p-Index From 2021 - 2026
14.074
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Gizi COPING (Community of Publishing in Nursing) NUTRIRE DIAITA Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Jurnal GIZIDO Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Riset Gizi Darussalam Nutrition Journal Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Media Gizi Pangan GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Minda Baharu Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG) Jurnal Gizi Prima Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) JUTIS : Jurnal Teknik Informatika Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Abdimas Universal Jurnal Kesehatan Unistek: Jurnal Pendidikan dan Aplikasi Industri JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat HSG (Health Science Growth) Journal Media Gizi Kesmas Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Kesehatan Tambusai Journal of English Education Program (JEEP) Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Jurnal Abdimas ADPI Sains dan Teknologi Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia (The Journal of Indonesian Community Nutrition) Jurnal Gizi dan Kuliner Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Gizi dan Kesehatan JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Tematik Jurnal Riset Gizi Jurnal Kesehatan Jurnal Kesehatan Jurnal Siti Rufaidah Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) Jurnal Riset Gizi
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Sedentary Lifestyle dengan Status Gizi Remaja pada Masa Pandemi COVID-19 Hanna Pradifa; Al Mukhlas Fikri; Ratih Kurniasari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i03.2042

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan di masyarakat, seperti pembatasan aktivitas, selalu menjaga jarak antar sesama, dan menghindari keramaian. Proses pembelajaran dilakukan secara daring sehingga aktivitas anak terbatas. Hal tersebut meningkatkan peluang untuk memiliki sedentary lifestyle. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sedentary lifestyle dengan status gizi remaja pada masa pandemi. Desain penelitian adalah cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Cibinong. Sampel penelitian adalah 195 siswa kelas 8 dengan pengambilan sampel secara simple random sampling . Kriteria inklusi sampel yaitu remaja awal siswa berusia 13-15 tahun dan bersedia mengikuti penelitian. Timbangan berat badan dan microtoise untuk menilai status gizi remaja. Kuesioner Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) digunakan untuk menilai tingkat sedentary lifestyle. Sampel dalam penelitian sebagian besar berjenis kelamin perempuan (63,6%), berusia 14 tahun (60%), dan memiliki ayah dengan pendidikan terakahir SMA (49,2%). Asupan energi subjek tergolong defisit berat (80%), dan memiliki status gizi normal (65,1%). Meskipun demikian, sebanyak 15,4% memiliki status gizi gemuk dan 7,2% obesitas. Akan tetapi, penelitian ini belum dapat menunjukkan adanya hubungan sedentary lifestyle dengan status gizi remaja pada masa pandemi (P-value = 0,899). Diperoleh bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara sedentary lifestyle dengan status gizi remaja pada masa pandemi di SMP Negeri 1 Cibinong.
Pentingnya Pengetahuan Gizi pada Ibu Hamil Terhadap Kesehatan Ibu dan Anak Siti Nur Imani; Ratih Kurniasari
JGK:Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 2 No 2 Desember (2022): Jurnal Gizi dan Kesehatan
Publisher : Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.707 KB) | DOI: 10.36086/jgk.v2i2 Desember.1517

Abstract

Background:The development of a nation is essentially to realize the welfare of the people. Efforts to improve the quality of human resources should start as early as possible since the fetus is in the womb. Pregnant women are one of the most vulnerable groups to nutritional problems. Purpose:The purpose of counseling can minimize the occurrence of malnutrition in the community and pregnant women can know the importance of good nutrition for children. Method of literature study or library research. This literature study was carried out by reading relevant sources to obtain the necessary data. Nutritional problems experienced by pregnant women before or during pregnancy can affect the growth of the fetus that is being conceived. Malnourishment can trigger stunting due to prolonged malnutrition in the first 1,000 days of life (HPK). Indonesia is currently having a problem with stunting. The level of one's nutritional knowledge will affect attitudes and behavior in food selection. Results: This study shows that, after testing the effect of knowledge scores on the knowledge of the intervention group and the control group, it is found that there is a significant effect between the knowledge scores. Conclusion: From the results of this research activity it is necessary to have education about balanced nutrition to be able to increase the knowledge of pregnant women.
Pengaruh Penggunaan Media Edukasi Video Tiktok dan Infografis Terhadap Pengetahuan Anemia pada Remaja Putri : The Effect of Using Tiktok Video Educational Media and Infographics on Anemia Knowledge in Young Women Bunga Sovani Firdawiyanti; Ratih Kurniasari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5: MAY 2023 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3166

