Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

The Tasawuf Wasathiyah Concept in Central Flow of Industrial Revolution 4.0: (Study on the Thinking of Modern Sufism Hamka and Nasaruddin Umar) Muvid, Muhamad Basyrul; Aliyah, Nelud Darajaatul
Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman Vol. 31 No. 1 (2020): Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman
Publisher : Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/tribakti.v31i1.1008

Abstract

The purpose of writing this article is to analyze the concepts and thoughts of Sufism wasathiyah Hamka and Nasaruddin Umar. Such as synergizing between the world-hereafter, outward-inward, sharia-nature, God-human, individual-social, and the task as servants of God on earth in a balanced and proportional manner, which in turn gave birth to moderate humans. This paper uses the literature method by exploring and collecting various books, articles, journals, and other documents related to the themes discussed. Findings: Hamka is an archipelago Muslim intellectual figure known for his scientific productivity, evidenced by various works produced in various disciplines, including modern Sufism. Nasaruddin Umar is also an intellectual figure in the Muslim archipelago known as a professor of interpretation of the Qur'an, who also has ideas in the world of Sufism, with his modern Sufism. Modern Sufism that they both thought of as a form of ideas and movements to integrate the interests of the world and the hereafter, the world is used as a medium to draw closer to God, not away from the world. This moderate concept (tawasuth) later gave birth to a paradigm of a balanced industrial era of industrial revolution (tawazun), proportional (i'tidal), tolerance (tasamuh) which eventually became socially and spiritually pious societies.
STRATEGI SEKOLAH MTS AL- FATICH TAMBAK OSOWILANGUN BENOWO SURABAYA MEMBINA AKHLAK SISWA HADI, SAMSUL; ALIYAH, NELUD DARAJAATUL
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i4.3564

