Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PREVALENSI DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJADIAN HIPERTENSI TIDAK TERKONTROL: DATA SEKUNDER INDONESIAN FAMILY LIFE SURVEY 5 Suswanti, Ika; Turana, Yuda; Riyadina, Woro; Rohanah, Rohanah
Edu Dharma Journal :Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat Vol 9, No 2 (2025): Edu Dharma Journal: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widya Dharma Husada Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52031/edj.v9i2.1133

Abstract

                                                     ABSTRACTBackground: Hypertension remains one of the main health problems in Indonesia. Low awareness, inadequate hypertension treatment, and increasing risk factors contribute to the rising incidence of uncontrolled hypertension in the country. This study aimed to determine the prevalence of uncontrolled hypertension and associated factors from the Indonesian Family Life Survey Wave 5. Methods: A cross-sectional study design using secondary data from the Indonesian Family Life Survey Wave 5, conducted in 9 provinces, involving 4,566 weighted subjects. Uncontrolled blood pressure was defined as individuals diagnosed with hypertension by a health worker but who still had high blood pressure based on the average of three blood pressure measurements, according to the JNC 8 guidelines. Demographic characteristics, mental health, lifestyle factors, and disease comorbidities were examined as independent variables. Data were analyzed using the chi-square test and multiple logistic regression to identify determinants of uncontrolled hypertension. Results: The prevalence of uncontrolled hypertension was 64.5%. In the multivariate analysis, older age, female gender, lack of formal education, smoking, depression, low physical activity, obesity, and the presence of comorbid diabetes mellitus and hypercholesterolemia were significantly associated with uncontrolled hypertension (p 0.05). Among these factors, obesity was identified as the most dominant risk factor (p 0.05; Odds Ratio: 1.844).Conclusion: Obesity was identified as the most dominant risk factor associated with the prevalence of uncontrolled hypertension.                                                  ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Rendahnya kesadaran, pengobatan hipertensi yang tidak memadai, dan meningkatnya faktor risiko berkontribusi terhadap meningkatnya insiden hipertensi yang tidak terkontrol di negara ini. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prevalensi hipertensi yang tidak terkontrol dan faktor-faktor terkait dari Survei Kehidupan Keluarga Indonesia Gelombang 5.Metode: Desain penelitian cross sectional menggunakan data sekunder Indonesian Family Life Survey 5, yang dilakukan di 9 provinsi, melibatkan 4.566 subjek tertimbang. Tekanan darah yang tidak terkontrol didefinisikan sebagai individu yang didiagnosis hipertensi oleh tenaga kesehatan tetapi masih memiliki tekanan darah tinggi berdasarkan rata-rata tiga pengukuran tekanan darah, menurut pedoman JNC 8. Karakteristik demografi, kesehatan mental, faktor gaya hidup, dan komorbiditas penyakit diperiksa sebagai variabel independen. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik ganda untuk mengidentifikasi determinan hipertensi yang tidak terkontrol. Hasil: Prevalensi hipertensi yang tidak terkontrol adalah 64,5%. Analisis multivariat menunjukkan usia lanjut, jenis kelamin perempuan, kurangnya pendidikan formal, merokok, depresi, aktivitas fisik rendah, obesitas, serta adanya komorbiditas diabetes melitus dan hiperkolesterolemia secara signifikan berhubungan dengan hipertensi yang tidak terkontrol (p 0,05). Di antara faktor-faktor tersebut, obesitas diidentifikasi sebagai faktor risiko paling dominan (p 0,05; Rasio Odds: 1,844). Kesimpulan: Obesitas diidentifikasi sebagai faktor risiko paling dominan yang berhubungan dengan prevalensi hipertensi yang tidak terkontrol.
Keterpaparan informasi dan tingkat pengetahuan tentang stunting pada remaja putri Nurhayati, Nurhayati; Kurwiyah, Neneng; Rohanah, Rohanah; Paramita, Shalza Dwi; Putri Atifa, Anggita Delia
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 8 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i8.12937

