Articles
Pelatihan Peningkatan Asupan Protein, Kalsium dan Antioksidan Melalui Pemberian Cookies Berbahan Ceker Ayam dan Daun Kelor
Eka Andriani;
Ratih Kurniasari;
Devie Rienzani Supriadi;
Ani Nuraeni
Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi
Publisher : Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47841/saintek.v3i1.74
During the Covid-19 pandemic, people began to take better care of their health by consuming nutritious food. Cookies are one of the most popular types of snacks wich we can easily to find it wherever and whenever now. There are many kinds of cookies sells in the market by offering flavors and variants, but no one has offered cookies by adding animal ingredients and fiber that can increase the nutritional content for their product. One of the ingredients that can be added in making cookies is chicken claws and moringa leaves which are made into flour before. The addition of chicken claws flour and moringa leaves is expected to increase the selling value and can utilize local food from underutilized ingredients but have high nutritional content such as protein, calcium and antioxidants. The research products in the form of claw cookies and moringa leaves have been tested in the IPB laboratory and tested organoleptically on semi-trained panelists. In addition, "celor cookies" were also distributed to local residents as a form of community service. Community service activities are also carried out through educational webinars on the use of claws and moringa leaves which include hundreds of participants and are assisted by several students.
Literature Review: Efektivitas Penggunaan Media Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan dan Sikap pada Siswa Sekolah Dasar Tentang Gizi Seimbang
Arneta Anggraeni Putri Sumantri;
Ratih Kurniasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Elementary school students are students aged 6-12 years. Education can increase a person's knowledge, with an increase in knowledge it is expected that there will be changes in better behavior towards nutrition and health. A person will have good knowledge if that person can use his five senses to the maximum extent possible. To determine the effectiveness of nutrition education media on the knowledge and attitudes of elementary school students about Balanced Nutrition. The use of Android and the website is devastating for elementary school students in nutrition education so that it can have a positive impact on the use of smartphones and the internet. The use of puzzles as a medium for balanced nutrition education can generate high interest for students. The use of wayang media and booklets can easily identify and understand the role of each character in delivering nutrition education. The use of comics has various interesting animation images so that nutrition education delivered to elementary school students can be accepted more easily. The use of video on balanced nutritional behavior in students is because videos can be more easily accepted by students because they relate directly to their senses of sight and hearing. Several studies have shown that nutrition education media can change the behavior of elementary school students for the better. Each balanced nutrition education media is on average effective for use by elementary school student. ABSTRAK Siswa sekolah dasar merupakan siswa yang memiliki jenjang usia 6-12 tahun. Pendidikan dapat meningkatan pengetahuan seseorang, dengan adanya peningkatan pengetahuan diharapkan akan terjadi perubahan perilaku yang lebih baik terhadap gizi dan kesehatan. Seseorang akan memiliki pengetahuan yang baik apabila seoseorang tersebut dapat menggunakan panca indranya dengan semaksimal mungkin.Untuk mengetahui efektivitas media edukasi gizi terhadap pengetahuan dan sikap pada siswa Sekolah Dasar tentang Gizi Seimbang. Penggunaan Android dan website sengat efektif digunakan untuk siswa Sekolah Dasar dalam edukasi gizi sehingga dapat memberikan dampak positif dari penggunaan smartphone dan internet. Penggunaan puzzle sebagai media edukasi gizi seimbang dapat menimbulkan minat yang tinggi bagi siswa. Penggunaan media wayang dan booklet dapat dengan mudah untuk mengetahui dan memahami peran masing-masing tokoh dalam menyampaikan pendidikan tentang gizi. Penggunaan komik memiliki berbagai animasi gambar yang menarik sehingga edukasi gizi yang disampaikan kepada siswa Sekolah Dasar dapat diterima dengan lebih mudah. Penggunaan video terhadap perilaku gizi seimbang pada siswa karena video dapat lebih mudah diterima siswa karena mengaitkan langsung dengan indera penglihatan dan pendengarannya. Beberapa studi membuktikan bahwa media edukasi gizi mampu mengubah perilaku siswa Sekolah Dasar menjadi lebih baik. Setiap media edukasi gizi seimbang rata-rata efektif untuk digunakan oleh siswa Sekolah Dasar.
