Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan yang Tinggal di Pesisir Pantai Orisinal, Orisinal; Yasni, Hilma; Rasima, Rasima; Usrina, Nora; Raisah, Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17224

Abstract

ABSTRACT Stunting is a growth failure that lasts for a long time when growing up with limited access to food and health services. Stunted children who come from families with clean water facilities have a 17% chance of achieving normal height when compared to stunted children who come from families who do not have clean water facilities. Stunting is a problem because it is associated with the risk of morbidity and death, brain development so that motor development is delayed. To determine the relationship between factors that influence the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months who live on the coast. The research method used was observational with a cross-sectional design. The population in this study were all toddlers who lived on the coast of the Susoh Community. The sample in the research was parents who had toddlers aged 24-59 months, with sample criteria in the research namely being willing to be respondents, toddlers aged 24-59 months, toddlers monitoring their body and development at the Posyandu, having a KIA book. The sampling technique was carried out using multistage sampling, namely cluster random sampling with a total sample in the study of 69 toddlers consisting of 4 villages in the Susoh Community Health Center area. The data collection method uses primary data and secondary data through interviews and observation. Data analysis in this research is univariate, bivariate and multivariate. The statistical test used is logistic regression with a confidence level of 95% which is analyzed with STATA software. There is no relationship between the factors clean water sources, access to clean water, clean water quality, latrines, employment, and income with the incidence of stunting in children under five (p>0.05). There is a relationship between sanitation factors, waste management, education level and the incidence of stunting in toddlers (p<0.05). There is no relationship between clean water sources, access to clean water, clean water quality, latrines, employment and income and the incidence of stunting in children under five. There is a relationship between sanitation factors, waste management, education level and the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months who live on the coast in the Susoh Community Health Center Working Area. Keywords: Stunting, Toddlers, Coastal Areas, Socio-Economics, Water Resources, Sanitation   ABSTRAK Stunting merupakan kegagalan pertumbuhan yang berlangsung dalam jangka waktu lama ketika tumbuh dengan keterbatasan akses terhadap makanan dan pelayanan kesehatan. Balita stunting berawal dari keluarga dengan fasilitas air bersih memiliki kesempatan sebesar 17% untuk mencapai tinggi badan normal bila dibandingkan dengan anak stunting yang berasal dari keluarga yang tidak memiliki fasilitas air bersih. Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan risiko kesakitan dan kematian, perkembangan otak sehingga perkembanagan motorik terlabat. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan yang tinggal di pesisir pantai. Metode penelitian yang digunakan observasional dengan rancangan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah seluruh balita yang tinggal di pesisir pantai. Sampel dalam penelitian orang tua yang mempunyai balita usia 24-59 bulan, dengan kriteria sampel dalam penelitian yaitu bersedia menjadi responden, balita berusia 24-59 bulan, balita melakukan pemantau tubuh kembang di Posyandu, memiliki buku KIA. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara multistage sampling yaitu cluster random sampling dengan jumlah sampel dalam penelitian 69 balita yang terdiri dari 4 desa yang ada diwilayah Puskesmas Susoh. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder melalui wawancara dan observasi. Analisa data dalam penelitian ini berupa univariat, bivariat, dan multivariat. Uji statistic yang digunakan yaitu regresi logistik dengan tingkat kepercayaan 95% yang di analisa dengan Software STATA. Tidak ada hubungan antara faktor sumber air bersih, akses air bersih, kualitas air bersih, jamban, pekerjaan, dan penghasilan dengan kejadian stunting pada balita (p>0.05). Ada hubungan antara faktor sanitasi, pengelolaan limbah, tingkat pendidikan dengan kejadian stunting pada balita (p<0.05). Tidak ada hubungan antara faktor sumber air bersih, akses air bersih, kualitas air bersih, jamban, pekerjaan, dan penghasilan dengan kejadian stunting pada balita. Ada hubungan antara faktor sanitasi, pengelolaan limbah, tingkat pendidikan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan yang tinggal di pesisir pantai di Wilayah Kerja Puskemas Susoh Kata Kunci: Stunting, Balita, Pesisir Pantai, Sosial Ekonomi, Sumber Air, Sanitasi
Faktor Kepadatan Penduduk dan Pengetahuan terhadap Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Ladang Tuha Aceh Selatan Usrina, Nora; Yasni, Hilma; Usman, Said; Zakaria, Radhiah; Julissasman, Julissasman; Raisah, Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i4.17062

