Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA MASALAH GENETIK DAN FAKTOR PSIKOLOGIS DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA SISWA KELAS ENAM SEKOLAH DASAR DI DENPASAR, BALI Rismawan, Made; Susanti, Ni Luh Putu Dina; Astawa, I Gede Satria
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol 3, No 1 (2016): Muhammadiyah Journal of Nursing
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.418 KB) | DOI: 10.18196/ijnp.v3i1.2223

Abstract

Obesitas pada anak berisiko tinggi menyebabkan terjadinya masalah kesehatan sehingga dapat meningkatkan kejadian Diabetes Mellitus tipe 2, gangguan metabolisme glukosa, penyakit jantung dan penyumbatan pembuluh darah pada anak. Jika obesitas pada anak tidak dideteksi dan dicegah secara dini dapat meningkatkan prevalensi penderita penyakit kronis. Mengidentifikasi hubungan antara masalah genetik dan faktor psikologis dengan kejadian obesitas pada siswa kelas enam sekolah dasar di Denpasar, Bali. Penelitian deskriptif cross-sectional ini melibatkan 382 siswa kelas enam dari delapan sekolah dasar di Denpasar, Bali yang dilaksanakan bulan April sampai Agustus 2015. Data masalah genetik dan faktor psikologis dikumpulkan   menggunakan   kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti. Variabel penelitian dianalisis menggunakan Pearson’s Product Moment Correlation Coeicient.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai r = 0,29, p0,001dan r = 0,30, p 0,001antara  masalah  genetik dan faktor psikologis dengan kejadian obesitas pada siswa kelas enam sekolah dasar di Denpasar, Bali. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara masalah genetik dan faktor psikologis dengan kejadian obesitas pada siswa kelas enam sekolah dasar di Denpasar, Bali. Promosi kesehatan terutama yang berkaitan dengan masalah genetik dan faktor psikologis harus menjadi prioritas kegiatan di sekolah dasar. Promosi kesehatan dengan melibatkan pihak sekolah, siswa, orang tua dan lingkungan sekitar juga penting dilaksanakan untuk mencegah meningkatnya kejadian obesitas pada siswa sekolah dasar.Kata kunci: masalah genetik, faktor psikologis, obesitas, siswa sekolah dasar.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA TENTANG KEKERASAN PADA ANAK DI KELURAHAN RENON, DENPASAR SELATAN Praftini, Kadek Vira; Rismawan, Made; Wulansari, Nadya Treesna
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v5i2.332

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Anak yang mengalami kekerasan saat ini terbilang cukup tinggi. Kekerasan pada anak menjadi fenomena gunung es karena banyak kasus yang terjadi di masyarakat tetapi tidak dilaporkan. Pengetahuan dan sikap orang tua menjadi faktor utama dalam pencegahan kekerasan pada anak. Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi pengetahuan dan sikap orang tua tentang kekerasan pada anak di Kelurahan Renon, Denpasar Selatan.Metode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional ini dilaksanakan pada bulan Pebruari sampai April 2021. Sampel pada penelitian ini berjumlah 350 responden yaitu orang tua dengan anak berusia ≤19 tahun yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan dan sikap orang tua. Analisa data menggunakan analisa data dekriptif dalam frekuensi dan persentase.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap responden tertinggi adalah baik yaitu sebanyak 343 responden (98%) dan 228 responden (65,1%).Kesimpulan: Pengetahuan dan sikap responden tentang kekerasan pada anak sudah baik. Hal ini dapat menjadi modal awal untuk mencegah kejadian kekerasan pada anak khususnya di Kelurahan Renon.Kata kunci: Pengetahuan Orang Tua, Sikap Orang Tua, Kekerasan Pada Anak. ABSTRACT Background: Children who experience violence today are quite high. Violence against children is an iceberg phenomenon because many cases occur in the community but are not reported. Knowledge and attitudes of parents are the main factors in preventing violence against children.Purpose: To identify knowledge and attitudes of parents toward violence against children in Renon Village, South of Denpasar.Methods: This descriptive study with a cross sectional approach was carried out from February to April 2021. The sample in this study amounted to 350 respondents, namely parents with children aged ≤19 years who were selected using stratified random sampling technique. Data collection tools used in the form of a questionnaire of knowledge and attitudes of parents. Data analysis used descriptive data analysis in frequency and percentage.Results: The results showed that the knowledge and attitudes of the highest respondents were good, as many as 343 respondents (98%) and 228 respondents (65.1%).Conclusion: Respondents' knowledge and attitudes about violence against children are good. This can be an initial resource to prevent violence against children, especially in Renon Village.Keywords: Parental Knowledge, Parental Attitude, Child Violence.
GAMBARAN FASILITAS MENCUCI TANGAN SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN KERAMBITAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 I Dewa Ayu Agung Yuli Paramita; Made Rismawan; I Nyoman Arya Maha Putra
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.628 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v6i1.342

