Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Dampak konsentrasi subletal dan frekuensi aplikasi insektisida fipronil terhadap dinamika populasi wereng batang cokelat (WBC) (Nilaparvata lugens Stal.) pada padi varietas ir64 dan ciherang: The effect of sublethal concentrations and application frequency of fipronil insecticide on the population of brown planthopper (Nilaparvata lugens Stal.) on rice varieties IR64 and Ciherang Awaluddin; Siti Anima Hisein, Waode; Nuriadi; Efendi, Siska; Dadang; Anwar, Ruly; Giyanto, Giyanto
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 23 No 1 (2026)
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.23.1.39

Abstract

Fipronil merupakan insektisida yang banyak digunakan dalam pengendalian hama wereng batang cokelat (WBC) (Nilaparvata lugens Stal.) di Indonesia. Penggunaan fipronil di tingkat petani seringkali tidak sesuai anjuran sehingga menimbulkan kekhawatiran terjadinya resurjensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi subletal dan frekuensi aplikasi insektisida fipronil terhadap peningkatan populasi WBC pada dua varietas padi, yaitu IR64 dan Ciherang. Sampel WBC yang digunakan berasal dari Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Penelitian terdiri atas uji toksisitas untuk menentukan konsentrasi subletal fipronil, yaitu pada tingkat LC15, LC25, dan LC40, air sebagai kontrol. Masing-masing perlakuan diaplikasikan sebanyak 1, 2, dan 3 kali dengan selang waktu 5 hari antar aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konsentrasi subletal (LC15, LC25, dan LC40) memicu fenomena hormoligosis yang ditandai dengan peningkatan signifikan pada persentase penetasan telur di semua tingkat konsentrasi dibandingkan dengan kontrol. Persentase penetasan telur tertinggi terdapat pada perlakuan LC15  dengan varietas Ciherang, yakni 82,55%. Meskipun peningkatan konsentrasi dan frekuensi aplikasi (1–3 kali) secara linear meningkatkan mortalitas nimfa hingga 94,44% pada perlakuan LC40, namun pada dosis rendah LC15, peningkatan frekuensi aplikasi justru menstimulasi lonjakan populasi nimfa F1. Populasi nimfa tertinggi terdapat pada varietas Ciherang dengan perlakuan LC15 dua kali aplikasi, yakni 1197,33 individu. Temuan ini mengonfirmasi bahwa aplikasi fipronil pada tingkat subletal, terutama pada varietas rentan, tidak hanya gagal mengendalikan WBC tetapi justru memicu resurjensi melalui peningkatan keberhasilan penetasan telur dan stimulasi reproduksi generasi berikutnya.
Pengenalan Bahasa Inggris Bagi Anak Usia Sekolah Dasar Pada Masyarakat Tangerang, Serang, Dan Depok Koharudin, Koharudin; Dadang; A. Tarmizi Susanto; Tahrudin; Werna Hendri N; Supatmi; Herawati; Maskanah; Mu'taeri; Fitri Rachmiati Sunarya
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17105

Abstract

Bahasa Inggris berperan penting sebagai bahasa internasional yang menunjang pendidikan, teknologi, dan komunikasi global, sehingga pengenalan sejak usia sekolah dasar menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi literasi bahasa asing. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan penguasaan kosakata dasar, pelafalan, motivasi, dan rasa percaya diri anak dalam menggunakan Bahasa Inggris melalui fun learning berbasis media kreatif. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mengenalkan alfabet, angka, sapaan, dan kalimat sederhana sebagai fondasi awal pembelajaran bahasa Inggris. Metode pelaksanaan program mencakup tiga tahap utama, yakni tahap persiapan melalui survei kebutuhan dan koordinasi dengan pihak yayasan; tahap pelaksanaan melalui workshop pembelajaran interaktif berbasis fun learning seperti permainan edukatif, role-play, flashcards, video, serta latihan percakapan sederhana; dan tahap evaluasi melalui pre-test, post-test, serta observasi perkembangan peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam mengenal alfabet, kosakata dasar, angka, serta sapaan dan ungkapan sederhana dalam Bahasa Inggris. Selain itu, anak-anak tampak lebih percaya diri dan antusias dalam menggunakan Bahasa Inggris selama kegiatan berlangsung.