Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi sediaan lotion ekstrak daun nangka (Artocarpus Heterophyllus) sebagai repelan terhadap nyamuk aedes aegypti Marcellia, Selvi; Nofita, Nofita; Triyanti, Yesicha
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v3i2.521

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by a virus that is transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito which has been infected by the dengue virus from DHF patients. Jackfruit leaf extract containing saponins, flavonoids, alkaloids, terpenoids, steroids and tannins can kill the Aedes aegypti mosquito. Based on the background of the researchers interested in testing the formulation of the Jackfruit Leaf Extract Lotion (Artocarpus heterophyllus) as a repellent against the Aedes aegypti mosquito. Purpose: To determine the effect of repellant extract of jackfruit leaf (Artocarpus heterophyllus) against Aedes aegypti mosquitoes. Method: Extraction of percolation with various tests, including the test of alkaloids, flavonoids, saponins, tannins, steroids, triterpenoid, evaluation of mosquito repellent lotions. Results: The concentration of jackfruit leaf extract (Artocarpus heterophyllus) in lotion preparations was the most effective as a mosquito repellant Aedes aegypti, namely at a concentration of 9% with almost the same effectiveness as the positive control, namely 86% at 30 seconds and per 6 hours got an average of 79 .5% with a statistical test value of p < 0.05. Conclusion: Jackfruit leaf extract in lotion preparation has effectiveness in repelling mosquitoes. Keywords: Dengue Fever; Jackfruit leaves (Artocarpus heterophyllus); Aedes aegypti mosquito Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya telah terinfeksi oleh virus dengue dari penderita DBD. Ekstrak daun nangka yang mengandung saponin, flavonoid, alkaloid, terpenoid, steroid dan tanin dapat membunuh nyamuk Aedes aegypti. Berdasarkan latar belakang peneliti tertarik untuk melakukan Uji Formulasi Sediaan Lotion Ekstrak Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus) sebagai Repelan Terhadap Nyamuk Aedes aegypti. Tujuan: Untuk mengetahui efek Repelan ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus) terhadap nyamuk Aedes aegypti. Metode: Ekstraksi perkolasi dengan berbagai uji diantaranya uji alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, triterpenoid, evaluasi lotion anti nyamuk. Hasil: Konsentrasi ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus) dalam sediaan lotion yang paling efektif sebagai reppelan nyamuk Aedes aegypti yaitu pada konsentrasi 9% dengan daya efektivitas yang hampir sama dengan kontrol positif yaitu 86% pada 30 detik dan per 6 jam diperoleh rata-rata 79,5% dengan nilai uji statistik p < 0,05. Simpulan: Ekstrak daun nangka dalam sediaan lotion memiliki efektivitas dalam menolak nyamuk.Kata kunci: Demam Berdarah; Daun Nangka (Artocarpus heterophyllus); Nyamuk Aedes aegypti. Kata Kunci: Demam Berdarah; Daun nangka (Artocarpus heterophyllus); Nyamuk Aedes aegypti
Hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik pada mahasiswa medis di Universitas Malahayati Kirana, Dhea Ananda; Nofita, Nofita; Feladita, Niken
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v4i1.528

