Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pendidikan Agama Islam Berwawasan Multikultural Dalam Menanamkan Toleransi Beragama Siswa Fauziah, Yulida; Sri Wahyuni; Rika Haulina; Opik Taupik Kurahman
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai multikultural berbasis pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang bermuatan toleransi, serta menggambarkan sikap toleransi siswa di SMP Negeri 1 Pagaden Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran PAI tercermin melalui apresiasi terhadap pluralitas budaya, pengakuan terhadap hak asasi manusia, dan pengembangan tanggung jawab sosial. Sikap toleransi siswa tampak melalui kemampuan hidup rukun di tengah perbedaan tanpa membeda-bedakan agama maupun budaya. Penanaman nilai-nilai multikultural dalam PAI berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang inklusif dan menghargai keberagaman. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup yang sempit, sehingga disarankan penelitian berikutnya dilakukan pada konteks sekolah yang lebih beragam.
Program Pembiasaan Salat Zuhur Berjamaah dalam Menanamkan Nilai–Nilai Religius Peserta Didik Opik Taupik Kurahman; Zahra Nur Azizah; Dede Arif Rahman Nurhakim; Taupik Hamdani
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8386

Abstract

Pelaksanaan program pembiasaan salat zuhur berjamaah di sekolah merupakan salah satu upaya strategis dalam menanamkan nilai-nilai religius pada peserta didik sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penanaman nilai-nilai religius, strategi pelaksanaannya, serta faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan pembiasaan salat zuhur berjamaah di SDN 237 Gempolsari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program salat zuhur berjamaah yang dilaksanakan secara terencana dan melibatkan seluruh unsur sekolah mampu menumbuhkan nilai-nilai religius seperti kedisiplinan, tanggung jawab, keteladanan, dan kebersamaan. Strategi penanaman nilai dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan yang berkelanjutan, ajakan, aturan sekolah, serta pemberian reward dan punishment. Faktor pendukung utama keberhasilan program ini adalah dukungan kepala sekolah, guru, dan fasilitas ibadah yang memadai, sedangkan faktor penghambatnya meliputi kurangnya motivasi sebagian peserta didik dan keterbatasan sarana wudhu. Secara keseluruhan, program pembiasaan salat zuhur berjamaah di SDN 237 Gempolsari terbukti efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius dan membentuk karakter peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, serta disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
Perkembangan Keberagamaan Peserta Didik di Sekolah Dasar Miftahul Hakiki, Kiki; Habibah Nur Azizah; Miftah Falah Udwi Syarfiah; Opik Taupik Kurahman
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kajian literature terkait perkembangan keberagamaan peserta didik pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar terkait bagaimana tahapannya, apa saja yang mempengaruhinya, serta bagaimana peran guru dalam pengembangan keberagamaan peserta didik dan apa yang menjadi tantangan dalam pengembangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Literature Review. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa peserta didik usia sekolah dasar (7–12 tahun) melewati dua fase, yaitu masa tamyiz dan amrad, yang menuntut pendekatan keberagamaan sesuai dengan karakteristik usia mereka. Hasil penelitian juga menegaskan pentingnya peran guru dalam menanamkan nilai-nilai religiusitas melalui kegiatan rutin seperti shalat dhuha, membaca doa sebelum belajar, serta hafalan surat pendek. Nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan meliputi aqidah, akhlak, kedisiplinan, dan kejujuran. Pembiasaan dan penanaman nilai tersebut menjadi dasar penting dalam mengembangkan sikap serta perilaku keberagamaan peserta didik secara berkelanjutan.
Analisis Kajian Implementasi Pengembangan Keberagamaan Peserta Didik Tingkat Sekolah Menengah Pertama Opik Taupik Kurahman; Ahmad Nanda Maulana; Bilal Zakawali Al-Fathoni; Taufik Agung Nugraha
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8532

Abstract

Pengembangan keberagamaan peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan salah satu upaya strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, dan memiliki landasan spiritual yang kuat. Kajian pustaka ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan keberagamaan di SMP, pembentukan karakter peserta didik, serta faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan sikap keberagamaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap berbagai hasil penelitian dan teori yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan yang terstruktur, dukungan budaya sekolah, dan keteladanan guru memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter religius peserta didik. Sikap keberagamaan dapat diukur melalui dimensi keyakinan, praktik ibadah, pengetahuan, moralitas, dan konsekuensi sosial. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan pentingnya implementasi program keberagamaan yang terintegrasi dengan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di sekolah.
Madrasah Library Human Resources Management Based on Training and Development Ahmad Husni Hamim; Jaja Jahari; Qiqi Yuliati Zakiyah; Opik Taupik Kurahman; Mohamad Jaenudin
International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL) Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/ijedl.v3i3.246

