Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : Lateralisasi

Afiksasi Bahasa Rejang Dialek Kepahiang kusmiarti, reni
Lateralisasi Vol 7, No 1 (2019): Lateralisasi
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i1.199

Abstract

Abstrak  Afiks merupakan bentukan linguistik.Kehadiran afiks dalam bahasa Indonesia sangat berpengaruh pada pembentukan kata-kata baru.Bahasa daerah mengalami proses afiksasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apa saja jenis afiks Bahasa Rejang dialek Kepahiang, bagaimana proses afiksasi Bahasa Rejang dialek Kepahiang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis afiks  dan proses afiksasi yang terdapat pada bahasa Rejang dialek Kepahiang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik simak libat cakap ( SLC), teknik  simak bebas libat cakap (SBLC), teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data penelitian ini adalah membuat transkripsi data afiksasi bahasa Rejang yang diperoleh dalam  penelitian lapangan, mengidentifikasi data berdasarkan jenis dan proses afiksasi bahasa Rejang dialek Kepahiang, mengklasifikasi data, menganalisis afiks bahasa Rejang yang diperoleh dari informan dengan cara menguraikan data yang didapati melalui data yang diambil di lapangan, menginterprestasikan data, dan  membuat kesimpulan. Hasil penelitian  ditemukan jenis afiks dan proses afiksasi bahasa Rejang dialek Kepahiang adalah : 1) Terdapat empat jenis afiks yaitu (1)prefiks terdiri atas enam macam yaitu /me-/, /be-/, /ne-/, /de-/, /ng-/, dan /te-/prefiks, ,(2) Infiks terdiri dua macam yaitu /-em-/ dan /-en-/. (3) Sufiks ada satu macam yaitu /ne-/, dan (4) konfiks yaitu /se-ne/. Proses afiksasi bahasa Rejang dialek Kepahiang yaitu prefiksasi, infiksasi, sufiksasi dan konfiksasi.Kata Kunci: Afiksasi, afik, proses Afiksasi
PERGESERAN DAN SIKAP BAHASA PADA ANAK DARI KELUARGA SUKU SERAWAI-SERAWAI DI KOTA BENGKULU Paulina, Yanti; Kusmiarti, Reni
Lateralisasi Vol 7, No 2 (2019): LATERALISASI
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i2.560

Abstract

Bahasa Serawai masih banyak dipakai oleh masyarakat yang tinggal di kabupaten Bengkulu selatan. Meskipun bahasa serawai adalah bahasa yang masih banyak penuturnya, ada kekhawatiran akan makin berkurangnya pemakai bahasa ini. Kekhawatiran itu bukan hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti pengaruh bahasa Indonesia melainkan juga oleh faktor internal, seperti adanya undak usuk bahasa yang menyebabkan banyak keluarga yang tidak mau lagi menggunakan bahasa Serawai di dalam keluarganya, bahkan termasuk keluarga suami dari suku Serawai dan Istri dari suku Serawai juga ( selanjutnya disebut Keluarga Serawai-Serawai).Keluarga yang sudah tidak setia lagi dengan bahasa Serawai ini kemudian beralih kebahasa Indonesia dengan berbagai alasan. Dengan demikian telah terjadi pergeseran bahasa ( language shifting).Masalah dalam penelitian ini adalah:1) Apakah telah terjadi pergeseran bahasa pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu? 2) Jika benar telah terjadi pergeseran bahasa seberapa besar pergeseren bahasa telah terjadi? 3) Bagaimana sikap bahasa terhadap bahasa serawai pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota BengkuluTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  : 1) Pergeseran bahasa pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu 2) Seberapa besar pergeseren bahasa telah terjadi 3) Sikap bahasa terhadap  bahasa serawai pada keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu.Metode penelitian dalam penelitian ini dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan Angket ( kuesioner) yang diberikan kepada keluarga yang suami dan istrinya berasal dari suku serawai yang tinggal di kota Bengkulu.Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah :1)Telah terjadi pergeseran bahasa pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu. Pergeseran bahasa terlihat dari hasil perunutan dari generasi pertama (kakek)100 % menguasai bahasa Serawai, lalu generasi ke dua (orang tua) 84 dan 70 % menguasai bahasa Serawai, kemudian  generasi  ketiga (anak) memperlihatkan penurunan angka  tinggal 20 % menguasai bahasa Serawai. 2) Sikap bahasa terhadap bahasa serawai pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu adalah kurang (Negatif), karena dari hasil presentase yang diperoleh jumlah hasil  sikap bahasa pada keluarga suku Serawai-Serawai adalah 20 %. Apabila merujuk pada tabel skala sikap berada pada rentang 20-39 dengan kreteria kurang (negatip),berarti keluarga suku serawai-serawai kurang memiliki rasa kebanggaan atau kesetiaan lagi terhadap bahasa serawai.
NILAI-NILAI KARAKTER BANGSA DALAM NOVEL SEBELAS PATRIOT KARYA ANDREA HIRATA Yuniati, Ira -; Kusmiarti, Reni; Putri, Wellsi Yolanda; Pramita, Widi Inda
Lateralisasi Vol 8, No 1 (2020): Lateralisasi
Publisher : Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v8i1.813

