Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut dan Pemanfaatan Rimpang sebagai Terapi Alternatif pada Anak Sekolah di Kota Tangerang Selatan Yulia, Yulia; Ika Suswanti; Rahesi, Inggri Dwi; Ma'muroh, Ma'muroh; Rohanah, Rohanah; Satriani, Satriani; Karditiawati, Anggraini; Qomariyah, Lailatul
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i2.606

Abstract

Latar Belakang: Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular yang umum terjadi masyarakat, angka kejadiannya meningkat pada kelompok rentan seperti anak. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan terkait penyakit ISPA serta pemanfaatan rimpang sebagai alternatif pengobatan ISPA. Metode: Pendekatan pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi dengan sasaran 39 siswa yang berada dilingkungan yayasan x di wilayah tangerang selatan pada tahun 2025. Hasil: Setelah dilakukan penyuluhan lebih dari 90% siswa mengalami peningkatan pengetahuan dalam pertanyaan definisi, gejala dan cara pencegahan ISPA. Setelah dilakukan penyuluhan lebih dari 80% mengetahui kelompok usia rentan ISPA dan faktor penyebab ISPA. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai ISPA dan pemanfaatan rimpang sebagai alternatif pengobatan. Edukasi ini penting dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran dan pencegahan penyakit ISPA pada anak-anak.
IMPLEMENTASI KURIKULUM KEPERAWATAN AIPNI 2021 BERBASIS FIKIH PADA MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ma’muroh, Ma’muroh; Rohanah, Rohanah; Dora, Rafika; Yulia, Yulia; Dewi, Liza Puspa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i2.5824

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the implementation of the 2021 AIPNI Nursing Curriculum in Islamic Religious Education courses based on Islamic jurisprudence (Fikih) at STIKes Dharma Husada Tangerang. The background of this study is the importance of integrating Islamic values, especially Islamic jurisprudence, in shaping the spiritual competence and professional ethics of nursing students. The 2021 AIPNI Curriculum emphasizes an outcome-based education approach and professional character, thus requiring an implementative strategy in teaching Islamic religious courses that are relevant to clinical practice and the dynamics of medical ethics. This study uses a qualitative-descriptive approach with data collection techniques through classroom observation, RPS document studies, and semi-structured questionnaires and interviews with 34 students of the S1 Nursing Study Program in the odd semester of the 2024/2025 academic year. The results of the study indicate that the implementation of the curriculum has covered several aspects of practical fiqh that are directly related to the world of nursing, such as fiqh for caring for dying patients, ethics of interaction between the sexes, and the use of drugs in emergency conditions. However, obstacles were also found such as limited contextual teaching resources, the dominance of cognitive approaches, and the lack of collaboration between religious lecturers and nursing lecturers in compiling teaching materials. The conclusion of this study confirms that the implementation of Islamic Religious Education based on fiqh in the AIPNI curriculum has great potential to strengthen the spiritual integrity of nursing students, but requires strengthening in the aspects of methodology, content based on clinical case studies, and synergy between lecturers across fields. These findings are expected to be input in the development of a more holistic and Islamic higher health education curriculum. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Keperawatan AIPNI 2021 pada mata kuliah Pendidikan Agama Islam berbasis ilmu fikih di STIKes Dharma Husada Tangerang. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya integrasi nilai-nilai keislaman, khususnya fikih, dalam membentuk kompetensi spiritual dan etika profesional mahasiswa keperawatan. Kurikulum AIPNI 2021 menekankan pendekatan pembelajaran berbasis capaian (outcome-based education) dan karakter profesional, sehingga memerlukan strategi implementatif dalam pengajaran mata kuliah agama Islam yang relevan dengan praktik klinik dan dinamika etika medis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi kelas, studi dokumen RPS, serta kuesioner dan wawancara semi-terstruktur kepada 34 mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan semester ganjil tahun akademik 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum telah mencakup beberapa aspek fikih praktis yang berkaitan langsung dengan dunia keperawatan, seperti fikih perawatan pasien sekarat, etika interaksi antar jenis kelamin, dan penggunaan obat-obatan dalam kondisi darurat. Namun, ditemukan pula hambatan seperti keterbatasan sumber ajar kontekstual, dominasi pendekatan kognitif, serta kurangnya kolaborasi antara dosen agama dan dosen keperawatan dalam penyusunan materi ajar. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa implementasi Pendidikan Agama Islam berbasis fikih dalam kurikulum AIPNI memiliki potensi besar untuk memperkuat integritas spiritual mahasiswa keperawatan, tetapi memerlukan penguatan pada aspek metodologi, konten berbasis studi kasus klinik, dan sinergi antar dosen lintas bidang. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi kesehatan yang lebih holistik dan Islami.
Teacher’s Perspectives on Young Children's Computational Thinking Skills through Unplugged Coding Activities, A Case Study of Children Aged 5-6 Years Choiriyah, Choiriyah; Pertiwi, Linda; Rohanah, Rohanah; Valencia, Elen
Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies Vol. 14 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijeces.v14i1.29613

