Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Geometri Pemodelan 3D Bangunan Gedung Teknik Geomatika ITS Menggunakan Kamera 360º Komang Bayu Angga Sardana; Agung Budi Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.69959

Abstract

Pemodelan tiga dimensi saat ini telah digunakan dalam visualisasi untuk mengetahui kondisi lingkungan yang nyata terutama dalam bentuk pengenalan bangunan arsitektural. Pembentukan model tiga dimensi bisa menggunakan Kamera 360º. Metode yang digunakan pada pembentukan model tiga dimensi dengan foto 360º adalah metode fotogrametri terestrial, dimana metode ini dapat digunakan pada bangunan arsitektural yang memerlukan koordinat lokal dalam pembentukannya. Kondisi Coplanarity digunakan dalam proses pembentukan model tiga dimensi, dimana satu foto digunakan sebagai acuan dalam proses overlapping antar foto sehingga membentuk model tiga dimensi. Kamera yang digunakan pada penelitian ini adalah Kamera 360º Ricoh Theta SC2, dimana ukuran gambar yang dihasilkan sebesar 5376 × 2688 dengan sensor CMOS. Model yang dihasilkan dari foto 360º berupa data TIN yang tersusun dari jaring-jaring segitiga sehingga data ini saling terhubung dan membentuk model tiga dimensi dengan metode Polyhedral. Dari penelitian ini didapatkan model tiga dimensi 10 ruangan pada Gedung Baru Departemen Teknik Geomatika ITS. Terdapat dua nilai RMSE yang diujikan berupa RMSE keliling model dan RMSE tinggi model, dimana nilai RMSE keliling model didapatkan nilai berkisar pada 0,013 – 0,181 meter dan untuk nilai RMSE tinggi model didapatkan nilai berkisar pada 0,004 – 0,113 meter. Uji akurasi ketinggian model dilakukan menggunakan data validasi berupa data pengukuran langsung dilapangan dengan menggunakan alat Total Station Reflectorless Hi Target ZTS-320R yang telah dilakukan kalibrasi, hal ini dikarenakan data ketinggian di dalam ruangan tidak disajikan pada data As-Built. Melalui uji akurasi dihasilkan model dari foto 360º memiliki ketelitian LOD 4.
Analisis Peta Skala 1:1000 Hasil Pemotretan dengan Wahana DJI Phantom 4 Pro untuk Updating Master Plan ITS Achmad Thirmidzi; Agung Budi Cahyono; Mohammad Rohmaneo Darminto
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.67837

Abstract

Pembaruan Master Plan memerlukan sebuah data peta yang terbarukan, dimana salah satu metode yang dapat digunakan adalah Fotogrametri. Fotogrametri adalah metode pemetaan untuk memperoleh informasi dari objek-objek permukaan bumi menggunakan data foto udara, yang dapat digunakan untuk penafsiran maupun pengukuran geometri objek permukaan bumi. Data foto udara bisa didapatkan dengan akuisisi data menggunakan wahana Unmanned Aerial Vehicle (UAV) seperti drone. Salah satu jenis drone yang banyak digunakan untuk pemetan secara fotogrametri adalah drone DJI Phantom 4 Pro. Selanjutnya wahana ini dipergunakan untuk pembuatan peta ortofoto di wilayah Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Sukolilo. Pengolahan data foto dilaksanakan menggunakan metode Structure from Motion (SfM). Peta ortofoto menggunakan 17 titik GCP yang tersebar di wilayah Kampus ITS. Dari hasil penelitian ini didapatkan sebuah peta ortofoto skala 1:1000 yang kemudian duiji menggunakan 11 titik ICP . Berdasarkan nilai uji dari Perka BIG No.6 Tahun 2018, diketahui peta hasil ini digolongkan memenuhi stdandar ketelitian peta dasar skala 1:1000 kelas 1. Yang kemudian akan dikonversi menjadi peta garis untuk updating Master Plan ITS.
Pemetaan Risiko Gempa Bumi Berbasis Sistem Informasi Geografis dan Analytic Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus: Kota Banda Aceh) Ayuli Serlia; Agung Budi Cahyono; Hepi Hapsari Handayani
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.79827

