Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR DAN PEMANTAUAN TUMBUH KEMBANG ANAK DI TEMPAT PENITIPAN ANAK PADA STAF GRIYA ANAK SURABAYA Etha Rambung; Hanna T. Hasianna Silitonga; Melania Rahadiyanti; Dyah Kusuma Wardhani; Gusto B. Yakobus Messakh; Irene Sisilia Filipin Nggebu
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 4 No 1 (2020): JULI
Publisher : Relawan Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v4i1.522

Abstract

Griya anak adalah tempat penitipan anak dan sekaligus pendidikan anak usia dini di Kecamatan Rungkut, Surabaya. Griya anak memiliki visi menjadi partner orang tua yang terpercaya dalam mendidik anak-anak sehingga berkembang dan bertumbuh sesuai tingkat perkembangannya baik secara fisik, mental, psikologis dan spiritual. Permasalahan yang ditemukan pada Griya Anak adalah terbatasnya pengetahuan staf tentang penyakit menular anak, tumbuh kembang anak dan belum ada ruang peralihan dari luar ke dalam ruang Griya Anak untuk meminimalisir terjadinya infeksi dari luar. Kegiatan ini bertujuan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi Griya Anak dengan memberikan edukasi cara pencegahan penyakit menular pada anak, cara memantau tumbuh kembang anak, dan membuat ruang peralihan untuk pencegahan infeksi dari luar. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah penyuluhan, diskusi, pendampingan, membuat desain dan membuat ruangan pencegahan infeksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan staf untuk deteksi dini penyakit menular dan gangguan tumbuh kembang anak serta pencegahannya dan tersedianya ruang pencegahan infeksi di Griya Anak.
Program Pencegahan Penularan COVID-19 pada Komunitas Ibu Rumah Tangga dengan HIV di Surabaya Hanna Tabita Hasianna Silitonga; Etha Rambung; Romauli Nainggolan; Gusto Benyamin Messakh; Keith Justine Thiotansen
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 5, No 3 (2020): November 2020
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v5i3.4844

Abstract

Everyone was affected by COVID-19 pandemic, including housewives with HIV joined in Bu'Daya community. In management of COVID-19, patient's comorbid history was important because these patients could aggravate the condition of COVID-19. HIV was a chronic disease related to the immune system. Therefore, it was important for people with HIV to prevent infection of COVID-19. The problem faced by this community regarding COVID-19 was knowledge and attitudes of community members was not known yet. Therefore, efforts were needed to find out and improve understanding of COVID-19. The solution offered to this community was training and assistance regarding the prevention of COVID-19 through the "We Are Empowered, We Prevent Covid-19 Transmission" Program. This program was part of a series of “We Are Empowered” programs, a service program of the Empower Woman with HIV, in Surabaya. The aim of this program was to increase knowledge and attitudes of the participants towards preventing the transmission of COVID-19. The implementation method was by community education, training and community assistance. The results obtained from this community service were the increased knowledge and attitudes of the participants regarding the behavior of preventing the transmission of COVID-19 which could be seen from the pre and post-test results. DOI: https://doi.org/10.26905/abdimas.v5i3.4844
Perilaku dan Pengetahuan Keuangan Di Masa Pandemik Pada Komunitas IRT Penderita HIV Kecamatan Tandes Surabaya Romauli Nainggolan; Etha Rambung; Hanna Tabita Hasianna Silitonga
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.741 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.912

Abstract

Komunitas Ibu Rumah Tangga (IRT) penderita HIV merupakan salah satu komunitas yang rentan terpapar Covid-19. Tuntutan untuk menjaga kesehatan sembari tetap bekerja demi menopang ekonomi keluarga merupakan pilihan yang tidak mudah. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mengetahui dengan benar dan mengelola keuangan keluarga dengan tepat di masa sulit ini. Tim kami memberikan pelatihan tentang pengelolaan keuangan keluarga di masa pandemic supaya mereka mampu menghemat uang dan menabung bagi keluarga. Dengan meninjau pengetahuan dan perilaku para IRT ini ditemukan bahwa pengeluaran keuangan untuk makanan tetap namun pengeluaran untuk komunikasi dan pendidikan anak mengalami peningkatan sebesar 80 persen. Perilaku keuangan mengalami perubahan disebabkan kondisi pandemic memaksa mereka tetap dirumah. Oleh karena itu, mereka merupakan komunitas yang tepat menerima Bantuan Tunai Langsung (BLT) dari pemerintah.
Persepsi Terhadap Pembelajaran Jarak Jauh, Umpan Balik Mahasiswa Kedokteran di Masa Pandemi Etha Rambung
Majalah Kedokteran Andalas Vol 45, No 4 (2022): Online October 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/mka.v45.i4.p494-509.2022