Abstract

This study explores the development of computational thinking (CT) skills in early childhood through unplugged coding activities, focusing on the perspectives of teachers as observers and facilitators. Using an assessment instrument centered on four core CT components such as decomposition, algorithmic thinking, pattern recognition, and abstraction, the research was conducted with children aged 5–6 years engaging in a fruit skewer-making activity. The results demonstrate a strong alignment between assessment findings and teacher observations. Children showed progress in following procedural steps, recognizing and replicating patterns, breaking down tasks, and abstracting essential information. Teachers reported increased motivation, confidence, and problem-solving abilities among the children. These findings emphasize the importance of integrating unplugged coding into early childhood curricula and highlight the crucial role of teachers in creating supportive learning environments. The study suggests that teacher insights are essential for bridging theory and practice in CT education and recommends institutional support for resources and training to sustain effective implementation.
Optimalisasi Kemandirian Ibu Hamil melalui Inovasi Kukis Ikan Kembung untuk Pencegahan Stunting Desa Pagedangan Udik Rohanah, Rohanah; Wijaya, Rafika Dora; Muayah, Muayah; Puspita, Ratumas Ratih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22153

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di Desa Pagedangan Udik, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah dengan optimalisasi asupan gizi ibu hamil melalui pemanfaatan sumber daya lokal, seperti ikan kembung yang kaya protein, omega-3, kalsium, dan zat besi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi, keterampilan pengolahan pangan local berupa kukis ikan kembung, serta strategi pemasaran produk olahan kukis ikan kembung bagi ibu hamil dan kader posyandu. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan gizi seimbang, pelatihan pembuatan dan pengemasan kukis ikan kembung dengan e-modul dan video tutorial, serta workshop branding produk melalui media sosial dan toko online. Kegiatan diikuti oleh 47 peserta (40 ibu hamil dan 7 kader). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan gizi peserta dari 19% menjadi 96% kategori baik setelah penyuluhan dan kegiatan ini. Keterampilan pengolahan kukis ikan kembung meningkat, dan peserta mampu memproduksi serta mengemas produk secara mandiri. Workshop branding membuka peluang pemasaran digital, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperluas potensi usaha rumah tangga. Program ini berhasil mengintegrasikan edukasi gizi, keterampilan praktis, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, sehingga berkontribusi pada pencegahan stunting sekaligus kemandirian keluarga dalam pemenuhan gizi. Disarankan kegiatan serupa dikembangkan di wilayah lain dengan potensi lokal berbeda, serta dilakukan pendampingan berkelanjutan untuk menjamin keberlangsungan program. Kata Kunci: Stunting, Pemberdayaan Ibu Hamil, Ikan Kembung  ABSTRACT Stunting remains a chronic nutritional problem with a high prevalence in Indonesia, including in Pagedangan Udik Village, Kronjo District, Tangerang Regency. One of the efforts to prevent stunting is optimizing maternal nutrition intake through the utilization of local resources such as mackerel fish, which is rich in protein, omega-3, calcium, and iron. This community service program aimed to improve nutritional knowledge, local food processing skills, and product marketing strategies for mackerel fish cookies among pregnant women and Posyandu cadres. The methods included balanced nutrition education, training on mackerel fish cookie production and packaging using e-modules and video tutorials, as well as a product branding workshop through social media and online stores. The program involved 47 participants (40 pregnant women and 7 cadres). The results showed a significant increase in participants’ nutritional knowledge from 19% to 96% in the “good” category after the education session. Skills in processing mackerel fish cookies improved, enabling participants to independently produce and package the products. The branding workshop expanded digital marketing opportunities, enhanced product value, and opened potential household business prospects. This program successfully integrated nutrition education, practical skills, and economic empowerment based on local resources, contributing to stunting prevention and family self-reliance in nutrition fulfillment. It is recommended that similar programs be developed in other regions with different local potentials, accompanied by ongoing mentoring to ensure program sustainability. Keywords: Stunting, Maternal Empowerment, Mackerel Fish
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP CAKUPAN IMUNISASI DASAR ANAK Rohanah, Rohanah; Fajriansi, Andi; Rahmatullah, Rahmatullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan Vol 1 No 3 (2021): Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35892/jimpk.v1i3.539

