Claim Missing Document
Check
Articles

Potret Perempuan Cendekia: Telaah Biografi Zubaidah Binti Ja'far Baihaqi, Ahmad; Fikrul ‘ilmi Nafi’uddin; Abdulloh Waqi’; Azah Zakiyatul Miskiyah
AL-MUTSLA Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Al Mutsla
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jstain.v7i2.1957

Abstract

This study aims to reveal the figure of Zubaidah bint Ja'far as an intellectual woman during the Abbasid Dynasty through a biographical study using library research methods. Data was obtained from classical history books, Abbasid biographies, scientific journals, and related literature, then analyzed through the stages of editing, organizing, and content analysis to obtain a comprehensive picture of her life, role, and contributions. The results of the study show that Zubaidah was shaped by an intellectual family environment and palace literacy traditions that gave her intelligence, leadership, and a strong social vision. Her contributions were evident through the construction of Darb Zubaidah, the provision of water facilities in Mecca, her patronage of scholars and scientific assemblies, and her involvement in palace politics, including her role in the succession of the caliphate. She is an example that women during the golden age of the Abbasids were able to exert significant influence through philanthropy, social policy, and support for intellectual development. This study concludes that Zubaidah bint Ja'far was a visionary female figure whose contributions had a long-term impact on Islamic civilization. Her values of leadership, social concern, integrity, and commitment to the public good remain relevant to be adapted in the context of current women's development and empowerment.
KUALITAS PELAYANAN SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT) DI POLRES HULU SUNGAI UTARA Putri, Helmalia; Affrian, Reno; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1710

Abstract

Dalam penelitian ini, kualitas pelayanan merupakan tindakan atau upaya dari individua atau organisasi untuk memberikan pelayanan prima, menciptakan kepuasan bagi pelanggan dan karyawan, penulis mengidentifikasi beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Polres Hulu Sungai Utara. Permasalahan utama yang ditemukan adalah keterbatasan jumlah personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), dan sarana prasarana penunjang pelayanan yang masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana kualitas pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Polres Hulu Sungai Utara dan apa saja faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan tipe deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sumber data diambil melalui penarikan secara purposive berjumlah 10 orang. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, penyajian data, kondensasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Poles Hulu Sungai Utara cukup berkualitas. Pada dimensi tangile, indikator penyediaan sumber daya dinilai kurang karena jumlah personel yang tersedia hanya 10 orang dari kebutuhan ideal sebanyak 13 personel, sehingga berdampak pada peningkatan beban kerja dan waktu pelayanan. Sementara itu, indikator sumber daya lainnya dinilai cukup baik, karena fasilitas pelayanan seperti ruang tunggu, layanan difabel, dan ruang menyusui telah tersedia meskipun masih terdapat kendala pada komputer dan jaringan internet. Pada dimensi reliability, indikator ketepatan dan keakuratan pelayanan dinilai baik karena pelaksanaan pelayanan telah mengacu pada Standar Pelayanan (SP) yang berlaku. Dimensi responsiveness juga menunjukkan hasil yang positif, terlihat dari kesiapsiagaan petugas selama 24 jam dan kemampuan menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan Masyarakat, walaupun dalam kondisi tertentu masih terhambat oleh gangguan jaringan. Selanjutnya, pada dimensi assurance, indikator etika dan moral pelayanan berada pada kategori baik, karena petugas telah menerapkan SOP serta didukung oleh keberadaan maklumat pelayanan. Dimensi empathy, menunjukkan bahwa indikator perhatian dan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat. Factor penghambat utama dalam pelayanan SPKT meliputi keterbatasan jumlah personel serta sarana dan prasarana pendukung pelayanan. Adapun factor pendukungnya adalah respon positif dan etika petugas dalam melayani masyarakat.
KUALITAS PELAYANAN PERPANJANGAN SURAT TANDA NOMOR KENDARAAN (STNK) PADA KANTOR SAMSAT KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Norsa’adah, Alya; Setiawan, Irza; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1715

Abstract

Kantor Samsat Kabupaten Hulu Sungai Utara merupakan sistem pelayanan terpadu antara Polri, Dinas Pendapatan Provinsi, dan PT Jasa Raharja (Persero) dalam penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Permasalahan utama yang dihadapi adalah ketidakseimbangan antara jumlah petugas dan masyarakat yang dilayani sehingga menyebabkan penumpukan antrean, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan perpanjangan STNK serta faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan tersebut di Kantor Samsat Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kualitatif bertipe deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi dengan banyaknya informan yakni 12 orang yang dipilih secara purposive. Analisis data dijalankan dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, melalui uji kredibilitas melalui triangulasi dan member check. Temuan penelitian memperlihatkan kualitas pelayanan perpanjangan STNK tergolong cukup baik, terutama dari aspek penampilan pegawai, kesopanan, dan penyampaian informasi. Namun, masih terdapat kelemahan pada ketepatan waktu pelayanan, kelengkapan sarana dan prasarana, penanganan masalah, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan koordinasi dan penambahan petugas untuk meningkatkan efektivitas pelayanan
EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KELURAHAN KEBUN SARI KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Amalia, Gusti Nursa; Setiawan, Irza; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1717