Abstract

Tujuan: untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap faktor pendukung dan penghambat pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi. Metode: metode penelitian deskriptif analitik, desain cross sectional dan menggunakan data sekunder hasil evaluasi persepsi mahasiswa terhadap PJJ. Data sekunder di peroleh dari 176 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya yang mengisi kuesioner evaluasi PJJ menggunakan google form. Kuesioner berupa pertanyaan mengenai persepsi mahasiswa terkait faktor pendukung dan faktor penghambat pada pembelajaran jarak jauh yang telah dilakukan selama setahun. Hasil: Koneksi internet yang paling banyak digunakan mahasiswa saat PJJ adalah kombinasi data seluler dan wifi (53,08%). Faktor pendukung yang paling banyak disetujui mahasiswa adalah lokasi pembelajaran yang fleksibel (84,9%) sedangkan faktor penghambat paling banyak adalah ketergantungan pada sinyal (97%). Pada pertanyaan terbuka, hasil persepsi mahasiswa yang paling tinggi terkait faktor pendukung PJJ adalah efisiensi waktu (23,06%), sedangkan faktor penghambat adalah sinyal, elektronik, dan listrik yang kurang mendukung (25,78%). Kesimpulan: Menurut mahasiswa faktor pendukung PJJ adalah efisiensi waktu dan faktor penghambat adalah sinyal, gadget dan listrik. Evaluasi ini menjadi masukan yang berharga bagi Institusi untuk mempertimbangkan metode pembelajaran PJJ yang efektif dan efisien.
Penyuluhan dan Demonstrasi untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Perilaku Pencegahan Hepatitis Akut Misterius pada Komunitas Ibu Berdaya, Surabaya Hanna Tabita Hasianna Silitonga; Etha Rambung; Romauli Nainggolan; Karmila Ayu Wardani
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.6626

Abstract

Hepatitis akut misterius merupakan penyakit yang merebak di Indonesia di pertengahan tahun 2022 yang belum diketahui penyebabnya. Komunitas Ibu Berdaya merupakan salah satu kelompok masyarakat yang terdampak dan ingin diperlengkapi mengenai informasi terkait penyakit hepatitis akut misterius. Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Tim dari Fakultas kedokteran universitas ciputra bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang hepatitis akut misterius dengan cara melakukan penyuluhan dan demonstrasi cara mencuci tangan yang benar kepada komunitas ibu berdaya. Metode pelaksanaan terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.  Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 2 Juli 2022. Hasil dari pengabdian masyarakat adalah pengetahuan mayoritas peserta sebelum materi diberikan sudah baik dengan rata-rata nilai adalah 80 dan terdapat peningkatan pengetahuan dari para peserta setelah materi diberikan dengan rata-rata nilai adalah 100. Perilaku hidup bersih dan sehat yang terus menerus dilakukan dikalangan rumah tangga diharapkan dapat mencegah penyakit hepatitis akut misterius di komunitas ibu berdaya.Acute hepatitis was a disease that spreads in Indonesia in the middle of 2022, for which the cause is unknown. The Empowered Mother Community is one of the community groups that wanted to be equipped with information related to mysterious acute hepatitis. This community service carried out by the team from the Ciputra Medical Faculty aimed to provide knowledge about acute hepatitis of unknown aetiology by conducting counselling and demonstrations to empowered communities. The implementation method consisted of the stages of preparation, implementation and evaluation. The result of community service was that the knowledge of most participants before the material was given was good, with an average value of 80. There was an increase in the participants' knowledge after the material was given, with an average value of 100. Clean and healthy living behaviour continuously carried out among households is expected to prevent acute hepatitis of unknown aetiology in this community. 
Hubungan pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku protokol kesehatan di perkantoran Imelda Ritunga; Hanna Tabita Hasianna Silitonga; Wira Widjaya Lindarto; Siusanto Hadi; Etha Rambung; I Made Irham Muhammad; Agnes Atmajaya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 7 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i7.8757