Abstract

Pandemi COVID-19 terjadi awal tahun 2020 telah menganggu, menunda, dan menghentikan pelayanan imunisasi rutin. Berbagai Negara mengalami penurunan cakupan imunisasi. Masalah ini akan menimbulkan peningkatan kasus PD3I yang sebelumnya sudah cukup terkendali atau tereliminasi. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Cakupan Imunisasi Dasar Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar. Metode Penelitian ini mengunakan metode penelitian deksriptif. Teknik pengambilan sampel mengunakan total sampling. Sampel yang di gunakan pada penelitian ini adalah bayi yang berumur 0-11 bulan yang mendapatkan imunisasi dasar. Analisa data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analisa data univariat. Hasil di dapatkan cakupan imunsasi dasar anak tahun 2019 pada bulan maret- desember di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar sesuai dengan target atau UCI, pada tahun 2020 cakupan imunisasi dasar mengalami penurunan  yaitu pada bulan maret- desember di dapatkan cakupan imunisasi di bawah target atau UCI dan yang paling rendah yaitu pada bulan april dengan jumlah 187 dan dengan presentasi cakupan 50,8%. Kesimpulan Terdapat dampak cakupan imunisasi dasar pada anak di masa pandemi COVID-19.
Sosialisasi dan edukasi remaja sehat bebas anemia untuk meningkatkan tingkat pengetahuan remaja pada pencegahan anemia Dora Wijaya, Rafika; Rohanah, Rohanah; Ratih Puspita, Ratumas; Ma’muroh, Ma’muroh; Puspa Dewi, Liza
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.4072

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada generasi muda, khususnya SMP, karena siklus menstruasinya. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kurangnya makanan kaya nutrisi dan kurangnya nutrisi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk memupuk kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini dan membantu mengurangi jumlah siswa yang mengalami anemia pada rematri. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi. Nilai p value 0,001<0,05 sehingga disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi dan sosialisiasi remaja sehat bebas anemia terhadap tingkat pengetahuan remaja. Terdapat peningkatan skor rata-rata pretest 9,00 menjadi 14,15. Kegiatan berjalan dengan baik dan sukses mencapai tujuannya. Saran: kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin. Diperlukan Kolaborasi dengan pihak Puskesmas untuk pemeriksaan anemia secara berkala. Penyediaan makanan sehat yang kaya zat besi.
THE COMMUNITY SERVICE EDUCATION ABOUT REPRODUCTIVE HEALTH IN YOUTH: PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENYULUHAN MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA Rohanah, Rohanah; Sayyidah, Sayyidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/jpmkt.v1i1.11

