Claim Missing Document
Check
Articles

VALIDASI EMPIRIS MODEL DEEP LEARNING INTEGRATIF TRANSENDEN (MDLIT): REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGI TAUHIDIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Hadiyanto; Irawan; Opik Taupik Kurahman; Erni Haryanti
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.377

Abstract

This study aims to empirically validate the Model of Deep Learning Integrative-Transcendence (MDLIT) as a conceptual innovation within the philosophy of Islamic education grounded in tauhidic epistemology. The model reconstructs the Deep Learning trilogy—Mindful, Meaningful, and Joyful Learning—into three spiritual dimensions: muraqabah (spiritual consciousness), ḥikmah (epistemological wisdom), and saʿādah (true happiness). Employing an exploratory–transcendental mixed-methods approach, the research integrates philosophical–conceptual analysis with empirical validation conducted at SMP Negeri 52 Bandung. Data were collected through document analysis, classroom observations, student perception questionnaires, and teacher interviews, and analyzed using descriptive and philosophical reflection. The findings indicate that Mindful–Meaningful–Joyful Learning principles were partially implemented, with an average perception score of 4.05 (“good”), showing increased student spiritual awareness and learning joy. Theoretical synthesis reveals that MDLIT embodies the integration of three core pillars of Islamic education: Haryanti’s tauhidic epistemology, Kurrahman’s epistemic adab, and Irawan’s learning with conscience. Philosophically, MDLIT demonstrates initial validity as a transcendental learning model that unites ontological (muraqabah), epistemological (ḥikmah), and axiological (saʿādah) dimensions, aiming to form the Insān Kāmil—a human being who thinks with adab, learns with the heart, and rejoices in faith.
Pendidikan Agama Islam Berwawasan Multikultural Dalam Menanamkan Toleransi Beragama Siswa Yulida Fauziah; Sri Wahyuni; Rika Haulina; Opik Taupik Kurahman
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai multikultural berbasis pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bermuatan toleransi, serta menggambarkan sikap toleransi siswa di SMP Negeri 1 Pagaden Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran PAI tercermin melalui apresiasi terhadap pluralitas budaya, pengakuan terhadap hak asasi manusia, dan pengembangan tanggung jawab sosial. Sikap toleransi siswa tampak melalui kemampuan hidup rukun di tengah perbedaan tanpa membeda-bedakan agama maupun budaya. Penanaman nilai-nilai multikultural dalam PAI berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang inklusif dan menghargai keberagaman. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup yang sempit, sehingga disarankan penelitian berikutnya dilakukan pada konteks sekolah yang lebih beragam.
Implementasi Konsep Khalifah Fil-Ard Sebagai Landasan Pengembangan Green Skill Siswa Sekolah Dasar Nina Amelia; B. Siti Mardliyah; Sinta Bella; Opik Taupik Kurahman
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi konsep Khalifah fil Ardh sebagai landasan pengembangan green skill pada siswa sekolah dasar dalam perspektif pendidikan Islam. Nilai Khalifah fil-Ard dipahami sebagai landasan teologis yang menegaskan tanggung jawab manusia untuk menjaga, mengelola, dan memelihara bumi sebagai amanah dari Allah SWT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta jenis penelitian kepustakaan (library research), melalui kajian terhadap buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan dengan metode content analysis untuk menemukan keterkaitan antara nilai khalifah sebagai dasar moral-spiritual dengan pembentukan keterampilan ekologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Khalifah fil-Ard memiliki hubungan erat dengan penguatan karakter peduli lingkungan yang diwujudkan melalui green behaviour, ecoliteracy, dan green education untuk terciptanya green skill pada pribadi siswa yang ditera. Nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam pendidikan dasar melalui  perilaku ramah lingkungan, seperti pembiasaan kebersihan, pemilahan sampah, konsumsi bijak, dan pengolahan limbah.Integrasi nilai spiritual Islam dengan pembelajaran lingkungan mampu membentuk karakter ekologis siswa serta mengembangkan keterampilan hijau yang berorientasi pada keberlanjutan hidup. Dengan demikian, pendidikan berbasis nilai Khalifah fil Ardh menjadi strategi efektif dalam mencetak generasi muslim yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kompetensi ekologis sesuai tuntunan Islam.
Program Pembiasaan Salat Zuhur Berjamaah dalam Menanamkan Nilai–Nilai Religius Peserta Didik Opik Taupik Kurahman; Zahra Nur Azizah; Dede Arif Rahman Nurhakim; Taupik Hamdani
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8386

