Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Journal of The Civil Engineering Student

PERBAIKAN JOINT KOLOM BALOK DENGAN FEROSEMEN YANG DIBEBANI SIKLIK SESUAI DENGAN PBI 1971 irsyad, muhammad faiz; Araby, Muhammad Zardan; mahlil, mahlil
Journal of The Civil Engineering Student Vol 3, No 3 (2021): Volume 3, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v3i3.17994

Abstract

Daerah joint balok dan kolom merupakan bagian yang kritis dalam menahan gempa, karena terjadi momen geser yang besar pada bagian joint yang dapat menimbulkan kerusakan dan keruntuhan sebuah struktur bangunan. Oleh karena itu, perlu upaya perbaikan struktur dengan metode yang sesuai. Salah satu alternatif perbaikan yang dapat digunakan yaitu dengan mengaplikasikan bahan ferosemen. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku joint balok kolom berdasarkan PBI 1971 akibat beban siklik setelah perbaikan dengan bahan ferosemen. Objek penelitian merupakan joint balok kolom standar PBI 1971 di mana pada bagian joint tidak menggunakan tulangan geser, sehingga diperlukan upaya perbaikan struktur. Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk joint balok kolom dengan ukuran balok 30×40×120 cm dan ukuran kolom 30×30×200 cm. Perbaikan dilakukan dengan melekatkan ferosemen  pada daerah  joint. Pengujian dilakukan dengan pembebanan siklik secara tekan dan tarik dengan arah lateral terhadap balok. Berdasarkan hasil penelitian penambahan ferosemen pada daerah joint balok kolom PBI 1971 didapatkan beban tekan maksimum sebesar 7,86 tf dan beban tarik maksimum sebesar 7,37 tf dan faktor daktilitas didapat sebesar 10,83.
Pemodelan Makro Dinding Bata Terkekang Menggunakan Aplikasi SAP2000 Melati, Wilamaya; mahlil, mahlil; Abdullah, Nora
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 April 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i1.20831

Abstract

Dinding bata terkekang (confined masonry, CMW) pada metode konstruksinya pengecoran struktur pengikat (kolom dan balok) dilakukan setelah pasangan dinding sudah terpasang. Bangunan CMW yang dibangun dengan baik umumnya tidak mengalami keruntuhan dan kerusakan yang signifikan pada gempa-gempa besar. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon CMW akibat pembebanan monotonik (non-linear static pushover) yang diberikan searah bidang dinding (in-plane) pada tiga variasi rasio aspek (aspect ratio) tinggi terhadap panjang (h/l) yang berbeda. Pada penelitian ini teknik pemodelan yang digunakan adalah secara makro, dengan mengadopsi improved bi-directional diagonal strut berdasarkan studi [1] dengan bantuan aplikasi SAP2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BF dan CMW rasio 3:4 akibat pembebanan pushover memiliki deformasi maksimum. Aspek rasio 3:4 dapat menahan beban paling besar. Sedangkan rasio yang mengalami yield dan crack terlebih dahulu yaitu 3:3. CMW dapat meningkatkan beban yang ditahan dibandingkan bare frame dengan peningkatan rasio 3:3 sebesar 13,85 kali; rasio 3:4 sebesar 17,02 kali; dan rasio 4:3 sebesar 22,23 kali.
PENGARUH PENGGUNAAN AIR DINGIN DAN AIR PANAS PADA CAMPURAN BETON MUTU TINGGI MENGGUNAKAN ACCELERATOR DAN RETARDER TERHADAP KUAT TEKAN Satria, Riski; Aulia, Teuku Budi; mahlil, mahlil
Journal of The Civil Engineering Student Vol 4, No 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 Desember 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v4i3.19493

