Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI SIKAP SOSIAL UNTUK MEMBENTUK KAKTER SISWA KELAS VIII SMP Imelda Natalia; Tetep Tetep; Yana Setiawan
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i1.9397

Abstract

Attitude is how a person responds or reacts in responding to something. Attitude is used as a benchmark for human behavior in everyday life. The factors that influence a person's attitude are environmental factors and a person's beliefs. This is what sometimes determines a person's attitude in everyday life. Attitudes will only exist. if someone instills good behavior, both verbal behavior and one's deeds and behavior. This research aims to examine efforts to implement social attitudes to shape student character in the classroom. The problem raised is that the importance of character education cannot be separated from the emergence of several current social phenomena, which are shown by characterless behavior and the presence of symptoms that indicate its erosion. a nation. This research uses a qualitative approach with a qualitative descriptive study method, data collection techniques including observation, interviews and documentation through the media. The results of this research, the teacher has provided an example to students regarding the implementation of social attitudes to shape the character of class VIII students at SMPN 4 Tarogong Kidul where the students have succeeded in forming characters such as honest, responsible and tolerant. ABSTRAK Sikap murupakan bagaimana respon atau reaksi seorang dalam memberi respon terhadap suatu hal Sikap dijadikan patokan dari prilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari, faktor yang mempengaruhi sikap seseorang yaitu dari faktor lingkungan dan keyakinan seseorang inilah yang terkadang menjadi penentu sikap seseorang dalam keseharianya sikap hanya akan ada jika seseorang menanamkan prilaku yang baik, baik itu lisan prilaku maupun perbuatan serta tingkah laku seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya implementasi sikap sosial untuk membentuk karakter siswa di kelas.masalah yang di kemukakan adalah hal pentingnya pendidikan karakter tidak lepas dari munculnya beberapa fenomena sosial saat ini, yang di tunjukan dengan perilaku yang tidak berkarakter serta adanya gejala - gejala yang menandakan tergerusnya sebuah bangsa. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode setudi deskriptif kualitatif tenknik pengumpulan data meliputi observasi,wawancara dan dokumentasi  melalui media. Hasil dari penelitian ini guru telah memberikan contoh kepada siswa terkait Implementasisikap sosial untuk membentuk karakter siswa kelas VIII SMPN 4 Tarogong Kidul yang diamana para siswa sudah berhasil dalam pembentukan karater seperti jujur,bertanggung jawab dan sikap toleransi.  
Peran Pendidikan Dalam Menguatkan Moderasi Beragama dan Toleransi Sani Yulianti; Rita Rostiani; Tetep Tetep; Jamilah Jamilah
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2721