Abstract

AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk-bentuk karakter bangsa dalam novel Sebelas Patriot karya Andrea Hirata? Metode penelitian ini adalah deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah 1) membaca novel Sebelas Patriot karya Andrea Hirata secara keseluruhan, (2) membaca ulang novel sambil menandai bagian karya yang berhubungan dengan masalah penelitian yaitu unsur intrinsik dan bentuk-bentuk karakter bangsa, dan (3) mengumpulkan seluruh kutipan unsur intrinsik novel dan bentuk-bentuk karakter bangsa yang sudah ditandai pada teks novel ke dalam daftar pengumpulan data. Teknik analisis data adalah 1) kutipan-kutipan karakter bangsa yang sama dikelompokan menjadi satu kelompok, (2) masing-masing klasifikasi bentuk-bentuk karakter bangsa yang baik dan yang buruk dianalisis lebih lanjut untuk dideskripsikan, (3) interprestasikan lebih lanjut bentuk-bentuk karakter bangsa dalam novel Sebelas Patriot karya Andrea Hirata, dan (4) menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian (1) unsur intrinsik meliputi (a) tema adalah cinta tanah air, (b) amanat adalah teruslah berjuang dengan semangat dan kerja keras dalam mencapai cita-cita dan jadikan pengalaman masa lalu sebagai motivasi diri untuk berusaha lebih baik kedepannya, (c) tokoh utama adalah Ikal dan tokoh tambahan adalah Ayah Ikal, Pemburu Tua, Pelatih Amin, Pelatih Toharun, Ibu, Adriana, dan Nyonya Vargas, (d) alur adalah mundur dan maju, (e) latar meliputi latar waktu, latar tempat, dan latar suasana, (f) sudut pandang menggunakan orang pertama “aku”, dan (g) gaya bahasa meliputi gaya bahasa smile dan hiperbola. (2) Bentuk karakter bangsa yang ditemukan meliputi kerjasama, kebahagian, kerendahatian, kasih sayang, tanggung jawab, kesederhanaan, dan persatuan. Bentuk karakter bangsa yang paling dominan adalah kebahagian dan karakter bangsa yang paling sedikit adalah kesederhanaan. Saran pembaca dan pemerhati karya sastra terutama mahasiswa hendaknya lebih memperdalam pengkajian karya sastra khususnya mengenai nilai-nilai karakter bangsa dalam karya fiksi.Kata Kunci: Karakter Bangsa, Novel, Pendekatan Struktural
Afiksasi Bahasa Rejang Dialek Kepahiang reni kusmiarti
Lateralisasi Vol. 7 No. 1 (2019): Lateralisasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i1.199