Abstract

Abstract Teenager is a stage between childhood and adulthood. Adolescence, also known as puberty, is a time between childhood and adulthood. In the life cycle of puberty is an important stage in the development of sexuality. Extension is a form of non-formal education effort to individuals or community groups that is carried out in a systematic, planned and directed manner in an effort to change sustainable behavior in order to achieve increased production, income and welfare improvements. The goal is to increase the knowledge of Adolescents there are Information and Challenges of Reproductive Health in Adolescents so that they can behave in a healthy manner. The result of this activity is the high interest and awareness of participants to participate in health education. Increase participants' knowledge about the importance of maintaining healthy reproductive health in adolescence, Increased awareness of participants to empower themselves in healthy adolescent relationships. Keywords: teenager, reproduction, counseling
ANALISIS AKTIVITAS FISIK DAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) OVERWEIGHT DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARIGI Anggraini, Dewi Wulan; Hawara, Gian; Rohanah, Rohanah
NURSING ANALYSIS: Journal of Nursing Research Vol 5, No 1 (2025): NURSING ANALYSIS: JOURNAL OF NURSING RESEARCH
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTAccording to the World Health Organization (WHO) in 2016 said that diabetes mellitus cases were the cause of death of 11.5 million people as of 2012. According to WHO, 2024 DM sufferers worldwide currently reach 422 million people and 1.5 million deaths occur each year. The Researvh Objective of the study was to analyze the relationship between physical activity and Overweight BMI with the incidence of type 2 diabetes mellitus in the working area of the parigi health center in 2024. The Research Method used is a quantitative method with a correlational analytic design, with a cross-sectional approach. using the spearman rank statistical test. the sample of this study consisted of 60people using the total sampling technique. this data was collected through the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) questionnaire. Data analysis was performed using the Spearman Rank test. Reseacrh Results Correlation analysis showed an association between physical activity and BMI Overweight with the incidence of type 2 diabetes mellitus. The correlation results showed a not significant relationship between physical activity and the incidence of type 2 diabetes mellitus (p-value 0.2330.05). A total of 20 people (28.1%) had light physical activity with type 2 diabetes mellitus. Correlation analysis showed a significant relationship between IMT Overweight and the incidence of type 2 diabetes mellitus (p-value 0.000 0.05). A total of 33 people (46.5%) have Overweight 2 with type 2 diabetes mellitus. The Conclusion of this study is that light physical activity and Overweight BMI have an association with the risk of type 2 diabetes mellitus. The suggestion of this study is that an active role of health services is needed to increase public awareness about the importance of physical activity, and maintain body weight so that they are more proactive in maintaining their health.Keywords             : Incidence of type 2 diabetes mellitus, Overweight BMI, Physical activity ABSTRAKMenurut World Health Organiziation (WHO) tahun 2016 mengatakan bahwa kasus diabetes melitus menjadi penyebab kematian sebanyak 11,5 juta orang per tahun 2012. Menurut WHO, 2024 penderita DM di seluruh dunia saat ini mencapai 422 juta orang dan 1,5 juta kematian terjadi setiap tahunnya. Tujuan Penelitian untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dan IMT Overweight dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas parigi tahun 2024. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional, dengan pendekatan cross-sectional. menggunakan uji statistic spearman rank. sampel penelitian ini terdiri dari 60 orang dengan menggunakan teknik total sampling. data ini dikumpulkan melalui kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Analisa data dilakukan menggunakan uji Rank Spearman Hasil Penelitian Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas fisik dan IMT Overweight dengan kejadian diabetes melitus tipe 2. Hasil korelasi menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 (p-value 0,233 0,05). sebanyak 18 responden (30%) memiliki aktivitas sedang ringan dengan diabetes melitus tipe 2. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara IMT Overweight dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 (p-value 0,000 0,05). Sebanyak 29 orang (48,3%) memiliki Overweight 2 dengan diabetes melitus tipe2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa aktivitas fisik yang ringan dan IMT Overweight 2 memiliki hubungan dengan risiko terjadinya diabetes melitus tipe 2. Saran penelitian ini, diperlukan peran aktif pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tetntang pentingnya aktivitas fisik, dan menjaga berat badan sehingga lebih proaktif dalam menjaga kesehatan diri.Kata Kunci : Aktivitas fisik, IMT Overweight, Kejadian diabetes melitus tipe 2 
Pemberdayaan Lansia dalam Penanganan Hipertensi dengan Terapi Komplementer Akupresur Muhdiana, Dedi; Nurhayati, Nurhayati; Herlinah, Lily; Rosyati, Heri; Al-Ashri, Azizah; Rohanah, Rohanah; Atifa, Anggita Delia Putri; P, Shalza Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13326

