Claim Missing Document
Check
Articles

Konstruksi Kausatif Bahasa Batak Toba dan Bahasa Mandailing: Kajian Tipologis Bahasa Elza Leyli Lisnora Saragih; Mulyadi Mulyadi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.2576

Abstract

This research is a typology study of the Toba Batak languages and Mandailing languages. Both languages are cognate languages with similar language structure and typology. Until now, these two languages are still actively used in the North Sumatra region. This study specifically compares the causative construction in the Toba Batak language and the Mandailing language by selecting the same verbs in both languages and comparing them. This research is qualitative research. Data was pored out by speaking and listening technique. Furthermore, the data is examined using the equivalent method and the method of testing tested with triangulation techniques. The results showed that the causative in the Batak Toba language and Mandailing Language in general have the same form. Both of these languages have lexical causative, morphological causative and analytic causative. Lexical causatives in BT and BM languages have subtype (2), which is a verb subtype that is unique and subtype (3), which is a different verb in forming a causative construction. Both of these languages also recognize direct and indirect causatives. Morphological causatives in the Toba Batak language are characterized by affective causative markers (-hon), (-i), (pa- / par-), (pa-hon), and (pa-) whereas in Mandailing language are marked by causative markers (ma-kon), (pa-kon), (pa-on), (pa-), (tar-). In Batak Toba and Mandailing languages, analytical causatives are found whose construction is formed by predicates containing verbs (intransitive and transitive), adjectives, and nouns and shows causal events with two separate predicates (cause and effect). AbstrakPenelitian ini merupakan kajian tipologi terhadap bahasa Batak Toba dan bahasa Mandailing. Kedua bahasa ini merupakan bahasa serumpun dengan struktur dan tipologi bahasa yang mirip. Sampai saat ini, kedua bahasa ini masih digunakan secara aktif di wilayah Sumatera Utara. Penelitian ini secara spesifik membandingkan konstruksi kausatif dalam bahasa Batak Toba dan bahasa Mandailing dengan cara memilih kata kerja yang sama dalam kedua bahasa serta membandingkannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan metode simak dan cakap. Selanjutnya, data dikaji dengan menggunakan metode padan dan metode agih yang diuji dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kausatif dalam bahasa Batak Toba dan bahasa Mandailing secara umum memiliki kesamaan bentuk. Kedua bahasa ini memiliki kausatif leksikal, kausatif morfologis dan kausatif analitik. Konstruksi kausatif leksikal dalam bahasa Batak Toba dan bahasa Mandailing memiliki subtipe (2) yaitu subtipe verba yang memiliki keunikan dan subtipe (3) yaitu verba berbeda dalam membentuk konstruksi kausatif. Kedua bahasa ini juga mengenal kausatif langsung dan tidak langsung. Kausatif morfologis dalam bahasa Batak Toba ditandai oleh pemarkah kausatif afiks (-hon), (-i), (pa-/par-), (pa—hon), dan (pa-), sedangkan dalam bahasa Mandailing ditandai oleh pemarkah kausatif (ma-kon), (pa –kon), (pa-on), (pa-), (tar-). Dalam bahasa Batak Toba dan bahasa Mandailing ditemukan kausatif analitik yang konstruksinya dibentuk oleh predikat yang mengandung verba (intransitif dan transitif), adjektiva, dan nomina serta menunjukkan peristiwa kausal dengan dua predikat (sebab dan akibat) yang terpisah. 
Analisis Semiotika pada Mural di Kota Medan Febiola Esrayanti Br Purba; Pontas Jamaluddin Sitorus; Elza Leyli Lisnora Saragih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i1.1688

Abstract

Di masa revolusi industri 4.0, berbagai kesenian popular meningkat pesat hingga ke seluruh dunia. Salah satunya adalah Mural. Mural biasanya dimanfaatkan sebagai media penyampai pesan dan sekarang dominan sebagai kesenian individu. Kota medan tidak terlepas dari kekayaan mural. Mural di Kota Medan juga tidak terlepas dari makna yang terkandung didalamnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dari setiap mural yang di teliti di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang didukung oleh teori analisis semiotika Charles S. Peirce. Subjek dalam penelitian adalah berbagai Mural di Kota Medan, baik berupa gambar dengan tulisan dan pelukis seni jalanan di Kota Medan. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah mengidentifikasi pesan dalam gambar, dimana sign, objek dan interpretant memiliki hubungan erat yang dapat menjelaskan makna. Dan pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Mural di Kota Medan dalam hal gambar dengan tulisan atau gambar saja memiliki arti baik untuk individu maupun kepada masyarakat.
Alih Kode Dalam Chanel Youtube Melaney Ricardo: Tangisan Dahlia Polland "Bercerai! No Penyesalan! Justru Ini Karena Aku Sayang Anak2!!" Elza Leyli Lisnora Saragih; Susi Oktavia Silalahi; Paska Elmaria Sitorus; Rumada Siregar; Lasro Jumanta Sihite; Briwanti Butar-butar
MUARA PENDIDIKAN : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan & Sosial Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): MURADIK
Publisher : CV MUARA EDUKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64365/muradik.v2i1.215