Pengaruh Edukasi Gizi Menggunakan Media Terhadap Peningkatan Pengetahuan dalam Upaya Pencegahan Obesitas pada Remaja di MTs Al-Khairiyah
Arunisa Rahian Fadila;
Ratih Kurniasari
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52643/jukmas.v6i2.2144
Obesity is a problem that worries adolescents. Obesity can occur due to consumption patterns and wrong food selection behavior, resulting in an imbalance between nutritional intake and nutritional adequacy. This study aims to determine the effect of nutrition education using leaflets and animated videos on increasing knowledge in preventing obesity in adolescents at MTs Al-Khairiyah. This type of research is a quasi-experimental with a pretest-posttest design. The research sample amounted to 40 respondents with 20 respondents in each treatment group. The results showed an increase in the average value of nutritional education knowledge in the leaflet group from before 11.60 to 13.95 and in the animation video group from before 10.80 to 14.25. There was a difference in the average value of nutritional education knowledge in the leaflet and animated video groups (p<0.05). It can be concluded that nutrition education using leaflets and animated videos has an effect on increasing knowledge in efforts to prevent obesity in adolescents.
Hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi pada remaja di masa pandemi covid-19
Arneta Anggraeni Putri;
Milliyantri Elvandari;
Ratih Kurniasari
Darussalam Nutrition Journal Vol 6, No 2 (2022): Darussalam Nutrition Journal
Publisher : University of Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/dnj.v6i2.8072
Background: The COVID-19 pandemic has greatly affected life habits, one of which is changes in eating habits. The COVID-19 pandemic makes it easy for students to order fast food through online applications, it's not uncommon to buy them directly. The existence of the COVID-19 pandemic makes students often stare at laptop screens and the lack of physical activity so that they do not move and consume fast food too often will greatly affect their health. Indonesia consumes fast food which consists of 33% for lunch, 25% for dinner, 9% for snacks and 2% for breakfast. Objective: To find out the relationship between fast food consumption habits and nutritional status. Methods: The research design was a cross sectional design with a sampling technique using purposive sampling. This research was conducted at SMP PGRI 8 Bogor City with the sample of the research being students of class VIII at SMP PGRI 8 Bogor City as many as 110 respondents. Data collection was obtained using a food frequency form questionnaire. The analysis used is bivariate by looking for the relationship between fast food consumption habits and nutritional status using the gamma correlation test. Result : There is no relationship between fast food consumption habits and nutritional status as evidenced by the p-value (0.012<0.05). Conclusion : There is no significant relationship between fast food consumption habits and nutritional status in SMP PGRI 8 Bogor City. AbstrakLatar Belakang : Pandemi COVID-19 telah banyak mempengaruhi kebiasaan hidup salah satunya perubahaan kebiasaan makan. Pandemi COVID-19 memudahkan pelajar untuk memesan fast food melalui aplikasi online, tidak jarang juga untuk beli secara langsung. Adanya pandemi COVID-19 membuat pelajar sering menatap layar laptop dan kurangnya melakakukan aktivitas fisik sehingga kurang bergerak dan terlalu sering mengkonsumsi fast food akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Indonesia mengkonsumsi fast food yang terdiri dari 33% untuk makan siang, 25% untuk makan malam, 9% untuk makanan selingan dan 2% untuk sarapan. Tujuan : Untuk mengetahuan hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi. Metode : Desain penelitian dengan rancangan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di SMP PGRI 8 Kota Bogor dengan sampel penelitian adalah siswa-siswi kelas VIII di SMP PGRI 8 Kota Bogor sebanyak 110 responden. Pengumpulan data diperoleh menggunakan kuesioner form food frequency. Analisa yang digunakan yaitu bivariat dengan mencari hubungan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi menggunakan uji korelasi gamma. Hasil : Tidak ada hubungan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi yang dibuktikan dengan nilai p-value (0.012<0.05). Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi fast food dengan status gizi di SMP PGRI 8 Kota Bogor.