Abstract

Pelaksanaan program pembiasaan salat zuhur berjamaah di sekolah merupakan salah satu upaya strategis dalam menanamkan nilai-nilai religius pada peserta didik sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penanaman nilai-nilai religius, strategi pelaksanaannya, serta faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan pembiasaan salat zuhur berjamaah di SDN 237 Gempolsari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program salat zuhur berjamaah yang dilaksanakan secara terencana dan melibatkan seluruh unsur sekolah mampu menumbuhkan nilai-nilai religius seperti kedisiplinan, tanggung jawab, keteladanan, dan kebersamaan. Strategi penanaman nilai dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan yang berkelanjutan, ajakan, aturan sekolah, serta pemberian reward dan punishment. Faktor pendukung utama keberhasilan program ini adalah dukungan kepala sekolah, guru, dan fasilitas ibadah yang memadai, sedangkan faktor penghambatnya meliputi kurangnya motivasi sebagian peserta didik dan keterbatasan sarana wudhu. Secara keseluruhan, program pembiasaan salat zuhur berjamaah di SDN 237 Gempolsari terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius dan membentuk karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, serta disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Etika Digital dalam Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam : Menjaga Nilai Spiritualitas di Tengah Inovasi Pembelajaran Hikmal Alfiyansyah; Ela Nurlela; Ahmad Nazar Fakhury; Opik Taupik Kurahman
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8418

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki etika digital yang terintegrasi dengan nilai moral dan profesionalisme keguruan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman, bentuk implementasi, dan tantangan etika digital dalam praktik profesional guru PAI di SDN 057 Bina Harapan Bandung. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam terhadap empat guru PAI, serta dokumentasi perangkat ajar dan komunikasi digital sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memaknai etika digital sebagai akhlak profesional yang menuntut kehati-hatian, amanah, dan kesantunan dalam ruang digital. Implementasinya tampak melalui keteladanan digital, komunikasi daring yang etis, penyaringan konten, serta pembiasaan adab bermedia bagi peserta didik. Tantangan utama meliputi rendahnya literasi privasi siswa, ketidaksiapan orang tua dalam pendampingan digital, serta keterbatasan fasilitas dan kebijakan sekolah yang belum seragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa profesionalisme guru PAI di era digital bergantung pada integrasi literasi teknologi, etika bermedia, dan nilai spiritual Islam. Penguatan kolaborasi sekolah orang tua diperlukan untuk menciptakan budaya digital yang aman dan beradab.
Perkembangan Keberagamaan Peserta Didik di Sekolah Dasar Kiki Miftahul Hakiki; Habibah Nur Azizah; Miftah Falah Udwi Syarfiah; Opik Taupik Kurahman
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kajian literature terkait perkembangan keberagamaan peserta didik pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar terkait bagaimana tahapannya, apa saja yang mempengaruhinya, serta bagaimana peran guru dalam pengembangan keberagamaan peserta didik dan apa yang menjadi tantangan dalam pengembangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Literature Review. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa peserta didik usia sekolah dasar (7–12 tahun) melewati dua fase, yaitu masa tamyiz dan amrad, yang menuntut pendekatan keberagamaan sesuai dengan karakteristik usia mereka. Hasil penelitian juga menegaskan pentingnya peran guru dalam menanamkan nilai-nilai religiusitas melalui kegiatan rutin seperti shalat dhuha, membaca doa sebelum belajar, serta hafalan surat pendek. Nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan meliputi aqidah, akhlak, kedisiplinan, dan kejujuran. Pembiasaan dan penanaman nilai tersebut menjadi dasar penting dalam mengembangkan sikap serta perilaku keberagamaan peserta didik secara berkelanjutan.
Analisis Kajian Implementasi Pengembangan Keberagamaan Peserta Didik Tingkat Sekolah Menengah Pertama Opik Taupik Kurahman; Ahmad Nanda Maulana; Bilal Zakawali Al-Fathoni; Taufik Agung Nugraha
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8532

Abstract

Pengembangan keberagamaan peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan salah satu upaya strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki landasan spiritual yang kuat. Kajian pustaka ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan keberagamaan di SMP, pembentukan karakter peserta didik, serta faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan sikap keberagamaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai hasil penelitian dan teori yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan yang terstruktur, dukungan budaya sekolah, dan keteladanan guru memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter religius peserta didik. Sikap keberagamaan dapat diukur melalui dimensi keyakinan, praktik ibadah, pengetahuan, moralitas, dan konsekuensi sosial. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan pentingnya implementasi program keberagamaan yang terintegrasi dengan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah.
KETELADANAN SEBAGAI METODE PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Inas Dhia Fauziah; Fathiyah Nikmah; Nafisatussa’adah; Opik Taupik Kurahman
al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/alt.v10i2.12079

