Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI VARIASI GELLING AGENT PROPIL VINIL ALKOHOL SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) Nur Thahira, Alya Putri; Ulfa, Ade Maria; Elsyana, Vida
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i2.11358

Abstract

Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan yaitu bunga telang (Clitoria ternatea L.). Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan cara mengikat radikal bebas serta molekul yang reaktif sehingga dapat menghambat kerusakan sel. Formulasi sediaan masker gel peel off membutuhkan basis yang mampu menyatukan seluruh komponen formulasi, (Propil Vinil Alkohol) PVA adalah basis dari sediaan masker yang berperan dalam memberikan efektivitas peel off karena gel peel off adanya sifat adhesive. Tujuan dari penelitian ini menentukan konsentrasi gelling agent PVA dalam sediaan masker gel peel off ekstrak bunga telang yang baik sebagai antioksidan serta memenuhi uji evaluasi fisik. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode (Ultrasonic-assisted Extraction). Pelarut yang digunakan dalam penelitian ini adalah etanol 96%. Dalam pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1- picrylhydrazyl). Hasil rendemen yang diperoleh adalah 38,75%. Sediaan masker gel peel off ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dengan gelling agent PVA 10% memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik dalam konsentrasi ekstrak 1% . Hasil IC50 dari masker gel peel off sebesar 89,366 ppm yang berarti memiliki aktivitas antioksidan kuat. 
ANALISIS PENGAWET NATRIUM BENZOAT, NATRIUM METABISULFIT DAN NATRIUM SIKLAMAT PADA SAOS DI PASARAN Saputri, Nurotul Mega; Nofita, Nofita; Ulfa, Ade Maria
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9583

Abstract

Saos digunakan masyarakat sebagai bahan pendamping berbagai makanan. Saos dapat ditambahkan pengawet seperti natrium benzoat, natrium metabisulfit dan natrium siklamat. Penggunaan pengawet harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku karena dapat merugikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan natrium benzoat, natrium metabisulfit, dan natrium siklamat pada 10 merek saos kemasan plastik yang beredar di pasar Bandar Lampung. Penetapan kadar natrium benzoat dan natrium siklamat dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, sedangkan natrium metabisulfit dengan iodimetri. Hasil penelitian ini ditemukan 10 sampel yang positif mengandung pengawet natrium benzoat, dan 1 sampel positif natrium siklamat, dan 4 sampel mengandung natrium metabisulfit. Kadar pengawet yang didapatkan pada 10 sampel tidak melebihi batas kadar yang diperbolehkan pada Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013 yaitu 1 mg/kg untuk natrium benzoat, 0-0,07 mg/kg natrium metabisulfit, dan 0-2 mg/kg natrium siklamat. 
POTENSI SEDIAAN SPRAY NANOEMULSI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Khotimah, Khusnul; Ulfa, Ade Maria; Nofita, Nofita
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9933

Abstract

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang sangat berguna bagi kesehatan manusia. Senyawa antioksidan dapat menginaktifasi berkembangnya reaksi oksidasi sehingga sering digunakan sebagai penangkal radikal bebas. Antioksidan alami merupakan jenis antioksidan yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami yaitu bunga telang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi fisik sediaan spray nanoemulsi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan untuk mengetahui apakah sediaan spray nanoemulsi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki aktivitas antioksidan. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut air dan kemudian di  freeze dry rendemen yang didapat yaitu 20,45% . Pada uji analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak bunga telang adalah 38,59 ppm, berdasarkan nilai tersebut ekstrak bunga telang dari kecamatan kutoarjo pringsewu termasuk kategori sangat kuat karena memiliki nilai IC50<50 sehingga dapat dikembangkan sebagai salah satu sumber antioksidan dari bahan alam.
Pengaruh Variasi Lama Ekstraksi Ultrasonik Terhadap Kadar Flavonoid dan Polifenol Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Ulfa, Ade Maria; Wardhani, Aulia Gita; Amalia, Putri
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i1.10986

Abstract

ABSTRAKBunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah jenis bunga dari tanaman Febaceae (polong-polongan) atau suku Papilionceae. Bunga telang memiliki kandungan senyawa kimia seperti tanin, fenol, flavonoid, alkaloid, dan steroid. Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antidiabetes, antibakteri, antikolesterol, antivirus, antihiperlipidemia, antiradang, dan antikanker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui waktu ekstraksi dengan gelombang ultrasonik terhadap kadar flavonoid dan polifenol ekstrak bunga telang. Penelitian ini menggunakan variasi waktu yaitu 10 menit, 20 menit, dan 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu ekstraksi gelombang ultrasonik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar flavonoid dan polifenol. Hasil terbaik menunjukkan pada waktu 30 menit menghasilkan total flavonoid sebesar 85,13 ± 0,372 mgQE/g ekstrak dan polifenol total sebesar 236,28 ± 5,642 mgGAE/g.Kata kunci : Bunga Telang, Ultrasonik, Flavonoid, Polifenol.
Evaluasi Fisik Dan Uji Aktivitas Sediaan Hair Tonic Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Terhadap Pertumbuhan Rambut Kelinci Jantan (Oryctolagus cuniculus) Lestari, Alfi; Ulfa, Ade Maria; Saputri, Gusti Ayu Rai
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 22 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14522835