Abstract

Perubahan iklim yang saat ini terjadi akan berpengaruh terhadap suhu air di bumi yang akan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Air dalam campuran beton memiliki fungsi yang paling utama dalam proses pembuatan dan membentuk kekutan beton mutu tinggi yang digunakan. Penelitian ini berguna untuk mengetahui pengaruh penggunaan air dingin dan air panas pada campuran beton mutu tinggi menggunakan accelerator dan retader untuk memperoleh mutu beton paling tinggi. Suhu air yang digunakan yaitu air normal (23°C), air dingin(10°C), dan air panas (100°C). Variasi accelerator dan retarder yang dipakai yaitu 0%, 0,25%, 0,50% dan 0,75% dari berat semen. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm berjumlah 45 buah, dengan 5 benda uji setiap variasi. Hasil pengujian kuat tekan menunjukkan beton mutu tinggi dengan campuran air dingin dan air panas menggunakan accelerator dan retarder dapat mempengaruhi kuat tekan beton jika dibandingkan dengan beton menggunakan air normal tanpa accelerator dan retarder. Pengujian kuat tekan beton mutu tinggi menggunakan campuran air dingin (10°C) ditambahkan accelerator paling tinggi terjadi pada variasi 0,25% dibandingkan dengan air normal tanpa accelerator dan retader, sedangkan pada campuran air panas (100°C) ditambahkan retarder paling tinggi terjadi pada variasi 0,25% dibandingkan dengan air normal tanpa accelerator dan retader. Hasil analisis varian menunjukan bahwa penggunaan campuran air dingin dan air panas menggunakan accelerator dan retarder dalam campuran beton mutu tinggi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kuat tekan beton pada setiap variasi accelerator dan retarder dengan kuat tekan paling optimum terjadi pada variasi 0,25%.
Evaluasi Struktur Gedung Control Room Pt. Perta Arun Gas Terhadap Beban Tsunami Fitrah, Febri; Hasibuan, Purwandy; mahlil, mahlil
Journal of The Civil Engineering Student Vol 3, No 3 (2021): Volume 3, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v3i3.17915

Abstract

Gedung control room milik PT. Perta Arun Gas dibangun oleh Perusahaan Bechtel International Limited London pada tahun 1976 dengan perencanaan struktur komposit. Gedung ini juga terletak di provinsi Aceh yang berada pada patahan-patahan aktif bumi dan rawan terhadap gempa bumi yang akan mengakibatkan tsunami. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap gedung control room untuk melihat perilaku struktur akibat pembebanan dari beban tsunami menggunakan peraturan FEMA P646 tahun 2012 dan SNI 1727 tahun 2020 dengan menggunakan software ETABS. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku struktur akibat pembebanan tsunami terhadap Gedung control room. Adapun hasil penelitian menunjukkan analisa rasio kapasitas pada seluruh elemen struktur terhadap beban tsunami untuk peraturan FEMA dan SNI menunjukkan bahwa hanya kolom K1 dengan kondisi tidak aman yang berjumlah 3 elemen kolom dengan nilai 1, yaitu 1,26 untuk FEMA dan 1,04 untuk SNI. Perilaku struktur berupa story displacement dan story drift yang diperoleh dari kedua peraturan masih aman dari kedua arah x dan y karena tidak melewati batas yang diizinkan.
Kapasitas Tarik Pelat Ferrofoam Concrete dengan Variasi Jumlah Tulangan Wiremesh Fairuz, Nabila; Abdullah, Abdullah; Mahlil, Mahlil
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 4 (2023): Volume 5 Nomor 4 Desember 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i4.27334