Abstract

ABSTRACT According to the World Health Organization, Tuberculosis is the second most deadly disease in the world in 2021 after Covid-19, and is ranked 13th (thirteenth) as the main cause of death worldwide. Indonesia is ranked third in the world with the highest number of TB cases after India and China. South Aceh Regency is the area with the highest TB cases in Aceh Province. Data from the health service, South Aceh Regency shows an increase in the number of pulmonary TB cases every year. In 2019, there were 260 cases of pulmonary TB, and in 2020, there were 387 cases of pulmonary TB. To determine the factors of knowledge and population density on pulmonary tuberculosis in the working area of Ladang Tuha Community Health Center, South Aceh Regency. This research design is in the form of analytical observational with a case control approach. The population in this study was all pulmonary TB sufferers (BTA+), totaling 52 people. Sampling in this study was a total population of 52 case samples and a control sample of 52 (1:1) and matching was carried out based on age and gender. Data was collected using a questionnaire and analyzed using the Chi-Square test. This research was conducted in the Ladang Tuha Community Health Center Work Area, South Aceh Regency from 20 May to 06 June 2024 using a questionnaire. Around 43 TB sufferers (82.7%) at most had insufficient knowledge, and 20 TB sufferers (38.5%) did not meet the population density requirements. The results of the chi-square test showed that there was a relationship between the knowledge factor (p = 0.001) and the population density factor (p = 0.001) with the incidence of pulmonary TB. There is a relationship between population density and knowledge factors with the incidence of pulmonary TB in the Ladang Tuha Community Health Center Work Area, South Aceh Regency.  Keywords: Knowledge, Population Density, Pulmonary Tuberculosis, Case Control    ABSTRAK Tuberculosis menurut World Heallth Orgalnizaltion sebagai penyakit mematikan nomor dua di dunia pada tahun 2021 setelah Covid-19, dan menjadi urutan ke 13 (tiga belas) sebagai faktor penyebab utama kematian di seluruh dunia. Indonesia menduduki peringkat ke tiga di dunia dengan beban jumlah kasus TBC terbanyak setelah India, dan China. Kabupaten Aceh Selatan adalah wilayah dengan kasus TBC paling tinggi di Provinsi Aceh. Data dari dinas kesehatan, Kabupaten Aceh Selatan menunjukkan peningkatan jumlah kasus TBC paru setiap tahunnya. Pada tahun 2019, terdapat 260 kasus TBC paru, dan pada tahun 2020, terdapat 387 kasus TBC paru. Mengetahui faktor pengetahuan dan kepadatan penduduk terhadap Tuberkolosis paru di Wilayah Kerja Puskemas Ladang Tuha Kabupaten Aceh Selatan. Desain penelitian ini dalam bentuk observasional analitik dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB Paru (BTA+) berjumlah 52 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sebagai sampel kasus total populasi sebanyak 52 dan sampel kontrol sebanyak 52 (1:1) dan dilakukan matchingberdasarkan umur dan jenis kelamin. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskemas Ladang Tuha Kabupaten Aceh Selatan dari tanggal 20 Mei s.d 06 Juni 2024 dengan menggunakan kuesioner. Sekitar 43 penderita TB (82,7%) paling banyak mempunyai pengetahuan kurang, dan 20 penderita TB (38,5%) tidak memenuhi syarat kepadatan penduduk. Hasil uji chi-square diperoleh bahwa ada hubungan antara faktor pengetahuan (p = 0,001) dan faktor kepadatan penduduk (p = 0,001) dengan kejadian TB paru. Ada hubungan antara faktor kepadatan penduduk dan pengetahuan dengan kejadian TB paru di Wilayah Kerja Puskemas Ladang Tuha Kabupaten Aceh Selatan. Kata Kunci: Pengetahuan, Kepadatan Penduduk, Tuberkulosis Paru, Case Kontrol
Pengetahuan Tentang Gaya Hidup dengan Status Hipertensi Lansia (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Lageun Aceh Jaya) Raisah, Putri; Zahara, Hafni; Sarida, Sarida
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.248 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i6.10561

