Purnama, Tedi
Jurusan Keperawatan Gigi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta I, Indonesia

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGETAHUAN TENTANG PENYEBAB DAN DAMPAK KEHILANGAN GIGI TERHADAP KEJADIAN KEHILANGAN GIGI PADA LANSIA: KNOWLEDGE ABOUT CAUSES AND IMPACTS OF TOOTH LOSS ON THE INCIDENCE OF TOOTH LOSS IN THE ELDERLY Lelli Adi Wahyuni; Vitri Nurilawaty; Rini Widiyastuti; Tedi Purnama
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 2 No. 2 (2021): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v2i2.335

Abstract

Latar belakang: Penyakit di rongga mulut pada lansia dapat berakibat negatif terhadap kesehatan dan kualitas hidup lansia secara keseluruhan. Beberapa kondisi yang sering terjadi pada rongga mulut lansia yaitu kehilangan gigi, penyakit gusi, mulut kering/xerostomia, dan periodontitis. Kehilangan gigi merupakan penyebab terbanyak menurunnya fungsi pengunyahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penyebab dan dampak kehilangan gigi terhadap kejadian kehilangan gigi pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi kehilangan gigi dan lembar kuesioner. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan persentase pengetahuan responden tentang penyebab kehilangan gigi paling banyak dengan kategori kurang (70%), pengetahuan tentang dampak kehilangan gigi paling banyak dengan kategori kurang (50%), jumlah lansia yang kehilangan gigi lebih banyak yaitu sebanyak 10 orang kehilangan gigi pada lansia yaitu 6-10 gigi yang hilang (33,3%), pengetahuan tentang penyebab kehilangan gigi terhadap kejadian kehilangan gigi paling tinggi yaitu kategori kurang (26,7%), dan pengetahuan tentang dampak kehilangan gigi terhadap kejadian kehilangan gigi paling tinggi yaitu kategori kurang (26,7%). Kesimpulan: pengetahuan tentang penyebab dan dampak kehilangan terhadap kejadian kehilangan gigi pada lansia di Majelis Taklim Baiturrohim Desa Cimanggu Pandeglang tahun 2021 termasuk dalam kategori kurang
STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN KEBIASAAN MENGGOSOK GIGI PADA PASIEN ORTODONTIA: DENTAL HYGIENE STATUS AND TOOTH BRUSHING HABIT IN ORTHODONTIC PATIENTS Khudrah Khudrah; Ayu Sukma; Tedi Purnama
JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy Vol. 3 No. 1 (2022): JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jdht.v3i1.512

Abstract

Latar belakang: penyakit karies dan periodontal merupakan penyakit yang disebabkan oleh kurangnya kebersihan gigi dan mulut yang buruk. Hal ini juga dapat terjadi pada pengguna alat ortodontik yang tidak memperhatikan kebersihan gigi dan mulutnya sehingga sisa makanan yang tidak dibersihkan dapat menimbulkan plak dan karang gigi. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran status kebersihan gigi dan kebiasaan menggosok gigi pada pasien ortodontia Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan sampel penelitian ini menggunakan teknik purvosive sampling sebanyak 53 responden. Hasil: status kebersihan gigi didapatkan responden yang memiliki kategori sangat baik sebanyak 4 orang (7,5%), kategori baik sebanyak 28 orang (52,8%), kategori sedang sebanyak 20 orang (37,7%) dan status kebersihan gigi kategori buruk sebanyak 1 orang (1,9%). Gambaran kebiasaan menggosok gigi dengan benar sebanyak 40 orang (75,5%) dan kebiasaan menggosok gigi salah sebanyak 13 orang (24,5%). Gambaran status kebersihan gigi dan kebiasaan menggosok gigi berdasarkan jenis kelamin diperoleh status kebersihan gigi dan kebiasaan menggosok gigi dengan jenis kelamin perempuan lebih baik dibandingkan laki-laki.  Kesimpulan: Pasien ortodontia memiliki  kebiasaan menggosok gigi dengan benar dan status kebersihan gigi kategori baik.
Pengaruh Pelatihan Tedi’s Behavior Change Model pada Guru dan Orang Tua terhadap Keterampilan Menggosok Gigi Anak Prasekolah Tedi Purnama; Rasipin Rasipin; Bedjo Santoso
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 13 No. 2 (2019): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.169 KB) | DOI: 10.36082/qjk.v13i2.80