Abstract

Perkembangan industri konstruksi yang ada di Indonesia berkembang sangat pesat. Pesatnya pembangunan dapat dilihat dari banyak inovasi – inovasi yang baru dilakukan baik dengan metode pelaksanaan konstruksi maupun inovasi dalam menciptakan material baru. Mengingat Indonesia merupakan negara yang sangat rawan gempa, maka penggunaan beton ringan merupakan alternatif yang baik. Ferosemen dapat berinovasi dengan beton ringan salah satunya yaitu memakai busa yang dinamakan menjadi ferrofoam concrete. Ferrofoam concrete nama lain dari beton ringan busa bertulangan wiremesh yang merupakan material kombinasi antara wiremesh dan beton busa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pengaruh kuat tarik pelat ferrofoam concrete terhadap variasi tulangan wiremesh. Perilaku yang ditinjau pada pelat ferrofoam concrete berupa beban ultimit, tegangan, regangan serta pola retak pertama. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian kuat tarik pelat ferrofoam concrete dengan tiga variasi tulangan wiremesh yaitu 2 lapis, 3 lapis, 4 lapis dengan dimensi penampang panjang 400 mm, lebar 100 mm dan ketebalan 20 mm. Hasil dari pengujian diperoleh adalah kuat tekan rata- rata beton busa adalah = 20,92 MPa dan kuat tarik belah rata-rata  = 2,33 MPa. Hasil pengujian terhadap pelat diperoleh bahwa jumlah lapisan wiremesh mempengaruhi daktilitas dan kekuatan ferrofoam concrete yang dapat dilihat pada saat retak awal terjadi. Beban retak awal yang terjadi pada pelat ferrofoam concrete untuk kondisi 2 lapis wiremesh adalah 100 kg, 3 lapis wiremesh adalah 550 kg dan 4 lapis wiremesh adalah 100 kg. Beban maksimum yang mampu dipikul oleh pelat dengan kondisi 2 lapis wiremesh adalah 550 kg, untuk 3 lapis adalah 900 kg dan 4 lapis wiremesh adalah 1100 kg. Jumlah lapisan wiremesh juga mempengaruhi jumlah retak yang terjadi, yaitu semakin banyak jumlah lapisan wiremesh maka semakin banyak pula jumlah retak yang terjadi pada pelat.
Kuat Tekan dan Absorbsi Beton Mutu Tinggi Menggunakan Tanah Diatomae Sebagai Substitusi Semen dengan Penambahan Serat Polypropylene dan Serat Kaca Nirmansyah, Nirmansyah; Muttaqin, Muttaqin; Mahlil, Mahlil
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 Juni 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i2.19464

Abstract

Beton berserat menjadi pilihan seiring berkembangnya teknologi dalam bidang konstruksi karena meningkatkan durabilitas beton terutama kuat tarik beton. Serat yang digunakan pada peneltian ini adalah serat polypropylene dan serat kaca dengan variasi penambahan 0,0%, 0,2%, 0,4%, 0,6% dan 0,8%. Bahan tambah sebagai substitusi semen digunakan tanah diatomae yang telah dikalsinasi selama  5 jam pada suhu 600⁰C dengan kadar silika mencapai 78,73%. Jumlah persentase penambahan tanah diatomae adalah 10% dari berat semen. Benda uji yang digunakan sebagai tinjauan kuat tekan adalah silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Setiap variasi benda uji digunakan 3 benda uji, sehingga total benda uji untuk pengujian kuat tekan sebanyak 60. Benda uji absorbsi kubus dengan ukuran 5 cm ×  5 cm ×  5 cm. Hasil pengujian kuat tekan menyatakan tanah diatomae dan penambahan serat menurunkan nilai kuat tekan beton. Nilai tertinggi kuat tekan beton mutu tinggi adalah 73,70 MPa dengan substitusi 0% tanah diatomae dan 0,0% penambahan serat. Hasil pengujian absorbsi disimpulkan serat mampu mengurangi kadar penyerapan beton mutu tinggi.
KUAT TARIK BELAH BETON MUTU TINGGI MENGGUNAKAN TANAH DIATOMAE SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN DENGAN PENAMBAHAN SERAT POLYPROPYLENE DAN SERAT KACA Khaira, Imanatul; Muttaqin, Muttaqin; Mahlil, Mahlil
Journal of The Civil Engineering Student Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 Nomor 3 September 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v5i3.19349

