Claim Missing Document
Check
Articles

POTENSI SEDIAAN SPRAY NANOEMULSI EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Khotimah, Khusnul; Ulfa, Ade Maria; Nofita, Nofita
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i1.9933

Abstract

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang sangat berguna bagi kesehatan manusia. Senyawa antioksidan dapat menginaktifasi berkembangnya reaksi oksidasi sehingga sering digunakan sebagai penangkal radikal bebas. Antioksidan alami merupakan jenis antioksidan yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami yaitu bunga telang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui evaluasi fisik sediaan spray nanoemulsi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dan untuk mengetahui apakah sediaan spray nanoemulsi ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki aktivitas antioksidan. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut air dan kemudian di  freeze dry rendemen yang didapat yaitu 20,45% . Pada uji analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak bunga telang adalah 38,59 ppm, berdasarkan nilai tersebut ekstrak bunga telang dari kecamatan kutoarjo pringsewu termasuk kategori sangat kuat karena memiliki nilai IC50<50 sehingga dapat dikembangkan sebagai salah satu sumber antioksidan dari bahan alam.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN COOKIES DAN PERMEN JELLY (GUMMY) YANG TERBUAT DARI EKSTRAK TEMULAWAK DAN MADU Novikasari, Linawati; Setiawati, Setiawati; Nofita, Nofita; Saputra, Muhammad Rio; Agustiansyah, Ferdika
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v5i2.1341

Abstract

One effort that can be made to improve people's health through traditional methods is by consuming honey and ginger. Temulawak is a traditional medicine that can increase and improve appetite. Honey has high levels of glucose and fructose which facilitate absorption in the small intestine and stimulate digestion to work better. Giving honey and ginger together regularly can potentially increase appetite or appetite so that food is fulfilled and weight gain occurs. The implementation method used in this activity is the RRA (Rapid Rural Appraisal) method. Respondents' knowledge regarding the benefits and methods of processing cookies and jelly candy (gummy) increased by 85%, 80% of respondents liked cookies and 85% of respondents liked gummy made from ginger extract and honey. It is hoped that this activity can be implemented by administrators and orphanage children so that it can increase children's appetite
Hubungan Peran Keluarga Terhadap Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Hipertensi Di Puskesmas X Lampung Tengah Sari, Cicih Ratna; Nurkhalika, Rachmi; Nofita, Nofita
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 20 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14271684

Abstract

The prevalence of hypertension is increasing worldwide, according to the World Health Organization (WHO), but high blood pressure is still a health problem for a relatively large population. In 2015, there were around 1.13 billion people suffering from high blood pressure. Cases of hypertension are also increasing every year; it is estimated that in 2025, around 1.5 billion people will suffer from hypertension and around 9.4 million people will die from hypertension and its complications every year. The purpose of this study was to determine the relationship between the role of the family and the level of compliance of hypertensive patients in consuming anti-hypertensive drugs at the X Health Center in Central Lampung. This research method is a non-experimental study with a cross-sectional research design. The results showed that physical activity had a p-value of 0.000 (<0.05), which means it has a relationship with adherence to taking medication, and the role of the family had a p-value of 0.048 (<0.05), meaning there is a positive relationship between the role of the family and adherence to taking medication. significant.
Irritation, Hedonic, and Antioxidant Activity Testing of Sunkist Orange Peel (Citrus sinensis (L.) Osbeck) Peel-Off Gel Mask Formulation Nofita, Nofita; Sofyan, Shefira; Saputra Yasir, Angga
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v21i2.3130