Abstract

Kesejahteraan sosial merupakan tujuan utama setiap negara, namun kemiskinan menjadi salah satu hambatan signifikan dalam mencapainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer dan sekunder, dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari 12 informan. Analisis data dilakukan melalui pengelompokan, penafsiran, dan kesimpulan, serta uji kredibilitas melalui triangulasi, membercheck, dan peningkatan ketekunan. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas PKH di wilayah tersebut tergolong cukup efektif. Pemahaman KPM terhadap program masih terbatas, ketepatan sasaran program belum sepenuhnya optimal, namun pelaksanaan sesuai jadwal dan tujuan program tercapai dengan dampak nyata bagi masyarakat. Faktor pendukung meliputi pelaksanaan program yang terarah, kemudahan pencairan dana, dan manfaat yang dirasakan KPM, sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya kesadaran KPM dan ketidaktepatan prioritas. Penelitian ini menekankan perlunya sosialisasi program, koordinasi pendamping dan petugas, serta prioritas dana untuk pendidikan anak agar PKH lebih efektif.
EFEKTIVITAS PENERAPAN IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nafisa, Putri; Arpandi, Arpandi; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1720

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena, yaitu: Pelaksanaan kegiatan aktivasi IKD belum merata, Terdapat gangguan teknis dan koneksi jaringan internet yang tidak stabil serta proses aktivasi IKD belum bisa dilakukan secara mandiri, Terbatasnya fungsi IKD dalam memuat layanan dan informasi kependudukan masyarakat, serta Sosialiasi penerapan IKD belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan IKD pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Hulu Sungai Utara serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan penentuan informan melalui purposive sampling sebanyak 15 orang. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penerapan IKD masih belum sepenuhnya efektif diukur berdasarkan indikator efektivitas menurut teori Campbell J.P, yaitu: pertama, sub variabel keberhasilan program dengan indikator pengetahuan program cukup efektif dan penerapan program kurang efektif; kedua, sub variabel keberhasilan sasaran dengan indikator sasaran program kurang efektif dan mekanisme mempertahankan sasaran cukup efektif; ketiga, sub variabel kepuasan terhadap program dengan indikator kepuasan pelaksanaan cukup efektif dan kualitas aplikasi kurang efektif; keempat, tingkat input dan tingkat output dengan indikator tingkat input cukup efektif dan tingkat output kurang efektif; kelima, sub variabel pencapaian tujuan menyeluruh dengan indikator transparansi dan penilaian program dinilai kurang efektif. Faktor pendukung meliputi kerja sama lintas sektor, kecukupan sumber daya, serta inovasi pelayanan, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan teknologi, pola sosialisasi yang insidental, keterbatasan integrasi layanan, serta belum adanya pelatihan khusus bagi pegawai.
EFEKTIVITAS PROGRAM TRIBINA (BINA KELUARGA BALITA, BINA KELUARGA REMAJA, BINA KELUARGA LANSIA) KECAMATAN AMUNTAI UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (studi kasus Desa Guntung dan Desa Padang Luar) Rahayu, Widia; Arpandi, Arpandi; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1723

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena, yaitu: Desa Guntung Pertama, kurangnya kemampuan kader dalam melaksanakan program. Kedua, pelaksanaan cenderung formalitas. Ketiga, kurangnya dukungan dana dari desa untuk PMT balita pada kegiatan BKB. Desa Padang Luar Pertama, kurangnya sarana dan prasarana dalam pelaksanaan Program Tribina. Kedua, jadwal kegiatan kurang fleksibel. Ketiga, kurangnya dukungan dana dari desa untuk PMT balita pada kegiatan BKB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini, sumber data ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 22 orang. Setelah data terkumpul, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas Program Tribina kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara (studi kasus Desa Guntung dan Desa Padang Luar) saat ini kurang efektif yang diukur berdasarkan teori Campbell J.P dalam (Muhamad sawir, 2020:127) Hal tersebut dapat dilihat pada 5 sub variabel dan 10 indikator rata-rata bisa dikatakan berjalan dengan kurang efektif walaupun ada yang cukup efektif. Adapun faktor pendukung, yaitu: Keberhasilan program tribina dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pembinaan keluarga; Beberapa masyarakat merasa puas terhadap pendampingan dan penyuluhan yang diberikan oleh kader; Kesaadaran masyrakat meningkat akan pentingnya pembinaan keluarga menuju keluarga berkualitas melalui program Tribina. Sedangkan faktor penghambat yaitu: Sumber daya manusia (SDM) kader masih kurang;Pelaksanaan yang kurang dalam memenuhi kebutuhan masyarakat;Jadwal kegiatan yang sering berubah menyebabkan rendahnya minat partisipasi warga, karena kurangnya terkoordinasi dengan waktu kerja atau aktivitas utama warga;kurangnya dana pemerintah desa dalam pemenuhan sarana dan prasarana program.
EFEKTIVITAS PROGRAM POSYANDU DALAM MENINGKATKAN CAKUPAN IMUNISASI DASAR PADA BALITA DI DESA HARIANG KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Lusiana , Indah Dewi; Affrian, Reno; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1724

