Claim Missing Document
Check
Articles

Exploring the Implementation of the Montessori Practical Life Area at Home and School for Children Aged 3–4 Years Norliani Norliani; Muhammad Zulkarnaen; Noor Baiti
EDUJAVARE: International Journal of Educational Research Vol. 4 No. 02 (2026): EDUJAVARE: International Journal of Educational Research
Publisher : CV. Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/edujavare.1747

Abstract

Montessori Practical Life activities play an important role in promoting young children's independence, responsibility, and everyday life skills through meaningful real-life experiences. This study aimed to explore the implementation of Montessori Practical Life activities at school, their continuation at home, and the continuity of these practices between the two learning environments for children aged 3–4 years at KB Anggrek, Aluh-Aluh Kecil Muara Village, Banjar Regency, South Kalimantan, Indonesia. This study employed a qualitative descriptive design. Participants were selected through purposive sampling and consisted of one principal, three classroom teachers, and six parents. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, including data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that Montessori Practical Life activities have been consistently integrated into daily routines at school and reinforced through similar activities at home. Teachers implemented the activities by preparing learning environments, demonstrating tasks, and encouraging children to perform them independently, while parents extended these experiences through daily household routines. Effective communication between teachers and parents supported the continuity of implementation across both settings. Although challenges such as limited learning materials, time constraints, and differences in children's developmental readiness were identified, participants adapted available resources and maintained consistent practice. The study concludes that the continuity of Montessori Practical Life activities between school and home reflects a collaborative partnership between teachers and parents in supporting children's independence, responsibility, confidence, and everyday life skills.
Development of a Local Wisdom-Based VideoScribe Learning Media to Enhance Children's Ecoliteracy in Banjarmasin City Muhammad Zulkarnaen; Noor Baiti; Nahdya Addien
EDUJAVARE: International Journal of Educational Research Vol. 4 No. 02 (2026): EDUJAVARE: International Journal of Educational Research
Publisher : CV. Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/edujavare.1837

Abstract

The low level of environmental awareness among young children remains a significant challenge to achieving sustainable development. This study aimed to develop a local wisdom-based VideoScribe learning medium inspired by the cultural and environmental characteristics of Banjarmasin City to enhance young children's ecoliteracy. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the Four-D (4D) development model, consisting of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The developed product was validated by two media experts and two subject-matter experts before being implemented with early childhood learners. Data were collected through observations, interviews, expert validation questionnaires, and documentation, while qualitative data were analyzed using the interactive analysis model of Miles, Huberman, and Saldaña, including data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. The findings indicate that the local wisdom-based VideoScribe learning media were highly feasible for classroom implementation and effectively improved children's ecoliteracy. Following the learning intervention, the children demonstrated a better understanding of environmentally responsible behaviors, including proper waste disposal, maintaining environmental cleanliness, caring for plants, conserving water, and recognizing the importance of preserving rivers as an integral part of the cultural and ecological heritage of Banjarmasin. The integration of animated presentations with local wisdom-based storytelling created a more engaging, contextualized, and meaningful learning experience for young children.
Strategi Strategi Adaptasi Guru dalam Mengoptimalkan Stimulasi Perkembangan Anak Usia Dini Siti Aisyah; Uswatun Nisa; Muhammad Yusuf; Noor Baiti
Atthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol. 13 No. 2 (2026): Early Childhood Islamic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/atthiflah.v13i2.1279

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi adaptasi guru dalam mengoptimalkan stimulasi perkembangan anak usia dini di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, sebagai respons terhadap tantangan kelas gabungan (kelompok A dan B). Kebijakan ini diambil sekolah akibat keterbatasan murid dan guru, namun tetap berupaya memberikan stimulasi holistik pada enam aspek perkembangan anak. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan untuk menggali temuan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan strategi adaptasi antara guru lama yang cenderung intuitif-klasikal dengan bimbingan individual, dan guru baru yang menerapkan pembelajaran berdiferensiasi berbasis literasi digital. Kedua guru menunjukkan mekanisme koping yang efektif dalam menghadapi beban kerja ganda, baik melalui penenangan emosi pragmatis maupun struktural, serta memanfaatkan dukungan sosial yang berbeda (keluarga dan rekan sejawat). Meskipun menghadapi kelelahan, para guru mempertahankan kompetensi profesional dan kepribadian yang matang, serta terus berupaya meningkatkan kualitas pengajaran melalui pengembangan diri. Strategi adaptasi ini terbukti mampu mengoptimalkan stimulasi perkembangan anak, menjaga keseimbangan antara bermain dan kesiapan sekolah, serta memaksimalkan potensi anak dalam enam aspek perkembangannya. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya fleksibilitas, adaptasi, dan ketahanan psikologis guru dalam menghadapi keterbatasan fasilitas serta kompleksitas pembelajaran di PAUD. Implikasi penelitian ini memberikan panduan bagi lembaga PAUD lain yang menghadapi tantangan serupa.
Analisis Peran Komunikasi Ayah dalam Stimulasi Perkembangan Bahasa Anak Speech Delay Safiera Putri Saliha; Muhammad Zulkarnaen; Muhammad Yusuf; Noor Baiti
Atthiflah: Journal of Early Childhood Islamic Education Vol. 13 No. 2 (2026): Early Childhood Islamic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Institut Agama Islam Daruttaqwa Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54069/atthiflah.v13i2.1308