Abstract

Abstrak Masalah kesehatan gigi anak prasekolah lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah dasar, hal ini disebabkan anak belum mampu melakukan aktivitas mandiri dalam menggosok gigi. Strategi perubahan perilaku yang tepat dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan gigi oleh orang tua dan guru menggunakan metode dan media pembelajaran disesuaikan perkembangan anak. Pelatihan tedi’s behavior change pada guru dan orang tua merupakan model pembelajaran menggosok gigi dalam upaya pembentukan perilaku menggosok gigi anak prasekolah dengan waktu 10 hari. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pelatihan tedi’s behavior change sebagau upaya pembentukan perilaku menggosok gigi anak prasekolah. Metode: penelitian ini menggunakan Research and Development (R&D) dan uji model menggunakan quasy experiment pretest and posttest with control group design. Subyek penelitian anak prasekolah dibagi menjadi 2 kelompok: 1. Intervensi pelatihan tedi’s behavior change 2. Model menggosok gigi 21 hari sebagai kontrol. Variabel bebas: pelatihan tedi’s behavior change model dan variabel terikat: keterampilan menggosok gigi dan skor bebas plak anak prasekolah. Data diuji menggunakan uji intraclass corelation coefficient, repeated measure anova, friedman, t-test dan mann whitney. Hasil: Penerapan pelatihan tedi’s behavior change model sama-sama efektif dengan model menggosok gigi 21 hari terhadap peningkatan keterampilan menggosok gigi (p>0.304) dan sama-sama efektif terhadap peningkatan skor bebas plak (p<0.788) dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Penerapan pelatihan tedi’s behavior change model pada guru dan orang tua efektif terhadap keterampilan menggosok gigi anak prasekolah. Kata Kunci: Pelatihan tedi’s behavior change model, keterampilan menggosok gigi, anak prasekolah Abstract Dental health problems in Preschool is higher than primary school, it is because children are not capable of independent activity in brushing teeth. Proper behavior change strategies can be done by providing dental health education by parents and teachers using customized learning methods and media development. Model tedi's behavior change is a learning model brushing teeth in efforts to establish the behavior of brushing teeth with a time of 10 days. Purpose of the study: This study aims to produce a model of Tedi's behavior change training towards the formation of the teeth brushing behavior of preschool children. Method: this research uses Research and Development (R&D) and the test model uses quasy experiment pretest and posttest with control group design. The subjects of preschool children were divided into 2 groups: 1. Tedi's behavior change training interventions 2. 21-day brushing model as a control. Independent variables: tedi's behavior change model training and the dependent variable: brushing skills and plaque free scores of preschool children. Data were tested using the intraclass correlation coefficient, repeated measures anova, friedman, t-test and mann whitney. Results: The implementation of the tedi's behavior change model training was equally effective with the 21-day brushing model for increasing the ability to brush teeth (p> 0.304) and equally effective for increasing the plaque-free score (p <0.788) compared to the control group. Conclusion: The application of tedi's behavior change model training to teachers and parents is effective in the teeth brushing skills of preschool children. Keywords: Tedi's behavior change model training, tooth brushing skills, preschool children
MODEL 5 DAYS GOSGI SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN MENGGOSOK GIGI ANAK USIA DINI DI SEKOLAH Tedi Purnama; Ngatemi Ngatemi; Rizki Sofian; Ni Nyoman Kasihani; Pudentiana Rr RE; Siti Nurbayani
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2020): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.795 KB) | DOI: 10.36082/qjk.v14i1.96

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak diderita masyarakat Indonesia adalah karies gigi dan penyakit periodontal, dimana prevalensi karies gigi anak usia 5-6 tahun sebesar 93% dengan indeks def-t 8,43. Kondisi tersebut belum memenuhi target WHO dan FDI yaitu 50% anak usia 5-6 tahun bebas dari karies gigi, hal ini disebabkan anak belum mampu melakukan aktivitas mandiri dalam menggosok gigi. Model 5Days gosgi merupakan upaya pembelajaran menggosok gigi dalam upaya pembentukan kemandirian menggosok gigi pada anak usia dini yang dilakukan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk efektivitas model 5Days gosgi sebagai upaya pembentukan kemandirian menggosok gigi anak usia dini di sekolah. Metode: penelitian ini menggunakan quasy experiment dengan rancangan pretest and posttest with one group design. Penelitian ini dilakukan di TK di wilayah Pondok Labu Cilandak Jakarta Selatan. Variabel bebas: penerapan model 5Days gosgi dan variabel terikat: kemandirian menggosok gigi dan status kebersihan gigi dan mulut anak usia dini. Data diuji menggunakan wilcoxon. Hasil: penerapan model 5Days gosgi efektif meningkatkan kemandirian menggosok gigi (p<0.001) dan efektif terhadap peningkatan status kebersihan gigi dan mulut anak usia dini (p<0.001). Kesimpulan: Model 5Days gosgi efektif sebagai pembentukan kemandirian menggosok gigi anak usia dini di sekolah.
UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI MELALUI PEMBELAJARAN TEMATIK ANAK SDS BOROBUDUR CILANDAK TIMUR JAKARTA SELATAN: EFFORTS TO IMPROVE DENTAL HEALTH KNOWLEDGE THROUGH THEMATIC LEARNING FOR CHILDREN AT SDS BOROBUDUR CILANDAK TIMUR SOUTH JAKARTA Pudentiana Rr RE; Siti Nurbayani Tauchid; Nita Noviani; Dwi Priharti; Tedi Purnama
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.096 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v1i1.286

