Claim Missing Document
Check
Articles

Psikologi Kegelapan: Membedah Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Rumah Tanpa Cahaya Kurniawati, Heni; Handayani, Wuri; Faridah, Siti; Yayang Pamungkas, Onok
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA: Forthcoming Issue (In
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v9i2.2177

Abstract

This study examines the psychology of the main character in the novel Rumah Tanpa Cahaya by Regita-Lenn Liu. The research aims to identify the psychological conflict experienced by the main character, Natta, through Sigmund Freud's personality theory (id, ego, superego) that illustrates the mental turmoil caused by family dynamics. The methodology used is hermeneutic qualitative analysis, focusing on symbolic and textual interpretation. The results of the analysis show that Natta experiences internal conflict between desire (id), reality (ego), and moral values (superego), especially in her relationship with her younger brother, Alie, who is ostracised by his family. This conflict shapes Natta's decisions, showing that the id has an important role in the positive actions she takes, despite going against her social environment. This study reveals that psychological elements in novels can provide an in-depth understanding of the complexity of characters and their impact on the storyline. The implication is that psychological analysis of literature helps readers understand personality dynamics in fictional narratives and their relevance to real-life conflicts.
Psikologi Kegelapan: Membedah Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Rumah Tanpa Cahaya: Psychology of Darkness: Dissecting the Inner Conflict of the Main Character in the Novel House Without Light Kurniawati, Heni; Handayani, Wuri; Faridah, Siti; Yayang Pamungkas, Onok
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA: Forthcoming Issue (In
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v9i2.2177

Abstract

This study examines the psychology of the main character in the novel Rumah Tanpa Cahaya by Regita-Lenn Liu. The research aims to identify the psychological conflict experienced by the main character, Natta, through Sigmund Freud's personality theory (id, ego, superego) that illustrates the mental turmoil caused by family dynamics. The methodology used is hermeneutic qualitative analysis, focusing on symbolic and textual interpretation. The results of the analysis show that Natta experiences internal conflict between desire (id), reality (ego), and moral values (superego), especially in her relationship with her younger brother, Alie, who is ostracised by his family. This conflict shapes Natta's decisions, showing that the id has an important role in the positive actions she takes, despite going against her social environment. This study reveals that psychological elements in novels can provide an in-depth understanding of the complexity of characters and their impact on the storyline. The implication is that psychological analysis of literature helps readers understand personality dynamics in fictional narratives and their relevance to real-life conflicts.
Penulisan Teks Eksplanasi Siswa SMK di Cilacap: Problematika dan Upaya Dewi Suci Lestari; Onok Yayang Pamungkas
JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan Dan Humaniora (JISPENDIORA)
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/jispendiora.v2i1.513

Abstract

Menulis teks eksplanasi merupakan materi inti dalam Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Namun, banyak siswa masih memiliki kendala dalam penulisannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengeksplorasi problematika yang terjadi dalam kegiatan menulis teks ekplanasi siswa kelas XI SMK BO di Cilacap, serta upaya apakah yang tepat untuk mengatasi problematika tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas XI Otomotif 3 SMK BO 2 Gandrungmangu Cilacap mengalami kesulitan dalam menulis teks eksplanasi terutama dalam aspek kebahasaan. Faktor internal peserta didik yang tidak dapat memahami pembelajaran dengan baik menjadi latar belakang dari problematika kesulitan penulisan teks eksplanasi. Faktor eksternal yang ditemukan adalah tentang optimalisasi proses pembelajaran. Upaya yang dilakukan oleh siswa untuk mengatasi masalah ini adalah mereka harus mencermati guru secara baik. Untuk hal ini, diperlukan media, metode, strategi, teknik, dan pendekatan yang lebih optimal untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan agar dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menulis teks eksplanasi. Implikasi dari penelitian ini adalah proses dan sistem pembelajaran yang baik dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi kemampuan siswa dalam menulis teks eksplanasi.
REALISME MAGIS DALAM NOVEL KEMAH TERLARANG : INTERKONEKSI FAKTA DAN FIKSI Sukma, Firmansyah Jaya; Pamungkas, Onok Yayang
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i2.6492