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the most common health problems in the world which is indicated if a person has a systolic blood pressure of ≥140 mmHg and/or a diastolic blood pressure of ≥90 mmHg, on repeated examinations. One of the factors that influence the incidence of hypertension is lifestyle. Lifestyle is the most important factor that greatly influences people's lives, and an unhealthy lifestyle can cause hypertension. The purpose of this research is to find out knowledge about lifestyle with elderly hypertension status. This study uses a type of quantitative research with a cross sectional approach. The population is 172 people with a total sample of 63 people. The sampling technique was purposive sampling. The data were analyzed and tested using the chi-square test with a p value ≥ 0.05. showed that 18 respondents (28.6%) had good knowledge and 45 respondents (71.4%) had poor knowledge. There is no relationship between knowledge about lifestyle and elderly hypertension status (a case study in the Work Area of the Lageun Health Center, Setia Bakti District, Aceh Jaya Regency). Keywords: Knowledge, Hypertension, Lifestyle, Elderly.  ABSTRAK Penyakit hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di dunia dengan ditandai jika seseorang memiliki tekanan darah sistolik sebesar ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik sebesar ≥90 mmHg, pada pemeriksaan berulang. Salah satu faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi yaitu gaya hidup. Gaya hidup merupakan faktor terpenting yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat, dan gaya hidup yang tidak sehat, dapat meyebabkan terjadinya penyakit hipertensi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengetahuan tentang gaya hidup dengan status hipertensi lansia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebesar 172 orang dengan jumlah sampel 63 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, data dianalisis dan diuji dengan menggunakan uji chi-square dengan nilai p ≥ 0.05. menunjukkan responden yang berpengetahuan baik sebanyak 18 (28,6%) dan responden yang berpengetahuan kurang baik sebanyak 45 (71,4%). Tidak ada hubungan pengetahuan tentang gaya hidup dengan status hipertensi lansia (studi kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Lageun Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya).Kata Kunci: Pengetahuan; Hipertensi; Gaya Hidup; Lansia.
Karakteristik Penderita Hipertensi Lansia di Posyandu Lansia Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Sarida, Sarida; Raisah, Putri; Zahara, Hafni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i12.11909