Abstract

Kota Banda Aceh merupakan wilayah yang rawan mengalami kerusakan akibat gempa bumi. Peran Kota Banda Aceh selaku ibukota dan pusat kegiatan provinsi menjadikan kegiatan peninjauan risiko bencana gempa bumi penting dilakukan. Pemetaan risiko gempa bumi dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Analytic Hierarchy Process (AHP) dapat menunjang peninjauan risiko bencana. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini mencakup SIG untuk proses pengolahan data geospasial parameter risiko gempa bumi dan AHP digunakan untuk penentuan bobot masing-masing parameter. Terdapat tiga aspek utama yang ditinjau untuk memperoleh indeks risiko gempa bumi, yaitu indeks bahaya, indeks kerentanan, dan indeks kapasitas. Hasil pengolahan parameter gempa bumi menggunakan SIG dan AHP menghasilkan Peta Bahaya Gempa Bumi, Peta Kerentanan Gempa Bumi, serta Peta Kapasitas Gempa Bumi. Dari ketiga peta ini, dilakukan proses overlay atau penampalan peta yang menghasilkan Peta Risiko Gempa Bumi. Informasi yang disajikan terdiri dari tiga kelas, yaitu risiko rendah, risiko sedang, dan risiko tinggi per wilayah kelurahan di Kota Banda Aceh. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Kota Banda Aceh memiliki 21 kelurahan berisiko tinggi (23,33%) dengan luas wilayah 2.133,755 hektar, 57 kelurahan berisiko sedang (63,33%) dengan luas wilayah 3.265,166 hektar, dan 12 kelurahan berisiko rendah (13,33%) dengan luas wilayah 598,798 hektar.
Analisis Spasial Fasilitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Terhadap Pengunjung di Kota Blitar Rakhmat Budiman; Agung Budi Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.23658

Abstract

Diberlakukannya kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia dimana pemerintah daerah memiliki tanggung jawab, kewenangan dan menentukan standar pelayanan minimal, mengakibatkan setiap daerah (Kotamadya/Kabupaten) di Indonesia harus melakukan pelayanan publik sebaik-baiknya dengan standar minimal. Dalam bidang kesehatan kota Blitar memiliki prestasi yang bagus yakni memiliki angka harapan hidup tertinggi dan menjadi satu-satunya kota yang angka harapan hidupnya mencapai usia 73 tahun. Peningkatan pelayanan kesehatan menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan luas jangkauan terhadap permukiman dengan jumlah pengunjung, pola persebaran.Dalam rangka menganalisis luas jangkauan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat yakni puskesmas dan puskesmas pembantu, dilakukan analisis korelasi antara luas jangkauan dengan jumlah pengunjung, analisis pola sebaran fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat. Dimana untuk jangkauan puskesmas dengan radius 3 km dan puskesmas pembantu 1,5 km.Dari proses analisis spasial yang dilakukan diketahui bahwa persebaran fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat di kota Blitar memiliki pola acak. Dan terdapat hubungan antara luas jangkauan terhadap permukiman dengan jumlah pengunjung, yang berarti semakin luas jangkauan terhadap permukiman semakin banyak jumlah pengunjung.
Analisis Daerah Risiko Bencana Kebakaran di Kota Surabaya dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis Dinimiar Fitrah Saraswati; Agung Budi Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.619 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24410

Abstract

Keterbatasan sumberdaya pemadaman menjadi salah satu kendala yang paling sering dihadapi di lapangan, sehingga kegiatan pengendalian perlu difokuskan ke wilayah-wilayah dengan risiko kebakaran yang lebih besar.Analisa dilakukan menggunakan metode skoring. Analisis spasial berupa jangkauan dan overlay pada 7 parameter yang digunakan, kemudian dilakukan skoring dan pembobotan untuk menentukan wilayah yang memiliki tingkat risiko kebakaran berskala rendah, sedang, dan tinggi. Analisis daerah risiko bencana kebakaran dilakukan berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20/PRT/M/2009.Dari hasil penelitian diketahui bahwa daerah dengan risiko tinggi terjadinya bencana kebakaran terdapat di 11 kecamatan pada tahun 2014, 2 kecamatan di tahun 2015, dan 5 kecamatan di tahun 2016. Lebih dari 83% kejadian kebakaran terjadi di kawasan lahan terbangun yang termasuk dalam tingkat risiko tinggi bencana kebakaran.
Analisa Perbedaan Pengukuran Koordinat dalam Ruangan dengan TLS Topcon GLS-2000 Alif Fariq'an Setiawan; Agung Budi Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.142 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.28562