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena alih kode (code-switching) dalam konteks komunikasi digital, khususnya pada konten podcast di channel YouTube Melaney Ricardo, dengan fokus pada episode berjudul “Tangisan Dahlia Polland: ‘Bercerai! No Penyesalan! Justru Ini Karena Aku Sayang Anak-Anak!!’”. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis alih kode yang digunakan serta menganalisis fungsi dan faktor-faktor yang melatarbelakanginya dalam percakapan yang bersifat emosional dan personal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis wacana. Data diperoleh melalui transkripsi tuturan dalam video dan dianalisis berdasarkan teori alih kode dari Poplack (1980) dan Gumperz (1982). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode yang muncul didominasi oleh jenis intra-sentential switching dan inter-sentential switching, dengan fungsi utama sebagai penegasan emosional, pembentukan identitas, dan strategi retoris untuk memperkuat pesan. Faktor penyebab alih kode meliputi latar belakang bilingual penutur, konteks percakapan yang intim dan reflektif, serta pengaruh gaya komunikasi dalam media digital. Simpulan penelitian menyatakan bahwa alih kode dalam tayangan ini tidak hanya mencerminkan kompetensi kebahasaan penutur, tetapi juga berfungsi sebagai alat ekspresif dan identitas dalam komunikasi publik di era digital.
Kesantunan Berbahasa di Ruang Digital: Kajian Pragmatik Terhadap Komunikasi Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Melalui WhatsApp Elza Leyli Lisnora Saragih; Samuel B.T Simorangkir; Caroline Caroline
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, Number 2 December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i2.8056

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kajian kesantunan berbahasa pada era digital antara mahasiswa dan dosen di Universitas HKBP Nommensen Medan  dengan menggunakan media whatsapp dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi. Data utama dikumpulkan berupa ujaran-ujaran yang langsung dari percakapan dosen dan mahasiswa melalui whatsapp. Data yang berupa kata-kata atau teks tersebut kemudian dianalisis dan hasil analisis  berupa penggambaran atau deskriptif. Untuk mendapatkan data yang sah dan valid, dilakukan uji validitas data yang berupa triangulasi data menurut berbagai sumber data. Hasil penelitian menunjukan penggunaan penanda kesantunan oleh mahasiswa dan dosen berupa penanda  menyapa dan menawarkan bantuan, menyetujui, ucapan terima kasih,meminta,meminta maaf, memberi pujian, memberi peringatan,memberi saran alternatif, menginformasikan, menolak dan  memberi perintah. Mahasiswa juga menggunakan emoticon. Emoticon digunakan untuk menggantikan Intonasi dan ekspresi wajah: dalam komunikasi tatap muka, intonasi suara dan ekspresi wajah. Emoticon berfungsi sebagai pengganti visual dari elemen-elemen tersebut, membantu menyampaikan nada yang dimaksud. Selain itu emoticon digunakan mahasiswa untuk mengurangi kesan kasar atau negatif.
Analisis Kesantunan Berbahasa Pada Novel “Aku Tak Membenci Hujan” Karya Sri Puji Hartini dan Implikasinya sebagai Bahan Ulasan Buku Fiksi Bahasa Indonesia Pesta Krisdayana Siboro; Elza Leyli Lisnora Saragih; Pontas Jamaluddin Sitorus
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 1: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10i1.72369

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk kesantunan berbahasa yang terdapat dalam novel tersebut serta menjelaskan implikasinya sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia, khususnya pada pembelajaran teks ulasan buku fiksi. Pendekatan yang digunakan adalah pragmatik dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berupa tuturan antar tokoh dalam novel Aku Tak Membenci Hujan karya Sri Puji Hartini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui baca dan catat, kemudian data dianalisis berdasarkan prinsip kesantunan berbahasa menurut Leech yang meliputi enam maksim, yaitu kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, permufakatan, dan kesimpatian. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 309 tuturan yang dianalisis, ditemukan 51 tuturan maksim kebijaksanaan, 34 maksim kedermawanan, 61 maksim pujian, 34 maksim kerendahan hati, 29 maksim permufakatan, dan 94 maksim kesimpatian. Maksim kesimpatian menjadi bentuk paling dominan karena banyak tuturan mencerminkan empati, perhatian, serta kepedulian antartokoh. Temuan ini menunjukkan bahwa novel tersebut relevan dijadikan bahan ajar untuk melatih pemahaman siswa terhadap penggunaan bahasa santun.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA STORYJUMPER TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI SISWA KELAS XII SMA ADVENT AIR BERSIH MEDAN TAHUN 2025/2026 Paska Elmaria Sitorus; Monalisa Frince S; Elza Leyli Lisnora Saragih
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63153

