Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUKURAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN SEDIAAN OBAT SIRUP PADA PENDAMPING PASIEN ANAK DI RSIA SANTA ANNA Dewi, Nendi Sartika; Ardiyansyah, Ardiyansyah; Nofita, Nofita
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.12567

Abstract

Abstrak : Pengukuran Tingkat Pengetahuan Penggunaan Sediaan Obat Sirup Pada Pendamping Pasien Anak Di Rsia Santa Anna. Pengetahuan merupakan landasan penting dalam keberhasilan penggunaan obat terutama sediaan obat sirup pada anak. Perilaku kesehatan dipengaruhi oleh faktor-faktor yang cenderung terwujud melalui pengetahuan manusia yang diperoleh melalui mata dan telinga. Peran orang tua pada anak yang sakit dengan menjaga kesehatan membutuhkan pengetahuan dalam pemberian obat. Pemberian obat yang salah meliputi waktu dan cara pemberian mengakibatkan kelebihan atau kekurangan dosis obat yang berdampak pada kesembuhan serta gangguan kesehatan lainnya. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan penggunaan sediaan obat sirup pada Pendamping Pasien Anak di RSIA Santa Anna Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif. Penilaian terhadap pengetahuan didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner kepada responden. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penggunaan sediaan obat sirup pada pendamping pasien anak di RSIA Santa Anna yaitu 61 responden (61%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 25 responden (25%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dan 14 responden (14%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang.
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF DARI EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill. ) DENGAN KOMBINASI BASIS PVA DAN HPMC SEBAGAI ANTIOKSIDAN Nofita, Nofita; Nasution, Yolanda; Ulfa, Ade Maria
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i2.11660

Abstract

Tanaman daun alpukat (Persea americana Mill.) merupakan sumber antioksidan alami. Senyawa antioksidan merupakan molekul yang dapat bereaksi dengan radikal bebas dan berfungsi menetralkan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengkombinasi basis PVA dan HPMC adalah agar diperoleh sediaan masker gel peel off aman, efektif & bermutu serta nyaman digunakan. Ekstraksi daun alpukat menggunakan teknik maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak di uji fitokimia dan diformulasi menjadi sediaan gel dengan variasi konsentrasi ekstrak daun alpukat. Gel dilakukan uji evaluasi fisik. Hasil rendemen yang didapat ekstrak daun alpukat diperoleh sebesar 37,5%. Hasil fitokimia pada ekstrak mengandung flavonoid, alkaloid, saponin. Hasil uji evaluasi fisik dan hedonik sediaan gel memenuhi syarat. Sediaan gel formula I memiliki aktivitas antioksidan dilihat dari IC50 sebesar 64,20 ppm yang berarti memiliki aktivitas antioksidan kuat pada seri ppm 6-14 ppm. Formula yang baik yaitu formula III dapat dilihat dari hasil uji evaluasi fisik, hasil uji hedonic, dan uji antioksidan. Kata kunci : Daun Alpukat (Persea americana Mill.) antioksidan, gel, DPPH
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Dan Propionibacterium acnes anggi prantika, Sindi; Susanti, Dwi; Nofita, Nofita
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 15 No 1 (2024): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v15i1.910

Abstract

Daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai antijerawat. Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes merupakan bakteri penyebab jerawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) dan konsentrasi hambat minimum (KHM) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Daun binahong di maserasi dengan etanol 96% dan ekstrak diuji dengan metode dilusi cair untuk pengujian aktivitas antibakteri. Hasil uji aktivitas antibakteri diperoleh rata-rata nilai Optical Density (OD) pada Staphylococcus epidermidis untuk masing-masing konsentrasi 20%, 10%, 5%, 2,5%, dan 1,25% yaitu -0,029, -0,035, -0,042, 0,045, 0,148 dan pada bakteri Propionibacterium acnes yaitu -0,042, -0,053, -0,045, dan -0,017, 0,133. Hasil uji analisis statistik One Way ANOVA diperoleh nilai signifikasi p<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) memiliki aktivitas antibakteri dan konsentrasi hambat minimum (KHM) pada bakteri Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 5% dan bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 10%.
POTENSI SEDIAAN SPRAY NANOEMULSI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Khotimah, Khusnul; Ulfa, Ade Maria; Nofita, Nofita
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9933