Abstract

Latar belakang: Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal pada sekelompok orang menurut usia dan jenis kelamin tertentu. Kelompok usia yang rawan terkena anemia adalah remaja putri. Anemia dapat dicegah dengan cara meningkatkan pengetahuan tentang anemia. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan tentang anemia adalah melalui pendidikan gizi. Pelaksanaan pendidikan gizi membutuhkan media yang memudahkan penyampaian materi atau informasi. Media edukasi gizi yang digunakan dalam penelitian ini adalah video tiktok dan infografis. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media edukasi video tiktok dan infografis terhadap pengetahuan anemia pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test and post-test with control group design. 40 orang responden adalah siswa SMA/sederajat Jakarta. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2022. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji paired sample test (pre-test and post-test) untuk mengetahui apakah ada perbedaan pengetahuan anemia remaja Putri sebelum dan sesudah pemberian. Intervensi melalui media edukasi, video tiktok dan infografis. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media video tiktok terhadap pengetahuan anemia (p-value 0.000) dan media infografis terhadap pengetahuan anemia (p-value 0.000). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media video TikTok dan infografis pada edukasi gizi dapat meningkatkan pengetahuan anemia pada remaja putri.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MEDIA POSTER, VIDEO, SERTA KOMIK TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG SARAPAN PADA ANAK SDN MARGAHAYU XIX BEKASI Almas Barizah Fathaniah; Ratih Kurniasari
Media Gizi Pangan Vol 30, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.321 KB) | DOI: 10.32382/mgp.v30i1.2789

Abstract

Tujuh dari sepuluh anak di Indonesia kekurangan gizi sarapan. Pendidikan gizi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan seseorang sedini mungkin.  Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan efektivitas pada media poster, video animasi, serta komik digital terhadpa peningkatan pengetahuan tentang pentingnya sarapan pada anak sekolah dasar. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode yang digunakan adalah eksperimental. Desain penelitian yang digunakan yaitu rancangan tiga grup pre-post test karena penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diberikan. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan uji paired sample t-test untuk membandingkan pengetahuan ketiga kelompok perlakuan dan uji Wilcoxon sign rank test apabila data tidak bersitribusi normal.  Hasil penelitian pada media poster menunjukkan terdapat pengaruh (p=0,001) pemberian media poster terhadap pengetahuan terkait pentingnya sarapan. Hasil penelitian pada media video menunjukkan terdapat pengaruh (p=0,002) pada pemberian media 3D berupa video animasi terhadap pengetahuan terkait pentingnya sarapan pada anak. Hasil penelitian pada media inovasi menunjukkan terdapat pengaruh (p=0,000) pada pemberian media inovasi berupa komik digital terhadap pengetahuan terkait pentingnya sarapan pada anak. Pada ketiga media yang diberikan, media komik paling efektif dibandingan dengan kedua media lainnya.
EDUKASI GIZI SEIMBANG MENGGUNAKAN MEDIA INFOGRAFIS DAN MEDIA WEBSITE MELALUI APLIKASI WHATSAPP PADA SISWA SEKOLAH DASAR Salma Khairunnisa; Ratih Kurniasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15273

Abstract

ABSTRAKPedoman gizi seimbang harus diperkenalkan pada seluruh masyarakat khususnya pada anak usia sekolah karena anak sekolah merupakan usia yang rawan mengalami permasalahan gizi. Salah satu cara untuk memperkenalkan pedoman gizi seimbang pada masyarakat yaitu dengan memberikan edukasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi seimbang siswa sekolah dasar menggunakan media infografis dan media website melalui aplikasi whatsapp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan anak sekolah dasar sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengenai gizi seimbang menggunakan media infografis (p=0,001) dan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan anak sekolah dasar sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengenai gizi seimbang menggunakan media website (p=0,003). Dapat disimpulkan bahwa edukasi gizi seimbang menggunakan media infografis dan media website melalui aplikasi Whatsapp dapat meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar. Kata kunci: edukasi; gizi seimbang; infografis; website; whatsapp. ABSTRACTGuidelines for balanced nutrition must be introduced to the whole community, especially to school-age children because school children are an age that is prone to nutritional problems. One way to introduce balanced nutrition guidelines to the community is by providing education. This activity aims to increase elementary school students' balanced nutrition knowledge using infographic media and website media through the WhatsApp application. The results showed that there was a significant difference between the knowledge of elementary school children before and after being given education about balanced nutrition using infographic media (p=0.001) and there was a significant difference between the knowledge of elementary school children before and after being given education about balanced nutrition using the media website (p=0.003). It can be concluded that balanced nutrition education using infographic media and website media through the Whatsapp application can increase elementary school students' knowledge Keywords: education; balanced nutrition; infographics; website; whatsapp.
ENGARUH PEMBERIAN VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN GIZI PADA MAHASISWA TENTANG SUMBER PANGAN ANTIOKSIDAN Al-khonsa Ulya Hafidz; Ratih Kurniasari
Jumantik Vol 8, No 1 (2021): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v8i1.3578

