Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PEMANFAATAN TULANG IKAN TONGKOL (Euthynnusaffinis C) DARI LIMBAH HOME INDUSTRY ABON SEBAGAI TEPUNG Septiansyah, Edo; Putra, Oggi Agustiandi; Abshar, Khairul; Jati, Dian Rahayu; Apriani, Isna
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 8, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.788 KB) | DOI: 10.26418/jtllb.v8i2.44169

Abstract

Abstract  Waste minimization is an effort to reduce the volume, concentration, toxicity, and hazard level of waste originating from the production process by reducing its source and / or utilizing waste. Shredded fish is a processed product in the form of fine and dry fish meat fiber where the manufacturing process is a combination of boiling and frying by adding spices. The amount of industrial production of tuna shredded typical of Pontianak every Saturday and Sunday can reach 5-10 kg (depending on the order) with attractive packaging which is sold for IDR 50,000 per 200 grams. In processing tuna shredded it produces waste such as head, bones, tail, skin , and entrails. The minimization of waste that is carried out is the waste of fish bones produced by shredded fish which is used to become flour which contains lots of calcium.  Keywords:  Clean Technology, Fish Bone Flour, Shredded Fish Waste , Tongkol Fish, and Waste Minimization  Abstrak  Minimisasi limbah adalah upaya untuk mengurangi volume, konsentrasi, toksisitas, dan tingkat bahaya limbah yang berasal dari proses produksi, dengan jalan reduksi pada sumbemya dan atau pemanfaatan limbah. Abon ikan adalah hasil olahan berupa serat daging ikan yang halus dan kering dimana proses pembuatannya merupakan kombinasi antara perebusan dan penggorengan dengan melakukan penambahan bumbu. Jumlah produksi Industri Abon ikan tongkol khas Pontianak setiap hari sabtu dan minggu bisa mencapai   5-10   kg (tergantung pesanan) dengan kemasan menarik yang dijual Rp50 ribu per 200 gram.Dalam Pengolahan abon ikan tongkol tersebut menghasilkan limbah seperti kepala,tulang,ekor, kulit, dan isi perut. Minimisasi limbah yang dilakukan adalah Limbah tulang ikan hasil produksi abon dimanfaatkan menjadi tepung yang banyak mengandung kalsium.  Kata Kunci :  Ikan Tongkol , Limbah Abon Ikan, Minimasi Limbah, Teknologi Bersih dan Tepung Tulang Ikan
Peluang Penerapan Produksi Bersih pada Industri Rumahan Mie Ayam dan Kulit Pangsit (Studi Kasus di Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya) Fitri, Shintya Murhaliza; Tiyas, Nur Astinning; Putri, Lisa Astridni; Jati, Dian Rahayu; Apriani, Isna
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 8, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v8i2.44210

Abstract

Abstract  The application of clean production in the home industry of chicken noodles and dumpling skin in Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, can reduce waste that can have a negative impact on the environment. This study aims to provide opportunities for solid waste utilization to determine the factors that affect its management and provide information to formulate steps that can be used to improve and improve solutions to the waste treatment system in accordance with the applicable procedures. The method used in this research is qualitative approach. The data obtained from the field survey are collected and then processed and analyzed from the literature journal. The results of this study indicate that the application of clean production can minimize the adverse impacts that will be caused to the environment. The benefits of clean production that have been implemented are that it can prevent and overcome environmental pollution due to solid waste that is not properly managed by the industry.  Keywords: clean production; noodle industry; waste  Abstrak  Penerapan produksi bersih pada industri rumahan mie ayam dan kulit pangsit di Kuala Dua Kabupaten Kubu Raya dapat mengurangi limbah yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan memberi peluang pemanfaatan limbah padat, untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengelolaannya dan memberikan informasi untuk menyusun langkah-langkah yang dapat digunakan untuk memperbaiki dan meningkatakan solusi pada sistem pengolahan limbah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitaif. Data-data yang didapatkan dari survey lapangan dikumpulkam kemudian diolah dan dianalisis dari literatur ilmiah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan produksi bersih dapat meminimalisir dampak buruk yang akan ditimbulkan terhadap lingkungan. Manfaat produksi bersih yang sudah diterapkan yaitu dapat mencegah dan mengatasi pencemaran lingkungan akibat limbah padat yang tidak dikelola oleh industri dengan baik.  Kata Kunci: industri rumahan mie; limbah; produksi bersih
POTENSI PENERAPAN TEKNOLOGI BERSIH DAN MINIMASI LIMBAH PADA INDUSTRI KOPI PURNAMA Meifira, Athalia; Fadilah, Nurul; Oktariana, Tiara Insanul; Jati, Dian Rahayu; Apriani, Isna
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 8, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v8i2.44199

