Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Antara Kepribadian, Self-efficacy, dan Dukungan Teman dengan Perilaku Caring Mahasiswa Profesi Ners Nursalam Nursalam; Afita Nur Dwiyanti; Candra Panji Asmoro
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sfnk114

Abstract

Nurse students must have caring behavior when providing services, but they have difficulty understanding the meaning and practice of caring behavior. The purpose of this study was to determine the relationship between the big five personality, self-efficacy, and social support from friends with the caring behavior of the nurse profession students. The design of this study was cross-sectional. The study population was all students of the nurse profession, Faculty of Nursing, Airlangga University in 2020. The sample size was 104 students who were selected using simple random sampling. Data were collected using a questionnaire that has been tested for validity and reliability, then analyzed using logistic regression test. The results showed a relationship between caring behavior and big five personality factors, especially extraversion personality p = 0.046, agreeableness p = 0.014, conscientiousness p = 0.005, self-efficacy p = 0.035, and social support from friends p = 0.003. Openness to experience (p = 0.368) and neuroticism (p = 0.373) were not related to caring behavior. It is recommended that educators provide more examples (role models) of how to behave in proper caring, so that students of the nurse profession can improve their caring behavior. Keywords: caring; social support; personality; self-efficacy ABSTRAK Mahasiswa profesi ners harus memiliki perilaku caring ketika memberikan pelayanan, namun mereka mengalami kesulitan untuk memahami makna dan praktik dari perilaku caring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepribadian big five, self-efficacy, dan dukungan sosial teman dengan perilaku caring mahasiswa profesi ners. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa profesi ners, Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga tahun 2020. Besar sampel adalah 104 mahasiswa yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas, lalu dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara perilaku caring dengan faktor kepribadian big five, khususnya kepribadian extraversion p=0.046, agreeableness p=0,014, conscientiousness p=0,005, self-efficacy p=0,035, dan dukungan sosial teman p=0,003. Kepribadian openness to experience (p=0.368) dan neuroticism (p=0.373) tidak berhubungan dengan perilaku caring. Disarankan agar pendidik lebih memberikan contoh (role model) bagaimana sikap berperilaku caring yang tepat, sehingga mahasiswa profesi ners dapat meningkatkan perilaku caring mereka. Kata kunci: caring; dukungan sosial; kepribadian; self-efficacy
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan Infeksi Saluran Kemih pada Mahasiswi Keperawatan di Universitas Airlangga Nursalam Nursalam; Regyana Mutiara Guti; Tiyas Kusumaningrum
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk124

Abstract

Urinary tract infections is a health problem often less awareness by the community especially students. Student’s bad habits can induce the incidence of urinary tract infections. The purpose of this study was to determine the factors associated with the prevention behavior of urinary tract infections at Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. The design for this study was descriptive analytic with cross-sectional approach. This study was conducted at Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Total sample was 160 respondents, taken in accordance with the inclusion criteria and sampling using a simple random sampling technique. The independent variables in this study were knowledge, attitudes, accessibility of health facilities, and social support. The dependent variable in this study was the behavior of prevention urinary tract infections in nursing students. The data were collected using questionnaire. Data were analyzed by using Logistic Regression. The results showed that there were relationships between knowledge (p=0.011), attitude (p=0.000), and social support (p=0.007) with the behavior of urinary tract infection prevention in college students. The most dominant factors that correlate the behavior of urinary tract infection prevention are attitude (Exp (B) = 4.392), social support (Exp (B) = 2.449) and knowledge (Exp (B) = 0.357). Knowledge, attitudes and social support were fundamental factors in building personal behaviour. Prevention of urinary tract infection behavior can be done optimally if students have good knowledge, positive attitude and social support. Keywords: behavior; prevention; urinary tract infection ABSTRAK Infeksi saluran kemih merupakan masalah kesehatan sering diremehkan oleh masyarakat khususnya mahasiswa. Kebiasaan yang kurang baik dapat menjadi faktor terjadinya infeksi saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan infeksi saluran kemih pada mahasiswi keperawatan Universitas Airlangga. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Total sampel adalah 160 responden, diambil sesuai dengan kriteria inklusi dan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen pada penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, keterjangkauan sarana kesehatan, dan dukungan sosial. Variabel dependen pada penelitian ini adalah perilaku pencegahan infeksi saluran kemih pada mahasiswi keperawatan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis menggunakan uji statistik Regresi Logistik dengan derajat signifikasi p
Faktor Pendukung dan Penghambat Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit: A Systematic Review Ida Yanriatuti; Nursalam Nursalam; Rr. Soenarnatalina M
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11, No 4 (2020): Oktober
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11408

