Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Keterpaparan informasi dan tingkat pengetahuan tentang stunting pada remaja putri Nurhayati, Nurhayati; Kurwiyah, Neneng; Rohanah, Rohanah; Paramita, Shalza Dwi; Putri Atifa, Anggita Delia
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 8 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i8.12937

Abstract

Background: Stunting is a growth and development disorder in children due to chronic malnutrition and recurrent infections, characterized by height below standard (faltering growth) with the criteria being that the TB/U z-score value is < -2 SD. The condition of failure to thrive experienced by stunted children affects their physical and cognitive development. Stunting has a short-term impact, namely that the child's brain development will be disrupted and not function optimally, physical growth will be disrupted and the child will be vulnerable to disease, as well as experiencing metabolic disorders. The long-term impact is a decline in cognitive abilities and suboptimal learning achievement, a high risk of experiencing degenerative diseases, and low economic productivity. Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Regarding the problem of stunting, young women need more attention because young women are prospective mothers who will give birth to the next generation.Purpose: To determine the relationship between exposure to information and knowledge of stunting among young women at MTSN North Jakarta.Method: Quantitative research using a cross sectional design. The research was carried out at the MTSN school in the North Jakarta area in June-August 2023 with a population of 1,304 female students. The sampling technique was purposive sampling, so the sample in this study amounted to 495 respondents. The sample inclusion criteria were female students aged 10-19 years, sitting in grades 7-9, and willing to be respondents, while the exclusion criteria were male students and female students who were sick. Data collection was carried out using primary data obtained based on the results of a questionnaire that had been tested for validity and reliability. The data analysis used is univariate which functions to describe the frequency distribution of each variable and bivariate data analysis using the chi-square test. The instrument in this research is a questionnaire sheet containing questions related to stunting. The independent variables in this research are knowledge and exposure to information among respondents, while the dependent variable is about stunting.Results: Of the 495 respondents who had not been exposed to stunting information, 9 (64.3%) respondents had poor knowledge, while 5 (35.7%) respondents had been exposed to information with poor knowledge. Furthermore, 117 (63.6%) respondents had not been exposed to information with sufficient knowledge, while 67 (36.4%) respondents had been exposed to sufficient knowledge. For respondents who had not been exposed to information but had good knowledge, there were 123 (41.4%) respondents, while 174 (58.6%) respondents who had been exposed to information about stunting had good knowledge. Based on the chi square test, it was found that the p-value was 0.000, the α value (>0.05), then Ho was rejected or Ha was accepted, so it could be concluded that there was a significant relationship between exposure to stunting information and knowledge.Conclusion: There is a significant relationship between exposure to information and teenagers' knowledge about stunting as evidenced by a p-value of 0.000, so it needs to be given special attention by various parties, especially the government because it affects the growth and development of the body and the impact it has during adulthood.Suggestion: Conduct research on the relationship between culture and adolescent knowledge because culture is a norm in society so it can influence attitudes in obtaining information.Keywords: Information; Knowledge; Stunting; Teenager.Pendahuluan: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, ditandai dengan tinggi badan berada dibawah standar (faltering growth) dengan kriteria jika nilai z-score TB/U < -2 SD. Kondisi gagal tumbuh yang dialami anak stunting mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitifnya. Stunting memiliki dampak jangka pendek yaitu perkembangan otak anak akan mengalami gangguan dan tidak berfungsi secara maksimal, pertumbuhan fisik akan terganggu dan anak akan rentan terhadap penyakit, serta mengalami gangguan metabolisme tubuh. Dampak jangka panjangnya adalah menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar yang tidak maksimal, tingginya resiko mengalami penyakit degeneratif, serta rendahnya produktivitas ekonomi. Remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Terkait dengan permasalahan stunting, remaja putri memerlukan perhatian yang lebih karena remaja putri merupakan calon ibu yang akan melahirkan generasi selanjutnyaTujuan: Untuk mengetahui hubungan keterpaparan Informasi dengan pengetahuan stunting pada remaja putri di MTSN Jakarta Utara. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di sekolah MTSN daerah Jakarta Utara pada bulan Juni-Agustus tahun 2023 dengan populasi sebanyak 1.304 siswi. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, sehingga sampel pada penelitian ini berjumlah 495 responden. Kriteria inklusi sampel yaitu siswi yang berusia 10-19 tahun, duduk di bangku kelas 7-9, dan bersedia menjadi responden, sedangkan kriteria eksklusi yakni, murid laki-laki dan siswi dalam kondisi sakit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data primer yang diperoleh berdasarkan hasil kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan adalah univariat yang berfungsi untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi setiap variabel dan analisis data bivariat dengan uji chi-square. Instrumen dalam penelitian ini yaitu lembar kuesioner yang berisi pertanyaan berkaitan dengan stunting. Variabel independen dalam penelitian ini yakni pengetahuan dan keterpaparan informasi pada responden, sedangkan variabel dependen yakni tentang stuntingHasil: Dari 495 responden yang belum terpapar informasi stunting memiliki pengetahuan buruk sebanyak 9 (64.3%) responden, sedangkan sudah terpapar informasi dengan pengetahuan buruk sebanyak 5 (35.7%) responden. Selanjutnya belum terpapar informasi dengan pengetahuan cukup sebanyak 117 (63.6%), sedangkan sudah terpapar yaitu pengetahuan cukup sebanyak 67 (36.4%) responden. Bagi responden yang belum terpapar informasi namun pengetahuan baik sebanyak 123 (41.4%) responden, sedangkan responden yang sudah terpapar informasi mengenai stunting memiliki pengetahuan baik sebanyak 174 (58.6%) responden. Berdasarkan uji chi square didapatkan nilai p-value 0.000 nilai α (>0.05) maka Ho ditolak atau Ha diterima maka dapat disimpulkan adanya hubungan signifikan antara keterpaparan informasi stunting terhadap pengetahuan.Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara keterpaparan informasi terhadap pengetahuan remaja tentang stunting yang dibuktikan dengan nilai p-value 0.000, sehingga perlu menjadi perhatian khusus oleh berbagai pihak khususnya pemerintah karena berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta dampak yang ditimbulkan saat usia dewasaSaran: Melakukan penelitian mengenai hubungan budaya terhadap pengetahuan remaja karena budaya merupakan norma yang ada dimasyarakat sehingga dapat mempengaruhi sikap dalam memperoleh informasi.
PENGARUH KONSUMSI DAUN KACANG PANJANG TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA POSTPARTUM Rohanah, Rohanah; Muayah, Muayah
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 3 No. February (2024): Special Issue
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/rzy28x28