Abstract

Posyandu merupakan layanan kesehatan berbasis masyarakat yang berperan penting dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui pemberian imunisasi dasar pada balita. Namun, pelaksanaan program Posyandu masih menghadapi kendala berupa rendahnya partisipasi masyarakat dan terbatasnya pemahaman orang tua terhadap manfaat imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program Posyandu dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar balita di Desa Hariang. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis efektivitas mengacu pada indikator Sutrisno, meliputi pemahaman program, ketepatan waktu, ketepatan sasaran, pencapaian tujuan, dan perubahan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program Posyandu di Desa Hariang belum berjalan efektif, ditandai dengan terbatasnya sosialisasi, rendahnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya imunisasi, serta masih adanya kekhawatiran terhadap vaksin, yang berdampak pada rendahnya cakupan imunisasi dasar balita. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan sosialisasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap imunisasi balita
EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) IMPLAN DI KECAMATAN DANAU PANGGANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (STUDI KASUS DESA SUNGAI NAMANG, TELUK MESJID DAN LONGKONG) Fitri, Sri Wardatul; Barkatullah, Barkatullah; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1740

Abstract

Kontrasepsi adalah suatu cara atau alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan, kontrasepsi ini merupakan salah satu metode untuk mencapai tujuan Program KB. Dalam pelaksanaannya masih terdapat permasalahan, Kurangnya pemakaian alat kontrasepsi Implan di masyarakat Kecamatan Danau Panggang, Terbatasnya kompetensi dan kemampuan penyuluh KB dalam mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat sehingga keberlangsungan program kurang maksimal berjalan, Adanya sosialisasi dilakukan namun kurang jelas dan tidak secara rinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan jumlah 15 orang yang dipilih secara purposive. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Program Keluarga Berencana (KB) Implan Di Kecamatan Danau Panggang masih tidak efektif. Hal ini dapat dilihat dari indikator. Pertama, aspek pemahaman program indikator pengetahuan masyarakat tentang tujuan dan manfaat KB Implan tidak efektif, pada indikator pemahaman masyarakat mengenai cara kerja serta efek samping KB Implan tidak efektif. Kedua, aspek ketepatan sasaran indikator program menjangkau pasangan usia subur sebagai sasaran utama tidak efektif, pada indikator kegiatan sosialisasi dan pelayanan dilakukan kepada kelompok yang sesuai tidak efektif. ketiga, aspek ketepatan waktu indikator pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal yang ditetapkan efektif, pada indikator ketepatan waktu dalam memberikan layanan dan penyuluhan KB Implan tidak efektif. Keempat, aspek tercapainya tujuan indikator terjadi peningkatan jumlah pengguna KB Implan di masyarakat tidak efektif, pada indikator tujuan program tercapai dalam mengendalikan angka kelahiran efektif. Kelima, aspek perubahan nyata indikator adanya perubahan perilaku dan peningkatan kesadaran msyarakat terhadap pengguna KB Implan tidak efektif, pada indikator dampak positif terhadap kesejahteraan keluarga efektif. Adapun faktor penghambatnya meliputi, adanya isu-isu tidak sesuai yang beredar dimasyarakat mengenai KB Implan dan rendahnya pendidikan masyarakat, Sedangkan faktor pendukung segala kegiatan tersusun dengan baik dan kerjasama antar instansi. Untuk meningkatkan Efektivitas Program Keluarga Berencana (KB) Implan Di Kecamatan Danau Panggang Kabupaten Hulu Sungai Utara, Maka disarankan untuk mendorong ketertarikan masyarakat terhadap KB Implan, diperlukan penyuluhan yang berkesinambungan, pembaruan pendekatan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta keterlibatan pengguna KB Implan sebagai sumber motivasi agar kepercayaan masyarakat meningkat.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI ELECTRONIC HUMAN DEVELOPMENT WORKER (E-HDW) DALAM HAL PEMANTAUAN ANAK 0-59 BULAN DAN IBU HAMIL DI DESA PIHAUNG KECAMATAN HAUR GADING KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nadia, Elsa; Baihaqi, Ahmad; Gunade, Djayeng Turano
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1741