Abstract

Abstract  The application of clean production to the Purnama Coffee industry can reduce the negative impact on the environment. This study aims to analyze the coffee industry and consider the potential for implementing clean production by the industry. This research was conducted using the Field Research method (field research). The data collected is then processed into data used for the application of clean production. The results of this study indicate that the implementation of clean production can minimize the impact on the environment. The benefit of clean production for the environment is a reduction in solid waste in the industry. This step in implementing clean production will reduce the impact on the environment towards a more environmentally friendly coffee industry.  Keywords: clean production, coffee waste, industry coffee  Abstrak  Penerapan produksi bersih pada industri Kopi Purnama dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis pada industri kopi serta menganalisis potensi penerapan produksi bersih yang sesuai dengan industri tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode Field Research (penelitian lapangan). Data-data tersebut dikumpulkan kemudian dianalisis untuk dijadikan potensi penerapan produksi bersih. Hal-hal yang bisa dilakukan dalam penerapan produksi bersih pada industri kopi purnama, antara lain : pembuatan pupuk bokashi dari sekam kulit kopi, sehingga diharapkan ada pengurangan timbulan limbah padat di industri tersebut, sehingga menjadi industri kopi yang lebih ramah lingkungan.  Kata Kunci: industri kopi, limbah kopi, produksi bersih
Analisis Transisi Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 Versi 2015 (Studi Kasus : PT.AZ) (Transition Analysis on Application of The Environmental Management System ISO 14001 2015 Version (Case Study : PT. AZ)) Maryeska, Cut Putri; Jati, Dian Rahayu; Pramadita, Suci
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 8, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v8i1.39119

Abstract

Every ISO standard will be evaluated every 5 years to decide whether a revision is needed in order to keep the relevance toward today"™s marketplace. In 2015, ISO issued the latest international standard version of EMS ISO 14001: 2015 and officially substitute the older version which was ISO 14001:2004. ISO 14001:2015 meets the objectives by drawing together relevant external and internal issues (4.1) with the requirements of interested parties (4.2). These address the concept of preventive action and in part establishes the context for the EMS (4.3) in the organization. Ever since the 2015 version was released, the organization has 3 years to make the transition from the 2004 version to the latest version until September 2018. This research analysis was carried out using a checklist by the Global Environmental Management Initiative (GEMI) to measure the implementation of EMS ISO 14001;2015 then categorize the result to the predefined category which are initial compliance level, transition level, and advanced level. The result shows the entire level of implementation ISO 14001:2015 on   PT. AZ was categorized into an advanced level with score 169 but seen from the lowest percentage was on clause 4   Context of the Organization which was a new clause in the 2015 version. Thus, the 3 years transition period was not enough for the organization to entirely implement the standard.Keywords: Environmental Management System, ISO 14001, Transition.  AbstrakSeluruh standar ISO dilakukan evaluasi dan peninjauan setiap 5 tahun untuk menjaga relevansi terhadap pasar. Sehingga pada tahun 2015 lalu, ISO mengeluarkan standar internasional SML versi baru yaitu ISO 14001:2015 dan secara resmi menggantikan standar sebelumnya yaitu ISO 14001:2004. ISO 14001:2015  lebih memerhatikan isu-isu lingkungan melalui dua klausul baru yaitu konteks organisasi dimana organisasi harus menentukan isu eksternal dan internal (4.1) serta memerhatikan kebutuhan dan harapan dari pihak berkepentingan (4.2). Hal ini merupakan tindakan preventif mencapai konteks bagi SML   (4.3) di organisasi tersebut. Sejak dikeluarkan pembaharuan pada September 2015, organisasi diberikan waktu untuk melakukan transisi dari standar lama ke standar versi selama 3 tahun yaitu hingga tahun 2018. Penelitian ini dianalisis menggunakan checklist yang dikeluarkan oleh Global Environmental Management Initiative (GEMI) untuk menilai implementasi SML ISO 14001 :2015 lalu mengkategorikan hasil penilaian pada kategori yang telah ditentukan yaitu tingkat pemenuhan awal, tingkat transisi, dan tingkat lanjut. Hasil penilaian menunjukkan bahwa secara keseluruhan penerapan ISO 14001 :2015   di PT. AZ   berada kategori tingkat lanjut dengan   skor 169   tetapi jika dilihat presentase penerapan terendah ada pada klausul 4   Konteks Organisasi yang merupakan klausul baru di versi 2015. Dengan demikian, masa transisi selama 3 tahun masih belum cukup bagi perusahaan untuk mengidentifikasi dan menerapkan seluruh persyaratan dalam klausul baru. Kata Kunci : ISO 14001, Sistem Manajemen Lingkungan, Transisi
Pembuatan Pupuk Kompos Cair dari Air Buangan Industri Tahu Rakhmayani, Indah; Aulia, Nabila Shafa; Noviyanti, Noviyanti; Jati, Dian Rahayu; Apriani, Isna
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 8, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v8i2.44182