Abstract

Cakupan ASI di Indonesia belum mencapai yang diharapkan (<80%) bahwa ibu berhenti memberikan ASI karena kekurangan Produksi ASI, untuk itu pemberian daun kacang panjang potensi dalam menstimulasi hormon oksitosin dan prolaktin seperti alkaloid, saponin, polifenol, steroid, flavonoid dan substansi yang paling efektif meningkatkan dan melancarkan produksi ASI. Penelitin ini bertujuan mengetahui pengaruh daun kacang panjang dalam meningkatakan produksi ASI pada ibu pospartum. Metode yang digunakan kuantitatif eksperimen pretest dan posttest with one group. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu postpartum yang ada di Praktik Mandiri Bidan (PMB) “A’ Kecamatan cirinten Mei-Juli 2023 dengan penentuan sampel menggunakan total sampling dengan 30 responden. Instrumen penelitian yaitu lembar kuesioner. Jenis data yang digunakan data primer. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Wilcoxon. Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon Signed Test diketahui P Value 0,000 <0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konsumsi daun kacang panjang terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu postpartum di PMB “A” Kecamatan cirinten. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi pada petugas kesehatan khususnya bidan dalam meningkatkan produksi ASI dengan cara memberikan penyuluhan kepada ibu postpartum serta merekomendasikan untuk mengkonsumsi daun kacang panjang sebagai salah satu cara dengan bahan yang mudah didapat dan tidak berbahaya bagi kesehatan ibu.
Pengembangan prototype sistem informasi kesehatan dan 3d pageflip e-modul terhadap pengetahuan dan sikap preventif kuratif anemia Wijaya, Rafika Dora; Puspita, Ratumas Ratih; Rohanah, Rohanah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1445