Abstract

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang sangat berguna bagi kesehatan manusia. Senyawa antioksidan dapat menginaktifasi berkembangnya reaksi oksidasi sehingga sering digunakan sebagai penangkal radikal bebas. Antioksidan alami merupakan jenis antioksidan yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami yaitu bunga telang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi fisik sediaan spray nanoemulsi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan untuk mengetahui apakah sediaan spray nanoemulsi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki aktivitas antioksidan. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut air dan kemudian di  freeze dry rendemen yang didapat yaitu 20,45% . Pada uji analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak bunga telang adalah 38,59 ppm, berdasarkan nilai tersebut ekstrak bunga telang dari kecamatan kutoarjo pringsewu termasuk kategori sangat kuat karena memiliki nilai IC50<50 sehingga dapat dikembangkan sebagai salah satu sumber antioksidan dari bahan alam.
FORMULASI DAN UJI EVALUASI FISIK SEDIAAN LOSIO DARI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum africanum L.) SEBAGAI PENOLAK NYAMUK Aedes aegypti Nofita, Nofita; Yuliana, Dewi; Angin, Martianus Perangin
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9398

Abstract

Daun kemangi (Ocimum africanum L.) memiliki kandungan metabolit skunder seperti flavonoid, saponin, tanin dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun kemangi efektif sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti yang dibuat menjadi sediaan losio dengan variasi konsentrasi asam stearat yaitu 2%, 3% dan 5%. Ekstraksi daun kemangi menggunakan metode perkolasi dengan pelarut etil asetat. Hasil ekstraksi daun kemangi diperoleh rendemen 6,4%, kemudian diformulasikan menjadi sediaan losio dan di uji evaluasi fisik sediaan. Hasil evalusi sediaan losio ekstrak daun kemangi dari ketiga formulasi memenuhi persyaratan homogenitas, pH, daya sebar dan iritasi. Uji efektivitas sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti, formulasi 1 efektif pada jam ke 1 sampai jam ke 5 dengan persyaratan persentase daya tolak nyamuk >80%.. Data yang didapat lalu diuji menggunakan uji Repeated Measures ANOVA diperoleh nilai (sig) 0,000 <0,05 sehingga diketahui adanya pengaruh dari waktu-waktu dan waktu-perlakuan. Kata Kunci : Daun Kemangi (Ocimum africanum L.), losio, repellan, Aedes aegypti.
ANALISIS PENGAWET NATRIUM BENZOAT, NATRIUM METABISULFIT DAN NATRIUM SIKLAMAT PADA SAOS DI PASARAN Saputri, Nurotul Mega; Nofita, Nofita; Ulfa, Ade Maria
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9583

Abstract

Saos digunakan masyarakat sebagai bahan pendamping berbagai makanan. Saos dapat ditambahkan pengawet seperti natrium benzoat, natrium metabisulfit dan natrium siklamat. Penggunaan pengawet harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku karena dapat merugikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan natrium benzoat, natrium metabisulfit, dan natrium siklamat pada 10 merek saos kemasan plastik yang beredar di pasar Bandar Lampung. Penetapan kadar natrium benzoat dan natrium siklamat dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, sedangkan natrium metabisulfit dengan iodimetri. Hasil penelitian ini ditemukan 10 sampel yang positif mengandung pengawet natrium benzoat, dan 1 sampel positif natrium siklamat, dan 4 sampel mengandung natrium metabisulfit. Kadar pengawet yang didapatkan pada 10 sampel tidak melebihi batas kadar yang diperbolehkan pada Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013 yaitu 1 mg/kg untuk natrium benzoat, 0-0,07 mg/kg natrium metabisulfit, dan 0-2 mg/kg natrium siklamat. 
Formulasi Sediaan Masker Gel Peel Off Ekstrak Etanol Daun Ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) Sebagai Antioksidan Qoni’ah, Vika Imroatul; Amalia, Putri; nofita, nofita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i12.18174