Abstract

Introduction: Patient safety culture is implemented as an effort to reduce events that can harm patients both physically, materially and psychologically. Objective: To find out the factors that support and hinder the application of patient safety culture in hospitals. Method:Searched databases include Google Scholar, Science Direct, PubMed and Proquest. The criteria of the article are in English language, published in 2016-2020, with the keyword patient safety culture and Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC) Questionnaire. Criteria for selected articles are to be published in 2016-2020 with full text and in English. This Systematic Review uses 15 articles that fit the criteria.Results : Analysis of fifteen articles shows that there are four main factors that both support and hinder the implementation of a patient safety culture namely teamwork, organizational learning, stress levels and nurse burdens, and communication.Conclusion: Several factors support and hinder the application of patient safety culture based on previous research. Suggestion: the factors mentioned from the results of the analysis are deemed necessary to be evaluated and improved to maximize the implementation of patient safety culture. Keywords: supporting factors; inhibiting factor; patient safety culture ABSTRAK Latar belakang: Budaya keselamatan pasien diterapkan sebagai salah satu upaya dalam mengurangi kejadian yang dapat merugikan pasien baik secara fisik, materi maupun psikis.Tujuan: Untuk mengetahui faktor- faktor yang mendukung dan menghambat aplikasi budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Metode: pencarian database meliputi Google Scholar, Science Direct, Pub Med dan Proquest dengan kata kunci budaya keselamatan pasien dan koesioner Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPSC). Kriteria artikel yang dipilih ialah terbit tahun 2016-2020 dengan teks penuh dan berbahasa Inggris.Systematic Review ini menggunakan 15 artikel yang sesuai dengan kriteria. Hasil: Analisis dari lima belas artikel menunjukkan bahwa ada empat faktor utama yang mendukung dan menghambat implementasi budaya keselamatan pasien yaitu kerja tim, pembelajaran organisasi, tingkat stres dan beban kerja perawat,dan komunikasi.Kesimpulan: Terdapat beberapa faktor yang mendukung dan menghambat aplikasi budaya keselamatan pasien berdasarkan penelitian sebelumya.Saran:faktor-faktor yang disebutkan dari hasil analisis dianggap perlu untuk dievaluasi dan ditingkatkan untuk memaksimalkan implementasi budaya keselamatan pasien. Kata kunci: faktor pendukung; faktor penghambat; budaya keselamatan pasien
Efektivitas Therapeutic Group Therapy (TGT) Terhadap Self-Efficacy Pada Remaja: A Systematic Review Winda Kusumawardani; Bernadetta Germia Aridamayanti; Nursalam Nursalam; Hanik Endang Nihayati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11nk113