Abstract

Background: Antibiotics were the main drugs used as anti-bacterial or infection. Improper use of antibiotics would result in the emergence of adverse antibiotic resistance. One of the high risk factors for resistance was the lack of knowledge about antibiotic drugs. Lack of knowledge resulted in inappropriate antibiotic use behavior. The purpose of this study was to determine the level of relationship between knowledge and behavior in the use of antibiotics among medical students at Malahayati University, namely Medical, Midwifery and Nursing students. This research was conducted using an online questionnaire and statistically analyzed with the Spearman Test. The results of the study indicated that the level of knowledge of the majority of medical students at Malahayati University was in the category of good knowledge with a percentage of 85.50% and the majority of antibiotic use behavior was included in the category of moderate behavior with a percentage of 55.90%. Spearman's analysis shows that respondents' knowledge and behavior have a significant relationship with a significance of 0.003 correlation coefficient of 0.452 which indicates the correlation strength relationship is in the moderate or not strong and not weak category, the direction of the correlation is positive (+) which means that there is a significant relationship between the knowledge of Medical Students at Malahayati University on the behavior of using antibiotics. Purpose: Improve the quality of knowledge on the use of antibiotics in medical students at Malahayati University Method: research using a questionnaire sheet and purposive sampling Result: knowledge has an alpha value of 0.599 and a questionnaire about antibiotic use behavior has an alpha value of 0.527 where both are in the range of 0.50-0.70 values. Conclusion: The level of knowledge of Medical Students about antibiotics, the majority are in the category of good knowledge.   Keywords: Use of Antibiotic Drugs; Knowledge level; Behavior Level.   Pendahuluan: Antibiotik merupakan obat utama yang digunakan sebagai anti bakteri atau  infeksi. Penggunaan antibotik yang tidak benar akan berakibat munculnya resistensi antibiotik yang merugikan. Salah satu faktor tingginya resiko resistensi adalah rendahnya ilmu pengetahuan mengenai obat antibiotik. Rendahnya ilmu pengetahuan menhasilkan perilaku penggunaan antibiotic yang tidak benar. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat hubungan pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik dikalangan mahasiswa Medis di Universitas Malahayati, yaitu pada Mahasiswa Kedokteran, Kebidanan dan Keperawatan. Penelitian ini dilakukan dengan quisioner online dan dianalisis statistika dengan Uji Spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa  tingkat pengetahuan Mahasiswa medis di Universitas Malahayati mayoritas termasuk dalam kategori pengetahuan baik dengan persentase sebesar 85,50% dan Perilaku penggunaan antibiotik mayoritas termasuk dalam kategori perilaku cukup dengan persentase sebesar 55,90%. Analisis Spearman menunjukkan pengetahuan dan perilaku responden memiliki hubungan yang bermakna dengan signifikansi sebesar  0,003 koefisien korelasi sebesar 0,452 yang menandakan hubungan kekuatan korelasi dalam kategori moderat atau tidak kuat dan tidak lemah, arah korelasi positif (+) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan Mahasiswa Medis di Universitas Malahayati terhadap perilaku pengguaan  antibiotik. Tujuan: Meningkatkan mutu pengetahuan pengunaan penggunaan antibiotik pada mahasiswa medis di Universitas Malahayati Metode: Penelitian menggunakan lembar kuisioner dan purposive sampling Hasil: Pengetahuan memiliki nilai alpha sebesar 0,599 dan kuesioner tentang perilaku penggunaan antibiotik memiliki nilai alpha sebesar 0,527 dimana keduanya berada pada rentang      nilai 0,50-0,70. Simpulan: Tingkat pengetahuan Mahasiswa Medis tentang antibiotik, mayoritas termasuk dalam kategori pengetahuan baik.   Kata Kunci : Penggunaan Obat Antibiotik; Tingkat Pengetahuan; Tingkat Perilaku.
Evaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien DM tipe-2 Perdana, Dwi Agung Jaka; Nofita, Nofita
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 5 No. 1 (2025): June Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v5i1.166

