Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Perancangan Ulang Tata Letak Laboratorium Produksi Menggunakan Metode Systematic Layout Planning dan Blocplan Pramono, Ashar; Husda, Baso Riadi; Anwar, Fahri; Romadin, Achmad; Erniyani
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol. 9 No. 1 (2025): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatiunik.v9i1.6826

Abstract

The current layout of the production laboratory still faces obstacles that hinder both practicum activities and production processes. Inefficient machine placement causes long material transfer distances, while simultaneous machine usage leads to activity congestion that disrupts workflow. This study aims to redesign the laboratory layout by applying Systematic Layout Planning (SLP) in the higher education context. Data were collected through purposive sampling, covering existing conditions, material flow, and space requirements. The analysis was carried out using SLP to generate alternative layouts, which were then evaluated with the Blocplan program as an optimization tool. The results show that the initial layout produced material transfer distances of 125 m in the Welding Lab, 50 m in the Milling Lab, and 88 m in the Turning Lab. The proposed SLP layout reduced these distances to 55 m, 30 m, and 62 m, while Blocplan only achieved 75 m, 43 m, and 73 m, respectively. Thus, SLP proved more effective than Blocplan, reducing transfer distances by more than 50% in several laboratories. This study contributes theoretically by enriching the literature on laboratory layout and practically by offering a more efficient design that can serve as a reference for developing practicum facilities in higher education.
Peningkatan Pemahaman Siswa Menggunakan Alat Ukur Mekanik Di SMK Negeri 8 Kabupaten Pinrang: id Aminuddin; Ramdhani, Irin; Pramono, Ashar; Erniyani; Raodah
V-MACHINE: Vocational and Mechanical Community Service Journal Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Sarjana Terapan PTM FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69712/machine.v2i2.9800

Abstract

Keterampilan dalam menggunakan alat ukur mekanik merupakan kompetensi fundamental yang wajib dikuasai oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan guna mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks. Sebagian besar siswa menunjukkan kesulitan dalam mengoperasikan alat ukur yang sesuai dan membaca hasil pengukuran dengan akurasi yang tepat, seringkali disebabkan oleh minimnya praktik langsung dan pemahaman konseptual tentang satuan serta konsep pengukuran. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam penguasaan alat ukur mekanik serta mengembangkan model intervensi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka. Salah satu alat ukur yang memiliki tingkat akurasi tinggi adalah micrometer. Micrometer, juga dikenal sebagai mikrometer sekrup, adalah alat ukur presisi yang digunakan untuk mengukur ketebalan atau diameter suatu objek dengan tingkat akurasi tinggi. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama program, terlihat bahwa mayoritas siswa mampu mengidentifikasi berbagai jenis alat ukur mekanik, seperti jangka sorong, mikrometer, dan dial indicator, dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan sebelum sosialisasi. Tidak hanya itu, pemahaman teoritis mengenai prinsip kerja dan fungsi spesifik dari masing-masing alat juga mengalami peningkatan yang substansial, mengindikasikan bahwa metode penyampaian materi oleh para dosen sangat efektif dalam menjembatani kesenjangan pengetahuan awal siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PJBL, SELF TOTEM, KREATIVITAS TERHADAP MANAJEMEN ENTERPRENEURSIP MAHASISWA Pramono, Ashar; Anwar, Badaruddin; Putra, Iswahyudi Indra; Erniyani, Erniyani; Fadillah, Nur
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4818

Abstract

Peningkatan jumlah lulusan perguruan tinggi tidak selalu diiringi oleh peningkatan kemampuan seseorang dalam mengelola kegiatan kewirausahaan, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu memperkuat kompetensi manajerial mahasiswa. Kondisi ini mencerminkan kebutuhan akan metode pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mendorong kreativitas, kepercayaan diri, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL), self totem, dan kreativitas terhadap manajemen entrepreneurship mahasiswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan melibatkan 100 mahasiswa sebagai sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah melalui uji asumsi klasik, meliputi uji normalitas, multikolinearitas, homokedastisitas, dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL dan self totem berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap manajemen entrepreneurship mahasiswa. Koefisien determinasi juga mengindikasikan bahwa variabel bebas memberikan kontribusi substansial dalam menjelaskan variasi kemampuan manajemen entrepreneurship. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran berbasis proyek dan penguatan karakter personal dalam meningkatkan kualitas pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi.
Implementasi Pelatihan SketchUp dalam Pengembangan Kompetensi Desain Interior Mahasiswa Pramono, Ashar; Anwar, Fahri; BaharuddinBaharuddin, Siti Ruqaiyah; Jayanegara, Sudarmanto; Saragi, Alexander Adrian
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan pemodelan tiga dimensi (3D) semakin dibutuhkan seiring berkembangnya teknologi desain dalam dunia pendidikan tinggi. Mahasiswa dituntut tidak hanya memahami konsep desain, tetapi juga mampu mengoperasikan perangkat lunak yang mendukung proses visualisasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan SketchUp kepada mahasiswa agar mereka memiliki kemampuan dasar dalam membuat model 3D secara mandiri. Pelatihan diikuti oleh 33 mahasiswa dan dilakukan melalui penjelasan materi, demonstrasi penggunaan tool, serta praktik langsung yang diakhiri dengan pembuatan desain interior café sebagai proyek akhir. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta setelah mengikuti kegiatan. Mahasiswa yang semula belum terbiasa dengan antarmuka SketchUp mampu menyelesaikan model dengan proporsi yang lebih tepat, susunan geometri yang lebih rapi, serta variasi material yang sesuai kebutuhan desain. Mereka juga menyatakan lebih percaya diri dalam mengerjakan tugas berbasis pemodelan 3D. Secara umum, pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap penguasaan teknologi desain dan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kemampuan yang lebih lanjut.
Peningkatan Kemandirian Energi dan Pangan Berbasis Teknologi Digester Biogas Tipe Fixed Dome di Pedesaan: Pengabdian Ashar Pramono; Siti Ruqaiyah Baharuddin; Andi Muhammad Akram Mukhlis; Andi Muhammad Taufik Ali; Syakia Muflihat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3966

Abstract

This community empowerment program aims to optimize livestock waste as a source of renewable energy and organic fertilizer at the Bontomarannu Livestock Farmers Group in Batang Village, Bulukumba Regency. The main problems include poor sanitation of cages, unmanaged livestock waste, and high household dependence on expensive and scarce LPG. Activities are carried out through a participatory approach which includes socialization, training, technical assistance, construction of a fixed-dome type biogas installation with a capacity of 4 m³, and the construction of environmentally friendly livestock pens. All infrastructure has been successfully completed and operates optimally. The digester produces 2.5–3.5 hours of gas per day so that it can reduce LPG consumption by 2 cylinders per month. By-products in the form of bioslurry are used to become solid and liquid organic fertilizers, with an initial production of 40-60 kg/month. This program has a positive impact on energy security, improving environmental quality, and agricultural productivity, while