Abstract

Daun ungu merupakan tumbuhan yang berasal dari Polynesia dan Irian yang memiliki khasiat sebagai antioksidan karena mengandung senyawa polifenol dan flavonoid. Penelitian kali ini bertujuan untuk menentukan nilai IC50 sediaan masker gel peel off ekstrak daun ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) dengan variasi konsentrasi ekstrak 2,5%; 5%; dan 10% yang selanjutnya disebut formulasi 1, formulasi 2, dan formulasi 3 serta menentukan konsentrasi ekstrak daun ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) dalam sediaan masker gel yang efektif sebagai antioksidan. Ekstraksi daun ungu menggunakan metode meserasi pada suhu ruang selama 3 kali 24 jam dengan pergantian pelarut etanol 96%. Hasil rendemen ekstrak yang diperoleh sebesar 3,996%. Hasil evaluasi fisik sediaan masker gel peel off ektrak daun ungu pada formulasi 1, formulasi 2, dan formulasi 3 memiliki pengaruh terhadap evaluasi fisik dilihat dari hasil yang memenuhi persyaratan. Sediaan masker gel peel off dengan variasi konsentrasi ekstrak daun ungu memiliki pengaruh terhadap aktivitas antioksidan dengan melihat nilai IC50 pada tiap formulasi dan variasi konsentrasi (Formulasi 3) memiliki aktivitas paling baik sebesar 48,403 ppm dengan kategori aktivitas sangat kuat (<50 ppm). Berdasarkan analisis statistik menunjukkan bahwa seluruh formulasi dengan variasi konsentrasi ekstrak daun ungu memiliki aktivitas antioksidan yang berbeda secara signifikan (p<0,05).
Uji Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum x africanum Lour.) dan Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Terhadap Larva Aedes aegypti Wati, Ria Widya; Nofita, Nofita; Marcellia, Selvi
Journal of Islamic Medicine Vol 8, No 1 (2024): JOURNAL OF ISLAMIC MEDICINE EDISI MARET 2024
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v8i1.23293

Abstract

Basil leaves and fragrant pandanus leaves have secondary metabolite compounds namely alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, and terpenoids that can be natural larvicides. The purpose of this study was to determine the activity, effectiveness and LC50 value of the combination of basil leaf extract (Ocimum x africanum Lour.) and fragrant pandanus leaf (Pandanus amaryllifolius Roxb.) as larvicide of Aedes aegypti mosquitoes. Extraction using maceration method with 96% ethanol solvent. This study used 5 treatments, namely negative control (distilled water), positive control (abate 1%), FI ( Basil leaf extract 1% concentration + fragrant pandan leaves 2% concentration), FII (Basil leaf extract 1,5% concentration + fragrant pandan leaves 1,5% concentration), and FIII (Basil leaf extract 2% concentration + fragrant pandan leaves 1% concentration) each treatment containing 25 Aedes aegypti instar III larvae with 5 repetitions. Data obtained will be analyzed by one way ANOVA test, Post Hoc Test LSD (Least Significance Different) test, and Probit test. The results of the effectiveness test on FIII with a mortality value of 100%, said to be effective in killing Aedes aegypti larvae. The results of the one way ANOVA test showed significant differences in average concentrations, then the results of the LSD Post Hoc Test showed that the FIII concentration had larvicidal effectiveness that was not significantly different from the positive control, this can be seen from the significant value of 1.000 (p>0.05) against the positive control. The probit test results showed an LC50 value of 1.715% which means that the combination of basil leaf extract (Ocimum x africanum Lour.) and fragrant pandanus leaf (Pandanus amaryllifolius Roxb.) has toxic properties as a natural larvicide Keyword : Basil Leaf, Fragrant Pandanus Leaf, Larvicide, Aedes aegypti
FORMULASI DAN UJI EVALUASI FISIK SEDIAAN LOSIO DARI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum africanum L.) SEBAGAI PENOLAK NYAMUK Aedes aegypti Nofita, Nofita; Yuliana, Dewi; Angin, Martianus Perangin
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9398

Abstract

Daun kemangi (Ocimum africanum L.) memiliki kandungan metabolit skunder seperti flavonoid, saponin, tanin dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun kemangi efektif sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti yang dibuat menjadi sediaan losio dengan variasi konsentrasi asam stearat yaitu 2%, 3% dan 5%. Ekstraksi daun kemangi menggunakan metode perkolasi dengan pelarut etil asetat. Hasil ekstraksi daun kemangi diperoleh rendemen 6,4%, kemudian diformulasikan menjadi sediaan losio dan di uji evaluasi fisik sediaan. Hasil evalusi sediaan losio ekstrak daun kemangi dari ketiga formulasi memenuhi persyaratan homogenitas, pH, daya sebar dan iritasi. Uji efektivitas sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti, formulasi 1 efektif pada jam ke 1 sampai jam ke 5 dengan persyaratan persentase daya tolak nyamuk >80%.. Data yang didapat lalu diuji menggunakan uji Repeated Measures ANOVA diperoleh nilai (sig) 0,000 <0,05 sehingga diketahui adanya pengaruh dari waktu-waktu dan waktu-perlakuan. Kata Kunci : Daun Kemangi (Ocimum africanum L.), losio, repellan, Aedes aegypti.
ANALISIS PENGAWET NATRIUM BENZOAT, NATRIUM METABISULFIT DAN NATRIUM SIKLAMAT PADA SAOS DI PASARAN Saputri, Nurotul Mega; Nofita, Nofita; Ulfa, Ade Maria
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9583

