Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Asesmen Kebutuhan Sebagai Evaluasi Madrasah dalam Perencanaan Mutu di MAN 2 Pulang Pisau Apriani, Tanti; Khairunnisa, Khairunnisa; Sulistiyana, Sulistiyana; Suhaimi, Suhaimi
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ze3x2t76

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan asesmen kebutuhan sebagai bentuk evaluasi madrasah, mengkaji integrasinya ke dalam perencanaan mutu, serta menjelaskan perannya dalam penetapan prioritas kelembagaan di MAN 2 Pulang Pisau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan telaah dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru, serta dokumen perencanaan seperti RKJM dan RKAM. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen kebutuhan dilaksanakan secara rutin pada awal bulan dan awal tahun ajaran dengan melibatkan guru dan tenaga pendidik secara partisipatif. Proses ini digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan akademik, afektif, pengembangan kompetensi guru, serta sarana dan prasarana madrasah. Temuan utama menunjukkan bahwa hasil asesmen tidak berhenti pada tahap identifikasi, tetapi diintegrasikan ke dalam RKJM dan RKAM sebagai dasar penyusunan skala prioritas program dan alokasi sumber daya. Dengan demikian, asesmen kebutuhan berfungsi sebagai instrumen evaluasi kelembagaan yang mendukung perencanaan mutu berbasis data, partisipatif, dan kontekstual di madrasah. Asesmen Kebutuhan Sebagai Evaluasi Madrasah dalam Perencanaan Mutu di MAN 2 Pulang Pisau Abstract This study aims to analyze the implementation of needs assessment as a form of madrasah evaluation, examine its integration into quality planning, and explain its role in determining institutional priorities at MAN 2 Pulang Pisau. The study employed a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, non-participant observation, and document analysis involving the madrasah principal, teachers, and planning documents, particularly the RKJM and RKAM. Data were analyzed interactively through data condensation, data display, and conclusion drawing and verification, while trustworthiness was ensured through source and technique triangulation. The findings reveal that needs assessment is conducted routinely at the beginning of each month and academic year through participatory involvement of teachers and educational staff. This process is used to identify academic, affective, teacher professional development, and facilities-related needs. The main finding indicates that the assessment results do not stop at problem identification, but are integrated into the RKJM and RKAM as the basis for setting program priorities and allocating resources. Therefore, needs assessment functions as an institutional evaluation instrument that supports data-based, participatory, and contextual quality planning in the madrasah setting.
Hubungan Penerapan Permainan Konselopoly Quest dengan Karakter Disiplin Siswa di Sekolah Menengah Atas Salimah, Salimah; Sulistiyana, Sulistiyana; Sari, Nina Permata
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 2: Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i2.72750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi hubungan antara penerapan permainan Konselopoly Quest dengan karakter disiplin siswa di SMA Negeri 12 Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Subjek penelitian berjumlah 52 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling . Instrumen pengumpulan data berupa angket skala likert penerapan permainan Konselopoly Quest dan angket karakter disiplin. Setelah dilakukan uji perenungan, data dianalisis menggunakan statistik inferensial dengan uji korelasi rank Spearman melalui program SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan permainan Konselopoly Quest dengan karakter disiplin siswa, ditunjukkan oleh nilai signifikansi 0,001 (< 0,05) dan koefisien korelasi positif sebesar 0,437 yang berada pada kategori cukup kuat. Oleh karena itu, hasil penelitian ini disarankan dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam layanan Bimbingan dan Konseling untuk menerapkan permainan edukatif sebagai media alternatif yang efektif dalam pembentukan karakter disiplin siswa di sekolah.
Hubungan Pola Asuh Permissive Indifferent dan Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Generasi Z Sakinah, Arba Atus; Sulistiyana, Sulistiyana; Makaria, Eklys Cheseda
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.116585

Abstract

Peningkatan gejala quarter life crisis pada generasi Z dalam masa transisi menuju dewasa diduga berkaitan dengan pola asuh permissive indifferent yang menunjukkan rendahnya keterlibatan emosional orang tua. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara pola asuh permissive indifferent dan quarter life crisis pada mahasiswa generasi Z. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode korelasional, penelitian dilakukan pada 432 mahasiswa FKIP Universitas Lambung Mangkurat yang dipilih melalui stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket berbasis google form dan dianalisis dengan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan hubungan positif yang kuat dan signifikan antara pola asuh permissive indifferent dan quarter life crisis (ρ = 0,788; p < 0,001). Artinya, semakin tinggi pola asuh permissive indifferent, semakin tinggi kecenderungan quarter life crisis. Implikasi penelitian menekankan pentingnya keterlibatan emosional dan pengawasan orang tua serta perlunya pendampingan psikologis bagi mahasiswa. Penelitian selanjutnya disarankan menelaah faktor lain, seperti dukungan sosial, resiliensi, dan kesiapan karier.