Abstract

This study aims to determine students' narrative writing skills before and after using StoryJumper learning media and the effect of its use on the narrative writing skills of 12th-grade students at SMA Advent Air Bersih Medan. This study used a quantitative approach with an experimental method and a one-group pretest-posttest design. The study sample consisted of 40 students. Data collection techniques were conducted through pretests and posttests in narrative writing. Data were analyzed using mean scores, normality tests, homogeneity tests, and t-tests. The results showed that students' narrative writing skills before using StoryJumper media averaged 59.95, with a lowest score of 45 and a highest score of 75. After using StoryJumper media, they increased to an average score of 79.28, a lowest score of 65, and a highest score of 95. The results of the hypothesis test showed that the calculated t of 11.793 was greater than the t table of 1.685 at a significance level of 0.05, thus Ha was accepted and Ho was rejected. Thus, the use of StoryJumper media had a significant effect on the narrative text writing skills of class XII students of SMA Advent Air Bersih Medan.
Co-Authors Adelina Artauli Sinaga Anita Septina Haloho Apriani Manurung Bangun, Kartini Barus, Depitaria Berliana Febriyanti Manalu BESLINA AFRIANI SIAGIAN Boy Florentius Sinaga Briwanti Butar-butar Caroline Caroline Chatrine Chatrine Cynthia Aritonang Delvina Yanti Siahaan Depitaria Br Barus Derlita Erika Purba Diapita Br Sitepu Elena Sihotang Elia Maynita Karo-karo Enda Gloria NM Banurea Eriska Hutabalian Erly Farida Siadari Eva Ria Sitinjak Febiola Esrayanti Br Purba Febiola Miranda Sinaga Feronika Aprina Hutasoit Happy Indah Estetica Simanungkalit Hargiani, Fransisca Xaveria Harlen Simanjuntak Hasibuan, Ronald Helena Agustiani Maharaja Hutabarat, Sonya Hutasoit, Febriyanti Hutasoit, Lian Yesika Ira Kristini Sihotang Iren Rut Serlina Pakpahan Kartini Ruth Maduma Manalu Lamtiur Verawaty Simbolon Lasro Jumanta Sihite Lastioma Tiarma Lumban Gaol Laura Junima Silalahi Manalu, Widyawati Manik, Ruth Valentina Manurung, Rolan Martua Reynhat Sitanggang Gusar Maya Lestari Sirait Meliana Simanjuntak Mesti Herianty Naibaho Mhd. Pujiono Mita, Lesstari Monalisa Frince S Monalisa Frince S Morianus Gowasa Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi, M Nabilla Putri Lesmana Nainggolan, Rini Ulina Nasution, Khairina Nomi Agustina Simorangkir Nuryosianna Putri Purba Oki Helena Mandari Saragih Oktavia Dewita Marbun Panjaitan, Teresia Agustina Paska Elmaria Sitorus Paska Elmaria Sitorus Perida Roma Asi Siahaan Pesta Krisdayana Siboro Pontas Jamaluddin Sitorus Purba, Rosalinda Purba, Tresia Puspa Realita Gulo Rajagukguk, Risnauli Ratna Enjeli Sinaga Ria Monalisa Situmorang Rinni Wati Sinaga Rotua Magdalena Nainggolan Rotua Tambunan Rumada Siregar Rusli Situmorang Samuel B.T Simorangkir Saragih, Renita Saragih, Renita Br Sarma Panggabean Sentinawati Siagian Siahaan, Marrejeki Siboro, Hensani Br Siburian, Riski Sihombing, Deniarti Silalahi, Fitri Adelina Simanungkalit, Ivanna SIMAREMARE, JUNI AGUS Simarmata, Juliana Sinaga, Devi Ansani Christina Sinaga, Putri Mekar Sari Siregar, Sandi S. Sitinjak, Febriartha Sitohang, Tigor Sitompul, Sri Rejeki Sitorus, P. Jamaluddin Sri Sulastri Lumban Tobing Susi Oktavia Silalahi Tiarma Marpaung Waruwu, Devi Ingati Wina Ayusari Tambun Wulan, Eka Putri Saptari Wulan, Eka Putri Saptri Yusnita Situmeang