Claim Missing Document
Check
Articles

Penentuan Nilai SPF Lotion Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Variasi VCO dan Karagenan Sebagai Tabir Surya Ulfa, Ade Maria; Nofita, Nofita; Putri, Anzela Andandya
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.19874

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah tanaman menjalar yang sering biasa tumbuh halaman rumah atau pinggiran kawasan hutan serta memiliki potensi bahan untuk tabir surya. Kajian ini bertujuan untuk menilai apakah losion yang berbahan dasar bunga telang mencapai persyaratan uji evaluasi fisik serta menentukan konsentrasi SPF optimal dalam formulasi losion tersebut. Proses ekstraksi bunga telang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut aquadest, kemudian dikeringkan dengan teknik freeze-dry sebelum diformulasikan menjadi losion dengan variasi penggunaan virgin coconut oil (VCO) dan karagenan. Rendemen ekstraksi yang berhasil diperoleh adalah sebesar 29,33%. Losion yang dihasilkan kemudian undergo evaluasi fisik, uji iritasi, dan uji hedonik, sebelum dilakukan pengujian nilai SPF pada formulasi terbaik. Hasil dari evaluasi fisik menunjukkan bahwa losion telah sesuai dengan standar SNI (16-4399-1996), meskipun terdapat satu parameter yaitu daya lekat yang tidak memenuhi standar. Dalam pengujian SPF, losion menunjukkan tingkat perlindungan mulai dari ultra protection hingga maximal protection. Analisis statistik, yang dilakukan menggunakan uji One-Way ANOVA, menyatakan bahwa semua parameter yang diuji telah memenuhi persyaratan, dengan nilai SPF sebesar 22,13 ± 0,87 untuk formulasi F1 (ultra protection) dan 11,26 ± 0,03 untuk basis K (-) dengan VCO 5% dan karagenan 1% (maximal protection). Hasil analisis statistik juga menunjukkan nilai p = 0,0001, yang menunjukkan signifikansi yang tinggi.
Formulasi Dan Uji Stabilitas Hair Tonic Kombinasi Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) Dan Vco Tamarin, Laura; Ulfa, Ade Maria; Nofita, Nofita
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 4 No 2 (2025): April
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v4i2.8253

Abstract

Hair loss affects up to 50 million people in the United States and 20 million of them are women. Hair tonic is a cosmetic product that can prevent hair damage and loss. Fragrant pandan leaves (Pandanus amaryllifolius Roxb.) has the potential to overcome hair loss because it contains antioxidant compounds, namely alkaloids, tannins, saponins and others. Apart from that, VCO also has the potential to treat hair damage because it contains fatty acids, vitamin K, vitamin E, etc. The aim of this research is to make preparations hair tonic which contains fragrant pandan leaf extract and VCO then tested for physical evaluation and determined the stability of the preparation hair tonic. Extraction was carried out using the maceration method using 96% ethanol solvent, stability testing using the method cyling test and the stability test results were analyzed using Sample Paired T-Test. The yield of fragrant pandan leaves was 11.04%. Hair tonic made into 3 variations FI(2.5%:2.5%), F2(5%:2.5) and F3(7%:2.5%). The test results showed that all dosage formulations met the physical evaluation requirements in the homogeneity, pH and viscosity tests in accordance with SNI 19-4955-1998, however the specific gravity test before storage did not meet the physical evaluation requirements of the dosage form because it was ˃1 g/ml. Preparation hair tonic F0, F1 and F2 are statistically stable in storage with organoleptic test parameters, pH, homogeneity, specific gravity, viscosity and irritation test because the sig value is> 0.05, while F3 experiences instability in the specific gravity test because the sig value is <0.05.
Penggunaan Insulin dan Gliquidon pada Pasien Komplikasi Nefropati Diabetik Salah Satu Rumah Sakit di Lampung Tahun 2020 Fernanda, Nia; Saputri, Gusti Ayu Rai; Ulfa, Ade Maria
Journal of Islamic Medicine Vol 6, No 1 (2022): JOURNAL OF ISLAMIC MEDICINE EDISI MARET 2022
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v6i1.13579