Abstract

Memiliki sistem imun yang baik merupakan cara untuk melawan virus corona, hal tersebut tentunya harus didorong melalui asupan gizi seimbang dan beragam serta pola hidup yang sehat. Salah satu bahan pangan yang dianjurkan untuk dikonsumsi yang dapat meningkatkan imunitas tubuh yaitu bahan pangan dengan kaya akan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian media berupa video animasi terhadap perubahan tingkat pengetahuan mahasiswa tentang pangan fungsional dalam meningkatkan imunitas tubuh. Rancangan penelitian adalah kuasi eksperimental one group pretest-posttest pada mahasiswa Program Studi Farmasi di Universitas Singaperbangsa Karawang. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perubahan pada tingkat pengetahuan gizi mahasiswa (p=0,000) sebelum dan sesudah diberikan intervensi gizi menggunakan media video animasi. Pengetahuan mahasiswa sesudah diberikan intervensi tentang pangan fungsional dalam meningkatkan imunitas tubuh dengan media video animasi lebih baik dibandingkan dengan sebelum pemberian intervensi.
Literatur Rivew Pengaruh Konseling Gizi Terhadap Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus Tipe-2 Sakhwa Agustin; Ratih Kurniasari
Jurnal Gizi dan Kuliner Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Gizi dan Kuliner
Publisher : Program Studi Gizi UNSIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/giziku.v4i1.9666

Abstract

The 2017 International Diabetes Federation shows that as many as 10.3 million people in Indonesia suffer from diabetes and are ranked 6th in the world with the largest number of diabetics (RI Ministry of Health, 2018). Based on the 2018 Riskesdas, the prevalence of diabetes increased to 8.5% from 6.9%. Diabetes mellitus is a metabolic degenerative disease caused by the pancreas being unable to produce enough insulin. The most common type of diabetes mellitus is type-2 diabetes mellitus. The provision of nutritional counseling is very important because it is a disease related to lifestyle. The purpose of nutritional counseling is to change attitudes and behavior so that they are in accordance with the goals of diet management. Patient compliance with what is given during counseling will affect success in undergoing diet management. This research aimed To determine the effect of nutritional counseling on dietary adherence in type-2 diabetes mellitus patients. Method: Using the literature review method by comparing several literature materials. The result showed that nutrition counseling affects dietary adherence in type-2 diabetes mellitus patients. Nutritional counseling with the principle of regulating the type of food, the number of calories and the meal schedule can affect dietary adherence in type-2 diabetes mellitus patients. Keywords: Nutrition counseling, Dietary compliance, Diabetes Mellitus
SOSIALISASI PEDOMAN GIZI SEIMBANG DENGAN METODE NUTRIEDUTAINMENT DI SDN KARAWANG WETAN 1 DAN SDN PALUMBONSARI Ratih Kurniasari; Risma Rahmatunisa
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 1 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/abdimas.v2i1.150