Abstract

Artikel ini berupaya menganalisis signifikansi perilaku teladan sebagai pendekatan fundamental dalam pendidikan Islam, khususnya dalam membentuk karakter moral dan spiritual siswa dalam menanggapi tantangan pendidikan kontemporer. Pembahasannya menekankan bagaimana sikap dan perilaku guru menjadi media praktis untuk mentransmisikan nilai-nilai etika, spiritual, dan sosial kepada peserta didik dalam konteks era digital. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif berbasis pustaka, memanfaatkan literatur, artikel jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan yang mengkaji penerapan praktik teladan dalam lingkungan belajar Islam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meneladani perilaku baik tetap menjadi salah satu pendekatan paling berpengaruh terhadap pembentukan karakter, karena menyelaraskan dimensi kognitif, emosional, dan perilaku melalui keteladanan hidup pendidik. Pemodelan pribadi semacam itu tidak hanya memupuk kesadaran moral siswa tetapi juga mendorong motivasi internal yang tulus untuk mewujudkan prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan metode ini sangat bergantung pada ketulusan, konsistensi tindakan, dan kedalaman kualitas kesadaran spiritual pendidik yang harus terlihat jelas baik di dalam kelas maupun dalam ranah publik digital yang lebih luas. Oleh karena itu, perilaku teladan muncul sebagai strategi pedagogis yang vital dalam pendidikan Islam, yang berfungsi untuk menghubungkan ilmu pengetahuan dengan penerapan etika dan menumbuhkan peserta didik yang beriman, bermoral kokoh, dan mampu beradaptasi dengan dunia modern.
KONSEP LINGKUNGAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM PRESPEKTIF AL QUR’AN Fenia Marliana; Ghifar Ramadhan; Opik Taupik Kurahman; Sabrina Izzatul Jannah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.8399

Abstract

Education plays a vital role in shaping human personality, but discourse on the educational environment is often trapped in merely sociological-institutional aspects without delving into the theological normative foundations derived from the Qur'an. This research focuses on examining and reconstructing the concept of the Islamic educational environment from the perspective of the Qur'an in order to find a comprehensive philosophical foundation. The method applied is qualitative through library research with a thematic interpretation approach (maudhu'i) of verses relevant to the educational ecosystem, which are then analyzed descriptively-analystically. The research findings show that the Qur'an places the environment as a determinant factor in character formation, which is integrated into three main domains: the family as the foundation for instilling monotheism and compassion, schools as a means of intellectual and moral development, and society as a vehicle for actualizing socio-religious values. These three environments must synergize within the framework of monotheism and exemplary behavior (uswah hasanah) as exemplified by the Prophet Muhammad. It is concluded that the success of Islamic education is highly dependent on the creation of a conducive environment based on divine values, so that it can produce perfect human beings who have spiritual, moral and intellectual balance. ABSTRAK Pendidikan memegang peranan vital dalam pembentukan kepribadian manusia, namun diskursus mengenai lingkungan pendidikan sering kali terjebak pada aspek sosiologis-institusional semata tanpa menggali landasan normatif teologis yang bersumber dari Al-Qur’an. Penelitian ini berfokus untuk mengkaji dan merekonstruksi konsep lingkungan pendidikan Islam dalam perspektif Al-Qur’an guna menemukan landasan filosofis yang komprehensif. Metode yang diterapkan adalah kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i) terhadap ayat-ayat yang relevan dengan ekosistem pendidikan, yang kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an menempatkan lingkungan sebagai faktor determinan dalam pembentukan karakter, yang terintegrasi dalam tiga ranah utama: keluarga sebagai fondasi penanaman tauhid dan kasih sayang, sekolah sebagai sarana pengembangan intelektual dan akhlak, serta masyarakat sebagai wahana aktualisasi nilai sosial-religius. Ketiga lingkungan ini harus bersinergi dalam kerangka ketauhidan dan keteladanan (uswah hasanah) sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Disimpulkan bahwa keberhasilan pendidikan Islam sangat bergantung pada terciptanya lingkungan kondusif yang berlandaskan nilai-nilai Ilahiah, sehingga mampu mencetak insan kamil yang memiliki keseimbangan spiritual, moral, dan intelektual.  
Integrasi Tafsir dan Hadis Tarbawi dalam Ilmu Pendidikan Islam Muhamad Afiffudin; Sultan Arif Fahriansyah; Mungkassifurahman Mungkassifurahman; Maslani Maslani; Opik Taupik Kurahman
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 11, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sh.v11i1.5072