Abstract

Indonesia is a country with a very high level of religious, ethnic, cultural, linguistic, and customary diversity, which is both a strength and a challenge in the life of the nation and state, especially when various phenomena of intolerance, hate speech, and religious-based conflicts are still encountered, indicating that the values of tolerance and respect for differences have not been fully internalized in society. Therefore, religious moderation is an important concept to be developed as an effort to maintain social harmony amidst the nation's plurality. Education is seen as a strategic instrument in strengthening religious moderation and fostering an attitude of tolerance because it not only functions as a means of transferring knowledge, but also plays a role in shaping the character, attitudes, and perspectives of students so that they have an inclusive and moderate religious understanding. This study aims to examine the role of education in strengthening religious moderation and fostering an attitude of tolerance amidst the diversity of Indonesian society using a qualitative approach through a literature study of relevant national and international academic books and scientific journal articles, especially those published in the last ten years. Data were analyzed using qualitative content analysis techniques to identify the main concepts, ideas, and findings of experts. The results of the study indicate that education has a strategic role in internalizing the value of religious moderation through the development of an inclusive curriculum, the application of dialogic and participatory learning methods, the role model of educators, and the creation of a school culture that respects diversity, where multicultural-based education has proven effective in strengthening attitudes of tolerance and awareness of peaceful coexistence, although its implementation still faces challenges in the form of narrow religious understanding, limited integration of the value of moderation in the curriculum, and the negative influence of social media, so that strengthening religious moderation through education needs to be carried out comprehensively and sustainably in order to form a tolerant, just, and civilized generation in a pluralistic Indonesian society.ABSTRAKIndonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman agama, suku, budaya, bahasa, dan adat istiadat yang sangat tinggi, yang menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama ketika masih dijumpai berbagai fenomena intoleransi, ujaran kebencian, dan konflik berbasis agama yang menunjukkan bahwa nilai toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan belum sepenuhnya terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, moderasi beragama menjadi konsep penting untuk dikembangkan sebagai upaya menjaga keharmonisan sosial di tengah pluralitas bangsa. Pendidikan dipandang sebagai instrumen strategis dalam menguatkan moderasi beragama dan menumbuhkan sikap toleransi karena tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga berperan dalam pembentukan karakter, sikap, dan cara pandang peserta didik agar memiliki pemahaman keagamaan yang inklusif dan moderat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan dalam menguatkan moderasi beragama dan menumbuhkan sikap toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap buku akademik dan artikel jurnal ilmiah nasional maupun internasional yang relevan, khususnya yang terbit dalam sepuluh tahun terakhir. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) secara kualitatif untuk mengidentifikasi konsep, gagasan, dan temuan utama para ahli. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam menginternalisasikan nilai moderasi beragama melalui pengembangan kurikulum yang inklusif, penerapan metode pembelajaran yang dialogis dan partisipatif, keteladanan pendidik, serta penciptaan budaya sekolah yang menghargai keberagaman, di mana pendidikan berbasis multikultural terbukti efektif dalam memperkuat sikap toleransi dan kesadaran hidup berdampingan secara damai, meskipun implementasinya masih menghadapi tantangan berupa pemahaman keagamaan yang sempit, keterbatasan integrasi nilai moderasi dalam kurikulum, serta pengaruh negatif media sosial, sehingga penguatan moderasi beragama melalui pendidikan perlu dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan guna membentuk generasi yang toleran, adil, dan berkeadaban dalam masyarakat Indonesia yang majemuk.
Co-Authors ., Hendiyansyah ., Inaiyah Widi Ade Suherman Ade Suherman Agisna Putri Nurahmi Ai Sukmaningsih Ali Ismail Alni Dahlena Alni Dahlena Alni Dahlena Alya Nur Fadilah Amelia, Liska Ana Maulana Aneu Rostiani Anggie Fatma U Anita Murdayanti Arien Minawati A Arik Darojat Asep Rusmayadi Asep Supriyatna Asep Supriyatna Asep Supriyatna Cecep Kuswara Dahlena, Alni Dani Gunawan Dewi Aulia Azzahra Dhebby Indah Saribanon Dianah, Lili Eko Suryaningrat Eldi Mulyana Eldi Mulyana Eldi Mulyana Mulyana Eldi Mulyana, Eldi Elga Nadia Endang Dimyati Fadlika Sulaeman Hardiyanti, Tri Widi Hasna Putri Utami Hermansyah Hermansyah Hilma Halimatus Sadiah Hilmi Hilmi Ilah, Ilah Imelda Natalia Irwan Nurkholis Jamilah Jamilah Jumriani Jumriani Kamila, Azmi Najah Lela Adhari Lili Dianah Lilik Purnawati Lisnawati Nurhasanah Luffi Nurhafifiyanti maharani purnamasari Mahfiroh Fitria Maulani Muhammad Nurjamaludin Mustika, Sinta Mutiani Mutiani Nasrulloh, iman Natalia, Imelda Nenden Rosita Nia Kurniawan Nibras Shohwatul Islam Noviana Safitri Nuraeni, Sopi Nurdin Miptahul Ulum Nurdin Miptahul Ulum Nurhasanah, Sopia Widi Odang Hermanto Opah Saripah Prima Melati Prima Melati Reni Nurfaujiah Reza - Gunawan Rita Rostiani Rizky Saeful Hayat Rohman, Slamet Nopharipaldi Rostiani, Ane RR. Ella Evrita Hestiandari Rusma Noortyani Sani Yulianti Sarippudin, Ujang Sudarmanto, Resty Istiarti Sugeng Sri Mulyani Suryanto, Rendi Widi Syfa Kaila Damayanti Tira Cantika Triani Widyanti Triani Widyanti Triani Widyanti Triani Widyanti, Triani Triyana, Firdaus Ulpa Dwi Martiani Ulpa Dwi Martiani Martiani Uno, Indra Cahya Valerie Nadya Stien Wanti Pebriani Yana Setiawan Yana Setiawan Yayan Setiawan, Yayan Yogga Mar Muhammad Yopi Nugraha Yulia Shantika Sari Yuyun Susanti