Abstract

Evaluation of the use of antihypertension drug in DM type-2 patients Background : Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by hyperglycemia.  Diabetes mellitus can lead to a variety of problems, including hypertension. Pharmacological therapy for diabetes mellitus with hypertension complications is very complex, such as the use of more than one drug. This allows the treatment results we don't expect (Unrational). Purpose : This study aims to determine the pattern of prescribing and the rationale for the use of antihypertensive drugs in type-2 Diabetes Mellitus patients at the Kedaton Hospital in Bandar Lampung in 2019 with the right parameters for diagnosis, right medication, right patient, right indication, right dose, right method and duration. giving. Method : This type of research is descriptive observational, the data is done retrospectively by using the patient's medical record. Results : The results showed the highest prevalence, namely: at the age of 56-65 years (36%), female gender (70%), 21 patients with antidiabetic drugs Glibenclamide (63%), 18 patients for other drugs namely paracetamol (26%), In the antihypertensive drug, 15 patients were Captopril (45%), with monotherapy as much as 94%.  Results : From the rationality analysis of the use of antihypertensive drugs in Type-2 DM patients, it was obtained: 100% correct diagnosis, 100% correct drug, 100% accurate indication, 100% correct patient, 81% correct dose, and 66% correct duration of administration. Keywords : Evaluation, Type 2 diabetes mellitus patient, Antihypertensive drugs, Rationality. Pendahuluan : Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia. DM dapat menyebabkan berbagai komplikasi salah satunya hipertensi. Pemberian terapi farmakologi untuk diabetes melitus dengan komplikasi hipertensi sangat kompleks, seperti penggunaan obat yang lebih dari satu. Hal ini memungkinkan terjadinya hasil pengobatan tidak kita harapkan (Tidak Rasional). Tujuan : Untuk mengetahui pola Peresepan dan Rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien Diabetes Mellitus tipe-2 di Puskesmas Rawat Inap Kedaton Bandar Lampung pada tahun 2019 dengan parameter tepat diagnosis, tepat obat, tepat pasien, tepat indikasi, tepat dosis, tepat cara dan lama pemberian. Metode : Observasional deskriptif, data dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan rekam medis pasien. Hasil : Menunjukkan prevalensi terbanyak yaitu: pada usia 56-65 tahun (36%), jenis kelamin Perempuan (70%), Pada obat Antidiabetik  21 pasien yaitu Glibenklamid (63%), pada obat lain 18 pasien yaitu parasetamol (26%), Pada obat Antihipertensi 15 pasien yaitu Captopril (45%), dengan monoterapi sebanyak 94%. Simpulan : Dari analisis rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien diabetes melitus tipe-2 diperoleh tepat diagnosa 100%, tepat obat 100%, tepat indikasi 100%,  tepat pasien 100%, tepat dosis 81%, dan tepat lama pemberian 66%.
Hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik pada mahasiswa medis di universitas malahayati Kirana, Dhea Ananda; Nofita, Nofita; Feladita, Niken
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 2 No. 1 (2022): June Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v2i01.185

Abstract

Pendahuluan: Antibiotik merupakan obat utama yang digunakan sebagai anti bakteri atau  infeksi. Penggunaan antibotik yang tidak benar akan berakibat munculnya resistensi antibiotik yang merugikan. Salah satu faktor tingginya resiko resistensi adalah rendahnya ilmu pengetahuan mengenai obat antibiotik. Rendahnya ilmu pengetahuan menhasilkan perilaku penggunaan antibiotic yang tidak benar. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat hubungan pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik dikalangan mahasiswa Medis di Universitas Malahayati, yaitu pada Mahasiswa Kedokteran, Kebidanan dan Keperawatan. Penelitian ini dilakukan dengan quisioner online dan dianalisis statistika dengan Uji Spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa  tingkat pengetahuan Mahasiswa medis di Universitas Malahayati mayoritas termasuk dalam kategori pengetahuan baik dengan persentase sebesar 85,50% dan Perilaku penggunaan antibiotik mayoritas termasuk dalam kategori perilaku cukup dengan persentase sebesar 55,90%. Analisis Spearman menunjukkan pengetahuan dan perilaku responden memiliki hubungan yang bermakna dengan signifikansi sebesar  0,003 koefisien korelasi sebesar 0,452 yang menandakan hubungan kekuatan korelasi dalam kategori moderat atau tidak kuat dan tidak lemah, arah korelasi positif (+) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan Mahasiswa Medis di Universitas Malahayati terhadap perilaku pengguaan  antibiotik. Tujuan: Meningkatkan mutu pengetahuan pengunaan penggunaan antibiotik pada mahasiswa medis di Universitas Malahayati Metode: Penelitian menggunakan lembar kuisioner dan purposive sampling Hasil: Pengetahuan memiliki nilai alpha sebesar 0,599 dan kuesioner tentang perilaku penggunaan antibiotik memiliki nilai alpha sebesar 0,527 dimana keduanya berada pada rentang      nilai 0,50-0,70. Simpulan: Tingkat pengetahuan Mahasiswa Medis tentang antibiotik, mayoritas termasuk dalam kategori pengetahuan baik.
Formulasi dan Uji Stabilitas Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) dengan Variasi Gelling Agent Wahidah, Siti; Saputri, Gusti Ayu Rai; Nofita, Nofita
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.623