Abstract

This study to analyze the integration of Tafsir and tarbawi hadith in the development of Islamic education. Education in Islam is not only oriented towards the transfer of knowledge, but also towards the formation of morals, spirituality, and character of insan kamil. Tafsir tarbawi plays a role in interpreting verses of the Qur'an related to educational values, while hadith tarbawi provides practical examples of the Prophet Muhammad's educational methods and ethics. This study uses a descriptive qualitative approach through a literature review of relevant primary and secondary sources. The results show that the integration of Tafsir and hadith tarbawi can produce a holistic concept of Islamic education, covering cognitive, affective, and psychomotor aspects. According to Tafsir and tarbawi hadith, the goal of Islamic education is to shape individuals who are faithful, knowledgeable, and pious, who are beneficial to society. In addition, educational evaluation from the perspective of Tafsir and hadith does not only assess the intellectual aspects, but also the moral and spiritual aspects of students. Thus, Tafsir and tarbawi hadith can be used as a normative and methodological basis in designing an Islamic education system that is contextual, humanistic, and oriented towards character building and devotion to Allah SWT. Keywords – Educational Hadith, Educational Interpretation, Integration, Islamic Education.
Co-Authors Agus Sulaeman Ahmad Husni Hamim Ahmad Nanda Maulana Ahmad Nazar Fakhury Ai Nurpianti Anindya Rizka Ayunda Arjuna Asep Supriadin, Asep Ateng Supriyatna Ayub Suganda B. Siti Mardliyah Badriyah, Fatimah Ulwiyatul Beki Subaeki, Fatkhan Gunawan, Aldy Rialdy Atmadja, Beki Bilal Zakawali Al-Fathoni Cantri Maesak Cecep Hidayat Cindy Fatikasari Ibrahim Dadan Rusmana Darojat Dede Arif Rahman Nurhakim Dede Arif Rahman Nurhakim Desi Rosulina Dicky Alfian Nur Rachman Ela Nurlela Erma Fitriya Erni Haryanti Fathiyah Nikmah Fatimah Ulwiyatul Badriyah Fenia Marliana Fery Ahmad Komarudin Fhirda Faiza Fitriani Nurhayati Gangan Sayid Mikdad Ghifar Ramadhan Ghina Fadlilah Sukmara Habibah Nur Azizah Hadiyanto Hadiyanto Haedarullah Hamdan Maulana Hena Khaerul Ummah Hermawan, Teten Herryanto Dharmawan Hikmal Alfiyansyah Huriyatul Kamilah Ichsan Taufik Inas Dhia Fauziah Irawan Jaenudin, Mohamad Jaja Jahari Karman Karman Khairuddin Manurung Kiki Miftahul Hakiki Lilis Yulistiawati Lusi Haerunnisa Lutfiyani M. Imam Riziek Sihabi Mashuri Masri Maslani, Maslani Meisya Nur Azizah Melinda Koestanti Miftah Falah Udwi Syarfiah Mohamad Irfan Mohamad Jaenudin Mohamad Jaenudin Mohammad Hendri Alfarouq Muhamad Afiffudin Muhamad Dikdik Solehudin Mungkassifurahman Mungkassifurahman Mutiara Ariska Nafisatussa’adah Nina Amelia Nur Lukman Paisal Ahmad Akbar Parid Baharudin Pipih Santora Prilianto, Figo Qiqi Yuliati Zakiyah Qorie Hizratul Muttaqien Reza Fauzi Rika Haulina Ripan Maulana Rizal Rahmatullah Rohmat Mulyana Sapdi Sabrina Izzatul Jannah Sheila Mafaizah Sinta Bella Siti Fatmawati Siti Nuraeni Siti Sutiawati Sopia Respiawati Sri Wahyuni Sultan Arif Fahriansyah Supiana Supiana Susi Saadah Syahruramadhan Syarifah Aini Kamilah Tarsono Tarsono Tarsono Tatang Muh Nasir Taufik Agung Nugraha Taufik, Ichsan Taufiqurrahman Taupik Hamdani Teguh Turwanto Tri Cahyanto Ujang Aldi Ulfah Azqia Mupidah Wisnu Hambali Hidayat Yani Suryani Yanti Sapitri Yuliawati, Astri Yulida Fauziah Yusuf Saefulloh Zahra Nur Azizah