Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh penambahan glukomanan dari umbi porang terhadap kandungan gizi cookies growol sebagai pangan fungsional untuk obesitas Puspita Mardika Sari; Desty Ervira Puspaningtyas; Silvia Dewi Styaningrum; Adi Sucipto; Dhea Putri Ananda; Renata Deby Sintia
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2024): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i2.1626

Abstract

Background: Growol (Yogyakarta's traditional fermented cassava) is the potential to be developed as a functional food. Growol cookies was high in dietary fiber content, and low of glychemix index as well as glychemix load score. However, the development of a Growol cookie formula for obesity has never been carried out. The addition of glucomannan from porang tuber was expected as alternative snack for obesity.Objectives: This research aimed to evaluated the effect of inulin and porang glucomannan addition into growol cookies formula with parameter of proximate content (calories, water, ash, protein, fat, carbohydrate) and fiber.Methods: This research was done at Chemix Pratama Laboratory from April to May 2023. It was an observational laboratory study type with simple random design, consists of three (3) formula of growol cookies with formula A (control), B(inulin addition), C (glucomanan porang addition). Proximate analysis consists of thermogravimetri method for water and ash, Kjeldahl for protein, Soxhlet for fat, by difference for carbohydrate, calculative convertion for calories, and gravimetri method for fibe,. Data distribution were analyzed with Shapiro wilk, one way ANOVA continued with LSD for water, ash, protein, fat, carbohydrate and calories datas. Wilcoxon method was using for fiber datas with significant level in 95%.Results: There were not significant differences of calories (p=0,186), water (p= 0,129), fiber (p=0,172) content among three groups. There were significant differences of ash (p<0,001), protein (p=0,030), fat (p=0,012), carbohydrate (0,045) content among groups.Conclusion: Addition of inulin and porang glucomannan were not affected on calories, water, and fiber of growol cookies. However, porang glucomannan addition significantly affected the lowering of ash, fat, protein and carbohydrate content. . Serving size recommendation was 3-4 pieces (± 30 grams). Further study was needed to determine the effectiveness of Growol cookies on obesity management.KeywordsFermented cassava, proximate, obesity 
Optimizing health screening education to prevent the double burden of malnutrition in early childhood educational institutions (ECD) Adi Sucipto; Desty Ervira Puspaningtyas; Yunita Indah Prasetyaningrum; Lala Budi Fitriana; Adams Bagus Pratama; Akhmad Surya Kuncara
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2024): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i2.1684

Abstract

Background: Double nutritional burden is a health problem that often occurs in developing countries, one of which is Indonesia. A double nutritional burden is characterized by the presence of conditions of undernutrition and overnutrition at the same time in an area. The double nutritional burden is a serious problem that can impact children.s growth, development, and long-term health. The incidence of underweight, overweight, and stunting is still found at 6-10% in EDC Allifa.Objectives: To evaluate the impact of health education as a preventive action to overcome the problem of double nutritional burden on young children at Early Childhood Education Institutions (ECD).Methods: The research method used was a quasi-experimental design with the One-Group Pretest-Posttest Design. The research was conducted in July 2023 at EDC of Allifa with all 14 EDC teachers. The intervention is in the form of providing health education to EDC  teachers. A paired T-Test was used to know the effectiveness of the education.Results: The average pretest knowledge score was 78,21 while the posttest average was 92,50. The difference in average score before and after providing education is 14,92 with a p-value of 0,001 (CI 95%).Conclusion: There is a significant difference in knowledge scores between before and after being given health education. This shows that the health education provided has had an impact on participants. knowledge, with an increase in knowledge scores.  
CORRELATION BETWEEN DEPRESSION LEVELS AND HYPERTENSION INCIDENCE AT THE RESILIENT ELDERLY SCHOOL (SELANTANG) IN PASURUAN CITY, EAST JAVA Nisya Aulia Aziza; Adi Sucipto; Desty Ervira Puspaningtyas; Thomas Aquino Erjinyuare Amigo; Dwi Endah Kurniasih; Puspita Mardika Sari
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v12i2.603