Abstract

Background: Anemia remains a global health issue, particularly among adolescent girls who are at higher risk due to increased nutritional needs and poor dietary habits. Anemia affects not only physical health but also learning concentration, productivity, and the quality of future generations. Innovative technology-based strategies are needed to improve knowledge and preventive-curative attitudes toward anemia among adolescents. Purpose: To analyze the effectiveness of developing a health information system prototype and a 3D pageflip e-module on knowledge and attitudes regarding anemia prevention and curative measures. Method: This quantitative, mixed-methods exploratory research study was conducted in April 2025 at X Junior High School, South Tangerang. The sampling technique used random sampling, with 60 participants divided into intervention and control groups. The independent variable in this study was the health information system prototype, while the dependent variables were knowledge and attitudes. Data analysis used univariate data in the form of frequency distributions, and bivariate data using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: The Mann-Whitney test showed that there was a significant difference between the group that received education using the Anemia Health Information System Prototype with the HemoKu application and the group that used the 3D Pageflip e-Module, with a p-value of 0.026 (p<0.05). Conclusion: The HemoKu application proved to be more effective in increasing knowledge and preventive-curative attitudes towards anemia in adolescents compared to the 3D Pageflip E-Module.   Keywords: Anemia; Attitude; Curative; Knowledge; Preventive.   Pendahuluan: Anemia masih menjadi masalah kesehatan global, khususnya pada remaja putri yang rentan akibat kebutuhan gizi tinggi dan kebiasaan diet yang kurang seimbang. Dampak anemia tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi konsentrasi belajar, produktivitas, hingga kualitas generasi mendatang. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi inovatif berbasis teknologi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pencegahan anemia pada remaja. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas pengembangan prototypw sistem informasi kesehatan dan 3d pageflip e-modul terhadap pengetahuan dan sikap preventif kuratif anemia. Metode: Penelitian kuantitaitf mix method dengan metode exploratory research, dilaksanakan pada April 2025 di SMP X Tangerang Selatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 60 partispan yang terbagi kedalam kelompok intervensi dan kontrol. Variabel independen dalam penelitian ini adalah prototype system infromasi kesehatan, sedangkan variabel dependen ialah pengetahuan dan sikap. Analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan uji wilcoxon dan mann whitney. Hasil: Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang diberikan edukasi menggunakan Prototype Sistem Informasi Kesehatan anemia dengan aplikasi HemoKu dan kelompok yang menggunakan 3D Pageflip e-Modul, dengan nilai p sebesar 0.026 (p<0.05) Simpulan: Aplikasi HemoKu terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap preventif-kuratif anemia pada remaja dibandingkan 3D Pageflip E-Modul.   Kata Kunci: Anemia; Kuratif; Pengetahuan; Preventif; Sikap.
Kemampuan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD Kasih Bunda Pekon Kilauan Negeri Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus Anggraini, Wardah; Rohanah, Rohanah; Itasari, Itasari
ATH-THALIB: JURNAL PENELITIAN MAHASISWA Vol 1 No 1 (2023): ATH-THALIB
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan dilaksanakan pada tanggal 01 Februari 2023 sampai dengan 01 Maret 2023 di PAUD Kasih Bunda Pekon Kilauan Negeri Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus. Dalam penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian adalah pendidik sebanyak 2 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dalam 3 tahapan yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat cara dalam pengembangan bahasa anak usia dini melalui tanya-jawab dengan kartu bergambar, yaitu (i) Guru memperkirakan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan tanya-jawab, (ii) Guru menyediakan media kartu bergambar sesuai dengan tema, (iii) Guru memusatkan perhatian seperti menunjuk gambar diikuti dengan penjelasan lisan yang menarik, (iv) Guru melakukan evaluasi terhadap anak untuk memperoleh tujuan pencapain.
MENGEMBANGKAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DI UPT SD: STRATEGI DAN TANTANGAN Herlina, Besse; Arafah, Muhammad; Rohanah, Rohanah; Irmawanti, Andi; Masauleng, Masauleng; Rahmawati, Rahmawati; Pawe, Nisba
Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_ap.v16i1.5655