Abstract

Background: The low confidence of adolescents regarding self-ability (low self-efficacy) to complete tasks and challenges will make teens with apathy and pessimism. So that intervention is needed that can provide adolescent stimulus to increase self efficcy, namely Therapeutic Group Therapy (TGT). Objective: To increase self efficcy, namely Therapeutic Group Therapy (TGT). The purpose of this Systematic review is to explain the effectiveness of Therapeutic Group Therapy on self efficcy based on various studies. Method: The author conducted a simple literature review using PRISMA; (1) identified using relevant keywords there were 240 articles selected by meeting the inclusion criteria of 16 articles obtained from several databases including ProQuest, Scopus and ScienceDirect; (2) Articles published between 2012-2019; (3) the area of juvenile nursing and psychology journals. Results: Therapeutic group therapy (TGT) is an effort to promote mental health to increase self-awareness, increase interpersonal relationships, and increase confidence in the ability of adolescents to make changes or all three. There are 10 aspects of development that will be stimulated, including biological, psychosexual, cognitive, moral, spiritual, psychosocial, emotional, language, talent, and creativity aspects. Conclusion: TGT has a significant influence in increasing self-efficacy which enables adolescents to complete developmental tasks in their phase. Implications: To add to the literature review related to therapy for stimulation of development in adolescents. Keywords: therapeutic group therapy; self efficacy; adolescents ABSTRAK Latar belakang: Rendahnya keyakinan remaja tehadap kemampuan diri (self efficacy rendah) untuk menyelesaikan tugas dan tantangan akan menjadikan remaja dengan sikap apatis dan pesimis. Sehingga diperlukan intervensi yang dapat memberikan stimulus remaja untuk meningkatan self efficcy yaitu Therapeutic Group Therapy (TGT). Tujuan: Untuk meningkatan self efficcy yaitu Therapeutic Group Therapy (TGT). Tujuan dari Systematic review ini adalah untuk menjelaskan efektivitas Therapeutic Group Therapy terhadap self efficcy berdasarkan berbagai penelitian. Metode: Penulis melakukan kajian literatur secara sederhana menggunakan PRISMA; (1) diidentifikasi dengan menggunakan kata kunci yang relevan terdapat 240 artikel diseleksi dengan memenuhi kriteria inklusi 16 artikel yang diperoleh dari beberapa database antara lain ProQuest, Scopus dan ScienceDirect; (2) Artikel diterbitkan antara tahun 2012-2019; (3) area jurnal keperawatan dan Psikologi remaja. Hasil: Theraputic group therapy (TGT) merupakan salah satu upaya promosi kesehatan jiwa untuk meningkatkan kesadaran diri (self awereness), meningkatkan hubungan interpersonal, dan meningkatkan keyakinan atas kemampuan yang dimiliki oleh remaja untuk membuat perubahan atau ketiga-tiganya serta terdapat 10 aspek perkembangan yang akan di stimulasi meliputi aspek biologi, psikoseksual, kognitif, moral, spiritual, psikososial, emosi, bahasa, bakat dan kreativitas. Simpulan: TGT memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan self efficacy yang membuat remaja dapat menyelesaiakn tugas perkembangan pada fasenya. Implikasi: Untuk menambah kajian literatur terkait terapi untuk stimulasi perkembangan pada remaja. Kata kunci: therapeutic group therapy; self efficacy; remaja
Manfaat Discharge Planning pada Pasien CVA Infark : A Systematic Review Fetreo Negeo Putra; Nursalam Nursalam; Aang Kunaifi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12121

