Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

HUBUNGAN USIA MENARCHE DAN ASUPAN ZAT GIZI DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA: STUDI CROSS SECTIONAL  DI SMK NEGERI 1 KOTA PALU sil18_ tarakolo; Lilik Sofiatus Solikhah; Hardianti
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/35g5zw27

Abstract

Latar Belakang: Gangguan siklus menstruasi dialami oleh sebagian besar remaja putri. Dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan reproduksi, termasuk risiko infertilitas. Faktor yang memengaruhi keteraturan siklus antara lain usia menarche dan asupan gizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia menarche dan asupan zat gizi (energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin C, dan zat besi) dengan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri. Metode: Desain analitik Cross-Sectional pada 100 remaja puteri di SMK Negeri 1 Kota Palu, yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Data usia menarche dan siklus menstruasi dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan asupan zat gizi melalui food recall. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan p<0,05. Hasil: Sebanyak 53% remaja putri mengalami siklus menstruasi tidak normal. Usia manrche tidak berhubungan signifikan dengan siklus menstruasi sedangkan asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin C dan zat gizi menunjukkan hubungan yang signifikan P<0,05. Simpulan: Asupan zat gizi makro dan mikro (vitamin C dan zat besi) berhubungan signifikan dengan siklus menstruasi pada remaja, sedangkan usia menarche tidak. Saran: Mempertimbangkan faktor lain yang berpotensi memengaruhi siklus menstruasi, seperti stres, aktivitas fisik, dan status gizi. Tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan di sekolah berkaitan dengan sistem reproduksi.  
Persepsi Pengunjung Tentang Praktik  Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat di Rammang-Rammang Anastasia Novianti; Alfianingsih; Masri Ridwan; Hardianti
ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business Vol. 2 No. 1 (2026): ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/itinerary.v1i1.1268

Abstract

Rammang-Rammang merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Kabupaten Maros yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap daya tarik wisata, kondisi lingkungan, keterlibatan masyarakat lokal, fasilitas wisata, serta pengalaman wisata di kawasan Rammang-Rammang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner Google Form kepada 73 responden yang pernah berkunjung ke Rammang-Rammang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai Rammang-Rammang memiliki daya tarik wisata yang unik, lingkungan alam yang masih alami, masyarakat lokal yang ramah, serta memberikan pengalaman wisata yang nyaman dan menarik. Aktivitas yang paling diminati wisatawan adalah menikmati pemandangan karst, fotografi, dan menyusuri sungai. Selain itu, wisatawan juga menilai pengelolaan lingkungan dan kebersihan kawasan wisata sudah cukup baik. Namun, beberapa fasilitas seperti toilet, area istirahat, dan spot pendukung wisata masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil penelitian, model pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat di Rammang-Rammang dapat dikembangkan melalui pelibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata, peningkatan fasilitas pendukung, konservasi lingkungan, serta penguatan promosi wisata berbasis digital. Model ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan sehingga keberlanjutan destinasi wisata dapat terjaga.
Paket Wisata Budaya Lemo dan Sangalla yang Berdaya Jual sebagai Upaya Pengembangan Pariwisata Budaya Berkelanjutan Anggun Pratidina; Anang Maruf; Hardianti; Masri Ridwan
ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business Vol. 2 No. 1 (2026): ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/itinerary.v2i1.1360

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi preferensi wisatawan terhadap pengembangan paket wisata budaya yang layak jual di Lemo dan Sangalla, Tana Toraja. Dengan menerapkan pendekatan deskriptif kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 50 responden selama periode Februari–Mei 2026 menggunakan teknik purposive sampling. Temuan utama memperlihatkan bahwa 78% responden menetapkan situs pemakaman tebing batu beserta patung Tau-tau di Lemo sebagai daya tarik budaya paling distingtif. Aktivitas cultural walking tour bersama pemandu lokal menjadi pilihan dominan (46%), diikuti penyaksian pemahatan Tau-tau oleh pengrajin setempat (34%). Wisatawan mancanegara berminat khusus budaya dan antropologi diidentifikasi sebagai target pasar utama (50%). Durasi perjalanan paling disukai adalah 3 hari/2 malam (46%) dengan kisaran harga paket Rp1.500.000–Rp2.500.000 (58%). Fasilitas yang paling diharapkan adalah pemandu wisata lokal bersertifikat dengan kompetensi interpretasi budaya mendalam (48%). Secara keseluruhan, hasil survei mengkonfirmasi keberadaan permintaan yang kuat terhadap paket wisata budaya berbasis pengalaman autentik di kawasan tersebut, dan merekomendasikan pengembangan paket yang mengintegrasikan layanan pemanduan profesional, akomodasi berbasis budaya lokal, serta pilihan kuliner inklusif sebagai strategi penguatan pariwisata berkelanjutan di Tana Toraja.  
Faktor-Faktor Risiko yang Memprediksi Kematian Satu Tahun Pertama Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Hemodialisis di RS Sumber Waras Periode 2018-2019 Kartika, Ronald Winardi; Indarta, Fanny; Hardianti
Jurnal MedScientiae Vol 1 No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jmedscientiae.v1i2.2654

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a global public health problem where the prevalence and incidence of CKD is increasing every year. According Indonesian Renal Registry in 2016 , about 60% of CKD underwent dialysis in the form of hemodialysis (98%) and peritoneal dialysis (2%). The deaths of hemodialysis patients during 2015 were 1,243 people with the most cause of death is cardiovascular (41%), and unknown (30%). The purpose of this study was to determine the causes of death in the first year of CKD patients undergoing hemodialysis. This study was a descriptive and analytic study with a cross sectional approach. Collecting data by looking at the patient's medical record. The number of samples is 46 people, the sample uses the total sampling method. Univariate data analysis to see the distribution of patient profiles, bivariate analysis with Chi square test and multivariate analysis using logistic regression to see the relationship between variables. The results of the analysis showed that the factors associated with death in the first year of kidney failure patients undergoing hemodialysis were age (p=0.03) and vascular access (p=0.000). The first year of chronic renal failure patients undergoing hemodialysis is age and vascular access.