Abstract

Education is a deliberate effort to help a person grow and mature so that they can assume moral responsibility for their actions in life. Islamic education aims to instill fadhilah, good moral habits, Islamic manners, good morals so that life becomes holy, purity accompanied by honesty, and so on. It's not just about teaching children what they don't know. Education is a deliberate effort to help a person grow and mature so that they can assume moral responsibility for their actions in life. In fact, we often encounter behavior that is not in line with high moral standards. News about corruption, abortion, free sex, drug abuse, fights at school, pickpocketing, parent-child murder or vice versa, and other detrimental behavior which of course fosters despicable morals emerges from our beloved nation every day. The aim of this research is to determine the extent of the influence of the MTs AlFatich Tambak Osowilangun Surabaya school strategy on students' moral education. The sample in this study consisted of 32 class VII children with a population of 180 students. The vision and mission of the MTs Al Fatich madrasa emphasizes the idea of PAI learning in the formation of morals. MTs Al Fatich positions the implementation of education with noble morals as its main goal. At MTs Al Fatich, moral education is taught through the use of exemplary tactics, habituation, direct reprimands, rewards and punishments, as well as the use of words that are flattering and pleasing to students. Apart from providing moral material in the form of subjects, the use of PAI learning principles and methodology in forming student morals at MTs Al Fatich also occurs through internalization in the form of madrasa religious culture. ABSTRAKPendidikan adalah upaya yang disengaja untuk membantu seseorang tumbuh dan menjadi dewasa sehingga mereka dapat memikul tanggung jawab secara moral atas tindakan mereka dalam hidup. Pendidikan Islam bertujuan untuk menanamkan fadhilah, kebiasaan akhlak yang baik, budi pekerti yang Islami, akhlak yang baik agar hidup menjadi suci, kesucian disertai kejujuran, dan lain-lain. Ini bukan hanya tentang mengajari anak-anak apa yang tidak mereka ketahui. Pendidikan adalah upaya yang disengaja untuk membantu seseorang tumbuh dan menjadi dewasa sehingga mereka dapat memikul tanggung jawab secara moral atas tindakan mereka dalam hidup. Kenyataannya, kita banyak menjumpai perilaku yang tidak sejalan dengan standar moral yang tinggi. Berita tentang korupsi, aborsi, seks bebas, penyalahgunaan narkoba, perkelahian di sekolah, pencopetan, pembunuhan orang tua-anak atau sebaliknya, dan perilaku merugikan lainnya yang tentu saja menumbuhkan moral tercela bermunculan dari bangsa kita tercinta setiap hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh strategi sekolah MTs AlFatich Tambak Osowilangun Surabaya terhadap pendidikan moral siswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 32 anak kelas VII yang populasinya berjumlah 180 siswa. Visi dan misi madrasah MTs Al Fatich menonjolkan gagasan pembelajaran PAI dalam pembentukan akhlak. MTs Al Fatich memposisikan penerapan pendidikan dengan akhlak mulia sebagai tujuan utamanya. Di MTs Al Fatich, pendidikan akhlak diajarkan melalui penggunaan taktik keteladanan, pembiasaan, teguran langsung, hadiah, dan hukuman, serta penggunaan kata-kata yang menyanjung dan menyenangkan bagi siswa. Selain melalui pemberian materi akhlak dalam bentuk mata pelajaran, pemanfaatan prinsip dan metodologi pembelajaran PAI dalam pembentukan akhlak siswa di MTs Al Fatich juga terjadi melalui internalisasi dalam bentuk budaya keagamaan madrasah.
INISIATIF BERSIH MASJID AL HIKMAH: MENINGKATKAN PARTISIPASI JAMAAH DALAM MENJAGA KEBERSIHAN DAN KEINDAHAN Mardikaningsih, Rahayu; Yuliastutik, Yuliastutik; Aliyah, Nelud Darajaatul; Safira, Mirza Elmy; Chumairoh, Nailul Ulah Al; Vitrianingsih, Yeni; Shofiyah, Roidatus; Fayola Issalillah
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebersihan merupakan salah satu unsur terpenting dalam agama Islam, yang berfungsi sebagai syarat dan rukun sah untuk menjalankan ibadah. Selain itu, kebersihan juga memiliki hubungan yang erat dengan kesehatan di lingkungan sekitar. Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan, pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan fokus pada Masjid Al Hikmah di Desa Gamping, Kabupaten Sidoarjo. Penulis melibatkan warga setempat dan mengajak mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti di masjid. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR), yang memungkinkan partisipasi aktif dari masyarakat dalam setiap tahap kegiatan. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa kebersihan di lingkungan Masjid Al Hikmah semakin terjaga dan terawat setelah kegiatan dilakukan secara bersama-sama dengan para warga. Kegiatan ini meningkatkan kebersihan masjid, dan mempererat hubungan antarwarga dan menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan. Penulis merasa senang dan bangga dapat melaksanakan kegiatan pengabdian ini, karena manfaat yang diberikan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari ibadah dan kesehatan
INTEGRASI TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: PERSPEKTIF PEDAGOGIS DAN BUDAYA Yuliastutik, Yuliastutik; Darmawan, Didit; Aliyah, Nelud Darajaatul; Issalillah, Fayola; Vitrianingsih, Yeni; Safira, Mirza Elmy; Masfufah, Masfufah; Masithoh , Nurul
