Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi sediaan lotion ekstrak daun nangka (Artocarpus Heterophyllus) sebagai repelan terhadap nyamuk aedes aegypti Nofita, Nofita; Triyanti, Yesicha; Marcellia, Selvi
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 1 No. 2 (2021): December Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v1i2.96

Abstract

  Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya telah terinfeksi oleh virus dengue dari penderita DBD. Ekstrak daun nangka yang mengandung saponin, flavonoid, alkaloid, terpenoid, steroid dan tanin dapat membunuh nyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan latar belakang peneliti tertarik untuk melakukan Uji Formulasi Sediaan Lotion  Ekstrak Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus) sebagai Repelan Terhadap Nyamuk Aedes aegypti. Tujuan: Untuk mengetahui efek Repelan ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus) terhadap nyamuk Aedes aegypti. Metode: Ekstraksi perkolasi dengan berbagai uji diantaranya uji alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, triterpenoid, evaluasi lotion anti nyamuk. Hasil: Konsentrasi ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus) dalam sediaan lotion  yang paling efektif sebagai reppelan nyamuk Aedes aegypti yaitu pada konsentrasi 9% dengan daya efektivitas yang hampir sama dengan kontrol positif yaitu 86% pada 30 detik dan per 6 jam diperoleh rata-rata 79,5% dengan nilai uji statistik p < 0,05. Simpulan: Ekstrak daun nangka dalam sediaan lotion  memiliki efektivitas dalam menolak nyamuk.
Uji efektivitas ekstrak kulit buah mahoni (Swietenia Mahagoni L.) sebagai larvasida aedes aegypti dengan metode sokletasi Salsabila, Bella Tasya; Marcellia, Selvi; Nofita, Nofita
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v4i2.535

Abstract

Background: Swietenia mahagoni (L.) known as mahogany is an example of a plant that has larvicidal effectiveness. Mahogany rind contains flavonoids, saponins, tannins, alkaloids, phenols, steroids and terpenoids. Secondary metabolite compounds that can be used as larvicides, namely, flavonoids which work by causing wilting of the nerves and damage to the respiratory system and causing the larvae to be unable to breathe and eventually die Purpose: To find out whether mahogany rind (Swietenia mahagoni (L.) is effective as a larvicide on Aedes aegypti mosquitoes and to find out what the LC50 value is in the effectiveness test on mahogany rind (Swietenia mahagoni (L.) as a larvicide on Aedes aegypti mosquitoes). Methods: Mosquitoes were divided into 6 groups, namely, positive control group, concentration of 0.5%, 1%, 2%, 4% and negative control. Results: The yield of mahogany peel extract was 6.7%. The results of the ethanol extract of mahogany fruit has activity as a larvicidal from a concentration of 2% and 4% already has an effectiveness almost equivalent to the positive control. The LC50 value indicates the ability of the ethanol extract of mahogany fruit to be 0.244%. Then the data obtained was then tested using the One Way ANOVA test and the LSD (Least Significance Different) Post Hoc test to determine whether there were differences in each concentration. Conclusion: The ethanol extract of mahogany (Swietenia mahagoni L.) peel has highly toxic properties in killing Aedes aegypti larvae. Keywords: Mahogany Fruit Peel; larvicides; Aedes aegypti; Soxhletation Method. Pendahuluan: Swietenia mahagoni (L.) yang dikenal sebagai mahoni merupakan salah satu contoh tanaman yang memiliki efektivitas larvasida. Kulit buah mahoni mengandung flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, fenol, steroid dan terpenoid. Senyawa metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai larvasida yaitu, flavonoid yang bekerja dengan cara menimbulkan kelayuan pada syaraf serta kerusakan pada sistem pernapasan dan mengakibatkan larva tidak bisa bernapas dan akhirnya mati Tujuan: Untuk mengetahui apakah kulit buah mahoni (Swietenia mahagoni (L.) efektif sebagai larvasida pada nyamuk Aedes aegypti dan untuk mengetahui berapakah nilai LC50 pada uji efektivitas pada kulit buah mahoni (Swietenia mahagoni (L.) sebagai larvasida pada nyamuk Aedes aegypti. Metode: Nyamuk dibagi menjadi 6 kelompok yaitu, kelompok kontrol positif, konsentrasi 0,5%, 1%, 2%, 4% dan kontrol negatif. Hasil: Rendemen ekstrak kulit buah mahoni didaptakan sebesar 6,7%. Hasil ekstrak etanol buah mahoni memiliki aktivitas sebagai larvasida dari konsentrasi 2% dan 4% sudah memiliki efektivitas hampir setara dengan kontrol positif. Nilai LC50 menunjukkan kemampuan ekstrak etanol buah mahoni sebesar 0,244%. Kemudian data yang didapatkan lalu diuji menggunakan uji One Way ANOVA dan uji Post Hoc LSD (Least Significance Different) untuk mengetahui adanya perbedaan pada tiap konsentrasi. Simpulan: Ekstrak etanol kulit buah mahoni (Swietenia mahagoni L.) memiliki sifat sangat beracun dalam membunuh larva Aedes aegypti. Kata Kunci: Kulit Buah Mahoni; Larvasida; Aedes Aegypti; Metode Sokletasi.
EFEKTIFITAS SEDIAAN HAIR TONIC EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG AMBON (Musa paradisiaca L.) TERHADAP PERTUMBUHAN RAMBUT Susanti, Rostina Widia; Nofita, Nofita; Saputri, Gusti Ayu Rai
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20340