Abstract

The implementation of transformational leadership in elementary schools continues to face various challenges. This study aims to analyse the strategies and challenges of transformational leadership in elementary school UPTDs through a qualitative case study approach. The research subjects were purposively selected principals and teachers, and data were collected through semi-structured interviews, participant observation, and document analysis. The analysis used thematic analysis by Broun & Clarke, with data reduction, thematic categorisation, and triangulation to enhance the validity of the findings. The results indicate that the main strategies implemented are teacher empowerment, developing a collaborative culture, and improving the quality of learning. Challenges faced include resistance to change, limited resources, and a lack of policy support. Schools with principals who implement this leadership model have a more harmonious work environment, increased teacher motivation, and better student learning outcomes. This study makes an important contribution to enriching the contextual understanding of transformational leadership practices in elementary schools and supporting the development of more relevant and sustainable policies and principal training.
PENERAPAN ISOMETRIC HANDGRIP EXERCISE DALAM UPAYA PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI KOMUNITAS Nurhayati, Nurhayati; Rahmawati, Erni; Muhdiana, Dedi; Herlinah, Lily; Khasanah, Uswatul; Rohanah, Rohanah; Wahyudi, Dheni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27589

Abstract

Abstrak: Hipertensi pada lansia terjadi pada proses penuaan yang berhubungan dengan peningkatan umur seseorang. Dampak hipertensi pad lansia menyebabkan komplikasi stroke yang menyebabkan kematian. Maka diperlukan penatalaksanaan terapi yang tepat secara farmakologi dan non farmakologi dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi, dengan cara meningkatkan aktivitas fisiknya melakukan latihan isometric. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan penatalaksanaan hipertensi pada lansia dan melakukan isometric handgrip exercise terkini. Metode pengabdian ini menggunakan edukasi, demonstrasi isometric handgrip exercise dan cek tekanan darah pada lansia di Wilayah Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat. Kegiatan dilakukan pada hari Rabu 3 Juli 2024 di RPTRA Harapan Mulia diikuti oleh 36 lansia. Hasil pemeriksaan didapatkan terdapat penurunan tekanan darah pada sistolik (p=0.011) dan diastolik (p=0.017). Dengan demikian sangat dianjurkan penderita hipertensi dengan menggunakan isometric handgrip exercise untuk menurunkan tekanan darah baik dilakukan sendiri. Isometric handgrip exercise sangat baik dilakukan pada lansia yang mengalami hipertensi sehingga dapat mempertahankan tekanan darah secara mandiri dan terkontrol.Abstrak: The elderly with Hypertension occurs to aging process associated with an increase in a person's age. The impact of hypertension in the elderly causes stroke complications that cause death. So it is necessary to manage the right therapy pharmacologically and non-pharmacologically can be done to reduce blood pressure in elderly hypertension, by increasing physical activity doing isometric exercises. The purposed of this community service was to increase knowledge of hypertension management to elderly and perform latest isometric handgrip exercise. This community service method used education, demonstration of isometric handgrip exercise and blood pressure checks to the elderly in the Kemayoran District, Central Jakarta. The activity was carried out on Wednesday, July 3, 2024 in RPTRA Harapan Mulia followed by 36 elderly people. The examination results showed a decrease in blood pressure in systolic (p=0.011) and diastolic (p=0.017). Thus it is highly will recommend for people with hypertension to use isometric handgrip exercise to lower blood pressure either done alone. Isometric handgrip exercise Will be very good to do in the elderly who experience hypertension so that they can maintain blood pressure independently and controlled.
Kegiatan edukasi kesehatan mental berbasis e-booklet untuk meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan akademik remaja Rafika Dora Wijaya; Agnes Defvi Romayanti Simarmata; Rohanah Rohanah; Muayah Muayah; Siti Fadillah
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 3 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i3.3183