Abstract

Background: A possible office Covid cluster could result from office activity during a pandemic. Implementing health protocols is essential to help protect oneself from the transmission of Covid-19 knowledge of Covid-19 decisions to behave according to health protocols.Purpose: To analyze the relationship between knowledge about Covid-19 and the behavior of implementing health protocols in the office environment.Method: Analytical observation was carried out by collecting data cross-sectional. The population consisted of school teachers, samples were taken based on voluntary sampling with online questionnaires, and 114 respondents participated. Questionnaires were made by the research team and tested for validity and reliability. The results of the data were processed statistically with the Spearman correlation test.Results: There is a relationship between knowledge and behavior of health protocols in the office environment: hand washing steps (r=0.255, p=0.006), minimum distance for interaction (r=0.231, p=0.013), and the type of mask used to go to the office (r=0.312, p=0.001).Conclusion: There is a significant relationship between knowledge of Covid-19 and behavior of health protocols in the office environment, so increased knowledge about Covid-19 needs to be continuously pursued to improve health protocol behavior.Keywords: Covid-19; Behavior; Knowledge; RegulationPendahuluan: Kegiatan perkantoran di masa pandemic dapat berpotensi menjadi klaster perkantoran. Perilaku menerapkan protokol kesehatan menjadi hal penting dilakukan untuk membantu memproteksi diri dari penularan COVID-19. Pengetahuan akan Covid-19 menginformasikan keputusan untuk berperilaku sesuai protokol kesehatan.Tujuan: Menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kantor. Metode: Dilakukan analitik observational dengan pengambilan data secara cross sectional. Populasi berupa guru-guru sekolah, sampel diambil berdasarkan voluntary sampling dengan kuesioner online, sejumlah 114 responden berpartisipasi. Kuesioner dibuat oleh tim peneliti, dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil data diolah statistik dengan uji korelasi Spearman.Hasil:  Terdapat hubungan antara pengetahuan dan  perilaku protokol kesehatan di lingkungan perkantoran, yaitu langkah cuci tangan (r=0.255, p=0.006), jarak minimal berinteraksi (r=0.231, p=0.013), dan jenis masker yang digunakan ke kantor (r=0.312, p=0.001).Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan akan Covid-19 dengan perilaku protokol kesehatan di lingkungan perkantoran sehingga peningkatan pengetahuan tentang Covid-19 perlu terus diupayakan agar perilaku protokol kesehatan semakin baik.
Edukasi dan Pemberian Makanan Tambahan untuk Penanggulangan Stunting di Kecamatan Made, Surabaya Etha Rambung; Janice Valencia; Fransisca Romana Titis Suniati; Oki Krisbianto; Imelda Ritunga
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i3.8397

Abstract

Permasalahan yang dihadapi mitra (Puskesmas Made Surabaya) adalah ada beberapa balita di wilayah kerja mitra yang menderita stunting. Penyebab stunting diantaranya adalah kurangnya tingkat pengetahuan orang tua tentang gizi sehingga makanan yang dikonsumsi balita tidak dapat memenuhi kebutuhan gizinya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi pencegahan stunting dan makanan tambahan agar balita stunting dapat mengejar ketinggalan pertumbuhannya. Kegiatan ini menggunakan metode edukasi, pemberian makanan tambahan dan pendampingan. Kegiatan berlangsung dari Agustus 2021-Mei 2022 dengan sasaran ibu yang memiliki balita stunting. Edukasi diberikan melalui seminar berjudul Ayo Cegah Stunting pada hari Senin tanggal 14 September 2021 yang dihadiri oleh 24 orang Ibu. Pemberian makanan tambahan dan pendampingan dilakukan melalui kunjungan ke rumah-rumah balita stunting setiap minggu selama 3 bulan. Hasil kegiatan adalah peningkatan pengetahuan Ibu mengenai stunting (83,3%), semua anak menyukai dan menghabiskan nugget yang diberikan serta peningkatan lingkar lengan 1-2%, tinggi badan 1-3%, dan berat badan 0.1-0.6 % balita. Dari hasil tersebut disimpulkan edukasi pencegahan stunting melalui metode ceramah cukup efektif untuk meningkatkan pengetahuan Ibu dan pemberian makanan tambahan yang mengandung protein hewani dapat membantu peningkatan tinggi badan anak.The problem faced by the partners (Puskesmas Made Surabaya) is that several toddlers in the partner's work area suffer from stunting. The causes of stunting include the lack of parental nutrition knowledge, so the food toddlers consume cannot meet their nutritional needs. This activity aims to provide stunting prevention education and additional food so toddlers can catch up on their growth. This activity uses educational methods to provide additional food and assistance. The activity takes place from August 2021 to May 2022, targeting mothers with stunting toddlers. Education was provided through a seminar entitled Let's Prevent Stunting on Monday, 14 September 2021, which 24 mothers attended. Additional food and assistance is provided through visits to homes for stunting toddlers every week for three months. The results of the activity were an increase in mothers' knowledge about stunting (83.3%), all children liked and ate the nuggets given, and an increase in arm circumference of 1-2%, height of 1-3%, and weight of 0.1-0.6% of toddlers. From these results, it was concluded that stunting prevention education through the lecture method was quite effective in increasing mother's knowledge, and providing supplementary food containing animal protein could help increase children's height.
ASI Ekslusif, Status Imunisasi, dan Kejadian Stunting di Indonesia : Studi Literatur Exantie Megaputri Jezua; Hanna Tabita Hasianna Silitonga; Etha Rambung
Bahasa Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Prominentia Medical Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/pmj.v2i1.2259