Abstract

Abstract: Hair loss can be treated with regular hair care using cosmetic products such as hair tonic. Hair tonics in circulation contain synthetic ingredients which, if used excessively, cause side effects. Ambon banana peel (Musa paradisiaca L.) has the potential to overcome hair loss because it contains antioxidant compounds, namely flavonoids, alkaloids, tannins, phenols and alkaloids which are scientifically effective in hair growth. The aim of this research is to make a hair tonic preparation containing Ambon banana peel extract, and to carry out a physical evaluation of the hair tonic preparation and test its effectiveness for the best hair growth. This research uses the maceration method in the process of making Ambon banana peel extract with 96% ethanol solvent as well as statistical analysis of the Repeated Measure Anova parametric test and the non-parametric Friedman test. Hair tonic is made with extract concentrations of 2% (F1), 4% (F2), and 8% (F3). Secondary metabolite compounds contained in Ambon banana peel extract (Musa paradisiaca L.) contain flavonoids, tannins, phenols and alkaloids. The three hair tonic preparations of Ambon banana peel extract (Musa paradisiaca L.) met good physical preparation evaluations including homogeneous preparations, pH, specific gravity and viscosity in accordance with SNI 16-4955-1998. All formulations have hair growth with a sig value of 0.000, (<0.05) which means there is a significant difference between groups. F3 has the best hair growth activity but is still significantly different from (K+) with an average hair length of 4.18 ± 4.0958 and a sig value of 0.000, (<0.05). After conducting research to test the effectiveness of hair tonic preparations, the ethanol extract of Ambon banana peel has an influence on hair growth.Keywords: Hair tonic, Ambon banana peel (Musa paradisiaca L.), Hair growth.Abstrak: Rambut rontok dapat diatasi dengan perawatan rambut secara teratur menggunakan produk kosmetik seperti hair tonic. Hair tonic yang beredar mengandung bahan-bahan sintesis yang kalau digunakan berlebihan menimbulkan efek samping. Kulit pisang ambon (Musa paradisiaca L.) berpotensi mengatasi kerontokan rambut karena mengandung senyawa antioksidan yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, fenol dan alkaloid secara ilmiah memiliki efektifitas dalam pertumbuhan rambut. Tujuan penelitian ini adalah membuat sediaan hair tonic yang mengandung ekstrak kulit pisang ambon, dan melakukan evaluasi fisik sediaan hair tonic serta menguji efektifitas terhadap pertumbuhan rambut yang terbaik. Penelitian ini menggunakan metode maserasi pada proses pembuatan ekstrak kulit pisang ambon dengan pelarut etanol 96% serta analisis statistik uji parametrik Repeated Measure Anova dan uji non parametrik friedman. Hair tonic dibuat dengan konsentrasi ekstrak 2% (F1), 4% (F2), dan 8% (F3). Senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak kulit pisang ambon (Musa paradisiaca L.) mengandung senyawa flavonoid, tanin, fenol, dan alkaloid. Ketiga sediaan hair tonic ekstrak kulit pisang ambon (Musa paradisiaca L.) memenuhi evaluasi sediaan fisik yang baik meliputi sediaan homogen, pH, bobot jenis, dan viskositas yang sesuai dengan SNI 16-4955-1998. Semua formulasi memiliki pertumbuhan rambut dengan nilai sig 0,000, (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok. F3 memiliki aktivitas pertumbuhan rambut yang paling baik namun masih berbeda signifikan dengan (K+) dengan rata-rata panjang rambut 4,18 ± 4,0958 dan nilai sig 0,000, (<0,05). Setelah melakukan penelitian uji efektifitas sediaan hair tonic ekstrak etanol kulit pisang ambon memiliki pengaruh dalam pertumbuhan rambut.Kata kunci: Hair tonic, Kulit pisang ambon (Musa paradisiaca L.), Pertumbuhan rambut.
MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI REMAJA MELALUI EDUKASI PERAWATAN RAMBUT DENGAN HAIR TONIC LIDAH BUAYA (Aloe vera L) Nofita, Nofita; Firguna, Dinda Sefta; Pratama, Farhan Herdi; Sari, Intan Deswita; Purnamasari, Sinta
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i1.19115