Abstract

Background: Diabetic Nephropathy (DN) is major complication of diabetes mellitus (DM) which still become major health problem in Indonesia because the complications are short-term and long-term rational treatment requires patients with diabetes mellitus (DM) diabetic nephropathy (ND) complications to obtain treatment that suits the patient's circumstances and conditions which can be monitored with the 6T 1W indicator. Objective: To evaluate the rationality of antidiabetic prescription in DN outpatient from RS P Lampung. Methods: The design of this study was descriptive analytic to get the profil of the rational use of antidiabetic drugs. 49 participants were selected using inclusion and exclusion criteria. This study is non experimental which is analyzed descriptively by purposive sampling method. Restrospective data retrieval of the patient's medical records. The results of the study were compared to the (AAFP) American of Family Physicians, 2007 standard. Results: 95% of respondent diagnosed DN correctly based on the guideline. 58,1% of participants treated with insulin, whereas 39,2% got sulfonylurea. the antidiabetic drugs for ND outpatient in RS P Lampung were rationally prescribed based on the accurate diagnosis, appropriate medication, appropriate patients, precise timing of administration, appropriate way of administration and dose, and the alertness of side effects. Conclusion: The rational antidiabetic drugs for ND outpatient has been implemented in RS P Lampung.
PENYULUHAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA DI DESA RULUNGSARI NATAR Ulfa, Ade Maria; Nirmala, Pramesti Syifa; Mulyani, Tarifa Ananda; Triaisya, Kayla; Audia, Abel Mia
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i1.19166

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada wanita khusus nya pada ibu yang sedang hamil, karena kebutuhan zat besi selama masa kehamilan meningkat. Salah satu indikator keberhasilan program pencegahan dan penanggulangan anemia pada ibu hamil adalah kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet tambah darah selama masa kehamilannya. Kegiatan penyuluhan ini mengetahui peningkatan pengetahuan dan kepatuhan ibu hamil dalam konsumsi tablet tambah darah sebelum dan sesudah penyuluhan di Desa Rulungsari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan metode survei berupa diskusi, wawancara dan observasi serta analisis statistik menggunakan uji paired T test. Hasil penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang kepatuhan konsumsi tablet tambah darah sebagai upaya pencegahan anemia dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh sebelum dilakukannya penyuluhan adalah 49.6% dan setelah dilakukannya penyuluhan diperoleh rata-rata penilaian sebesar 88%, sehingga diperoleh peningkatan sebesar 38.4%. Data statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test (p < 0,05) menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan sebelum dilakukannya penyuluhan dan setelah dilakukan penyuluhan.
Uji aktivitas variasi konsentrasi larutan ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sebagai larvasida aedes aegypti Putri, Saskia Diska; Ulfa, Ade Maria; Nofita, Nofita
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v1i1.72

Abstract

Pendahuluan: Nyamuk Aedes aegypti merupakan faktor terjadinya demam berdarah. Jenis nyamuk ini biasanya aktif pada siang hari dan nyamuk betina lebih suka menghisap darah manusia dari pada hewan. Kulit jeruk nipis mengandung minyak atsiri, damar dan glukosa. Minyak atsiri mengandung zat kimia citrol sebanyak kurang lebih 7,5%. Larvasida merupakan golongan dari pestisida yang dapat membunuh serangga belum dewasa atau sebagai pembunuh larva. Tujuan: Untuk mengetahui Aktivitas larvasida ekstrak kulit jeruk nipis (citrus aurantifolia) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Metode: Menggunakan 3 konsentrasi dan 2 kontrol yaitu 10%, 15%, 20%, kontrol negatif dan kontrol positif ( temefos 1% ). Hasil: Uji kruskal-wallis menunjukkan adanya pengaruh waktu terhadap ekstrak kulit jeruk nipis (citrus aurantifolia) dengan larava Aedes aegypti. Uji Mann- whitney didapatkan nilai p = 0,121 sehingga tidak ada perbedaan signifikan antara konsentrasi 20% dengan kontrol positif. Simpulan: Larutan ekstrak kulit jeruk nipis (Citus aurantifolia) mempunyai aktivitas sebagai larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti dan larutan ekstrak kulit jeruk nipis (Citus aurantifolia) konsentrasi 20% memiliki aktivitas yang mendekati dengan temefos 1% dalam membunuh larva nyamuk Aedes aegypti.
Faktor– faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pengguna obat diabetes mellitus di RSUD Pringsewu tahun 2020 Utami, Dimar Putri; Ulfa, Ade Maria; Candra, Robby
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v1i1.75