Abstract

The library is an important component in education that functions as a center for information and knowledge sources for students and teachers. Based on literature reviews and initial survey results at two MANs, it was obtained that the competence of library human resources was not supported by knowledge in the field of library science. The placement of library staff is not in accordance with their educational background; therefore, it is necessary to develop HRD of madrasah libraries through education and training for professional staff. The purpose of the study was to identify, analyze, and describe the development of library human resource management planning, implementation of library human resource management, evaluation of library human resource management, strengths and weaknesses of library human resource management, design of an effective training-based library human resource management model in the future with a pattern of HRD development of madrasah libraries based on education and training at MAN 1 Regency and MAN 2 Bandung City. The method used is a qualitative method that uses qualitative data to describe a phenomenon, event, or condition socially. This method is carried out by means of observation, interviews, studying documents. With a qualitative descriptive method to get a picture in the field, explore or photograph the social situation to be studied comprehensively, broadly, and deeply, understand the phenomenon of what is experienced by the research subjects. The successful data is then analyzed to obtain conclusions. The results of this study indicate that there is; First, planning of library human resource management, Second, implementation of recruitment from internal and external library HR based on needs analysis and selection, Third, evaluation of library human resource management by conducting performance assessments, Fourth, identifying the strengths and weaknesses of madrasah library HR, Fifth, designing madrasah HR development which includes planning, organizing, mobilizing, and supervising, Sixth, making efforts to develop library HR through education and training.
Evaluation of Digital Technology Integration in Islamic Religious Education Curriculum: Analysis of Documents and Learning Media Sheila Mafaizah; Siti Fatmawati; Khairuddin Manurung; Opik Taupik Kurahman
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i2.2915

Abstract

This study aims to evaluate the integration of digital technology in the Islamic Religious Education (PAI) curriculum and learning media, specifically in KMA No. 183 and 184 of 2019. The background of this research is based on the demands of digitalization in education, which require a balance between technology, pedagogy, and Islamic values. The method used was a qualitative approach with document analysis and observation of digital learning media such as LMS, e-modules, interactive videos, and podcasts. Data were analyzed using the Miles and Huberman model through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing. The results show that digital technology integration has been normatively accommodated in the curriculum and is beginning to be implemented in learning practices through various interactive digital media. However, its implementation is not optimal due to its implicit nature in basic competencies, limited teacher digital literacy, and a lack of strengthening of students' digital ethics. Conclusion: The success of digital technology integration in PAI depends heavily on the balance between Islamic content, pedagogy, and technology (TPACK), as well as the strengthening of spiritual values and digital ethics in the learning process.
The Isolation and Identification Bacteria on Jallalah Animal (Study on the Feeding Tilapia (Oreochromis niloticus) with Chicken Manure As Foods) Opik Taupik Kurahman; Astri Yuliawati; Lusi Haerunnisa; Ateng Supriyatna; Tri Cahyanto; Yani Suryani; Asep Supriadin; Cecep Hidayat; Mashuri Masri
Elkawnie Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v6i2.7770

Abstract

Abstract: In the hadith, Rasulullah SAW prohibit human to consume meat and milk from manure-eating animal (Jallalah animal). In this study, tilapia fishes were fed chicken manure (being Jallalah). Then, it was analyzed based on the microbe in their intestine. The purposes of this study are to isolate and to identify the types of bacteria, and to determine the pathogenic and non-pathogenic bacteria in the intestines of fish that have been fed chicken manure. Bacteria samples were isolated from the intestine of fish with chicken manure and the commercial fish food as a control. Bacteria identification was done by using morphological characterization, macroscopic and microscopic identification, and biochemical test. The results show that 21 isolated bacteria in the fish intestine that was fed chicken manure and six of the bacteria are pathogenic. Based on this study, it can be concluded that tilapia fish by feeding with chicken manure contains many types of pathogens bacteria. Briefly, tilapia fish is not good for being consumption.Abstrak: Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar,  Rasulullah SAW. Melarang memakan daging dan meminum susu hewan pemakan kotoran (hewan Jallalah). Pada penelitian ini, ikan nila diberi pakan kotoran ayam (menjadi Jallalah). Selanjutnya ikan tersebut dianalisis kandungan mikroba yang terkandung didalam saluran pencernaannya. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi bentuk bakteri dan mendeterminasi bakteri patogen dan non-patogen yang terdapat didalam saluran pencernaan ikan ynag telah diberi pakan kotoran ayam. Sampel bakteri diisolasi dari saluran pencernaan ikan setelah diberi kotoran ayam dan ikan yang diberi pakan komersil (kontrol). Identifikasi bakteri dilakukan secara makroskopik, mikroskopik, dan uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 21 isolat bakteri dalam usus ikan yang diberi korotan ayam yang tergolong ke dalam genus Listeria, Staphylococcus, Alcaligenes, Cromobacterium, Edwardisiella, Micrococcus, Bacillus, dan Kurthia. Dari 21 jenis tersebut terdapat 6 jenis bakteri pathogen yaitu Edwarsiella sp, Micrococcus sp, Staphylococcus sp, Alcaligenes sp, Listeria sp dan Chromobacterium. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa hewan ikan yang memakan kotoran ayam mengandung banyak jenis bakteri patogen sehingga tidak baik untuk di konsumsi.
VALIDASI EMPIRIS MODEL DEEP LEARNING INTEGRATIF TRANSENDEN (MDLIT): REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGI TAUHIDIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Hadiyanto; Irawan; Opik Taupik Kurahman; Erni Haryanti
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.377