Abstract

ABSTRAKKeinginan mempercantik diri dapat menggunakan produk kecantikan salah satunya kosmetik. Selain pada wajah kosmetik juga digunakan pada rambut. Salah satu kosmetik untuk rambut adalah hair tonic. Pada usia remaja akan mengalami beberapa masalah rambut seperti rambut rontok dan ketombe. Penyebab rambut rontok pada remaja biasanya akibat pengaruh hormon selama masa pubertas. Hair tonic (penyegar rambut) merupakan sediaan kosmetik berbentuk cair yang merupakan campuran bahan kimia dan atau bahan alami lainnya yang digunakan untuk membantu menguatkan, memperbaiki pertumbuhan dan menjaga kondisi rambut. Penggunaan lidah buaya bermanfaat untuk mengatasi kerontokan, melebatkan dan menumbuhkan rambut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang. Hair Tonic Lidah Buaya (Aloe vera L) sebagai perawatan rambut degan upaya pencegahan rambut rontok pada anak-anak di Panti Asuhan Kemala Puji Bandar Lampung. Metode kegitatan ini adalah sosialisai serta pengisian kuisioner sebelum dan sesudah kegiatan. Dari hasil analisis terkait dengan posttest dan pretest, diperoleh informasi bahwa rata-rata pengetahuan anak-anak terkait dengan pemanfaatan lidah buaya sebagai bahan alami untuk pembuatan hair tonic di Panti Asuhan Kemala Puji Bandar Lampung sebelum dilakukannya penyuluhan adalah 49.67%. Setelah dilakukannya penyuluhan diperoleh rata-rata penilaian sebesar 91,61%. Hasil yang diperoleh menunjukan kenaikan yang menjadi penanda keberhasilan penyusun dalam melakukan penyuluhan. Kata Kunci : Penyuluhan, Hair Tonic, Lidah Buaya
Efektivitas Sediaan Gel Ekstrak Kulit Pisang Ambon (Musa paradisiaca var sapientum) Terhadap Penyembuhan Luka Bakar dan Luka Sayat Nofita, Nofita; Fadila, Syabil Salza; Pratiwi, Intan Ayu; Saputri, Gusti Ayu Rai; Hermawan, Dessy
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.815