Abstract

Pendahuluan: Kepatuhan pengobatan yang rendah dapat mengakibatkan peningkatan resiko biaya perawatan, peningkatan penyakit komplikasi dan resiko rawat inap. Mengidentifikasi pasien yang tidak patuh dalam pengobatan rawat jalan penting agar dapat melaksanakan terapi dengan efektif. Penyakit DM tipe-2 di Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit (BLUD RS) Pringsewu berdasarkan data rekam medik tahun 2018 dan 2019 menempati urutan ke-8 teratas dengan jumlah kunjungan pasien terbanyak pada pelayanan rawat jalani. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara faktor ekonomi pekerjaan dan pendidikan dengan tingkat kepatuhan pengguna obat diabetes mellitus di RSUD Pringsewu Tahun 2020. Metode: Jenis Kuantitatif menggunakan rancangan analitik dengan pendekatancross sectional. Partisipan adalah seluruh Penderita DM Peserta Prolanis di RSUD Pringsewu dengan jumlah 279 pasien. Sampel sejumlah 80 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner berisi pertanyaan dari Morisky Medication Adherence Scale 8-items (MMAS-8). Teknik analisis data menggunakan uji statistik chi square. Hasil: Penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden dengan pendidikan tinggi yaitu 48 responden (60.0%), tingkat ekonomi tinggi yaitu sebanyak 50 responden (62.5%), bekerja yaitu 48 responden (60.0%), kepatuhan penggunaan obat rendah yaitu sebanyak 33 responden (41.3%). Ada hubungan antara faktor pendidikan, pekerjaan dan faktor ekonomi dengan tingkat kepatuhan pengguna obat diabetes mellitus Simpulan: Tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus memiliki presentase yang rendah sehingga perlu dilakukan pendeketan terhadap pasien sehingga tingkat kepatuhan dapat meningkat.
Evaluasi tingkat pengetahuan, persepsi, dan pengalaman terhadap penggunaan obat generik pada mahasiswa medis di Universitas Malahayati Ulfa, Ade Maria; Nuryanto, Bayu
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 3 No. 1 (2023): June Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v3i1.520