Abstract

Background: Discharge planning is a systematic process and pilot of various case that needs continous trearment, for example is CVA infarct. Objective: To find out the function of discharge planning on CVA infarct patient. Method: The database used in this study were Scopus, SAGE and Pubmed were limited to the last 6 years of publication from 2014 to 2020, full-text articles and in English. The keyword used were "discharge planning" AND "CVA infarct” AND “Nursing". This systematic review used 10 articles that fit the inclusion criteria. Results: Benefit from discharge planning for patient with CVA infarct is to identified and assesment level of physical capability patient with CVA infarct, to make sure that patient with CVA infarct ready continous treatment in home, determine rehabilitatif treatment that patient CVA infarct needed in home and decrease statistic readmision of CVA infarct case. Conclusion: Discharge planning have many benefits for patient with CVA infact for rehabilitation after hospitalization and to decrease the number of readmition. Keywords: discharge planning; CVA infarct; nursing ABSTRAK Latar belakang: Perencanaan pulang atau discharge planning merupakan proses sistematis dan panduan pada berbagai kasus penyakit yang membutuhkan perawatan lanjutan diantaranya adalah penyakit CVA infark.. Tujuan: Untuk mengetahui manfaat discharge planning terhadap penyakit CVA infark. Metode: Database yang digunakan dalam penelitian ini adalah Scopus, SAGE dan Pubmed terbatas untuk publikasi 6 tahun terakhir dari 2014 hingga 2020, full text article dan berbahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan adalah “Discharge Planning” AND “CVA Infarct” AND “Nursing”. Systematic review ini menggunakan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Manfaat discharge planning bagi pasien CVA infark adalah untuk mengidentifikasi dan mengkaji tingkat kemampuan fisik dari pasien cva infark, memastikan pasien cva infark siap untuk melanjutkan perawatan di rumah, menentukan tindakan rehabilitatif yang diperlukan pasien CVA infark ketika di rumah dan mengurangi angka terjadinya readmisi pada pasien CVA infark. Kesimpulan: Discharge planning memiliki banyak manfaat bagi pasien CVA infark untuk menjalani rehabilitasi di rumah dan menurunkan angka terjadinya readmisi. Kata kunci: perencanaan pulang; CVA infark; perawat
Hubungan Crisis Mental Health Emergency dan Psychological First Aid dengan Kesiapan Psikologis Masyarakat Menghadapi New Normal Infeksi Coronavirus 2019 Diah Priyantini; Nursalam Nursalam; Tintin Sukartini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12316

Abstract

The COVID-19 pandemic continues to increase and has transformed into a troubling case for many people to cause mass paranoia, it is necessary to be psychologically prepared to face the new normal era. The purpose of this study was to analyze the relationship between crisis mental health emergency and psychological first aid with the psychological readiness of the community. The design of this study was a quantitative study with a cross sectional approach. A sample of 521 respondents was taken using a convenience sampling technique which was carried out by the study in July 2020. The independent variables of the study were mental health emergency and psychological first aid, while the dependent variable was the psychological readiness of the community. The instruments used were a crisis mental health emergency questionnaire, psychological first aid and Social Psychological Survey of COVID-19. The data were analyzed using the SPSS version 22.0 statistic tested by Spearman rho. The results of the study showed that mental health emergency crisis and psychological first aid had a significant relationship with psychological readiness. Based on the test results, the p value for crisis mental health emergency was 0.017 and psychological first aid was 0.012, both p values were less than 0.05, so the H0 hypothesis was rejected. The strength of the correlation in the mental health emergency crisis showed a result of 0.61, which was a strong relationship, while the psychological first aid variable showed a result of 0.83, which was a very strong relationship. The psychological readiness of the community is closely related to the mental health crisis and the psychological readiness of the community in facing COVID-19. Keywords: coronavirus disease 2019; psychological first aid; mental health crisis ABSTRAK Pandemi COVID-19 terus mengalami peningkatan dan telah menjelma menjadi kasus yang membuat resah bagi banyak orang hingga menimbulkan paranoid massal, perlu untuk dilakukan kesiapan psikologis dalam menghadapi era normal baru. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis hubungan crisis mental health emergency dan psychological first aid dengan kesiapan psikologis masyarakat. Desain dari penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 521 responden diambil menggunakan tekhnik convenience sampling yang dilaksanakan penelitian pada Bulan Juli 2020. Variabel independent penelitian adalah crisis mental health emergency dan psychological first aid, sedangkan variabel dependen adalah kesiapan psikologis masyarakat. Instrumen yang digunakan adalah crisis mental health emergency questionnaire, psychological first aid dan Social Psychological Survey of COVID-19. Data kemudian dianalisis menggunakan statistic SPSS versi 22.0 yang diuji dengan Spearman rho. Hasil penelitiana menunjukkan bahwa crisis mental health emergency dan psychological first aid memiliki hubungan yang signifikan dengan kesiapan psikologis. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan nilai p untuk crisis mental health emergency adalah 0,017 dan psychological first aid adalah 0,012, kedua nilai p kurang dari 0,05 sehingga hipotesis H0 ditolak. Kekuatan korelasi pada crisis mental health emergency menunjukkan hasil 0,61 yaitu hubungan yang kuat, sedangkan pada variabel psychological first aid menunjukkan hasil 0,83 yaitu memiliki hubungan yang sangat kuat. Kesiapan psikologis masyarakat sangat erat hubungannya dengan kondisi krisis Kesehatan mental dan kesiapan psikologis masyarakat dalam menghadapi COVID-19. Kata kunci: coronavirus disease 2019; psychological first aid; mental health crisis
Uji Validitas dan Reliabilitas Leadership Behavior Inventory, Personal Mastery Questionnaire dan Kuesioner Kinerja Perawat di Rumah Sakit Kornelis Nama Beni; Nursalam Nursalam; M Hasinuddin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11318