Abstract

Kulit pisang merupakan bagian dari buah pisang ambon yang memiliki efektivitas sebagai penyembuhan luka dengan dibuat dalam bentuk sediaan gel. Tujuan penelitian ini untuk. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji skrining fitokimia membuktikan positif mengandung flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, kuinon, dan terpenoid. Konsentrasi yang digunakan dalam formula sediaan gel ekstrak kulit pisang ambon yaitu F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%). Kontrol negatif (K-) yaitu sediaan gel tanpa ekstrak, dan kontrol positif (K+) gel bioplacenton. Hasil pengujian luka bakar pada formula K (+) dan F3 terjadi penutupan luka sempurna dengan rata-rata penurunan diameter luka 20 mm. Perlakuan F1, F2, dan K (-) pada hari ke 14 proses penutupan luka tidak secara sempurna dengan rata-rata penurunan diameter luka F1 16,8 mm, F3 18,2 mm, dan K (-) 8,1 mm. Hasil pengujian luka sayat pada formula F3 menunjukkan aktivitas penyembuhan luka sayat yang lebih cepat dengan rata-rata selisih penurunan diameter luka 0,31 cm. F2 dan K (+) dengan nilai selisih 0,30 menunjukkan penyembuhan yang baik. F1 nilai selisih 0,23 cm menunjukkan penyembuhan yang cukup baik. K(-) nilai selisih 0,21 menunjukkan penyembuhan yang paling lambat. Konsentrasi 15% memberikan efektivitas penyembuhan yang lebih efektif dalam penyembuhan luka bakar dan luka sayat. Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan, nilai selisih, dan nilai rata-rata ukuran luka yang diperoleh, maka memberikan hasil yang maksimal.
Efektivitas Sintesis Cao Nanopartikel dengan Bawang Putih (Allium Sativum L.) sebagai Antibakteri Husein, Saddam; Fachrozi, Muhammad Nirwan; Lestari, Yovita Endah; Nofita, Nofita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i1.16913

Abstract

ABSTRACT Skin infections are a common health problem caused by pathogenic bacteria. Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis are two common causes. Staphylococcus aureus is particularly dangerous and can cause abscesses, impetigo, and cellulitis, while Staphylococcus epidermidis is often involved in infections in immunocompromised individuals or infections associated with medical devices. Controlling these infections is essential to prevent serious complications. This study aims to investigate the antibacterial activity of a mixture of CaO nanoparticles and garlic extract against Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis, and to determine the most effective concentration for inhibiting these bacteria. The research involved the green synthesis of CaO nanoparticles using garlic extract. The antibacterial activity was tested using the well diffusion method against both bacteria. Characterization of the nanoparticles was conducted using XRD, SEM, and FTIR analyses. The results indicated that the mixture of CaO nanoparticles with garlic extract exhibited significant antibacterial activity against both Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis. The most effective concentration was identified, showing a higher inhibition zone compared to pure CaO and garlic extract alone. The study concludes that the Green synthesis of CaO nanoparticles using garlic extract is a promising approach to develop natural antibacterial agents for the treatment of skin infections. Keywords: Green Synthesis, CaO Nanoparticles, Garlic Extract, Antibacterial, Staphylococcus Aureus, Staphylococcus Epidermidis.  ABSTRAK Infeksi kulit adalah masalah kesehatan umum yang disebabkan oleh bakteri patogen. Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis adalah dua bakteri yang sering menjadi penyebab utama. Staphylococcus aureus sangat berbahaya dan dapat menyebabkan abses, impetigo, dan selulitis, sedangkan Staphylococcus epidermidis sering terlibat dalam infeksi pada individu dengan kekebalan tubuh lemah atau infeksi terkait peralatan medis.Pengendalian infeksi ini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius. Untuk menginvestigasi aktivitas antibakteri campuran nanopartikel CaO dan ekstrak bawang putih terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis, serta menentukan konsentrasi paling efektif untuk menghambat bakteri tersebut. Penelitian melibatkan sintesis hijau nanopartikel CaO menggunakan ekstrak bawang putih. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi sumuran terhadap kedua bakteri kemudian di Karakterisasi nanopartikel dilakukan menggunakan analisis XRD, SEM, dan FTIR. Campuran nanopartikel CaO dengan ekstrak bawang putih memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Konsentrasi paling efektif teridentifikasi, menunjukkan zona hambat yang lebih tinggi dibandingkan CaO murni dan ekstrak bawang putih saja. sintesis hijau nanopartikel CaO menggunakan ekstrak bawang putih adalah pendekatan yang menjanjikan untuk mengembangkan agen antibakteri alami untuk perawatan infeksi kulit. Kata Kunci: Sintesis Hijau, Nanopartikel CaO, Ekstrak Bawang Putih,  Antibakteri, Staphylococcus Aureus, Staphylococcus Epidermidis.
UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum x africanum Lour.) DAN DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) SEBAGAI PENOLAK NYAMUK Aedes aegypti Zahrani, Andieta; Nofita, Nofita; Susanti, Dwi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.14278