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital menghadapi tantangan dan peluang besar untuk memastikan relevansinya terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran PAI berbasis teknologi melalui pendekatan tinjauan literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi, seperti flipped classroom dan platform digital, dapat meningkatkan aksesibilitas dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Namun, validitas konten digital, literasi teknologi pendidik, dan kesenjangan infrastruktur menjadi tantangan utama yang harus diatasi. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pendekatan sensitif budaya untuk memastikan penerimaan masyarakat terhadap teknologi dalam pembelajaran agama. Dengan strategi yang tepat, integrasi teknologi dalam PAI dapat meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam tanpa mengorbankan esensi nilai-nilai spiritual. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan literasi digital bagi pendidik, pengembangan platform digital khusus PAI, dan penyediaan infrastruktur yang merata sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan teknologi dalam pembelajaran PAI
MOTIVASI BELAJAR SISWA BERDASARKAN PERAN KECERDASAN EMOSIONAL GURU DAN LITERASI DIGITAL Sinambela, Ella Anastasya; Aliyah, Nelud Darajaatul; Safira, Mirza Elmy; Hariani, Mila; Issalillah, Fayola; Masithoh, Nurul; Masnawati, Eli
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesuksesan akademis yang berhasil diraih oleh siswa tentu saja tidak terlepas dari motivasi belajarnya. Motivasi belajar juga disebabkan oleh sejumlah faktor. Seperti pada penelitian ini yang mengkaji variabel kecerdasan emosional guru dan literasi digital karena dianggap dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada penelitian kuantitatif ini teknik survei digunakan untuk pengumpulan data tentang kecerdasan emosional guru, literasi digital dan motivasi belajar. Salah satu Sekolah Menengah Pertama Swasta yang berlokasi di Wilayah Kabupaten Sidoarjo menjadi lokasi penelitiannya. Sampelnya dipilih menggunakan teknik accidental dan terkumpul 80 responden. Alat analisisnya ialah regresi linier berganda yang dapat memperhitungkan keadaan dari variabel kecerdasan emosional guru dan literasi digital terhadap motivasi belajar melalui SPSS versi ke-26. Hasil penelitian saat ini membantu menyimpulkan bahwa secara keseluruhan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat peran yang signifikan diantara kecerdasan emosional guru dan literasi digital untuk meningkatkan motivasi belajar. Artinya pengaruh yang diberikan dapat secara parsial maupun simultan. Kecerdasan emosional guru memainkan peran penting dalam membuat siswa lebih termotivasi dalam belajar. Begitu juga selama proses pembelajaran yang terjadi siswa lebih terbantu dan termotivasi karena adanya literasi digital yang memadai.  
REVITALISASI RUANG TERBUKA HIJAU KAMPUS MELALUI PENANAMAN POHON MANGGA DAN JAMBU Mardikaningsih, Rahayu; Gautama, Elly Christanty; Sulani, Sulani; Masithoh, Nurul; Aliyah, Nelud Darajaatul; Yuliastutik, Yuliastutik; Hariani , Mila
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah lingkungan di area kampus menjadi semakin kompleks seiring dengan pertumbuhan jumlah mahasiswa dan pembangunan infrastruktur yang intensif sehingga ruang terbuka hijau kian menyusut. Berkurangnya vegetasi menyebabkan penurunan kualitas udara, kenaikan suhu, dan menurunnya kenyamanan warga kampus. Lahan kosong yang tidak termanfaatkan juga menjadi sumber debu dan genangan air, memperburuk kerusakan lingkungan. Padatnya aktivitas manusia di kampus menambah tingkat polusi sehingga ekosistem lokal makin rentan terhadap dampak perubahan iklim, minimnya keanekaragaman hayati, serta menurunnya kualitas psikologis mahasiswa dan staf kampus. Dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN bersama pihak kampus melakukan penanaman pohon mangga dan jambu secara partisipatif. Metode yang diterapkan melibatkan survei lokasi, pemilihan pohon adaptif, perencanaan tugas, dan pelaksanaan penanaman serta perawatan terstruktur. Hasil program menunjukkan keberhasilan penanaman 50 bibit mangga dan 10 bibit jambu di lahan kampus terpilih. Kegiatan ini tidak hanya memperbaiki aspek ekologi dan estetika, tetapi juga meningkatkan edukasi lingkungan serta potensi ekonomi berbasis hasil buah. Diharapkan kegiatan ini menjadi contoh dan inspirasi bagi institusi lain untuk mewujudkan kampus yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.  
PENDIDIKAN KELUARGA DAN UPAYA MEMBANGUN HUBUNGAN SEHAT ANTARA ORANG TUA DAN ANAK Safira, Mirza Elmy; Aliyah, Nelud Darajaatul; Vitrianingsih, Yeni; Machfud , Nailul Ulah Al Chumairoh; Mardikaningsih, Rahayu
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan keluarga yang berbasis pada hukum keluarga memiliki peran penting untuk membangun hubungan yang sehat antara orang tua dan anak. Orang tua seharusnya memberikan pendidikan mengenai hak dan kewajiban mereka serta hak anak dalam pengasuhan. Pemahaman tersebut memungkinkan orang tua untuk menjalankan peran mereka dengan bijaksana, menghindari ketegangan dalam keluarga, dan menjaga hubungan yang harmonis. Pendidikan yang berfokus pada hukum keluarga membantu orang tua untuk mengajarkan anak-anak mereka tentang pentingnya menghormati hak orang lain dan mengikuti aturan yang berlaku, baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam masyarakat. Selain itu, pendidikan keluarga yang tepat juga berperan untuk mengurangi konflik hukum dalam keluarga, seperti sengketa hak asuh anak. Oleh karena itu, untuk menciptakan keluarga yang lebih sehat dan harmonis, pendidikan keluarga yang berbasis hukum sangat penting untuk diperkenalkan dan diterapkan lebih luas. Pengetahuan tentang hukum keluarga akan memberikan wawasan yang lebih baik bagi orang tua dan anak untuk menjaga hubungan yang saling menghormati, adil, dan penuh kasih.