PELATIHAN KADER POSYANDU UNTUK MEMBUAT CAMILAN TINGGI PROTEIN BERBAHAN LOKAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Ratih Kurniasari;
Sabrina Sabrina;
Annisa Nabila Salma
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11468
ABSTRAKLatar Belakang : Kabupaten Karawang termasuk kedalam daerah yang menjadi fokus program penanganan stunting. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang (2021), persentase balita stunting di kcamatan Pedes sebanyak 2,2%. Salah satu program pemerintah dalam upaya melakukan pencegahan dan screening terhadap kejadian stunting adalah dengan pemanfaatan posyandu balita dan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada setiap kegiatan posyandu. Buah pisang dan ikan merupakan bahan pangan lokal yang mudah ditemukan dan memiliki nilai gizi yang baik untuk dijadikan PMT. Contoh PMT yang digemari olah seluruh kalangan terutama anak-anak serta dapat memperpanjang masa simpan pangan lokal nugget. Meningkatkan kemampuan peserta pelatihan untuk mengolah camilan tinggi protein berbahan baku pangan lokal dengan memanfaatkan buah pisang dan ikan sebagai upaya pencegahan stunting. Metode : Kegiatan pengabdian dilakukan dilaksanakan di Desa Sungaibuntu. Pelatihan terhadap 15 kader posyandu yang meliputi empat tahap yaitu 1) Penyampaian materi tentang stunting dan cara pencegahannya; 2) Praktek membuat PMT (Pemberian Makanan Tambahan) berbahan dasar buah pisang dan ikan dalam bentuk nugget; 3) Sesi diskusi dan tanya jawab; 4) Evaluasi. Hasil : Terjadi peningkatan pengetahuan kader posyandu (p<0,05). Kesimpulan : Terjadi peningkatan pengetahuan kader posyandu dan keterampilan peserta dalam membuat nugget pisang dan nugget ikan. Kata kunci: pelatihan kader posyandu; pencegahan stunting; nugget pisang; nugget ikan. ABSTRACTBackground: Karawang Regency is included in the area that is the focus of the stunting management program. Based on data from the Karawang Regency Health Office (2021), the percentage of stunting under five in the Pedes sub-district was 2.2%. One of the government's programs in an effort to prevent and screen stunting is the use of integrated healthcare center “posyandu” for toddlers and the provision of Supplementary Food (PMT) at every integrated healthcare center “posyandu” activity. Bananas and nuggets are local food ingredients that are easy to find and have good nutritional value to be used as PMT. Examples of PMT are favored by all circles, especially children and can extend the shelf life of local food nuggets. Improve the ability of training participants to process high-protein snacks made from local food by utilizing bananas and fish as an effort to prevent stunting. Methods: Service activities were carried out in Sungaibuntu Village. Training for 15 integrated healthcare center “posyandu” cadres which includes four stages, namely 1) Delivery of material on stunting and how to prevent it; 2) The practice of making PMT (Supplementary Food Provision) based on bananas and fish in the form of nuggets; 3) Discussion and question and answer session; 4) Evaluation. Results: There was an increase in knowledge of integrated healthcare center “posyandu” cadres (p<0.05). Conclusion: There was an increase in knowledge of integrated healthcare center “posyandu” cadres and participants' skills in making banana nuggets and fish nuggets. Keywords: Integrated healthcare center cadre training; stunting prevention; banana nuggets; fish nuggets
Identifikasi Penggunaan Sumber Air Bersih dan Jamban Rumah Tangga Terhadap Riwayat Sakit pada Anak Usia 6-59 Bulan di Pesisir Pantai Kabupaten Karawang
Linda Riski Sefrina;
Ratih Kurniasari;
Milliyantri Elvandari;
Annisa Ratri Utami;
Asep Malinda Aiboga
Jurnal Gizi dan Kuliner Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Gizi dan Kuliner
Publisher : Program Studi Gizi UNSIKA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35706/giziku.v3i2.8343
Previous studies have shown that illness, especially infectious diseases, is a risk factor for malnutrition in children aged 6-59 months. Environmental sanitation is an important factor that influences the occurrence of infection. The purpose of this study was to assess the relationship between the use of clean water sources and the use of household latrines with a history of diseases in children aged 6-59 months. This study used a cross-sectional design with 108 research subjects. Research subjects were selected using accidental sampling. Collecting data using interview and observation techniques. The results showed that there was no significant relationship between the type of source of drinking water, type of source of washing water, type of latrines, and ownership of latrines with a history of diseases in the research subjects. The history of diseases in the research subjects was significantly related to the distance between the water source and the waste disposal site (p-value <0.05). Based on these results, further efforts are needed to improve environmental sanitation in coastal areas to prevent an increase in morbidity in children under five.
Literature Review: Pengaruh Bentuk Media Edukasi Gizi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Anak: Literature Review : The Influence of Nutrition Education Media Forms on Increasing Mother's Knowledge to Prevent Stunting in Children
Grisvia Zain;
Ratih Kurniasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35473/jgk.v15i1.281
Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam rentan waktu yang cukup lama. Stunting adalah masalah kesehatan yang harus diperhatikan dengan penanganan sedini mungkin karena berdampak pada tingkat kecerdasan, produktivitas, dan kekebalan tubuh terhadap penyakit, yang selanjutnya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi sehingga meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan yang berefek jangka panjang pada penderita, keluarganya dan Negara. Edukasi gizi mengenai stunting kepada mayarakat dapat membantu menekan kejadian stunting untuk masa yang akan datang. Pengetahuan akan mempengaruhi tindakan manusia, dengan demikian semakin baik pengetahuan seseorang maka kualitas hidupnya pun akan lebih baik. Pada penyampaian edukasi, bentuk dari sebuah media juga berpengaruh dalam keefektifan penyampaian informasi. Untuk itu tujuan dari penulisan ini adalah menilai tingkat informasi yang diserap dari sebuah media terhadap pemahaman ibu dalam mengenal masalah stunting dan cara pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam penulisan adalah telaah sistematis dan pencarian materi melalui jurnal penelitian pada laman sinta ristekdikti dengan kata kunci Media pendidikan gizi, Pengetahuan ibu, dan Pencegahan stunting. Berdasarkan 3 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dalam pembahasan ini, diketahui peningkatan tertinggi dihasilkan oleh media integrating card sebagai media informasi stunting yang dinilai efektif meningkatkan pengetahuan ibu dengan menggunakan metode bermain kartu. Pada uji efektivitas ketiga media menunjukkan adanya pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai stunting. Namun pada media integrating card mendapatkan peningkatan pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan media lain. Hal ini menunjukkan bahwa media interaktif yang menyenangkan lebih dapat diterima isi materinya dibandikan dengan media yang memaparkan materi dengan bentuk yang formal seperti bentuk dari media lembar balik dan modul risiko deteksi stunting.
