Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Media Gambar Berseri Terhadap Kemampuan Bercerita Pada Anak Di Taman Kanak-Kanak Sudha Kumara Denpasar Sutrisna, I Putu Gede; Rismawan, Made; Nita Sari, Ni Kadek Ayu
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v7i1.3045

Abstract

The basic ability to tell stories must be possessed by early childhood to improve speaking skills. However, in reality children's skill in story telling is still poor. Serial picture media is an alternative to improve storytelling skill in early childhood. To determine the effect of serial picture media toward storytelling skill in children at Sudha Kumara Kindergarten Denpasar. This study employed a pre-experimental one group pre-test and post-test design. The population of this study were all students of Kindergarten B with total sample 25 students recruited through total sampling technique. The data was collected using the skill of storytelling observation sheets and analyzed by using the non-parametric Wilcoxon Sign Rank Test. The statistical test showed that there was an effect of serial picture media on the skill of storytelling in children at Sudha Kumara Kindergarten Denpasar (p-value < 0.001, z = -4.492). There is an increase in children's storytelling skill after using serial picture media; so that, the teacher can provide serial picture as learning media in early childhood to improve storytelling skill.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Ibu dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan Muncan, I Gusti Agung Mas Widia Paramitha; Sriasih, Ni Kadek; Rismawan, Made
Jurnal Gema Keperawatan Vol 18, No 2 (2025): Jurnal Gema Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jgk.v18i2.4072

Abstract

Efforts to prevent stunting in children aged 6-24 months are supported by knowledge and behavior of mothers, however, in reality, many mothers are found to have poor knowledge about and behavior in stunting prevention. This study employed an analytic design and cross-sectional study approach and took place in the working area of Public Health Centre I West Denpasar in April 2024. The sample was 230 respondents, selected through purposive sampling technique. The data were collected using a questionnaire and analyzed using the Spearman-Rho correlation statistical test. This study has been ethically approved by the ethics commission of ITEKES Bali. The results of this study showed that all respondents (100%) had a good knowledge and good behavior in stunting prevention. The correlation test revealed a significant correlation between the level of knowledge and behavior of mothers in stunting prevention p-value 0,001 with a value of r 0,269. The better the mother's knowledge, the better the mother's behavior. Subsequent research should explore further about behavior of mothers in stunting prevention.
The Relationship Between Family Social Support and Nurse Anxiety Level in the COVID-19 Isolation Room at Klungkung Regency Hospital Juliastiti Rahayu, Ni Made; Nuryanto, Kadek; Rismawan, Made
Journal of Nutrition and Public Health Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Nutrition and Public Health
Publisher : CV. Dyoqu Publishing Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64780/jnph.v1i2.80

Abstract

Background: Nurses are at the forefront of handling COVID-19 patients, who have a high risk of experiencing psychological pressure in the form of anxiety. Social support from family is considered as one of the protective factors that can reduce anxiety, but its effectiveness in the context of caring for COVID-19 patients still needs further research. Aims: This study aims to determine the relationship between family social support and the anxiety level of nurses assigned to the COVID-19 isolation room at Klungkung Regency Hospital. Methods: This study used a quantitative approach with a correlative descriptive design and cross-sectional design. The sampling technique used total sampling with a total of 62 respondents. Data were collected through two questionnaire instruments: family social support questionnaire (20 items) and Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS). Data analysis was conducted using the Spearman-rho test. Result: Most respondents (90.3%) had a high level of family social support and did not experience anxiety (96.8%). However, the statistical test results showed that there was no significant relationship between family social support and nurses' anxiety level (p = 0.123). Conclusion: This study concludes that family social support does not have a significant relationship with the anxiety level of nurses in the COVID-19 isolation room. Therefore, more attention is needed from institutions and the work environment in providing comprehensive psychological support for health workers.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN KOMPLEMENTER TERAPI AKUPUNTUR DALAM MENGURANGI NYERI AKUT DAN MENINGKATKAN RENTANG GERAK SENDI BAHU PADA PASIEN FROZEN SHOULDER DI LATU USADHA Paramitha, Nikade Milla; Rismawan, Made; Fadhilah, Nuur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54572

