibition zone formed at 10% PVA concentration were 9.70 mm, 12% PVA concentration were 8.43 mm, and 14% PVA concentration were 7.13 mm. Antibacterial test results were analyzed using ANOVA and LSD follow-up test. The results of the statistical analysis showed that there were significant differences in the inhibition zones, namely 0.000 (sig <0.05) between all formulations. Based on the results of the study, it can be concluded that the Peel off gel mask with butterfly pea extract with the PVA gelling agent variation has the best physical properties and has the greatest inhibitory activity in formulation 1 with a PVA concentration of 10%..
Peningkatan pengetahuan tentang kewirausahaan di pondok pesantren Al Firdaus Listyaningsih, Erna; Nuryani, Dina Dwi; Natalina, Natalina; Ulfa, Ade Maria; Oktarina, Devi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i6.757

Abstract

Background: One of the challenges faced by Indonesia in global competition is improving the quality of its human resources. The formal and non-formal education sectors also have a very significant role in creating its human resources. Islamic boarding schools are one of the Islamic-based educational communities that have developed quite significantly in Indonesia. Islamic boarding schools as educational institutions have long played a role in shaping the character and knowledge of the young generation in Indonesia. The young generation who have received formal education in Islamic boarding schools should be equipped with expertise or at least have entrepreneurial skills as a form of support in providing a quality generation in the future. A generation that has the ability and has an entrepreneurial spirit will greatly assist in achieving economic growth regionally and nationally. In general, there are still many Islamic boarding schools that have not included an entrepreneurship curriculum in their learning system. Purpose: Providing education about entrepreneurship to students with the aim of improving their abilities to become a generation with an entrepreneurial spirit. Method: This community service activity was held in October 2024 at the Al Firdaus Islamic Boarding School in Kemiling Village, Bandar Lampung City with 89 students with the target of the activity to provide education about the importance of entrepreneurship and its benefits. The education provided is knowledge, insight, understanding, literacy about the basic concepts of entrepreneurship related to managing the environment around the Islamic boarding school such as utilizing organic and inorganic waste into something of economic value. Results: Participants gain knowledge in managing the environment related to waste problems and the participants are also enthusiastic in participating in the activities, listening carefully to the material presented, asking questions and having interactive discussions with the service team during the activity until the end. The participants also get comprehensive solutions about entrepreneurship in addition to managing waste in maintaining environmental health. The implementation of the activity went very well and received a good response in the form of ideas and innovations from the participants. Conclusion: Education to increase knowledge about entrepreneurship can develop the spirit of entrepreneurship, increase literacy, competence, and creativity in the mindset of students. Suggestion: Provide entrepreneurial assistance in Islamic boarding schools to improve the spirit, enthusiasm and entrepreneurial competence of the students of the Al Firdaus Islamic Boarding School so that they will get graduates who have more value, especially knowledge about entrepreneurship and managing environmental health. Keywords: Education; Entrepreneurship; Environmental health; Islamic boarding school Pendahuluan: Salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia dalam kompetisi global adalah peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Sektor pendidikan formal dan nonformal juga memiliki peranan yang sangat signifikan terhadap penciptaan sumber daya manusianya. Pondok pesantren (Ponpes) adalah salah satu komunitas pendidikan berbasis Islam yang cukup besar perkembangannya di Indonesia. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang telah lama berperan dalam membentuk  karakter  dan  pengetahuan  generasi  muda  di  Indonesia. Generasi muda yang sudah mendapatkan pendidikan formal dikalangan pondok pesantren sebaiknya dilengkapi dengan keahlian atau setidaknya memiliki ketrampilan kewirausahaan sebagai bentuk dukungan dalam penyediaan generasi berkualitas di masa depan. Generasi yang memiliki kemampuan dan memiliki jiwa kewirausahaan akan sangat membantu pencapaian pertumbuhan ekonomi secara regional maupun nasional. Pada umumnya masih banyak pondok pesantren yang belum memasukkan kurikulum kewirausahaan ke dalam sistem pembelajarannya. Tujuan: Memberikan edukasi tentang kewirausahaan pada santri dengan sasaran meningkatkan kemampuan diri menjadi generasi yang memiliki jiwa entrepreneur. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan pada bulan Oktober 2024 di Ponpes Al Firdaus di Kelurahan Kemiling Kota Bandar Lampung dengan jumlah santri sebanyak 89 santri dengan sasaran kegiatan memberikan edukasi tentang pentingnya kewirausahaan dan manfaatnya. Edukasi yang diberikan adalah pengetahuan, wawasan, pemahaman, literasi tentang konsep dasar wirausaha yang berkaitan dengan mengelola lingkungan sekitar ponpes seperti pemanfaatan sampah organik dan anorganik menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Hasil: Peserta mendapatkan pengetahuan dalam mengelola lingkungan terkait dengan masalah sampah dan para peserta juga antusias mengikuti kegiatan, menyimak dengan baik dari materi yang disampaikan, mengajukan pertanyaan dan diskusi interaktif dengan tim pengabdian selama kegiatan berlangsung sampai akhir. Para peserta juga mendapatkan solusi komprehensif tentang kewirausahaan selain dari mengelola sampah dalam menjaga kesehatan lingkungan. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan sangat baik dan mendapatkan respon baik berupa munculnya ide dan inovasi dari para peserta. Simpulan: Edukasi peningkatan pengetahuan tentang kewirausahaan dapat mengembangkan semangat jiwa wirausaha, meningkatkan literasi, kompetensi, kreativitas pola pikir para santri. Saran: Memberikan pendampingan kewirausahaan di pondok pesantren  untuk  meningkatkan  jiwa,  semangat  dan  kompetensi  kewirausahaan  para santri Pondok Pesantren Al Firdaus  sehingga  akan mendapatkan lulusan santri yang memiliki  nilai lebih terutama pengetahuan tentang kewirausahaan dan mengelola kesehatan lingkungan.
Formulasi Dan Uji Stabilitas Hand Cream Variasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Dengan Basis VCO Sebagai Pelembab Kulit Tangan Muliyanti, Reni; Ulfa, Ade Maria; Lestari, Yovita Endah
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i1.18953