Abstract

Background: Measurement instruments play an important role in research, clinical practice, and health assessment. Measurement nurse leadership behavior, self-mastery and performance using the Leadership Behavior Inventory (LBI), Personal Mastery Questionnaire and nurse performance questionnaire in quality and patient safety. This instrument has been tested for validity and reliability. The aim of this study was to tested the validity and reliability of the Leadership Behavior Inventory, Personal Mastery questionnaire and nurse performance questionnaire in quality and patient safety. Method: This study was used quantitative study, a type of research tested questionnaire with a cross-sectional study design. Researchers was conducted validity and reliability tests. Respondents in this study were nurses who worked in hospitals in East Nusa Tenggara as many as 20 responden. The instruments tested were Leadership Behavior Inventory, Personal Mastery questionnaire and nurse performance questionnaire in quality and patient safety. Results: The results showed that the validity tested used Pearson product moment on 29 items of Leadership Behavior Inventory found values ( r = 0.539 – 0.938), Cronbach alpha ( 0.9 75) ; 17 Personal mastery Questionnaire items were found (r = 0.625-0.902), Cronbach alpha ( 0.9 59) ; 23 nurse performance questionnaire items were found (r = 0.714-0.942), Cronbach alpha ( 0.9 82); so that all items of this instrument was valid and reliable at a significance level of 0.0 5 . Conclusion: Leadership Behavior Inventory Instrument, Personal Mastery Questionnaire and nurse performance questionnaire was valid and reliable to measured nurse leadership, personal mastery and nurse performance in quality and patient safety. Keywords: LBI; Personal Mastery Questionnaire; nurse performance questionnaire ABSTRAK Latar Belakang: Instrumen pengukuran memainkan peran penting dalam penelitian, praktik klinis, dan penilaian kesehatan. Pengukuran perilaku kepemimpinan perawat, penguasaan diri dan kinerja menggunakan Leadership Behavior Inventory, Personal Mastery Questionnaire dan kuesioner kinerja perawat dalam mutu dan keselamatan pasien. Instrumen dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Tujuan penelitian ini menguji validitas dan reliabilitas Leadership Behavior Inventory, Personal Mastery questionnaire dan kuesioner kinerja perawat dalam mutu dan keselamatan pasien. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, jenis penelitian testing kuesioner dengan rancangan penelitian cross-sectional. Peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas. Responden dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di Rumah Sakit di Nusa Tenggara Timur sebanyak 20 orang. Instrumen yang diuji adalah Leadership Behavior Inventory, Personal Mastery questionnaire dan kuesioner kinerja perawat dalam mutu dan keselamatan pasien. Hasil: Hasil uji validitas menggunakan Pearson product moment pada 29 item Leadership Behavior Inventory ditemukan nilai (r = 0.539 – 0.938), Cronbach alpha (0.975); 17 item Personal Mastery Questionnaire ditemukan (r = 0.625-0.902), Cronbach alpha (0.959); 23 item kuesioner kinerja perawat ditemukan (r = 0.714-0.942), Cronbach alpha (0.982); sehingga semua item instrumen ini adalah valid dan reliabel pada taraf signifikansi 0.05. Kesimpulan: Leadership Behavior Inventory, Personal Mastery Questionnaire dan kuesioner kinerja perawat telah memenuhi validitas dan reliabilitas untuk mengukur kepemimpinan, personal mastery perawat dan kinerja perawat dalam mutu dan keselamatan pasien. Kata Kunci: LBI; Personal Mastery Questionnaire; kuesioner kinerja perawat
Pengaruh latihan aerobik dan latihan ketahanan terhadap kualitas hidup pada orang dengan HIV/AIDS: A systematic review Nursalam Nursalam; Sri Purwanti; Ratu Izza; Yogo Apriyanto
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 7, No 2 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.7.2.163-171

