Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PROGRAM POSYANDU DALAM MENINGKATKAN CAKUPAN IMUNISASI DASAR PADA BALITA DI DESA HARIANG KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Lusiana , Indah Dewi; Affrian, Reno; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1724

Abstract

Posyandu merupakan layanan kesehatan berbasis masyarakat yang berperan penting dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui pemberian imunisasi dasar pada balita. Namun, pelaksanaan program Posyandu masih menghadapi kendala berupa rendahnya partisipasi masyarakat dan terbatasnya pemahaman orang tua terhadap manfaat imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Posyandu dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar balita di Desa Hariang. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis efektivitas mengacu pada indikator Sutrisno, meliputi pemahaman program, ketepatan waktu, ketepatan sasaran, pencapaian tujuan, dan perubahan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program Posyandu di Desa Hariang belum berjalan efektif, ditandai dengan terbatasnya sosialisasi, rendahnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya imunisasi, serta masih adanya kekhawatiran terhadap vaksin, yang berdampak pada rendahnya cakupan imunisasi dasar balita. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan sosialisasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap imunisasi balita
EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) IMPLAN DI KECAMATAN DANAU PANGGANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (STUDI KASUS DESA SUNGAI NAMANG, TELUK MESJID DAN LONGKONG) Fitri, Sri Wardatul; Barkatullah, Barkatullah; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1740

Abstract

Kontrasepsi adalah suatu cara atau alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan, kontrasepsi ini merupakan salah satu metode untuk mencapai tujuan Program KB. Dalam pelaksanaannya masih terdapat permasalahan, Kurangnya pemakaian alat kontrasepsi Implan di masyarakat Kecamatan Danau Panggang, Terbatasnya kompetensi dan kemampuan penyuluh KB dalam mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat sehingga keberlangsungan program kurang maksimal berjalan, Adanya sosialisasi dilakukan namun kurang jelas dan tidak secara rinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan jumlah 15 orang yang dipilih secara purposive. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Program Keluarga Berencana (KB) Implan Di Kecamatan Danau Panggang masih tidak efektif. Hal ini dapat dilihat dari indikator. Pertama, aspek pemahaman program indikator pengetahuan masyarakat tentang tujuan dan manfaat KB Implan tidak efektif, pada indikator pemahaman masyarakat mengenai cara kerja serta efek samping KB Implan tidak efektif. Kedua, aspek ketepatan sasaran indikator program menjangkau pasangan usia subur sebagai sasaran utama tidak efektif, pada indikator kegiatan sosialisasi dan pelayanan dilakukan kepada kelompok yang sesuai tidak efektif. ketiga, aspek ketepatan waktu indikator pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal yang ditetapkan efektif, pada indikator ketepatan waktu dalam memberikan layanan dan penyuluhan KB Implan tidak efektif. Keempat, aspek tercapainya tujuan indikator terjadi peningkatan jumlah pengguna KB Implan di masyarakat tidak efektif, pada indikator tujuan program tercapai dalam mengendalikan angka kelahiran efektif. Kelima, aspek perubahan nyata indikator adanya perubahan perilaku dan peningkatan kesadaran msyarakat terhadap pengguna KB Implan tidak efektif, pada indikator dampak positif terhadap kesejahteraan keluarga efektif. Adapun faktor penghambatnya meliputi, adanya isu-isu tidak sesuai yang beredar dimasyarakat mengenai KB Implan dan rendahnya pendidikan masyarakat, Sedangkan faktor pendukung segala kegiatan tersusun dengan baik dan kerjasama antar instansi. Untuk meningkatkan Efektivitas Program Keluarga Berencana (KB) Implan Di Kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara, Maka disarankan untuk mendorong ketertarikan masyarakat terhadap KB Implan, diperlukan penyuluhan yang berkesinambungan, pembaruan pendekatan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta keterlibatan pengguna KB Implan sebagai sumber motivasi agar kepercayaan masyarakat meningkat.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI ELECTRONIC HUMAN DEVELOPMENT WORKER (E-HDW) DALAM HAL PEMANTAUAN ANAK 0-59 BULAN DAN IBU HAMIL DI DESA PIHAUNG KECAMATAN HAUR GADING KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nadia, Elsa; Baihaqi, Ahmad; Gunade, Djayeng Turano
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1741

