Claim Missing Document
Check
Articles

Metode Simple Additive Weighting untuk Penentu Peringkat Variabel Kepuasan Konsumen pada Layanan Jasa Budi, Setyo; Setiawan, Aries; Widjajanto, Budi; Kurniawan, Achmad Wahid
Jurnal Informatika Universitas Pamulang Vol 6, No 2 (2021): JURNAL INFORMATIKA UNIVERSITAS PAMULANG
Publisher : Teknik Informatika Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/informatika.v6i2.9790

Abstract

The level of service in an agency is a supporter of the survival of an agency. consumer goals that arise from good service quality, are believed to be the main factors of business success. The indicator of the level of customer satisfaction with service quality is when consumers get maximum results from a desired need. Consumer measurements can be seen from the results of the buyer's assessment given by the service manager, and services in the form of consumers which result in goods or services being used as drivers. The method that will be used in the process of ranking consumer satisfaction variables in this study is Simple Additive Weighting. This method has a work order sequence by determining the weight value of each variable, then the ranking process by determining the best variable from the consumer satisfaction variable. The final result of this research is the ranking of consumer satisfaction variables from the highest to the lowest using Simple Additive Weighting to obtain an accuracy rate of 90%. The variable "satisfactory taste" turned out to be the highest satisfaction service variable, meaning that the cafe service party needed to maintain the taste so that consumers were satisfied with the existing services.
OPTIMALISASI BUDIDAYA TANAMAN TEBU (SACCHARUM OFFICINARUM. L) DI LAHAN KERING BERBASIS VARIETAS DAN PERBANYAKAN BIBIT BERORIENTASI HAMPARAN, MEKANISASI DAN KEBIJAKAN Sudiarso, Sudiarso; Budi, Setyo; Tarno, Hagus; Sari, Sasmita
CAKRAWALA Vol 10, No 1: Juni 2016
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6099.022 KB) | DOI: 10.32781/cakrawala.v10i1.53

Abstract

Penelitian ini berfokus pada optimalisasi budidaya tanaman Tebu (Saccahrum Officinarum, L) di lahan kering berbasis varietas dan perbanyakan bibit berorientasi hamparan dan mekanisasi serta kebijakan.Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Wotansari Kabupaten Gresik dari bulan Oktober 2014 sampai Desember 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor. Faktor I. Varietas terdiri 4 yaitu : Bululawang, VMC 76-16, Cokro, klon Columbia 2. Faktor II. Perbanyakan bibit terdiri 2 yaitu : Bagal dan Budchips. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali. Kombinasi perlakuan ada 24. Hasil penelitian : 1). Perlakuan varietas dan perbanyakan bibit menyebabkan interaksi nyata terhadap tinggi batang tebu waktu tanaman umur 3 bulan. Batang tebu tertinggi 361,7 Cm waktu umur 12 bulan dihasilkan varietas Bululawang dari bibit budchips yang ditanam secara double planting dan tidak berbeda nyata dengan klon Columbia 2. 2). Perlakuan varietas dan perbanyakan bibit menyebabkan interaksi nyata terhadap jumlah batang waktu umur 3 dan 6 bulan. Jumlah batang terbanyak 121 batang waktu umur 6 bulan dihasilkan varietas Cokro dari bibit bagal maupun budchips yang ditanam secara double planting dan tidak berbeda nyata dengan klon Columbia 2. Jumlah batang /10 meter terbanyak 129 batang waktu umur 12 bulan dihasilkan varietas Cokro dari bibit budchips dan tidak berbeda nyata dengan varietas Columbia 2 yang ditanam secara double planting.3). Waktu umur 12 bulan, varietas dan perbanyakan bibit tidak berpengaruh nyata terhadap brix batang tanaman kecuali perlakuan perbanyakan bibit waktu umur 9 bulan yang ditanam secara double planting. Waktu umur 12 bulan, brix batang tertinggi 25,4 % dihasilkan varietas Cokro dari bibit budchips dan tidak berbeda nyata dengan klon Columbia 2 yang ditanam secara double planting. 4). Perlakuan varietas dan perbanyakan bibit waktu umur 12 bulan secara analisa ragam tidak menunjukaan perbedaan nyata terhadap diameter batang tebu. 5). Waktu umur 12 bulan hanya perlakuan perbanyakan bibit yang berpengaruh terhadap rata-rata rendemen batang tebu. Rendemen tertinggi 11,2 % dihasilkan varietas Cokro dari bibit budchips yang secara analisa ragam tidak berbeda nyata dengan varietas lain yang ditanam secara double planting. 6). Waktu umur 12 bulan hanya perlakuan varietas yang berpengaruh pada berat tebu. Berat tebu per batang tertinggi adalah 2,1 kg dihasilkan varietas Cokro dari bibit budchips yang ditanam secara double planting.
EVALUASI KERAGAAN MORFOLOGI DAN AGRONOMI 7 KLON DAN 2 VARIETAS TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) KEPRASAN DUA DI LAHAN KERING REGUSOL, PT PERKEBUNAN NUSANTARA X KEDIRI Hidayah, Devi Nurul; Budi, Setyo; Lailiyah, Wiharyanti Nur
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i2.8408