Abstract

Hypertension is a global health issue, particularly among the elderly, and can be influenced by psychological factors such as depression. This study investigated the relationship between depression and hypertension among the elderly in the SELANTANG community, Pasuruan City. Utilizing a cross-sectional design, the research involved 175 elderly participants from a total population of 240. Data were collected in August 2023 using the Geriatric Depression Scale (GDS) and blood pressure measurements. Results showed that most participants had isolated systolic hypertension, with an average systolic pressure of 142.58 mmHg and diastolic pressure of 83.00 mmHg. Despite a normal average depression score of 2, Spearman’s rank analysis indicated no significant correlation between depression levels and hypertension (p = 0.885 and p = 0.901). These findings suggest that hypertension management in the elderly should prioritize factors such as diet, lifestyle, and physical activity.
PENENTUAN PENYAKIT PARU DENGAN MENGGUNAKAN JARINGAN SARAF TIRUAN Listyalina, Latifah; Utari, Evrita Lusiana; Puspaningtyas, Desty Ervira
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 11, No 1 (2020): JURNAL SIMETRIS VOLUME 11 NO 1 TAHUN 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v11i1.3667

Abstract

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Penanggulangan Kanker Dunia (UICC) memprediksikan terjadinya peningkatan kejadian kanker sebesar 300% pada tahun 2030. Salah satu jenis kanker ialah kanker paru. Deteksi kanker paru dapat dilakukan menggunakan rontgen. Diagnosis kanker paru dapat dilakukan melalui pengamatan hasil dari citra foto rontgen secara teliti. Otomasi dari hasil citra X-Ray dapat digunakan oleh praktisi kesehatan dalam pendeteksian kanker paru. Perancangan perangkat lunak jaringan saraf tiruan dari citra foto rontgen dilakukan melalui beberapa langkah yaitu pengolahan citra, seperti median filter, ekualisasi histogram adaptif, dan transformasi kosinus diskrit sebagai ekstraksi fitur citra yang selanjutnya dijadikan masukan jaringan saraf tiruan serta dengan didahului oleh proses pra pengolahan citra. Tingkat akurasi pendeteksian kanker paru melalui citra foto rontgen paru sebesar 72,97%.  
Pendampingan Pengaturan Menu Gizi Seimbang Atlet Sepak Bola Junior pada Pelatih di SSB Baturetno Afriani, Yuni; Sari, Siska Puspita; Puspaningtyas, Desty Ervira; Anwar, Fadil
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 3 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i3.15297

Abstract

Prestasi atlet sangat didukung oleh performa yang optimal selama bertanding. Motivasi merupakan faktor penentu untuk meningkatkan prestasi atlet. Seorang pelatih merupakan salah satu motivator bagi seorang atlet dan mendukung prestasi yang optimal. SSB Baturetno merupakan salah satu sekolah sepak bola yang memiliki kualitas atlet yang sangat baik. Pendampingan gizi bagi pelatih sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan pelatih dalam memberikan pendidikan bagi atlet. Pengetahuan yang baik bagi seorang atlet akan berdampak positif bagi peningkatan prestasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelatih tentang menu gizi seimbang bagi atlet sepak bola junior. Pengabdian masyarakat melalui upaya pendampingan gizi dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2020 di SSB Baturetno. Kegiatan ini diikuti oleh 11 orang pelatih dengan menerapkan protokol kesehatan. Pendampingan gizi yang diberikan adalah pemberian edukasi mengenai pengaturan pola makan, sport drink, dan sport food selama latihan dan pertandingan. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui diskusi kelompok terarah, ceramah, diskusi, dan penerapan penyusunan menu. Hasil analisis menunjukkan skor pengetahuan sebelum 86,82, dan skor pengetahuan setelah pendampingan meningkat menjadi 91,91 (p=0,068). Kegiatan pendampingan gizi bagi pelatih dapat menambah pengetahuan tentang pengaturan menu seimbang.
Optimalisasi Kualitas Produk UMKM Nomporejo Melalui Pendampingan Pengajuan Sertifikasi Halal Desty Ervira Puspaningtyas; Silvia Dewi Styaningrum; Puspita Mardika Sari; Adi Sucipto
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1261