Abstract

Frozen Shoulder atau Capsulitis Adhesiva adalah penyakit intrinsik yang tidak diketahui berhubungan dengan peradangan progresif spontan dan fibrosis pada kapsul sendi bahu, ditandai dengan nyeri dan hilangnya gerakan aktif dan pasif bahu secara signifikan. Tujuan penelitian ini menjelaskan analisis penerapan intervensi terapi akupuntur dalam mengurangi nyeri aku dan meningkatkan rentang gerak sendi bahu pada pasien Frozen Shoulder di Latu Usadha. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus yang mengidentifikasi suatu masalah asuhan keperawatan pada pasien Frozen Shouldher. Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien yaitu  Nyeri akut (D.0077) b.d agen pencedera biologis, Intervensi inovasi yang diberikan yaitu dengan terapi akupuntur, Implementasi keperawatan memberikan terapi akupuntur selama 15 -30 menit, Evaluasi menunjukkan adanya penurunan nyeri bahu kiri dari sebelumnya menjadi nyeri ringan (skala 3), nyeri berkurang saat mengangkat tangan, sensasi tusuk-tusuk menurun, dan nyeri bersifat hilang timbul. Secara objektif, pasien tampak lebih tenang, meringis berkurang, dan tanda-tanda vital dalam batas normal. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi akupuntur efektif dalam mengatasi nyeri pada pasien dengan Frozen Shoulder. Pada pasien frozen shouldher pemberian terapi akupuntur efektif dalam penanganan masalah mengurangi nyeri akut dan meningkatkan rentang gerak sendi bahu pada pasien Frozen Shoulder.
EFEKTIVITAS TERAPI AKUPUNKTUR TERHADAP NYERI AKUT PADA PASIEN BELL’S PALSY Maharani, Luh Putu Mayra Putri; Rismawan, Made; Fadhilah, Nuur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54631

Abstract

Bell’s palsy merupakan kelumpuhan saraf fasialis perifer yang sering disertai nyeri akut pada area kepala dan wajah akibat proses inflamasi saraf. Nyeri yang tidak tertangani secara optimal dapat menimbulkan ketidaknyamanan, gangguan aktivitas sehari-hari, serta menurunkan kualitas hidup pasien. Permasalahan ini menuntut adanya intervensi keperawatan yang efektif, termasuk pendekatan komplementer untuk membantu mengurangi intensitas nyeri. Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien Bell’s palsy dengan masalah keperawatan nyeri akut melalui terapi komplementer akupunktur. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Pengkajian dilakukan secara komprehensif menggunakan pendekatan IPPA dan PQRST untuk mengidentifikasi karakteristik nyeri. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis berupa inflamasi saraf fasialis. Intervensi yang diberikan meliputi pemantauan intensitas nyeri, pemberian terapi akupunktur sesuai prosedur, serta edukasi teknik relaksasi sebagai pendukung terapi. Evaluasi dilakukan menggunakan format SOAP untuk menilai perubahan respons subjektif dan objektif pasien. Hasil menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri yang signifikan, ditandai dengan berkurangnya skala nyeri, wajah tampak lebih rileks, serta peningkatan kenyamanan pasien setelah terapi akupunktur diberikan. Dengan demikian, terapi akupunktur dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer yang efektif, aman, dan mendukung manajemen nyeri akut pada pasien Bell’s palsy.
Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Blahbatuh 2 Roheni, I Gusti Ayu Agung Wira; Rismawan, Made; Nuryanto, I Kadek
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 8 No 2 (2024): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v8i2.374

Abstract

Latar Belakang. Kepatuhan pasien diabetes mellitus tipe 2 untuk meminum obat memegang peranan sangat penting pada keberhasilan dalam menjaga kadar glukosa darah dan mencegah komplikasi. Salah satu hal yang mempengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalankan pengobatan adalah dukungan keluarga. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Blahbatuh 2. Metode. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional ini dilaksanakan di Puskesmas Blahbatuh 2 dengan populasi adalah semua pasien diabetes mellitus tipe 2. Sampel sebanyak 136 orang dipilih dengan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan pengobatan. Analisa data menggunakan uji Pearson-Product Moment. Hasil. Kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes mellitus tipe 2 yang terbanyak dengan kategori sedang (66,2%) dan dukungan keluarga terbanyak dengan kategori cukup (47,8%). Hasil analisis didapatkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Blahabtuh 2 (p<0,05,r =0,333). Kesimpulan. Dukungan keluarga terkait dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan karena keluarga berperan sebagai pengawas dan pemberi dorongan kepada penderita, disarankan kepada tenaga kesehatan khususnya perawat agar aktif melibatkan dukungan keluarga dalam pengawasan dan pemantauan pasien minum obat saat di rumah.
Multiple Case Study: Cognitive Status in Pre-Elderly Patients Undergoing Transurethral Resection of Prostate (TURP) Procedure with Spinal Anesthesia I Made Ghana Astamurti Kumara; Made Rismawan; I Wayan Agus Maharyawan
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No S6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6iS6.5602