Abstract

Background: Stunting is a growth and development disorder in children due to chronic malnutrition and recurrent infections, characterized by height below standard (faltering growth) with the criteria being that the TB/U z-score value is < -2 SD. The condition of failure to thrive experienced by stunted children affects their physical and cognitive development. Stunting has a short-term impact, namely that the child's brain development will be disrupted and not function optimally, physical growth will be disrupted and the child will be vulnerable to disease, as well as experiencing metabolic disorders. The long-term impact is a decline in cognitive abilities and suboptimal learning achievement, a high risk of experiencing degenerative diseases, and low economic productivity. Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Regarding the problem of stunting, young women need more attention because young women are prospective mothers who will give birth to the next generation.Purpose: To determine the relationship between exposure to information and knowledge of stunting among young women at MTSN North Jakarta.Method: Quantitative research using a cross sectional design. The research was carried out at the MTSN school in the North Jakarta area in June-August 2023 with a population of 1,304 female students. The sampling technique was purposive sampling, so the sample in this study amounted to 495 respondents. The sample inclusion criteria were female students aged 10-19 years, sitting in grades 7-9, and willing to be respondents, while the exclusion criteria were male students and female students who were sick. Data collection was carried out using primary data obtained based on the results of a questionnaire that had been tested for validity and reliability. The data analysis used is univariate which functions to describe the frequency distribution of each variable and bivariate data analysis using the chi-square test. The instrument in this research is a questionnaire sheet containing questions related to stunting. The independent variables in this research are knowledge and exposure to information among respondents, while the dependent variable is about stunting.Results: Of the 495 respondents who had not been exposed to stunting information, 9 (64.3%) respondents had poor knowledge, while 5 (35.7%) respondents had been exposed to information with poor knowledge. Furthermore, 117 (63.6%) respondents had not been exposed to information with sufficient knowledge, while 67 (36.4%) respondents had been exposed to sufficient knowledge. For respondents who had not been exposed to information but had good knowledge, there were 123 (41.4%) respondents, while 174 (58.6%) respondents who had been exposed to information about stunting had good knowledge. Based on the chi square test, it was found that the p-value was 0.000, the α value (>0.05), then Ho was rejected or Ha was accepted, so it could be concluded that there was a significant relationship between exposure to stunting information and knowledge.Conclusion: There is a significant relationship between exposure to information and teenagers' knowledge about stunting as evidenced by a p-value of 0.000, so it needs to be given special attention by various parties, especially the government because it affects the growth and development of the body and the impact it has during adulthood.Suggestion: Conduct research on the relationship between culture and adolescent knowledge because culture is a norm in society so it can influence attitudes in obtaining information.Keywords: Information; Knowledge; Stunting; Teenager.Pendahuluan: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, ditandai dengan tinggi badan berada dibawah standar (faltering growth) dengan kriteria jika nilai z-score TB/U < -2 SD. Kondisi gagal tumbuh yang dialami anak stunting mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitifnya. Stunting memiliki dampak jangka pendek yaitu perkembangan otak anak akan mengalami gangguan dan tidak berfungsi secara maksimal, pertumbuhan fisik akan terganggu dan anak akan rentan terhadap penyakit, serta mengalami gangguan metabolisme tubuh. Dampak jangka panjangnya adalah menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar yang tidak maksimal, tingginya resiko mengalami penyakit degeneratif, serta rendahnya produktivitas ekonomi. Remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Terkait dengan permasalahan stunting, remaja putri memerlukan perhatian yang lebih karena remaja putri merupakan calon ibu yang akan melahirkan generasi selanjutnyaTujuan: Untuk mengetahui hubungan keterpaparan Informasi dengan pengetahuan stunting pada remaja putri di MTSN Jakarta Utara. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di sekolah MTSN daerah Jakarta Utara pada bulan Juni-Agustus tahun 2023 dengan populasi sebanyak 1.304 siswi. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, sehingga sampel pada penelitian ini berjumlah 495 responden. Kriteria inklusi sampel yaitu siswi yang berusia 10-19 tahun, duduk di bangku kelas 7-9, dan bersedia menjadi responden, sedangkan kriteria eksklusi yakni, murid laki-laki dan siswi dalam kondisi sakit. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data primer yang diperoleh berdasarkan hasil kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan adalah univariat yang berfungsi untuk mendeskripsikan distribusi frekuensi setiap variabel dan analisis data bivariat dengan uji chi-square. Instrumen dalam penelitian ini yaitu lembar kuesioner yang berisi pertanyaan berkaitan dengan stunting. Variabel independen dalam penelitian ini yakni pengetahuan dan keterpaparan informasi pada responden, sedangkan variabel dependen yakni tentang stuntingHasil: Dari 495 responden yang belum terpapar informasi stunting memiliki pengetahuan buruk sebanyak 9 (64.3%) responden, sedangkan sudah terpapar informasi dengan pengetahuan buruk sebanyak 5 (35.7%) responden. Selanjutnya belum terpapar informasi dengan pengetahuan cukup sebanyak 117 (63.6%), sedangkan sudah terpapar yaitu pengetahuan cukup sebanyak 67 (36.4%) responden. Bagi responden yang belum terpapar informasi namun pengetahuan baik sebanyak 123 (41.4%) responden, sedangkan responden yang sudah terpapar informasi mengenai stunting memiliki pengetahuan baik sebanyak 174 (58.6%) responden. Berdasarkan uji chi square didapatkan nilai p-value 0.000 nilai α (>0.05) maka Ho ditolak atau Ha diterima maka dapat disimpulkan adanya hubungan signifikan antara keterpaparan informasi stunting terhadap pengetahuan.Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara keterpaparan informasi terhadap pengetahuan remaja tentang stunting yang dibuktikan dengan nilai p-value 0.000, sehingga perlu menjadi perhatian khusus oleh berbagai pihak khususnya pemerintah karena berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta dampak yang ditimbulkan saat usia dewasaSaran: Melakukan penelitian mengenai hubungan budaya terhadap pengetahuan remaja karena budaya merupakan norma yang ada dimasyarakat sehingga dapat mempengaruhi sikap dalam memperoleh informasi.
PENGARUH KONSUMSI DAUN KACANG PANJANG TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA POSTPARTUM Rohanah, Rohanah; Muayah, Muayah
Journal of Nursing and Midwifery Sciences Vol. 3 No. February (2024): Special Issue
Publisher : Faculty of Nursing and Midwifery, Binawan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/rzy28x28