Abstract

Produktivitas gula nasional belum mampu memenuhi kebutuhan total konsumsi gula nasional akibat keterbatasan kesediaan Varietas Unggu Baru (VUB). Ketersediaan VUB yang ada sebagian besar sudah lama dilepas sehingga mengalami digenerasi genetik, khususnya menurunnya produktivitas dan mudah terserang terhadap serangan hama dan penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik morfologi dan keragaan pertumbuhan dan hasil tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) pada 7 klon dan 2 varietas tanaman tebu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yaitu 7 klon dan 2 varietas serta perlakuan dilakukan dalam tiga ulangan. Analisis data menggunakan uji Anova 5% jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan uji DMRT 5% dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata pada variabel vegetatif yaitu tinggi batang pada 43 minggu dengan nilai rata-rata tertinggi 210.27 cm diperlakuan SB12 UMG NX dan diameter pada 40 minggu dengan nilai rata-rata tertinggi 28.40 mm diperlakuan SB19 UMG NX serta variabel hasil yaitu brix pada 42 minggu dengan nilai rata-rata tertinggi 22.98% diperlakuan SB19 UMG NX. Terdapat keeratan hubungan nyata searah pada 42 minggu terhadap variabel tinggi batang dan jumlah batang dengan nilai koefisien korelasi 0,72 dan p-value 0,03.
PENGARUH PEMBERIAN DOSIS BAHAN ORGANIK KOTORAN SAPI DAN DOSIS PUPUK NPK (151515) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT CERI (Lycopersicum esculentum Mill.) Safitri, Riana Intan; Budi, Setyo; Lailiyah, Wiharyanti Nur
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v6i1.5374

Abstract

Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tomat ceri yaitu dengan penggunaan bahan organik kotoran sapi dan pupuk NPK. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui interaksi antara perlakuan dosis bahan organik kotoran sapi dan pupuk NPK. Penelitian dilaksanakan di Lahan Bawean jenis tanah latosol, Teluk Jati, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 9 perlakuan. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, bobot buah per tanaman, bobot buah per petak, bobot buah per hektar, jumlah buah per tanaman, jumlah buah per petak, dan jumlah buah per hektar. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam 5%. Apabila hasil pengujian diperoleh perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%, dan Uji Korelasi. Dari hasil penelitian terdapat interaksi pemberian dosis bahan organik kotoran sapi 20 ton/ha dan pupuk NPK 375 kg/ha terhadap variabel pertumbuhan jumlah daun, jumlah cabang dan menunjukkan interaksi sangat nyata pada variabel hasil bobot buah per tanaman.
EVALUASI KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TUJUH KLON UNGGUL BARU DAN DUA VARIETAS TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) KEPRASAN DUA DI KEBUN SIDOKAMPIR – JOMBANG Mahardianti, Dinda Sarasatus; Budi, Setyo; Lailiyah, Wiharyanti Nur
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i1.7460