Abstract

Anak sekolah dasar merupakan kelompok usia rawan gizi. Hal ini disebabkan pertumbuhan anak yang pesat dan aktifitas sekolah yang padat. Agar tumbuh kembang anak dapat optimal, asupan gizi yang baik dari segi kuantitas maupun kualitas diperlukan dan perlu perhatian berbagai pihak. Pemberian gizi pada usia ini biasanya tidak berjalan secara optimal, karena banyak faktor lingkungan yang mempengaruhimya salah satu pengetahuan orang tua dan guru yang kurang sehingga menyebabkan anak tidak dapat mengkonsumsi zat gizi yang tepat. (Siti, 2012) Indonesia pada anak umur 6 – 14 tahun (Usia Sekolah) mengalami masalah gizi ganda, yaitu masalah gizi kurang dan masalah gizi lebih. Secara umum di Provinsi Jawa Barat prevalensi kurus adalah 10,9% pada laki-laki dan 8,3% pada perempuan. Sedangkan prevalensi BB lebih pada laki-laki 7,4% dan perempuan 4,6%. Masalah gizi kurang umumnya disebabkan oleh kemiskinan, kurangnya persediaan pangan, kurang baiknya kualitas lingkungan, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi, menu seimbang dan kesehatan. Masalah gizi lebih disebabkan oleh kemajuan ekonomi pada lapisan masyarakat tertentu disertai dengan kurangnya pengetahuan tentang gizi, menu seimbang dan kesehatan. (Riskesdas 2017) Pada anak usia sekolah dasar permasalahn gizi yang terjadi disebabkan oleh kurangnya pengetahuan. Pendidikan gizi merupakan suatu upaya untuk membuat seseorang atau sekelompok masyarakat sadar akan pentingnya peran gizi dalam kehidupan. Salah satu hal yang perlu diinformasikan ke anak sekolah dasar terutama masalah Pedoman Gizi Seimbang dan menyadari bahwa sebenarnya slogan Empat Sehat Lima Sempurna (4S5S) sudah tidak dipergunakan lagi (Nuryanto 2014). Masalah gizi pada anak usia sekolah dasar dapat dicegah dengan menggunakan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS). PUGS merupakan pedoman tentang susunan makanan sehari–hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memerhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal, dengan pemilihan dan mengkonsumsi makanan yang baik, bergizi dan seimbang dapat mempengaruhi status gizi. Gizi seimbang merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Konsumsi pangan individu dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan. Tingkat pengetahuan dapat diperoleh melalui media masa, pendidikan, pengalaman, hubungan sosial, dan budaya. Dengan tingkat pengetahuan yang baik maka sesorang akan lebih selektif dalam mengkonsumsi makanan yaitu makanan apa yang bagus untuk dikonsumsi, manfaat yang diberikan dan bagaimana kandungan gizi sehingga dapatan terpenuhinya kebutuhan gizi dalam tubuh (Redyastuti, 2017). Media pendidikan gizi perlu dipertimbangkan karakteristik dan selera sasaran penyuluhan sehingga pesan gizi yang disampaikan dapat diterima secara efektif (Khomsan 2000). Pendidikan gizi yang diberikan pada anak usia sekolah dasar diupayakan diberikan melalui media yang menarik agar penyampaian materi dapat diterima lebih mudah. Edukasi gizi dapat diberikan dengan metode yang menarik, salah satunya yaitu metode nutriedutainment. Nutriedutainment merupakan gabungan dari nutrition, edukasi dan entertainment yang berarti suatu cara untuk membuat proses pendidikan dan pengajaran gizi menjadi menyenangkan, sehingga siswa dengan mudah menangkap dari pembelajaran mengenai gizi seimbang. Nutriedutainment dapat dilakukan didalam maupun diluar kelas, diberikan dengan metode melakukan permainan, mendengarkan cerita, dan menonton drama.
Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) pada Masa Pandemi Covid-19 Ratih Kurniasari
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 2 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/abdimas.v1i02.286