Abstract

Abstrak  Afiks merupakan bentukan linguistik.Kehadiran afiks dalam bahasa Indonesia sangat berpengaruh pada pembentukan kata-kata baru.Bahasa daerah mengalami proses afiksasi. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apa saja jenis afiks Bahasa Rejang dialek Kepahiang, bagaimana proses afiksasi Bahasa Rejang dialek Kepahiang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis afiks  dan proses afiksasi yang terdapat pada bahasa Rejang dialek Kepahiang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik simak libat cakap ( SLC), teknik  simak bebas libat cakap (SBLC), teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data penelitian ini adalah membuat transkripsi data afiksasi bahasa Rejang yang diperoleh dalam  penelitian lapangan, mengidentifikasi data berdasarkan jenis dan proses afiksasi bahasa Rejang dialek Kepahiang, mengklasifikasi data, menganalisis afiks bahasa Rejang yang diperoleh dari informan dengan cara menguraikan data yang didapati melalui data yang diambil di lapangan, menginterprestasikan data, dan  membuat kesimpulan. Hasil penelitian  ditemukan jenis afiks dan proses afiksasi bahasa Rejang dialek Kepahiang adalah : 1) Terdapat empat jenis afiks yaitu (1)prefiks terdiri atas enam macam yaitu /me-/, /be-/, /ne-/, /de-/, /ng-/, dan /te-/prefiks, ,(2) Infiks terdiri dua macam yaitu /-em-/ dan /-en-/. (3) Sufiks ada satu macam yaitu /ne-/, dan (4) konfiks yaitu /se-ne/. Proses afiksasi bahasa Rejang dialek Kepahiang yaitu prefiksasi, infiksasi, sufiksasi dan konfiksasi.Kata Kunci: Afiksasi, afik, proses Afiksasi
PERGESERAN DAN SIKAP BAHASA PADA ANAK DARI KELUARGA SUKU SERAWAI-SERAWAI DI KOTA BENGKULU Yanti Paulina; Reni Kusmiarti
Lateralisasi Vol. 7 No. 2 (2019): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v7i2.560

Abstract

Bahasa Serawai masih banyak dipakai oleh masyarakat yang tinggal di kabupaten Bengkulu selatan. Meskipun bahasa serawai adalah bahasa yang masih banyak penuturnya, ada kekhawatiran akan makin berkurangnya pemakai bahasa ini. Kekhawatiran itu bukan hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti pengaruh bahasa Indonesia melainkan juga oleh faktor internal, seperti adanya undak usuk bahasa yang menyebabkan banyak keluarga yang tidak mau lagi menggunakan bahasa Serawai di dalam keluarganya, bahkan termasuk keluarga suami dari suku Serawai dan Istri dari suku Serawai juga ( selanjutnya disebut Keluarga Serawai-Serawai).Keluarga yang sudah tidak setia lagi dengan bahasa Serawai ini kemudian beralih kebahasa Indonesia dengan berbagai alasan. Dengan demikian telah terjadi pergeseran bahasa ( language shifting).Masalah dalam penelitian ini adalah:1) Apakah telah terjadi pergeseran bahasa pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu? 2) Jika benar telah terjadi pergeseran bahasa seberapa besar pergeseren bahasa telah terjadi? 3) Bagaimana sikap bahasa terhadap bahasa serawai pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota BengkuluTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  : 1) Pergeseran bahasa pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu 2) Seberapa besar pergeseren bahasa telah terjadi 3) Sikap bahasa terhadap  bahasa serawai pada keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu.Metode penelitian dalam penelitian ini dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan Angket ( kuesioner) yang diberikan kepada keluarga yang suami dan istrinya berasal dari suku serawai yang tinggal di kota Bengkulu.Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah :1)Telah terjadi pergeseran bahasa pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu. Pergeseran bahasa terlihat dari hasil perunutan dari generasi pertama (kakek)100 % menguasai bahasa Serawai, lalu generasi ke dua (orang tua) 84 dan 70 % menguasai bahasa Serawai, kemudian  generasi  ketiga (anak) memperlihatkan penurunan angka  tinggal 20 % menguasai bahasa Serawai. 2) Sikap bahasa terhadap bahasa serawai pada  keluarga suku Serawai-Serawai di Kota Bengkulu adalah kurang (Negatif), karena dari hasil presentase yang diperoleh jumlah hasil  sikap bahasa pada keluarga suku Serawai-Serawai adalah 20 %. Apabila merujuk pada tabel skala sikap berada pada rentang 20-39 dengan kreteria kurang (negatip),berarti keluarga suku serawai-serawai kurang memiliki rasa kebanggaan atau kesetiaan lagi terhadap bahasa serawai.
NILAI-NILAI KARAKTER BANGSA DALAM NOVEL SEBELAS PATRIOT KARYA ANDREA HIRATA Ira - Yuniati; Reni Kusmiarti; Wellsi Yolanda Putri; Widi Inda Pramita
Lateralisasi Vol. 8 No. 1 (2020): Lateralisasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v8i1.813