Abstract

Daun asam jawa adalah tanaman yang mengandung senyawa aktif flavonoid yang terbukti memiliki antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan kulit dengan memberikan efek melembabkan, melindungi kulit dari sinar matahari dan mencerahkan kulit. Gel merupakan sediaan semipadat yang mempunyai kemampuan pelepasan obat yang baik, mudah dibersihkan dengan air, dan mempunyai kemampuan penyebaran yang baik dikulit. Sediaan gel membutuhkan basis agar mendapatkan stabilitas dan kompatibilitas yang tinggi, toksisitas yang rendah, serta waktu kontak dengan kulit. Gelling agent dipilih karena memiliki pengaruh yang besar terhadap absorbsi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas fisik sediaan gel ekstrak daun asam jawa dengan variasi gelling agent karbopol 940 dan HPMC. Penelitian ini dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil rendemen daun asam jawa yang didapatkan sebanyak 11,28%. Sediaan gel dibuat dalam lima formulasi dengan masing-masing variasi konsentrasi gelling agent. Analisis data menggunakan Repeated Measures Anova dan data evaluasi mutu fisik pada uji daya sebar, daya lekat dan viskositas didapatkan hasil Sig ?0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan, dan pada uji pH didapatkan hasil Sig ?0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Formulasi yang stabil pada gel ekstrak etanol daun asam jawa yaitu F2 dan F3. F2 dengan konsentrasi karbopol 940 0,5% dan HPMC 0,25%, dan F3 dengan konsentrasi karbopol 0,75% dan HPMC 0%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol daun asam dengan variasi gelling agent yang memenuhi syarat evaluasi fisik sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah F2 dan F3.
Analisis Kandungan Vitamin C dan Antioksidan dalam Sediaan Masker Gel Peel Off Ekstrak Kulit Pisang Ambon dan Pisang Kepok Nofita, Nofita; Putri, Salma Gustia; Syafitri, Shela; Tutik, Tutik; Amalia, Putri
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.630

Abstract

Kulit buah pisang mempunyai kandungan gizi yang cukup lengkap salah satunya vitamin C dan antioksidan, kulit pisang dapat dijadikan sediaan kosmetik yaitu masker gel peel-off. Masker gel peel off merupakan salah satu kosmetik yang banyak digunakan untuk memberikan perawatan wajah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan vitamin C pada ekstrak kulit pisang ambon dan pisang kepok, mengetahui kandungan vitamin C dan antioksidan dalam sediaan masker gel peel off ekstrak kulit pisang ambon dan pisang kepok. Uji skrining fitokimia ekstrak kulit pisang ambon dan pisang kepok didapatkan hasil positif mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, fenolik, dan sponin. Uji kualitatif ekstrak kulit pisang dilakukan dengan menambahkan NaOH 10% dan FeSO4 5% menghasilkan uji positif dengan hasil uji berwarna kuning.Uji kuantitatif atau penentuan kadar vitamin C pada ekstrak kulit pisang dan sediaan masker gel peel off dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil menunjukkan kadar vitamin C pada ekstrak kulit pisang ambon 23,785 mg AAE/g, pisang kepok 36,399 mg AAE/g. Kadar vitamin C pada sediaan masker gel peel off F1 193,285 mg AAE/g; F2 221,613 mg AAE/g; F3 251,756 mg AAE/g; F4 208,110 mg AAE/g; F5 280,439 mg AAE/g dan F6 323,391 mg AAE/g. Uji antioksidan metode penelitian Spektrofometri UV-Vis dengan menggunakan DPPH didapatkan hasil yaitu kulit pisang kepok formulasi 5% memiliki IC50 lebih tinggi dibandingkan masker dari kulit pisang ambon formulasi 5%. Analisis data menggunakan metode kruskal wallis nilai sig sebesar 0,005 (sig  0,05), dilajutkan dengan uji post hoc Mann Whitney perbandingan antar kelompok asym.sig  0,05 artinya terdapat perbedaan dalam setiap kelompok formulasi.
Kepatuhan Pelayanan Farmasi Klinik Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Wahyuni, Anis; Nofita, Nofita; Ulfa, Ade Maria
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.17512

