Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Studi Pustaka Evaluasi Polifarmasi pada Pasien Geriatri Diabetes Melitus Alifia Putri Febriyanti; Wahyuddin, Munifah; Ummu Khairunnisa Azzahra
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v10i1.51056

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Proses menua menyebabkan banyak perubahan pada tubuh lansia seperti perubahan psikologis, sosial dan penurunan fungsional tubuh. Hal ini menyebabkan lansia biasanya lebih rentan terhadap berbagai penyakit sehingga akan terjadi polifarmasi. Polifarmasi sering didefinisikan sebagai penggunaan rutin dari lima obat atau lebih. Polifarmasi pada lansia telah dikaitkan dengan banyak hasil kesehatan yang merugikan. Faktor utama yang berhubungan dengan polifarmasi adalah Penggunaan obat yang tidak tepat atau PIMs (Potentially inappropriate medications). Tujuan: Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menelaah instrumen yang bisa digunakan untuk mengevalusi polifarmasi pada pasien geriatri diabetes melitus. Metode: Studi literatur berupa analisis artikel jurnal yang memiliki hubungan atau kata kunci yang berkaitan dengan evaluasi polifarmasi pada pasien geriatri diabetes melitus dengan menggunakan metode PICOS. Hasil: Pengkajian menunjukkan bahwa Prevalensi PIM yang diresepkan untuk pasien geriatri mengalami peningkatan ketika di evaluasi menggunkan instrumen seperti STOPP / START criteria v2, Beer’s criteria 2019, European list of PIMs (7), The Swedish quality indicators, dan the PRISCUS list. Kesimpulan: Dari analisis beberapa jurnal, instrumen yang bisa digunakan untuk mengevaluasi polifarmasi pada pasien geriatri diabetes melitus yaitu STOPP / START criteria v2, Beer’s criteria 2019, European list of PIMs (7), The Swedish quality indicators, dan the PRISCUS list. Kata kunci: Evaluasi Polifarmasi, Geriatri, Diabetes Melitus, PICO
PEMANFAATAN BIOTEKNOLOGI DALAM PEMBUATAN TAPE KETAN SEBAGAI PRODUK UNGGULAN LOKAL Syahrir, Maulidyah; Muh. Yasid Alim; Fauzia Amelia; A. Aulia Maulidha; Dhela Fitria; Wahyuddin, Munifah
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT YAMASI Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Yamasi
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59060/jpmy.v3i2.361

Abstract

Black sticky rice contains phenolic components which have antioxidant properties, and sticky rice tape is a traditional fermented product that is rich in cultural value in Indonesia. The process of making sticky rice tape, which involves fermentation by microorganisms such as yeast, can be optimized through the application of biotechnology to improve the quality, stability and economic value of the product. Conventional, non-standardized production methods often result in varying tape quality. Therefore, this community service program aims to provide knowledge and skills to the community in applying simple biotechnology in the production of sticky rice tape. Through training, people can understand the principles of fermentation and develop new product variations. The results of this program show an increase in the quality of the sticky rice tape produced, including better taste, texture and shelf life. Product diversification and the use of modern marketing techniques also increase the competitiveness of sticky rice tape in the market. Overall, this program has a positive impact on increasing income and economic welfare of local communities. Keywords: tape, fermentation, biotechnology, product, local
IDENTIFIKASI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN TOBO-TOBO (Ficus septica Burm) TERHADAP BAKTERI ULKUS DIABETIK Wahyuddin, Munifah; Rauf, Afrisusnawati; Nurshalati Tahar; Nurfitrah Syamsuddin; Huriyah Fadhilah
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 15 No 2 (2024): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v15i2.1103

Abstract

People in Indonesia have long used tobo-tobo leaves (Ficus septica Burm). The ingredients contained in these leaves consist of alkaloid compounds, saponins, flavonoids, and tannins, which are compounds that are antibacterial, so they have the potential to be developed as plants. drug. This study aims to determine the antibacterial activity of the ethanol extract of tobo-tobo leaves against diabetic ulcer bacteria, namely Pseudomonas aeruginosa, Providencia stuartii, Citrobacter freundii, Pseudomonas luteola, Burkholderia cepacia, Acinetobacter baumannii, and Proteus merabilis. For this kind of research, a quantitative experimental method is used. The ethanol solvent is used for extraction, and the agar diffusion method on NA medium is used to test for bacteria. The test showed that the tobo-tobo (Ficus septica Burm) leaf extract made of ethanol had alkaloids, saponins, flavonoids, and tannins in it. In the antibacterial activity test on each extract with a concentration of 20%, 40%, 60%, 80%, and 100%, it was found that the ethanol extract of tobo-tobo leaves at a concentration of 100% gave the greatest antibacterial effect on bacterial growth with an average diameter value of flat. average: Pseudomonas aeruginosa 12.8 mm (strong), Providencia stuartii 9.33 mm (medium), Citrobacter freundii 11.83 mm (strong), Pseudomonas luteola 11 mm (strong), Burkholderia cepacian 10.16 mm (strong), Acinetobacter baumannii 9.5 mm (moderate), and Proteus merabilis 6.5 mm (moderate).
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Botto-Botto (Chromolaena odorata L.) terhadap Bakteri Helicobacter pylori H Sanda, Ummu Kalsum; Munifah Wahyuddin; Khaerani; Indah; Muh. Rusdi
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v12i2.50698