Abstract

AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk-bentuk karakter bangsa dalam novel Sebelas Patriot karya Andrea Hirata? Metode penelitian ini adalah deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah 1) membaca novel Sebelas Patriot karya Andrea Hirata secara keseluruhan, (2) membaca ulang novel sambil menandai bagian karya yang berhubungan dengan masalah penelitian yaitu unsur intrinsik dan bentuk-bentuk karakter bangsa, dan (3) mengumpulkan seluruh kutipan unsur intrinsik novel dan bentuk-bentuk karakter bangsa yang sudah ditandai pada teks novel ke dalam daftar pengumpulan data. Teknik analisis data adalah 1) kutipan-kutipan karakter bangsa yang sama dikelompokan menjadi satu kelompok, (2) masing-masing klasifikasi bentuk-bentuk karakter bangsa yang baik dan yang buruk dianalisis lebih lanjut untuk dideskripsikan, (3) interprestasikan lebih lanjut bentuk-bentuk karakter bangsa dalam novel Sebelas Patriot karya Andrea Hirata, dan (4) menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian (1) unsur intrinsik meliputi (a) tema adalah cinta tanah air, (b) amanat adalah teruslah berjuang dengan semangat dan kerja keras dalam mencapai cita-cita dan jadikan pengalaman masa lalu sebagai motivasi diri untuk berusaha lebih baik kedepannya, (c) tokoh utama adalah Ikal dan tokoh tambahan adalah Ayah Ikal, Pemburu Tua, Pelatih Amin, Pelatih Toharun, Ibu, Adriana, dan Nyonya Vargas, (d) alur adalah mundur dan maju, (e) latar meliputi latar waktu, latar tempat, dan latar suasana, (f) sudut pandang menggunakan orang pertama “aku”, dan (g) gaya bahasa meliputi gaya bahasa smile dan hiperbola. (2) Bentuk karakter bangsa yang ditemukan meliputi kerjasama, kebahagian, kerendahatian, kasih sayang, tanggung jawab, kesederhanaan, dan persatuan. Bentuk karakter bangsa yang paling dominan adalah kebahagian dan karakter bangsa yang paling sedikit adalah kesederhanaan. Saran pembaca dan pemerhati karya sastra terutama mahasiswa hendaknya lebih memperdalam pengkajian karya sastra khususnya mengenai nilai-nilai karakter bangsa dalam karya fiksi.Kata Kunci: Karakter Bangsa, Novel, Pendekatan Struktural
PENGGUNAAN APLIKASI CHATTING WHATSAPP SEBAGAI PERILAKU DALAM UPAYA PEMERTAHANAN BAHASA MELAYU BENGKULU Yanti - Paulina; Wahyu Kemala Putri; Reni Kusmiarti
Lateralisasi Vol. 10 No. 01 (2022): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v10i01.3448

Abstract

Abstrak Bahasa adalah alat ucap yang dimiliki manusia yang memiliki makna untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi menyampaikan informasi.Secara umum pemertahanan bahasa adalah sebuah keputusan untuk tetap menggunakan bahasa secara kolektif oleh suatu komunitas yang telah menggunakan bahasa itu sebelumnya.Upaya pemertahanan bahasa adalah suatu usaha yang dilakukan untuk tetap mempertahankan bahasa. Dari hasil penelitian ini, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa perilaku peserta WhatsApp grup Alumni 12 iis4 SMANTI dalam upaya pemertahanan bahasa Melayu Bengkulu yang dominan menggunakan bahasa Melayu Bengkulu sesuai dengan kaidah atau norma yang ada,artinya sikap yang baik dalam penggunaan bahasa secara cermat, benar, santun dalam memakai bahasa sendiri, yaitu sebuah perilaku yang berpegang teguh untuk memelihara, menjaga,melestarikan bahasa daerah secara baik dan mencegah masuknya bahasa lain.
PENGGUNAAN KLAUSA DALAM NOVEL “SEPERTI BINTANG” KARYA REGINA FABY reni kusmiarti; Alisha Putri Setiani; Adinda Nurmalita Sari; Metri Siska Ananda Putri; Indah Ayu Fransiska
Lateralisasi Vol. 10 No. 01 (2022): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v10i01.3480