Abstract

TLS (Terrestrial Laser Scanner) merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengakuisisi data dengan cara memindai permukaan obyek, yang dapat diaplikasikan pada pemodelan 3D, perhitungan volume dan pengukuran terestris. Dalam penelitian ini dilakukan analisa data pengukuran koordinat TLS dengan ETS (Electronic Total Station). Pada proses pelaksanaannya, penelitian ini dilakukan pada dua ruangan yang memiliki ukuran dan dimensi yang berbeda, yaitu Ruang I dan Ruang II. Akuisisi data ETS dilakukan dengan melakukan proses pengukuran koordinat pada target yang telah tersebar didalam ruangan. Sedangkan untuk akuisisi data TLS dilakukan dengan melakukan pemindaian pada setiap ruangan yang telah tersebar targetnya. Selisih nilai koordinat dari data TLS dengan ETS dianggap sebagai nilai kesalahan sistematis. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk Ruang I, selisih nilai koordinat yang dihasilkan adalah koordinat X sebesar 0.003 m, koordinat Y sebesar 0.004 m, dan koordinat Z sebesar 0.0010 m. Sedangkan pada Ruang II, selisih nilai koordinat yang dihasilkan adalah sebesar koordinat X sebesar 0.003 m, koordinat Y sebesar 0.004 m, dan koordinat Z sebesar 0.004 m. Hal ini menunjukkan bahwa pengukuran TLS di kedua ruangan pada posisi planimetris tidak terpengaruh oleh ukuran dan dimensi, sedangkan pada posisi elevasi memiliki selisih sebesar 6 mm.
Analisis Pariwisata Kota Probolinggo dan Fasilitas Pendukungnya Menggunakan Algoritma A* Shylvimira Anandicha Setiawan; Agung Budi Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v10i2.66024

Abstract

Penelitian yang dilakukan adalah terkait pembuatan basis data spasial dengan PostgreSQL untuk menganalisis objek wisata dan fasilitas pendukung disekitarnya. Ketersediaan fasilitas pendukung pariwisata dilakukan dengan menggunakan geoprocessing tool yakni buffer dan analysis tool yakni count points in polygon. Pencarian rute pariwisata Kota Probolinggo dengan menggunakan objek wisata sebagai origin dan destination dengan memanfaatkan fungsi PgRouting menggunakan Algoritma A*. Penggunaan fungsi PgRouting menggunakan Algoritma ini didukung oleh pembentukan topologi yang dibangun, karena dari proses tersebut menghasilkan id source sebagai titik awal dan id target sebagai titik akhir yang digunakan dalam perhitungan langkah yang diperlukan untuk bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk menentukan rute dari suatu lokasi wisata satu ke lokasi wisata lainnya. Penelitian ini menunjukkan masih terdapat objek wisata yang jauh dari fasilitas pendukung pariwisatanya. Terlihat masih banyak objek wisata yang tidak berada dekat di area sekitar radius 455 meter dari objek wisata yang ada. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas pendukung yang ada tidak tersebar dengan rata dan masih terpusat pada pusat kota saja. Hal ini dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat sekitar dan sebagai pertimbangan pemerintah daerah untuk pengembangan kawasan wisata ke depannya.
Evaluasi Metode Aerial Videogrametri untuk Rekonstruksi 3D Bangunan (Studi Kasus: Candi Singasari, Jawa Timur) Yugie Nanda Pranata; Agung Budi Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.675 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.17375