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan proporsi penduduk muslim terbesar di dunia. Akses terhadap produk halal menjadi suatu jaminan penting bagi setiap produk di Indonesia. Sesuai dengan amanat UU, sertifikasi halal yang awalnya bersifat sukarela bagi para pelaku usaha menjadi wajib, tidak terkecuali bagi para pelaku UMKM. Sementara, hingga saat ini banyaknya UMKM yang sudah memiliki sertifikasi halal masih belum mencapai 10%. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan optimalisasi kualitas produk UMKM Nomporejo melalui pendampingan pengajuan sertifikasi halal kepada tiga pelaksana UMKM yang berada di Padukuhan Pandowan Kalurahan Nomporejo. Pengabdian ini terdiri dari dua tahapan, yakni observasi dan pengamatan langsung terhadap permasalahan mitra dilanjutkan dengan pendampingan legal usaha dan pengajuan sertifikasi halal, yaitu pendampingan legal usaha Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai prasyarat sertifikasi halal dan pendampingan pengajuan sertifikat halal melalui pendamping halal. Hasil menunjukkan adanya kesiapan dari para pelaku UMKM dalam pengajuan sertifikasi halal melalui platform SEHATI dengan sistem pengajuan Self Declare. Dampak dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya daya saing produk di pasar global. Pendampingan ini mendatangkan nilai positif, khususnya peningkatan kesadaran pelaku UMKM dalam memenuhi standar kehalalan produk.
Peran Guru dalam Edukasi Pertumbuhan dan Perkembangan: Upaya Mencegah Gizi Ganda Adi Sucipto; Desty Ervira Puspaningtyas; Yunita Indah Prasetyaningrum; Lala Budi Fitriana
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1290

Abstract

Masalah gizi ganda pada anak usia dini menjadi tantangan serius yang dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. PAUD Nurul Dzikri menghadapi kendala dalam pemantauan tumbuh kembang anak akibat kurangnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan alat bantu digital. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi dan pelatihan penggunaan aplikasi WHO Anthro dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Metode yang digunakan meliputi edukasi teori, diskusi interaktif, serta simulasi pendampingan penggunaan aplikasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru, dengan skor pemahaman meningkat dari 40% menjadi 90%, serta 72% guru mampu menggunakan WHO Anthro dan 90% mampu menggunakan KPSP secara mandiri. Pendekatan berbasis teknologi efektif dalam meningkatkan kemampuan guru dalam pemantauan tumbuh kembang anak, yang berkontribusi pada pencegahan masalah gizi ganda. Disarankan agar program ini diterapkan secara lebih luas dengan pelatihan berkelanjutan serta integrasi dalam kebijakan pendidikan anak usia dini.
Analisis perbedaan HOMA-β, HOMA-IR, dan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus, prediabetes, dan non-diabetes Novitasari, Revi; Sucipto, Adi; Puspaningtyas, Desty Ervira; Styaningrum, Silvia Dewi; Sari, Puspita Mardika; Syarifudin, Much Maschun
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 11 (2026): Volume 19 Nomor 11
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i11.2048