Abstract

ABSTRAK Kata, frase, klausa dan kalimat sebagai kajian sintaksis sangat berperan dalam mengungkapkan ide/gagasan dalam sebuah karya sastra. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penggunaan klausa dalam novel Seperti Bintang Karya Regina Faby. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kutipan dalam novel Seperti Bintang Karya Regina Feby yang mengandung klausa adjektiva, klausa numeralia, dan klausa preposisional. Sumber data adalah novel Seperti Bintang Karya Regina Feby.Teknik pengumpulan datanya dokumentasi dengan langkah-langkah meliputi membaca novel secara berulang, menandai klausa, dan memasukkan ke dalam tabel. Teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, menganalisis, menginterpretasi dan menyimpulkan. Hasil penelitian ditemukan 356 data yang terdiri dari klausa adjektiva berjumlah 150 data, klausa preposisional berjumlah 140 data, dan klausa numeralia berjumlah 66 data. Kata kunci : Penggunaan klausa adjektiva, preposisional, numeralia, novel
KESANTUNAN BERBAHASA REMAJA TERHADAP ORANG TUA DI DESA COKOH BETUNG KECAMATAN PADANG GUCI HULU KABUPATEN KAUR Ajat Manjato; Justya Heryanti; Reni Kusmiarti
Lateralisasi Vol. 11 No. 01 (2023): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v11i01.5459

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kesantunan berbahasa remaja terhadap orang tua di Desa Cokoh Betung Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa remaja terhadap orang tua di Desa Cokoh Betung Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur. Hasil penelitian ini menunjukkan kesantunan berbahasa remaja terhadap orang tua di Desa Cokoh Betung Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur kedalam enam wujud maksim kesantunan penutur yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim pemufakatan, dan maksim kesimpatian, dengan kriteria prinsip kesantunan meliputi: 1) maksim kebijaksanaan sebanyak 1 daya yaitu pada data no 1, 2) maksim kedermawanan sebanyak 1 data yaitu data no 11, 3) maksim penghargaan sebanyak 3 data yaitu pada data no 3, 7, dan 16, 4) maksim kesederhanaan sebanyak 4 data yaitu data no 4,17,19 dan 20, 4) maksim pemufakatan sebanyak 11 data yaitu data no 2, 5, 8, 9, 10, 12, 13, 14, 15, 18 dan 21, dan 5) maksim kesimpatian sebanyak 1 data yaitu data no 6. Prinsip-prinsp kesantunan remaja terhadap orang tua dalam bertutur bukan hanya sekadar mematuhi prinsip maksim kesantunan. Maksim-maksim yang ada tentunya menggambarkan pola hidup masyarakat yang terimplikasi dalam tutur kata. Kesantunan bertutur remaja terhadap orang tua dibangun oleh budaya dan norma-norma yang mengikat mereka dalam budaya masyarakat. Kata Kunci : Kesantunan, berbahasa, Remaja, Desa Cokoh Betung
NEGASI BAHASA JAWA PADA MASYARAKAT SUKU JAWA DI DESA LUBUK GILANG KECAMATAN AIR PERIUKAN KABUPATEN SELUMA PROPINSI BENGKULU Yanti - Paulina; Jelita Zakaria; Reni Kusmiarti
Lateralisasi Vol. 11 No. 01 (2023): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v11i01.5482

