Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jendela ASWAJA

IMPLEMENTASI PROGRAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMAN 1 LURAGUNG Iis Siti Aisah; Endang Sri Budi Herawati
Jendela ASWAJA Vol. 2 No. 01 (2021): Maret
Publisher : LPPM UNU CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.954 KB) | DOI: 10.52188/ja.v2i01.148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan konseling oleh guru BK meliputi: kesiapan, strategi, metode serta sarana prasarana bimbingan dan konseling di SMA N 1 Luragung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi dokumentasi dan wawancara. Key Informan adalah kepala sekolah, wakasek, guru bimbingan konseling dan peserta didik. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji validitas data dilakukan melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan layanan BK di SMAN 1 Luragung ditentukan oleh tiga komponen, yaitu: (1) pembagian tugas guru BK pada setiap jenjang kelas yang berbeda; (2) teknik analisis kebutuhan yang dilakukan beragam, yaitu menggunakan Daftar Cek Masalah (DCM), Alat Ungkap Masalah (AUM), Inventori Tugas Perkembangan (ITP); (3) guru BK menyusun program kerja sebagai pedoman pelaksanaan tugas layanan. Adapun strategi dan metode yang digunakan adalah: (1) Strategi Layanan Dasar meliputi: layanan orientasi, informasi, bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, kolaborasi; (2) Strategi Layanan Responsif meliputi: konsultasi, Konseling inidividu, konseling kelompok; (3) Strategi Layanan Perencanaan Individual; (4) Layanan Dukungan Sistem meliputi: In House Training, Seminar, Workshop, Studi Lanjutan/pascasarjana, Rencana Operasional Kegiatan, Pengembangan Satuan Layanan Bimbingan. Ketersediaan sarana prasarana layanan BK cukup representative untuk menunjang pelaksanan layanan bagi peserta didik.
KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL GURU PENJASKES Awal Chaeruddin; Endang Sri Budi Herawati
Jendela ASWAJA Vol. 3 No. 01 (2022): Maret
Publisher : LPPM UNU CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.166 KB) | DOI: 10.52188/ja.v3i01.230

Abstract

Kompetensi pedagogik dan profesional sangatlah penting untuk dimiliki oleh semua guru khususnya guru penjaskes, yang mengajar di sekolah negeri ataupun swasta, sesuai dengan undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-undang Republik Indoneisa Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kompetensi harus dimiliki oleh setiap guru termasuk guru penjaskes di salah satu sekolah swasta kabupaten Cirebon. Kondisi yang terjadi pada sekolah tersebut dari hasil observasi pra penelitian dengan latar belakang guru penjaskes tidak sesuai dengan pelajaran yang diampu. Dengan guru yang berjumlah dua orang, yang pertama dari lulusan S1 Sarjana Ekonomi dan ke dua lulusan S1 Sarjana Pendidikan Islam. Kondisi yang terjadi di salah satu sekolah swasta kabupaten Cirebon adalah guru penjaskes tidak memiliki latar belakang pendidikan yang linear dengan mata pelajaran yang diampu, sehingga hal tersebut dimungkinkan penguasaan materi rendah. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik dan profesional guru penjaskes di salah satu sekolah swasta kabupaten Cirebon. Metodologi penelitian yang digunakan adalah, penelitian kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Teknik analisis data meliputi triangulasi data, display data, reduksi data dan kemudian conclusions drawing/verifying (verifikasi data kemudian menyajikan hasil penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh dari fokus penelitian kompetensi pedagogik dan profesional guru penjaskes salah satu di sekolah swasta kabupaten Cirebon adalah sangat baik. Artinya guru penjaskes tersebut sebagian besar mempunyai kompetensi yang sangat baik dan mumpuni dalam hal Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, Pemahaman terhadap peserta didik, Pengembangan kurikulum, Perancangan pembelajaran, Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, Pemanfaatan teknologi pembelajaran, Evaluasi hasil belajar, Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya, Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu, Mengembangkan materi pelajaran yang diampu secara kreatif, dan Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM LAYANAN GURU BIMBINGAN KONSELING DI MA NU 01 LOSARI Syekh Hamdani; Endang Sri Budi Herawati; Fitriyah Nurdianah
Jendela ASWAJA Vol 4 No 02 (2023): September
Publisher : LPPM UNU CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/ja.v4i02.548