Abstract

Pelayanan farmasi klinik memiliki peran penting dalam sistem kesehatan di rumah sakit, dimana pelayanan tersebut diatur oleh (Permenkes No.72 Tahun 2016) bahwa standar pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggaraka n pelayanan kefarmasian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kepatuhan pelayanan kefarmasian klinik di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif dilakukan dengan wawancara, observasi, dan telaah dokumen terkait kegiatan farmasi klinik di RS Pertamina Bintang Amin berdasarkan pada PMK No. 72 tahun 2016. Informan pada penelitian ini adalah apoteker yang terlibat kegiatan pelayanan farmasi klinik. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan mengambil sampel resep sebanyak 83 resep untuk dianalisis kelengkapannya. Hasil penelitian mengenai pelayanan farmasi klinik di RS Pertamina Bintang Amin terdiri dari 11 parameter dari sumber daya manusia, sarana prasarana, pengkajian dan pelayanan resep, rekonsiliasi obat, pelayanan informasi obat, konseling, visite, pemantauan terapi obat, monitoring efek samping obat, dan dispensing sediaan steril sudah baik, hanya parameter dispensing sediaan steril yang belum terlaksana karena terkendala dengan sumber daya manusia dan peralatan yang masih kurang.
Perbandingan Aktivitas Antibakteri Sediaan Krim Wajah Kulit Buah Naga Daging Putih (Hylocereus undatus) Dan Merah (Hylocereus Costaricensis) Terhadap Propionibacterium acnes Yasmin, Adinda Nurina; Nofita, Nofita; Kurniati, Mala; Marcellia, Selvi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i5.19803

Abstract

Krim memiliki nilai estetika dan kenyamanan yang cukup tinggi. Krim yang mengandung bahan alami kini lebih diminati karena adanya tren back to nature, salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif antibakteri adalah kulit buah naga putih (Hylocereus undatus) dan kulit buah naga merah (Hylocereus costaricensis). Kulit buah naga mengandung tannin, saponin, fenolik, alkaloid, steroid, terpenoid, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari krim ekstrak kulit buah naga putih dan merah terhadap bakteri Propionibacterium acne. Ekstrak kulit buah naga putih dan merah yang diperoleh dibuat dalam sediaan krim dengan ekstrak 5 gr, 7,5 gr, dan 10 gr. Kontrol positif adalah Klindamisin dan kontrol negatif yaitu basis krim. Uji antibakteri dilakukan dengan dengan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan uji aktivitas antibakteri krim ekstrak kulit buah naga putih dengan ekstrak 5 gr memiliki rata-rata diameter zona hambat 7,85 mm, 7,5 gr yaitu 9,5 mm dan 10 gr yaitu 11,3 mm. Sedangkan kulit bauh naga merah ekstrak 5 gr memiliki rata-rata diameter zona hambat 6,85 mm, 7,5 gr yaitu 7,33 mm dan 10 gr yaitu 8,22 mm. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sediaan krim dari ekstrak kulit buah naga putih mempunyai aktivitas antibakteri yang baik terhadap bakteri Propionibacterium acne dengan klasifikasi respon hambat pertumbuhan sedang–kuat. Sedangkan kulit buah naga merah mempunyai aktivitas antibakteri yang baik terhadap bakteri Propionibacterium acne dengan klasifikasi respon hambat pertumbuhan sedang. Kemudian semakin besar konsentrasi ekstrak kulit buah naga putih pada sediaan maka aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acne semakin besar.
Aktivitas Antiinflamasi Sediaan Salep Ekstrak Daun Kenikir (Cosmos caudatus Kunth) Salamah, Richa Putri; Angin, Martianus Perangin; Nofita, Nofita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.17586

Abstract

Bahasa Indonesia: Ketika jaringan rusak atau terinfeksi, proses yang disebut peradangan dimulai, yang dapat menyebabkan kemerahan, demam, pembengkakan, ketidaknyamanan, dan penurunan fungsi normal. Daun kenikir mengandung bahan kimia flavonoid yang mungkin memiliki sifat anti-inflamasi. Menemukan dosis optimal untuk mengurangi peradangan pada mencit putih jantan adalah tujuan utama dari penelitian ini. Dalam penelitian eksperimental ini, formulasi salep dibuat dengan memanfaatkan ekstrak daun kenikir dalam tiga konsentrasi berbeda: 10%, 15%, dan 20%. Uji pertama, yang berlangsung hingga hari kedelapan, melibatkan lima kelompok mencitputih jantan untuk menentukan efisiensi anti-inflamasi dari berbagai sediaan salep: hidrokortison asetat 2,5%, kelompok kontrol tanpa komponen aktif, dan empat konsentrasi salep yang mengandung ekstrak daun kenikir (10%, 15%, dan 20%). Sebelum beralih ke uji LSD, data dianalisis menggunakan statistik One Way ANOVA (Analysis One Variant). Analisis statistik pada penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi salep yang mengandung ekstrak daun kenikir pada konsentrasi 15% dan 20% mampu menurunkan inflamasi pada mencit putih jantan, dengan khasiat antiinflamasi paling besar ditunjukkan pada konsentrasi 20%.
Uji Efektivitas Antidepresan Mencit (Mus Musculus) Galur Swiss Menggunakan Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Sunkist (Citrus sinensis (L.) Osbeck) Nofita, Nofita; Safitri, Erika Indah; Febriasti, Nisa A
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 6 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10652546