Abstract

Mencuci tangan sangat penting dilakukan oleh siswa sekolah dasar dalam rangka memutus rantai penularan COVID-19. Fasilitas mencuci tangan di sekolah pada masa pandemi COVID-19 sangat diperlukan. Ketersediaan dan kondisi fasilitas mencuci tangan berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya dikarenakan berbagai faktor. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui gambaran kondisi fasilitas mencuci tangan di Sekolah Dasar Negeri Pada Masa Pandemi Covid 19 di Kecamatan Kerambitan. Metode Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah desain penelitian cross sectional yang dilaksanakan tanggal 1– 31 Maret 2021. Populasi meliputi seluruh sekolah dasar negeri di Kecamatan Kerambitan sebanyak 28 sekolah. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisa data menggunakan Analisa Univariate yaitu descriptive statistic. Hasil Penelitian Mayoritas fasilitas mencuci tangan berada dalam kondisi baik sebanyak 26 sekolah (92,9%) dan berada dalam kondisi cukup sebanyak 2 sekolah (7,1%). Kesimpulan Disarankan kepada kepala sekolah seluruh sekolah dasar negeri untuk tetap memberikan dukungan kepada para siswa berupa adanya fasilitas mencuci tangan yang lengkap dengan kondisi bersih untuk mencegah rantai penularan penyakit pada masa pandemi COVID-19. Kata Kunci: Fasilitas, Mencuci Tangan, Sekolah Dasar
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Orang Tua tentang Otitis Media Supuratif Kronik di Poliklinik THT RSUD Kabupaten Klungkung komang suarningsih; I Gede Putu Darma Suyasa; Made Rismawan
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.937 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i1.31

Abstract

Background: Chronic Suppurative Otitis Media is one of the health problems that can lead to ear hearing loss to be deaf, even life-threatening. Extension of Omsk can influence the understanding or the person's cognitive abilities, curiosity and want to learn about how to prevent complications Omsk. Problems are often encountered in is ignorance of parents on the prevention of complications and recurrence of OMSK Clinic Hospital in KlungkungObjective: the purpose of this study was to determine the effect of health education using the media leaflet to the knowledge of parents about Omsk Methods: This study uses an experimental approach to design pre One group pre test-posttest design. The sampling technique used is Non-Probability Sampling with saturated sampling technique. The population in this study were all parents who drove their children suffering from Omsk. Total sample of 60 respondents, gathering data using questionnaires.Results: parental knowledge about Omsk before being given health education most of which 37 (61.7%) less, parental knowledge about Omsk after being given health education most of which 35 (58.3%) good, Wilcoxon statistical test results signed rank test obtained P = 0.001 <α 0,05 showed no effect of health education using the media leaflet to the knowledge of parents about OMSKConclusion: prior knowledge of health education mostly less, after health education was mostly good analysis showed no effect of health education using leaflets media against parental knowledge about OMSK. Suggestion : Keywords: Health Education, Leaflet, Knowledge, Omsk
Pengaruh Coaching Keperawatan Terhadap Kepatuhan Perawat Melakukan Cuci Tangan Sesuai Prinsip 5 Momen 6 Langkah Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung ketut hendra yanti dewi; I Gede Putu Darma Suyasa; Made Rismawan
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.971 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i1.43