Abstract

Layanan bimbingan konseling sangat membantu peserta didik menghadapi tantangan dan mengoptimalkan potensi diri baik secara akademik, sosial emosional, karir, maupun kehidupan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program layanan, kesiapan, pelaksanaan dan hasil layanan bimbingan dan konseling oleh guru BK bagi peserta didik di MA NU 01 Losari. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi menggunakan model CIPP (Contex, Input, Process, Product). Pada tahap context akan dikaji program kerja yang telah disusun oleh guru BK. Tahap input dilihat dari kesiapan guru BK dalam memberikan layanan. Tahap Process dilihat dari proses pelaksanaan layanan, dan Tahap Product dilihat dari hasil layanan yang diberikan Guru BK. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, dan wawancara. Reponden penelitian ini adalah Guru BK, Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Waka Kesiswaan, Wali Kelas, dan 5 Peserta didik kelas XI di MA NU 01 Losari. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji validitas dilakukan melalui tringulasi teknik, dan tringulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa program Guru BK MA NU 01 Losari sesuai dengan kebutuhan peserta didik karena sebelum penyusunan guru BK melakukan need asesment terlebih dahulu. Kesiapan Guru BK MA NU 01 Losari terlihat dari adanya penyusunan RPL yang sesuai dengan POP BK SMA/MA tahun 2016. Poses pelaksanaan layanan telah melalui tahapan sesuai RPL yang disusun, terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaannya sehingga sebagian program tidak terlaksana, dan hasil dari pelaksanaan layanan menunjukan adanya perubahan pada perilaku peserta didik setelah dilakukan beberapa kali layanan.
PROFIL KESIAPAN BELAJAR SISWA PASCA PANDEMI DI SMP NEGERI 1 KERTASEMAYA Wirya, Erhan Angga; Herawati, Endang Sri Budi; Asiyah, Dewi Asiyah
Jurnal Jembatan Efektivitas Ilmu dan Akhlak Ahlussunah Wal Jama'ah Vol 4 No 01 (2023): Maret
Publisher : LPPM UNU CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/ja.v4i01.416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kesiapan belajar siswa SMPN 1 Kertasemaya pasca pandemic Covid 19. Kesiapan belajar ini diukur menggunakan indikator: kondisi fisik, kondisi mental, kondisi emosional, kebutuhan terhadap belajar, pengetahuan, motif, dan tujuan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi siswa kelas VII sebanyak 237 siswa. Sample diambil menggunakan metode simple random sampling dan jumlahnya ditentukan berdasarkan rumus slovin, sehingga diperoleh 70 orang siswa. Pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara dengan key informan guru bimbingan konseling, wali kelas, dan guru matapelajaran yang dipilih secara random pula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasca pandemic siswa cenderung tidak siap untuk belajar kembali di kelas. Hal ini dapat dipahami karena selama hampir 4 semester, siswa belajar secara daring/belajar jarak jauh baik melalui penugasan maupun melalui whatssapps grup. Secara umum kondisi fisik siswa juga perlu diperhatikan, mereka cenderung mudah sakit, lesu, dan sering mengantuk di kelas. Secara psikologis/mental, siswa juga belum mampu menyesuaikan diri untuk kembali belajar di kelas, cenderung merasa terpaksa, gelisah, da terkekang ketika kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka. Perlu adanya upaya untuk meningkatkan kembali kesiapan belajar siswa dan pembiasaan baru pasca pandemic, sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.
IMPLEMENTASI FUNGSI MANAJEMEN DALAM TATA KELOLA KURIKULUM DI SEKOLAH Herawati, Endang Sri Budi; Supriyana, Heri
Jurnal Jembatan Efektivitas Ilmu dan Akhlak Ahlussunah Wal Jama'ah Vol 5 No 1 (2024): Maret
Publisher : LPPM UNU CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52188/ja.v5i1.717

Abstract

This research aims to describe the application of management functions in curriculum management at the senior secondary school level in Sleman Regencies, namely: (1) curriculum planning; (2) organization and implementation of the curriculum; (3) curriculum evaluation; and (4) curriculum development. The research method used is a qualitative method with inductive descriptive data analysis techniques and source triangulation to check the validity of the data. Data collection was carried out using observation techniques, in-depth interviews, and examining relevant documents. The research results provide an illustration that the application of management functions in curriculum governance will provide good results for the quality of education and learning. The governance is: (1) curriculum planning begins with a needs analysis and efforts to fulfill the needs of students both by the school in the form of an education unit level curriculum, and by teachers in the form of lesson plans/teaching modules; (2) the organization and implementation of the curriculum is carried out by distributing tasks and responsibilities to teachers and school staff, providing clear directions to students and teachers, facilitating learning activities, and creating an environment that is conducive to learning; (3) curriculum evaluation, involving regular monitoring and evaluation to ensure that the curriculum runs as planned; and (4) curriculum development, which is an ongoing process to ensure that the curriculum remains relevant, effective, and in line with student needs and educational developments.