Perkembangan teknologi digital menuntut guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki etika digital yang terintegrasi dengan nilai moral dan profesionalisme keguruan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman, bentuk implementasi, dan tantangan etika digital dalam praktik profesional guru PAI di SDN 057 Bina Harapan Bandung. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam terhadap empat guru PAI, serta dokumentasi perangkat ajar dan komunikasi digital sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memaknai etika digital sebagai akhlak profesional yang menuntut kehati-hatian, amanah, dan kesantunan dalam ruang digital. Implementasinya tampak melalui keteladanan digital, komunikasi daring yang etis, penyaringan konten, serta pembiasaan adab bermedia bagi peserta didik. Tantangan utama meliputi rendahnya literasi privasi siswa, ketidaksiapan orang tua dalam pendampingan digital, serta keterbatasan fasilitas dan kebijakan sekolah yang belum seragam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa profesionalisme guru PAI di era digital bergantung pada integrasi literasi teknologi, etika bermedia, dan nilai spiritual Islam. Penguatan kolaborasi sekolah orang tua diperlukan untuk menciptakan budaya digital yang aman dan beradab.