Abstract

Background: Public knowledge about generic drugs is still low and many consider generic drugs to be low-end drugs because they are cheap. The factors that influence this thinking are the level of knowledge, perception, and experience. The purpose of this study was to evaluate the level of knowledge, perception, and experience of the use of generic drugs in medical students at Malahayati University including General Medicine, Nursing and Educating Midwives. This research was conducted with a questionnaire via online (google form). The results of this study indicate that the General Medicine Study Program has the best level of knowledge, which is 87.9%. The best level of perception in Nursing Study Program is 93.3%. Experience level> 76% of respondents have experience using generic drugs, 57.9% of respondents have used generic drugs and recovered,> 58% have experience receiving education about the use of generic drugs. Then it can be concluded that the level of knowledge about the use of generic drugs in medical students at Malahayati University was obtained at 81.9%, meaning that the level of knowledge was good. The level of perception obtained is 83.3%, meaning that the level of perception of the use of generic drugs is good. More than half of the respondents had experience using generic drugs, received education and felt cured after use. Purpose: This study aims to determine the level of knowledge, perception, and experience of the use of generic drugs among medical students at the Malahayati University. Method: Statistical test using Chi Squere method, showed that obtained p value of 0.000 which means p <0.05. Thus, Ho is rejected and Ha is accepted or it can be stated that there is a significant difference in the level of knowledge on the use of generic drugs in students majoring in medical at Malahayati University. Results: Knowing the level of knowledge of the use of generic drugs is less 50 (27.0%) respondents, enough 77 (42.6%) respondents, good 53 (29.4%) respondents and the p-value is 0.000, the level of perception of the use of generic drugs is less 26 (14.4%) respondents , Enough 93(51.6%) respondents, Good 61(33.0%) respondents and the p-value is 0.000, Experience Level of Using Generic Drugs Less 37(20.5%) respondents, Enough 28(15.5%) respondents, Good 115(63.0%) respondents and their p-value is 0.000, Don't know Knowledge Level of Use of Generic Drugs Less 27(22.3%) respondents, Enough 71(55.36%) respondents, Good 21(17.4%) respondents and p-value is 0.000, Perception level of Generic Drug Use Less 48(40.4%) respondents, Enough 29(24.4%) respondents, Good 42(35.2%) respondents and the p-value is 0.000, Experience Level of Using Generic Drugs Less 63(52.9%) respondents, Enough 34(25.1%) respondents , Both 22(18.0%) respondents and the p-value is 0.000. Conclusion: More than half of respondents have experience using generic drugs, receive education and feel healed after use. Keywords : Generic drug use, Knowledge level, Perception level, Experience level Pendahuluan: Pengetahuan masyarakat mengenai obat generik masih tergolong rendah dan banyak yang menganggap obat generik adalah obat kelas bawah karena harganya murah. Faktor yang mempengaruhi pemikiran tersebut adalah tingkat pengetahuan, persepsi, dan pengalaman. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan,persepsi,dan pengalaman terhadap penggunaan obat generik pada mahasiswa jurusan medis di Universitas Malahayati meliputi prodi Kedokteran Umum, Ilmu Keperawatan dan Bidan Pendidik. Penelitian ini dilakuan dengan quisioner via onlne (google form). Hasil dari penelitian ini menunjukan Program studi Kedokteran Umum memiliki tingkat pengetahuan paling baik yakni sebesar 87,9%. Tingkat persepsi paling baik pada prodi Ilmu Keperawatan yakni sebesar 93,3%. Tingkat pengalaman >76% responden memiliki pengalaman menggunakan obat generik, 57,9% responden pernah menggunakan obat generik dan sembuh, >58% memiliki pengalaman pernah menerima edukasi tentang penggunaan obat generik. Kemudian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan terhadap penggunaan obat generik pada mahasiswa jurusan medis di Universitas Malahayati diperoleh sebesar 81,9% artinya tingkat pengetahuannya sudah baik. Tingkat persepsi diperoleh sebesar 83,3% artinya tingkat persepsi terhadap penggunaan obat generik sudah baik. Lebih dari setengah jumlah responden memiliki pengalaman menggunakan obat generik, menerima edukasi dan merasa sembuh setelah penggunaan. Tujuan: Bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, persepsi, dan pengalaman terhadap penggunaan obat generik pada mahasiswa medis di universitas malahayati. Metode: Uji statistik menggunakan metode Chi Squere, menunjukan bahwa diperoleh p value sebesar 0,000 yang artinya p< 0,05. Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima atau dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan bermakna tingkat pengetahuan terhadap penggunaan obat generik pada mahasiswa jurusan medis di Universitas Malahayati Hasil: Mengetahui Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Generik Kurang 50(27.0%) responden, Cukup 77(42.6%) responden, Baik 53(29.4%) responden dan p-value nya 0.000, Tingkat persepsi Penggunaan Obat Generik Kurang 26(14.4%) responden, Cukup 93(51.6%) responden, Baik 61(33.0%) responden dan p-value nya 0.000, Tingkat Pengalaman Penggunaan Obat Generik Kurang 37(20.5%)responden, Cukup 28(15.5%) responden, Baik 115(63.0%) responden dan p-value nya 0.000, Tidak mengetahui Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Generik Kurang 27(22.3%) responden, Cukup 71(55.36%) responden, Baik 21(17.4%) responden dan p-value nya 0.000, Tingkat persepsi Penggunaan Obat Generik Kurang 48(40.4%) responden, Cukup 29(24.4%) responden, Baik 42(35.2%) responden dan p-value nya 0.000, Tingkat Pengalaman Penggunaan Obat Generik Kurang 63(52.9%)responden, Cukup 34(25.1%) responden, Baik 22(18.0%) responden dan p-value nya 0.000. Simpulan: Lebih dari setengah jumlah responden memiliki pengalaman menggunakan obat generik, menerima edukasi dan merasa sembuh setelah penggunaan Kata Kunci : Penggunaan obat generik; Tingkat pengetahuan; Tingkat persepsi; Tingkat pengalaman.
Evaluasi tingkat pengetahuan, persepsi, dan pengalaman terhadap penggunaan obat generik pada mahasiswa medis di universitas malahayati. Ulfa, Ade Maria; Nuryanto, Bayu
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 5 No. 1 (2025): June Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v5i1.176