Abstract

Pada awal 2020, Indonesia dikejutkan dengan mewabahnya pneumonia baru yang bermula dari Wuhan, Provinsi Hubei yang kemudian menyebar dengan cepat ke lebih dari 190 negara dan teritori. Wabah ini diberi nama coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Penyebaran penyakit ini telah memberikan dampak luas secara sosial dan ekonomi. Saat ini, penyebaran SARS-CoV-2 dari manusiake manusia menjadi sumber transmisi utama sehingga penyebaran menjadi lebih agresif. Transmisi SARS-CoV-2 dari pasien simptomatik terjadi melalui droplet yang keluar saat berbicara, batuk atau bersin.Pada masa pandemic covid-19 banyak orang tua khawatir menyiapkan MP-ASI yang tepat untuk bayi terutama untuk memilih bahan makanan yang meningkatkan imunitas bayi dan anak ketika diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan pada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI (Departemen Kesehatan RI, 2006). Menurut ASDI, MP-ASI merupakan makanan atau minuman selain ASI yang mengandung zat gizi yang diberikan kepada bayi selama periode penyapihan (complementary feeding)yaitu pada saat makanan/minuman lain diberikan bersama pemberian ASI.Proses optimalisasi tumbuh kembang dan pertumbuhan otak terjadi pada dua tahun awal kehidupan (Window of Opportunity). Adapun awal kehidupan yang rentan dengan berbagai masalah gizi, terjadi pada dua tahun awal kehidupan, perlu memperhatikan makanan lanjutan setelah ASI yaitu MP-ASI (Laurensi, 2017). MP-ASI yang tepat dan baik merupakan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi sehingga bayi dan anak dapat tumbuh kembang dengan optimal (Black C et al, 2013). Salah satu penyebab terjadinya gangguan tumbuh kembang bayi dan anak usia 6-24 bulan di Indonesia adalah rendahnya mutu MP-ASI dan ketidaksesuaian waktu serta gizi yang diberikan sehingga beberapa zat gizi tidak dapat memenuhi kebutuhan energi.WHO mengeluarkan rekomendasi mengenai pemberian MP ASI yang meliputi 4 syarat, yaitu: pertama tepat waktu (timely), artinya MP ASI harus diberikan saat ASI eksklusif sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan zat gizi bayi. Syarat kedua adala adekuat, artinya MP ASI memiliki kandungan energi, protein, dan mikronutrien yang dapat memenuhi kebutuhan makronutrien dan mikronutrien bayi sesuai usianya. Makanan utama harus mengandung karbohidrat, protein hewani, protein10nabati, lemak dan vitamin serta mineral. Perlu dipastikan juga bahwa MP ASI harus mengandung zat besi yang memang sangat diperlukan oleh bayi. Karena kandungan zat besi dalam ASI pada saat usia 6 bulan sudah sangat sedikit kandungannya sehingga otomatis tidak bisa memenuhi kebutuhan bayi. Makanan berserat berupa sayur dan buah hanya perlu diberikan sedikit saja karena porsi yang besar bisa menghambat penyerapan zat besi.Syarat ketiga adalah aman, artinya MP ASI disiapkan dan disimpan dengan cara cara yang higienis, diberikan menggunakan tangan dan peralatan makan yang bersih, memisahkan makanan yang mentah dengan yang matang, menggunakan sumber air yang bersih serta cara memasak yang benar dan penyimpanan makanan pada suhu yang tepat. Syarat terakhir adalah diberikan dengan responsive feeding artinya MP ASI diberikan dengan memperhatikan sinyal rasa lapar dan kenyang seorang anak. Frekuensi makan dan metode pemberian makan harus dapat mendorong anak untuk mengonsumsi makanan secara aktif dalam jumlah yang cukup menggunakan tangan, sendok, atau makan sendiri (disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan seorang anak).Menurut Heryanto (2017) bahwa hambatan utama tercapainya ASI Eksklusif dan pemanfaatan ASI yang benar adalah karena kurangnya pengetahuan yang benar tentang MP-ASI. Pemberian MP-ASI dengan tepat dan benar akan mendukung tumbuh kembang bayi baik kognitif, psikomotorik dan menumbuhkan kebiasaan makan yang baik. Pemberian MP-ASI dini mempengaruhi tingkat kecerdasan anak setelah usia dewasa dan memicu terjadinya penyakit obesitas, hipertensi dan penyakit jantung koroner
Pengaruh Penggunaan Media Podcast dan Media Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pedoman Gizi Seimbang Pada Remaja Sarah Yuliani Assabila; Ratih Kurniasari
JURNAL RISET GIZI Vol 10, No 1 (2022): Mei (2022)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v10i1.6931