Abstract

Background: Five Moments for Hand Hygiene is an important moment to wash hands 5 on health care providers to optimize hand hygiene by washing hands. Coaching methods can be used to improve the quality of nursing resources that will ultimately improve the quality of nursing care provided to patients through obedience perform appropriate hand washing moments principles 5 6 steps. The result of the application of the five moment in the inpatient unit District General Hospital Klungkung still below the average of the minimum service standards (SPM) is as much as> 80%. While the percentage of data compliance officer in performing hand hygiene is the nurse as much as 63.3%.Objective: the purpose of this study was to determine the effect of nursing coaching to compliance nurses perform appropriate hand washing moments principles 5 6 steps in the inpatient unit District General Hospital KlungkungMethods: This study uses an experimental approach to design pre One group pre test-posttest design. The sampling technique used is Non-Probability Sampling with consecutive sampling technique. Number samples are 63 respondents, gathering data using questionnaires.Results demonstrate compliance nurses perform appropriate hand washing moments principles 5 6 steps before nursing coaching mostly 31 people (49.2%) in the category enough. Compliance nurses do wash their hands according to the principles 5 6 moments after the steps carried out the majority of nursing coaching 58 people (92.1%) in both categories Statistical test results obtained Wilcoxon signed rank test P = 0.000 <α 0.05 indicates no influence on the nursing coaching compliance nurses perform appropriate hand washing moments principles 5 6 steps in the inpatient unit District General Hospital Klungkung.Conclusion: No effect on adherence nurse nursing coaching perform appropriate hand washing moments principles 5 6 steps in the inpatient unit District General Hospital Klungkung. Keywords: Coaching Nursing, Compliance, Hand Wash
PELAKSANAAN PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SDN DI KOTA DENPASAR Made Rismawan; Rosa Tri Anggaraeni; Kadek Parsi Kasmini
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.046 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i1.99

Abstract

ABSTRAK.Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada SDN di Kota Denpasar. Metode Penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah descriptive crosssectional. Penelitian dilakukan di empat SDN di Kota Denpasar yaitu Denpasar Selatan, Denpasar Utara, Denpasar Timur dan Denpasar Barat. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SDN yang berjumlah 262 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti dengan berpedoman kepada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2269/MenKes/Per/XI/2011 dan Pedoman PHBS Tatanan Sekolah (DepKes RI, 2007). Hasil Penelitian. Sebagian besar komponen PHBS sudah mulai diterapkan di tatanan institusi pendidikan khususnya pada Sekolah Dasar. Namun, konsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah pada saat siswa berbelanja di kantin sekolah masih kurang, namun dengan sebagian besar dari siswa mau berbelanja di kantin sekolah dapat dijadikan motivasi untuk membuat siswa lebih banyak mengonsumsi jajanan sehat daripada fast food. Pembahasan. Sekolah memiliki peran penting sebagai pendistribusian informasi ke siswa tentang pelaksanaan PHBS di sekolah atau di lingkungan. Sehingga, target 70% warga Indonesia mampu melaksanakan PHBS dapat tercapai. Simpulan. Pendekatan PHBS melalui tatanan institusi pendidikan meliputi kegiatan PHBS yang bias dilaksanakanpada institusi pendidikan yaitu cuci tangan, konsumsi jajanan sehat, jamban sehat, olahraga, pemberantasan jentik nyamuk, tidak merokok, membuang sampah dan pengukuran pertumbuhan. Kata kunci : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), siswa sekolah dasar ABSTRACT.Backgorund. This study aims to determine the description of the implementation of Clean and Healthy Behavior program at Elemantary School in Denpasar City. Method. The research design used is descriptive crosssectional. The study was conducted in four Elemantary School in Denpasar City namely South Denpasar, North Denpasar, East Denpasar and West Denpasar. The sample in this study were 262 students of Elemantary School selected using random sampling technique. The research instrument used the research instrument using questionnaires developed by the researcher by referring to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 2269 / Menkes / Per / XI / 2011 and Guidelines of PHBS School Order (DepKes RI, 2007). Result. Most of the Behavior Clean and Healthy components have already begun to be implemented in the educational institutions, especially in elementary schools. However, the consumption of healthy foods such as vegetables and fruits when students shop in the school cafeteria is still lacking, but with most of the students want to shop in the school canteen can be a motivation to make students eat more healthy snacks than fast food. Discussion. Schools have an important role as the distribution of information to students about the implementation of Behavior Clean and Healthy in school or in the environment. Thus, the target of 70% of Indonesian citizens able to implement Behavior Clean and Healthy can be achieved. Conclusion. The Behavior Clean and Healthy approach through the educational institution arrangement includes Behavior Clean and Healthy activities that can be implemented in educational institutions such as hand washing, healthy snack consumption, healthy latrines, exercise, eradication of mosquito larvae, no smoking, waste disposal and growth measurement.Keywords: Behavior Clean and Healthy, elementary school, students
DETEKSI DINI KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN UMUM (KPU) PADA SISWA PAUD DI KOTA DENPASAR Made Rismawan; Kusuma Negara; Kadek Parsi Kasmini
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.425 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v2i1.100