Abstract

ABSTRAK Hipertensi pada lansia sebagian besar merupakan hipertensi sistolik terisolasi (HST). Upaya pengendalian Tekanan Darah secara Farmakologi dengan penggunaan Obat Anti Hipertensi dalam jangka panjang dapat memberikan dampak negative terhadap kesehatan secara umum terlebih tanpa adanya pengawasan dan control yang ketat dari tenaga medis. Upaya penangulangan hipertensi secara aman dan mudah dilakukan oleh masyarakat dapat dilakukan melalui upaya penerapan terapi komplementer diluar pengobatan secara farmakoterapi yang telah terbukti dan mudah dilakukan oleh masyarakat secara mandiri dengan Teknik akupresur.Tujuan dari pemberdayaan lansia ini menitik beratkan pada upaya promotif,  preventif dan kuratif dalam penanganan masalah hipertensi pada masyarakat  untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemampuan penanganan  hipertensi berbasis upaya kuratif non farmakologi dengan penerapan terapi komplementer dan alternative secara mandiri. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyakat dilakukan melalui tahapan kegiatan-kegiatan: 1. Melakukan analisis kebutuhan mitra. 2. Kegiatan pemberdayaan dengan   memberikan pendidikan dan pelatihan kepada mitra PKM tentang terapi komplementer hipertensi dengan teknik akupresur. 3. Melakukan bina suasana dengan cara mengembangkan kegiatan inovatif untuk keberlangsungan kegiatan dengan menciptakan suasana kegiatan yang aman, nyaman, menyenangkan serta efisien dan efektif. Peserta yang mengikuti kegiatan 25 orang. Hasil kegiatan diperoleh peningkatan pengetahun dan keterampilan peserta dalam penanganan hipertensi di masyarakat. Kesimpulan, adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat penyandang hipertensi dan keluarganya dalam memahami hipertensi serta cara penangananya dengan terapi komplementer dalam bentuk akupresur. Kata Kunci: Pemberdayaan, Lansia, Hipertensi, Komplementer, Akupresur  ABSTRACT Hypertension in the elderly is mostly isolated systolic hypertension (HST). Efforts to control blood pressure pharmacologically by using anti-hypertensive drugs in the long term can have a negative impact on health in general, especially without strict supervision and control from medical personnel. Efforts to treat hypertension safely and easily by the community can be carried out through efforts to implement complementary therapies outside of pharmacotherapy treatment which have been proven and are easy for the community to carry out independently using acupressure techniques. The aim of empowering the elderly focused on promotive, preventive, and curative efforts in handling hypertension problems in the community to increase knowledge, awareness, and ability to treat hypertension based on non-pharmacological curative efforts by implementing complementary and alternative therapies independently. The method used in community service activities was carried out through stages of activities: 1. Analyzing partner needs. 2. Empowerment activities by providing education and training to PKM partners regarding complementary therapy for hypertension using acupressure techniques. 3. Building an atmosphere by developing innovative activities for the continuity of activities by creating an atmosphere of activities that is safe, comfortable, enjoyable as well as efficient, and effective. There were 25 participants who took part in the activity. The results of the activity were increased in participants' knowledge and skills in treating hypertension in the community. The conclusion was that there was an increase in knowledge and skills among people with hypertension and their families in understanding hypertension and how to treat it with complementary therapy in the form of acupressure. Keywords: Enpowerment, Elderly, Hypertension, Complementary, Acupressure
PREVALENSI DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI TIDAK TERKONTROL: DATA SEKUNDER INDONESIAN FAMILY LIFE SURVEY 5 Suswanti, Ika; Turana, Yuda; Riyadina, Woro; Rohanah, Rohanah
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 9, No 2 (2025): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v9i2.1133