Abstract

This study aims to empirically validate the Model of Deep Learning Integrative-Transcendence (MDLIT) as a conceptual innovation within the philosophy of Islamic education grounded in tauhidic epistemology. The model reconstructs the Deep Learning trilogy—Mindful, Meaningful, and Joyful Learning—into three spiritual dimensions: muraqabah (spiritual consciousness), ḥikmah (epistemological wisdom), and saʿādah (true happiness). Employing an exploratory–transcendental mixed-methods approach, the research integrates philosophical–conceptual analysis with empirical validation conducted at SMP Negeri 52 Bandung. Data were collected through document analysis, classroom observations, student perception questionnaires, and teacher interviews, and analyzed using descriptive and philosophical reflection. The findings indicate that Mindful–Meaningful–Joyful Learning principles were partially implemented, with an average perception score of 4.05 (“good”), showing increased student spiritual awareness and learning joy. Theoretical synthesis reveals that MDLIT embodies the integration of three core pillars of Islamic education: Haryanti’s tauhidic epistemology, Kurrahman’s epistemic adab, and Irawan’s learning with conscience. Philosophically, MDLIT demonstrates initial validity as a transcendental learning model that unites ontological (muraqabah), epistemological (ḥikmah), and axiological (saʿādah) dimensions, aiming to form the Insān Kāmil—a human being who thinks with adab, learns with the heart, and rejoices in faith.
Co-Authors Agus Sulaeman Ahmad Husni Hamim Ahmad Nanda Maulana Ai Nurpianti Anindya Rizka Ayunda Arjuna Asep Supriadin, Asep Ateng Supriyatna Ayub Suganda Badriyah, Fatimah Ulwiyatul Beki Subaeki, Fatkhan Gunawan, Aldy Rialdy Atmadja, Beki Bilal Zakawali Al-Fathoni Cantri Maesak Cecep Hidayat Cindy Fatikasari Ibrahim Dadan Rusmana Darojat Dede Arif Rahman Nurhakim Desi Rosulina Dhia Fauziah, Inas Dicky Alfian Nur Rachman Erma Fitriya Erni Haryanti Fathiyah Nikmah Fatimah Ulwiyatul Badriyah Fauziah, Yulida Fery Ahmad Komarudin Fhirda Faiza Fitriani Nurhayati Gangan Sayid Mikdad Ghina Fadlilah Sukmara Habibah Nur Azizah Hadiyanto Hadiyanto Haedarullah Hamdan Maulana Hena Khaerul Ummah Hermawan, Teten Huriyatul Kamilah Ichsan Taufik Ikhasanul Fauzi Irawan Jaenudin, Mohamad Jaja Jahari Karman Karman Khairuddin Manurung Khoirudin Miftah Lilis Yulistiawati Lusi Haerunnisa Lutfiyani M. Imam Riziek Sihabi Mashuri Masri Meisya Nur Azizah Melinda Koestanti Miftah Falah Udwi Syarfiah Miftahul Hakiki, Kiki Mohamad Irfan Mohamad Jaenudin Mohamad Jaenudin Mohammad Hendri Alfarouq Muhamad Dikdik Solehudin Mutiara Ariska Nafisatussa’adah Nur Lukman Paisal Ahmad Akbar Parid Baharudin Pipih Santora Prilianto, Figo Qiqi Yuliati Zakiyah Qorie Hizratul Muttaqien Reza Fauzi Rika Haulina Ripan Maulana Rizal Rahmatullah Rohmat Mulyana Sapdi Sahrul Fadhil Sheila Mafaizah Siti Fatmawati Siti Nuraeni Siti Sutiawati Sopia Respiawati Sri Wahyuni Supiana Supiana Susi Saadah Syahruramadhan Syarifah Aini Kamilah Tarsono Tarsono Tarsono Tatang Muh Nasir Taufik Agung Nugraha Taufik, Ichsan Taufiqurrahman Taupik Hamdani Teguh Pamuji Teguh Turwanto Tri Cahyanto Ujang Aldi Ulfah Azqia Mupidah Wisnu Hambali Hidayat Yani Suryani Yanti Sapitri Yuliawati, Astri Yusuf Saefulloh Zahra Nur Azizah