Abstract

Pengetahuan kesehatan gigi yang kurang akan menyebabkan status bebersihan gigi dan mulut yang buruk sehingga terjadinya debris dan kalkulus. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan dengan melakukan pendidikan kesehtan gigi. Model pembelajaran thematik murid terhadap tingkat pengetahuan kesehatan gigi anak sekolah dasar. Metode pelaksaanaan pengabdian kepada masyarakat memberikan model pembelajaran thematik murid secara langsung kepada siswa sekolah dasar. Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah murid-murid kelas I, II dan III SDS Borobudur sebanyak 59 orang. Rancangan yang digunakan adalah quasy experiment pretest and posttest design. Hasil: Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan dengan lancar dan pembelajaran kesehatan gigi dengan model tematik dapat meningkatan pengetahuan kesehatan gigi murid-murid kelas I, II dan III SDS Borobudur Cilandak Timur Jakarta Selatan.
PENCEGAHAN KARIES GIGI MELALUI APLIKASI FLUORIDE VARNISH TERHADAP MURID SD ISLAM TELADAN AL HIDAYAH: PREVENTION OF DENTAL CARRIES THROUGH FLUORIDE VARNISH APPLICATION FOR STUDENTS OF SD ISLAM TELADAN AL HIDAYAH Vitri Nurilawaty; Rahaju Budiarti; Erwin Erwin; Tedi Purnama
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.299 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v1i2.370

Abstract

Murid masa usia sekolah dasar merupakan kelompok resiko tinggi kerusakan gigi oleh karena karies salah satunya karena faktor perilaku anak yang secara umum belum paham cara pemeliharaan kesehatan gigi yang baik, sekolah dasar sebaiknya memiliki program yang pemeliharan kesehatan gigi salah satunya adalah pencegahan karies gigi pada murid. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah melakukan upaya pencegahan karies gigi dengan aplikasi fluoride varnish terhadap murid kelas I & II SD Islam teladan Al Hidayah. Sasaran mitra kegiatan pengabdian masyarakat adalah kepala sekolah, orangtua dan murid-murid kelas 1 & II Sekolah dasar Islam Teladan Al Hidayah. Bentuk kegiatan pengabmas yaitu dengan melakukan advokasi, penyuluhan pencegahan karies gigi dan aplikasi fluoride varnish. Hasil kegiatan memberikan dampak yaitu terlaksana nya kegiatan advokasi, penyuluhan dan praktek aplikasi pengolesan fluoride varnish dengan baik, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam upaya pencegahan karies gigi kepada anaknya. Kesimpulan terlaksananya dengan baik rangkaian kegiatan upaya pencegahan karies gigi dengan aplikasi fluoride varnish terhadap murid kelas I & II SD Islam teladan Al Hidayah.
TEDI’S BEHAVIOR CHANGE MODEL TO IMPROVING BRUSHING TEETH BEHAVIOR PARENTS Tedi Purnama; Rasipin Rasipin; Ngatemi Ngatemi
Journal of Applied Health Management and Technology Vol 2, No 1 (2020): January 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.652 KB) | DOI: 10.31983/jahmt.v2i1.5475

Abstract

The dental health problems of preschool children are higher compared to primary schools, this is due to children not being able to do independent activities in brushing their teeth. The right behavior change strategy can be carried out by providing dental health education by parents and teachers using learning methods and media tailored to the child's development. Tedi's behavior change is a model of learning to brush teeth in an effort to establish preschooler brushing behavior with 10 days. This study aims to produce a model of tedi's behavior change as an effort to form the teeth brushing behavior of preschool children. Method: this research uses Research and Development (RD) and the test model uses quasy experiment pretest and posttest with control group design. The subjects of preschool children were divided into 3 groups: 1. Intervention of behavior change model 2. Model of tooth brushing 21 days as a control 3. Model of brushing teeth 1 day. Independent variables: tedi's behavior change model and the dependent variable: knowledge, attitudes and actions to brush parents' teeth. Data were tested using the intraclass correlation coefficient, repeated measure anova, friedman, one way anova and Kruskal wallis. Results: The implementation of Tedi's behavior change model training was equally effective with a 21-day brushing model (p 0.05) compared to a 1-day brushing model (p 0.005). Conclusion: The implementation of Tedi's behavior change model training is effective in improving parents' brushing behavior.
IMPLEMENTASI SOKMURSA SEBAGAI UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SEKOLAH DASAR: IMPLEMENTATION OF SOKMURSA AS A PROMOTIVE AND PREVENTIVE EFFORT FOR DENTAL AND ORAL HEALTH IN ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN Sulistiani, Silvia; Ulliana, Ulliana; Nurwanti, Widi; Budiman, Waras; Purnama, Tedi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.495 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v3i1.1050