Abstract

Background: The level of nutritional knowledge among adolescents is one of the factors that influence their food choices. Lack of knowledge in adolescents about balanced nutrition allows them to choose foods that tend to be unhealthy and less nutritious and result in unstable weight gain or loss.Objective : This study aims to determine the differences in the effect of nutrition education on general guidelines for balanced nutrition using Podcast media through the Spotify platform and video media on adolescents.Methods : This type of research is a quasi-experiment with pre and post-test with two group designs. The number of samples was 30 students of grade eight in Junior High School. The sampling technique used purposive sampling. Analysis of data using the Wilcoxon and Mann Whitney tests.Results : The results showed the highest increase in the mean score of general guidelines for balanced nutrition knowledge (12.67 ± 1.58) and were significant in the group given Podcast media (p = 0.003) and the group given video intervention also showed an increase (13.93 ± 2, 07) with p-value = 0.007. It was found that there were differences in the use of Podcast media and video  on adolescent knowledge about general guidelines for balanced nutrition (p = 0.007).Conclusion : Podcasts and videos affect increasing knowledge level about general guidelines for balanced nutrition in adolescents. Keywords : Adolescents; balanced nutrition guidelines; podcast; spotify; video
Co-Authors Abdurrahman, Muhammad Rafi Adilah Pradipta Syahri Aein, Muhammad Akhdiyatul Afilia, Vena Anggie Agiesna Agustin, Sakhwa Agustini, Rika Yayu Aisyah Al Mukhlas Fikri Al-khonsa Ulya Hafidz Almas Barizah Fathaniah Amalia, Gisha Amyranti, Mutia Andita, Puteri Dwi Anggiruling, Dwikani Oklita Anggraini Sabita Anisa, Aan Annisa Nabila Salma Annisa Ratri Utami Arlianti, Lily Arneta Anggraeni Putri Arneta Anggraeni Putri Sumantri Arunisa Rahian Fadila Asep Malinda Aiboga Assabila, Sarah Yuliani Audia, Annisa Rahma Azzahro, Siti Muthi'ah Bunga Algianti Putri Bunga Sovani Firdawiyanti Cahyani, Aisyah Dewi DANNY RAMADHAN Desti Aulia Ramadhani Devie Rienzani Supriadi Eka Andriani Eka Andriani Eka Andriani Eka Andriani, Eka Elvandari, Milliyantri Emilia Alfitri Ester, Stephanie Victoria Eusabinus Bunau Fahmi Farizzi Shiddiq Fajar Yoga Pamungkas Fajri, Andhika Kusuma Fathma Syahbanu Femyliati, Rahmanita Ferdiyan, Muhammad Fikri, Al Mukhlas Fikri, Al Muklas Fiqhi Cahya Fuji Sri Rahayu Fuji Sri Rahayu Grisvia Zain Hanna Pradifa Harianti, Rini Hartanti, NIken Hendrik Septiana Imani, Siti Nur Indrawiananda Nur Sandrina Jesi Nurfitriani Jesica Julyana Hutapea Julia Dwi Lestari Kanya Riyadi, Giska Karina Az-zahra Karina Az-zahra Kayla Wulandari Khairunnisa, Dhea Yohana Khairunnisa, Nur Aini Nadhifah Khoirunnisa, Safira Khopiyani, Amalia Latifah Wardayanto Linda Riski Sefrina Made Pasek Kardiwinata Made Rini Damayanti Mahmudah, Dini Maulana MI Medina Alya Andrifni Milliyantri Elvandari Nanda Putri Agiratama Nathalia Angela Nazwa Azahra Nurimani , Siti Nurlatifah, Ismi Nurul Fadilah, Nurul oktaviani, raden puspa Pasaribu, Sarah Grasya Elisabeth Pebriana, Regi Perihatini, Titin Pratopo, Julinda Zahrani Putri, Bunga Algianti Rachma, Aulia Nur Rahayu, Fuji Sri Rahmadhani, Shabrina Rahmah, Auliyaa’ur Ratna Hamidah Ratna Hamidah Regina Regina Rifka Syifa Zakiya Rifka Syifa Zakiya Rini Harianti Risma Rahmatunisa Risma Rahmatunnisa Sabrina Sabrina Miftahul Sidik Sabrina Sabrina Sabrina Sabrina Sabrina Sabrina Sabrina Sabrina Safira Khoirunnisa Sakhwa Agustin Salma Khairunnisa Salma Luthfianti Salsabila, Haifa Salsabila, Shafa Sapitri, Vira Sarah Yuliani Assabila Sekar Indraswari Sekar Okta Sari Shafira Sulviani Silaen, Cristhin Lusiana Siti Maftukhah Siti Nur Imani Syam, Syahriani Tasya Khoirunnisa Taufik Hidayat Tribita Fajarini Kardi Vika Fathiara Afifah Viviana, Susan Widiastuti, Yuliati Wulandari, Okta Viani Wulandari Yahya, Salma Yoganika Kausa, Kikan Yuningsih, Resta