Abstract

Background: Adolescent mental health is a crucial aspect that influences students' learning process, social development, and quality of life. One common problem experienced by adolescents is academic anxiety due to study pressure, grade demands, and the burden of schoolwork. Low mental health literacy among adolescents results in students lacking understanding of how to manage academic stress healthily. Purpose: To increase mental health knowledge and reduce academic anxiety through an e-booklet-based educational program for students. Method: The program was implemented in 2025 at SMK PGRI Balaraja Tangerang, involving 105 vocational high school students as respondents. The goal was to provide literacy about mental health and academic anxiety levels to students. The program used an educational and participatory approach consisting of preparation, implementation, and evaluation stages. Education was delivered through interactive lectures, discussions, Q&A sessions, and relaxation technique simulations using an e-booklet accessed via students' smartphones. Evaluation used a pre-test and post-test to measure students' levels of academic knowledge and anxiety before and after the intervention. The evaluation results were analyzed using the Wilcoxon test and presented descriptively regarding the increase in mental health literacy and changes in respondents' levels of academic anxiety. Results: The majority of students (92 respondents, 87.6%) were 17 years old, with 57 respondents (54.3%) being female. The results of the activity showed an increase in students' knowledge, categorized as good, from 17.1% to 74.3%. Furthermore, the level of high academic anxiety decreased from 25.8% to 4.7% after receiving e-booklet-based mental health education. Conclusion: E-booklet-based mental health education is effective in increasing students' knowledge and reducing academic anxiety in adolescents. The e-booklet is considered effective because it is easily accessible, engaging, and can be independently reviewed by students. This program can be a promotional and preventive effort to increase mental health literacy and reduce academic anxiety in school adolescents. Suggestion: Schools are expected to continue regular mental health education programs through activities and counseling to help students understand the importance of maintaining mental health. Teachers and other educational staff are also expected to be more active in providing psychological support to students experiencing academic anxiety. Keywords: Academic anxiety; E-booklet; Health education; Knowledge; Teenager Pendahuluan: Kesehatan mental remaja merupakan aspek penting yang memengaruhi proses belajar, perkembangan sosial, dan kualitas hidup siswa. Salah satu masalah yang sering dialami remaja adalah kecemasan akademik akibat tekanan belajar, tuntutan nilai, dan beban tugas sekolah. Rendahnya literasi kesehatan mental pada remaja menyebabkan siswa kurang memahami cara mengatasi stres akademik secara sehat. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan mental dan menurunkan kecemasan akademik melalui program edukasi berbasis e-booklet pada siswa. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tahun 2025 di SMK PGRI Balaraja Tangerang dengan melibatkan 105 siswa/siswi SMK untuk menjadi responden. Sasarannya adalah pemberian literasi tentang kesehatan mental dan tingkat kecemasan akademik pada siswa. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang terdiri dari tahap persiapan, implementasi, dan evaluasi. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, serta simulasi teknik relaksasi menggunakan media e-booklet yang diakses melalui smartphone siswa. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan dan kecemasan akademik siswa sebelum dan sesudah intervensi. Hasil evaluasi di analisa Wilcoxon test dan disampaikan secara deskriptif mengenai peningkatan literasi kesehatan mental dan perubahan tingkat kecemasan akademik responden.  Hasil: Menunjukkan bahwa mayoritas siswa berusia 17 tahun yaitu sebanyak 92 responden (87.6%), sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 57 responden (54.3%) Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa kategori baik dari 17.1% menjadi 74.3%. Selain itu, tingkat kecemasan akademik kategori tinggi menurun dari 25.8% menjadi 4.7% setelah diberikan edukasi kesehatan mental berbasis e-booklet. Simpulan: Edukasi kesehatan mental berbasis e-booklet efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan siswa dan menurunkan kecemasan akademik pada remaja. Media e-booklet dinilai efektif karena mudah diakses, menarik, dan dapat dipelajari kembali secara mandiri oleh siswa. Program ini dapat menjadi salah satu upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental serta menurunkan kecemasan akademik pada remaja sekolah. Saran: Sekolah diharapkan dapat melanjutkan program edukasi kesehatan mental secara rutin melalui kegiatan maupun bimbingan konseling agar siswa semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan mental. Guru dan tenaga pendidik juga diharapkan lebih aktif dalam memberikan dukungan psikologis kepada siswa yang mengalami kecemasan akademik.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Fikih di STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Ma'muroh Ma'muroh; Rohanah Rohanah; Yulia Yulia; Liza Puspa Dewi
Jurnal Jembatan Efektivitas Ilmu dan Akhlak Ahlussunah Wal Jama'ah Vol 6 No 1 (2025): March
Publisher : LPPM UNU CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/jeas.v6i1.1313

