Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Integrasi GIS dan Remote Sensing untuk Deteksi Perubahan Garis Pantai dengan Pendekatan NDWI dan DSAS pada Citra Landsat 8 dan 9 di Taman Nasional Sembilang Ariyantoni, Johan; Anisa, Rahma; Natul, Alshida; Ari sondang, Virgus; Nadia Putri, Debi
Journal Of Plano Studies Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jops.v2i2.6182

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki wilayah pesisir yang luas. Taman Nasional Sembilang yang terletak di wilayah pesisir timur Provinsi Sumatera Selatan Indonesia memiliki fenomena perubahan garis pantai sebagai dampak dari proses alam maupun aktivitas manusia. Kawasan Taman Nasional Sembilang adalah kawasan konservasi dengan karakteristik ekosistem mangrove dan delta yang rentan terhadap abrasi serta akresi. Deteksi perubahan garis pantai secara berkala harus dilakukan untuk mendukung pengelolaan pesisir yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan menganalisis perubahan garis pantai di Taman Nasional Sembilang melalui integrasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG) dengan pendekatan Normalized Difference Water Index (NDWI) dan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) menggunakan citra satelit landsat 8 (2023) dan landsat 9 (2024). NDWI digunakan untuk mengekstraksi batas air dan daratan, sedangkan DSAS digunakan untuk menghitung laju abrasi dan akresi berdasarkan parameter End Point Rate (EPR), Net Shoreline Movement (NSM) dan Shoreline Change Envelope (SCE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah taman nasional sembilang mengalami abrasi dengan rata-rata -12,87 m/tahun, sedangkan akresi dengan rata-rata mencapai 96,23 m/tahun. Rata-rata laju abrasi -11,52 m/tahun dan rata-rata laju akresi sebesar 86,09 m/tahun. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa dalam satu tahun terakhir daratan lebih banyak bertambah karena garis pantai lebih besar ke arah laut. Integrasi penginderaan jauh dengan metode NDWI dan pengolahan berbasis DSAS dalam lingkup SIG terbukti efektif dalam mendeteksi perubahan garis pantai secara spasial dan temporal serta dapat dijadikan dasar pemantauan kawasan konservasi pesisir secara berkelanjutan.
A Comparative Analysis of Aerial Photo Data Processing Using Agisoft Metashape Professional and WEBODM Pepayhosana, Ashelca Cristine; Fadly, Romi; Anisa, Rahma; Dewi, Citra
Jurnal Penelitian Geografi Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpg.v13.i1.33532

Abstract

This study compares the results of aerial photo data processing using Agisoft Metashape and WebODM software, focusing on geometric accuracy, orthomosaic quality, and processing time. The data consisted of 504 aerial photographs captured by a WingtraOne Gen II UAV and seven Independent Check Points (ICPs). Agisoft Metashape utilized photo alignment, dense cloud generation, DEM, and orthomosaic construction, while WebODM applied auto boundary, DEM, fast orthophoto, high PC quality, and skipped 3D model generation. The geometric accuracy was evaluated using CE90 and LE90 values, and the orthophoto quality was assessed through planimetric analysis. The results showed that WebODM completed the process in 19 hours and 57 minutes, whereas Agisoft required over 3 days. Agisoft yielded better accuracy (CE90 = 0.21 m, LE90 = 0.64 m) compared to WebODM (CE90 = 0.29 m, LE90 = 0.70 m). In terms of orthophoto quality, Agisoft preserved building and bridge shapes better than WebODM.