Abstract

Candi Singasari merupakan salah satu situs warisan dunia dimana upaya untuk konservasi, inventarisasi, dan dokumentasi cagar budaya tersebut diperlukan. Sebagai langkah awal yang dapat dilakukan adalah membentuk model rekosntruksi 3D Candi Singasari. Adapun teknologi yang ditawarkan dalam pemodelan rekonstruksi 3D bangunan begitu bervariasi dengan kelebihan dan kelemahan masing-masing seperti teknologi LiDAR, laser scanner, dan fotogrametri jarak dekat. Dewasa ini, perkembangan dalam dunia fotogrametri untuk kegiatan pemodelan 3D begitu pesat hingga adanya metode yang berkembang saat ini yaitu metode videogrametri. Penelitian ini menggunakan teknologi videogramteri dan konsep SfM untuk membentuk rekonstruksi 3D Candi Singasari. Teknologi videogrametri memiliki kelebihan seperti akuisisi data yang sederhana, harga ekonomis, minim perubahan fotometrik dalam gambar, dan daya overlap tinggi dari data yang dihasilkan. Kriteria yang digunakan dalam rekonstruksi 3D Candi Singasari menggunakan klasifikasi Level of Detail (LoD). Pada penelitian ini difokuskan pada dua aspek yaitu aspek evaluasi visual rekonstruksi 3D dan perhitungan nilai ketelitian geometrik struktur Candi Singasari. Hasil evaluasi visual rekonstruksi 3D diperoleh bentuk point cloud sejumlah 308.248 titik, dense cloud sejumlah 1.126.457 titik, dan textured yang meliputi 225.291 titik (permukaan/face) dan 113.595 vertex dari 161 frame video dengan rata-rata deteksi fitur tiap frame video sejumlah 2.242 titik yang diolah menggunakan konsep structure from motion (SfM). Sedangkan evaluasi untuk validasi nilai geometrik struktur Candi Singasari diperoleh dari hasil korelasi dan uji standar kesalahan. Hasil korelasi antara variabel ICP ukuran model rekonstruksi 3D terhadap ukuran di lapangan menunjukkan nilai kolerasi untuk koordinat easting 0.998, koordinat northing 0.997, dan koordinat Z 0.998. Adapun untuk nilai uji standar kesalahan untuk koordinat easting diterima 83%, koordinat northing diterima 91.7%, dan koordinat Z diterima 91.7% juga nilai RMSE koordinat easting 0.177 meter, northing 0.194 meter, dan koordinat Z 0.168 meter.
Pemetaan Foto Udara Menggunakan Wahana Fix Wing UAV (Studi Kasus : Kampus ITS Sukolilo Ahmad Solihuddin Al Ayyubi; Agung Budi Cahyono; Husnul Hidayat
Jurnal Teknik ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.383 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v6i2.24518

Abstract

Beberapa tahun belakangan ini, teknologi foto udara terus berkembang dengan pesat. Salah satu manfaat yang bisa digunakan adalah untuk pekerjaan pemetaan skala besar. Di Indonesia, penyediaan data informasi geospasial masih sedikit. Oleh karena itu teknologi foto udara tanpa awak atau yang biasa disebut dengan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dapat menunjang penyedia data spasial dalam skala yang cukup besar. Selain efektif dan efisien baik dari segi biaya maupun waktu penggunanaan, UAV juga dapat menghasilkan foto yang cukup jelas. Dalam melakukan proses pembuatan ortofoto pun dapat dilakukan secara otomatis dengan software pengolahan foto udara. Penelitian ini dilakukan di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Sukolilo – Surabaya dengan luas (±184 Ha) dengan menggunakan Fix Wing UAV jenis SkyWalker sebagai wahana dan Canon PowerShot S100 sebagai kamera. Pengukuran ground control point  yang digunakan adalah 16 titik yang menyebar di kawasan Kampus ITS. Dari hasil penelitian ini telah dilakukan pemetaan dengan metode fotogrametri menggunakan UAV jenis Fix Wing dengan jumlah foto 686 dan tinggi terbang rata-rata 277 m. Hasil georeferencing didapatkan pergeseran nilai error terbesar adalah 5,92 cm yaitu pada GCP 10 dan proyeksi error terkecil adalah 0,59 cm yaitu pada GCP 14.
Analisis Kesesuaian Lahan Dalam Rangka Perencanaan Lahan Taman Parkir Menggunakan Metode Spatial Multi-Criteria Evaluation (SMCE) (Studi Kasus: Kecamatan Coblong dan Bandung Wetan, Kota Bandung) Desviachmad Caprilio Putra Wicaksana Sumartono; Agung Budi Cahyono
Jurnal Teknik ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.116 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v8i2.44482