Abstract

ABSTRACT Hypertension is one of the most common health problems in the world which is indicated if a person has a systolic blood pressure of ≥140 mmHg and/or a diastolic blood pressure of ≥90 mmHg, on repeated examinations. One of the factors that influence the incidence of hypertension is exercise, stress and diet. The purpose of this study is to determine the relationship between exercise, stress and diet with the incidence of hypertension in the elderly. This study uses a type of quantitative research with a cross sectional approach. The population is 299 people with a total sample of 75 people. The sampling technique was purposive sampling. The data were analyzed and tested using the chi-square test with a p value ≥ 0.05. Shows that respondents who have poor sports status are 48 people (64.0%) with a p value of 0.002 which means there is a relationship between exercise and the incidence of hypertension in the elderly. The status of mild stress is 43 people (57.3%) with a p value of 0.024 which means there is a relationship between stress and the incidence of hypertension in the elderly. The status of eating patterns is not good, namely 49 people (65.3%) with a p value of 0.039 which means there is a relationship between diet and the incidence of hypertension in the elderly. There is a relationship between exercise, stress and diet and the incidence of hypertension in the elderly at the Posyandu for the elderly, Krueng Barona Jaya District, Aceh Besar Regency. Keywords: Hypertension, Sport, Stress, Dietary Habit, Elderly.  ABSTRAK Penyakit hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di dunia dengan ditandai jika seseorang memiliki tekanan darah sistolik sebesar ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik sebesar ≥90 mmHg, pada pemeriksaan berulang. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi yaitu olahraga, stres dan pola makan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan olahraga, stres dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebesar 299 orang dengan jumlah sampel 75 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, data dianalisis dan diuji dengan menggunakan uji chi-square dengan nilai p ≥ 0.05. Menunjukkan bahwa responden yang memiliki status olahraga kurang baik yaitu 48 orang (64,0%) dengan nilai p value 0,002 yang berarti ada hubungan antara olahraga dengan kejadian hipertensi pada lansia. Status stres ringan yaitu 43 orang (57,3%) dengan nilai p value 0,024 yang berarti ada hubungan antara stres dengan kejadian hipertensi pada lansia. Status pola makan kurang baik yaitu 49 orang (65,3%) dengan nilai p value 0,039 yang berarti ada hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia. Adanya hubungan antara olahraga, stres dan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu lansia Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Kata Kunci: Hipertensi, Olahraga, Stres, Pola Makan, Lansia.
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap Pencegahan Penyakit Demam Berdarah di Desa Gla Dayah Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Raisah, Putri; Rahmayanti, Yuni; Zahara, Hafni; Nurmila, Nurmila
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.164 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10251

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan satu dari sekian banyak penyakit infeksi yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang banyak ditemui di daerah yang beriklim tropis dan subtropis di seluruh dunia. Penyakit ini dapat terjadi sepanjang tahun dan menyerang setiap individu tanpa memandang umur. penyakit ini muncul berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat. Untuk mengetahui pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pencegahan penyakit demam berdarah dengue DBD di Desa Gla Dayah Kecamatan Krueng Baronna Jaya Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Populasi adalah semua masyarakat di Desa Gla Dayah Kecamatan Krueng Barona Jaya sebanyak 690 orang. Sampel penelitian yaitu 74 orang. Teknik pengambilan sampel dengan cara random sampling, data dianalisis dan diuji dengan menggunakan uji chi-square dengan nilai p ≤ 0.05. Menunjukkan responden yang berpengetahuan baik sebanyak 51 (68,9%) dan responden yang berpengetahuan kurang baik sebanyak 23 (31,1%). Kemudian responden yang memiliki sikap baik sebanyak 52 (70,3%) dan responden yang memiliki sikap kurang baik sebanyak 22 (29,7%). Ada hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pencegahan penyakit DBD di Desa Gla Dayah Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue DBD
Penyuluhan Tentang Pentingnya Asi Eksklusif pada Bayi Usia 0 – 6 Bulan terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu di Desa Manyang Cut Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidie Jaya Lensoni, Lensoni; Raisah, Putri; Diffa, Farah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.329 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i5.10351

Abstract

ABSTRACT In Indonesia from research data Basic Health conducted in 2018 showed that the rate of exclusive breastfeeding only reached 37%. The purpose of this research is to increase mother's knowledge regarding exclusive breastfeeding by conducting counseling. This study used a pre-experimental design with the type of one group pretest posttest design. The population in this study were mothers who attended the posyandu with a total of 38 people. The instrument used is a questionnaire. The results showed that there was a relationship between the level of knowledge of mother and the counseling given, namely p <0.05. From these results it can be concluded that there were positive results from the counseling process carried out. With increased maternal knowledge, it is hoped that the nation's generation will become healthy and intelligent and can reduce child and maternal mortality rates in Indonesia, especially the Aceh region. Keywords: Mother's Knowledge, Exclusive Breastfeeding, Socialization  ABSTRAK Di Indonesia dari data Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan pada tahun 2018 menunjukkan bahwa tingkat pemberian ASI eksklusif  hanya  mencapai  37%. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait ASI Eksklusif dengan melakukan penyuluhan. Penelitian ini menggunakan desain pra expriemental jenis one group pretestposttest design. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang hadir di posyandu dengan jumlah 38 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan penyuluhan yang diberikan yakni p<0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hasil positif dari proses penyuluhan yang dilakukan. Dengan meningkatnya pengetahuan ibu maka diharapkan generasi bangsa akan menjadi sehat dan cerdas serta dapat mengurangi angka kematian anak maupun ibu di Indonesia khususnya wilayah Aceh. Kata Kunci: Pengetahuan Ibu, ASI Eksklusif, Penyuluhan
Hubungan Faktor Maternal dengan Status Gizi Anak Usia 6-23 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Usrina, Nora; Norisa, Nanda; Zahara, Evi; Raisah, Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.12133