Abstract

Background: Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to insulin resistance and pancreatic β-cell dysfunction. Early identification of metabolic changes in prediabetic individuals is crucial to prevent progression to diabetes. Purpose: To analyze differences in HOMA-β, HOMA-IR, and HbA1c levels in patients with diabetes mellitus, prediabetes, and non-diabetics. Method: This study used a cross-sectional analytical design with 47 participants selected through total sampling. Data were collected through interviews and venous blood sampling for fasting blood glucose, fasting insulin, and HbA1c measurements. HOMA-β and HOMA-IR values ​​were calculated using the standard HOMA formula, and data were analyzed using the Kruskal-Wallis test with a significance level of p<0.05. Results: There were significant differences among the three groups for all parameters: HOMA-β (p = 0.001), HOMA-IR (p = 0.013), and HbA1c (p = 0.001). The DM group showed the lowest median HOMA-β (56), the highest HOMA-IR (4.2), and the highest HbA1c (8.2%). In contrast, the non-DM group had the highest HOMA-β (152.9), HOMA-IR (2.0), and the lowest HbA1c (5.2%). Conclusion: HOMA-β, HOMA-IR, and HbA1c significantly differentiated metabolic status between the DM, pre-DM, and non-DM groups. These findings indicate decreased pancreatic β-cell function, increased insulin resistance, and glycemic dysregulation that occur progressively from normoglycemia to diabetes. Therefore, these parameters have the potential to be used as indicators for early detection and diabetes risk stratification.   Keywords: Diabetes Mellitus; Homa-β; Homa-IR; HbA1c; Non-Diabetes; Prediabetes.   Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan metabolik kronik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin dan disfungsi sel β pankreas. Identifikasi dini perubahan metabolik pada individu prediabetes sangat penting untuk mencegah progresivitas menjadi diabetes. Tujuan: Untuk menganalisis perbedaan HOMA-β, HOMA-IR, dan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus, prediabetes, dan non-diabetes. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional  dengan jumlah 47 partisipan yang dipilih melalui  total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengambilan sampel darah vena untuk pemeriksaan glukosa darah puasa, insulin puasa, dan HbA1c. Nilai HOMA-β dan HOMA-IR dihitung menggunakan rumus standar HOMA, dan data dianalisis menggunkan uji Kruskal-Wallis dengan batas kemaknaan p<0.05. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan pada ketiga kelompok untuk semua parameter: HOMA-β (p = 0,001), HOMA-IR (p = 0.013), dan HbA1c (p = 0.001). Kelompok DM menunjukkan median HOMA-β terendah (56), HOMA-IR tertinggi (4.2), dan HbA1c tertinggi (8.2%). Sebaliknya, kelompok non-DM memiliki HOMA-β tertinggi (152.9), HOMA-IR (2.0), dan HbA1c (5.2%) terendah. Simpulan: HOMA-β, HOMA-IR, dan HbA1c mampu membedakan status metabolik antara kelompok DM, pre-DM, dan non-DM secara signifikan. Temuan ini menunjukkan penurunan fungsi sel β pankreas, peningkatan resistensi insulin, dan disregulasi glikemik terjadi secara progresif dari kondisi normoglikemia menuju diabetes, sehingga parameter tersebut berpotensi digunakan sebagai indikator deteksi dini dan stratifikasi risiko diabetes.   Kata Kunci: Diabetes Militus; Homa-B; Homa-IR; HbA1c; Non-Diabetes; Prediabetes.
Satiety and glycemic control after giving glucomannan-modified growol cookies Puspaningtyas, Desty Ervira; Sucipto, Adi; Styaningrum, Silvia Dewi; Sari, Puspita Mardika; Nidyarini, Anita; Rahmawati, Dwita Mukti; Lestari, Getha Puji; Sintia, Renata Deby; Ananda, Dhea Putri
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 12 ISSUE 4, 2024
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2024.12(4).284-295

Abstract

Background: Obesity has become an epidemic in all parts of the world. One in five deaths is related to obesity predisposition. Providing foods high in fiber can be a solution to treating obesity. The addition of glucomannan to growol cookies can optimize the fiber content of food which will have an effect in controlling satiety and glycemic control.Objective: To study the effect of glucomannan-modified growol cookies, as a healthy snack in the context of preventing obesity, on changes in satiety and blood glucose levels in excessive-weight subjects (ES) and normal-weight subjects (NS).Methods: A quasi-experimental study with a pre-post design without a control group was conducted on 30 subjects (15 NS and 15 ES). The research was carried out at Universitas Respati Yogyakarta in June-July 2023. The satiety test was carried out using the SLIM (Satiety Labeled Intensity Magnitude) method. Blood glucose levels were measured using the Rapid Test method using Easy Touch GCU before, immediately after, and 120 minutes after giving cookies. Data on satiety and blood glucose levels were sequentially analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test and Paired Samples T Test (comparing before and after intervention) as well as the Mann-Whitney U Test and Independent Samples T Test (comparing between groups) with a significance of 95%.Results: There was a difference in the feeling of fullness between the 0th minute, 30th minute, 60th minute, and 90th minute compared to the initial feeling of fullness (basal) in the entire group (p<0.05). There was no difference in blood glucose levels between fasting blood glucose, 0-minute blood glucose, and 120-minute blood glucose. Glucomannan-modified growol cookies can delay hunger for 1-1.5 hours before the next big meal. Glucomannan-modified growol cookies can also maintain blood glucose stability in the range of 90 mg/dL.Conclusion: Glucomannan-modified growol cookies can have a positive effect on satiety control and glycemic control.
Poundfit exercise and cardiometabolic health in women: a quasi-experimental study Sucipto, Adi; Rahmadani , Irianti Fitri; Afriani, Yuni; Sari, Siska Puspita; Boru, Dhelsiana Rambu Desi; Nabila , Dinda Rambu; Puspaningtyas, Desty Ervira
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v23i3.24480