Abstract

Abstract  Cleaner production is an environmental processing strategy that is implemented on an ongoing basis to increase eco-efficiency in order to reduce risks to human health and the environment. The tofu industry in its production process produces waste, both solid and water. Disposal of waste directly to water bodies will damage the environment by creating unpleasant odors and the hot temperature of waste water which can affect the growth of aquatic biota. Tofu production produces 150 L of liquid waste from the soaking and filtering process. Meanwhile, 50 kg of solid waste is produced from milling soybeans. Solid waste will be used as animal feed and liquid waste will be processed into liquid compost.  Keywords: Tofu Production, Cleaner Production, Liquid Compos, Waste Minimization, Mass Balance.  Abstrak  Produksi bersih merupakan strategi pengolahan lingkingan yang diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ekofisiensi agar dapat mengurangi resiko terhadapat kesehatan manusia dan lingkungan. Industri tahu dalam proses produksinya menghasilkan limbah, baik padat maupun air. Pembuangan limbah langsung ke badan air akan merusak lingkungan dengan timbulnya bau tidak sedap dan suhu air limbah yang panas dapat mempengaruhi pertumbuhan biota air. Produksi tahu menghasilkan limbah cair sebanyak 150 L dari proses perendaman, dan penyaringan. Sedangkan limbah padat yang dihasilkan sebanyak 50 kg yang berasal dari penggilingan kacang kedelai. Limbah padat akan dijadikan pakan ternak dan limbah cair akan diolah menjadi pupuk kompos cair.  Kata Kunci : Industri Tahu, Produksi Bersih, Pupuk Kompos, Minimasi Limbah, Neraca Massa.
Analisis Teknologi Bersih dan Minimasi Limbah pada Industri Tahu Rumahan Kota Pontianak (Analysis of Clean Technology and Minimization of Waste in the Home-based Tofu Industry on Jl. Parit Pangeran, Pontianak City, West Kalimantan) Khairunnissa, Rizqa; Nissa, Hairun; Banun, Emylyana Maylany; Apriani, Isna; Jati, Dian Rahayu
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 8, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v8i2.43712