Abstract

Background: Public knowledge about generic drugs is still low and many consider generic drugs to be low-end drugs because they are cheap. The factors that influence this thinking are the level of knowledge, perception, and experience. The purpose of this study was to evaluate the level of knowledge, perception, and experience of the use of generic drugs in medical students at Malahayati University including General Medicine, Nursing and Educating Midwives. This research was conducted with a questionnaire via online (google form). The results of this study indicate that the General Medicine Study Program has the best level of knowledge, which is 87.9%. The best level of perception in Nursing Study Program is 93.3%. Experience level> 76% of respondents have experience using generic drugs, 57.9% of respondents have used generic drugs and recovered,> 58% have experience receiving education about the use of generic drugs. Then it can be concluded that the level of knowledge about the use of generic drugs in medical students at Malahayati University was obtained at 81.9%, meaning that the level of knowledge was good. The level of perception obtained is 83.3%, meaning that the level of perception of the use of generic drugs is good. More than half of the respondents had experience using generic drugs, received education and felt cured after use. Purpose: This study aims to determine the level of knowledge, perception, and experience of the use of generic drugs among medical students at the Malahayati University. Method:  Statistical test using Chi Squere method, showed that obtained p value of 0.000 which means p <0.05. Thus, Ho is rejected and Ha is accepted or it can be stated that there is a significant difference in the level of knowledge on the use of generic drugs in students majoring in medical at Malahayati University. Results: Knowing the level of knowledge of the use of generic drugs is less 50 (27.0%) respondents, enough 77 (42.6%) respondents, good 53 (29.4%) respondents and the p-value is 0.000, the level of perception of the use of generic drugs is less 26 (14.4%) respondents , Enough 93(51.6%) respondents, Good 61(33.0%) respondents and the p-value is 0.000, Experience Level of Using Generic Drugs Less 37(20.5%) respondents, Enough 28(15.5%) respondents, Good 115(63.0%) respondents and their p-value is 0.000, Don't know Knowledge Level of Use of Generic Drugs Less 27(22.3%) respondents, Enough 71(55.36%) respondents, Good 21(17.4%) respondents and p-value is 0.000, Perception level of Generic Drug Use Less 48(40.4%) respondents, Enough 29(24.4%) respondents, Good 42(35.2%) respondents and the p-value is 0.000, Experience Level of Using Generic Drugs Less 63(52.9%) respondents, Enough 34(25.1%) respondents , Both 22(18.0%) respondents and the p-value is 0.000. Conclusion: More than half of respondents have experience using generic drugs, receive education and feel healed after use. Keywords : Generic drug use, Knowledge level, Perception level, Experience level Pendahuluan: Pengetahuan masyarakat mengenai obat generik masih tergolong rendah dan banyak yang menganggap obat generik adalah obat kelas bawah karena harganya murah. Faktor yang mempengaruhi pemikiran tersebut adalah tingkat pengetahuan, persepsi, dan pengalaman. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan,persepsi,dan pengalaman terhadap penggunaan obat generik pada mahasiswa jurusan medis di Universitas Malahayati meliputi prodi Kedokteran Umum, Ilmu Keperawatan dan Bidan Pendidik. Penelitian ini dilakuan dengan quisioner via onlne (google form). Hasil dari penelitian ini menunjukan Program studi Kedokteran Umum memiliki tingkat pengetahuan paling baik yakni sebesar 87,9%. Tingkat persepsi paling baik pada prodi Ilmu Keperawatan yakni sebesar 93,3%. Tingkat pengalaman >76% responden memiliki pengalaman menggunakan obat generik, 57,9% responden pernah menggunakan obat generik dan sembuh, >58% memiliki pengalaman pernah menerima edukasi tentang penggunaan obat generik. Kemudian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan terhadap penggunaan obat generik pada mahasiswa jurusan medis di Universitas Malahayati diperoleh sebesar 81,9% artinya tingkat pengetahuannya sudah baik. Tingkat persepsi diperoleh sebesar 83,3% artinya tingkat persepsi terhadap penggunaan obat generik sudah baik. Lebih dari setengah jumlah responden memiliki pengalaman menggunakan obat generik, menerima edukasi dan merasa sembuh setelah penggunaan. Tujuan: Bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, persepsi, dan pengalaman terhadap penggunaan obat generik pada mahasiswa medis di universitas malahayati. Metode: Uji statistik menggunakan metode Chi Squere, menunjukan bahwa diperoleh p value sebesar 0,000 yang artinya p< 0,05. Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima atau dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan bermakna tingkat pengetahuan terhadap penggunaan obat generik pada mahasiswa jurusan medis di Universitas Malahayati Hasil: Mengetahui Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Generik Kurang 50(27.0%) responden, Cukup 77(42.6%) responden, Baik 53(29.4%) responden dan p-value nya 0.000, Tingkat persepsi Penggunaan Obat Generik Kurang 26(14.4%) responden, Cukup 93(51.6%) responden, Baik 61(33.0%) responden dan p-value nya 0.000, Tingkat Pengalaman Penggunaan Obat Generik Kurang 37(20.5%)responden, Cukup 28(15.5%) responden, Baik 115(63.0%) responden dan p-value nya 0.000, Tidak mengetahui Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Generik Kurang 27(22.3%) responden, Cukup 71(55.36%) responden, Baik 21(17.4%) responden dan p-value nya 0.000, Tingkat persepsi Penggunaan Obat Generik Kurang  48(40.4%) responden, Cukup 29(24.4%) responden, Baik 42(35.2%) responden dan p-value nya 0.000, Tingkat Pengalaman Penggunaan Obat Generik Kurang 63(52.9%)responden, Cukup 34(25.1%) responden, Baik 22(18.0%) responden dan p-value nya 0.000. Simpulan: Lebih dari setengah jumlah responden memiliki pengalaman menggunakan obat generik, menerima edukasi dan merasa sembuh setelah penggunaan
STABILITY TESTING AND DETERMINATION OF SUN PROTECTION FACTOR (SPF) VALUE IN GEL FORMULATION COMBINING MORINGA OLEIFERA L. LEAF EXTRACT WITH CITRUS AURANTIFOLIA PEEL Rinatha, Elsha; Ulfa, Ade Maria; Tutik, Tutik
Jurnal Fitofarmaka Indonesia Vol 10, No 3 (2023): JURNAL FITOFARMAKA INDONESIA (ENGLISH EDITION)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jffi.v10i3.1000