Abstract

ABSTRACT Cases of malnutrition are currently still a serious problem in Indonesia, where they often occur in children under five years of age. If malnutrition is not addressed, it will have negative impacts on children under five. The impacts that occur include death and chronic infections. The nutritional status of children under five is influenced by socio-economic conditions, including maternal education, maternal occupation, number of children, knowledge and overall economic conditions of parents. To determine the relationship between maternal factors and the nutritional status of children aged 6-23 months in the working area of the Want Jaya Community Health Center, Aceh Besar Regency. This research uses a quantitative type of research with a cross sectional approach. The subjects in this research were mothers who had toddlers aged 6-23 months who were in the working area of the Want Jaya Community Health Center, Aceh Besar Regency. This research will be carried out for 6 months starting in April - September 2023. The research location will be carried out in the working area of the Want Jaya Community Health Center, Aceh Besar Regency. The instrument used in this research was a questionnaire, each variable containing 15 - 25 statement items. Data were analyzed using the chi-square test with a p value ≥ 0.05. There is a significant relationship between the mother's education level and the nutritional status of children aged 6-23 months (p<0.05). There is no significant relationship between monthly family income, mother's employment, mother's knowledge of parenting styles, and number of children in the family with the nutritional status of children aged 6-23 months (p>0.05). There is a relationship between maternal education level and the nutritional status of children aged 6-23 months. There is no relationship between monthly family income, mother's employment, mother's knowledge of parenting styles, and number of children in the family with the nutritional status of children aged 6-23 months. Keywords: Maternal Factors, Malnutrition, Toddlers  ABSTRAK Kasus gizi buruk saat ini masih menjadi permasalahan serius di Indonesia dimana seringkali terjadi pada kelompok anak usia di bawah lima tahun. Kejadian gizi buruk apabila tidak diatasi akan menyebabkan dampak yang buruk bagi balita. Dampak yang terjadi antara lain kematian dan infeksi kronis. Status gizi anak balita salah satunya dipengaruhi oleh faktor kondisi sosial ekonomi, antara lain pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah anak, pengetahuan serta kondisi ekonomi orang tua secara keseluruhan. Untuk mengetahui hubungan faktor maternal dengan status gizi anak usia 6-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai balita berusia 6-23 bulan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 6 bulan dimulai pada bulan April - September 2023. Lokasi penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah satu buah kuisioner, masing-masing variabel berisi 15 – 25 item pernyataan. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan nilai p ≥ 0.05. Ada hubungan secara signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan status gizi anak usia 6-23 bulan (p<0.05). Tidak ada hubungan secara signifikan antara pendapatan keluarga per bulan, pekerjaan ibu, pengetahuan pola asuh ibu, dan jumlah anak dalam keluarga dengan status gizi anak usia 6-23 bulan (p>0.05). Ada hubungan tingkat pendidikan ibu dengan status gizi anak usia 6-23 bulan. Tidak ada hubungan antara pendapatan keluarga per bulan, pekerjaan ibu, pengetahuan pola asuh ibu, dan jumlah anak dalam keluarga dengan status gizi anak usia 6-23 bulan. Kata Kunci: Faktor Maternal, Gizi Buruk, Balita
Analisis Faktor Keaktifan Kader Posyandu di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Simpang Kiri Subulussalam Nelizar, Nelizar; Raisah, Putri; Putri, Rosalia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.12778