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah global malnutrisi dimana sejumlah 144 juta atau 21,3% balita mengalami stunting di seluruh dunia. Hal ini berarti setiap dua dari lima anak di dunia menderita stunting. Prevalensi stunting di Indonesia adalah sebesar 30,8. Angka ini termasuk tinggi karena batas yang ditetapkan WHO adalah sebesar 20%. Beberapa faktor yang dapat dikemukakan dapat mencegah stunting adalah dengan pemberian ASI eksklusif dan imunisasi dasar lengkap pada balita. Tujuan studi literatur ini adalah untuk menganalisis literatur hubungan ASI eksklusif dan status imunisasi dengan stunting pada balita di Indonesia. Studi literatur ini dilakukan dengan menelaah berbagai penelitian yang didapatkan pada google scholar, Neliti, Mendeley, PubMed, BioMed Central, Crossref, dan Garuda yang berada pada kurun waktu 2010 sampai 2020. Sejumlah tiga belas artikel dianalisis untuk studi ini. Hasil studi literatur ini menemukan bahwa terdapat hubungan bermakna antara ASI Ekskulsif terhadap kejadian stunting, sedangkan status imunisasi tidak berhubungan secara langsung terhadap kejadian stunting di Indonesia. Imunisasi merupakan pencegahan agar anak terhindar dari infeksi menular. Saran dari studi literatur ini agar ibu dapat memberikan ASI eksklusif, asupan nutrisi dan pelayanan kesehatan dasar yang lengkap bagi anak. Saran bagi seluruh instansi kesehatan agar dapat meningkatkan intervensi pelayanan kesehatan melalui edukasi yang kontinu terkait risiko stunting di Indonesia.
Perubahan Jumlah Sel Goblet Pada Cavum Nasi Tikus Wistar Jantan Akibat Rokok Elektrik Azka Nadya Mifta; Hudi Winarso; Etha Rambung; Priangga Adi Wiratama
Bahasa Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Prominentia Medical Journal
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/pmj.v2i1.2262

Abstract

Nikotin, karbonil, TSNA (Tobacco-Spesific Nitrosamine), dan metal adalah beberapa zat yang terkandung dalam asap rokok elektrik. Zat-zat ini dapat menyebabkan hiperplasia, metaplasia, apoptosis sampai nekrosis sel. Penelitian eksperimental post-test only control design ini mengamati perubahan jumlah sel goblet pada mukosa respiratori cavum nasi tikus wistar jantan setelah pemaparan asap rokok elektrik dengan dosis bervariasi. Penelitian menggunakan 40 ekor tikus wistar jantan berusia 2-2,5 bulan dan berat antara 250-300 gram yang terbagi dalam empat kelompok yakni kelompok K- (kontrol negatif) tidak dipapari asap dan tidak dimasukkan ke dalam smoking chamber, kelompok K+ ( kontrol positif) tidak dipapari asap tetapi dimasukkan ke smoking chamber, kelompok P1 diberikan paparan 15 kali/hari dan kelompok P2 diberikan paparan 30 kali/hari. Paparan asap diberikan selama 54 hari. Tikus di euthanasia hari ke-55, dan diambil sampel cavum nasi kemudian diproses menjadi sediaan histopatologi. Analisis menggunakan uji One Way ANOVA untuk menghitung perubahan jumlah sel goblet. Hasil yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan uji Tukey HSD. Hasil yang diperoleh menunjukkan perbedaan jumlah sel goblet yang bermakna (p0.000 dan 0.004) antara kelompok tikus yang dipapari dengan kelompok yang tidak dipapari asap rokok. Kesimpulan penelitian adalah terjadi penurunan jumlah sel goblet akibat paparan asap rokok elektrik.
Differences in diameter and thickness of the seminiferous tubules of male wistar rats (rattus norvegicus) after being exposed to e-cigarette smoke and conventional cigarettes Atalya Riawani Iring; Etha Rambung; Hudi Winarso
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 6, No 5 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v6i5.13262