Abstract

Ulkus peptikum adalah salah satu gangguan gastrointestinal, dimana terjadi luka dilapisan lambung atau usus kecil (duodenum), penyebab utama penyakit ini adalah bakteri Helicobacter pylori. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan pada penyakit tersebut yaitu daun botto-botto yang memiliki kandungan senyawa kimia seperti flavonoid, tanin dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun botto-botto (chromolaena odorata L.) dalam menghambat bakteri Helicobacter pylori dengan konsentrasi tertentu. Konsentrasi ekstrak yang digunakan 20% g/ml, 40% g/ml, 60% g/ml, dan 80% g/ml, ekstrak etanol 70% daun botto-botto. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan cakram disk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun botto-botto dapat memberikan zona penghambatan pada bakteri Helicobacter pylori dengan hasil diameter rata-rata zona hambat pada kontrol positif sebesar 17 mm, konsentrasi 20% sebesar 9,8 mm, konsentrasi 40% sebesar 9,8 mm, konsentrasi 60% sebesar 17,5 mm, dan konsentrasi 80% sebesar 20 mm. Konsentrasi 80% yang memiliki daya hambat bakteri terkuat terhadap bakteri Helicobacter pylori. Berdasarkan hasil uji one way anova menunjukkan hasil nilai p=0,000 (p= <0,05) sehingga dilakukakn uji lajutkan dengan uji Tukey yang diperoleh nilai ialah p=0,051 (p= >0,05) yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara kontrol positif, konsentrasi 80% dan 60%, konsentrasi 40% dan 20%. Keywords: Daun botto-botto, Antibakteri, Helicobacter Pylori, Flavonoid, Tanin, Saponin
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI KLINIK X Muhammad Riswan; Vera Olfiana; Sahrul Ramadhan; Amaliah Kartika; Dewi Damayanti; Munifah Wahyuddin
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v13i1.57605

Abstract

Pendahuluan: Kepuasan pasien merupakan konsekuensi dari pelayanan kesehatan yang diterima setiap pasien dan berdampak signifikan terhadap kondisi kesehatan. Semua pasien rawat jalan yang berobat ke Klinik X harus benar-benar puas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan bagi pasien rawat jalan Klinik X. Metode: Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian kuantitatif cross sectional. Waktu penelitian dilakukan di pada bulan April-Mei tahun 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien rawat jalan di Klinik X dan untuk sampel berjumlah 30 responden. Penelitian ini menggunakan Teknik Probability Sampling dengan mengajukan pertanyaan tentang layanan yang diterima oleh pasien yang memenuhi lima kriteria berbeda yaitu kehadalan, daya tanggap, kepercayaan, empati dan bukti fisik. Hasil: Hasil analisis di ketahui responden merasa puas dengan pelayanan di Klinik X dengan presentse 71,12%. Berdasarkan aspek reliability, responden menjawab dimensi kehandalan 72 %, dari ketanggapan persentase 71,1%, dari dimensi kepercayaan responden 68,2%, dari aspek empaty responden menjawab 73,7 % dan aspek wujud, responden menjawab kepuasan 70,12%. Kesimpulan: Pelayanan kefarmasian di Klinik X pada pasien rawat jalan menunjukkan tingkat kepuasan yang baik terhadap pelayanan yang diberikan. Kata Kunci : Kepuasan pasien, Pelayanan kesehaatan, Pasien rawat jalan
Ambroxol Therapy as an Antibiofilm Candidate in Diabetic Ulcer Patients Wahyuddin, Munifah; Sari, Ika Puspita; Asdie, Rizka Humardewayanti; Nuryastuti, Titik
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.791