Abstract

Sunkist orange peel is a rich source of antioxidants beneficial for skin protection, making it a promising ingredient in cosmetic products like peel-off gel masks. This study investigated the sensory profile, primary irritation index (PII), and antioxidant activity of peel-off gel mask formulations containing Sunkist orange peel extract (Citrus sinensis (L.) Osbeck). The extract was obtained through maceration using 96% ethanol, with a mean yield of 9.95 ± 1,2 %. Phytochemical analysis identified the presence of polyphenols, tannins, and flavonoids. The extract was incorporated into peel-off gel mask formulations and evaluated for quality parameters (organoleptic properties, pH, viscosity, and drying speed), sensory characteristics, PII, and antioxidant activity using the DPPH method. All formulations fulfilled the required quality standards. Sensory evaluation indicated that Formula III (FIII) was the most favored by respondents across all stages of application (before, during, and after use). The irritation index test on 25 volunteers revealed no irritation, with PII values ranging from 0 to 0.4, classifying the preparations as non-irritating. Antioxidant evaluation showed that the peel-off gel with 2% extract exhibited an IC-50 value of 23.38 ppm, categorizing it as a very strong antioxidant. These findings highlight the potential of Sunkist orange peel extract in peel-off gel masks, combining excellent antioxidant properties with favorable sensory and safety profiles. Further optimization may enhance its application in skincare products.
Hubungan Kadar Hemoglobin dan Gangguan Fungsi Ginjal Pada Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Menggala Tahun 2021 Putri, Vivit Millani; Nofita, Nofita; Primadiamanti, Annisa
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 2.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Today, there are many genetic diseases that cause chronic complications. The 2018 Riskesdas report states that there was an increase in prevalence in DM patients by 2.0% in 2013 and to 3.4% in 2018 of the total number of DM patients in Indonesia (Riskesdas, 2018). The purpose of this study was to see the relationship between hemoglobin levels and impaired kidney function in type 2 diabetes mellitus at Menggala Hospital in 2021. This study used recorded data obtained from Menggala Hospital. The results of this study indicate that CKD patients with a history of Type 2 DM at the Menggala Hospital with the most gender characteristics are women as many as 63 people (56.8 %). The most age is 51-55 as many as 48 people (43.6%). The highest duration of illness characteristic was 5 years as many as 25 people (22.7%). Then it can be concluded that the relationship between Hb levels, GFR, and frequency of hemodialysis with patient characteristics all have a significant relationship / there is a relationship, except for the relationship between hemodialysis frequency and gender characteristics
Uji Aktivitas Anti Penuaan Kulit Sediaan Emulgel Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth) Yasir, Angga Saputra; Nofita, Nofita; Br barus, Emia Athena
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i1.18799

Abstract

Nilam atau dilem wangi (Jawa) merupakan tanaman perdu (herba), tanaman ini berbau harum dengan batang hampir seluruhnya berbentuk segi empat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sediaan emulgel minyak nilam memiliki efektivitas sebagai anti penuaan kulit. Hasil uji organoleptis sediaan berwarna putih dan berbau khas basis untuk formulasi F0 dan K+, berwarna kekuningan dan berbau khas minyak nilam untuk formulasi F1. Hasil uji pH didapatkan dalam rentang 4,73 – 3,95. Hasil uji viskositas dalam rentang 8725 – 5778 cP. Hasil uji daya sebar dalam rentang 6,68 – 5,26 cm. Hasil uji daya lekat dalam rentang 1,68 – 1,01 detik. Hasil statistik parameter fisik menunjukkan adanya perbedaan signifikan selama penyimpanan selama 28 hari untuk ketiga formulasi yang ditandai dengan p-value < 0,05. Hasil uji iritasi tidak menunjukkan tanda-tanda reaksi iritasi. Hasil uji hedonik didapatkan K+ sebagai formulasi paling disukai. Hasil uji anti penuaan kulit dihitung dengan rumus persen, hasil dalam rentang 106,25 –(- 67,56) untuk parameter hidrasi, 110 – (- 68,08) untuk parameter elastisitas, 85,71 – (- 800) untuk parameter pori dan 88,8 – (- 433,3) untuk parameter kerutan. Selanjutnya uji statistik Kruskal Walli untuk menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan terhadap semua perlakuan baik hidrasi, elastisits, pori dan kerutan pada formulasi F0, F1, K+ maupun tanpa sediaan yang ditandai dengan p-value > 0,05.
EFEKTIFITAS SEDIAAN HAIR TONIC EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG AMBON (Musa paradisiaca L.) TERHADAP PERTUMBUHAN RAMBUT Susanti, Rostina Widia; Nofita, Nofita; Saputri, Gusti Ayu Rai
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20340