Abstract

Tumbuhan kemangi dan pandan wangi mempunyai beberapa senyawa metabolit skunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid yang berpotensi sebagai penolak nyamuk. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi ekstrak daun kemangi dan daun pandan wangi efektif sebagai penolak nyamuk. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pada penelitian ini menggunakan 3 kali pengulangan dengan kontrol positif spray komersial soffel bunga geranium kontrol negatif aquadest streril dan LU I (0,5%+1,5%), LU II (1%+1%) dan LU III (1,5%+0,5%). Dengan perbandingan ekstrak (1:1). Nyamuk yang diuji adalah nyamuk Aedes aegypti. Hasil dari uji efektivitas kombinasi ekstrak daun kemangi dan pandan wangi yang memiliki efektivitas penolak nyamuk adalah seluruh konsentrasi larutan uji yaitu LU I, LU II dan LU III sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti. Hasil Uji Analisis Stastistik One Way ANOVA diperoleh nilai signifikan p<0,05. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kombinasi ekstrak daun kemangi (Ocimum x africanum Lour.) dan pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb.) efektif sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti pada konsentrasi LU I, LU II dan LU III.
Uji aktivitas variasi konsentrasi larutan ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) sebagai larvasida aedes aegypti Putri, Saskia Diska; Ulfa, Ade Maria; Nofita, Nofita
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 1 No. 1 (2021): June Edition 2021
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v1i1.72

Abstract

Pendahuluan: Nyamuk Aedes aegypti merupakan faktor terjadinya demam berdarah. Jenis nyamuk ini biasanya aktif pada siang hari dan nyamuk betina lebih suka menghisap darah manusia dari pada hewan. Kulit jeruk nipis mengandung minyak atsiri, damar dan glukosa. Minyak atsiri mengandung zat kimia citrol sebanyak kurang lebih 7,5%. Larvasida merupakan golongan dari pestisida yang dapat membunuh serangga belum dewasa atau sebagai pembunuh larva. Tujuan: Untuk mengetahui Aktivitas larvasida ekstrak kulit jeruk nipis (citrus aurantifolia) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti. Metode: Menggunakan 3 konsentrasi dan 2 kontrol yaitu 10%, 15%, 20%, kontrol negatif dan kontrol positif ( temefos 1% ). Hasil: Uji kruskal-wallis menunjukkan adanya pengaruh waktu terhadap ekstrak kulit jeruk nipis (citrus aurantifolia) dengan larava Aedes aegypti. Uji Mann- whitney didapatkan nilai p = 0,121 sehingga tidak ada perbedaan signifikan antara konsentrasi 20% dengan kontrol positif. Simpulan: Larutan ekstrak kulit jeruk nipis (Citus aurantifolia) mempunyai aktivitas sebagai larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti dan larutan ekstrak kulit jeruk nipis (Citus aurantifolia) konsentrasi 20% memiliki aktivitas yang mendekati dengan temefos 1% dalam membunuh larva nyamuk Aedes aegypti.
Uji efektivitas ekstrak kulit buah mahoni (swietenia mahagoni L.) sebagai larvasida aedes aegypti dengan metode sokletasi Bella, Bella Tasya Salsabila; Marcellia, Selvi; Nofita, Nofita
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 2 No. 2 (2022): December Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v2i02.282