Abstract

Kapasitas produksi tebu masih jauh dari pemenuhan kebutuhan konsumsi gula nasional. Salah satu penyebabnya adalah terjadinya degradasi kualitas varietas tanaman tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaan serta hubungan korelasi klon unggul harapan SB UMG.NX pada keprasan dua dilahan regusol pada pertumbuhan dan hasil tanaman tebu. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2022 sampai Juli 2023 di kebun Sidokampir,Jombang Alat yang di gunakan yaitu sabit, kain, meteran, jangka sorong, kamera dan alat tulis. Bahan yang di gunakan yaitu klon SB01 UMG.NX, SB03 UMG.NX, SB04 UMG.NX, SB11 UMG.NX, SB12 UMG.NX, SB19 UMG.NX, SB20 UMG.NX, varietas PS881 dan varietas Mojo. Pengamatan meliputi variabel kualitatif (karakter morfologi daun, batang, mata tunas) dan variabel kuantitatif meliputi variabel pertumbuhan (panjang batang, jumlah batang, jumlah daun, diameter batang) dan variabel hasil (brix,bobot batang, rendemen dan hablur). Analisis data menggunakan anova dengan uji F 5%. Jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji DMRT 5%, uji korelasi, dan heritabilitas. Hasil penelitian berdasarkan analisis keragaman menunjukkan klon tebu SB01 UMG.NX, SB03 UMG.NX, SB04 UMG.NX, SB11 UMG.NX, SB12 UG.NX, SB19 UMG.NX dan SB20 UMG.NX memiliki karakter bervariasi terutama warna ruas yang terkena sinar matahari. Klon SB01 UMG.NX menunjukan pertumbuhan terbaik diantaranya jumlah batang (7,01 batang/rumpun), diameter batang (2,89 cm), dan bobot tebu (2,40kg/ha). Klon SB19 UMG.NX memiliki estimasi hasil terbaik diantaranya brix (23,44%), rendemen (11,27%) dan hablur (20,99 ton/ha). Terdapat korelasi antara variabel pertumbuhan dan hasil. Semua variable pengamaan memiliki nilai heritabilitas tinggi kecuali jumlah daun yang memiliki heritabilias sedang.
KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS KEPRASAN II BEBERAPA KLON UNGGUL TEBU (Saccharum officinarum L.) DI LAHAN KERING JUWET MOJOAGUNG JOMBANG Apriliyanto, Heru; Budi, Setyo; Nur Lailiyah, Wiharyanti
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i2.8409

Abstract

Indonesia sebagai negara berpenduduk besar berpotensi menjadi salah satu konsumen gula terbesar di dunia. Strategi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan gula yang semakin meningkat yaitu dengan peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nyata pertumbuhan dan produktivitas 7 klon tebu tebu JW01 UMG NX, SB03 UMG NX, SB04 UMG NX, SB11 UMG NX, SB12 UMG NX, SB19 UMG NX, dan SB20 UMG NX di Lahan Kering Juwet Mojoagung Jombang. Penelitian ini dilakukan di kebun PG Gempol Kerep PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, yang dilakukan pada bulan Agustus 2023-Juli 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial terdiri dari 7 klon varietas unggul baru dan 2 varietas tebu pembanding yaitu: JW01 UMG NX, SB03 UMG NX, SB04 UMG NX, SB11 UMG NX, SB12 UMG NX, SB19 UMG NX, dan SB20 UMG NX, PS862 dan Bululawang. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 petak percobaan. Variabel pengamatan pertumbuhan dan hasil tanaman berupa tinggi batang, jumlah batang, diameter batang, jumlah daun dan brix. Analisis data menggunakan ANOVA, BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata pada tinggi batang pada umur 6 BST, rerata tinggi batang tertinggi pada K7 (SB03 UMG NX) sebesar 284,11 cm sedangkan pada umur 9 BST rerata tinggi batang tertinggi pada K7 (SB03 UMG NX) sebesar 253,00 cm. Terdapat perbedaan nyata pada rerata diameter batang umur 1 BST, rerata diameter batang tertinggi pada K6 (JW01 UMG NX) sebesar 18,56 cm. Terdapat perbedaan nyata pada rerata brix umur 9 BST, rerata brix tertinggi pada K1 (SB04 UMG NX) sebesar 23,00 oBx dan pada umur 11 BST rerata brix tertinggi pada K5 (SB20 UMG NX) sebesar 24,11 oBx.
PERBEDAAN PERTUMBUHAN DAN HASIL SEPULUH GALUR KACANG BAMBARA (Vigna subterranean (L.) VERDCOURT) PADA DUA VOLUME PENYIRAMAN Shafira, Natasya Risha; Redjeki, Endah Sri; Budi, Setyo
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i1.7452