Abstract

Background: Poundfit is a rhythmic, music-driven aerobic exercise that integrates cardiovascular movement and strength-based activities. Despite its growing popularity, evidence regarding its effects on cardiometabolic parameters in healthy adults remains limited. Objective: This study aimed to evaluate the effects of a short-term Poundfit exercise program on blood pressure and blood glucose levels in healthy adult women. Methods: A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was conducted among 22 women aged 19–50 years. Participants attended Poundfit exercise sessions twice weekly for two weeks, with each session lasting 60 minutes. Blood pressure and blood glucose levels were measured before and after the intervention. Pretest–posttest comparisons were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Results: Following the two-week intervention, systolic and diastolic blood pressure showed slight reductions, while blood glucose levels showed a slight increase; however, none of these changes were statistically significant (p = 0.122 for systolic blood pressure, p = 0.933 for diastolic blood pressure, and p = 0.220 for blood glucose). Conclusion: A two-week Poundfit exercise program did not result in statistically significant changes in blood pressure or blood glucose levels in healthy adult women. These findings suggest that short-term Poundfit training may be insufficient to produce measurable cardiometabolic improvements in normotensive individuals, highlighting the need for longer or more intensive exercise interventions in future studies.
Co-Authors Adams Bagus Pratama Adi Sucipto Adi Sucipto, Adi Adiputra*, Andre Kussuma Aeni, Syifa Agus Qomaruddin Munir Akhmad Surya Kuncara Ametkabal K. Luturmas Amigo, Thomas Aquino Erjinyuare Ananda, Dhea Putri Andi Rahayu Andika Setiawan Andika Setiawan, Andika Andri Wijaya Anita Nidyarini Anita Nidyarini Anwar, Fadil Arta Farmawati Bayu Indra Wahyudi Berliandara, Angela Bernadeta M Wara Kushartanti Boru, Dhelsiana Rambu Desi Br Simanjorang, Eta Hosana Eka Rizti Br Situmorang, Eta Hosana Eka Rizti Cindy Nur Elityasari Cornelia D.Y Nekada Cornelia D.Y. Nekada Cornelia D.Y. Nekada Dea Puarisa Sugian Putri Debora Helsius SB Dhea Putri Ananda Diana Nurrohima Dwi Endah Kurniasih Dwi Endah Kurniasih Dwita Mukti Rahmawati Eka Novita Indra Elityasari, Cindy Nur Ellysha Anggreini Heryanto Eni Yusniati Evrita Lusiana Utari Evrita Lusiana Utari Evrita Lusiana Utari, Evrita Lusiana Febriyanita, Anggun Fitriana, Lala Budi Fitrianingtyas, Fitrianingtyas Getha Puji Lestari Hafizha Rahma Zhafira Helsius SB, Debora Herviana Herviana I Komang Suadana Adi Pranata Jessica Paskalina Kurniasih, Dwi Endah Kusuma, Nanda Herdiyanti Kusuma, Rio Jati Lestari, Getha Puji Listyalina, Latifah Mardika Sari, Puspita Mukarromah, Nurul Nabila , Dinda Rambu Nanda Herdiyanti Kusuma Natalia Desy Putriningtyas, Natalia Desy Nidyarini, Anita Nisya Aulia Aziza Novitasari, Revi Nur Mukarromah Nuri Kamalia Zulfa Nurul Huda Syamsiatun, Nurul Huda Puspita Mardika Sari Qotrunnada Firdausi Rahayu, Andi Rahmadani , Irianti Fitri Rahmawati, Dwita Mukti Reggy Chrismanta Renata Deby Sintia Riana Swasti Saputri Ririn Wahyu Widayati Riski Desiplia Sari, Jihan Novita Silvi Lailatul Mahfida Silvia Dewi Styaningrum Sintia, Renata Deby Siska Puspita Sari Siska Puspita Sari Siti Wahyuningsih Sri Kadaryati Styaningrum, Silvia Dewi Sutoyo, Rr.Lieliesnaini Octaviariani Syarifudin, Much Maschun Tirza Frelly Anita Tirza Frelly Anita Toto Sudargo Toto Sudargo Vio Nita Wayan Sugi Lestari Wijaya, Nurhadi Yeri Amranitalia Putri Yuni Afriani Yuni Afriani Yuni Afriani Yuni Afriani Yuni Afriani Yuni Afriani, Yuni Yunita Indah Prasetyaningrum