Claim Missing Document
Check
Articles

Kepemimpinan Kolaboratif Dalam Tata Kelola Pemerintahan Modern Sulistiawati; Tito Handoko
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 4 (2026): 2026 April
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i4.816

Abstract

Ditengah perkembangan teknologi dan globalisasi, dinamika sosial dan politik serta kompleksitas masalah publik yang bersifat lintas sektoral, model kepemimpinan juga dituntut untuk beradaptasi terhadap perubahan zaman dan menuntut adanya model kepemimpinan baru sehingga muncullah tren kepemimpinan kolaboratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan kolaboratif ini dapat diterapkan dalam tata kelola pemerintahan modern serta mengkaji secara sistematis konsep kepemimpinan kolaboratif sebagai pendekatan strategis dalam meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan modern, menganalisis praktik implementasi yang telah dilakukan berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu, serta mengidentifikasi tantangan dan hambatan penerapan kepemimpinan kolaboratif. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dan pengumpulan data dilakukan melalui metode literatur review dengan cara menyintesis dan meninjau secara kritis berdasarkan tema utama, seperti kepemimpinan kolaboratif, tata kelola pemerintahan modern, implementasi kepemimpinan kolaboratif, serta tantangan dan hambatan kepemimpinan kolaboratif dalam tata kelola pemerintahan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolaboratif ini turut serta membangun demokrasi berkelanjutan serta berkontribusi pada pembentukan budaya organisasi yang inklusif dan demokratis. Kepemimpinan kolaboratif mampu menciptakan kepercayaan dan memperkuat jaringan kerja antar instansi melalui keterbukaan dan partisipasi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diketahui dampak positif yang dihasilkan dari kepemimpinan kolaboratif, sehingga dapat dikatakan kepemimpinan kolaboratif ini menjadi jawaban dari model kepemimpinan baru di era modern dalam menghadapi berbagai permasalahan yang semakin kompleks. Namun, pada implementasinya kepemimpinan kolaboratif masih banyak menemui tantangan dan hambatan eksternal dan internal, salah satu tantangan utama ialah resistensi budaya birokrasi yang masih cenderung hierarkis, rendahnya kapasitas sumber daya manusia dalam membangun jejaring kolaborasi, hingga keterbatasan sistem koordinasi antar instansi. Sehingga dapat dikatakan di satu sisi, model ini dipuji sebagai solusi demokratis, di sisi lain, dianggap berpotensi melemahkan efektivitas kepemimpinan dan memperlambat pengambilan keputusan dimana pemimpin dituntut untuk beralih dari peran pengendali menjadi fasilitator proses kolaborasi.
POLITIK DINASTI DALAM KEPEMIMPINAN DESA DI INDONESIA Rohinur Annasari Harahap; Tito Handoko
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 4 (2026): 2026 April
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i4.817

Abstract

Politik dinasti di Indonesia tidak hanya muncul di arena nasional maupun regional, tetapi juga berkembang di tingkat desa sebagai bagian dari dinamika pemerintahan lokal yang kompleks. Penelitian ini melakukan tinjauan literatur ilmiah terhadap sejumlah studi kasus dan artikel jurnal yang mengkaji fenomena dinasti politik dalam kepemimpinan kepala desa, termasuk penelitian di Desa Mekar Jaya, Cileunyi Wetan, Desa Sukowati, Desa Nyogan, serta perkembangan konseptual politik dinastik dalam pilkades dan struktur sosial desa. Hasil kajian menunjukkan bahwa terbentuknya politik dinasti dalam kepemimpinan desa dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu modal sosial keluarga, sumber daya ekonomi, dan dukungan elit lokal. Modal sosial berperan dalam membangun kepercayaan masyarakat, sementara sumber daya ekonomi dan jaringan elit lokal memberikan keunggulan dalam proses kontestasi politik. Selain itu, pola dinasti politik juga terbentuk melalui mekanisme reproduksi kekuasaan keluarga, jaringan sosial, serta legitimasi kinerja kepala desa sebelumnya. Dari sisi dampak, politik dinasti memiliki implikasi ambivalen terhadap demokrasi desa. Secara positif, praktik ini mampu menciptakan stabilitas kepemimpinan, kesinambungan kebijakan, dan efektivitas pembangunan desa. Namun demikian, politik dinasti juga berpotensi menghambat sirkulasi elit serta menciptakan ketimpangan akses politik dalam masyarakat. Dengan demikian, politik dinasti dalam kepemimpinan desa merupakan fenomena kompleks yang perlu dipahami secara komprehensif dalam kerangka demokrasi lokal di Indonesia.
Co-Authors ", Antika Abdul Majid Siregar Abdul Mirad Abdul Munir Mulkan Abdul Sadad Abdurrahman, Rezi Achmad Fajri Febrian ADLIN, ADLIN Adnan, Fachri Agus Sutikno Aguswan Aisyah Nurterra Alyf Valencia Erel Amelia, Dinda Anania Rahmah Angga Pramana Angga Pramana Anisa Permata Rahma Apriani, Lilis Ardi Putra ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arifin, Mohd Yahya Mohammed Aulia Junita Auradian Marta Azani Safira Azhar, Muhammad Azzmi, Muhammad Belli Nasution Besri Nasrul Chandra Gunawan Dadang Mashur Dahlan Tampubolon Dwi Visti Rurianti Eko Priyo Purnomo Eko Wahyudi Elin Safitri Era Refani Erdianto Erdianto Effendi erman muchtar Fabiyanto, Erlan Fadhiilatun Nisa Fadhiilatun Nisaa Firman Andika FRINI KARINA ANDINI Genny Gustina Sari Halimah Tussakdiah Harapan Tua R. F. S Harsanto Mursyid Hasanuddin Hasanuddin Hasanuddin Hidayati, Mega Hijri Aprianto Irawati Irwin Mirza Umami Ishak Ishak Ismandianto Jeany Ristia Jendrius Jendrius Johan Frengky King Sing Lubis, Nursiani M. Rafi M.Y.Tiyas Tinov, M.Y.Tiyas Mahmud Hibatul Wafi Manalu, Nengsih Mayarni Mayarni Mega Hidayati, Mega Meria Octavianti, Meria Mexsasai Indra Meyzi Heriyanto Mohammad Yohamzy Tiyas Tinov Monalisa Muchid Muchid Muhammad Ilham Taufiqurrahman Munadi Munadi Ningsih, Arum Rovarti Novita, Irma Nur Hasnah Nurul Fatma Ogi Rifansyah, Ogi Putri Azzahara Rachman, Gieat Fathur Rafi, M Rahmad Zaki Rahmadini Payla Juarsa Rahmat, Al Fauzi Rahmi Khairiyah ME Ramlan Darmansyah Ringgo Eldapi Yozani Risky Arya Putri Rizqy Ridho Prakasa Rohinur Annasari Harahap S Syofian Saipudin Ikhwan Saragih, Geofani Milthree Sarmina Purba Sinaga, Putra Rikki Hilarius Suharni " Sujianto Sujianto Sulistiawati Sundari, Dicky Syafri Harto Syalmi Fitria Sylvina Rusadi Syofian Syofian Syofian, . Tika Mutia Tinov, M.Y Tiyas Tinov, MY Tiyas Tiyas Tinov Triana Wulandari, Triana Utama, Rezaldi Prastya Vinsensius, Chairul Vivin Jenika Putri Wati, Nurhafiza Welly Wirman Wicaksono, Luluk Reza Widia Astuti Yelly Zamaya Yelmira Zalfiatri Yunandra Zahwa Juwita Zebua, Ben Hansel Notatema Zubaidah, Evi Zulfa Harirah MS