Abstract

ABSTRACT Posyandu activities consist of main activities and development/elective activities. Posyandu is the government's effort to make it easier for the Indonesian people to obtain maternal and child health services. Health services in Posyandu are very dependent on HR (Human Resources) in the organization, especially Posyandu cadres. To find out the analysis of cadre activity in the UPTD work area, Simpang Kiri Health Center, Subulussalam Regency in 2023. Quantitative research with analytical descriptive design or cross-sectional approach. The population in this study is all Posyandu cadres in the UPTD Simpang Kiri Health Center work area as many as 52 people. Sampling using probability techniques is a saturated sample or often called total population. The data analysis carried out is chi-square analysis. The results of the univariate analysis showed that 55.8% of cadres were less active (55.8%), cadres had good knowledge (69.2%), cadres had high motivation (55.8%), cadre family support (67.3%), cadres were good at communicating health workers (63.5%), and 50% support community leaders supported. The results of the bivariate analysis static test can be concluded that there is a relationship between knowledge (p-value = 0.007), motivation (p-value = 0.009), health worker communication (p-value = 0.004), community leader support (p-value = 0.005), and there is no relationship between family support (p-value = 0.229) and the activeness of Posyandu cadres. There is a relationship between knowledge, work, motivation, family support, communication with health workers, support from community leaders and the activity of posyandu cadres in the UPTD Simpang Kiri Health Center work area of Subulussalam Regency in 2023. Keywords: Knowledge, Motivation, Family Support, Cadre Activity.  ABSTRAK Kegiatan Posyandu terdiri dari kegiatan utama dan kegiatan pengembangan/pilihan. Posyandu merupakan upaya pemerintah untuk memudahkan masyarakat indonesia dalam memperoleh pelayanan kesehatan ibu dan anak. Pelayanan kesehatan di Posyandu sangat tergantung pada SDM (Sumber Daya Manusia) dalam organisasi terutama kader Posyandu. Untuk mengetahui analisis keaktifan kader di  wilayah kerja UPTD Puskesmas Simpang Kiri Kabupaten Subulussalam Tahun 2023. Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik atau pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh kader Posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Simpang Kiri Kabupaten Subulussalam sebanyak 52 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik probability yaitu sampel jenuh atau sering disebut total population. Analisa data yang dilakukan adalah analisa chi-square. Hasil penelitian analisis univariat menunjukkan bahwa 55,8% kader kurang aktif (55,8%), pengetahuan kader baik (69,2%), kader memiliki motivasi tinggi (55,8%), dukungan keluarga kader mendukung (67,3%), kader baik dalam berkomunikasi tenaga kesehatan (63,5%), dan 50% dukungan tokoh masyarakat mendukung. Hasil uji statiktik analisis bivariat dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan (p-value=0,007), motivasi (p-value=0,009), komunikasi tenaga kesehatan (p-value=0,004), dukungan tokoh masyarakat (p-value=0,005), dan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga (p-value=0,229) dengan keaktifan kader Posyandu. Terdapat hubungan antara pengetahuan, pekerjaan, motivasi,  dukungan keluarga, komunikasi dengan tenaga kesehatan, dukungan tokoh masyarakat dengan keaktifan kader posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Simpang Kiri Kabupaten Subulussalam tahun 2023. Kata Kunci: Pengetahuan, Motivasi, Dukungan Keluarga,  Keaktifan Kader.
Analisis Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap pada Rumah Sakit Kabupaten X Destya, Viera; Raisah, Putri; Hidayatullah, Mhd
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i12.12431