Abstract

Kacang bambara merupakan salah satu dari lima tanaman penting di Afrika selatan yang toleran terhadap kekeringan. Salah satu upaya peningkatan produktivitas tanaman kacang bambara dilakukan dengan cara pemilihan galur unggul dan menerapkan kebutuhan air yang optimal. Tujuan adanya penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi terhadap galur dan kebutuhan air yang optimal pada tanaman kacang Bambara. Pelaksannan penelitian ini dimulai pada bulan Agustus 2022 hingga Januari 2023 di dalam Greenhouse Lahan Percobaan Hollywood. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis galur (G) yang terdiri dari 10 taraf G01 (JH89), G02 (JH67), G03 (JH41), G04 (JM76), G05 (JM48), G06 (G4M), G07 (G5MH), G08 (G5MC), G09 (No.8), dan G010 (Parental S19-3) sedangkan faktor kedua terdiri dari 2 taraf, yaitu V01(Volume Air 200ml) dan V02(Volume Air 400ml). keduanya dikombinasikan sehhingga diperoleh 20 kombinasi perlakuan dan masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Variable pertumbuhan yang diamati yaitu laju perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, lebar tajuk, panjang petiole, panjang internode, bunga pertama dan 50% tanaman berbunga. Variabel hasil yang diamati yaitu jumlah bunga, jumlah polong per tanaman, bobot basah polong per tanaman, bobot kering polong per tanaman, bobot kering biji per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot basah brangkasan, bobot kering brangkasan, panjang akar, bobot kering akar, persentase fruit set dan persentase kupasan. Pada penelitian ini Analisis data yang digunakan adalah Anova, dan uji DMRT 5%. Dari hasil perlakuan ini terdapat interaksi nyata pada perlakuan tunggal galur terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang bambara.
RESPON LIMA GALUR PADA TIGA PERLAKUAN VOLUME AIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG BAMBARA (Vigna subterranea (L.) Verdc) Putra, Zidane Triananda; Redjeki, Endah Sri; Budi, Setyo
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i1.7461

Abstract

Kemampuan kacang bambara hidup di daerah semi kering harus tetap diimbangi dengan kecukupan air. Kacang bambara membutuhkan antara 600-700 mm/tahun untuk pertumbuhan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kombinasi terhadap galur dan kebutuhan air tanaman kacang bambara yang optimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 sampai Januari 2023 didalam Greenhouse di Lahan Percobaan Fakultas, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu jenis galur (G) yang terdiri dari lima taraf G011 (Galur G4M), G012 (Galur G5M), G013 (Galur G5M), G014 (Galur No.8) dan G015 (Galur PARENTAL S19-3). Faktor kedua yaitu volume air yang terdiri dari tiga taraf V01 (Volume Air 200 ml/hari/tanaman), V02 (Volume Air 400 ml/hari/tanaman) dan V03 (Volume Air 600 ml/hari/tanaman). Kedua faktor dikombinasikan dan setiap perlakuan diulang lima kali. Variabel pertumbuhan yang diamati meliputi laju perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, lebar tajuk, panjang petiole, panjang internode, saat bunga pertama. Variabel hasil yang diamati yaitu jumlah bunga per tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot basah polong per tanaman, bobot kering polong per tanaman, tebal kulit polong per tanaman, bobot kering biji per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot basah brangkasan, bobot kering brangkasan, panjang akar, fruit set dan persen kupasan. Analisis data menggunakan Anova, jika terdapat perbedaan nyata selanjutnya diuji menggunakan Uji DMRT 5%. Penelitian juga dilakukan uji korelasi untuk mengetahui keeratan hubungan antar dua variabel atau lebih. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi nyata kombinasi perlakuan jenis galur dan volume penyiraman terhadap variabel pertumbuhan dan hasil. Hal ini ditunjukkan adanya interaksi yang nyata pada variabel jumlah daun Per Tanaman dengan rerata 48,60 helai dan lebar tajuk Per Tanaman dengan rerata 32,80 cm. Variabel hasil yang menunjukkan interaksi nyata yakni panjang akar dengan rerata 27,80 cm, jumlah polong per tanaman dengan rerata hasil 11.60 polong, bobot basah polong per tanaman dengan rerata 9,60 gram, jumlah biji per tanaman dengan rerata 8,80 biji, bobot kering biji per tanaman dengan rerata 1,79 gram, presentase kupasan dengan rerata 1.16 % dan ketebalan kulit per tanaman dengan rerata 0,96 mm. Interaksi perlakuan dengan hasil terbaik ditunjukkan oleh G4V2.
KERAGAMAN PERTUMBUHAN DAN DAYA TAHAN SERANGAN LUKA API, BLENDOK DAN MOSAIK BERGARIS PADA BEBERAPA KLON UNGGUL HARAPAN TANAMAN TEBU DI MEDIA POLLYBAG Fitriya, Zumrotus Nur; Budi, Setyo; Lailiyah, Wiharyanti Nur
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i2.8411