Abstract

ABSTRAK.Latar Belakang. Masalah pertumbuhan dan perkembangan pada anak khususnya keterlambatan perkembangan umum masih terjadi. Diagnosis awal dan pengenalan tanda-tanda gangguan pertumbuhan dan perkembangan sangatlah penting dilaksanakan. Keterlambatan perkembangan umum (KPU) atau global developmental delay (GDD) adalah bagian dari ketidakmampuan mencapai perkembangan sesuai usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran deteksi dini KPU pada siswa PAUD di Kota Denpasar. Metode Penelitian. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di empat PAUD di Kota Denpasar yaitu TK Kumara Loka, TK Mas Kumara, TK Widya Kumara dan TK Negeri Pembina Denpasar. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa PAUD yang berjumlah 131 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Summary of Diabetes Self Care Activities. Instrumen penelitian adalah alat timbang berat badan, alat ukur tinggi badan dan instrumen Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Hasil Penelitian. Hasil analisa data menunjukkan bahwa 116 (88%) responden memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan umurnya, 5 (4%) meragukan, dan 10 (8%) responden menyimpang. Frekuensi gambaran keterlambatan perkembangan pada siswa PAUD di Kota Denpasar 15 responden yang mengalami keterlambatan perkembangan, seluruhnya (100%) mengalami keterlambatan. Pembahasan. Masalah keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan anak dapat akibat pola asuh orangtua, pengasuh ataupun suatu penyakit. Keterlambatan motorik pada anak bisa disebabkan oleh sedikitnya rangsangan yang diterima si kecil baik oleh pengasuh, orangtua ataupun mainanya.Hal ini menunjukkan bahwa keterlambatan ini sangat kompleks dan perlu upaya pencegahan agar dampaknya tidak merugikan anak. Simpulan. Oleh sebab itu, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam setiap tahap perkembangan anak. Kata kunci : keterlambatan perkembangan umum, siswa PAUD ABSTRACT.Background. Problems of growth and development in children, especially delay in general development still occur. Early diagnosis and introduction of signs of growth and developmental disorders. General development delays (KPUs) or the development of global delay (GDD) are part of the inability to reach the age of development. This study aims to determine early detection of PAUD students in Denpasar City. Research methods. The research design used is descriptive quantitative with cross-sectional approach. The research was conducted in four PAUD in Denpasar City namely Kumara Loka TK, TK Mas Kumara, TK Widya Kumara and TK Negeri Pembina Denpasar. The sample in this study were PAUD students who used 131 students selected using random sampling technique. The research instrument used questionnaires Summary of Diabetes Self-Care Activity. Instrument of Pre-Screening Questionnaire (KPSP). Research result. The result of data analysis showed 116 (88%) respondents had growth and development according to their age, 5 (4%) were dubious, and 10 (8%) respondents deviated. The frequency of aging in PAUD students in Denpasar City 15 respondents experiencing developmental delay, training (100%) experienced delays. Discussion. The problem of delayed growth and development of children can be caused by child care, caregiver or a disease. Motor delays in children can be demanded by the victim of stimulation received by the child either by the caregiver, old or playanya.Hal this shows the existence of this delay is very complex and need preventive efforts in order not to harm the child. Conclusion. Therefore, parents have a very important role in every stage of child development. Keywords: general development delay, PAUD students
Perilaku Laki-Laki Usia 15-19 Tahun Dalam Pencegahan Penularan HIV/AIDS Di Desa Sibang Kaja Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung Ni Nyoman Ari Kundari Dewi; I.G.A Puja Astuti Dewi; Made Rismawan
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.434 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.137