Abstract

The Sun Protection Factor (SPF) is an indicator that elucidates the effectiveness of a substance as a UV protector. One of the factors that influences the SPF value is the stability of the formulation. A plant with the potential to serve as a sunscreen, exhibiting both a high SPF value and gel stability, is a combination of Moringa leaves (Moringa oleifera L.) and lime peel (Citrus aurantifolia). The objective of this study is to assess the SPF value of gel preparations containing a combination of Moringa leaves and lime peel, as well as the stability of these gel preparations before and after storage, in accordance with the requirements of SNI 16-4399-1996. Three combinations, namely 1:1 (F 1), 1:2 (F II), and 2:1 (F III), were evaluated. The method employed in this study is maceration using a solvent of 96% ethanol. The results of the physical evaluation, including spreadability, pH, and adhesion, before and after stability testing for formulations F I, F II, and F III, demonstrated no significant differences with a P-value < 0.05. This indicates that the three formulations exhibited comparable results. The highest SPF test results among the three formulations, both before and after stability testing, were observed in formula III, which exhibited an SPF value of 23.86 ± 0.19. This value falls within the ultra category, and the difference was statistically significant with a P-value < 0.05.
Kepatuhan Pelayanan Farmasi Klinik Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Wahyuni, Anis; Nofita, Nofita; Ulfa, Ade Maria
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.17512

Abstract

Pelayanan farmasi klinik memiliki peran penting dalam sistem kesehatan di rumah sakit, dimana pelayanan tersebut diatur oleh (Permenkes No.72 Tahun 2016) bahwa standar pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggaraka n pelayanan kefarmasian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kepatuhan pelayanan kefarmasian klinik di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif dilakukan dengan wawancara, observasi, dan telaah dokumen terkait kegiatan farmasi klinik di RS Pertamina Bintang Amin berdasarkan pada PMK No. 72 tahun 2016. Informan pada penelitian ini adalah apoteker yang terlibat kegiatan pelayanan farmasi klinik. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan mengambil sampel resep sebanyak 83 resep untuk dianalisis kelengkapannya. Hasil penelitian mengenai pelayanan farmasi klinik di RS Pertamina Bintang Amin terdiri dari 11 parameter dari sumber daya manusia, sarana prasarana, pengkajian dan pelayanan resep, rekonsiliasi obat, pelayanan informasi obat, konseling, visite, pemantauan terapi obat, monitoring efek samping obat, dan dispensing sediaan steril sudah baik, hanya parameter dispensing sediaan steril yang belum terlaksana karena terkendala dengan sumber daya manusia dan peralatan yang masih kurang.