Abstract

Kota Bandung sebagai salah satu kota pariwisata di Indonesia mengalami peningkatan volume wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Hal ini mengakibatkan kepadatan transportasi di dalam Kota Bandung, terutama di area perbelanjaan, menjadi meningakat pula sehingga kebutuhan area parkir pun meningkat. Dibutuhkan sebuah metode untuk melakukan analisis terhadap kesesuaian lahan yang dapat dialihfungsikan untuk lokasi area parkir di kawasan padat transportasi dan pusat perbelanjaan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis Spatial Multi-Criteria Evaluation dengan kriteria aksesibilitas, kepadatan penduduk, jenis jalan, dan pola ruang untuk mendapatkan nilai kesesuaian lahan taman parkir di Kota Bandung dan pembuatan Peta Kesesuaian Lahan Taman Parkir Kecamatan Coblong dan Bandung Wetan, Kota Bandung skala 1:5000 sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Bandung No. 10 Tahun 2015 Pasal 81 Ayat (2) e. Hasil analisis menunjukkan adanya kesesuaian tinggi pada Kecamatan Coblong seluas 90,2 Ha (12,7%) dan pada Kecamatan Bandung Wetan seluas 119,6 Ha (34,1%).
Co-Authors ., Nurwatik Abdul Rozak Abdul Rozak Achmad Thirmidzi Adittiyo Darmawan Adittiyo Darmawan, Adittiyo Agneszia Anggi Ashazy Agus Wibowo Agus Wibowo Ahmad Solihuddin Al Ayyubi Akhmad Barizil Hak Ali, Hanif Alif Fariq'an Setiawan Anggoro Wahyu Widodo Anindya N Rafitricia Antasari, Intan Yulia Arinda Kusuma Wardani Asfi Dian Ahmadi Ashazy , Agneszia Anggi Aulia Hafizh S Avicenna, Mohammad Ayuli Serlia A’yun, Qurrata Bambang Sapto Pratomosunu Bangun Muljo Sukojo Bangun Muljo Sukojo, Bangun Muljo Bisma Satria Nugraha Budisusanto, Yanto Chali Matussa Diyah Chali Matussa Diyah Chatarina Nurdjati S Cherie Bhekti Pribadi, Cherie Bhekti Danu Supradita Dean Ahmed Falahesa Dedy Trisasongko Desviachmad Caprilio Putra Wicaksana Sumartono Deviantari , Udiana Wahyu Dinimiar Fitrah Saraswati Diyah , Chali Matussa Diyah, Chali Matussa Duantari , Novita Dwi Budi Martono Elisya Febriana Fadhila, Amelia Fakhrusy Luthfan Mahfuzh Falahesa, Dean Ahmed Febriana, Elisya Febriana, Elisya FG., Ricko Andrew Filsa Bioresita, Filsa Firman Prasetyo G., Oktavianto Gatot Cakra Wiguna Hak, Akhmad Barizil Hana Tazkiyatunnisa Hanif Ali Hariyanto, Irena Hana Hepi Hapsari Handayani Hepi Hapsari Handayani, Hepi Hapsari Hidayat, Husnul Husnul Hidayat, Husnul I Nengah Surati Jaya Ike Agustuti Sriwiyanti Intan Yulia Antasari Jaelani , Lalu Muhamad Khomsin Khomsin Khomsin, Khomsin Komang Bayu Angga Sardana Krisna, Trismono Candra Kurniawan, Surya Mahendra , Yudo Miftahul Riski Mochamad Machfud Mochamad Machfud, Mochamad Mochammad Imron Awalludin Mohammad Avicenna Mohammad Rohmaneo Darminto Muhammad Fikri Anshari Muhammad Fikri Anshari, Muhammad Fikri Muhammad Firdaus Muhammad Hafizh Muzaky Muhammad Rohmaneo Darminto Mulyono, Yulita Eka Rana Munawar Kholil Munawar Kholil Noorlaila Hayati, Noorlaila Novita Duantari Nuri Rahmawati Nurul Hidayah Nurwatik , Nurwatik Nurwatik Nurwatik Oghy Octori Pratomo, Danar Guruh Prihadi, Sofan Qurrata A’yun Rahmawat, Nuri Rakhmat Budiman Ramadhan, Alfi Syahril Rifqi Ulinnuha S , Chatarina Nurdjati S, Aulia Hafizh Selfi Naufatunnisa Shylvimira Anandicha Setiawan Sofan Prihadi Sriwiyanti , Ike Agustuti Supradita, Danu Surya Kurniawan Syariz, Muhammad Aldila T. , Agnes Rusnalia Tazkiyatunnisa , Hana Teguh Hariyanto, Teguh Trismono Candra Krisna Udiana Wahyu Deviantari Udiana Wahyu Deviantari Udiana Wahyu Deviantari, Udiana Wahyu Ulinnuha, Rifqi Wahyu Tri Oktafiana Webie Ni Maja Dj Widodo, Anggoro Wahyu Widodo, Anggoro Wahyu Wirantiko, Mahardi Yanto Budisusanto, Yanto Yudi Wahyudi Yudi Wahyudi Yudo Mahendra Yugie Nanda Pranata Yuwono Yuwono , Yuwono Yuwono Yuwono Yuwono Yuwono