Abstract

Abstract  The home industry is currently growing rapidly, not inferior to large industries. One of the fastest growing industries is the tofu industry. Tofu industry which is located on Jl. Parit Pangeran, Pontianak City, can produce tofu ranging from 1004 to 1005 grains which are distributed to the Flamboyan Market. This soy-based food is in great demand by the public, apart from its taste, the protein content in tofu is also good for the human body. The tofu production process includes soaking 500 kg of soybeans, milling, pressing, cooking, freezing, and printing. In each production process, tofu will produce output in the form of semi-finished products or waste. The results of the analysis of the application of clean production and waste minimization in the tofu industry are the addition of SOPs, goodhouse keeping, recycle, fuel replacement, extension of water life, use of blowers in the cooking process, reuse of cooking water, utilization of ash waste, and manufacture of liquid fertilizer.  Keywords: Production and Waste Minimization, Tofu Industry, Quick Scanning  Abstrak  Industri rumahan saat ini berkembang pesat tak kalah dengan industri besar. Salah satu industri yang berkembang pesat adalah industri tahu. Industri tahu yang terletak di Jl. Parit Pangeran, Kota Pontianak, dapat menghasilkan tahu berkisar 1004 hingga 1005 butir yang didistribusikan ke Pasar Flamboyan. Makanan berbahan dasar kedelai ini banyak diminati oleh masyarakat, selain karena rasa, kandungan protein pada tahu juga baik bagi tubuh manusia. Proses produksi tahu ini meliputi perendaman kedelai sebanyak 500 kg, penggilingan, pemerasan, pemasakan, pembekuan, dan pencetakan. Pada tiap proses produksi tahu akan menghasilkan output berupa produk setengah jadi, maupun limbah. Hasil analisis penerapan produksi bersih dan minimasi limbah di industri tahu ini yang bisa disarankan adalah penambahan SOP, good housekeeping, recycle, penggantian bahan bakar, perpanjangan masa pakai air, penggunaan blower pada proses pemasakan, reuse air saat proses memasak, pemanfaatan limbah abu, dan pembuatan pupuk cair.  Kata Kunci: Produksi Bersih dan Minimasi Limbah, Industri Tahu, Quick Scanning
Socialization and Training on Organic Waste Shredding Machine for Waste Management in Schools Jati, Dian Rahayu; Jumiati, Jumiati; Sulastri, Aini; Desmaiani, Herda; Saziati, Ochih
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 1 (2026): January - July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i1.8186

Abstract

The issue of waste management remains a major challenge in Indonesia and has also extended to regional areas, including the City of Pontianak. The volume of waste in Pontianak City as of 2024 is recorded at 150,366 tons, this figure is the second largest in West Kalimantan Province. One of the waste-producing sectors is schools, with the composition of waste tending to vary according to the school's activities and geographical conditions. Generally, school organic waste consists of food scraps and leaves. This activity aims to increase the understanding of waste management and provide practical skills in the use of organic waste shredding machines. The implementation of this activity is carried out through several methods, namely (1) Socialization, (2) Demonstrati01101on of the Use of Machines, (3) Training and Composting, (4) Assistance and Maintenance. This activity was well organized, and evaluation results indicated that 80% of the participants were able to explain the functions and benefits of the shredding machine, and 70% were able to practice its use independently. The activity contributes to improving the skills of school residents in organic waste management. This activity is expected to be a reference for the application of environmental education with the implementation of simple technology in other target groups.Sosialisasi dan Pelatihan Mesin Pencacah Sampah Organik untuk Pengelolaan Sampah di Sekolah Kota PontianakABSTRAKPersoalan sampah selain masih menjadi tantangan di Indonesia, namun juga menyebar hingga ke daerah, termasuk Kota Pontianak. Volume sampah kota pontianak per tahun 2024 tercatat sebanyak 150,366 ton, angka ini kedua terbesar di Provinsi Kalimantan Barat. Salah satu sektor penghasil sampah adalah sekolah, dengan komposisi sampah cenderung beragam sesuai aktivitas dan kondisi geografis sekolah. Umumnya sampah organik sekolah terdiri dari sisa makanan dan daun-daun. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengelolaan sampah dan memberikan keterampilan praktis penggunaan mesin pencacah sampah organik. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui beberapa metode, yaitu (1) Sosialisai, (2) Demonstrasi Penggunaan Mesin, (3) Pelatihan dan Pembuatan Kompos, (4) Pendampingan dan perawatan. Kegiatan ini terselenggara dengan baik, ditunjukkan hasil evaluasi bahwa 80% peserta mampu menjelaskan kembali fungsi dan manfaat mesin pencacah, serta 70% mampu mempraktikkan penggunaannya secara mandiri. Kegiatan berkontribusi pada peningkatan keterampilan warga sekolah dalam pengelolaan sampah organik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penerapan edukasi lingkungan dengan implementasi teknologi sederhana pada kelompok sasaran lainnya.Kata Kunci :edukasi lingkungan; kompos; mesin pencacah; sampah organik.
Assessing environmental degradation in a tropical watershed: Evidence from artisanal and small-scale gold mining (ASGM), and plantation expansion in West Kalimantan, Indonesia Desmaiani, Herda; Akbar, Aji Ali; Romiyanto, Romiyanto; Hermawati, Ery; Suhartoyo, Aji; Rahma, Syafira Nur; Jati, Dian Rahayu; Saziati, Ochih; Sulastri, Aini; Jumiati, Jumiati
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2026.132.9859