Abstract

Beton mutu tinggi menjadi alternatif pembangunan infrastruktur. Kekuatan beton mutu tinggi memerlukan material penyusun beton yang berkualitas. Beton memiliki kelebihan dalam memikul kuat tekan yang tinggi, namun beton lemah dalam menahan kuat tarik. Penambahan serat pada adukan beton menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan nilai kuat tarik belah pada beton. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan serat polypropylene dan serat kaca terhadap kuat tarik belah beton mutu tinggi dengan tanah diatomae sebagai substitusi semen. Adapun variasi persentase tanah diatomae yang digunakan adalah 0% dan 10% dari berat semen. Dalam penelitian ini digunakan variasi serat polypropylene dan serat kaca sebesar 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6% dan 0,8% dari volume beton. Superplasticizer yang digunakan 1,5% serta w/c 0,3. Benda uji untuk kuat tarik belah berupa silinder dengan diameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Pengujian dilakukan pada umur beton 28 hari. Berdasarkan hasilpenelitian, nilai kuat tarik belah beton dengan substitusi tanah diatomae lebih rendah dibandingkan dengan kuat tarik belah tanpa substitusi tanah diatomae yaitu sebesar 7,41 MPa untuk beton tanpa substitusi tanah diatomae dan 5,44 MPa pada substitusi 10% tanah diatomae. Penambahan serat polypropylene dan serat kaca juga mempengaruhi nilai kuat tarik belah beton, dimana semakin tinggi penambahan serat maka kuat tarik belah beton juga semakin tinggi. Nilai kuat tarik belah beton tertinggi terdapat pada beton tanpa substitusi tanah diatomae dengan penambahan serat polypropylene dan serat kaca sebesar 0,8%. Penambahan 0,8% serat polypropylene didapatkan hasil sebesar 7,96 MPa sedangkan pada penambahan 0,8% serat kaca diperoleh hasil sebesar 7,81 MPa. Berdasarkan hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa penambahan serat polypropylene dan serat kaca mempengaruhi kuat tarik belah beton mutu tinggi.
Analisis Kapasitas dan Daktilitas Dinding Rangka Bidang Baja Hollow Diisi Mortar (Studi Kasus:Dinding dengan Perkuatan Batang Diagonal Baja Hollow Diisi Mortar dengan Variasi Jenis Bukaan terhadap Pembebanan Pushover) Fauran, Abrar; Huzaim, Huzaim; Mahlil, Mahlil; Humayra, Siti
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i2.29962

Abstract

Baja hollow sebagai bahan bangunan alternatif dapat digunakan, dikarenakan baja hollow dapat menghemat biaya serta memiliki beberapa keunggulan yang menguntungkan. Pada penelitian ini digunakan baja hollow yang diisi mortar sebagai rangka bidang untuk perkuatan dinding. Penambahan batang diagonal pada rangka bidang bertujuan untuk meningkatkan kekakuan serta kekuatan benda uji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jenis bukaan terhadap kapasitas dan daktilitas dinding rangka bidang baja hollow yang diisi mortar dalam menahan beban pushover serta untuk mengetahui rasio perbandingan nilai kapasitas dari dinding rangka bidang baja hollow yang diisi mortar dalam menahan beban pushover dengan variasi jenis bukaan terhadap nilai hasil penelitian yang dilakukan oleh Nabila (2022) yaitu rangka bidang tanpa pasangan dinding beton pracetak. Terdapat 3 benda uji pada penelitian ini,yaitu dinding tanpa bukaan (DTB), dinding bukaan pintu (DBP), dinding bukaan jendela (DBJ). Sedangkan pada penelitian yang dilakukan Nabila (2022) terdapat 3 jenis benda uji yaitu rangka bidang tanpa bukaan (RBTB), rangka bidang bukaan pintu (RBBP), dan rangka bidang bukaan jendela (RBBJ) dengan hasil kapasitas berturut-turut sebesar 3,488 tf, 1,360 tf, dan 1,360 tf. Hasil penelitian ini adalah, dari pengujian pushover didapatkan kapasitas DTB, DBP, DBJ berturut-turut sebesar 5,8 tf, 2,19 tf, dan 1,07 tf. Daktilitas yang didapatkan DTB, DBP, dan DBJ berturut-turut sebesar 1,562, 2,286, dan 4,414. Serta rasio perbandingan antara rangka bidang dengan dinding dan tanpa dinding, pada tinjauan tanpa bukaan, bukaan pintu, dan bukaan jendela berturut- turut sebesar 1,663, 1,596,dan0,787.
Assessment Awal Struktur Bangunan Perkantoran di Kota Banda Aceh Pasca 19 Tahun Tsunami Haris, Muhammad; Muttaqin, Muttaqin; Mahlil, Mahlil
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i2.30819