Abstract

Data Riskesdas 2018 menunjukan nilai rata-rata DMF-T diangka 4,5. Faktor perilaku sebagai penyumbang terjadinya masalah sebesar 25-30%. Upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut peran terapis gigi dan mulut diperlukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan promotif dan preventif tentang pemahanan kesehatan gigi dan mulut. Keberhasilan program promotif dan preventif untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal salah satunya dapat dilakukan dengan kegiatan implementasi sokmursa.  Tujuan kegiatan: menciptakan kemampuan pelihara diri di bidang kesehatan gigi dan mulut serta status kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Metode pelaksanaan: kegiatan promotif berupa pelatihan kader (dokter gigi kecil) pada siswa secara edukatif dan kegiatan preventif berupa sikat gigi bersama pada siswa. Hasil kegiatan: menunjukan bahwa nilai rata-rata pengetahuan terjadi peningkatan dari 6,00 menjadi 8,40. Kesimpulan: edukasi tentang cara menggosok gigi yang benar dapat meningkatkan pengetahuan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ORANG TUA DALAM PENDAMPINGAN MENYIKAT GIGI DAN MENCUCI TANGAN PADA ANAK USIA DINI DIMASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH KEC. CINERE KOTA DEPOK TAHUN 2022: INCREASING PARENTS' KNOWLEDGE AND SKILLS IN TEETH-BRUSHING AND HAND-WASHING ASSISTANCE IN EARLY CHILDREN DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN THE CINERE DISTRICT AREA, DEPOK CITY IN 2022 Ngatemi, Ngatemi; Fadjeri, Indrayati; Widiyastuti, Rini; Pribawanti, Dewi Candra; Purnama, Tedi; Fanan, Muhamad Rifki; Sasongko, Bimo Gigih
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.125 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v3i1.1085

Abstract

Gigi susu mudah terserang karies karena struktur giginya lebih tipis dan lebih kecil dibandingkan gigi permanen. Apabila gigi geraham susu tanggal sebelum waktunya akibat karies, kemungkinan pertumbuhan gigi permanen akan berjejal karena geraham berfungsi menahan ruangan bagian gigi tetap yang tumbuh. Maka perlu dilakukan langkah-langkah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua yang akan melakukan pendampingan dan bimbingan pada anak usia dini dalam melakukan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Metode pelaksanaan program kemitraan kepada masyarakat melalui berbagai tahap, yaitu tahap persiapan koordinasi, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di 2 sekolah, yaitu KB TK Islam Ar-Rahman Islamic School dan TK Islam AL Khautsar. Waktu pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat program kemitraan dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan September 2022, dengan sasaran berjumlah 130 orang. Instrumen yang digunakan yaitu media edukasi dan kuesioner. Hasil pelaksanaan kegiatan ini terjadi peningkatan pengetahuan orang tua dalam pendampingan menyikat gigi dan mencuci tangan sehingga dapat meningkatkan keterampilan anak dalam menyikat gigi dan mencuci tangan.
PENERAPAN PERMAINAN PUZZLE TENTANG KARIES GIGI SEBAGAI MEDIA PROMOSI KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA SISWA SEKOLAH DASAR Pay, Mery Novaria; Wali, Agusthinus; Fankari, Ferdinan; Purnama, Tedi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v3i2.1412

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut merupakan masalah yang cukup tinggi dialami di Indonesia, sehingga dibutuhkan tindakan promotif dan preventif dengan cara menerapkan edukasi permainan kesehatan gigi dan mulut dimulai sejak usia dini. Berbagai penerapan edukasi yang biasa sering digunakan yaitu metode ceramah yang kurang menarik bagi anak-anak. Berbagai hasil penelitian menyatakan bahwa metode tersebut kurang efektif bagi anak-anak. Metode yang lebih menarik dan menyenangkan bagi anak-anak salah satu diantaranya adalah metode permainan yang digunakan sebagai media dalam penerapan edukasi kesehatan gigi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini dengan cara sosialisasi permainan puzzle, pre-test, melakukan permainan, post-test, dilanjutkan dengan sikat gigi bersama pada siswa-siswi kelas IV dan V. Analisis menggunakan SPSS versi 16 menggunakan uji wilcoxon. Hasil pengabdian diketahui nilai signifikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-tes) diberikan permainan menggunakan media puzzle 0.000 (p<0.05), Sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan menggunakan media puzzle efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan anak tentang karies gigi pada anak SD GMIT Baumata dan SD Negeri 2 Baumata Timur.