Abstract

Abstract: Hair loss can be treated with regular hair care using cosmetic products such as hair tonic. Hair tonics in circulation contain synthetic ingredients which, if used excessively, cause side effects. Ambon banana peel (Musa paradisiaca L.) has the potential to overcome hair loss because it contains antioxidant compounds, namely flavonoids, alkaloids, tannins, phenols and alkaloids which are scientifically effective in hair growth. The aim of this research is to make a hair tonic preparation containing Ambon banana peel extract, and to carry out a physical evaluation of the hair tonic preparation and test its effectiveness for the best hair growth. This research uses the maceration method in the process of making Ambon banana peel extract with 96% ethanol solvent as well as statistical analysis of the Repeated Measure Anova parametric test and the non-parametric Friedman test. Hair tonic is made with extract concentrations of 2% (F1), 4% (F2), and 8% (F3). Secondary metabolite compounds contained in Ambon banana peel extract (Musa paradisiaca L.) contain flavonoids, tannins, phenols and alkaloids. The three hair tonic preparations of Ambon banana peel extract (Musa paradisiaca L.) met good physical preparation evaluations including homogeneous preparations, pH, specific gravity and viscosity in accordance with SNI 16-4955-1998. All formulations have hair growth with a sig value of 0.000, (<0.05) which means there is a significant difference between groups. F3 has the best hair growth activity but is still significantly different from (K+) with an average hair length of 4.18 ± 4.0958 and a sig value of 0.000, (<0.05). After conducting research to test the effectiveness of hair tonic preparations, the ethanol extract of Ambon banana peel has an influence on hair growth.Keywords: Hair tonic, Ambon banana peel (Musa paradisiaca L.), Hair growth.Abstrak: Rambut rontok dapat diatasi dengan perawatan rambut secara teratur menggunakan produk kosmetik seperti hair tonic. Hair tonic yang beredar mengandung bahan-bahan sintesis yang kalau digunakan berlebihan menimbulkan efek samping. Kulit pisang ambon (Musa paradisiaca L.) berpotensi mengatasi kerontokan rambut karena mengandung senyawa antioksidan yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, fenol dan alkaloid secara ilmiah memiliki efektifitas dalam pertumbuhan rambut. Tujuan penelitian ini adalah membuat sediaan hair tonic yang mengandung ekstrak kulit pisang ambon, dan melakukan evaluasi fisik sediaan hair tonic serta menguji efektifitas terhadap pertumbuhan rambut yang terbaik. Penelitian ini menggunakan metode maserasi pada proses pembuatan ekstrak kulit pisang ambon dengan pelarut etanol 96% serta analisis statistik uji parametrik Repeated Measure Anova dan uji non parametrik friedman. Hair tonic dibuat dengan konsentrasi ekstrak 2% (F1), 4% (F2), dan 8% (F3). Senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak kulit pisang ambon (Musa paradisiaca L.) mengandung senyawa flavonoid, tanin, fenol, dan alkaloid. Ketiga sediaan hair tonic ekstrak kulit pisang ambon (Musa paradisiaca L.) memenuhi evaluasi sediaan fisik yang baik meliputi sediaan homogen, pH, bobot jenis, dan viskositas yang sesuai dengan SNI 16-4955-1998. Semua formulasi memiliki pertumbuhan rambut dengan nilai sig 0,000, (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok. F3 memiliki aktivitas pertumbuhan rambut yang paling baik namun masih berbeda signifikan dengan (K+) dengan rata-rata panjang rambut 4,18 ± 4,0958 dan nilai sig 0,000, (<0,05). Setelah melakukan penelitian uji efektifitas sediaan hair tonic ekstrak etanol kulit pisang ambon memiliki pengaruh dalam pertumbuhan rambut.Kata kunci: Hair tonic, Kulit pisang ambon (Musa paradisiaca L.), Pertumbuhan rambut.
Penentuan Nilai SPF Lotion Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Variasi VCO dan Karagenan Sebagai Tabir Surya Ulfa, Ade Maria; Nofita, Nofita; Putri, Anzela Andandya
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.19874