Abstract

ABSTRACT National Health Service Quality Indicators called Quality Indicators are benchmarks used to assess the level of achievement of health service quality targets in independent practice of doctors and dentists, clinics, community health centers, hospitals, health laboratories, and blood transfusion units. Quality of Health Services is the level of health services for individuals and communities that can improve optimal health outcomes, provided in accordance with service standards, and the latest scientific developments, as well as to fulfill the rights and obligations of patients. To analyze the quality of health services on inpatient satisfaction at the Regional General Hospital x. This type of research was conducted using the Descriptive Analytical Method with a cross-sectional approach. The research location is in the working area of Regional Hospital x. The research was carried out on 12-28 June 2023. The population in this study included all patients hospitalized at Regional Hospital x. The number of samples that will be studied is 80 people. The results showed that the variables reliability, responsiveness, assurance, empathy and tangibles had a positive and significant effect on patient satisfaction p-value<0.05. Based on the results of research on 80 respondents regarding the analysis of service quality on patient satisfaction in inpatient rooms at Hospital x, it can be concluded that all variables are related to inpatient satisfaction at Hospital x. The dominant factor is most related to satisfaction. Reliability is the most dominant quality dimension in relation to Patient Satisfaction (OR 52.14). Keywords: Quality Of Service, Health Facilities, Patient Satisfaction, Hospitalization, Service Standards.  ABSTRAK Indikator Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan yang disebut Indikator Mutu adalah tolok ukur yang digunakan untuk menilai tingkat capaian target mutu pelayanan kesehatan di praktik mandiri dokter dan dokter gigi, klinik, pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit, laboratorium kesehatan, dan unit transfusi darah. Mutu Pelayanan Kesehatan adalah tingkat layanan kesehatan untuk individu dan masyarakat yang dapat meningkatkan luaran kesehatan yang optimal, diberikan sesuai dengan standar pelayanan, dan perkembangan ilmu pengetahuan terkini, serta untuk memenuhi hak dan kewajiban pasien. Menganalisis mutu pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien rawat inap pada Rumah Sakit Kabupaten x. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan dengan Metode Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross-sectional. Lokasi penelitian di wilayah kerja Rumah Sakit Kabupaten x. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 12-28 juni 2023. Populasi pada penelitian ini adalah mencakup seluruh pasien yang di rawat inap di Rumah Sakit Kabupaten x. Jumlah sampel yang akan di teliti sebanyak 80 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik berpengaruh positif dan  signifikan terhadap kepuasan pasien p-value< 0,05. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 80 responden  mengenai analisis mutu pelayanan  terhadap kepuasan pasien di ruang rawat inap pada Rumah Sakit Kabupaten x,  dapat disimpulkan bahwa semua variabel berhubungan dengan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Kabupaten x. Faktor dominan yang paling berhubungan dengan kepuasan pasien adalah Kehandalan merupakan dimensi mutu yang paling dominan dalam hubungan dengan Kepuasan Pasien (OR 52,14). Kata Kunci:  Mutu Pelayanan, Fasilitas Kesehatan, Kepuasaan Pasien, Rawat Inap, Standar Pelayanan.
Peningkatan Kemampuan Membaca, Menulis dan Berhitung (Calistung) Pada Anak Pekerja Migran Malaysia Fuadi, Tuti Marjan; Raisah, Putri; Rahmi, Maulida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12465