Abstract

ABSTRAKTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku laki-laki usia 15-19 tahun dalam pencegahan penularan HIV/AIDS di Desa Sibang Kaja Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu remaja laki-laki usia 15-19 tahun dengan jumlah 147 responden, yang didapatkan melalui teknik simple random sampling. Data dikumpul menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan statistik deskriptif.Hasil: Penelitian ini menunjukkan sebanyak 51% responden memiliki perilaku yang baik dan 49% responden memiliki perilaku yang cukup dalam pencegahan penularan HIV/AIDS.Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa remaja laki-laki usia 15-19 tahun perlu meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakannya kearah yang lebih baik, sehingga akan terciptanya perilaku yang baik dan sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Kata Kunci: HIV/AIDS, Perilaku, Remaja ABSTRACTAim: To identify the behavior of adolescent boy in the age 15-19 years old in the prevention of HIV/AIDS transmission at Sibang Kaja village Abiansemal Badung. Method: This study employed cross sectional approach. To conduct this study, 147 respondents were recruited as the sample in this study through simple random sampling technique. The data were collected by using questionnaires and analyzed with descriptive statistics.Finding: The findings indicated that 51% of respondents had good behavior and 49% of respondents had moderate behavior in the prevention of HIV/AIDS transmission.Conclusion: In conclusion, adolescents boy in the ages 15-19 years old need to improve their knowledge, attitudes and actions to be better in order to build good behavior and in accordance with the norms. Keywords: HIV/AIDS, Behavior, Adolescents
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF TERHADAP PERILAKU MENCUCI TANGAN SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI Made - Rismawan; IGNM Kusuma Negara
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.133 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i1.144

Abstract

ABSTRACT. Background. One of the causes of the low hand washing behavior in public elementary school students is due to the limited learning media used. The Educational Game Tool (EGT), specifically the snake ladder game, can be used as an alternative learning media about hand washing behavior in public elementary school students. This study aims to determine the effect of using EGT on hand washing behavior of public elementary school students in Denpasar City. Methods. This pre-experimental study used the design of the One Group Pre-Post Test Only and was carried out at SDN 3 Tonja. The sample in this study were 30 first grade students who were selected using a simple random sampling technique. The research instrument uses the Hand Washing Questioner and a snake ladder game developed by researchers. Result. The test results of data analysis using the Wilcoxon Sign Rank test showed that the handwashing behavior of all participants significantly increased after treatment (M = 15.5, p <0.001). Discussion. A pleasant EGT makes it easy for children to understand the positive behavior they want to instill. While carrying out this game, children begin to accept and be ready to carry out proper hand washing behavior in their daily lives. Through the games given, information about proper hand washing behavior is acceptable. Conclusion. EGT has an effect on increasing handwashing behavior in elementary school students.Keywords: educational game tool, hand washing behavior, elementary school students
PENGALAMAN ORANGTUA TENTANG MANFAAT BAWANG MERAH PADA ANAK YANG MENGALAMI DEMAM: STUDI FENOMENOLOGI Made Rismawan; IGNM Kusuma Negara; Ni Komang Tri Agustini
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.134 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v3i2.175