Abstract

This study presents a systematic environmental assessment of the Raya River Sub-Watershed in West Kalimantan, Indonesia, from 2018 to 2025. It addresses a critical data gap in a region heavily impacted by artisanal and small-scale gold mining (ASGM) and oil palm expansion. Establishing the first multi-year physicochemical and sedimentological dataset for this tropical catchment enables the identification of key drivers of ecosystem degradation. An analysis was conducted across nine strategic sampling points, with results indicating significant acidification (pH 4.10), elevated total suspended solids (up to 125 mg/L), and heavy metal concentrations in sediments exceeding international quality standards. Utilising X-ray fluorescence (XRF) spectroscopy, the study quantified community exposure to Pb (13.0-45.5 ppm), Fe (290.0-642.3 ppm), Sn (16.0-22.8 ppm), and Mn (67.9-233.0 ppm), signalling persistent toxicological risks. This research establishes a link between in-situ pollution monitoring and human health implications by associating ASGM with agricultural runoff and potential bioaccumulation. These findings provide a scientifically robust baseline, essential for informing targeted remediation strategies, including phytoremediation and erosion control, and for offering a framework for evidence-based environmental governance in contaminated tropical watersheds.
Co-Authors Abshar, Khairul Affrilyno, Affrilyno Agustin, Dela Tri Akbar, Aji Ali Alfaiz, Frizio Alfin, Muhammad Andi Andi Andi Andi Anggara, Wira Anggraini, Meity Anisa, Selvi Apriani, Isna Arifin Arifin Assegaf, Syarifah Thahirah Atasy, Kurnia Aulia, Nabila Shafa Ayuni, Nurul Azhari, Afifah Nadia Banun, Emylyana Maylany Bhaskara, Renaldi Surya Dentry, Dentry Desmaiani, Herda Elang Derdian Marindani Ertian, Muhammad Harits Ery Hermawati Fadilhadi, Muhammad Fitri, Shintya Murhaliza Fitria, Laili Fitriyani, Ega Puja GULTOM, Bontor Jumaylinda Gultom, Bontor Jumaylinda Br Hairun Nissa, Hairun Halim, Iqbal Hutabarat, Martha Elizabeth Clara Ibrahim Ibrahim Idzihaar, Januar Reyhan Ikhwan, Sulthonik Julia Julia Jumiati Jumiati jumiati, jumiati - Khairunnissa, Rizqa Kurniawan, Eka Pratama M. Yogi Riyantama Isjoni Maryeska, Cut Putri Maulana, Rezki Maulidia, Vera Meifira, Athalia Mikola, Ananda Muhammad Firmansyah, Muhammad Mutiara Rizki Khatulistiwa, Mutiara Rizki Ningrum, Shafa Maura Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Nurul Fadilah, Nurul Oktariana, Tiara Insanul Pramadita, Suci Putra, Oggi Agustiandi Putri, Lisa Astridni Rahma, Syafira Nur Rakhmayani, Indah Rizki Purnaini Robby Irsan Romiyanto, Romiyanto Salsabila, Thalita Helga Santoso, Briliani Azmi Saugi, Agung Ananda Savika, Tanti Saziati, Ochih Septiansyah, Edo Suhartoyo, Aji Sulastri, Aini Syahputra, Muhammad Bagus Taufani, Achmad Ravi Tiyas, Nur Astinning Tri Wahyuningsih Triono, Reno Ulli Kadaria Utomo, Kiki Prio Victoria, Clara Wandasundari, Margareta Winardi Winardi Zhafran, Muhammad Farras Zidan, Syarif M Faiz