Abstract

Perkembangan bahasa merupakan aspek penting pada anak usia dini, sedangkan anak yang mengalami speech delay memerlukan stimulasi yang optimal dari lingkungan keluarga, termasuk melalui komunikasi ayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi ayah dan bentuk stimulasi yang diberikan dalam mendukung perkembangan bahasa anak speech delay di TK Aisyiyah Bustanul Athfal-3 Selat. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap dua ayah sebagai informan utama, didukung dua ibu dan dua guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran komunikasi ayah tercermin melalui keterlibatan langsung (engagement), ketersediaan (accessibility), dan tanggung jawab (responsibility) dalam mendampingi anak. Stimulasi dilakukan secara verbal melalui percakapan, pengulangan kata, pemberian instruksi, dan membacakan cerita, serta secara nonverbal melalui permainan, media belajar, ekspresi wajah, dan gestur. Keberhasilan stimulasi didukung oleh kualitas komunikasi yang responsif, dukungan keluarga, dan kolaborasi dengan sekolah, sedangkan keterbatasan waktu, penggunaan gawai, dan perbedaan bahasa menjadi faktor penghambat. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi ayah yang konsisten dan responsif berkontribusi dalam mendukung perkembangan bahasa anak speech delay.
Smart Village Berbasis Kolaborasi Multidisiplin di Desa Kapul Noor Baiti; Daryhan Rafifi; Asmawi; Gabriella Rilova; Luqman Nurrahman; Farris Aryanda; Norhafizah; Nur Hafifah; Puspa Tsaghina; Rahma Meina Riwanda; Rokhimah; Sarina Oktavia Nurdin; Ika Oktavia Rahmadania
Borneo Community Development Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/bcd.v6i2.1666

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Kapul, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, pada 19 Januari–25 Februari 2026 untuk mendukung penerapan konsep smart village melalui kolaborasi multidisiplin. Permasalahan mitra meliputi belum optimalnya pengelolaan informasi dan layanan berbasis digital, promosi potensi wisata, pengembangan keterampilan ekonomi kreatif, serta literasi digital anak. Pelaksanaan kegiatan menggunakan tahapan asesmen kebutuhan melalui observasi dan wawancara, perancangan program, pelatihan dan pendampingan, dokumentasi, serta serah terima luaran kepada pemerintah desa. Capaian kegiatan berupa penyusunan sistem e-Keuangan desa, pembuatan 20 konten promosi budaya dan wisata, pemetaan sedikitnya 15 unit usaha, pelatihan merangkai buket bunga kepada 12 peserta, serta enam sesi psikoedukasi yang menjangkau lebih dari 80 anak sekolah dasar. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui pengamatan keterlaksanaan, dokumentasi luaran, praktik peserta, dan tanggapan lisan mitra. Program menghasilkan luaran awal yang dapat dimanfaatkan pemerintah desa dan masyarakat, tetapi keberlanjutannya memerlukan penetapan pengelola, pemutakhiran data, pendampingan teknologi, dan integrasi dengan kelembagaan desa.
Co-Authors Abda Abda Abdul Fatah Abdurrahman Abdurrahman Afwillah Ahmad Saidi Ahmad Syafii Alifah Alifah Anggeriyane, Esme Anggia Murni Anita Annisa Anwar Zain Asmawi Aulia Azizah, Azzahra Nur Azmi, Akhmad Najiba Daryhan Rafifi Dewi Safitri Diana Diana Dimas Asto Aji An’Amta Fadilatin, Umi Farris Aryanda Fitri Syahrida, Annisa Fitri, Ahmad Azriel Iedil Gabriella Rilova Gustiyanur Hamidah, Jamiatul Hanifah Hanifah Hasanah, Ikhwatun Herman Taufik Hidayah, Sri Ika Oktavia Rahmadania Ilmi, Muhammad Ibnu Zainal Ismaniah Isnaniah Kadariah Lissa, Juhairiah Luqman Nurrahman Mailiana Mandala Putra, Sabprudin Maslihat Maslihat Masyitah Masyitah Masyitah Maulidah Maulidah Maulidah Metroyadi, Metroyadi Mowafg Abrahem Masuwd Muflihah Muhammad Abdan Syakura Muhammad Afif Rahman Muhammad Noor Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muhammad Zulkarnaen Muhammad Zulkarnaen Murni, Farida Nahdya Addien Nirmalasari, Indah Noor Habibah Noor Hidayah Noor, Siti Jamilah Norhafizah Norliani Norliani Normila Normila Normila Normila Nur Hafifah Nurul Hazma Puspa Tsaghina Putri, Agustia Rinjani Rahma Meina Riwanda RATNAWATI Rif’ah Rizkiani, Lina Rokhimah Safiera Putri Saliha Salsabella Sarimah Sarina Oktavia Nurdin Siti Aisyah Siti Fatimah Siti Saadah Sriwahyuni, Dewi Suci Lestar Suci Lestar Suci Lestari Suci Lestari Suci Lestari Syalehah Syelvia Wulandari Syifa, Noor Taufik, Herman Tika Anfalyani Tsuraya, Ghaida Nur Uswatun Nisa Wahyu Wahyu Wirawan Yusuf , Muhammad Zahro, Nur'aini Hanifah Zulkarnaen, Muhammad