Abstract

Background: Swietenia mahagoni (L.) known as mahogany is an example of a plant that has larvicidal effectiveness. Mahogany rind contains flavonoids, saponins, tannins, alkaloids, phenols, steroids and terpenoids. Secondary metabolite compounds that can be used as larvicides, namely, flavonoids which work by causing wilting of the nerves and damage to the respiratory system and causing the larvae to be unable to breathe and eventually die Purpose: To find out whether mahogany rind (Swietenia mahagoni (L.) is effective as a larvicide on Aedes aegypti mosquitoes and to find out what the LC50 value is in the effectiveness test on mahogany rind (Swietenia mahagoni (L.) as a larvicide on Aedes aegypti mosquitoes). Methods: Mosquitoes were divided into 6 groups, namely, positive control group, concentration of 0.5%, 1%, 2%, 4% and negative control. Results: The yield of mahogany peel extract was 6.7%. The results of the ethanol extract of mahogany fruit has activity as a larvicidal from a concentration of 2% and 4% already has an effectiveness almost equivalent to the positive control. The LC50 value indicates the ability of the ethanol extract of mahogany fruit to be 0.244%. Then the data obtained was then tested using the One Way ANOVA test and the LSD (Least Significance Different) Post Hoc test to determine whether there were differences in each concentration. Conclusion: The ethanol extract of mahogany (Swietenia mahagoni L.) peel has highly toxic properties in killing Aedes aegypti larvae.   Pendahuluan: Swietenia mahagoni (L.) yang dikenal sebagai mahoni merupakan salah satu contoh tanaman yang memiliki efektivitas larvasida. Kulit buah mahoni mengandung flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, fenol, steroid dan terpenoid. Senyawa metabolit sekunder yang dapat digunakan sebagai larvasida yaitu, flavonoid yang bekerja dengan cara menimbulkan kelayuan pada syaraf serta kerusakan pada sistem pernapasan dan mengakibatkan larva tidak bisa bernapas dan akhirnya mati Tujuan: Untuk mengetahui apakah kulit buah mahoni (Swietenia mahagoni (L.) efektif sebagai larvasida pada nyamuk Aedes aegypti dan untuk mengetahui berapakah nilai LC50 pada uji efektivitas pada kulit buah mahoni (Swietenia mahagoni (L.) sebagai larvasida pada nyamuk Aedes aegypti. Metode: Nyamuk dibagi menjadi 6 kelompok yaitu, kelompok kontrol positif, konsentrasi 0,5%, 1%, 2%, 4% dan kontrol negatif. Hasil: Rendemen ekstrak kulit buah mahoni didaptakan sebesar 6,7%. Hasil ekstrak etanol buah mahoni memiliki aktivitas sebagai larvasida dari konsentrasi 2% dan 4% sudah memiliki efektivitas hampir setara dengan kontrol positif. Nilai LC50 menunjukkan kemampuan ekstrak etanol buah mahoni sebesar 0,244%. Kemudian data yang didapatkan lalu diuji menggunakan uji One Way ANOVA dan uji Post Hoc LSD (Least Significance Different) untuk mengetahui adanya perbedaan pada tiap konsentrasi. Simpulan: Ekstrak etanol kulit buah mahoni (Swietenia mahagoni L.) memiliki sifat sangat beracun dalam membunuh larva Aedes aegypti.
Evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien DM tipe-2 Perdana, Dwi Agung Jaka; Nofita, Nofita
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 3 No. 1 (2023): June Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v3i1.518

