Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Project-Based Learning Progression: Identifying The Impact of Learning on Students' Motivation and Learning Outcomes Arif Firmansyah; Nurul Fitriah Aras; Mardi Lestari; Muchdar Muchdar
PAEDAGOGIA Vol 27, No 1 (2024): PAEDAGOGIA Jilid 27 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v27i1.81242

Abstract

The study aims to address the issue of low motivation and poor learning outcomes in Social Studies. Many students find Social Studies dull due to its focus on memorization, which leads to passive learning. Additionally, teachers' limited familiarity with various learning approaches contributes to students' lack of motivation. The study investigates whether implementing a project-based learning (PBL) model can positively impact motivation and learning outcomes in Social Studies. Fifth-grade students from SDN 17 Poso participated in the quasi-experimental research, divided into experimental and control groups. Pretests and posttests were administered before and after the learning period, respectively, to both groups. Data collection methods included tests, questionnaires, and documentation. Pretests helped establish baseline knowledge levels and facilitated comparison to evaluate the effectiveness of the PBL intervention. Results indicated a significant improvement in motivation and learning outcomes among students exposed to the project-based learning model. The study's implications extend to enhancing teaching methodologies and strategies to foster better engagement and achievement in Social Studies.
Self Regulated Learning Untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Melalui Bimbingan Klasikal Di SMP Nur Safira Irfan; Azam Arifyadi; Mardi Lestari; Hasan Hasan
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1418

Abstract

Kemandirian belajar siswa SMP masih tergolong rendah hingga sedang. Sebagian besar siswa masih bergantung pada arahan guru, kurang berinisiatif dalam belajar, dan mudah terdistraksi oleh gadget serta media sosial, sehingga menghambat pencapaian kompetensi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemandirian belajar siswa sebelum dan sesudah intervensi, serta menguji efektivitas layanan bimbingan klasikal berbasis Self-Regulated Learning (SRL) dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis pre-experimental dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 17 siswa kelas VIII B SMP Labschool Untad Palu yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan data lengkap yang dapat dianalisis sebanyak 13 siswa. Intervensi berupa layanan bimbingan klasikal berbasis SRL diberikan sebanyak 3 sesi. Data dikumpulkan menggunakan Skala Kemandirian Belajar (40 item, Cronbach's Alpha = 0,87) dan dianalisis menggunakan uji-t berpasangan (paired sample t-test) serta uji effect size. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian belajar siswa berada pada kategori sedang, baik sebelum (mean = 106,31; 66,4%) maupun sesudah intervensi (mean = 105,69; 66,1%). Hasil uji-t berpasangan menunjukkan nilai t = -0,180 dengan signifikansi 0,860 (p > 0,05), sehingga H0 diterima dan H1 ditolak, dengan effect size yang sangat kecil (Cohen's d = -0,05). Dengan demikian, layanan bimbingan klasikal berbasis SRL sebanyak 3 sesi belum terbukti efektif secara statistik dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa, yang diduga terkait dengan durasi intervensi yang lebih singkat dibandingkan desain ideal (8–12 sesi) serta keterbatasan desain penelitian tanpa kelompok kontrol. Disarankan penelitian selanjutnya menggunakan desain quasi-eksperimen dengan kelompok kontrol dan durasi intervensi yang lebih panjang.
Cultural Humility among School Counselors: Contrasting Self-Reports and Student Voices Bau Ratu; Mardi Lestari; Ridwan Syahran; Azam Arifyadi; Dhevy Puswiartika; Dini Rakhmawati
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 8 No. 2 (2026): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026082089000

Abstract

Cultural humility is central to culturally responsive school counselling, yet its assessment often relies on counselors’ self-reports and rarely incorporates students’ perspectives. This cross-sectional study examined cultural humility among junior-high-school guidance and counselling (BK) teachers in Palu City, Indonesia, by integrating counselor self-reports (N = 57) and student evaluations (N = 240). Internal consistency was acceptable for the Multidimensional Cultural Humility Scale (MCHS; α = 0.816) and the Cultural Humility Scale for Students (CHS-S; α = 0.876 for Positive CH and 0.836 for Negative CH). Descriptive analyses showed that counselors rated their cultural humility in the high range, whereas students evaluated it in the moderate range. Spearman correlations showed that all counselor-rated MCHS dimensions were significantly associated with the total score, as was Positive CH, with self-awareness showing the strongest association among the counselor-rated dimensions; Negative CH was not significantly associated with the total score, indicating a distinct pattern within the student-reported measure. After both sets of scores were linearly rescaled to a common 0–100 metric, the Mann–Whitney U test showed a significant counselor–student difference with a large effect (U = 536.000, Z = −10.842, p < .001, r = .63). This discrepancy underscores the relational and feedback-sensitive nature of cultural humility. The comparatively weaker position of self-reflection and critique highlights the need for critical reflexivity, reflective supervision, and systematic student feedback in professional development. Limitations include the cross-sectional design, use of different instruments across informant groups, and absence of matched counselor–student dyads. Overall, the findings indicate that integrating student voice with counselor self-report provides a more balanced basis for assessing and strengthening culturally responsive school counselling.
Hubungan Antara Perundungan Dengan Rasa Rendah Diri Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Ferly Ferly; Micha Felayati Silalahi; Ikhlas Rasido; Mardi Lestari
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4522

Abstract

Fenomena perundungan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah menjadi masalah serius karena berdampak pada kondisi psikologis siswa, salah satunya adalah munculnya perasaan rendah diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perundungan dengan rasa rendah diri pada siswa SMP di Kecamatan Dondo. Penelitian ini Menggunakan pendekatan kuantitatif ex post facto dengan design asosiatif kausal. Populasi adalah seluruh siswa SMP di Kecamatan Dondo yang berjumlah 521 siswa, dengan sampel sebanyak 148 siswa yang ditentukan menggunakan teknik quota sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket perundungan dan angket rasa rendah diri. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman's Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara perundungan dengan rasa rendah diri pada siswa SMP di Kecamatan Dondo dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,428 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti semakin tinggi perundungan yang dialami siswa maka semakin tinggi pula rasa rendah diri yang mereka rasakan. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak sekolah dalam merancang program pencegahan dan penanganan perundungan serta upaya peningkatan harga diri siswa.