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) adalah tanaman menjalar yang sering biasa tumbuh halaman rumah atau pinggiran kawasan hutan serta memiliki potensi bahan untuk tabir surya. Kajian ini bertujuan untuk menilai apakah losion yang berbahan dasar bunga telang mencapai persyaratan uji evaluasi fisik serta menentukan konsentrasi SPF optimal dalam formulasi losion tersebut. Proses ekstraksi bunga telang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut aquadest, kemudian dikeringkan dengan teknik freeze-dry sebelum diformulasikan menjadi losion dengan variasi penggunaan virgin coconut oil (VCO) dan karagenan. Rendemen ekstraksi yang berhasil diperoleh adalah sebesar 29,33%. Losion yang dihasilkan kemudian undergo evaluasi fisik, uji iritasi, dan uji hedonik, sebelum dilakukan pengujian nilai SPF pada formulasi terbaik. Hasil dari evaluasi fisik menunjukkan bahwa losion telah sesuai dengan standar SNI (16-4399-1996), meskipun terdapat satu parameter yaitu daya lekat yang tidak memenuhi standar. Dalam pengujian SPF, losion menunjukkan tingkat perlindungan mulai dari ultra protection hingga maximal protection. Analisis statistik, yang dilakukan menggunakan uji One-Way ANOVA, menyatakan bahwa semua parameter yang diuji telah memenuhi persyaratan, dengan nilai SPF sebesar 22,13 ± 0,87 untuk formulasi F1 (ultra protection) dan 11,26 ± 0,03 untuk basis K (-) dengan VCO 5% dan karagenan 1% (maximal protection). Hasil analisis statistik juga menunjukkan nilai p = 0,0001, yang menunjukkan signifikansi yang tinggi.
Analisis Kadar Vitamin C Pada Perasan Kulit Pisang Kepok, Pisang Ambon, Dan Pisang Mas Dewi, Mentari Ciecilia; Nofita, Nofita; Adina, Anugrah Budipratama
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 2 (2025): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i2.19902

Abstract

Provinsi Lampung dikenal sebagai daerah penghasil pisang dengan produksi tinggi, dan saat ini menempati peringkat ketiga di Indonesia setelah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kandungan nutrisi pisang seperti air, karbohidrat, lemak, protein, serta vitamin C dan B juga sebagian terdapat pada kulitnya. Vitamin C berperan sebagai antioksidan yang membantu menetralisir radikal bebas yang dapat merusak sel dan jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan kadar vitamin C pada perasan kulit pisang kepok, ambon, dan mas. Nira dari kulit pisang diekstrak, disegel, dan dibiarkan selama 24 jam. Analisis kadar vitamin C dilakukan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan secara kualitatif menggunakan larutan NaOH 10% dan FeSO₄ 5% pada waktu penyimpanan 12, 120, dan 360 jam. Hasil penelitian menunjukkan kadar vitamin C tertinggi sebesar 292 mg/100 g pada pisang kepok setelah 120 jam, 447 mg/100 g pada pisang ambon setelah 12 jam, dan 231,4 mg/100 g pada pisang mas setelah 360 jam. Berdasarkan uji Kruskal-Wallis, terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kadar vitamin C sampel kulit pisang dibandingkan dengan kelompok kontrol (p = 0,025 < 0,05).
Formulasi Dan Uji Stabilitas Hair Tonic Kombinasi Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) Dan Vco Tamarin, Laura; Ulfa, Ade Maria; Nofita, Nofita
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 4 No 2 (2025): April
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v4i2.8253