Abstract

Sebagai upaya percepatan penurunan stunting, pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bekerja sama dengan Bank Dunia mengembangkan aplikasi electronic Human Development Worker (e-HDW) untuk mendukung Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam pendataan, pemantauan, dan pelaporan kesehatan ibu hamil dan anak. Namun, dalam implementasinya di tingkat desa, khususnya di Desa Pihaung, Kecamatan Haur Gading, masih ditemukan berbagai kendala yang berdampak pada ketidaksesuaian data antara pencatatan manual dan data yang dihasilkan melalui aplikasi e-HDW. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Penggunaan Aplikasi e-HDW dalam hal pemantauan anak 0-59 bulan dan ibu hamil di Desa Pihaung Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktot-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif tipe deskriptif dengan 14 orang informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Efektivitas Penggunaan Aplikasi e-HDW dalam hal pemantauan anak 0-59 bulan dan ibu hamil cukup efektif diukur melalui model Campbell J.P dalam (Muhammad Sawir 2020:127) diketahui dari: Pertama Sub-variabel Keberhasilan Program indikator Pengetahuan Program sudah sesuai dan Penerapan Porgram kurang sesuai. Kedua Sub-variabel Keberhasilan Sasaran indikator Target Yang Ditetapkan dan Tahapan Pengoperasian Program cukup sesuai. Ketiga Sub-variabel Kepuasan Terhadap Program indikator Kualitas Aplikasi cukup sesuai dan Kualitas Yang Dihasilkan kurang sesuai. Keempat Sub-variabel Tingkat Input dan Output indikator Ketepatan Input dan Output Data dan Efisiensi Pelaporan cukup sesuai. Kelima Sub-variabel Pencapain Tujuan Menyeluruh indikator Transparansi cukup sesuai dan Efektivitas kurang sesuai. Adapun faktor pendorong penggunaan aplikasi ini adalah Kerjasama dan dukungan antar lintas sektor serta adanya insentif bagi KPM. Sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya pemahaman kader dalam mengoperasikan aplikasi e-HDW, belum optimalnya konsistensi dan akurasi data dan kapasitas server aplikasi yang terbatas.
EFEKTIVITAS PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) DI DESA HAPALAH KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Karlinawati, Karlinawati; Berkatillah, Akhmad; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1746

Abstract

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan salah satu program pemerintah yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih yang layak. Pelaksanaan PAMSIMAS di Desa Hapalah masih menghadapi beberapa kendala, yaitu kondisi sarana yang sering mengalami kerusakan, kualitas air yang dihasilkan belum bersih, serta distribusi layanan yang belum menjangkau seluruh masyarakat secara merata. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat efektivitas Program PAMSIMAS serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah sebanyak 13 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, penggunaan bahan referensi, serta member check.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program PAMSIMAS di Desa Hapalah, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong masih belum berjalan secara optimal. Meskipun masyarakat merasakan kemudahan dalam memperoleh akses air, tujuan utama program belum sepenuhnya tercapai akibat kualitas air yang keruh dan sering terjadinya gangguan pada sarana. Dari sisi efisiensi, program dinilai cukup baik karena memberikan manfaat bagi masyarakat, namun ketepatan sasaran dan pemenuhan kebutuhan belum maksimal karena masih terdapat rumah tangga yang belum terlayani. Sistem pemeliharaan sarana juga belum berjalan efektif meskipun pengelola telah melakukan berbagai upaya. Di sisi lain, indikator input dan output menunjukkan kinerja yang baik, ditinjau dari besarnya iuran bulanan yang relatif terjangkau serta pengelolaan keuangan yang cukup baik. Secara umum, program ini memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. Faktor pendukung pelaksanaan program meliputi partisipasi masyarakat dalam membayar iuran dan keterjangkauan biaya, sedangkan faktor penghambatnya adalah kualitas air yang kurang baik dan kemacetan pada sarana program.Sebagai upaya peningkatan efektivitas program, disarankan kepada pemerintah daerah untuk menyediakan alat penyaring air dan bahan pembersih, pemerintah desa diharapkan dapat memastikan pemerataan penerima manfaat, pihak pengelola perlu meningkatkan pemeliharaan sarana dan prasarana, serta peneliti selanjutnya disarankan untuk menetapkan informan secara jelas sejak awal guna menghindari terjadinya pengulangan wawancara.
KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI TERPADU KECAMATAN (PATEN) PADA KANTOR KECAMATAN HARUYAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Norhafizah, Norhafizah; Baihaqi, Ahmad; Fakhri, Fakhri
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1756

Abstract

Pelayanan publik ialah fungsi utama pemerintah di mana harus dilaksanakan secara efektif, efisien, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat kecamatan, pemerintah menerapkan kebijakan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) sebagai bentuk inovasi pelayanan. Dalam pelaksanaannya masih menghadapi beberapa permasalahan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, belum optimalnya kinerja aparatur pelayanan, serta rendahnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur pelayanan yang berlaku. Studi ini bermaksud guna mengidentifikasi kualitas pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) serta faktor-faktor yang mempengaruhinya pada Kantor Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Studi ini memakai pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan lewat observasi, wawancara, serta dokumentasi dengan 13 informan di mana mencakup Camat, Sekretaris Camat, petugas pelayanan, serta masyarakat pengguna layanan PATEN. Analisis data dilaksanakan dengan model Miles dan Huberman di mana mencakup pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan riset memperlihatkan jika kualitas pelayanan PATEN di Kantor Kecamatan Haruyan tergolong cukup baik, kualitas pelayanan yang sudah baik dapat di lihat pada respon pegawai, keramahan pegawai dan kebersihan ruangan. Adapun yang cukup baik yaitu ketepatan waktu pelayanan, akurasi pelayanan, dan petugas cukup baik melayani. Namun yang menjadi perhatian adalah sarana fisik perkantoran, tempat informasi dan ruang pelayanan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan meliputi sarana dan prasarana, dan kurangnya kesadaran masyarakat mengenai persyaratan pelayanan. Dengan demikian, dibutuhkan strategi peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan lewat penguatan sarana dan prasarana pendukung pelayanan PATEN, seperti penyediaan fasilitas teknologi informasi yang memadai, perbaikan dan menjaga kenyamanan ruang tunggu, serta pemenuhan fasilitas ramah bagi kelompok rentan serta meningkatkan kinerja sesuai standar pelayanan.