Abstract

Depression is a disorder of a person's emotional or mental state which is characterized by persistent feelings of anxiety, sadness. Orange peel contains flavonoids, tannins, polyphenols and triterpenoids which are quite effective as antidepressants by providing a relaxing function to the body. This study aims to determine the antidepressant effectiveness of ethanol extract of sunkist orange peel (Citrus sinensis (L.) Osbeck). The method used for antidepressant test is FST (Forced Swim Test) and TST (Tail Suspension Test) and observed immobility time before and after treatment. The antidepressant test used 20 mice divided into 5 treatments, namely negative control (Na-CMC 0.5%), positive control (Amitriptyline 25 mg), doses of sunkist orange peel extract 200 mg/kgBW, 300 mg/kgBW and 400 mg/kgBW given orally. Immobility time data before and after treatment were statistically analyzed with Paired T-Test. The test results stated that all doses of ethanol extract of sunkist orange peel showed antidepressant effectiveness in mice that differed not statistically significant (p>0.05).
Co-Authors Adina, Anugrah Budipratama Adriana, Umi Helpa Agustiansyah, Ferdika Angga Saputra Yasir anggi prantika, Sindi ANGIN, MARTIANUS PERANGIN Apriani, Pipit Ardiyansyah Ardiyansyah Aulia, Maharani Riska Azzahra, Maharani Fathiya Bella, Bella Tasya Salsabila Br Barus, Emia Athena Cantika, Maria Tri Clarista, Helaria Eren Dewi Yuliana Dewi, Mentari Ciecilia Dewi, Nendi Sartika Dewi, Rizqya Salma Dian Rahayu Diana Lestari, Diana Diana Putri Dwi Susanti Erika Indah Safitri Fachrozi, Muhammad Nirwan Fadhil, Rafi Muhammad Fadila, Syabil Salza Febriasti, Nisa A Feladita, Niken Firguna, Dinda Sefta Hermawan, Dessy Intan Ayu Pratiwi, Intan Ayu khusnul khotimah Kirana, Dhea Ananda Kurniati, Mala Lestari, Yovita Endah Marcelia, Selvi Marcellia, Selvi Mohammad Chaidir Nasution, Yolanda Novikasari, Linawati Nurkhalika, Rachmi Perdana, Dwi Agung Jaka Pratama, Farhan Herdi Primadiamanti, Annisa Putri Amalia Putri, Anzela Andandya Putri, Rizka Amaliah Putri, Salma Gustia Putri, Saskia Diska Putri, Vivit Millani Qoni’ah, Vika Imroatul Romadhon, Agung Romaeda, Roz Ruslaini, Ruslaini Saddam Husein, Saddam Salamah, Richa Putri Salsabila, Bella Tasya Saputra, Muhammad Rio Saputri, Gusti Ayu Rai Saputri, Naila Saputri, Nurotul Mega Sari, Cicih Ratna Sari, Desi Novita Sari, Intan Deswita Setiawati Setiawati Seto, Deni Gagat Sinta Purnamasari, Sinta Siti Wahidah Sofyan, Shefira Subroto, Inggrid Virzinia Sudarti, Wiwik Susanti, Rostina Widia Syafitri, Shela Tamarin, Laura Triyanti, Yesicha Tutik Tutik Ulfa, Ade Maria Wahyuni, Anis Wati, Ria Widya Widianti, Reika Aqni Wijaya, I Gusti Ngurah Satria Wijayanti, Fisca Wulandari, Risha Yasmin, Adinda Nurina Zahrani, Andieta