Kajian Pustaka: Pengaruh Pemberian Media Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan Anemia pada Remaja: Literature Review: The Effect of Providing Nutrition Education Media on Anemia Knowledge in Adolescents
Nanda Putri Agiratama;
Ratih Kurniasari
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Remaja di Indonesia berisiko mengalami anemia. Penyebab anemia remaja cenderung disebabkan oleh kekurangan asupanan makanan sumber zat besi sehingga perlu dibentuk perilaku makan yang bergizi. Perilaku makan yang baik dapat diperoleh dari pengetahuan. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus menekan kejadian anemia yaitu dengan melakukan edukasi gizi dengan menggunakan media pendukung. Tujuan: tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai media edukasi gizi terhadap tingkat pengetahuan anemia pada remaja. Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review study yaitu melakukan pengumpulan data yang berhubungan dengan sebuah topik yang telah ditentukan dari berbagai sumber. Hasil: jumlah data yang digunakan dan ditelaah sebanyak 5 penelitian yang menunjukkan adanya pengaruh pemberian edukasi gizi dengan menggunakan media terhadap tingkat pengetahuan anemia pada remaja putri. Kesimpulan: salah satu upaya untuk mencegah anemia di Indonesia yaitu dengan meningkatkan pengetahuan melalui edukasi gizi menggunakan media edukasi. Penggunaan media sebagai bahan ajar untuk meningkatkan pengetahuan anemia dapat memberikan pengaruh terhadap kejadian anemia. Hal ini karena adanya pemanfaatan media yang melibatkan fungsi indera dimana akan membantu seseorang dalam menyerap informasi kesehatan termasuk mengenai anemia.
Edukasi Gizi Menggunakan Media Video Animasi dan Poster terhadap Peningkatan Pengetahuan Gizi Seimbang pada Remaja : Nutrition Education Using Animated Video Media and Posters to Increase Knowledge of Balance Nutrition in Teenagers
Jesi Nurfitriani;
Ratih Kurniasari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 3: MARCH 2023 -Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56338/mppki.v6i3.2929
Latar belakang: Pengetahuan gizi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi remaja. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait gizi seimbang adalah dengan memberikan edukasi menggunakan metode dan media yang tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi menggunakan media video animasi dan poster. Metode: Metode yang digunakan yaitu quasi eksperimental dengan menggunakan rancangan pre-post test design dengan besar sampel 40 siswa SMA/Sederajat di Kota Purwakarta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online menggunakan kuisioner. Uji statistik yang digunakan adalah paired sampel t-test. Hasil: Pemberian edukasi gizi dengan mdia video animasi dan poster mengalami peningkatan pengetahuan (p=0,000) tentang gizi seimbang setelah diberikan intervensi. Rata-rata nilai pengetahuan gizi sebelum pemberian edukasi dengan media video animasi adalah 54,80 meningkat menjadi 86,80. Sedangkan rata-rata nilai pengetahuan sebelum pemberian dengan media poster adalah 45,20 dan meningkat menjadi 91,80. Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi gizi menggunakan media video animasi dan poster terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang gizi seimbang.
UPAYA PENANGANAN STUNTING MELALUI PENDIDIKAN GIZI KEPADA KADER POSYANDU DI PESISIR PANTAI KARAWANG
Linda Riski Sefrina;
Ratih Kurniasari;
Milliyantri Elvandari
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i1.37284
Stunting merupakan masalah kesehatan akibat kekurangan gizi secara kronis. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan kader Posyandu berperan penting dalam penanganan stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan gizi pada kader Posyandu di daerah pesisir pantai Karawang. Metode kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan ini diikuti oleh 89 kader Posyandu. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan terdapat peningkatan persentase peserta yang memiliki pengetahuan gizi dengan kategori cukup dari 15,7% menjadi 62,9%, serta peserta yang memiliki pengetahuan gizi berkategori baik dari 3,4% menjadi 12,4 %. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberian kegiatan pendidikan gizi mampu meningkatkan pengetahuan gizi secara signifikan pada kader Posyandu di pesisir pantai Karawang