Abstract

Study purpose. This study aims to examine and analyze the instructional strategies of Islamic Religious Education (PAI) based on fiqh implemented at STIKes Widya Dharma Husada (WDH) Tangerang within the context of nursing education. This research is motivated by the importance of integrating Islamic values, particularly Islamic jurisprudence (fiqh), into the development of ethical and spiritual competencies among nursing students in accordance with the 2021 AIPNI Curriculum. Material and method. A qualitative approach with a case study design was employed, involving PAI lecturers, students, and curriculum developers as research subjects. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, and were analyzed thematically. The findings reveal that the applied teaching strategies include Problem-Based Learning (PBL), thematic discussions, and contextual simulations. Results. These strategies have been proven effective in enhancing students’ understanding of fiqh and fostering ethical and religious awareness in nursing practice. The lesson plans and syllabi explicitly demonstrate the integration of fiqh into learning outcomes. Students expressed positive responses to the contextual and interactive approach, although several challenges were noted, including limited instructional time and the availability of supporting materials. This study concludes that the application of fiqh-based PAI teaching strategies at STIKes WDH effectively contributes to shaping Islamic character within the nursing profession. Cunclosions. The results offer both theoretical and practical contributions to the development of religious education models in health-related higher education institutions.
Pendidikan Kesehatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut dan Pemanfaatan Rimpang sebagai Terapi Alternatif pada Anak Sekolah di Kota Tangerang Selatan Yulia Yulia; Ika Suswanti; Inggri Dwi Rahesi; Ma'muroh Ma'muroh; Rohanah Rohanah; Satriani Satriani; Anggraini Karditiawati; Lailatul Qomariyah
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i2.606

Abstract

Latar Belakang: Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular yang umum terjadi masyarakat, angka kejadiannya meningkat pada kelompok rentan seperti anak. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan terkait penyakit ISPA serta pemanfaatan rimpang sebagai alternatif pengobatan ISPA. Metode: Pendekatan pendidikan kesehatan menggunakan metode ceramah dan demonstrasi dengan sasaran 39 siswa yang berada dilingkungan yayasan x di wilayah tangerang selatan pada tahun 2025. Hasil: Setelah dilakukan penyuluhan lebih dari 90% siswa mengalami peningkatan pengetahuan dalam pertanyaan definisi, gejala dan cara pencegahan ISPA. Setelah dilakukan penyuluhan lebih dari 80% mengetahui kelompok usia rentan ISPA dan faktor penyebab ISPA. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai ISPA dan pemanfaatan rimpang sebagai alternatif pengobatan. Edukasi ini penting dilakukan secara berkelanjutan guna meningkatkan kesadaran dan pencegahan penyakit ISPA pada anak-anak.
Effectiveness of the EM 2R3SW Digital Application on Parental Outcomes for Childhood Leukemia Prevention: A Quasi- Experimental Study in Depok, Indonesia Ratumas Ratih Puspita; Rizki Handayani Fasimi; Rafika Dora Wijaya; Rohanah Rohanah; Rita Dwi Pratiwi
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 11 No. 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v11i4.917

Abstract

Background: Childhood acute lymphoblastic leukemia (ALL) is a leading cause of cancer-related morbidity and mortality in low- and middle-income countries, including Indonesia. Parental gaps in knowledge, attitudes, preventive behaviors, and healthy lifestyle practices contribute to delayed detection and poor outcomes. Digital health platforms offer scalable strategies to strengthen preventive health literacy in families. Objective: To evaluate the effectiveness of EM-2R3SW, a web-based digital education application, on parental knowledge, attitudes, preventive behaviors, and healthy lifestyle practices related to childhood leukemia prevention. Methods: A quasi-experimental pretest–posttest study was conducted among mothers of children aged 0–18 years in Sukmajaya District, Depok, Indonesia (N = 112). Participants accessed leukemia-prevention multimedia content within EM-2R3SW over two weeks. Validated questionnaires measured outcomes at baseline and post-intervention. Data were analyzed using Wilcoxon signed-rank tests due to non-normal distribution (Kolmogorov–Smirnov p < 0.05). Results: Significant improvements were observed across all outcomes. Knowledge scores increased from 16.48 to 27.65, attitudes from 68.15 to 85.95, preventive behaviors from 72.39 to 112.20, and healthy lifestyle practices from 68.39 to 109.27 (all p < 0.001). Category transitions demonstrated marked progression from inadequate to good–very good levels, particularly in preventive practices. Conclusion: The EM-2R3SW digital intervention effectively improved parental literacy and behavioral determinants for childhood leukemia prevention. This approach is feasible, low-cost, and scalable for community-based cancer prevention efforts in resource-limited settings. Larger randomized studies with long-term follow-up are recommended