Abstract

Background : Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by hyperglycemia. Diabetes mellitus can lead to a variety of problems, including hypertension. Pharmacological therapy for diabetes mellitus with hypertension complications is very complex, such as the use of more than one drug. This allows the treatment results we don't expect (Unrational). Purpose : This study aims to determine the pattern of prescribing and the rationale for the use of antihypertensive drugs in type-2 Diabetes Mellitus patients at the Kedaton Hospital in Bandar Lampung in 2019 with the right parameters for diagnosis, right medication, right patient, right indication, right dose, right method and duration. giving. Method : This type of research is descriptive observational, the data is done retrospectively by using the patient's medical record. Results : The results showed the highest prevalence, namely: at the age of 56-65 years (36%), female gender (70%), 21 patients with antidiabetic drugs Glibenclamide (63%), 18 patients for other drugs namely paracetamol (26%), In the antihypertensive drug, 15 patients were Captopril (45%), with monotherapy as much as 94%. Conclusion : From the rationality analysis of the use of antihypertensive drugs in Type-2 DM patients, it was obtained: 100% correct diagnosis, 100% correct drug, 100% accurate indication, 100% correct patient, 81% correct dose, and 66% correct duration of administration. Keywords : Evaluation, Type 2 Diabetes Mellitus Patient, Antihypertensive Drugs, Rationality. Pendahuluan : Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia. DM dapat menyebabkan berbagai komplikasi salah satunya hipertensi. Pemberian terapi farmakologi untuk diabetes melitus dengan komplikasi hipertensi sangat kompleks, seperti penggunaan obat yang lebih dari satu. Hal ini memungkinkan terjadinya hasil pengobatan tidak kita harapkan (Tidak Rasional). Tujuan : Untuk mengetahui pola Peresepan dan Rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien Diabetes Mellitus tipe-2 di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Bandar Lampung pada tahun 2019 dengan parameter tepat diagnosis, tepat obat, tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, tepat cara dan lama pemberian. Metode : Observasional deskriptif, data dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan rekam medis pasien. Hasil : Menunjukkan prevalensi terbanyak yaitu: pada usia 56-65 tahun (36%), jenis kelamin Perempuan (70%), Pada obat Antidiabetik 21 pasien yaitu Glibenklamid (63%), pada obat lain 18 pasien yaitu parasetamol (26%), Pada obat Antihipertensi 15 pasien yaitu Captopril (45%), dengan monoterapi sebanyak 94%. Simpulan : Dari analisis rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien diabetes melitus tipe-2 diperoleh tepat diagnosa 100%, tepat obat 100%, tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat dosis 81%, dan tepat lama pemberian 66%. Kata Kunci : Evaluasi; Pasien; Diabetes Melitus Tipe 2; Obat Antihipertensi; Rasionalitas.
Co-Authors Adina, Anugrah Budipratama Adriana, Umi Helpa Agustiansyah, Ferdika Amanda, Dita Dwi Angga Saputra Yasir anggi prantika, Sindi ANGIN, MARTIANUS PERANGIN Apriani, Pipit Ardiyansyah Ardiyansyah Aulia, Maharani Riska Azzahra, Maharani Fathiya Bella, Bella Tasya Salsabila Br Barus, Emia Athena Cantika, Maria Tri Clarista, Helaria Eren Dewi Yuliana Dewi, Dinda Puspita Dewi, Mentari Ciecilia Dewi, Nendi Sartika Dewi, Rizqya Salma Dian Rahayu Diana Lestari, Diana Diana Putri Dwi Susanti Dwiyanti, Made Erika Indah Safitri Fachrozi, Muhammad Nirwan Fadhil, Rafi Muhammad Fadila, Syabil Salza Febriasti, Nisa A Feladita, Niken Firguna, Dinda Sefta Hermawan, Dessy Intan Ayu Pratiwi, Intan Ayu khusnul khotimah Kirana, Dhea Ananda Kurniati, Mala Lestari, Yovita Endah Marcelia, Selvi Marcellia, Selvi Mohammad Chaidir Nasution, Yolanda Novikasari, Linawati Nurkhalika, Rachmi Perdana, Dwi Agung Jaka Pratama, Farhan Herdi Primadiamanti, Annisa Putri Amalia Putri, Anzela Andandya Putri, Rizka Amaliah Putri, Salma Gustia Putri, Saskia Diska Putri, Vivit Millani Putro, Igho Reynaldi Nugroho Qoni’ah, Vika Imroatul Romadhon, Agung Romaeda, Roz Ruslaini, Ruslaini Saddam Husein, Saddam Salamah, Richa Putri Salsabila, Bella Tasya Saputra, Muhammad Rio Saputri, Gusti Ayu Rai Saputri, Naila Saputri, Nurotul Mega Sari, Cicih Ratna Sari, Desi Novita Sari, Intan Deswita Setiawati Setiawati Seto, Deni Gagat Sinta Purnamasari, Sinta Siti Wahidah Sofyan, Shefira Subroto, Inggrid Virzinia Sudarti, Wiwik Susanti, Rostina Widia Syafitri, Shela Tamarin, Laura Triyanti, Yesicha Tutik Tutik Ulfa, Ade Maria Wahyuni, Anis Wati, Ria Widya Widianti, Reika Aqni Wijaya, I Gusti Ngurah Satria Wijayanti, Fisca Windayani, Wulan Tri Wulandari, Risha Yasmin, Adinda Nurina Zahrani, Andieta