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia(BPH) in pre-elderly often causes problems such as discomfort when urinating. The action that can be taken is to perform Transurethral Resection of Prostate (TURP) surgery with Spinal Anesthesia technique. The risks that can occur are Postoperative Cognitive Dysfunction (POCD), such as decreased cognitive function, memory impairment and decreased attention that can occur within a certain period of time. Objective: To determine the cognitive status in pre-elderly patients who underwent TURP procedure with spinal anesthesia. The design of this study was a Multiple Case Study with a qualitative descriptive approach of 5 pre-elderly patient participants who underwent spinal anesthesia. The data collection tools used in this study are interview sheets and MMSE (Mini-Mental State Examination) observation sheets which are used to enter patient observation. Results of the five participants, only two experienced moderate cognitive status disorders and three participants did not experience post-operative cognitive status disorders. Age is a factor in the occurrence of post-operative cognitive status disorders. Two of the five participants in this study experienced moderate cognitive status disorders.
HUBUNGAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN DENGAN PENYAKIT KECACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ni Kadek Sintyadewi; Made Rismawan; Nadya Treesna Wulansari
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 8 No 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.313

Abstract

Pendahuluan: Cacingan merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing pada tubuh manusia yang ditularkan melalui tanah. Infeksi cacing STH merupakan infeksi nematoda usus yang menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada manusia, terutama pada anak-anak. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta pemberian obat cacing setiap enam bulan sekali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku cuci tangan pakai sabun dengan penyakit kecacingan pada siswa SDN 11 Kesiman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV, V, dan VI sebanyak 121 responden dengan jumlah responden sebanyak 105 orang. Teknik pengambilan sampel dalam pada penelitian ini adalah simple random sampling dengan menggunakan lembar kuesioner sebagai alat ukur dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil analisis diperoleh nilai p sebesar 0,185 tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku cuci tangan pakai sabun dengan kejadian cacingan dalam 6 bulan terakhir di SDN 11 Kesiman. Simpulan: Dari 105 siswa sebagian besar memiliki perilaku cuci tangan pakai sabun dalam kategori cukup dan sebagian besar tidak mengalami cacingan selama enam bulan terakhir.
HUBUNGAN ANTARA MASALAH GENETIK DAN FAKTOR PSIKOLOGIS DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA SISWA KELAS ENAM SEKOLAH DASAR DI DENPASAR, BALI Rismawan, Made; Susanti, Ni Luh Putu Dina; Astawa, I Gede Satria
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 3 No. 1 (2016): Muhammadiyah Journal of Nursing
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v3i1.2223