Abstract

Hair loss affects up to 50 million people in the United States and 20 million of them are women. Hair tonic is a cosmetic product that can prevent hair damage and loss. Fragrant pandan leaves (Pandanus amaryllifolius Roxb.) has the potential to overcome hair loss because it contains antioxidant compounds, namely alkaloids, tannins, saponins and others. Apart from that, VCO also has the potential to treat hair damage because it contains fatty acids, vitamin K, vitamin E, etc. The aim of this research is to make preparations hair tonic which contains fragrant pandan leaf extract and VCO then tested for physical evaluation and determined the stability of the preparation hair tonic. Extraction was carried out using the maceration method using 96% ethanol solvent, stability testing using the method cyling test and the stability test results were analyzed using Sample Paired T-Test. The yield of fragrant pandan leaves was 11.04%. Hair tonic made into 3 variations FI(2.5%:2.5%), F2(5%:2.5) and F3(7%:2.5%). The test results showed that all dosage formulations met the physical evaluation requirements in the homogeneity, pH and viscosity tests in accordance with SNI 19-4955-1998, however the specific gravity test before storage did not meet the physical evaluation requirements of the dosage form because it was ˃1 g/ml. Preparation hair tonic F0, F1 and F2 are statistically stable in storage with organoleptic test parameters, pH, homogeneity, specific gravity, viscosity and irritation test because the sig value is> 0.05, while F3 experiences instability in the specific gravity test because the sig value is <0.05.
Co-Authors Adina, Anugrah Budipratama Adriana, Umi Helpa Agustiansyah, Ferdika Amanda, Dita Dwi Angga Saputra Yasir anggi prantika, Sindi ANGIN, MARTIANUS PERANGIN Apriani, Pipit Ardiyansyah Ardiyansyah Aulia, Maharani Riska Azzahra, Maharani Fathiya Bella, Bella Tasya Salsabila Br Barus, Emia Athena Cantika, Maria Tri Clarista, Helaria Eren Dewi Yuliana Dewi, Dinda Puspita Dewi, Mentari Ciecilia Dewi, Nendi Sartika Dewi, Rizqya Salma Dian Rahayu Diana Lestari, Diana Diana Putri Dwi Susanti Dwiyanti, Made Erika Indah Safitri Fachrozi, Muhammad Nirwan Fadhil, Rafi Muhammad Fadila, Syabil Salza Febriasti, Nisa A Feladita, Niken Firguna, Dinda Sefta Hermawan, Dessy Intan Ayu Pratiwi, Intan Ayu khusnul khotimah Kirana, Dhea Ananda Kurniati, Mala Lestari, Yovita Endah Marcelia, Selvi Marcellia, Selvi Mohammad Chaidir Nasution, Yolanda Novikasari, Linawati Nurkhalika, Rachmi Perdana, Dwi Agung Jaka Pratama, Farhan Herdi Primadiamanti, Annisa Putri Amalia Putri, Anzela Andandya Putri, Rizka Amaliah Putri, Salma Gustia Putri, Saskia Diska Putri, Vivit Millani Putro, Igho Reynaldi Nugroho Qoni’ah, Vika Imroatul Romadhon, Agung Romaeda, Roz Ruslaini, Ruslaini Saddam Husein, Saddam Salamah, Richa Putri Salsabila, Bella Tasya Saputra, Muhammad Rio Saputri, Gusti Ayu Rai Saputri, Naila Saputri, Nurotul Mega Sari, Cicih Ratna Sari, Desi Novita Sari, Intan Deswita Setiawati Setiawati Seto, Deni Gagat Sinta Purnamasari, Sinta Siti Wahidah Sofyan, Shefira Subroto, Inggrid Virzinia Sudarti, Wiwik Susanti, Rostina Widia Syafitri, Shela Tamarin, Laura Triyanti, Yesicha Tutik Tutik Ulfa, Ade Maria Wahyuni, Anis Wati, Ria Widya Widianti, Reika Aqni Wijaya, I Gusti Ngurah Satria Wijayanti, Fisca Windayani, Wulan Tri Wulandari, Risha Yasmin, Adinda Nurina Zahrani, Andieta