Abstract

Pendahuluan: Angka kejadian penyakit penyerta pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sangat tinggi, yang disebabkan oleh efek samping terapi antiretroviral (ART), seperti penurunan kualitas hidup (QoL). Kajian review ini bertujuan untuk membahas pengaruh senam aerobik dan latihan ketahanan terhadap kualitas hidup pada ODHA. Metode: Studi diidentifikasi secara sistematis dengan mencari database elektronik Scopus, Science Direct, CINAHL, Pubmed, ProQuest, SAGE selama lima tahun terakhir. Pencarian dengan memanfaatkan mesin pencari diperoleh 232 artikel, dan setelah diseleksi, 14 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Kajian review ini diperoleh bahwa latihan aerobik dan latihan ketahanan berpengaruh positif terhadap indikator kesehatan mental pada ODHA. Kombinasi kedua latihan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan. Simpulan: Dampak positif dari latihan aerobik dan latihan ketahanan terbukti dalam peningkatan kualitas hidup, penurunan morbiditas, dan kematian pada orang yang hidup dengan HIV/AIDS.
Efficiency Comparison of the Cacao Intercropping Farming in Kolaka Regency Nursalam Nursalam; Kabul Budiman; Campina Illa Prihantini; Hasbiadi Hasbiadi; Masitah Masitah
Agriekonomika Vol 10, No 2: Oktober 2021
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v10i2.11090

Abstract

The intercropping system is well-known for its extremely low risk of crop failure, its potential to overcome the risk of fluctuating product prices, and this system can save the production inputs. The study aims to compare the level of technical, allocative, and economic efficiency using the stochastic frontier production function model in the intercropping of cacao with annual crops with the pattern: cacao+coconut+patchouli; cacao+coconut+cashew; and cacao+coconut+banana. This research was conducted from March 2018 until April 2018 by determining the samples in the Kolaka Regency, which covered 17 sub-districts, taken from 3 sub-districts with purposive sampling. Each district was represented by 3 villages with purposive sampling. Each sub-district was represented by9 villages with total random samples of 270 respondents. The analysis used wasa technical, allocative, and economical efficiency analysis based on frontier analysis, with 270 respondents from 9 villages representing 3 sub-districts, using the random sampling method. The results discovered that the cacao intercropping farming system of cacao+coconut+patchouli had better technical, allocative, and economic efficiency values and was more feasible to cultivate compared to other patterns. The research results can be beneficial in developing cacao farmers’ performance relating to the annual intercropping crops. For academics, this research is expected to support the frontier production theory with the stochastic frontier efficiency model in cacao intercropping with annual crops.
The Effect Of Discharge Planning Combines Audiovisual With The Family Centered Nursing Preparedness Caring For Acute Post Stroke Patients Nunuk Kurniati; Nursalam Nursalam; Yanis Kartini
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan INTEREST: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 10 Number 2 Year 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v0i0.345