Abstract

Patients with diabetic ulcers are susceptible to infection because the tissue in their extremities is constantly exposed to various pathogenic bacteria, so biofilm formation plays an important role in developing the disease. Based on previous studies, ambroxol can inhibit the formation of biofilm bacteria. The purpose of this study was to identify biofilm-forming bacteria, prove that ambroxol has the potential to inhibit and eradicate biofilms formed by bacteria in diabetic ulcers and analyse the potential of ambroxol in eradicating biofilms formed by bacteria in diabetic ulcer patients based on PEDIS and SEM scores. The method used was a 96-well microtiter plate assay (MtPA) with crystal violet and MTT staining techniques, a test using human samples with a quasi-experimental method with sampling carried out by nonprobability sampling. The samples used were diabetic ulcer patients with culture results forming biofilms. The results obtained identified 3 clinical isolates that formed biofilms with 100% Gram-negative bacteria, including two isolates of Pseudomonas aeruginosa and one isolate of Escherichia coli with the ability to form biofilms are moderate. Ambroxol effectively inhibits and eradicates 50% of biofilms formed by diabetic ulcer bacteria at a minimum concentration of 1 mg/ml. Based on the PEDIS score and SEM images of diabetic ulcer patients, there was a decrease in the PEDIS score in each patient, with an average score of 2. Several studies have demonstrated that combining Ambroxol with antimicrobials can synergistically enhance the antibiotic's efficacy against biofilms. The co-administration of Ambroxol with other antimicrobial agents represents a promising approach to improving antibiotic effectiveness. Nevertheless, careful consideration must be given to the concentration of Ambroxol used.
PENYULUHAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL HABBATUSSAUDA UNTUK SISTEM IMUN DAN PENAMBAH DAYA INGAT BAGI SISWA MAN 2 KOTA MAKASSAR Dhuha, Nur Syamsi; Tahar, Nurshalati; Leboe, Dwi Wahyuni; Wahyuddin, Munifah; Khaerani, Khaerani; Nonci, Faridha Yenny
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT YAMASI Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Yamasi
Publisher : Akademi Farmasi Yamasi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.495 KB) | DOI: 10.59060/jpmy.v2i1.280

Abstract

The use of black cumin as medicine or medicinal properties is in the seeds. The benefits of black cumin seeds are to treat various diseases such as strengthening the immune system, asthma, bronchitis, diabetes, increasing breast milk production, antihistamines or hypoallergenic, maintaining skin elasticity, antioxidants, antitumor, cancer, improving the digestive tract, antibacterial, lowering cholesterol and improve heart performance. In order to realize the degree of public health, it is necessary to carry out integrated and comprehensive health efforts in the form of individual health efforts and public health efforts. This community service aims to see how the level of knowledge of students at MAN 2 Makassar City about the use of Black Seed. Therefore, the results of this PKM show that it was synthesized by looking at the t count and t table for the two hypotheses. If (tcount) > ttable, then reject H0. Based on the analysis of the paired t test, if (tcount) is 4.86 and the ttable value for the two-way test is 2.11. Then, (t count) > ttable, then calculate H0 or in other words, that the means/average quiz results are significantly different from the means/average after being given counseling.
GAMBARAN EFEK SAMPING PENGGUNAAAN OBAT AMLODIPINE PADA PASIEN HIPERTENSI DI APOTEK X MAKASSAR Parubak, Gita Arnindya; Adinantha, Fauzan; Wahyuddin, Munifah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jfuinam.v13i2.60686

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah yang menetap dan menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Di Indonesia, prevalensi hipertensi mencapai 17,2% (Riskesdas, 2018), dengan Provinsi Sulawesi Selatan mencatat angka sebesar 14,99%. Penatalaksanaan hipertensi meliputi penerapan gaya hidup sehat serta penggunaan obat antihipertensi. Meskipun terapi farmakologis terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah, penggunaan obat antihipertensi berpotensi menimbulkan efek samping yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi efek samping obat antihipertensi yang digunakan dalam pengobatan hipertensi, khususnya berdasarkan frekuensi penggunaannya. Metode:Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan desain potong lintang (cross-sectional), yang bertujuan untuk mengidentifikasi potensi efek samping obat antihipertensi berdasarkan frekuensi penggunaannya di Apotek X Makassar. Selain itu, dilakukan pula telaah naratif terhadap jurnal penelitian atau artikel ilmiah yang bersumber dari Google Scholar®. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa amlodipin merupakan salah satu obat antihipertensi yang paling banyak digunakan. Dari 30 pasien yang diwawancarai, sebanyak 18 pasien pengguna amlodipin jangka panjang tidak mengalami efek samping. Namun demikian, 6 pasien melaporkan terjadinya edema, 3 pasien mengalami sakit kepala, 2 pasien mengalami mual, dan 1 pasien mengalami palpitasi setelah penggunaan amlodipin dalam jangka panjang. Temuan ini sejalan dengan literatur yang menyebutkan bahwa edema, palpitasi, pusing, dan flushing merupakan efek samping potensial dari penggunaan amlodipin. Kesimpulan: Penelitian ini memberikan gambaran mengenai frekuensi terjadinya efek samping amlodipin pada populasi pasien di Apotek X. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi penting bagi tenaga kesehatan dan pasien dalam upaya pengelolaan terapi hipertensi secara lebih optimal. Kata Kunci: Amlodipin, Efek Samping Obat, Hipertensi