Abstract

Hair tonic is one of the cosmetic products that can prevent hair loss. Striped flowers (Clitoria ternatea L) have the potential to overcome hair loss because they contain antioxidant and anti-inflammatory compounds, namely flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, and others. The purpose of this study was to make a hair tonic preparation containing telang flower extract and test its activity on hair growth, physical evaluation of hair tonic preparations and determine the best hair growth activity. This research uses ultrasonic method with solvent aquadest. Hair tonic is made with concentrations of 2.5%, 5%, and 10%. The preparation is applied to the skin of rabbits daily for 28 days and the length of hair is measured on days 7, 14, 21 and 28 using calipers. Minoxidil is used as a positive control. The test results showed that F1(2.5%) and F2(5%) had hair growth activity seen from the sig value of <0.05 which was significantly different from F3(10%) and K(+). F3(10%) has the best hair growth activity which is not significantly different from K(+) with an average hair length of 7.56 1.91 and a sig value of >0.05. Hair tonic preparations of telang flower extract (Clitoria ternate L) F1, F2 and F3 meet the evaluation of physical preparations in accordance with SNI 19-4955-1998.
Formulasi Dan Uji Evaluasi Antibakteri Masker Gel Peel-Off Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Dengan Variasi Gelling Agent PVA Ajimahtinur, Selma; Ulfa, Ade Maria; Saputri, Gusti Ayu Rai
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 24 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acne is a skin condition that occurs due to excess oil causing clogged pores, acne can experience inflammation caused by Staphylococcus aureus bacteria. Butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) has an active substance as an antibacterial. This study aims to determine the concentration of PVA gelling agent in peel off gel mask preparations of butterfly pea extract which is good at inhibiting Staphylococcus aureus bacteria and fulfilling physical evaluation. Extraction of butterfly pea flower using ultrasonic method with 96% ethanol solvent. PVA concentration used F1 10%, F2 12%, F3 14%. Physical evaluation tests included organoleptic tests, homogeneity, pH, spreadability, drying time, irritation tests and hedonic tests. Antibacterial activity test using well diffusion method. The activity results of the inhibition zone formed at 10% PVA concentration were 9.70 mm, 12% PVA concentration were 8.43 mm, and 14% PVA concentration were 7.13 mm. Antibacterial test results were analyzed using ANOVA and LSD follow-up test. The results of the statistical analysis showed that there were significant differences in the inhibition zones, namely 0.000 (sig <0.05) between all formulations. Based on the results of the study, it can be concluded that the Peel off gel mask with butterfly pea extract with the PVA gelling agent variation has the best physical properties and has the greatest inhibitory activity in formulation 1 with a PVA concentration of 10%..
Formulasi Dan Uji Stabilitas Hand Cream Variasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Dengan Basis VCO Sebagai Pelembab Kulit Tangan Muliyanti, Reni; Ulfa, Ade Maria; Lestari, Yovita Endah
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i1.18953

Abstract

Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki kandungan antioksidan, sehingga dapat dijadikan bahan alami pembuatan kosmetik. Kandungan flavonoid pada tanaman ini dapat melembabkan kulit. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit buah naga merah dengan basis VCO, mengetahui pengaruh variasi ekstrak pada sediaan hand cream dalam uji stabilitas, mengetahui efektivitas kelembaban yang baik, dan menentukan stabilitas penyimpanan sediaan krim. Variasi konsentrasi ekstrak etanol kulit buah naga merah pada ketiga formulasi yaitu 4%, 6%, 8%. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil rendemen ekstraksi kulit buah naga merah sebanyak 8,4%. Krim dilakukan uji evaluasi fisik, uji tipe krim, uji iritasi, dan uji efektivitas kelembaban. Hasil pembuatan sediaan krim memenuhi parameter fisik dengan uji Paired Sample T-Test semua formula memenuhi persyaratan parameter karena nilai signifikansi >0,05 sehingga tidak memiliki perbedaan nilai signifikan antara keempat formula. Penentuan uji stabilitas metode cycling test didapatkan hasil bahwa keempat formula stabil dalam penyimpanan selama 12 hari. Penentuan efektivitas kelembaban yang paling tinggi pada ketiga formula yaitu pada formula 3 dengan konsentrasi ekstrak sebesar 8% dengan kenaikan kelembaban selama 7 hari perawatan sebesar 11,4%, sehingga semakin besar konsentrasi ekstrak kulit buah naga merah yang digunakan, maka kelembaban kulit akan semakin meningkat.
Hubungan Pengetahuan Terhadap Keyakinan Dan Sikap Pengguanaan Antibiotik Di Puskesmas Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung Fadhil, Rafi Muhammad; Saputri, Gusti Ayu Rai; Ulfa, Ade Maria
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i1.17604