Abstract

Saos digunakan masyarakat sebagai bahan pendamping berbagai makanan. Saos dapat ditambahkan pengawet seperti natrium benzoat, natrium metabisulfit dan natrium siklamat. Penggunaan pengawet harus dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku karena dapat merugikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan natrium benzoat, natrium metabisulfit, dan natrium siklamat pada 10 merek saos kemasan plastik yang beredar di pasar Bandar Lampung. Penetapan kadar natrium benzoat dan natrium siklamat dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, sedangkan natrium metabisulfit dengan iodimetri. Hasil penelitian ini ditemukan 10 sampel yang positif mengandung pengawet natrium benzoat, dan 1 sampel positif natrium siklamat, dan 4 sampel mengandung natrium metabisulfit. Kadar pengawet yang didapatkan pada 10 sampel tidak melebihi batas kadar yang diperbolehkan pada Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 36 Tahun 2013 yaitu 1 mg/kg untuk natrium benzoat, 0-0,07 mg/kg natrium metabisulfit, dan 0-2 mg/kg natrium siklamat. 
Co-Authors Adina, Anugrah Budipratama Adriana, Umi Helpa Agustiansyah, Ferdika Angga Saputra Yasir anggi prantika, Sindi ANGIN, MARTIANUS PERANGIN Apriani, Pipit Ardiyansyah Ardiyansyah Aulia, Maharani Riska Azzahra, Maharani Fathiya Bella, Bella Tasya Salsabila Br Barus, Emia Athena Cantika, Maria Tri Clarista, Helaria Eren Dewi Yuliana Dewi, Mentari Ciecilia Dewi, Nendi Sartika Dewi, Rizqya Salma Dian Rahayu Diana Lestari, Diana Diana Putri Dwi Susanti Erika Indah Safitri Fachrozi, Muhammad Nirwan Fadhil, Rafi Muhammad Fadila, Syabil Salza Febriasti, Nisa A Feladita, Niken Firguna, Dinda Sefta Hermawan, Dessy Intan Ayu Pratiwi, Intan Ayu khusnul khotimah Kirana, Dhea Ananda Kurniati, Mala Lestari, Yovita Endah Marcelia, Selvi Marcellia, Selvi Mohammad Chaidir Nasution, Yolanda Novikasari, Linawati Nurkhalika, Rachmi Perdana, Dwi Agung Jaka Pratama, Farhan Herdi Primadiamanti, Annisa Putri Amalia Putri, Anzela Andandya Putri, Rizka Amaliah Putri, Salma Gustia Putri, Saskia Diska Putri, Vivit Millani Qoni’ah, Vika Imroatul Romadhon, Agung Romaeda, Roz Ruslaini, Ruslaini Saddam Husein, Saddam Salamah, Richa Putri Salsabila, Bella Tasya Saputra, Muhammad Rio Saputri, Gusti Ayu Rai Saputri, Naila Saputri, Nurotul Mega Sari, Cicih Ratna Sari, Desi Novita Sari, Intan Deswita Setiawati Setiawati Seto, Deni Gagat Sinta Purnamasari, Sinta Siti Wahidah Sofyan, Shefira Subroto, Inggrid Virzinia Sudarti, Wiwik Susanti, Rostina Widia Syafitri, Shela Tamarin, Laura Triyanti, Yesicha Tutik Tutik Ulfa, Ade Maria Wahyuni, Anis Wati, Ria Widya Widianti, Reika Aqni Wijaya, I Gusti Ngurah Satria Wijayanti, Fisca Wulandari, Risha Yasmin, Adinda Nurina Zahrani, Andieta