Abstract

Cakupan ASI di Indonesia belum mencapai yang diharapkan (<80%) bahwa ibu berhenti memberikan ASI karena kekurangan Produksi ASI, untuk itu pemberian daun kacang panjang potensi dalam menstimulasi hormon oksitosin dan prolaktin seperti alkaloid, saponin, polifenol, steroid, flavonoid dan substansi yang paling efektif meningkatkan dan melancarkan produksi ASI. Penelitin ini bertujuan mengetahui pengaruh daun kacang panjang dalam meningkatakan produksi ASI pada ibu pospartum. Metode yang digunakan kuantitatif eksperimen pretest dan posttest with one group. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu postpartum yang ada di Praktik Mandiri Bidan (PMB) “A’ Kecamatan cirinten Mei-Juli 2023 dengan penentuan sampel menggunakan total sampling dengan 30 responden. Instrumen penelitian yaitu lembar kuesioner. Jenis data yang digunakan data primer. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Wilcoxon. Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon Signed Test diketahui P Value 0,000 <0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh konsumsi daun kacang panjang terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu postpartum di PMB “A” Kecamatan cirinten. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi pada petugas kesehatan khususnya bidan dalam meningkatkan produksi ASI dengan cara memberikan penyuluhan kepada ibu postpartum serta merekomendasikan untuk mengkonsumsi daun kacang panjang sebagai salah satu cara dengan bahan yang mudah didapat dan tidak berbahaya bagi kesehatan ibu.
Pengembangan prototype sistem informasi kesehatan dan 3d pageflip e-modul terhadap pengetahuan dan sikap preventif kuratif anemia Wijaya, Rafika Dora; Puspita, Ratumas Ratih; Rohanah, Rohanah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1445