Abstract

This study examines magical realism in Wakhid Nurrokhim's novel Kemah Terlarang, focusing on the interconnection between fact and fiction, as well as the influence of local culture and Islamic views on the representation of supernatural phenomena. The purpose of this study is to reveal how magical narratives are constructed realistically and how they reflect the belief systems that exist within society. The method used is qualitative with descriptive analysis techniques. Primary data was obtained from the text of the novel, while secondary data came from theory, cultural studies, and Islamic literature. The results of the study show that magical elements in the novel are treated as part of the daily lives of the characters. The concept of wandering spirits that appears in the story refers to local myths, but contradicts Islamic teachings, which interpret such events as the deception of jinn. This research is beneficial for expanding the study of magical realism in contemporary Indonesian literature, particularly in relation to local culture and religious perspectives. In conclusion, this novel not only combines magical and realistic elements but also presents ideological tension between cultural traditions and religious beliefs, making it a literary work rich in social and spiritual meaning. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji realisme magis dalam novel Kemah Terlarang karya Wakhid Nurrokhim dengan fokus pada interkoneksi antara fakta dan fiksi, serta pengaruh budaya lokal dan pandangan Islam terhadap representasi fenomena gaib. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap bagaimana narasi magis dibangun secara realistis dan bagaimana hal tersebut mencerminkan sistem kepercayaan yang hidup dalam masyarakat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Data primer diperoleh dari isi teks novel, sedangkan data sekunder berasal dari teori, kultur budaya dan literatur keislaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur magis dalam novel diperlakukan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari tokoh-tokohnya. Konsep ruh gentayangan yang muncul dalam cerita mengacu pada mitos lokal, namun bertentangan dengan ajaran Islam yang memaknai peristiwa tersebut sebagai tipu daya jin. Penelitian ini bermanfaat untuk memperluas kajian realisme magis dalam sastra Indonesia kontemporer, terutama yang berkaitan dengan budaya lokal dan perspektif keagamaan. Kesimpulannya, novel ini tidak hanya menggabungkan unsur magis dan realistis, tetapi juga menghadirkan ketegangan ideologis antara tradisi budaya dan keyakinan religius, menjadikannya sebagai karya sastra yang kaya akan makna sosial dan spiritual.
Psikologi Kegelapan: Membedah Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Rumah Tanpa Cahaya: Psychology of Darkness: Dissecting the Inner Conflict of the Main Character in the Novel House Without Light Kurniawati, Heni; Handayani, Wuri; Faridah, Siti; Yayang Pamungkas, Onok
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 2 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v9i2.2177

Abstract

This study examines the psychology of the main character in the novel Rumah Tanpa Cahaya by Regita-Lenn Liu. The research aims to identify the psychological conflict experienced by the main character, Natta, through Sigmund Freud's personality theory (id, ego, superego) that illustrates the mental turmoil caused by family dynamics. The methodology used is hermeneutic qualitative analysis, focusing on symbolic and textual interpretation. The results of the analysis show that Natta experiences internal conflict between desire (id), reality (ego), and moral values (superego), especially in her relationship with her younger brother, Alie, who is ostracised by his family. This conflict shapes Natta's decisions, showing that the id has an important role in the positive actions she takes, despite going against her social environment. This study reveals that psychological elements in novels can provide an in-depth understanding of the complexity of characters and their impact on the storyline. The implication is that psychological analysis of literature helps readers understand personality dynamics in fictional narratives and their relevance to real-life conflicts.
PENERAPAN MODEL EXPERENTIAL LEARNING BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK KETERAMPILAN MENULIS PUISI PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII Prasanty, Arum Berliana; Yuwono, Singgih Wiku; Mayasuci, Tuti; Setyawati, Tri Puji; Nurlina, Laily; Pamungkas, Onok Yayang
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i2.4747