Abstract

Produksi gula menurun dan konsumsi gula meningkat karena Tanaman tebu sensitif terhadap beberapa faktor biotik dan abiotik, termasuk Penyakit Luka Api, Blendok Dan Mosaik Bergaris yang dapat menyebabkan menurunnya hasil tebu dan kandungan gula nya.. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ketahanan klon tanaman tebu terhadap serangan luka api, blendok dan mosaic bergaris untuk meningkatkan potensi hasil panen tebu. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik di Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik yang dilaksanakan pada bulan juni sampai bulan juli 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yang diteliti. Faktor pertama, yaitu jenis klon SB01, SB03, SB04, SB11, SB12, SB19, SB20, SB27, SB28, SB30, SB31, SB32, SB33, SB34, SB HIJAU 1, SB, HIJAU 2, SB 200, SBX, BL, PS862, serta faktor kedua, yaitu jenis penyakit N1 : Penyakit Luka Api, N2 : Penyakit Blendok, N3 : Penyakit Mosaik Bergaris. Dengan variabel pengamatan meliputi variabel pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun, dan ketahanan penyakit). Analisis data menggunakan analisis sidik ragam 5%, jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5% dan uji korelasi. Hasil penelitian perlakuan interaksi menunjukkan berbeda nyata terhadap semua variabel pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SB 32 dan pembanding PS862 memiliki pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun tertinggi. Uji daya tahan klon menunjukkan bahwa 20 klon tanaman tebu yang diteliti tahan terhadap serangan penyakit luka api, blendok dan mosaic. Tetapi untuk klon SB 27 memiliki serangan luka api ringan sebesar 3,3 %.
EVALUASI KERAGAAN AGRONOMI 7 KLON DAN 2 VARIETAS TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) RATOON II LAHAN JATISARI Wati, Deny Dwi Kusuma; Suhaili, Suhaili; Budi, Setyo; Jumadi, Rahmad
TROPICROPS (Indonesian Journal of Tropical Crops) Vol 7 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/tropicrops.v7i2.8407