Abstract

Background: Anemia remains a global health issue, particularly among adolescent girls who are at higher risk due to increased nutritional needs and poor dietary habits. Anemia affects not only physical health but also learning concentration, productivity, and the quality of future generations. Innovative technology-based strategies are needed to improve knowledge and preventive-curative attitudes toward anemia among adolescents. Purpose: To analyze the effectiveness of developing a health information system prototype and a 3D pageflip e-module on knowledge and attitudes regarding anemia prevention and curative measures. Method: This quantitative, mixed-methods exploratory research study was conducted in April 2025 at X Junior High School, South Tangerang. The sampling technique used random sampling, with 60 participants divided into intervention and control groups. The independent variable in this study was the health information system prototype, while the dependent variables were knowledge and attitudes. Data analysis used univariate data in the form of frequency distributions, and bivariate data using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: The Mann-Whitney test showed that there was a significant difference between the group that received education using the Anemia Health Information System Prototype with the HemoKu application and the group that used the 3D Pageflip e-Module, with a p-value of 0.026 (p<0.05). Conclusion: The HemoKu application proved to be more effective in increasing knowledge and preventive-curative attitudes towards anemia in adolescents compared to the 3D Pageflip E-Module.   Keywords: Anemia; Attitude; Curative; Knowledge; Preventive.   Pendahuluan: Anemia masih menjadi masalah kesehatan global, khususnya pada remaja putri yang rentan akibat kebutuhan gizi tinggi dan kebiasaan diet yang kurang seimbang. Dampak anemia tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi konsentrasi belajar, produktivitas, hingga kualitas generasi mendatang. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi inovatif berbasis teknologi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pencegahan anemia pada remaja. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas pengembangan prototypw sistem informasi kesehatan dan 3d pageflip e-modul terhadap pengetahuan dan sikap preventif kuratif anemia. Metode: Penelitian kuantitaitf mix method dengan metode exploratory research, dilaksanakan pada April 2025 di SMP X Tangerang Selatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 60 partispan yang terbagi kedalam kelompok intervensi dan kontrol. Variabel independen dalam penelitian ini adalah prototype system infromasi kesehatan, sedangkan variabel dependen ialah pengetahuan dan sikap. Analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan uji wilcoxon dan mann whitney. Hasil: Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang diberikan edukasi menggunakan Prototype Sistem Informasi Kesehatan anemia dengan aplikasi HemoKu dan kelompok yang menggunakan 3D Pageflip e-Modul, dengan nilai p sebesar 0.026 (p<0.05) Simpulan: Aplikasi HemoKu terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap preventif-kuratif anemia pada remaja dibandingkan 3D Pageflip E-Modul.   Kata Kunci: Anemia; Kuratif; Pengetahuan; Preventif; Sikap.
Kemampuan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun Di PAUD Kasih Bunda Pekon Kilauan Negeri Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus Anggraini, Wardah; Rohanah, Rohanah; Itasari, Itasari
ATH-THALIB: JURNAL PENELITIAN MAHASISWA Vol 1 No 1 (2023): ATH-THALIB
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Tanggamus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dan dilaksanakan pada tanggal 01 Februari 2023 sampai dengan 01 Maret 2023 di PAUD Kasih Bunda Pekon Kilauan Negeri Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus. Dalam penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian adalah pendidik sebanyak 2 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dalam 3 tahapan yaitu reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat cara dalam pengembangan bahasa anak usia dini melalui tanya-jawab dengan kartu bergambar, yaitu (i) Guru memperkirakan alokasi waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan tanya-jawab, (ii) Guru menyediakan media kartu bergambar sesuai dengan tema, (iii) Guru memusatkan perhatian seperti menunjuk gambar diikuti dengan penjelasan lisan yang menarik, (iv) Guru melakukan evaluasi terhadap anak untuk memperoleh tujuan pencapain.
Anxiety Factors of Nursing Department Students Conducting Online Learning During the 2020 Pandemic Fadilah, Lailatul; Rohanah, Rohanah
Journal of Smart Nursing and Health Science Vol. 1 No. 1 (2023): Journal of Smart Nursing and Health Science
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/josnhs.v1i1.455