Abstract

ABSTRAK Jumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) Indonesia terus mengalami peningkatan seiiring dengan sehatnya kondisi perekonomian Malaysia. Beberapa alasan warga Indonesia memilih migrasi ke Malaysia untuk bekerja adalah (1) kurangnya peluang pekerjaan di daerah asal; (2) ingin memperoleh pendapatan yang lebih tinggi di Malaysia; (3) berkeinginan untuk memiliki aset dan investasi jangka panjang; (4) ajakan oleh keluarga dan orang-orang yang dikenal telah sukses di Malaysia. Semua alasan tersebut telah menguatkan tekat para PMI untuk migrasi ke Malaysia, meskipun harus membawa anak-anak untuk menetap di Malaysia padahal mereka tidak mendapatkan izin tinggal secara legal. Dampak bagi anak-anak yang tidak memiliki izin tinggal adalah akses pendidikan menjadi salah satu kendala. Banyak anak-anak PMI yang tidak dapat bersekolah di lembaga pendidikan formal, harus memilih lembaga pendidikan non formal untuk memperoleh akses pendidikan. Salah lembaga pendidikan non formal yang membantu proses pendidikan anak-anak PMI di Malaysia, khususnya di Kuala Lumpur adalah Sanggar Belajar Al-Amin Segambut. Pengabdian ini bertujuan antara lain; (1) memberi gambaran lokasi dan keadaan sanggar belajar Al- Amin Segambut. (2) Kondisi belajar anak-anak PMI pada sanggar belajar Al- Amin Segambut dan (3) Masalah yang dihadapi oleh anak-anak PMI di sanggar Al-Amin Segambut agar mampu membaca, menulis dan berhitung (CALISTUNG) dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Adapun lokasi Sanggar Belajar Al-Amin Segambut Jalan 1/38A, Segambut Bahagia, Segambut, 51200, Kuala Lumpur, letak sanggar ini berada di lantai 3 sebuah kawasan pertokoan. Kondisi sanggar belajar Al- Amin Segambut tidak seperti lembaga pendidikan pada umumnya. Sanggar Belajar Al- Amin Segambut belum memiliki fasilitas layaknya sebuah lembaga pendidikan, seperti belum memiliki meja, kursi, buku paket serta baju seragam. Masalah lainnya juga masih banyak dihadapi oleh sanggar belajar ini antara lain; belum adanya tenaga pengajar yang tetap, buku kurikulum serta jadwal belajar masih belum tersusun dengan tertib layaknya sebuah lembaga pendidikan. Sehingga pembagian anak-anak sesuai usia belajarnya belum dapat dilakukan karena tidak adanya tenaga pengajar yang tetap dan ditambah lagi ruang belajar yang belum memadai. Kata Kunci: Membaca, Menulis, Berhitung, Siswa, Migran  ABSTRACT The number of Indonesian Migrant Workers (PMI) continues to increase in line with the healthy economic condition of Malaysia. Some of the reasons Indonesians choose to migrate to Malaysia for work are (1) lack of job opportunities in their home regions; (2) wish to earn a higher income in Malaysia; (3) desire to own long-term assets and investments; (4) solicitations by family and people known to have been successful in Malaysia. All these reasons have strengthened the determination of migrant workers to migrate to Malaysia, even though they have to bring children to settle in Malaysia even though they do not get legal residence permits. The impact for children who do not have a residence permit is that access to education is one of the obstacles. Many Indonesian migrant workers who cannot attend formal education institutions must choose non-formal educational institutions to gain access to education. One of the non-formal educational institutions that helps the education process of Indonesian migrant workers in Malaysia, especially in Kuala Lumpur is Sanggar Belajar Al-Amin Segambut. This devotion aims to, among others; (1) describe the location and condition of the Al-Amin Segambut learning center. (2) Learning conditions of PMI children in Al-Amin Segambut learning studio and (3) Problems faced by PMI children in Al-Amin Segambut studio to be able to read, write and count (CALISTUNG) well. The research method used is descriptive qualitative. As for the location of Sanggar Belajar Al-Amin Segambut Jalan 1/38A, Segambut Bahagia, Segambut, 51200, Kuala Lumpur, the location of this studio is on the 3rd floor of a shopping area. The condition of Al-Amin Segambut learning center is not like educational institutions in general. Sanggar Belajar Al-Amin Segambut does not yet have facilities like an educational institution, such as not having tables, chairs, package books and uniforms. Other problems are also still faced by this learning studio, including; There is no permanent teaching staff, curriculum books and learning schedules are still not arranged in an orderly manner like an educational institution. So that the distribution of children according to their learning age cannot be done because there is no permanent teaching staff and added to the inadequate learning space. Keywords: Reading, Writing, Numeracy, Students, Migrants