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana wujud pengungkapan negasi, posisi dan cakupan negasi dalam bahasa jawa pada masyarakat suku jawa di desa lubuk gilang kecamatan air periukan kabupaten seluma propinsi Bengkulu. Tujuan penulis meneliti negasi bahasa jawa di desa lubuk gilang kecamatan air periukan kabupaten seluma propinsi Bengkulu adalah untuk mendeskripsikan wujud, posisi dan cakupan pengungkapan negasi dalam bahasa Jawa pada masyarakat suku Jawa di desa lubuk gilang kecamatan air periukan kabupaten Seluma provinsi Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Tehnik yang  digunakan untuk mengumpulkan data adalah (1) teknik simak, (2) teknik catat, dan (3) teknik rekam. Berdasarkan hasil penelitian  bahwa wujud pengungkapan negasi dalam bahasa jawa masyarakat suku jawa di desa lubuk gilang kecamatan air periukan kabupaten seluma propinsi Bengkulu ditemukan ada 17 wujud negasi  yang berupa morfem bebas ada 7 negasi yaitu :gak,ora, durung, dudu, emoh,mosok, ojo, mboh, dan morfem terikat ada 10 negasi,yaitu: gak ah,  gak ono, gak bakal, gak ngono, gak oleh, mosok sih,mosok iyo,gak mungkin,,gak usah,ojo oleh. Adapun Posisi dan cakupan pengungkapan negasi dalam bahasa Jawa, posisi negasi yang berupa morfem bebas biasanya berbentuk kalimat tunggal yang posisinya dalam kalimat terletak di sebelah kiri predikat atau berperan sebagai predikat,sedangkan negasi yang berupa morfem terikat berfungsi hanya menegatifkan kata disebelah kanannya saja, yang berarti memiliki posisi penegasian pada kata disebelah kanannya yang berupa Verba,Nomina atau Adjektiva.Cakupan pengungkapan negasi dalam bahasa jawa pada masyarakat jawa yang ada di propinsi Bengkulu,hanya  berupa kalimat tunggal yang berpola:1) S - P. 2) S - P - O, 3) S - P - O - K. Kata Kunci:     Negasi Bahasa Jawa, Masyarakat suku Jawa, Propinsi Bengkulu
Co-Authors ., Mahdijaya Abdi Kanizar Adi Asmara Adinda Nrmalita Sari Adinda Nurmalita Sari Agung Hardi Pranata Agustina, Manila Akbar, Dandi Ali Ibrahim Alisha Putri Setiani Alisha Putri Setiani Alodia, Celi Amerza, Rezki Ami Bunga Wulandari Amin, Imam Ahmad Angraini, Atika Ledia Antini, Melia Anugrah, Raffli Dwi Anugrah, Trisna Ar, Rosmita Arumningrum, Bunga Darma Asmara, Adi Bambang Adi Putra Boyke Nugroho Bunga Wulandari, Ami Candika Candika Deka Darsi Dewi Kusumaningsih Dhari Nabila Putri, Widyah Edhar, Zeter Eli Rustinar Eli Rustinar Elintia Hanifah Eloudia, Rinse Elyusra Elyusra Elyusra Elyusra Elyusra Endah Nur Hasanah Ervan Husean Eti Marda Yanti Eva Yuliyanti Florentina, Vitria Elva Frastio Adi Nugroho Gunawan, Hafiz Hakim, Man Hakim, Man Hasbullah, Ahmad Hasibuan, Anim Hasmi Suyuthi Hasmi Suyuthie Helmarini, Helmarini Heryanti, Justya Hidayat, Tomi Hildayani Hilyati Milla Indah Ayu Fransiska Intan Oktapioni Ira Yuaniati Ira Yuniarti Ira Yuniati Ira Yuniati Jelita Zakaria Justya Heryanti Kartika, Cindy Kirani, Indah Krisnando Nathanael, Garcia Lisdayanti, Septina Loliek Kania Atmaja Lorezki Lorezki Mahdijaya, Mahdijaya - Mamnun, Hairo Man Hakim Manjato, Ajat Maya, Yestri Mella Endah Sepdiana Meri Susanti Metri Siska Ananda Putri Minanda, Tania Mustika, Milla Natalia, Nela Novita Sari, Elisa Paulina, Yanti Pramita, Widi Inda Puspita Sari, Intan Putri, Dwi Adesi Putri, Qikka Anisya Ade Putri, Wellsi Yolanda Rahmawati, Febiana Resma Neli Reva Junita Sari Ririn Rahmayanti Risti Yuni Ronaldo Ronaldo Rudi Hardianto Rusmawati, Amik Rustinar, Eli Rustinar, Eli Sadjijo, Priyono Sahputra, Eka Sahrullah, Sahrull Sakroni Sakroni Sakroni Sari, Idha Sari, Jeni Padila Nopita Septina Lisdayanti Setiani, Alisha Putri Sindy Monika, Sindy Monika Soslidiarti, Soslidiarti Subandrio, Subandrio Subianto Tarmizi Tienezia Friska Hamidah Titi Darmi Vivi RK Wahyu Kemala Putri Wellsi Yolanda Putri Widi Inda Pramita Wihnata, Andre Wulandari Wulandari Wulandari, Ami Bunga Wulandari, Yetri Yanti Paulina Yanti Paulina Yinka Kerina Yuentie Sova Puspidalia, Yuentie Sova Yuniarti, Ira Yuniati, Ira Yuniati, Ira - Yusmiarti, Anika