Abstract

The Covid-19 pandemic is a non-natural disaster that not only affects physical health but also has an impact on the mental and psychological health of the community. Disturbed psychological conditions can affect the immunity of the human body to fight viruses, as well as the ability to think clearly so that they cannot pay attention to a healthy lifestyle. Students in higher education are also feeling the impact and consequences of COVID-19. Unpreparedness and confusion of students in taking part in online lectures along with a pile of assignments can cause anxiety, especially during the pandemic. Anxiety in students with distance learning, especially with the covid-19 pandemic, can cause ongoing anxiety and impact student achievement and the inability of students to fulfill their roles and obligations if they are not immediately controlled and handled. This study used a cross-sectional design, with the aim of knowing the anxiety factors of students during the pandemic in 2020. The study was conducted in October - December 2020 with a population of students from the Tangerang Nursing Department, Poltekkes Kemenkes Banten. The sampling method used was simple random sampling totaling 93 people. The results showed that fewer than some respondents experienced anxiety 25 respondents (26.9%), and the statistical test analysis showed that domicile, lecture assignments, physical distancing, and lecture facilities had no significant relationship with student anxiety in learning during the pandemic.
MENGEMBANGKAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DI UPT SD: STRATEGI DAN TANTANGAN Herlina, Besse; Arafah, Muhammad; Rohanah, Rohanah; Irmawanti, Andi; Masauleng, Masauleng; Rahmawati, Rahmawati; Pawe, Nisba
Jurnal Administrasi Pendidikan Indonesia Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_ap.v16i1.5655

Abstract

The implementation of transformational leadership in elementary schools continues to face various challenges. This study aims to analyse the strategies and challenges of transformational leadership in elementary school UPTDs through a qualitative case study approach. The research subjects were purposively selected principals and teachers, and data were collected through semi-structured interviews, participant observation, and document analysis. The analysis used thematic analysis by Broun & Clarke, with data reduction, thematic categorisation, and triangulation to enhance the validity of the findings. The results indicate that the main strategies implemented are teacher empowerment, developing a collaborative culture, and improving the quality of learning. Challenges faced include resistance to change, limited resources, and a lack of policy support. Schools with principals who implement this leadership model have a more harmonious work environment, increased teacher motivation, and better student learning outcomes. This study makes an important contribution to enriching the contextual understanding of transformational leadership practices in elementary schools and supporting the development of more relevant and sustainable policies and principal training.
Effectiveness of the EM 2R3SW Digital Application on Parental Outcomes for Childhood Leukemia Prevention: A Quasi- Experimental Study in Depok, Indonesia Puspita, Ratumas Ratih; Handayani Fasimi, Rizki; Dora Wijaya, Rafika; Rohanah, Rohanah; Dwi Pratiwi, Rita
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 11 No. 4 (2025): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v11i4.917