Abstract

Poetry writing skills are important elements that Indonesian students should learn. Therefore, it is necessary to implement a learning model that is expected to improve the results of learning objectives. The purpose of this best practice is to describe the interactive multimedia based Experential Learning model as an innovation in learning poetry writing for grade VIII Indonesian subjects at SMPN 1 Maos, SMPN 2 Karangpucung, and SMPN 1 Pejawaran. The research subjects were 128 students. The application of the interactive multimedia-based Experential Learning model was able to improve poetry writing skills as evidenced by the completion rate at SMPN 1 Maos reaching 90.60%, SMPN 2 Karangpucung class B reaching 84.38%, SMPN 2 Karangpucung class H reaching 90.63%, and SMPN 1 Pejawaran reaching 87.50%. This learning model was able to be used as an alternative to improve creative and innovative poetry writing skills in other language subjects. ABSTRAKKeterampilan menulis puisi adalah salah satu elemen penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang seharusnya dapat dikuasai oleh peserta didik. Maka diperlukan penerapan model pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan hasil tujuan pembelajaran. Tujuan best practice ini adalah mendeskripsikan model Experential Learning berbasis multimedia interaktif sebagai inovasi pembelajaran menulis puisi mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII di SMPN 1 Maos, SMPN 2 Karangpucung, dan SMPN 1 Pejawaran. Subjek penelitian sejumlah 128 peserta didik. Penerapan model Experiental Learning berbasis multimedia interaktif dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi, dibuktikan dengan tingkat ketuntasan di SMPN 1 Maos mencapai 90,60%, SMPN 2 Karangpucung kelas B mencapai 84,38%, SMPN 2 Karangpucung kelas H mencapai 90,63%, dan SMPN 1 Pejawaran mencapai 87,50%. Model pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai sebuah alternatif untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi yang kreatif dan inovatif pada mata pelajaran rumpun bahasa lain.
Konflik Tokoh dalam Novel Dinara Karya Vinnara : Studi Psikoanalisis Agustin, Irma Nelarizqy; Pamungkas, Onok Yayang
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai konflik internal dan eksternal yang dialami oleh para tokoh dalam novel Dinara karya Vinnara. Novel ini melukiskan peristiwa kehidupan manusia yang mengalami gagal dalam kisah percintaanya, sehingga menimbulkan konflik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualiatatif dengan teknik baca dan catat menggunakan pendekatan psikologi sastra. Data yang digunakan berupa dialog atau paragraf, sumber data yang digunakan berupa novel Dinara karya Vinnara dengan tebal halaman 372 terbitan oleh Penerbit Namina Books tahun 2022. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konflik yang terdapat dalam novel Dinara karya Vinnara yaitu konflik internal dan eksternal. Adapun konflik internal ialah konflik batin yang dialami para tokoh meliputi perasaan bimbang, perasaan sedih, perasaan takut, perasaan khawatir, perasaan benci. Konflik eksternal ialah konflik yang terjadi antara manusia dengan manusia atau dengan alam sekitar, pada penelitian ini konflik eksternal terjadi oleh tokoh Dinara dengan Diana, Arya dengan Diana, Arya dengan Danish.
Wujud Konflik Batin pada Tokoh Twindy dalam Novel Kudasai Karya Brian Khrisna Amalia, Intan Rizki; Pamungkas, Onok Yayang
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel Kudasai mempunyai arti aku mohon, tolong kembalilah. Tokoh utama dalam novel ini ada dua tokoh utama yaitu tokoh Chaka dan Twindy. Novel ini menceritakan tentang perjalanan suami istri yang menikah tidak didasarkan oleh cinta melainkan perjanjian antara tokoh Chaka dan ayah tokoh Twindy. Mereka harus bisa menjalani kehidupan selayaknya suami istri pada umumnya. Namun tidaklah mudah untuk Twindy menerima pernikahan ini. Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk wujud konflik batin pada tokoh Twindy dalam novel Kudasai karya Brian Khrisna. Dan untuk mengeksplorasi bentuk penyelesaian konflik pada tokoh Twindy dalam menghadapi konflik batin yang dialami. Data penelitian berupa novel Kudasai karya Brian Khrisna. Metode penelitian berupa penelitian kuantitatif. Teori penelitian berupa pendekatan psikologi sastra Sigmund Freud. Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik batin pada tokoh Twindy disebabkan oleh dorongan faktor internal berupa rasa tidak percaya dan dorongan faktor eksternal berupa pertengkaran. Penyelesaian konflik batin yang dilakukan tokoh Twindy berupa represi, rasionalisasi, pengalihan dan agresi. Implikasi dalam penelitian ini berupa sastra dapat mempresentasikan diskusi tentang narasi, fiksi dan psikologi.
Realisme Magis dalam Novel Reinkarnasi Karya Maman Suherman X Hayuning Sumbadra Khaerunisa, Fadhillah; Pamungkas, Onok Yayang
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai realisme magis menurut teori Wendy B. Faris dalam novel Reinkarnasi Karya Maman Suherman X Hayuning Sumbadra. Novel ini menceritakan tentang perempuan yang sudah lama meninggal dan semasa hidupnya bekerja sebagai pelacur yang terjebak di sindikat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik baca dan catat menggunakan pendekatan hermeneutika. Penelitian ini menggunakan data dialog atau paragraf, sumber data yang digunakan berupa novel Reinkarnasi karya Maman Suherman X Hayuning Sumbadra dengan tebal halaman 118 dengan beberapa cerita yang termasuk kedalam dunia fenomenal dan juga penggabungan alam. Dunia fenomenal (the phenomenal) merupakan karakteristik realisme magis Wendy B. Faris, karakteristik ini adalah bagian dari kenyataan agar jalan cerita tetap pada kenyataan. Penggabungan alam atau alam tercampur (merging realism) memburamkan antara fakta dan fiksi. Dirupsi waktu, ruang dan identitas (diruption of space, time and identity) bertujuan untuk mengembalikan bentuk magis dengan memusatkan perhatian pada hal-hal yang telah lalu.
Ecocriticism-Based Curriculum Development Strategies in Indonesia Universities: Evaluation and Recommendations Al Masjid, Akbar; Pamungkas, Onok Yayang
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 16 No. 2 (2024): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v16i2.5734