Abstract

Background: Electric cigarettes and conventional cigarettes have a detrimental effect on their users. Cigarettes contain ingredients that reduce the quality of male reproduction. Purpose: To determine the differences in diameter and thickness of the seminiferous tubules of male Wistar rats (rattus norvegicus) exposed to electric cigarettes compared to conventional cigarettes. Method: This research is a true experimental research in the laboratory using a post test-only control group design. The treatment group consisted of group K- as the negative control group, group K+ which was included in  the smoking chamber but not exposed to cigarette smoke, group P1 which was included in the smoking chamber  and exposed to electric cigarette smoke, group P2 which was included in the smoking chamber and exposed to  conventional cigarette smoke. The treatment was carried out for 30 days and then testicular samples were taken to calculate diameter and thickness of the seminiferous tubules. Data were analyzed with SPSS using descriptive statistics and One Way ANOVA and Kruskall Wall is tests. Results: There was a decrease in the diameter and thickness of the seminiferous tubules in the treatment group which was significantly different from the control group. The results of the LSD post hoc test for differences in seminiferous tubule diameter between groups P1 and P2 were p=0.72 > 0.05. The results of the Mann Whitney test showed that the difference in seminiferous tubule thickness between groups P1 and P2 was p=0.06 > 0.05.Conclusion: Exposure to electric and conventional cigarettes caused changes in the diameter and thickness of the seminiferous tubules from normal conditions. There was no significant difference in the impact of exposure to electric and conventional cigarettes, maybe because the damage they produced was not different.
Co-Authors Abednego Nugraha Agnes Atmajaya Ang, Samantha Debora Angelarita Djami Raga Atalya Riawani Iring Aurelius, Vincent Azka Nadya Mifta Bambang Wirjatmadi Banjarnahor, Dharma Putra P. Binti, Carlos Gracia Supriantono Budi, Stephanie Laurensia Cempaka Harsa Sekarputri Christiani, Natalia Christine, Catarina Lilian Cindy Clara Sari Denys Putra Alim Dyah Kusuma Wardhani Elizabeth Sulastri Nugraheni Erik Jaya Gunawan Exantie Megaputri Jezua Ferdinand Aprianto Tannus Ferdinand Aprianto Tannus Ferdinandus, David Fransisca Romana Titis Suniati Glory Ta’bi Palloan Gusto B. Yakobus Messakh Gusto Benyamin Messakh Hanna Tabita Hasianna Silitonga Hebert Adrianto Hudi Winarso I Made Irham Muhammad Imelda Ritunga Irene Sisilia Filipin Nggebu Janice Valencia Jemima Lewi Santoso Kaka, Wilhelmus Alvin Karmila Ayu Wardani Keith Justine Thiotansen Lindarto, Wira Widjaya Lukas, Dwi Lily Melania Rahadiyanti Mellyanawati Mellyanawati Mesakh, Billy Daniel Minarni Wartiningsih Najmul Laila Natalia Yuwono Ni Njoman Juliasih Novian Budi Santoso Nurul Illahi Muhammad Risha Oki Krisbianto Pangemanan, Fransisca Suyanto Panggabean, Ronald Torang Marsahala Priangga Adi Wiratama Rio Ferdinand, Gede Romauli Nainggolan Ronald Torang Marsahala Panggabean Salmon Charles P. T Siahaan Salmon Charles Siahaan Santosa, Rahajoe Imam Sheyoputri, Rytney Electra Siahaan, Salmon Charles Siahaan, Salmon Charles P.T. Siusanto Hadi Stefani Nurhadi Tannus, Ferdinand Aprianto Ulhaq, Aura Dhiya Wardani, Karmila Ayu Xena, Leora Esther