Abstract

Background: Childhood acute lymphoblastic leukemia (ALL) is a leading cause of cancer-related morbidity and mortality in low- and middle-income countries, including Indonesia. Parental gaps in knowledge, attitudes, preventive behaviors, and healthy lifestyle practices contribute to delayed detection and poor outcomes. Digital health platforms offer scalable strategies to strengthen preventive health literacy in families. Objective: To evaluate the effectiveness of EM-2R3SW, a web-based digital education application, on parental knowledge, attitudes, preventive behaviors, and healthy lifestyle practices related to childhood leukemia prevention. Methods: A quasi-experimental pretest–posttest study was conducted among mothers of children aged 0–18 years in Sukmajaya District, Depok, Indonesia (N = 112). Participants accessed leukemia-prevention multimedia content within EM-2R3SW over two weeks. Validated questionnaires measured outcomes at baseline and post-intervention. Data were analyzed using Wilcoxon signed-rank tests due to non-normal distribution (Kolmogorov–Smirnov p < 0.05). Results: Significant improvements were observed across all outcomes. Knowledge scores increased from 16.48 to 27.65, attitudes from 68.15 to 85.95, preventive behaviors from 72.39 to 112.20, and healthy lifestyle practices from 68.39 to 109.27 (all p < 0.001). Category transitions demonstrated marked progression from inadequate to good–very good levels, particularly in preventive practices. Conclusion: The EM-2R3SW digital intervention effectively improved parental literacy and behavioral determinants for childhood leukemia prevention. This approach is feasible, low-cost, and scalable for community-based cancer prevention efforts in resource-limited settings. Larger randomized studies with long-term follow-up are recommended
PENERAPAN ISOMETRIC HANDGRIP EXERCISE DALAM UPAYA PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI KOMUNITAS Nurhayati, Nurhayati; Rahmawati, Erni; Muhdiana, Dedi; Herlinah, Lily; Khasanah, Uswatul; Rohanah, Rohanah; Wahyudi, Dheni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27589

Abstract

Abstrak: Hipertensi pada lansia terjadi pada proses penuaan yang berhubungan dengan peningkatan umur seseorang. Dampak hipertensi pad lansia menyebabkan komplikasi stroke yang menyebabkan kematian. Maka diperlukan penatalaksanaan terapi yang tepat secara farmakologi dan non farmakologi dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi, dengan cara meningkatkan aktivitas fisiknya melakukan latihan isometric. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan penatalaksanaan hipertensi pada lansia dan melakukan isometric handgrip exercise terkini. Metode pengabdian ini menggunakan edukasi, demonstrasi isometric handgrip exercise dan cek tekanan darah pada lansia di Wilayah Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat. Kegiatan dilakukan pada hari Rabu 3 Juli 2024 di RPTRA Harapan Mulia diikuti oleh 36 lansia. Hasil pemeriksaan didapatkan terdapat penurunan tekanan darah pada sistolik (p=0.011) dan diastolik (p=0.017). Dengan demikian sangat dianjurkan penderita hipertensi dengan menggunakan isometric handgrip exercise untuk menurunkan tekanan darah baik dilakukan sendiri. Isometric handgrip exercise sangat baik dilakukan pada lansia yang mengalami hipertensi sehingga dapat mempertahankan tekanan darah secara mandiri dan terkontrol.Abstrak: The elderly with Hypertension occurs to aging process associated with an increase in a person's age. The impact of hypertension in the elderly causes stroke complications that cause death. So it is necessary to manage the right therapy pharmacologically and non-pharmacologically can be done to reduce blood pressure in elderly hypertension, by increasing physical activity doing isometric exercises. The purposed of this community service was to increase knowledge of hypertension management to elderly and perform latest isometric handgrip exercise. This community service method used education, demonstration of isometric handgrip exercise and blood pressure checks to the elderly in the Kemayoran District, Central Jakarta. The activity was carried out on Wednesday, July 3, 2024 in RPTRA Harapan Mulia followed by 36 elderly people. The examination results showed a decrease in blood pressure in systolic (p=0.011) and diastolic (p=0.017). Thus it is highly will recommend for people with hypertension to use isometric handgrip exercise to lower blood pressure either done alone. Isometric handgrip exercise Will be very good to do in the elderly who experience hypertension so that they can maintain blood pressure independently and controlled.