Abstract

Penggunaan antibiotik pada masyarakat perlu disertai dengan pengetahuan, keyakinan dan sikap yang baik tentang penggunaan antibiotik. Pemberian antibiotik tanpa resep dokter menimbulkan bahaya kesehatan cukup parah seperti menyebabkan memperparah penyakit dan kematian. Resistensi merupakan kekuatan bakteri dengan tujuan menetralkan atau mengurangi efektivitas antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan pengetahuan terhadap keyakinan dan sikap penggunaan antibiotik pada masyarakat di Puskesmas Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non- eksperimental dengan desain Cross Sectional. Pengambilan data dilakukan secara cluster sampling dengan menggunakan kuesioner. Hasil hubungan pengetahuan terhadap keyakinan dan sikap penggunaan antibiotik dapat disimpulkan yaitu pengetahuan terhadap keyakinan diperoleh koefisien korelasi 0,085 menunjukkan bahwa nilai signifikansi > 0,05 yang artinya tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan keyakinan dan hasil hubungan antara pengetahuan terhadap sikap dapat disimpulkan yaitu pengetahuan terhadap sikap diperoleh koefisien korelasi 0,128 menunjukkan bahwa nilai signifikansi > 0,05 yang artinya tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap penggunaan antibiotik.
Penentuan Nilai SPF Lotion Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Variasi VCO dan Karagenan Sebagai Tabir Surya Ulfa, Ade Maria; Nofita, Nofita; Putri, Anzela Andandya
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.19874

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah tanaman menjalar yang sering biasa tumbuh halaman rumah atau pinggiran kawasan hutan serta memiliki potensi bahan untuk tabir surya. Kajian ini bertujuan untuk menilai apakah losion yang berbahan dasar bunga telang mencapai persyaratan uji evaluasi fisik serta menentukan konsentrasi SPF optimal dalam formulasi losion tersebut. Proses ekstraksi bunga telang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut aquadest, kemudian dikeringkan dengan teknik freeze-dry sebelum diformulasikan menjadi losion dengan variasi penggunaan virgin coconut oil (VCO) dan karagenan. Rendemen ekstraksi yang berhasil diperoleh adalah sebesar 29,33%. Losion yang dihasilkan kemudian undergo evaluasi fisik, uji iritasi, dan uji hedonik, sebelum dilakukan pengujian nilai SPF pada formulasi terbaik. Hasil dari evaluasi fisik menunjukkan bahwa losion telah sesuai dengan standar SNI (16-4399-1996), meskipun terdapat satu parameter yaitu daya lekat yang tidak memenuhi standar. Dalam pengujian SPF, losion menunjukkan tingkat perlindungan mulai dari ultra protection hingga maximal protection. Analisis statistik, yang dilakukan menggunakan uji One-Way ANOVA, menyatakan bahwa semua parameter yang diuji telah memenuhi persyaratan, dengan nilai SPF sebesar 22,13 ± 0,87 untuk formulasi F1 (ultra protection) dan 11,26 ± 0,03 untuk basis K (-) dengan VCO 5% dan karagenan 1% (maximal protection). Hasil analisis statistik juga menunjukkan nilai p = 0,0001, yang menunjukkan signifikansi yang tinggi.
Formulasi Dan Uji Stabilitas Hair Tonic Kombinasi Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) Dan Vco Tamarin, Laura; Ulfa, Ade Maria; Nofita, Nofita
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 4 No 2 (2025): April
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v4i2.8253

Abstract

Hair loss affects up to 50 million people in the United States and 20 million of them are women. Hair tonic is a cosmetic product that can prevent hair damage and loss. Fragrant pandan leaves (Pandanus amaryllifolius Roxb.) has the potential to overcome hair loss because it contains antioxidant compounds, namely alkaloids, tannins, saponins and others. Apart from that, VCO also has the potential to treat hair damage because it contains fatty acids, vitamin K, vitamin E, etc. The aim of this research is to make preparations hair tonic which contains fragrant pandan leaf extract and VCO then tested for physical evaluation and determined the stability of the preparation hair tonic. Extraction was carried out using the maceration method using 96% ethanol solvent, stability testing using the method cyling test and the stability test results were analyzed using Sample Paired T-Test. The yield of fragrant pandan leaves was 11.04%. Hair tonic made into 3 variations FI(2.5%:2.5%), F2(5%:2.5) and F3(7%:2.5%). The test results showed that all dosage formulations met the physical evaluation requirements in the homogeneity, pH and viscosity tests in accordance with SNI 19-4955-1998, however the specific gravity test before storage did not meet the physical evaluation requirements of the dosage form because it was ˃1 g/ml. Preparation hair tonic F0, F1 and F2 are statistically stable in storage with organoleptic test parameters, pH, homogeneity, specific gravity, viscosity and irritation test because the sig value is> 0.05, while F3 experiences instability in the specific gravity test because the sig value is <0.05.