Abstract

ABSTRAK.Latar Belakang. Pengalaman orang tua penting diteliti agar manfaat bawang merah khususnya untuk menurunkan demam anak menjadi lebih jelas sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut pada anak yang mengalami demam. Metode Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dilaksanakan di Puskesmas I Denpasar Selatan. Penelitian ini menggali pengalaman orang tua khususnya tentang cara pemberian bawang merah pada anaknya. Jenis data pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder dengan menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur dengan teknik in-deepth interview. Hasil pengumpulan data dianalisa menggunakan analisa data kualitatif. Hasil Penelitian. Semua informan pada penelitian ini menyatakan bahwa pemberian bawang merah bermanfaat menurunkan demam yang dirasakan oleh anak mereka. Pembahasan. Pemberian bawang merah pada anak yang mengalami demam dapat dilakukan oleh orang tua. Melalui pemberian bawang merah ini, maka akan mampu menurunkan komplikasi akibat demam. Orang tua juga harus mampu mengidentifikasi derajat demam anak sehingga dapat memutuskan dengan tepat kapan waktunya anak harus dibawa ke pelayanan kesehatan. Simpulan. Pemberian bawang merah mampu menurunkan demam yang dirasakan oleh anakKata kunci : pengalaman orang tua, pemberian bawang merah, anak demam. ABSTRACT. Background. Parents' experience is important to be investigated to identify the benefits of shallot in particular to reduce a child's fever become clearer. So that it can prevent further complications in children who have a fever. Research methods. This research is a qualitative research with a phenomenological approach carried out at the Health Center I of South Denpasar. This research explores the experiences of parents especially about how to give shallot to their children. The type of data in this study are primary and secondary data using semi-structured interview guidelines with in-depth interview techniques. The results of data collection were analyzed using qualitative data analysis. Research result. All informants in this study stated that giving shallot was useful in reducing the fever felt by their children. Discussion. Giving shallot to children who have a fever can be done by parents. By giving shallot, it will be able to reduce complications due to fever. Parents also need to be able to identify the degree of a child's fever so that they can decide exactly when the child should be taken to health services. Conclusions. Giving shallot can reduce the fever felt by children.Keywords: parental experience, giving shallots, fever children.
Co-Authors A.A Gde Wahyu Sparsayoga Adianta, I Ketut Agastiya, I Made Cahyadi Agustini, Ni Komang Tri Andriati, Ida Ayu Nyoman Santiari Anggaraeni, Rosa Tri Anggraeni, Ni Kadek Ayu Rina Ansan, Yoseph Maurits Arinjaya, I Gede Eka Astawa, I Gede Satria Asthadi Mahendra Bhandesa, Asthadi Mahendra Astuti Dewi, I.G.A Puja Barata, Agus Dewi, Ni Nyoman Ari Kundari Diana Wati, Ni Luh Gede Erlawati, Ni Desak Putu Erlawati Gst Ayu Dwina Mastryagung Gusti Ayu Dwina Mastryagung I Dewa Ayu Agung Yuli Paramita I G.A. Rai Rahayuni I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Gede Willy Karya Mahardika I Gusti Ayu Puja Astuti Dewi I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara I Kadek Nuryanto I Ketut Adianta I Ketut Swarjana I Nengah Adiana I Nyoman Arya Maha Putra I Putu Gede Sutrisna . I.G.A Puja Astuti Dewi Ida Ayu Suptika Strisanti Ida Bagus Ardhi Putra IGA Rai Rahayuni Juliastiti Rahayu, Ni Made Kadek Buja Harditya Kadek Parsi Kasmini Kadek Vira Praftini Kasmini, Kadek Parsi ketut hendra yanti dewi Komang Ayu Purnama Dewi Komang Rosa Tri Anggaraeni komang suarningsih Kumara, I Made Ghana Astamurti Kusuma Negara, S.Kep., M.N.S, I Gusti Ngurah Made Made Dian Shanti Kusuma Maharyawan, I Wayan Agus Mudawati, Gusti Ayu Sri Muncan, I Gusti Agung Mas Widia Paramita Muncan, I Gusti Agung Mas Widia Paramitha Nadya Treesna Wulansari Negara, I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara, Kusuma Ni Kadek Sintyadewi Ni Kadek Sriasih Ni Kadek Sutini Ni Luh Putu Dina Susanti Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini Ni Made Nurtini Ni Made Purwahyuni Ni Made Puspita Ningrum Ni Made Setyaningsih Ni Nengah Purniti Ni Nyoman Ari Kundari Dewi Ni Putu Kamaryati Ni Putu Riza Kurnia Indriana Ni Putu Siadi Purniti Ni Wayan Sri Wahyuni Nita Sari, Ni Kadek Ayu Nuryanto, Kadek Paramitha M, I Gusti Agung Mas Widia Praftini, Kadek Vira Purwahyuni, Ni Made Putra, Putu Agus Sujana Putu Ayu Ratna Darmayanti Putu Indrayoni Resiyanthi, Ni Komang Ayu Ritassi, Aloysia Juniarti Rosa Tri Anggaraeni Sandra, Putu Yudara Sanjiwani, Ni Made Gita Ayu Sri Ariani Sri Rahyanti, Ni Made Sriasih, Ni Kadek suarningsih, komang Susanti, NLP Dina Suyasa, Agus Baratha Wati, Ni Luh Gede Diana Widiastuti, Ni Kadek Nefi yanti dewi, ketut hendra Yoga, Sukma Wisnu Yogi Rabani RS, I Gusti Agung Yulistina, Putu Desi Yundari, Yundari