Abstract

Background: The low level of family readiness in caring patients at home was caused by limited implementation of discharge planning (DP) when entered the hospital (EH) or before leaved the hospital (LH), This intervention has an impact on improving nursing services. Methods: This study was mixed method study, the first stage used qualitative research with exploratory descriptive approach to 5 participants at RSI Sakinah. The population was families of post ASP at Sakinah Hospital were divided into the intervention group (33) and control (33) patient, using consecutive sampling sample selection by specifying subjects who meet the research criteria are included in the study for a certain period of time, so that the number of respondents can be met. The independent variable was CADP. The dependent variable was FR to care post ASP. Data were collected using a modified FR questionnaire and analysed using Kolmogorov Smirnov, Wilcoxon sign rank, Mann Whitney. Results: The first phase of the study produced a CADP module for families of stroke patients, the second phase based on the Wilcoxon sign rank test showed that there was an effect after the intervention and Mann Whitney test showed the difference significant mean between intervention and control during EH (0.000; 0.000), during treatment (0.000;0.000), before LH (0.000;0.000). Conclusion: The CADP module and intervention increased FR to care ASP patients during EH, treatment and LH so they can be used as guides and media in providing DP education in hospitals for patients' families.
Co-Authors Aang Kunaifi Abdul Aziz Alimul Hidayat Abdul Muhith Abdul Muhith Abdul Muhith Abu Bakar Abu Bakar Adi Sukrisno Adi Sukrisno Aditha Angga Pratama Aesthetica Islamy Afita Nur Dwiyanti Agrista Yudistira Purnama Agus Sulistyono Ah. Ah. Yusuf Ah. Yusuf Ahsan Ahsan Ahsan Ahsan Ahsan Ahsan Ahsan Ahsan Ahsan Ahsan Ahsan Ahsan Akbar Hidayat Alia Syamsudin Alit Armini, Ni Ketut Amalia Fardiana Andri Setiya Wahyudi Aprilia Aprilia Aprilia Nuryanti Apriyani Puji Hastuti Ardhena Ekasari Aria Aulia Nastiti Arie Sunarno Arief, Yuni Sufyanti Asmarawati, Tri Pudy Asroful Hulam Zamroni Asroful Hulam Zamroni AV. Sri Suhardingsih Ayatulloh, Daviq Bernadetta Germia Aridamayanti Bhakti Permana Brigita Maria Karouw Budi Santoso Budi Santoso Candra Panji Asmoro, Candra Panji Dewa Kadek Adi Surya Antara Diana Rachmania Dluha Maf’ula Dwi Ananto Wibrata Dwi Indah Iswanti Dyah Surya Edi Purwanto Edy Purwanto Eileen Savage Eka Mishbahatul M. Has Eka Mishbahatul Mar'ah Has Elida Ulfiana Elizabeth Risha Murlina Erlin Kurnia Erlina Suci Astuti Erna Siti Zulaecha Erwansyah, Rio Ady Ester Widhiastuti Esti Yunitasari Evi Desnauli Faizah Maulidiyah Faizatur Rohmi Faqih Ruhyanuddin Fermi Avissa Ferry Efendi Ferry Efendy Fery Agusman Motuho Mendrofa Fetreo Negeo Putra Gabriella Ester Jermia Grispenjas Sumartono Mahira Putra Hadi, Muhammad Hakim Zulkarnain hammad, hammad Hardityo Fajarsiwi Hari Soebagiyo Haris Widodo Hasanah, Idyatul Hasbiadi Hasbiadi Heri Wibowo Hidayat