Abstract

                                                     ABSTRACTBackground: Hypertension remains one of the main health problems in Indonesia. Low awareness, inadequate hypertension treatment, and increasing risk factors contribute to the rising incidence of uncontrolled hypertension in the country. This study aimed to determine the prevalence of uncontrolled hypertension and associated factors from the Indonesian Family Life Survey Wave 5. Methods: A cross-sectional study design using secondary data from the Indonesian Family Life Survey Wave 5, conducted in 9 provinces, involving 4,566 weighted subjects. Uncontrolled blood pressure was defined as individuals diagnosed with hypertension by a health worker but who still had high blood pressure based on the average of three blood pressure measurements, according to the JNC 8 guidelines. Demographic characteristics, mental health, lifestyle factors, and disease comorbidities were examined as independent variables. Data were analyzed using the chi-square test and multiple logistic regression to identify determinants of uncontrolled hypertension. Results: The prevalence of uncontrolled hypertension was 64.5%. In the multivariate analysis, older age, female gender, lack of formal education, smoking, depression, low physical activity, obesity, and the presence of comorbid diabetes mellitus and hypercholesterolemia were significantly associated with uncontrolled hypertension (p 0.05). Among these factors, obesity was identified as the most dominant risk factor (p 0.05; Odds Ratio: 1.844).Conclusion: Obesity was identified as the most dominant risk factor associated with the prevalence of uncontrolled hypertension.                                                  ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Rendahnya kesadaran, pengobatan hipertensi yang tidak memadai, dan meningkatnya faktor risiko berkontribusi terhadap meningkatnya insiden hipertensi yang tidak terkontrol di negara ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prevalensi hipertensi yang tidak terkontrol dan faktor-faktor terkait dari Survei Kehidupan Keluarga Indonesia Gelombang 5.Metode: Desain penelitian cross sectional menggunakan data sekunder Indonesian Family Life Survey 5, yang dilakukan di 9 provinsi, melibatkan 4.566 subjek tertimbang. Tekanan darah yang tidak terkontrol didefinisikan sebagai individu yang didiagnosis hipertensi oleh tenaga kesehatan tetapi masih memiliki tekanan darah tinggi berdasarkan rata-rata tiga pengukuran tekanan darah, menurut pedoman JNC 8. Karakteristik demografi, kesehatan mental, faktor gaya hidup, dan komorbiditas penyakit diperiksa sebagai variabel independen. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda untuk mengidentifikasi determinan hipertensi yang tidak terkontrol. Hasil: Prevalensi hipertensi yang tidak terkontrol adalah 64,5%. Analisis multivariat menunjukkan usia lanjut, jenis kelamin perempuan, kurangnya pendidikan formal, merokok, depresi, aktivitas fisik rendah, obesitas, serta adanya komorbiditas diabetes melitus dan hiperkolesterolemia secara signifikan berhubungan dengan hipertensi yang tidak terkontrol (p 0,05). Di antara faktor-faktor tersebut, obesitas diidentifikasi sebagai faktor risiko paling dominan (p 0,05; Rasio Odds: 1,844). Kesimpulan: Obesitas diidentifikasi sebagai faktor risiko paling dominan yang berhubungan dengan prevalensi hipertensi yang tidak terkontrol.