Abstract

The purpose of this study is to evaluate efforts to develop an ecocriticism-based curriculum in various universities in Indonesia and measure the effectiveness of these interventions in improving student understanding. The research method uses mixed methods. The study results show that lecturer training programs, curriculum changes, resource increases, and the use of technology contribute significantly to the improvement of understanding of literary ecocriticism. For this, universities with better curriculum quality and higher lecturer competence tend to produce better understanding among students. Universities with more faculty training programs and more intensive curriculum changes show a higher increase in understanding among students. In particular, leading universities investing in extensive faculty training programs and periodic curriculum revisions show more positive results than universities undertaking such interventions. Thus, this study shows that investment in lecturer training and increased access to literary resources are essential for successfully integrating ecocriticism into the literary curriculum.
Co-Authors Aan Andyanto Agustin, Irma Nelarizqy Ahmad Fauzan Akbar Al Masjid Akhmad Fauzan Al Kindi, Musyarof 'Ibad Amalia, Intan Rizki Amil, Ahmad Jami’ul Ana Khusnul Khotimah, Diah Anang Sudigdo, Anang Azzahra Sabrina Prameswari Baekuniah Bhayu Anggita Subarkah Cahyaningtyas, Mutiara Ayu Chandraningtyas, Anggita Tri Citra, Calysta Utama Die Desvalan, Khen Fredha Falalova Devinda Nuzrul Ramadanti Dewi Suci Lestari Dwi Puji Rahayu Eko Sri Israhayu Eko Sri Rahayu Eko Suroso Emilia, Mara Febiani, Laela Fita, Salsa Delia Gregorius, William Chandra Gustiana, Lina Hamzah Hamzah Hardianti, Fitriana Hasna, Sulis Fatihatul Hastangka Hastangka, Hastangka Heni Kurniawati Ibrahim Abdillah Ilawati Ilawati Ilawati, Ilawati Irma, Azizah Ismail, Nor Hasimah Isnaeni Praptanti Khaerunisa, Fadhillah Khasanah, Afita Dwi Kholifatun Muslifah, Firyati Kurniawati, Heni Kusuma, Santi Dwi Laily Nurlina M, Hannifia Dalia Azza Mara Emilia Mashudi Mashudi Mashudi Mayasuci, Tuti Mukti, Salsa Faradila Mulasih Tary Mulatsari, Annisa Harum Mutiatun, Siti Mutolib Nabilla, Jihan Ainas Narawi, Mohammad Syawal Pamungkas, Gilang Pangestika, Krisandra Permata, Zezyana Ledys Pradani, Nafa Adelia Satya Prameswari, Irma PRASANTY, ARUM BERLIANA Prikusuma, Athaya Ridha Prita Dellia Purnomo, Wesley Putri, Zahra Amanda Ratino Ratino Ratino Setyawati, Tri Puji Siti Faridah Siti Faridah Siti Fathonah Sukma, Firmansyah Jaya Sumarlam, Sumarlam Syahala Fizky Alrhychard umi istiqomah Vani Indra Pramudianto Wachid, Annisa Ramadhani Wibawono, Arif Rahman Deny WIBOWO, IQBALVA DEMAS Wuri Handayani Yuwono, Singgih Wiku Zulaikha, Silmi