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki kandungan antioksidan, sehingga dapat dijadikan bahan alami pembuatan kosmetik. Kandungan flavonoid pada tanaman ini dapat melembabkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit buah naga merah dengan basis VCO, mengetahui pengaruh variasi ekstrak pada sediaan hand cream dalam uji stabilitas, mengetahui efektivitas kelembaban yang baik, dan menentukan stabilitas penyimpanan sediaan krim. Variasi konsentrasi ekstrak etanol kulit buah naga merah pada ketiga formulasi yaitu 4%, 6%, 8%. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil rendemen ekstraksi kulit buah naga merah sebanyak 8,4%. Krim dilakukan uji evaluasi fisik, uji tipe krim, uji iritasi, dan uji efektivitas kelembaban. Hasil pembuatan sediaan krim memenuhi parameter fisik dengan uji Paired Sample T-Test semua formula memenuhi persyaratan parameter karena nilai signifikansi >0,05 sehingga tidak memiliki perbedaan nilai signifikan antara keempat formula. Penentuan uji stabilitas metode cycling test didapatkan hasil bahwa keempat formula stabil dalam penyimpanan selama 12 hari. Penentuan efektivitas kelembaban yang paling tinggi pada ketiga formula yaitu pada formula 3 dengan konsentrasi ekstrak sebesar 8% dengan kenaikan kelembaban selama 7 hari perawatan sebesar 11,4%, sehingga semakin besar konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah yang digunakan, maka kelembaban kulit akan semakin meningkat.
Hubungan Pengetahuan Terhadap Keyakinan Dan Sikap Pengguanaan Antibiotik Di Puskesmas Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung Fadhil, Rafi Muhammad; Saputri, Gusti Ayu Rai; Ulfa, Ade Maria
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i1.17604

Abstract

Penggunaan antibiotik pada masyarakat perlu disertai dengan pengetahuan, keyakinan dan sikap yang baik tentang penggunaan antibiotik. Pemberian antibiotik tanpa resep dokter menimbulkan bahaya kesehatan cukup parah seperti menyebabkan memperparah penyakit dan kematian. Resistensi merupakan kekuatan bakteri dengan tujuan menetralkan atau mengurangi efektivitas antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan pengetahuan terhadap keyakinan dan sikap penggunaan antibiotik pada masyarakat di Puskesmas Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non- eksperimental dengan desain Cross Sectional. Pengambilan data dilakukan secara cluster sampling dengan menggunakan kuesioner. Hasil hubungan pengetahuan terhadap keyakinan dan sikap penggunaan antibiotik dapat disimpulkan yaitu pengetahuan terhadap keyakinan diperoleh koefisien korelasi 0,085 menunjukkan bahwa nilai signifikansi > 0,05 yang artinya tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan keyakinan dan hasil hubungan antara pengetahuan terhadap sikap dapat disimpulkan yaitu pengetahuan terhadap sikap diperoleh koefisien korelasi 0,128 menunjukkan bahwa nilai signifikansi > 0,05 yang artinya tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap penggunaan antibiotik.