Abstract

Rendahnya produksi gula dapat terjadi karena penurunan kualitas bahan tanam dan penyelenggaraan budidaya rawat ratoon yang kurang optimum. Pemuliaan tanaman dilakukan guna menghasilkan varietas unggul baru (VUB) yang memiliki potensi produktifitas tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi dan mengintreprestasikan klon mana yang memiliki keragaan morfologi dan agronomi terhadap pertumbuhan tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) ratoon dua. Penelitian merupakan percobaan lapang yang dilaksanakan pada Juni-Juli 2024 di Kebun Penelitian—dan— Pengembangan—Tanaman--Tebu (P3T) PG Gempolkrep PT PerkebunanaaNusantaraaaX (PTPN X) di Lahan Jatisari. Variabel yang diamati terdiri dari variabel kualitatif (batang, daun dan mata tunas) dan variabel kuantitatif (tinggi batang, diameter batang, jumlah batang, jumlah daun, brix, bobot batang, dan rendemen). Analisis data menggunakan deskriptif analitis, ANOVA, uji DMRT 5%, uji korelasi, keragaman genetik, dan heritabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakter morfologi antar klon JW01 UMG NX, SB03 UMGNX, SB04 UMG NX, SB11 UMGNX, SB12 UMGNX, SB19 UMG NX dan SB20 UMG NX. Terdapat perbedaan nyata pada diameter batang, rata-rata tertinggi pada K5 (SB20 UMG NX) sebesar 33,87 mm dan terendah pada K7 (SB03 UMG NX) sebesar 28,18 mm. Terdapat perbedaan nyata pada jumlah batang, rata-rata tertinggi pada K7 (SB03 UMG NX) sebesar 68,23 buah dan terendah pada K6 (JW01 UMG NX) sebesar 61,92 buah. Terdapat perbedaan nyata pada rendemen, rata-rata tertinggi pada K6 (JW01 UMG NX) sebesar 11,97% dan terendah pada K9 (Bululawang) sebesar 7,86%.
Co-Authors Achmad Nuruddin Safriandono Achmad Wahid Kurniawan Ahmad Akrom, Muhamad Alfa Trisnapradika, Gustina Alzami, Farrikh Amboro, Lulut Andi Rahmad Rahim Andini, Rintin Zulfia Andriani Eko Prihatiningrum, Andriani Eko Apriliyanto, Heru Assyafa, Izza Atto’illah, Mochamad Faiq Ayu Pertiwi Bahari, Nooryan Budi Widjajanto De Rosal Ignatius Moses Setiadi Fitriya, Zumrotus Nur Hagus Tarno Hanny Haryanto Harisa, Ardiawan Bagus Harun Al Azies Herfiani, Kheisya Talitha Herowati, Wise Herowati, Wise Herowati Hidayah, Devi Nurul Hidayat, Moh. Hamdan Husain, Mochammad Jamaluddin Ifan Rizqa Ignasius, Darnell Ignatius Moses Setiadi, De Rosal Imam Sucahyo Imas Kania Rahman Indra Gamayanto Joko Susilo Kholis, Achmad Nur L. Budi Handoko Larasati, Kartika Mahardianti, Dinda Sarasatus Megantara, Rama Aria Moch Anjas Aprihartha Muljono Muljono Muslih Muslih Nafisa, Zahrun Nisa, Isnaini Maulidatu Noor Ageng Setiyanto, Noor Ageng Nur Lailiyah, Wiharyanti Nur Ramadhan, Ashary Nur Safitri, Aprilyani Nurcahyanti, Desy Nurhindarto, Aris Nurjanah, Indah Nurjannah, Indah Pertiwi, Riska Indah Guritno Gita Prabowo, Wahyu Aji Eko Priyadarshini, Rossyda Putra, Zidane Triananda Rahardiansyah, Wahyu Indra Dwiki Rahmad Jumadi Rahman, Imas Kania Rahmawati, Tutus Ramadhan Rakhmat Sani Redjeki, Endah Sri Rini Anggraeni Rofiani, Rofiani Rohmatin Agustina Safitri, Aprilyani Nur Safitri, Riana Intan Sari, Sasmita Sasono Wibowo Sastra, Akhmad Sendi Novianto Setiawan, Aries Shafira, Natasya Risha Soeleman, M Arief Sudiarso Sudiarso Sudibyo, Usman Suhaili, Suhaili Suherlan, Yayan Sukamto, Titien Suhartini Supriadi Rustad Sutrisno Adi Prayitno Suyud Widiono T. Sutojo Talitha, Talitha Anindya Trisnapradika, Gustina Alfa Wahid Kurniawan, Achmad Wahyuingsih, Novita Wati, Deny Dwi Kusuma Wibawa, Tangkas Surya Wiharyanti Nur Lailiyah Yustika, Aninda Zami, Farrikh Al Zumroh, Arofatuz