Arifin Hilwatus Saadah I Dewa Gede Ugrasena I Gede Juanamasta Ida Yanriatuti Ifada Nur Rohmaniah Ifada Nurrohmaniah Ika Nur Pratiwi Ika Yuni Widyawati Ike Nesdia Rahmawati Ilya Krisnana, Ilya Inda Rian Patma Putri Indarwati , Retno Indra Alamsyah Indri Lestari Iskandar Iskandar Joni Haryanto Kabul Budiman Kandar Kandar Kartini Estelina Tungka Kasiati Khatijah Lim Abdullah Koesoemo, Rizki Fitryasari Patra Kondwani Joseph Banda Kornelis Nama Beni Kristiawati Kristiawati Kun Arifi Abbas Kurniawati, Ninuk Dian Kusnanto Kusnanto Kusnanto Kusnanto Laila Salma Ikmala Lailatun Ni'mah Laily Hidayati Lilik Djuari Linda Prasetyaning Lingga Curnia Dewi Lisnadiyanti Loetfia Dwi Rahariyani Lutfi Ana Wulandari M Hasinuddin Made Mahaguna Putra Makhfudli Makhfudli Mamik Ratnawati Maria Yuventa Wanda Martha Oktavia Setyaningrum Martha Oktavia Setyaningrum Masitah Maulidia Safitri Maya Dwi Yustini Meriyana Meriyana Merryana Adriani Mesihatus Safaah Mikhael Caraka Kristi Minarti Minarti Misutarno Misutarno Misutarno Misutarno, Misutarno Moch Masruri Moh. Hasan Mahfoed Motrik Motrik Muh. Abdurrouf Muh. Abdurrouf Mukhammad Himawan Saputra Nadia Izzata Nani Asna Dewi Ni Luh Ade Kusuma Ernawati Nia Agustiningsih Nihayati, Hanik Endang Nikmatul Fadilah Ninuk Dian K Noer Saudah Novianti Lailiah Nunuk Kurniati Nurjanah, Siti - Nurul Chayatin Nurul Hikmatul Qowi Nuzul Qur'aniati Nyoman Anita Damayanti Patarru', Fitriyanti Praba Diyan Rachmawati Prakosa, Mira Melynda Prihantini, Campina Illa Priyantini, Diah Puji Astuti Pupuh Satiti, Nantiya Purwaningsih - Rachmat H. Rachmat Hargono Rahmat Hargono Rahmat Hargono Rahmatul Fitriyah Randy Yusuf Pratama Ratu Izza Regyana Mutiara Guti Rini Winasih Rio Ady Erwansyah Rio Ady Erwansyah RIO ADY ERWANSYAH Ririn Probowati Risa Etika, Risa Rischar Beny Riswanto Risna Nur Pradany Rista Fauziningtyas, Rista Rizki Fityasari P.K Rizky Fitryasari Rondhianto Rondhianto Rr. Soenarnatalina M RTS Netisa Martawinarti S. Supriyanto Saadah Saadah Sari, Dyah Wiji Puspita Septi Fitrah Ningtyas Septianingrum, Yurike Sestu Retno D. A. Shrimarti Rukmini Devy Silvia Farhanidiah Silvia Farhanidiah Sirikanok Klankhajhon Sismulyanto Siti Nur Kholifah Siti Nur Qomariah Soenarnatalina Melaniani Solehudin Sri Purwanti Sri Rahayu Sri Utami Sri Utami Sri Utami Sri Utami Sriyono Sriyono Stefanus Evan Rafael Stefanus Supriyanto Sudarsono Suharto Suharto Suhendar Sulaeman Sulastri Sulastri Sulistiawati Sulistiawati Sulistyorini Sulistyorini Suprajitno Suprajitno Susilaningrum, Rekawati Tanti Dwi Cahyani Tejo Trisno Tinok Ayu Putri W Tinok Ayu Putri Wardani Tintin Sukartini Sukartini, Tintin Sukartini Tiyas Kusumaningrum Toni Subarkah Tri Johan Agus Yuswanto Tri Kurniati Triharini, Mira Tukatman Tukatman Ulfa Husnul Fata Wahyuni, Erna Dwi Wijayanti, Lono Wikan Purwihantoro Sudarmaji Winda Kusumawardani Windi, Yohanes Kambaru Wiwin Yuli Triana Yan, Loriza Sativa Yanis Kartini Yenny Puspitasari Yogo Apriyanto Yoyok Bekti Prasetyo yuliartiningsih yuliartiningsih Yulis Setiya Dewi Yursinus G Tanaefeto