Abstract

Obesitas pada anak berisiko tinggi menyebabkan terjadinya masalah kesehatan sehingga dapat meningkatkan kejadian Diabetes Mellitus tipe 2, gangguan metabolisme glukosa, penyakit jantung dan penyumbatan pembuluh darah pada anak. Jika obesitas pada anak tidak dideteksi dan dicegah secara dini dapat meningkatkan prevalensi penderita penyakit kronis. Mengidentifikasi hubungan antara masalah genetik dan faktor psikologis dengan kejadian obesitas pada siswa kelas enam sekolah dasar di Denpasar, Bali. Penelitian deskriptif cross-sectional ini melibatkan 382 siswa kelas enam dari delapan sekolah dasar di Denpasar, Bali yang dilaksanakan bulan April sampai Agustus 2015. Data masalah genetik dan faktor psikologis dikumpulkan   menggunakan   kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti. Variabel penelitian dianalisis menggunakan Pearson’s Product Moment Correlation Coeicient.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai r = 0,29, p<0,001dan r = 0,30, p <0,001antara  masalah  genetik dan faktor psikologis dengan kejadian obesitas pada siswa kelas enam sekolah dasar di Denpasar, Bali. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara masalah genetik dan faktor psikologis dengan kejadian obesitas pada siswa kelas enam sekolah dasar di Denpasar, Bali. Promosi kesehatan terutama yang berkaitan dengan masalah genetik dan faktor psikologis harus menjadi prioritas kegiatan di sekolah dasar. Promosi kesehatan dengan melibatkan pihak sekolah, siswa, orang tua dan lingkungan sekitar juga penting dilaksanakan untuk mencegah meningkatnya kejadian obesitas pada siswa sekolah dasar.Kata kunci: masalah genetik, faktor psikologis, obesitas, siswa sekolah dasar.
Co-Authors A.A Gde Wahyu Sparsayoga Adianta, I Ketut Agastiya, I Made Cahyadi Agustini, Ni Komang Tri Andriati, Ida Ayu Nyoman Santiari Anggaraeni, Rosa Tri Anggraeni, Ni Kadek Ayu Rina Ansan, Yoseph Maurits Arinjaya, I Gede Eka Astawa, I Gede Satria Asthadi Mahendra Bhandesa, Asthadi Mahendra Astuti Dewi, I.G.A Puja Barata, Agus Dewi, Ni Nyoman Ari Kundari Diana Wati, Ni Luh Gede Erlawati, Ni Desak Putu Erlawati Fadhilah, Nuur Gst Ayu Dwina Mastryagung Gusti Ayu Dwina Mastryagung I Dewa Ayu Agung Yuli Paramita I G.A. Rai Rahayuni I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Gede Willy Karya Mahardika I Gusti Ayu Puja Astuti Dewi I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara I Kadek Nuryanto I Ketut Adianta I Ketut Swarjana I Made Ghana Astamurti Kumara I Nengah Adiana I Nyoman Arya Maha Putra I Putu Gede Sutrisna . I Wayan Agus Maharyawan I.G.A Puja Astuti Dewi Ida Ayu Suptika Strisanti Ida Bagus Ardhi Putra IGA Rai Rahayuni Juliastiti Rahayu, Ni Made Kadek Buja Harditya Kadek Parsi Kasmini Kadek Vira Praftini Kasmini, Kadek Parsi ketut hendra yanti dewi Komang Ayu Purnama Dewi Komang Rosa Tri Anggaraeni komang suarningsih Made Dian Shanti Kusuma Maharani, Luh Putu Mayra Putri Mudawati, Gusti Ayu Sri Muncan, I Gusti Agung Mas Widia Paramita Muncan, I Gusti Agung Mas Widia Paramitha Nadya Treesna Wulansari Ni Kadek Sintyadewi Ni Kadek Sintyadewi Ni Kadek Sriasih Ni Kadek Sutini Ni Luh Putu Dina Susanti Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini Ni Made Nurtini Ni Made Purwahyuni Ni Made Puspita Ningrum Ni Nengah Purniti Ni Nyoman Ari Kundari Dewi Ni Putu Kamaryati Ni Putu Riza Kurnia Indriana Ni Putu Siadi Purniti Ni Wayan Sri Wahyuni Nita Sari, Ni Kadek Ayu Nuryanto, Kadek Paramitha M, I Gusti Agung Mas Widia Paramitha, Nikade Milla Praftini, Kadek Vira Purwahyuni, Ni Made Putra, Putu Agus Sujana Putu Ayu Ratna Darmayanti Putu Indrayoni Resiyanthi, Ni Komang Ayu Ritassi, Aloysia Juniarti Roheni, I Gusti Ayu Agung Wira Rosa Tri Anggaraeni Sandra, Putu Yudara Sanjiwani, Ni Made Gita Ayu Sri Ariani Sriasih, Ni Kadek suarningsih, komang Susanti, NLP Dina Suyasa, Agus Baratha Wati, Ni Luh Gede Diana Widiastuti, Ni Kadek Nefi yanti dewi, ketut hendra Yoga, Sukma Wisnu Yogi Rabani RS, I Gusti Agung Yulistina, Putu Desi Yundari, Yundari