Abstract

Bangunan perkantoran di Kota Banda Aceh adalah salah satu yang terkena dampak bencana gempa bumi dan tsunami tahun 2004 silam. Pasca 19 tahun tsunami, masih terdapat sejumlah gedung mengalami kerusakan berupa retak dan korosi pada elemen struktur bangunan perkantoran yang terkena air tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan tingkat kerusakan pada elemen struktur bangunan perkantoran di Kota Banda Aceh pasca 19 tahun tsunami 2004 berdasarkan radius dari bibir pantai. Tahapan awal adalah inspeksi terhadap beberapa bangunan perkantoran, selanjutnya ditentukan dua bangunan perkantoran dengan radius 2 km dari bibir pantai dan tiga bangunan dengan radius 2 km dari bibir pantai. Tahapan berikutnya dilakukan assessment dengan metode visual assessment menggunakan formulir pemeriksaan kerusakan bangunan. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa terdapat 2 bangunan perkantoran dengan kategori rusak ringan pada radius 2 km dari bibir pantai, dan 3 bangunan pada radius 2 km dari bibir pantai. Hasil yang didapatkan seluruh bangunan masuk kepada kategori rusak ringan, namun nilai kerusakan yang didapat lebih besar pada bangunan dengan radius lebih dekat dari bibir pantai.
Assessment Awal Struktur Bangunan Pertokoan di Kota Banda Aceh Akibat Tsunami 2004 Siddiq, Ilham; Muttaqin, Muttaqin; Mahlil, Mahlil
Journal of The Civil Engineering Student Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/journalces.v7i2.27142

Abstract

Korosi atau yang lebih umum disebut pengkaratan merupakan suatu proses degradasi material logam yang diakibatkan oleh reaksi elektrokimia dengan senyawa lain dan lingkungannya. Korosi baja tulangan menyebabkan pengembangan volume baja tulangan sehingga selimut beton yaitu bagian beton yang melindungi baja tulangan dapat mengalami keretakan atau terkelupas. Hal ini sangat membahayakan bagi pengguna suatu struktur tersebut karena dapat menyebabkan penurunan kekuatan dan hancurnya suatu struktur beton bertulang. Bencana tsunami 2004 di Provinsi Aceh telah mengakibatkan banyak kerugian material dan non-material salah-satunya kerusakan bangunan pertokoan di Kota Banda Aceh. Dampak yang masih berlangsung hingga saat ini berupa kerusakan pada elemen struktur bangunan pertokoan yang terkena air tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat kerusakan bangunan pertokoan yang terkena dampak tsunami 2004 di Kota Banda Aceh. Tahapan penelitian ini dimulai dengan melakukan inspeksi awal terhadap beberapa bangunan pertokoan, selanjutnya ditentukan tiga bangunan pertokoan dengan radius 2 km dari bibir pantai, dan tiga bangunan pertokoan dengan radius 2,5 km dari bibir pantai untuk dilakukan assessment terhadap kerusakan pada elemen struktur bangunan pertokoan tersebut dengan metode visual assessment menggunakan Formulir Pemeriksaan Kerusakan Bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 bangunan pertokoan dengan kategori rusak sedang dan 1 bangunan dengan kategori rusak ringan pada radius 2 km, sedangkan 1 bangunan dengan kategori rusak sedang dan 2 bangunan dengan kategori rusak ringan pada radius 2.5 km dari bibir pantai. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bangunan dengan radius 2 km dari bibir pantai mempunyai tingkat kerusakan yang lebih tinggi.