Abstract

Sebagai upaya percepatan penurunan stunting, pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi bekerja sama dengan Bank Dunia mengembangkan aplikasi electronic Human Development Worker (e-HDW) untuk mendukung Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam pendataan, pemantauan, dan pelaporan kesehatan ibu hamil dan anak. Namun, dalam implementasinya di tingkat desa, khususnya di Desa Pihaung, Kecamatan Haur Gading, masih ditemukan berbagai kendala yang berdampak pada ketidaksesuaian data antara pencatatan manual dan data yang dihasilkan melalui aplikasi e-HDW. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Penggunaan Aplikasi e-HDW dalam hal pemantauan anak 0-59 bulan dan ibu hamil di Desa Pihaung Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktot-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif tipe deskriptif dengan 14 orang informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Efektivitas Penggunaan Aplikasi e-HDW dalam hal pemantauan anak 0-59 bulan dan ibu hamil cukup efektif diukur melalui model Campbell J.P dalam (Muhammad Sawir 2020:127) diketahui dari: Pertama Sub-variabel Keberhasilan Program indikator Pengetahuan Program sudah sesuai dan Penerapan Porgram kurang sesuai. Kedua Sub-variabel Keberhasilan Sasaran indikator Target Yang Ditetapkan dan Tahapan Pengoperasian Program cukup sesuai. Ketiga Sub-variabel Kepuasan Terhadap Program indikator Kualitas Aplikasi cukup sesuai dan Kualitas Yang Dihasilkan kurang sesuai. Keempat Sub-variabel Tingkat Input dan Output indikator Ketepatan Input dan Output Data dan Efisiensi Pelaporan cukup sesuai. Kelima Sub-variabel Pencapain Tujuan Menyeluruh indikator Transparansi cukup sesuai dan Efektivitas kurang sesuai. Adapun faktor pendorong penggunaan aplikasi ini adalah Kerjasama dan dukungan antar lintas sektor serta adanya insentif bagi KPM. Sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya pemahaman kader dalam mengoperasikan aplikasi e-HDW, belum optimalnya konsistensi dan akurasi data dan kapasitas server aplikasi yang terbatas.
EFEKTIVITAS PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) DI DESA HAPALAH KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Karlinawati, Karlinawati; Berkatillah, Akhmad; Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 2 (2026): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.2.1746

Abstract

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) merupakan salah satu program pemerintah yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih yang layak. Pelaksanaan PAMSIMAS di Desa Hapalah masih menghadapi beberapa kendala, yaitu kondisi sarana yang sering mengalami kerusakan, kualitas air yang dihasilkan belum bersih, serta distribusi layanan yang belum menjangkau seluruh masyarakat secara merata. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat efektivitas Program PAMSIMAS serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah sebanyak 13 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, penggunaan bahan referensi, serta member check.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program PAMSIMAS di Desa Hapalah, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong masih belum berjalan secara optimal. Meskipun masyarakat merasakan kemudahan dalam memperoleh akses air, tujuan utama program belum sepenuhnya tercapai akibat kualitas air yang keruh dan sering terjadinya gangguan pada sarana. Dari sisi efisiensi, program dinilai cukup baik karena memberikan manfaat bagi masyarakat, namun ketepatan sasaran dan pemenuhan kebutuhan belum maksimal karena masih terdapat rumah tangga yang belum terlayani. Sistem pemeliharaan sarana juga belum berjalan efektif meskipun pengelola telah melakukan berbagai upaya. Di sisi lain, indikator input dan output menunjukkan kinerja yang baik, ditinjau dari besarnya iuran bulanan yang relatif terjangkau serta pengelolaan keuangan yang cukup baik. Secara umum, program ini memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat. Faktor pendukung pelaksanaan program meliputi partisipasi masyarakat dalam membayar iuran dan keterjangkauan biaya, sedangkan faktor penghambatnya adalah kualitas air yang kurang baik dan kemacetan pada sarana program.Sebagai upaya peningkatan efektivitas program, disarankan kepada pemerintah daerah untuk menyediakan alat penyaring air dan bahan pembersih, pemerintah desa diharapkan dapat memastikan pemerataan penerima manfaat, pihak pengelola perlu meningkatkan pemeliharaan sarana dan prasarana, serta peneliti selanjutnya disarankan untuk menetapkan informan secara jelas sejak awal guna menghindari terjadinya pengulangan wawancara.